Desclaimer: Masashi Kishimoto
Judul: Innocent Liar
Rate: T-M
Warning: OOC, crack pair, DLDR, semi-canon, Gaje de-el-el.
Summary: Tim 7 generasi ini sungguh berwarna. Yui si misterius Raven, Hatake Irie yang dewasa sebelum waktunya dan Natsu Uzumaki pembuat onar wahid. Kiba rasa ini akan menarik terlebih lagi mengetahui sebuah genjutsu rahasia Yui.
.
.
.
Setelah dekat dengan tempat latihan, Yui melepas genjutsu-nya. Tapi alangkah terkejutnya mereka saat Akamaru tidak kabur dan malah bertingkah manja dengan Yui.
"Yui, ini bagian dari genjutsu-mu juga?" tanya Natsu
Yui menggeleng. Masih kepayahan saat Akamaru menjilatinya.
"Hati-hati dengan liur-mu, Akamaru!" desis gadis itu.
Diam-diam Irie tertawa melihat ekspresi Yui yang setengah takut setengah sebal.
Kalau tau seperti ini ia tak akan mengeluarkan genjutsu! Inner Yui sedari tadi menyalahkan tingkah cerobohnya.
"Matahari sudah akan tenggelam. Ayo kita bawa Akamaru ke tempat latihan!"
*
"Shino-sensei?!"
Kiba dan Shino menghentikan pembicaraan mereka saat mendengar suara cempreng Natsu.
"Lho?"
Kiba agak terkejut melihat Yui menunggangi Akamaru.
"Akamaru ternyata menyukai Yui" Irie berkomentar.
Anjing besar itu menggonggong seolah setuju.
Yui turun dan menatap Kiba.
"Jadi kita sudah lulus?" tanyanya.
Kiba mengangguk dan tersenyum memperlihatkan taringnya.
"Yeay! Kiba-sensei, kau yang terbaik!" pekik Natsu senang.
"Tentu saja! Aku memang yang terbaik"
Shino hanya tersenyum kecil. Melihat interaksi tim-7. Lalu ia memperhatikan Yui yang nampak tenang-tenang saja. Tapi Shino bisa melihat sinar bahagia dari onyx-nya.
"Untuk merayakan ini. Mari kita makan di Ichiraku!" usul Irie.
Yui dan Natsu mengangguk. Makan-makan memang enak. Apalagi sedang dalam keadaan seperti ini.
"Sensei ikut tidak?"
"Aku ada urusan. Maaf, ya aku tidak ikut" Kiba agak menyesal punya banyak urusan belakangan ini.
"Aku akan ikut. Sebagai sensei kalian dulu, aku juga harus merayakan keberhasilan kalian kan?"
Shino sensei adalah yang terbaik! batin Natsu. Tapi ia tak akan mengungkapnya. Bisa di katai plin-plan nanti.
*
"Ini adalah misi pertama kita sebagai tim-7. Misi ini adalah misi tingkat D. Dan aku akan mengawasi kalian"
"Akhirnya... misi pertama!!"
Yui ingin sekali menyumpal mulut Natsu yang tidak bisa diam. Gadis yang terbiasa tenang itu merasa telinganya panas.
Pandangan Yui menyendu melihat gerbang di depannya. Setelah beberapa menit melangkah dari gerbang, mereka sampai di tempat tujuan.
Setelah berbagi tugas mereka bertiga langsung mengerjakan bagian masing-masing.
"Kenapa misi pertama kita harus membersihkan? Lebih baik mengawal atau menangkap. Itu kan terdengar keren" protes Natsu.
"Kau terlalu banyak mengeluh" komentar Yui.
"Dan kau terlalu dingin. Itu tidak baik lho" balas Natsu.
"Sudah-sudah! Kalian ini banyak bicara! Yui, bersihkan bagian itu dan Natsu gosok dengan lebih keras!" Kiba memberi intruksi.
"Untuk apa kita membersihkan kuil ini? Lagi pula hanya ada satu orang yang akan sembahyang disini!" yah kalian pasti tau siapa yang protes.
"Siapa bilang kuil ini hanya untuk Uchiha saja? Sebenarnya ini kuil umum. Hanya letaknya di komplek Uchiha saja membuat yang lain jarang kesini" terang Kiba.
Mereka saat ini berada di kuil komplek Uchiha. Misi pertama mereka adalah membersihkan kuil ini karna Sasuke akan menetap di Konoha untuk beberapa hari. Uchiha satu-satunya itu meminta agar kuilnya dibersihkan.
"Bagianku sudah selesai" tiba-tiba Yui berbicara.
"Bagus, Yui" puji Kiba.
"Apa-apaan! Tentu saja itu bagus. Karna membersihkan kan memang tugas perempuan"
"Daripada protes, lebih baik kau cepat membersihkan bagianmu, Natsu" Yui membalas.
Sementara itu Kiba hanya terkekeh kecil. Anak-anak memang menggemaskan kan?
*
Yui memperhatikan lagi belanjaannya. Uang dari misi dua hari yang lalu ia gunakan untuk berbelanja. Poninya bergoyang karna angin. Rambut yang ia ikat pony tail bergoyang karna langkahnya.
Setibanya di jembatan, ia melihat seseorang. Dilihat dari belakang pun ia tau siapa itu. Yui gugup. Setelah mendapat info dari ibunya dengan menggunakan genjutsu rahasianya, gadis itu jadi sedikit ... gundah.
Yui melewati orang itu. Langkahnya sedikit dipelankan. Ingin sekali ia berteriak dan memeluk laki-laki itu.
Sesampainya dirumah, Yui menyimpan belanjaannya di kulkas. Gadis itu melihat kearah kalender.
"Sudah sebulan aku tidak pulang" gunamnya.
Sasuke menghela nafas. Entah sudah berapa kali. Banyak masalah akhir-akhir ini.
Dia sudah berpergian mencari orang itu dan berharap menemukannya. Tapi nihil.
Apa yang sebenarnya kau pikirkan? batin Sasuke.
Sasuke ingat kejadian itu. "Apa karna itu kau pergi? Wanita sialan" ucapnya pelan.
Tiba-tiba ia merasakan cakra yang familiar. Sasuke menoleh kearah satu-satunya orang yang mendekat.
Seorang gadis kecil. Gadis kecil itu menunduk.
Mata Sasuke menyipit. Sedikit penasaran dan tak tau kenapa kakinya melangkah. Dalam diam, Uchiha mengikuti gadis kecil berambut sama dengannya itu.
"Sebenarnya dia siapa?"
Sasuke merasa ada yang aneh dengan bocah itu. Sesuatu yang membuat perasaannya membuncah.
*
Natsu menatap makan malam di depannya.
"Kaa-san harus ke rumah sakit sebentar. Jaga rumah baik-baik, tidur jangan larut malam dan kunci semua pintu. Otou-san tidak pulang malam ini"
Sakura terlihat tergesa. Sebenarnya tidak enak meninggalkan anaknya di rumah sendiri.
"Ha'i"
Sakura tersenyum manis dan mengecup kening putranya.
"Kaa-san jangan sampai kelelahan ya"
"Oke"
Setelah Sakura pergi, Natsu cemberut.
"Kalau hanya aku yang makan malam, kenapa masak sebanyak ini? Melelahkan kaa-san saja" protes Natsu.
Protes yang tidak tersampaikan.
*
"Irie!! Kau lihat jam berapa sekarang hah?"
Dengan kasar Yuugao menyingkap selimut putranya dan menjewer telinganya.
"Aw-aw-aw! Kaa-san jahat! Tadi aku bermimpi dan aku tersesat hingga tak bisa bangun!"
Perempatan imajiner muncul di dahi sang ibu. Dengan kesal ia menuju dapur.
Masih sepi.
Yuugao melirik jam di dinding dapur. Sebenarnya sudah siang untuk ukurannya dan masih pagi buta untuk ukuran Hatake-Hatake pria.
"Huh... ayah anak sama saja" keluhnya.
"Kau bilang sesuatu, Anata?"
Kakashi dengan mata sayu dan rambut berantakannya keluar dari kamar.
"Kau belum sarapan! Ini juga sudah jam sepuluh pagi. Kau ini"
"Pagi Kaa-san, Otou-san"
Irie dengan santainya berjalan dan duduk di meja makan.
"Kau belum mandi!" tegur Yuugao
"Lalu? Hari ini kan libur, jadi mandinya juga libur"
Yuugao menghela nafas.
"Kaa-san, aku lupa bilang. Aku sudah jadi genin lho. Aku se-tim dengan Natsu dan Yui"
"Yui?"
"Iya. Dia ternyata tidak hanya hebat di ujian teori saja. Caranya berpikir dan genjutsunya juga he-ups"
Irie menutup mulutnya. Astaga! Apa yang baru saja ia ucapkan.
Flashback ...
"Kalian tidak boleh memberitahu siapapun kalau aku bisa menggunakan genjutsu oke"
Natsu dan Irie mengangguk.
"Kenapa?"
"Karna ini rahasia. Kalian bisa menjaga rahasia kan?"
Untuk yang kedua kalinya mereka mengangguk.
"Kalau kalian sampai membocorkannya aku akan meng-genjutsu kalian" ancamnya.
Irie dan Natsu menengguk ludah dan mengangguk untuk yang ketiga kalinya.
"Kalian tidak ingin tau kan bagaimana genjutsu-ku bekerja?"
Irie dan Natsu saling melirik. Mereka menggeleng dan melambai-lambaikan kedua tangan di depan dada.
"Bagus"
Yui menyilangkan kedua tangannyadi depan dada. Dalam hati ia sedikit khawatir.
Flashback End
"Dia bisa genjutsu?" tanya Kakashi.
Irie tertawa kecil. "Tidak sih. Tapi maksudku iya. Tapi ia bilang itu rahasia"
Yuugao dan Kakashi saling pandang dan menganggukan kepala.
.
Setelah mendapat izin untuk meninggalka desa, Yui langsung menuju Oto Kagure yang memang dekat dengan Konoha.
Ranselnya terasa berat karna berisi senjata. Ia sudah memutuskan untuk menjadi menjadi ninja seperti Tenten. Itu karna tidak mungkin ia menggunakan genjutsu atau kekkei genkain nya.
"Kemampuan emasku harus dirahasiakan"
Yui berjalan dengan santai sembari menikmati pemandangan.
" Mungkin aku bisa beli beberapa senjata alat musik"
Jarak antara Konoha dan Oto memang dekat. Dengan jalan kaki santai saja Yui sampai dengan setengah hari perjalanan.
"Aku pulang!"
Tidak ada sambutan.
Yui memasuki rumah. "Kaa-san?"
"Yui, ada yang mengikutimu"
Yui meletakkan tasnya dan menghampiri Ibunya dan memeluknya.
Sang ibu meng-nonaktifkan kekkei genkai-nya.
"Kaa-san tidak tau. Tapi cakranya familiar"
Wanita dewasa itu menyingkap poni Yui dan mengeluarkan beberapa rumusan segel.
Segel di dahi Yui hilang menyebabkan warna mata Yui berubah menjadi ungu mudah.
"Sekarang lihat menggunakan byakuuganmu"
.
.
.
TBC
Hai semua! Terima kasih ya udah review Itu yang buat saya update cepat.
Balasan review:
Sasuhina69: Itu akan terjawab di chapter depan khekhekhe #sokmisterius
clareon: ini aku udah update
al lavender: nanti akan dijelasin kok. Makanya ikutin terus ceritanya muehehehe #agakmaksa
haeri elfishy : Yap! Betul banget. Itu segel bukan kutukan bunke. Karna apa? Karna *beep* (sensor) akan diperjelas di chapter selanjutnya
hime15: makasi ya. Janji deh kalau bisa ngga bakal update lama
Lima review aja udah bikin aku senyum-senyum sendiri pas bangun tidur.
ps: Nama Irie, Natsu dan Yui itu diambil dari anime lain. Kaya Irie di Itazura na Kiss, Natsu di Fairy Tail, sm Yui di Diabolik Lover. Tapi hanya namanya aja yang diambil buan tokohnya kecuali Natsu yang emang Natsu D.
Sekali lagi, terima kasih semua #bungkuk90drajat
