BoBoiBoy dan seluruh karakter yang terlibat di dalamnya itu milik Animonsta Studios! Saya hanya meminjam mereka dalam pembuatan fanfiksi ini.

Warning: Alternative Universe, BL, OOCness, possible typo(s), adult!BBBFang, DLDR.

Prompt 2: Imagine Person B of your OTP is really obsessed with A's ass. B would smack it playfully, pinch it, squeeze it and make flirty comments like "Hey cutie, you have a nice ass" or "What a pretty butt you have, babe". Person A blushes and gets embarrassed, but they secretly love it.

.

.

||.||.||.||

.

.

Seharusnya Boboiboy telah menyelesaikan berkas-berkas yang menumpuk manis di atas meja kerjanya semenjak tadi. Seharusnya ia tidak melamun sendiri karena takutnya ia akan kerasukan sesuatu. Dan seharusnya juga pula ia sudah berada di dalam suatu restoran untuk menghabiskan waktu makan siangnya di sana.

Jika saja mata cokelat miliknya itu tidak terus menatap bokongnya Fang yang tertutupi oleh pakaiannya, maka mungkin saja sekarang dia tengah mengisi perutnya yang telah kosong itu.

Mata cokelat—yang tentunya juga nakal—miliknya itu terus menatap bongkahan bokong milik Fang itu yang sedang berdiri. Oh betapa bulat dan indahnya bongkahan bokong itu—pikirnya.

"Hei Boboiboy! Daripada kau melamun seperti itu tidak ada gunanya, sebaiknya kau mempersiapkan dirimu untuk mendengarkan penjelasan dariku mengenai berkas ini!" Lantunan suara Fang berhasil memecahkan lamunan Boboiboy. "Berkas ini menunjukkan bahwa keuangan—"

"Dan bisakah kau yang datang ke sini dan menjelaskan semua intisari dari berkas itu dengan cepat agar aku bisa segera untuk makan siang?" ucap Boboiboy sarkatik, seenaknya memotong kalimat Fang yang masih jauh dari kata 'belum selesai'.

Fang tak bisa berkata tidak atas perintah yang dilontarkan dari teman sekerjanya itu—meskipun pria itu memiliki 1001 maksud terselubung sekalipun, maka iapun mulai mendekati meja kerja milik Boboiboy sembari membawa beberapa berkas di tangannya dan mulai menjelas isi dari berkas itu.

Boboiboy hanya berdenggung sebagai bukti bahwa ia mendengarkan penjelasannya Fang, namun mata cokelatnya itu mengarah ke arah lain. Bukannya mendengarkan semua penjelasan rinci yang diberikan oleh Fang, justru mata cokelatnya itu sibuk memandangi sepasang bokong milik Fang lagi.

Oh, ia baru menyadari satu hal. Ia mulai terobsesi dengan sepasang bokong yang sekal milik Fang.

Fang terhenyak saat merasakan bahwa ada tangan jahil yang tengah memegangi bokongnya, ia yakin jika pemilik tangan itu adalah Boboiboy—jelas jawabannya. Tangan itu mulai memukul, mencubit, dan meremas bongkahan bokong yang sekal itu.

"Apa yang kau lakukan hah, Boboiboy?!" hardik Fang, refleks ia memukul keras kepala Boboiboy dengan gulungan kertas yang tengah dipegangnya, membuat yang dipukuli tersungkur dengan posisi tidak elit. Ia melempar tatapan menusuk kepada korbannya dengan wajahnya merah dari atas sampai bawah.

Kemudian Boboiboy bangkit dari acara tersungkurnya dan kembali duduk di atas kursinya. "Apa kau tahu? Bokongmu itu sekal sekali, kenyal dan empuk…" Itu komentar yang diberikan olehnya sembari menepuk pelan bokong Fang beberapa kali. Seringai puas menghiasi wajahnya ketika ia melihat raut wajah yang ditunjukkan oleh Fang.

Fang menggerutu kesal. Ingin sekali ia layangkan lagi gulungan kertas yang masih dalam gemgamannya, menghantam keras wajah mesum teman sekerjanya itu agar ia bisa membedakan kapan waktunya untuk serius dan bercanda. Namun sialnya hatinya berpendapat sesuatu yang sekontras dengan nalurinya; ia menyukainya meski itu sangat memalukan—pukul kepalanya sekarang karena mulai tidak beres.

Jadi Fang membiarkan Boboiboy terus menyentuh bokongnya, sambil berusaha menjelaskan intisari dari berkas itu tanpa terusik oleh rasa nikmat yang sangat salah di waktu yang sangat salah pula.

Hari yang sial untuk Fang, dan hari yang menyenangkan untuk Boboiboy.

.

*.*.*

.

Author's Note:

Sebenarnya Boboiboy yang prevert atau saya sih? Salahkan prompt-nya! Salahkan si challenger yang memaksa saya untuk membuat ini! /abaikanini

Ah, terima kasih buat reviewer yang men-review di prompt sebelumnya. Maaf, saya belum bisa membalas review-nya satu-satu. Terima kasih juga untuk yang telah menyumbangkan prompt-nya, mungkin prompt-nya bisa dipakai buat menyelesaikan challenge—sial— ini. Dan yang request, tenang saja, nanti akan saya buatkan jika ada prompt yang cocok.

Lapak penyumbangan prompt masih saya buka! Sumbanglah prompt sebanyak mungkin dan kemungkinan juga prompt itu bisa dipake juga oleh saya! XD