Tittle : Stand By me

Author : Rainy Heart

Length : TwoSHOOT

Rated : M

Cast :

- Heo Young Saeng a.k.a Saengi

- Kim Hyun Joong a.k.a Joongie /Leader

- Kim Hyung Jun a.k.a Baby (Maknae)/ Junnie

- Kim Kyu Jong a.k.a Kyu

- Park Jung Min a.k.a Min/Mal

Pairing : HYUNSAENG (Kim Hyun Joong x Young Saeng )

Genre : Romance / Drama

Warning : Yaoi (Boyslove), sekali lagi saya tekankan, bagi yang gag suka yaoi jangan baca, okeh... !

Summarry : 'It was... just nothing... Please... trust me... i just love you'

Annyeong Readerdeul...

Jealousy you the series balik lagi nih. Lanjutin twoshoot yang kemaren. Ada nyang nanya ntu video gimana ceritanye... jujur aku sih gag tau Cuma tuh video isinya baby maksa mw nyium uri Saengi ... yah meski Saengi gag mau tapi tetep ajah tu bibir kecium... ha... ha... ha..

Happy Reading

Preview ...

Ia kembali ke meja makan dengan wajah yang tak bisa digambarkan dan keringat yang mengalir dimana-mana.

"Waeyo Kyu..." tanya Junnie

"Mobil... Mob-mobil..." kata Kyu terengah-engah.

"Aissshhh... ini minum dulu" kata Min seraya memberikan segelas air putih pada Kyu.

Kyu mencoba menenangkan dirinya. Setelah ia merasa sedikit lega ia lalu melanjutkan kata-katanya karena sudah dipandangi oleh member yang lain dengan pandangan 'cepat-katakan-ada-apa'

"Mobil Saengi tidak ada di garasi dan juga kulihat beberapa bajunya tak ada, kurasa ia meninggalkan dorm..."

"Mwooo...!" teriak semua member

Chapter 2

Dorm SS501 at Seoul

"Bagaimana Kyu... sudah coba kau telfon...?" tanya Min pada Kyu yang sibuk dari tadi nunyukin (?) tuh layar hp tucskrin...

"Nyambung gag kyu...?" tanya Junnie lagi.

Kyu hanya menggeleng-geleng saja. Mereka bertiga sudah frustasi dibuat Saengi yang memang sengaja tak mau diganggu.

Tapi bagaimana reaksi Joongie...?

Setelah mendengar kabar itu Joongie masih dengan santainya menyantap sarapannya. Ia sama sekali tak memikirkan keadaan Saengi.

Dan sampai siang ini, ketika member yang lain sibuk mencoba menghubungi dan mencari tahu kemana Saengi pergi, di kamar terlihat pemuda tampan yang dengan tenangnya masih menikmati tidur siangnya.

#Ah... keterlaluan #

Rumah Saengi

Dirumah Saengi sedang ada Yunjae couple yang memang sengaja ia undang untuk menemaninya di rumah.

"Bagaimana menurut kalian, apa sebaiknya kami berpisah...?" tanya Saengi pada Yunjae.

"Andwe... tidak boleh..." kata Jaejong seraya menyilang – nyilangkan kedua tangannya.

"He ... eh... gag boleh, aku yakin Joongie masih mencintaimu..." kata Yunho mengiyakan kekasihnya.

"Trus aku harus bagaimana...? Kali ini Joongie tidak main-main... dia benar-benar marah."kata Saengi lalu memandang kedua sahabatnya itu.

"Kalian punya ide...?" tanya Saengi

"Biarkan kami berpikir dulu ..." kata Yunjae Couple.

Yunjae couple terlihat berfikir. Saengi hanya menatap mereka dengan pandangan 'berfikirnya-lama-sekali'

15 menit

30 menit

1 jam

2 jam

Saengi yang heran melihat kedua sahabatnya itu, merasa kesal.

"Kya... kalian ini berfikir atau tidur sih , sama sekali tak membantu..." keluh Saengi melihat kedua sahabatnya yang malah cengengesan (?) gag jelas.

"Sabar dong... ini juga mikir..." kata Yunho sambil meminum coke-nya.

"Nah... aku ada cara... bagaimana kalau... pssst... pssst... psst (rahasia...)" kata Yunho seraya berbisik-bisik pada Saengi dan Jaejong.

"Ah... ndee... nde... kau pintar ... baiklah... kita laksanakan rencananya besok." Kata Saengi dengan senyuman evilnya yang entah ia pelajari darimana. #ketularan Kyuhyun Oppa gara-gara maen musical bareng# plakkk...!#

2 Hari kemudian

Dorm SS 501

sarang neoreul kieokhae(Oh, Love, I'll remember you)
ch'ueok nareul kieokhae (Mem'ry, please remember me)
neol saranghanikka (Cause you're the one I love; you're the one I love)
hangsang kieokhae uri
(Please just remember our love)
sarang keurigo ch'ueok
(Oh, Love, here with Memory… are now)
ijen uri yaegineun eoptneun
kieok(Just our memories without a name)

Terdengar senandung lirih lagu Nameless Memory dari kamar Joongie. Sejujurnya ia merindukan Saengi... ia terus saja memutar lagu itu pada bagian akhir setiap hari seakan tak bosan. Padahal member yang lain saja sudah bosan mendengar lagu itu.

Bagaimana tidak yang diputar hanya bagian akhir saja, suara Saengi yang sendu seperti orang menangis itu menambah kerinduan member yang lain padanya.

"Pulanglah Saengi ini sudah 2 hari... mengapa kau tak mau pulang... aku memaafkanmu..." kata Joongie seraya mendekap erat foto Saengi.

Diluar pintu kamar terlihat tiga member yang lain sedang asyik mengintip kegiatan leadernya.

Terlihat senyuman evil di bibir Jung Min. Kyu dan Junnie hanya menggeleng-geleng kan kepalanya saat mengintip leader mereka.

Betapa tidak leadernya kini sedang tertidur di kasur empuknya dengan posisi kaki dan seluruh badannya diatas kasur dan kepalanya dibiarkan terayun-ayun (?) di bawah.# Alias upsidedown# seraya memeluk foto Saengi yang sedang bermain air serta mendengarkan lagu kesayangannya , Nameless Memory .

I don't wanna love again
Baby I don't wanna love again dashin nal chadji anhgirul
I don't wanna love again
Baby I know noui yogshim mankhum nol cheuji mothan na yeah

Ringtone ponsel Min berbunyi. Ia langsung menyingkir menjauh dari pintu kamar Saengi.

" Nde Yunho hyung... waeyo...?" tanya Min yang merasa heran karena tak biasanya Yunho menelfonya.

"Sekarang aku dan my Boo sedang ada di rumah Saengi. Kami ingin meminta bantuan kalian," kata Yunho di seberang sana.

"Oh... syukurlah... jadi Saengi hyung di rumahnya. Padahal kami semua sudah mengkhawatirkannya begini. Baiklah bantuan apa, jika kami bisa membantu dengan senang hati kami lakukan..."

"Ini jadi begini kami merencanakan... pssssttt... pssstttt (rahasia)..."

"Ah... nde... nde... baiklah kami akan membantu rencana kalian. Sampaikan salam dari kami untuk Young Saeng hyung"

Lalu Min menutup telfonnya, ia lalu memanggil kedua member yang laen.

"Ssssttttt... kemari... " kata Jung Min melambaikan tangannya pada kedua member yang lain lalu mengajak mereka ke kamarnya untuk membicarakan tentang rencana Yunjae dan Saengi.

Kedua member yang lain terlihat mengangguk-angguk tanda mengerti.

Siang hari

Joongie keluar dari kamar. Ia merasa lapar karena dari kemarin siang memang ia tidak makan. Ia berniat mencari makanan dan menuju dapur tapi yang ia temukan hanya Junnie yang sedang memajang (?) wajah sedihnya seraya memandangi foto Saengi di laptopnya.

Joongie yang memang masih marah, ia malas bertanya dan langsung saja berencana membuat ramen.

Junnie yang kesal karena ia di cuekin abis, akhirnya menyerah dan mengajak hyungnya itu berbicara.

"Joongie hyung... kau masih marah padaku...?"

Tukk...

Tukk...

Tuukk...

Joongie hanya diam saja dan sibuk mengiris daun bawang.

"Kau tahu hyung... Saengi hyung dirawat dirumah sakit ..."

Joongie menghentikan kegiatannya. Dengan wajah khawatir ia menoleh ke arah Junnie yang masih sibuk menatap laptopnya.

Tapi ia masih mempertahankan egonya. Ia meneruskan acara memotong daun bawangnya.

"Kemarin Yunho hyung menemukannya tergeletak di lantai saat ia sengaja main ke rumah Saengi " Kata Junnie seraya melihat reaksi hyungnya.

'Sebenarnya aku khawatir, tapi mungkin saja ia hanya sakit biasa, ' batin Joongie masih sibuk mengaduk ramennya.

"Hyung... apa kau tidak khawatir padanya, kukira kau sangat mencintainya. Tahu begini dulu aku akan terus berjuang mendapatkannya." Kata Baby mencoba memanas-manasi hyungnya itu.

Tapi lagi-lagi Joongie malah sibuk menata ramen di mangkok besarnya.

'Aishhh... benar-benar hyung... menyebalkan...' batin Junnie menatap kelakuan hyungnya itu.

Junnie yang kesal lalu mendekati Joongie yang hendak membawa ramennya. Junnie menurunkan nampan berisi ramen itu dan menatap tajam pada hyungnya.

"Kau tahu ... Saengi hyung over dosis obat penenang... dan itu karena kau hyung dan anehnya kau sama sekali tak peduli. Aku akan merebutnya darimu hyung... sangat disayangkan orang sebaik Saengi hyung harus memiliki kekasih tak berperasaan sepertimu...!" bentak Junnie lalu ia meraih kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Joongie.

Sepeninggal Junnie , Joongie jatuh terduduk... ia langsung lemas mendengar penyebab Saengi masuk rumah sakit.

'Overdosis... chagiyya... mengapa kau menyakiti dirimu sendiri...' kata Joongie yang secara tak sadar ia menangis lirih.

sarang neoreul kieokhae
ch'ueok nareul kieokhae
neol saranghanikka
hangsang kieokhae uri
sarang keurigo ch'ueok
ijen uri yaegineun eoptneun...
kieok...

ringtone ponsel Joongie berbunyi...

"Nde Jung Min... waeyo..."

"Hyung... apa kau tak akan menemui Saengi hyung... apa kau masih akan marah padanya..? " tanya Jung Min.

"..." Joongi hanya diam sibuk merutuki kebodohannya.

" Hyung... jebal hyung...mungkin waktunya tak lama lagi ..."

Pluk...

Mendengar kata-kata Jung Min, tak terasa ponsel Joongie terjatuh.

Ia mengusap air matanya yang entah sejak kapan mengalir lalu segera mengambil kunci motornya dan pergi menuju rumah sakit.

Rumah Sakit

Trap... trap... trap...

Terlihat pemuda tampan sedang berlari menyusuri koridor rumah sakit. Ia terus berlari hingga menabrak orang-orang yang menghalangi jalannya.

Brukk...

Ia terjatuh setelah menabrak seseorang

"Ah... mianhe... aku sedang terburu-buru..."

Ia melanjutkan larinya menuju ruangan orang yang sangat ia cintai yang kini sedang meregang nyawa.

Terlihat Yunjae serta KyuMinJun yang berdiri didepan ruang ICU. Joongie memperlambat larinya hingga lebih lambat dari berjalan.

Seakan ingin pingsan saja, ia menatap pandangan teman dan membernya itu yang kini menggeleng pasrah.

Ia mendekati pintu ICU itu dan menapakkan tangannya menahan berat tubuhnya yang terasa akan ambruk saja. Ia melihat Saengi melalui kaca buram yang terdapat di pintu ICU.

Terlihat Saengi yang sedang terbaring lemah , selang dan infus setia menempel pada tubuhnya. Dan terlihat dokter sedang memberikan suntikan dan memeriksanya.

Joongie melihat kepada Yunjae yang sedang berpelukan disebelahnya. Yunho mengusap air mata Jaejong seakan mencoba menenangkan kekasihnya yang terus saja menangis.

"Apa yang terjadi padanya..." tanya Joongie lirih.

"Aku tak tahu... ketika aku masuk ke rumahnya, aku terus memanggil – manggil namanya dan karena ia tak menyahut jadi aku mencarinya... "

Jaejong tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena ia tak bisa menahan air matanya yang memaksa keluar.

Hiks...

Hiks...

Hiks...

"Ssshhh... uljima Boo... " kata Yunho mencoba menenangkan kekasihnya yang menangis.

"Dan saat kami sampai di kamarnya kami menemukan dia dalam keadaan pingsan dengan mulut penuh busa. Ia menggenggam sebotol obat penenang. Kurasa dia hampir meminum satu botol penuh..." lanjut Yunho seraya memeluk kekasihnya.

Joongie yang merasa ini sepenuhnya adalah kesalahannya hanya bisa menyesal. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok dingin rumah sakit itu. Menjatuhkan tubuhnya dan menangis... menekuk lututnya menyembunyikan wajahnya yang terluka.

"Mianhe... chagiyya..." katanya lirih hampir tak terdengar.

KyuMinJun duduk lemas di kursi tunggu di depan ruangan Saengi. Mereka menatap pada Joongie dengan tatapan kasihan.

Sudah 30 menit lebih , akhirnya dokter itu keluar. Dengan wajah datar dan sedih ia menemui Joongie yang masih bertanya-tanya tentang keadaan kekasihnya.

"Bagaimana dengannya Dok...?" tanya Joongie pada Dokter itu.

Dokter hanya menggeleng lemah. Ia menatap dalam pada Joongie lalu menepuk bahu Joongie.

"Aku rasa dia sulit bertahan, kalian terlambat membawanya kesini. Jika dia bisa melewati malam ini maka dia akan selamat. Jika tidak ... mianhe..." kata dokter itu lalu ia meninggalkan Joongie.

Joongie yang merasa tidak terima lalu mengejar dokter itu.

"Chakkamman... mengapa kau berbicara begitu... dokter macam apa kau ini...!" kata Joongie seraya mencengkeram kencang kerah baju dokter itu

"Katakan padaku kau akan menyelamatkannya...!" teriak Joongie lagi.

Dokter itu hanya menggeleng seraya menurunkan tangan Joongie.

Kyu datang menghampiri hyungnya itu. Menepuk bahunya agar hyungnya menurunkan emosinya.

"Hyung... jangan seperti ini, lepaskan dokter ini dan pergilah menemui Saengi hyung..." kata Kyu menenangkan.

"Tapi Kyu... "

"Silahkan pergi Dok. Maafkan teman saya ini..." kata Kyu seraya membungkukkan badannya pada sang dokter.

Akhirnya Joongie melemah dan ia kembali jatuh terduduk. Ia menunduk dan menangis dalam kesedihannya. Ia merasa bahwa ialah penyebab Saengi menjadi begini.

"Kyu... kau tak tahu... aku sangat mencintainya... " kata Joongie dalam tangisnya.

Kyu yang merasa iba, hanya bisa memeluk hyungnya itu, berharap bisa sedikit mengobati luka hyungnya.

"Kyu... dia tidak boleh meninggalkanku..." kata Joongie seraya beranjak dan melangkah menuju kamar Saengi.

Ia menatap Saengi yang terbaring lemah dengan selang dan infus di tubuhnya. Terdengar suara hembusan nafas berat Saengi yang semakin menambah kepedihan Joongie.

Joongie bersimpuh pada lututnya dan membelai lembut rambut saengi. Mengusap pipi pucat yang kini sedang berjuang. Bibir yang biasanya merah... kini pucat senada dengan kulitnya.

Joongi mendekati Saengi dan memandang lekat wajah kekasihnya itu. Mencium keningnya... orang yang sangat ia rindukan.

Member yang lain hanya menunggu di luar, mereka sangat terharu dengan kisah yang mereka ciptakan sendiri ini.

Sudah hampir pagi dan Joongie senantiasa duduk di samping Saengi dan terus menggenggam tangan mungilnya. Ia tak tertidur. Dan ia selalu memperdengarkan lagu kesayangan Saengi untuk menjaga jantung Saengi agar tetap berdetak meski melemah.

Nan hamkkehan sigan sogeneoreul kkeonae-eoponda
oraedoen sigan sok
neowaui kieok
chinaon ireum eoptneun kieok

neowa hamkkehan sigansogeneun
hangsang honjayeottdago
uri ch'u-eogeun sojunghaettjiman
na-egen ireum eoptneun kieok

sarang neoreul kieokhae , ch'ueok nareul kieokhae
keu kose modeun naldeuri ijen
haneuldo kieokhae uri

nan neowaui sigandeureulmodu kanjikhagireul
saenggakhaebojiman
sangch'eoppuninde
tagaon ireum eoptneun kieok

Joongie terus mengusap lembut pipi kekasihnya itu. Ia terus menangis menyadari bahwa ini adalah akibat dari keegoisannya.

Cekrek..

Pintu kamar Saengi dibuka oleh pemuda manis yang merupakan dongsaeng yang paling tegar dari semua dongsaengnya. Dengan wajah datar ia mendekati Joongie.

"Hyung... istirahatlah... aku akan menjaganya untukmu," kata Min mencoba membujuk Joongie. Setelah sekian kali dari semua member mencoba untuk membujuknya istirahat, tapi tak ada saeorangpun yang berhasil membujuknya.

Lama Min menunggu reaksi dari hyungnya itu. Tapi rasanya percuma saja. Karena sama sekali tak diperhatikan, Min lalu meninggalkan Joongie.

Joongie hanya mengalihkan pandangannya sebentar melihat Min yang melangkah pergi keluar dari ruangan Saengi, dan kemudian kembali menatap Saengi. Memang Saengi telah berhasil melewati malam ini tapi hingga pagi ini ia masih belum sadar.

"Chagiyya bangunlah... aku ada disini... " kata Joongie lirih seraya mengusap pipi pucat kekasihnya itu.

"Chagiyya... maafkan aku... kumohon bangunlah jangan tidur terlalu lama..." kata Joongie dengan suara seraknya.

Melihat tidak adanya reaksi, Joongie kini tak bisa lagi menahan tangisnya...

"Hiks... hiks... Chagiyya ... bangunlah... kumohon..." Joongie menangis seraya menggenggam erat tangan Saengi.

Ia menangis dan menunduk ... menciumi tangan Saengi ... dan masih menggenggam erat tangan kekasihnya itu.

"Chagiyya... bangunlah... Jebal... aku tak akan mengacuhkanmu lagi...Hiks... hiks...bangunlah chagiyya... kumohon bangunlah..." kata Joongie seraya mengecup kening kekasihnya .

"Chagiyya... kau tahu kan aku sangat mencintaimu... bagaimana dengan ku jika kau meninggalkan aku... aku harus bagaimana tanpamu... jeball chagiyya... hiks... hiks... bangunlah..." kata Joongie lirih.

Ia menunduk memandang tangan Saengi yang ia genggam erat dan mengusap tangan kekasihnya itu sesekali mengecupnya ringan.

"Aku harus bagaimana tanpamu... chagiyya... kumohon... bangunlah..." kata Joongie seraya mengecup tangan Saengi yang ia genggam erat.

Lama Joongie mengecup tangan kekasihnya yang masih ia genggam erat itu. Ia terkejut ketika jari telunjuk dari tangan mungil yang ia genggam itu tiba-tiba menyentuh bibirnya yang basah karena air mata yang terus mengalir mengenai bibir itu.

Joongie lalu mendongakkan (?) kepalanya dan menatap wajah tersenyum kekasihnya. Meski syok ia merasa bahagia.

"Maka kau akan terus bersamaku..." terdengar suara lirih dari Saengi.

Saengi yang sudah tidak tahan melihat kekasihnyayang terdiam menatapnya seprti patung itu lalu mendudukkan dirinya dan melepas masker oksigennya.

Joongie memandang heran pada kekasihnya itu.

"Saengi... kau..."

"Nde... ini aku... waeyo..." kata Saengi seraya tersenyum nakal dan mengerlingkan matanya.

"Mengapa kau kelihatannya baik-baik saja..." tanya Joongie heran.

Ia lalu mendekati Saengi dan menyentuh dahi Saengi dengan punggung tangannya.

'Kok normal... kenapa tadi dingin...?' batin Joongie terheran menatap Saengi yang tersenyum evil.

"Ha... ha... ha... ha..." terdengar tawa ramai dari luar lalu masuklah kelima pemuda tampan sambil membawa bermacam makanan dan minuman.

"Ayo kita rayakan kekalahan leader kita..." teriak Jung Min dengan senangnya.

"Mwooo...! teriak Joongie terkejut menatap pada dongsaengnya itu

"Nde... Joongie... mianhe... kami telah membohongimu." Kata Jaejong dengan wajah polosnya.

"Mwo...?" kini Joongie menatap kesal pada Yunjae yang masih terkekeh melihat kelakuan Joongie.

Joongie yang terkejut hanya lalu menatap Saengi seakan meminta penjelasan, karena memang sedari tadi Saengi terus memasang senyuman evil di wajah manisnya itu.

Saengi tersenyum lagi dan mengusap pipi Joongie yang masih basah karena air matanya tadi.

"Nae chagiyya... maafkan aku, karena ini adalah ideku..." kata Saengi seraya memeluk kekasihnya itu.

Joongie yang merasa tak terima dan butuh penjelasan itu melepaskan pelukan kekasihnya dan memandang lekat pada semua orang termasuk kekasihnya yang masih menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal itu.

"Kami hanya menyuruh dokter memasang infus dan menyuntikkan obat bius agar Saengi tak bangun semalaman. Dan kau tahu... ini berhasil... bahkan masker oksigen ini juga tak terpasang pada tabungnya, mengapa kau tak menyadarinya Joongie-ah..." kata Yunho seraya tersenyum mendekati sahabatnya.

"Mianhe... kami hanya ingin mencairkanmu... karena kau itu terlalu keras kepala." Kata Jaejong dengan wajah manisnya.

"Nde hyung... maafkan kami juga... kami semua hanya tak mau kau kalian terus salah paham." Kata Junnie seraya mendekati hyungnya.

Joongie yang masih kesal memandang tajam pada maknaenya itu.

"Hyung jangan memandangku begitu... kan aku sudah bilang maaf berulang kali padamu..." kata Junnie seraya menundukkan kepalanya takut menatap wajah hyungnya yang masih menatap tajam padanya itu.

Saengi yang gemas melihat kelakuan Joongie akhirnya berinisiatif turun dari ranjangnya dan berdiri dihadapan Joongie, melindungi Junnie dari tatapan membunuh Joongie.

"Jangan melihat dongsaengmu seperti itu. Katanya kau merindukan aku mengapa tak memelukku" kata Saengi seraya melebarkan kedua tangannya bersiap menerima pelukan kekasihnya itu.

Joongie mengaku kalah, dan akhirnya ia memeluk erat Saengi, tak peduli dengan pandangan sahabat dan dongsaengnya.

"Jangan mengatakan aku tak mencintaimu... karena aku hanya mencintaimu dan aku tak akan meninggalkanmu..." kata Saengi seraya melepaskan pelukan mereka dan menatap mata Joongie.

Hal itu sukses membuat wajah Joongie memerah. Tapi Joongie yang merasa dipermainkan kini menunjukkan wajah kesalnya pada Yunjae dan ketiga dongsaengnya.

"Mengapa akting kalian itu terlihat sungguhan, benar-benar kalian ini membuatku jantungan. Tapi sekali lagi kalian melakukan ini akan kupastikan kalian menyesal telah mempermainkan perasaanku."

Tapi ancaman Joongie itu hanya disambut dengan tawa dan pandangan yang seraya mengatakan 'terserah-kau-saja'.

Saengi yang sudah paham dengan tingkah kekanakan kekasihnya itu hanya bisa menggeleng melihat kekasihnya yang kini berwajah kesal menyilangkan tangannya di dadanya dan terus memandang dongsaeng dan sahabatnya itu.

Saengi lalu tersenyum dan mengalihkan pandangan Joongie padanya. Ia mengusap lembut pipi Joongie dan mencium pipi kekasihnya itu didepan sahabat dan dongsaengnya.

"Katanya kau merindukanku... mengapa melihat yang lain terus ... bukankah seharusnya kau menatapku..." kata Saengi lirih.

Saengi lalu mendekatkan wajahnya, merasakan hembusan nafas kekasihnya... memejamkan matanya dan...

Chu~~

Mereka berciuman dengan lembut tanpa memikirkan kalau di dekat mereka ada Yunjae couple yang mungkin akan terinfeksi karena melihat pemandangan yang sungguh menjadikan seluruh ruangan terasa gerah dan panas dengan ciuman Joongie dan Saengi yang akan berubah menjadi hot kiss dalam beberapa detik lagi.

FIN...

Ha... ha... FF Gaje ini tamat dah... mian low endingnya gag bagus, abis disambi nonton F4 he ... he.. he...

Buat para viewer...

Hye Ree : tenang ja req ditampung kok, baca juga ff q yang lain n jangan lupa review ya..

Kangkyumi : tw ntuh video gimana ceritanya, ya anggep ajah Jun oppa lagi ngebet ma Saengi oppa

Mutyotter, Nyna, Yuya Love Sungmin, Minami : Gomawo dah review... enjoy my other story...

TwoSHoot... moga menghibur para readerdeul yang baik hati. Gomawo buat yang mau baca and jeongmal gomawo buat yang mau review...

Review para reader adalah semangat author

Anonymous review is allowed so jangan takut klik ikon review ya...

Gamsahamnida