Hahhaaahh… Gw ngakak dah karena ngk nonton FM emaakkkk
huweeee…. Appaaaa…. T_T umma sakitt, gmna dunk?
Happy reading^^
Title : My Pervert Teacher
Genre :YAOI, NC
Length : 2Shoot
Pairing : Jung Yunho and Kim Jaejoong
Other Cast :
_ kim junsu
_ park yoochun
_ shim changmin
::WARNING: : Typo(s), NC gagal,Yaoi 10000000000%,alur berantakan,Ini hasil dari pikiran saya sendiri, murni dari otak saya!,nggak sesuai EYD
just go back if u don't like it…,
Sosok namja cantik berjalan menuju sekolah kebanggaanya walau ia hanya menyandang sebagai seorang siswa beasiswa, tapi apa perdulinya namja cantik ini hanya ingin menuntut ilmu seperti yang diinginkan oleh orang tuanya terus mengembang saat melihat baju seragamnya.
Jaejoong berjalan menelusuri koridor sekolahnya dengan wajah yang ceria seperti biasa, apa jaejoong bisa mempertahankannya?
Ia masuk kedalam kelasnya dan duduk di bangku paling pojok belakang, menurutnya itu tempat duduk yang paling aman. Terkadang ia bisa melihat keluar jendelannya disaat dirinya jenuh.
"Hey.. jae hyung"
Jaejoong menoleh melihat namja jangkung duduk disampingnya, jaejoong tersenyum manis melihat sosok yang begitu dikenalnya. Orang yang ingin berteman dengannya, jaejoong benar-benar bersyukur.
"aish.. changmin~ah sepagi ini kau selalu membawa kekasihmu" sindir jaejoong yang melihat bungkusan kripik ditangan ditangan changmin. Namja jangkung yang bernama changmin hanya tersenyum lebar menanggapi ucapan jaejoong.
"Hyung, bagaimana dengan hari mu eoh?"
Jaejoong mengangkat bahunya dan pandangannya menatap lurus kedepan tanpa menatap changmin yang tengah menatapnya penuh tanda Tanya.
"entahlah" ujar jaejoong kemudian dan tersenyum getir pada changmin.
"Jae hyung, changmin~ah. Ada ahrashit seongsaenim" teriak seorang namja bertubuh montok yang berlari menuju changmin dan jaejoong.
"junsu~ah, ahra seongsaenim datang eoh?" Tanya jaejoong pada junsu yang berada didepannya, junsu mengangguk dan mengahadap kedepan. Suasana ruangan menjadi hening.
"arrgg… ahrashit seongsaenim menyebalkan, hari ini kan tak ada jamnya" gerutu changmin tanpa sadar, dan semua mata tertuju padanya yang meletakkan jari telunjuknya dibibirnya masing-masing.
"Sssstthh…" ujar semuanya berbarengan, changmin hanya menunduk malu dan bergumam tak jelas.
"Annyeong.." sapa yeoja yang bermarga go dengan rok mini berwarna ngejreng dan dandanan yang terlihat menor, cara bicara yang dibuat-buat. Membuat para siswa ingin pingsan dibuatnya.
"Annyeong ahra seongsaenim …" ujar para siswa berbarengan
"hari ini park eun ben seongsaenim tak bisa mengajar jadi akan digantikan seongsaenim yang baru"
Terlihat semua siswa berbisik-bisik ingin mengetahui seongsaenim yang akan mengajar mereka dan jaejoong malah sibuk dengan tugasnya yang akan dikonsul pada seongsaenim.
"Annyeong… Jung Yunho Imnida" Ucap namja bermata musang dengan suara bassnya, semua yeoja yang mendengarnya histeris. Siapa yang tak bisa menolak ketampanan dari seongsaenim muda yang berparas tampan ini?
"Ya! Kim Jaejoong!" teriak Ahra menggelegar, sontak namja cantik yang bernama jaejoong yang tengah sibuk dengan tugasnya diam membeku dan tak berani mendongakkan wajahnya. Ia tahu bagaimana wajah ahra saat marah. "Tidak bisakah kau meninggalkan tugasmu dulu, dengarkan seongsaenim yang tengah memperkenalkan diri"
Jaejoong hanya mengangguk kikuk mendengarkan ahra yang sedang membentaknya dan menatap ahra dan seongsaenim yang berdiri disamping ahra. Mata jaejoong membulat sempurna saat melihat namja yang berdiri didepan sana tengah tersenyum menatapnya.
"Eh? Yun, kenapa kau disini?" Tanya jaejoong spontan tanpa memperdulikan tatapan heran dan bingung dari teman-temannya jangan terlupakan seongsaenim yang masih setia berdiri disamping yunho.
"Ya! Apa yang kau katakan kim Jaejoong? Dia Gurumu!" marah Ahra saat mendengar ucapan jaejoong barusan. Jaejoong sedikit memiringkan kepalanya, seolah tak percaya dengan ucapan ahra barusan.
Jaejoong tertawa sejadi-jadinya, "Mau mengajar apa? Membuat murid disini menjadi Mesu—"
"Ya!" teriak ahra yang sudah melempar penghapus papan kearah jaejoong alhasil benda yang dilempar meleset kearah changmin, membuat changmin mengerang kesakitan memegang dahinya.
"Ahh.. AhraShit Seongsaenim!" Gumam changmin sesekali melihat kearah ahra yang tampak salah tingkah karena salah sasaran.
"Baiklah, silahkan mulai pelajaran. Yunh Soengsaenim" ahra mengedipkan matanya kearah yunho dengan centilnya yang dapat teriakan sinis dari murid sekelas. Yunho Nampak melirik sekilas kearah jaejoong yang masih menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Baiklah, mari kita mulai pelajaran kali ini" ujar yunho
"Yun, kenapa sikapmu seperti itu? Bukankah kau selalu jahil dan mesu—"
"Selesai pelajaran pergi keruanganku Kim Jaejoong!" ujarnya dingin, jaejoong hanya mendengus kesal melihat tingkah yunho yang tiba-tiba berubah dingin seperti itu.
Selama pelajaran jaejoong tak focus, ia selalu berfikir kenapa 'seongsaenimnya' ini begitu berubah seperti itu?
[Jaejoong Pov]
Apa salahku? Apa aku melakukan sesuatu yang salah? Sepertinya tidak. Aku tak menyangka jika sosok yang selama ini aku kenal memiliki pendidikan dan bisa mengajar, kukira dia hanya bisa memberi service demi service.
Dia kan hanya seongsaenim mesum yang selalu dituruti keinginannya. Dasar Pervert! Aku terus mengomel dalam hati sesekali menatap seongsaenim yang menyebalkan itu.
"Jae hyung? Apa yang aku lakukan?" ku menoleh kesumber suara, ternyata changmin. "Kenapa kau menatap yunho seongsaenim seperti itu?"
"Aku membencinya" ujarku lantang dan menunjuk kearah namja yang berdiri didepan. Semua siswa menoleh kearahku termasuk seongsaenim yang mengerikan itu tapi APA PERDULIKU! Aku membencinya!
Kudengar changmin yang tampak mengomel kearahku dan kulempar coklat milikku kearahnya dan alhasil changmin terdiam.
"Kita akhiri pelajaran kita hari ini dan Kau Jung Jaejoong Ikut denganku!"
Apa maksudnya Jung jaejoong? Cih menyebalkan! Dikelas ini membuatku gerah melihat seongsaenim, kuikuti langkah si mesum ini. Dapat kudengar bisik-bisik disekitarku, sudah biasa kumendengarnya.
Ruangan si pervert ini benar-benar besar, bagaimana tidak inikan salah satu sekolah terpandang jadi setiap seongsaenim mendapatkan ruangan masing-masing yang lengkap dengan fasilitas lainnya. Aku duduk di sofa yang tersedia dan memejamkan mataku.
"Sebenarnya ada apa denganmu kim jaejoong?"
Dapat kudengar pertannyaan bodoh yang terlontar dari mataku, mataku membulat sempurna saat meliahat namja yang berada dihadapanku yang jarangknya hanya beberapa centi.
"Kau membuat beruang bangun dari tidurnya"
[Jaejoong Pov End]
Yunho mengendus disekitar leher jaejoong, dapat jaejoong rasakan wangi parfum yang digunakan oleh yunho. Jaejoong menyukai wangi parfum yunho.
Yunho tersenyum jahil saat melihat ekspresi jaejoong, rona merah terlihat dipipi putihnya. Bibir jaejoong sedikit terbuka menambah kesan sexynya. Yunho mengangkat tubuh jaejoong diatas meja kerjanya yang cukup besar.
Jaejoong menatap yunho dengan tatapan heran.
"Disofa lebih empuk Pabo!" yunho tersenyum dan mendekatkan wajahnya kearah jaejoong membuat dada jaejoong bergemuruh.
"tapi sempit, aku tak bisa leluasa 'Bermain' " Bisiknya dan membuka kacamata yang dikenakannya.
Deg
Yunho medekatkan bibirnya kearah bibir jaejoong dan menciumnya dengan lembut, perlahan jaejoong membalas ciuman menyeringai dan mencium leher jaejoong. Jaejoong berciuman panas dengan lidah yunho yang mendominasi , yunho menghisap bibir jaejoong dengan lembut namun panas. Jaejoong melingkarkan tangannya di leher yunho dan tangan nakal yunho mulai membuka semua pakaian yang dikenakan jaejoong hingga tak ada sehelai benangpun yang melekat ditubuh putih mulus jaejoong.
Yunho terdiam saat melihat bercak-bercak yang ada ditubuh jaejoong, "Yang semalam masih ada bekasnya eoh?"
"Cih siapa lagi kalau bukan KAU yang melakukannya! Jung yunho yang pervert!" yunho tampak terkekeh mendengar penuturan namja cantik yang kini berada dibawahnya. Yunho mendekatkan wajahnya kearah jaejoong dan menciumnya dalam suasana panas untuk
ciuman yang bersemangat. yunho memindahkan bibirnya dan sekarang berkonsentrasi di leher jaejoong, mencium, menjilat dan menghisapnya keras. Jaejoong tidak dapat menahan . Sensasi dari bibir yunho di tubuhnya membuat lututnya lemas dan segera meminta yunho melakukannya lebih.
"Y-yunh…uggh" Erang jaejoong, yunho menjadi lebih 'bangun' mendengar suara desahan seksi dari jaejoong. Yunho melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya, kini keduanya sama-sama polos.
yunho menekan pantat jaejoong membuat jaejoong pasrah akan aksi seorang yunho.
"yunhh…p-please..." mohon jaejoong dengan suara seksinya, "Ja-Jangan siksa a-aku…ahh"
"Sabar Boo…" yunho tampak menyeringai
"Y-Yeah..tapi kumohon…cep-cepat…yunh, ja-jangan men-yiksaku " jaejoong merengek sedangkanYunho mencium nipple jaejoong sebelum mendorong jari tangan kanannya memasuki sesuatu yang hangat dan sempit milik jaejoong.
"Aarrgghhh.. ahhh…." jaejoong berteriak keras dalam sakit dan nikmat. Tanpa menunggu penyesuaian dari jaejoong, yunho dengan cepat memasukkan jari kedua dan mulai untuk berpindah.
Tangan jaejoong mencoba untuk memegang meja. jaejoong mengerang sedangkan yunho terdengar mendesis.
"Yunh.. Palli…aku si-siap …aahhh!"
jaejoong menjerit ketika junior yunho yangg sudah mengeras tiba-tiba mendorong masuk ke dalam lubang jaejoong. yunho memberikan jaejoong waktu untuk menyesuaikan.
Ketika yunho mendengar rengekan jaejoong, yunho memulai untuk berpindah pelan-pelan karena yunho tahu, jaejoong merasakan sakit di bagian bawahnya.
"ugghhh…le-lebih ce-cepat..yang ke-keras"
Mendengar permintaan dari sang kekasih yunho mulai menusuk jaejoong dengan semangat yg menggebu-gebu. Yunho meningkatkan kecepatan langkahnya dan mengambil pinggang jaejoong lalu memaju mundurkan juniornya dalam satu ritme yang sama dengan jaejoong. Erangan, rintihan, rengekan dan jeritan menggema di dalam ruangan yang cukup luas..
"Aahh…ya…disana yunhh,…aahhhm…"
Setelah beberapa tusukan keras dari yunho , mereka berdua merasa akan segera keluar. yunho merintih keras lalu dia mengigit leher jaejoong, meninggalkan tanda merah keunguan dan segera cairannya memenuhi lubang jaejoong. Mulut jaejoong terbuka dan matanya menutup lalu cairan jaejoong juga keluar. Yunho memeluknya, sementara jajeoong membiarkan tubuhnya terletak lemah.
"Boo, kau lelah?"
Jaejoong mengangguk lemah dan perlahan menutup matanya
"tapi aku menginginkannya lagi" rengek yunho, membuat jaejoong membuka kembali matanya.
"tak bisakah kau melihat ini dimana? Ini masih disekolah dan aku tak ingin ada orang lain" kesal jaejoong.
Yunho duduk membelakangi jaejoong dengan tubuh polosnya, jaejoong hanya terbaring dimeja menatapa punggung kokoh yunho.
"Yunh, Kau marah?" Tanya jaejoong ragu, yunho hanya diam. Jaejoong menatap yunho sebal, begini jadinya kalau jaejoong tak mau menuruti permintaan yunho. "Yunh, tempat ini benar-benar tak aman"
Yunho kembali menindih tubuh jaejoong, seringai khas bear pervert tampak menghiasi wajah tampan yunho.
"heh jung yunho mau apa kau?" takut jaejoong yang melihat yunho yang berada kembali diatasnya.
"Kalau kau tak mau terpaksa aku akan mencabut beasiswamu" jaejoong terdiam mendengar penuturan yunho. Yunho Nampak tersenyum dengan penuh dengan kemenangan.
"Buahahahaaaa… kau bermimpi Jung yunho?" yunho tampak cengo dengan sikap jaejoong, kenapa jaejoong malah tertawa? "Ya! Jung yunho, memangnya apa jabatanmu disini?"
"Karena aku pemilik dari sekolah ini!" ujar yunho dingin. Jaejoong menghentikan tawanya dan menatap mata musang yunho. "jadi kau harus menuruti keinginannku 'apapun itu', Otte?"
.
.
.
Te Be Ceh… :P
Next?
