Yosh! Sekarang saatnya pengenalan tokoh! Saya ngenalin tokohnya sebagian dulu yeh. ~hehehe~

Cloud Strife : Pria ini memiliki keunikan dalam dirinya, yaitu mempunyai sepasang bola mata yg berwarna biru, tubuh cukup berotot, dan yg paling khasnya adalah rambutnya yg berbentuk Spike unik yg berwarna pirang. Dan dia berwajah putih tampan dengan hidungnya yg mancung dan juga bibir yg bisa dibilang ~Hmmm~ seksi dan agak-agak mungil. Sifat pria ini tidak jauh dari pendiam, penyendiri, cuek, dan pastinya selalu dingin pada semua orang, tapi jangan salah! Dia adalah orang yg baik hati dan selalu di anggap pahlawan oleh Tifa.

Tifa Lockhart : Wanita berumur 21 tahun ini (yah anggap aja segitu umurnya) memiliki sepasang bola mata berwarna cokelat yg begitu mempesona, dan pastinya memiliki bibir dan bentuk tubuh yg ~hmmm~ seksi. Wanita ini menyimpan perasaan yg mendalam pada seorang pria yang tidak salah lagi adalah Cloud. Sifat wanita ini cukup polos dan tidak pilih-pilih mengenai hal apapun, sifat Tifa pada Cloud sangatlah baik dan selalu menerima apa yg diucapkan Cloud pada-nya. Dan 1 hal lagi Cloud & Tifa adalah teman semasa kecil. Soal perasaan Tifa pada Cloud, Tifa mengungkapkan perasaan sukanya pada Cloud bukan dari kata-kata, melainkan dari sikapnya terhadap Cloud. Dan tentunya Cloud belum mengetahui tentang perasaan Tifa yg begitu mendalam padanya.

Barret : Laki-laki ini bisa dibilang sudah menjadi orang tua dikarenakan umurnya yg sudah di atas 30'an, dan dia mempunyai 1 anak angkat yaitu Marlene, Barret adalah sesosok pria besar yg memiliki Janggut, kumis dan rambutnya yg cepak. Yaah bisa disebut seperti seorang Abri, Barret mempunyai kulit hitam seperti orang Negro. Sifat pria ini sangatlah cerewet dan selalu marah-marah sendiri dan juga sangat menyebalkan bagi ~Cloud~.

Sora : Bocah laki-laki ini baru berumur 14 tahun yg masih beranjak dewasa, umur yg tidak jauh berbeda dengan Yuffie. Bocah ini memiliki rambut runcing spike berwarna cokelat dan banyak memakai aksesoris di pergelangan tangan dan lehernya termasuk anting. Bocah ini mempunyai Hobby yaitu mengoleksi yaah aksesoris dan khususnya mengoleksi Aksesoris Moogle. Sifat Bocah ini yaitu: Periang, menyebalkan, kepo, dan masih ~kekanak-kanakan~

Noctis Lucis Caelum : Pria yg kedatangannya cukup misterius, orang ini adalah bawahan President Shinra (Shinra adalah nama seperti Provinsi, yg didalamnya terdapat beberapa kota seperti: Midgar, Costa Del Sol, Forgotten Capital, Gold Saucer dan masih banyak lagi).

Yuffie Kisaragi : Seorang gadis yang mempunyai sikap periang dan sering usil ini memiliki hobby yaitu tidak tahan dengan kendaraan, tiap kali dia naik kendaraan pasti dia mabuk, dan 1 lagi.. dia selalu senang mencuri! Ciri-ciri dari Yuffie adalah mempunyai sepasang mata yg sedikit sipit dan memiliki rambut pendek berwarna hitam, dia selalu memaki Headband di dahinya sebagai ciri khususnya.

Chapter 2 : Ragu

"~Kriiiiiiinnnnnggggg~" bunyi keras dari Jam weker yg sudah menandakan pagi telah tiba

Alarm itu terus berbunyi, seorang yg menyelimuti seluruh tubuhnya itu masih terbaring pulas di ranjangnya. Dan setelah 3 menit berlalu dia pun bangun dari tempat tidurnya dan mematikan bunyi alarm itu.

"Huaaaaa..." wanita itu menguap "ternyata sudah pagi yah..." kata wanita itu sambil mengucek-ngucek matanya yg masih sayu dari tidurnya.

"Aku harus bergegas dan membangunkan yg lain untuk bersih-bersih rumah!" seru wanita itu yg tidak salah lagi adalah Tifa.

Tifa dirumah ini seperti Bos, dia selalu menyuruh orang-orang yg tinggal dirumahnya untuk bersih-bersih, dari menyapu, mengepel dan menata rapi barang-barang. Eiiitss bukan berarti Tifa adalah Bos sungguhan yah~ itu karena Tifa di pagi hari harus menyiapkan sarapan, setelah menyiapkan sarapan untuk orang-orang disini dia juga harus bergegas ke Pasar untuk berbelanja.

Tifa beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mengambil handuk untuk mandi. Setelah mandi iapun langsung mengambil sebuah panci dan sendok sayur yg selalu ia simpan di kamarnya. (Dia punya alasan kenapa panci dan sendok sayur itu disimpan di kamarnya)

"Teng-teng-teng-teng-!" Tifa memukul keras panci itu dengan sendok sayurnya, menandakan bahwa waktunya semua orang disini bangun dan melaksanakan tugas.

Seperti biasa Tifa tidak membangunkan orang-orang disini dengan suara yg lantang, dia hanya memukul dan memukul panci itu dengan sendok sayurnya, tentunya setiap hari. Setelah Tifa membunyikan tanda waktunya bangun alias alarm bagi semua orang disini iapun langsung menuju dapur, saat dia menuju tangga ke bawah dia merasakan ada seseorang di dapur yg sedang mencuci piring tapi dapur itu masih gelap. Tifa langsung beranjak ke bawah dan menyalakan lampu dapur di dekat tangga. Jam baru menunjukan pukul 06.03 pagi.

"...Denzel, Marlene..?" tanya Tifa pada kedua anak asuhnya itu

"Whoaaa! Tifa sudah bangun!" sorak Denzel dan Marlene yg sedang mencuci piring

"Kalian sudah bangun? Tidak biasanya kalian bangun di jam segini, dan.. kenapa lampu dapur tidak dinyalakan jika kalian sudah bangun?" tanya Tifa sedikit bingung karena kelakuan mereka tidak seperti biasanya

"~Hihihihi~" Denzel dan Marlene tertawa kecil. "Sebenarnya bukan hanya kita yg sudah bangun, ya kan Marlene?" Kata Denzel sambil tertawa kecil

"A-Apa maksudmu Denzel? Memang sudah ada yg bangun sebelum kalian?" tanya Tifa

"Yup!" seru Denzel & Marlene. "Sebenarnya Cloud sudah bangun, dan dia pun langsung membangunkan kita berdua, dan Cloud bilang dia ingin Tifa menemuinya di kamarnya" Kata Marlene sambil tersenyum

"Huh? Cloud sudah bangun?" gumam Tifa. "Baiklah kalau begitu, Marlene, Denzel.. terima kasih sudah banyak membantuku yah" seru Tifa sambil memasang senyum karena kelakuan mereka berdua

"Sama-sama Tifa!" seru Denzel & Marlene tersenyum

Tidak lama setelah perckapan Denzel dan Marlene, Tifa pun naik kembali ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar Cloud sambil berfikir "Kenapa dengan Cloud?" tanya Tifa di dalam hatinya.

"Tok-tok" suara ketukan di pintu kamar Cloud

"...Apa itu kau, Tifa?" tanya Cloud di dalam kamarnya

"Hmmm yah, ini aku.. Cloud" Jawab Tifa malu-malu. "Ada apa denganmu, Cloud?" tanya Tifa pelan didepan pintu kamarnya

"...Aku tidak apa-apa, hanya saja aku..." Jawab Cloud ragu

"Hanya saja kau.. kenapa?" Tifa kembali bertanya

Tidak lama setelah Tifa bertanya, pintu kamar Cloud terbuka "~Ciiiiittt~"

"..Cloud?" tanya Tifa pelan "Kau terlihat seperti kurang tidur, kau kenapa?" tanya Tifa dengan ekspresi terkejut

"Tifa... apa kau sibuk hari ini?" tiba-tiba Cloud bertanya hal seperti itu dan mengabaikan pertanyaan Tifa yg barusan

"Huh?.. aku-aku.. seperti biasa kan, kau tahu sendiri aku pagi ini akan pergi berbelanja untuk membeli makanan" jawab Tifa yg tiba-tiba saja dia merasa aneh dengan Cloud

Tifa sedikit terkejut kenapa tiba-tiba orang seperti Cloud bertanya seperti itu pada dirinya, dan anehnya dia seperti ingin mengajak Tifa ke suatu tempat.

"Oh begitu.. ya sudah. Kalau begitu lain kali saja" Kata Cloud

"T-Tunggu dulu, kau tiba-tiba saja bertanya hal seperti itu padaku, dan kau pasti tahu sendiri aku pasti akan pergi berbelanja setiap pagi. Bagaimanapun juga jika itu hal yg penting.. aku akan mendengarkanmu Cloud" Ujar Tifa

"...Soal itu, lain kali saja, Tifa" Kata Cloud dengan menundukan kepalanya

"Kau serius?" tanya Tifa. "Baiklah kalau begitu, aku akan menyiapkan sarapan dan pergi belanja. Jika ingin berbicara denganku, temui saja aku dan katakan, Oke Cloud?" Kata Tifa sambil tersenyum padanya.

"...Ya, Tifa" jawab Cloud pelan dengan wajah sedikit menunduk.

Tifa pun kembali turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan dan siap-siap berangkat. Dan untuk Cloud, dia pun kembali ke kamarnya dan memikirkan sesuatu yg tadinya harus dikatakan kenapa jadi tidak bisa dikatakan kepada Tifa, walaupun mungkin perkataannya nanti penting atau tidak menurut Tifa.

"...Sial, kenapa disaat aku ingin mengatakan itu terasa sulit sekali saat berhadapan langsung dengan Tifa, padahal jika dipikir-pikir itu soal yg mudah" Tanya Cloud kepada dirinya sendiri

Setelah keberangkatan Tifa dari rumah, semua orang disini pun mengerjakan tugas mereka untuk mengepel, menyapu dan lain sebagainya. Kecuali Vincent. Oh ya! Cid tidak tinggal dirumah Tifa, dia tinggal disebuah kota yang jauh dari Shinra. Yang tinggal dirumah Tifa hanyalah: Cloud, Yuffie, Sora, Marlene, Denzel, Barret dan Vincent. Berhubung Barret selalu jarang dirumah karena pekerjaan yg sering lembur jadi dia tidak pernah pulang ke rumah, dia menetapkan untuk tinggal di tempat kerjanya.

"...Vincent, boleh kau ambilkan boneka yg ada di atas sana?" minta Marlene padanya sambil menunjuk ke atas ke arah tempat pajangan rumah.

Tanpa basa basi Vincent pun meraih Boneka itu dan memberikannya pada Marlene tanpa ekspresi apa-apa dan tanpa sepatah katapun.

"Terima kasih Vincent!" Ucap Marlene kepadanya dgn wajah yg manis nan imut

Vincent hanya mengangguk, dan setelah Marlene beranjak pergi dari tempat Vincent Yuffie pun menghampirinya dengan menyodorkan sapu dan berkata "Hei Vinnie! Dari pada kau diam disitu terus menerus, sebaiknya kau melanjutkan tugasku menyapu, aku sudah menyapu lantai atas, dan sekarang giliranmu menyapu lantai ini!" (lantai bawah maksudnya).

"..." Vincent hanya diam sambil menunduk dengan menyilangkan tangannya.

"~Aaaaaah~ aku sebal denganmu! Kenapa kau harus selalu begini terhadap semua orang!? Dan terlebih lagi kau membuatku kesal! Vinnie~!" Seru Yuffie sambil berteriak

Yuffie langsung membalikkan wajah dan badannya dan langsung pergi dari tempat Vincent berdiam diri sambil mengatakan "Vinnie menyebalkan!" sampai diulang-ulang.

"Vincent, ada apa?" tanya Cloud di tangga sambil memegang sebuah kain pel.

"...Aku masih curiga dengan orang yang kemarin pagi" jawab Vincent datar

"..." Cloud hanya terdiam

"Tidak tahu kenapa aku merasa akan ada yg aneh nanti dirumah ini" Kata Vincent pada Cloud

"...Jika itu yg kau pikirkan, kenapa kau tidak menyelidikinya?" Saran Cloud kepada Vincent

"Apa kau ingin aku menjadi mata-mata dan menyusup ke ruangan President, begitu?" Ujar Vincent sedikit kasar

Cloud tertawa kecil & singkat "Bukan itu maksudku, jika memang kau curiga padanya aku setuju denganmu, tapi jika kau terus mencurigakannya itu tidak akan membuahkan hasil" ujar Cloud

"Benar juga, tapi sebenarnya aku tidak mau menambah masalah hanya karena ada orang yg tidak dikenal masuk ke dalam rumah ini" Ujar Vincent

"...Hmmm, soal orang asing yg datang itu, bisa kau lupakan dulu?" Cloud tiba-tiba saja berkata seperti itu

"..." Vincent hanya terdiam

Cloud sangat ingin meminta bantuan Vincent untuk keperluannya (keperluan?), tapi dia sedikit ragu meminta bantuan dari Vincent, dan cloud berpikir "Apa dia bisa diandalkan?"

"Ehem!" Suara dari gumaman Vincent membuat Cloud sedikit terkejut

"...!, A-Apa!?" tanya Cloud terkejut

"Sepertinya ada yg ingin kau bicarakn denganku, huh?" tanya Vincent pada Cloud

"...Memang, aku ingin kau mendengarkan pembicaraan-ku ini" Kata Cloud memasang wajah serius

Setiba Tifa di Pasar, Kalm.. itulah nama yg tepat untuk pasar terbesar di Shinra. Tifa pun berjalan sambil menjinjing Keranjang belanjaan dan membeli beberapa bahan makanan yg bisa dimasak nanti jika sudah tiba dirumah.

"Hmmmm.. aku akan masak apa yah nanti setiba di rumah?" Gumam Tifa dengan suara pelan.

Di Pasar Kalm, banyak sekali orang-orang dari orang yg hanya nongkrong merokok dan ngopi di pinggiran, orang-orang berandalan dsb. Maka dari itu jika orang yg ingin berbelanja di Pasar Kalm, orang itu harus tetap waspada jika masih ada di tengah atau pinggiran pasar, kecuali sudah memasuki Toko. Kewaspadaan itu tidak dilupakan oleh Tifa.

"Kalau aku memasak masakan Sea Food bagaimana yah? Aku ingin sekali membuat menu makan malam hari begitu berbeda" Kata Tifa dengan suara pelan di dalam Toko

"...Dret~Dret~Dret~..." suara getaran Handphone dari orang berjaket parka Hitam tebal.

"Halo?"

"Apa kau sudah menemukannya?" Tanya orang yg menelpon itu

"Sudah, tenang saja. Aku akan segera membawanya untukmu"

"Bagus, aku harap pekerjaanmu kali ini berhasil" ujar orang yg menelpon itu

Orang berjaket parka hitam itu langsung menekan tombol merah untuk menutup teleponnya.

"Sekarang saatnya membawamu kepada Rufus, Tifa Lockhart" gumam orang berjaket parka hitam itu sambil mengeluarkan tawa jahat yg ternyata adalah Noctis.

"Brek~" suara sobekan dari pakaian hitam Cloud saat Cloud ingin berjalan menuju keluar pintu rumahnya

"Kenapa tiba-tiba saja bisa robek seperti ini?" Gumam Cloud

Cloud berpakaian hitam dari badan sampai kaki dan sampai sepatu juga serba hitam, dengan lengan sebelah panjang.

Cloud merasa ada yang aneh, atau mungkin hanya perasaannya saja? Cloud terus memikirkan apa ada yg aneh atau tidak, kenapa sobekan di bajunya tiba-tiba saja robek yg padahal dia tidak melakukan apa-apa selain berjalan ke ambang pintu keluar bersama Vincent yg hendak ingin menemui Tifa.

"Sobek.. pakaianmu, kau ingin menggantinya?" tanya Vincent di dekat Cloud

"Hmmm.. tidak perlu, ini hanya sobekan kecil di bagian lengan saja" jawab Cloud

"Jadi jika sobekan itu berada di Ketia-" Pembicaraan Vincent dipotong oleh Cloud

"Jangan katakan, itu memalukan." Ujar Cloud sedikit keras

"... Maaf" seru Vincent

Saat Vincent & Cloud ingin melangkah terdengar suara larian dari belakang mereka yg tidak diragukan lagi adalah Yuffie dan Sora. "Hei Cloud dan... ~Vinnie~" saat mengatakan kata Vinnie-nya Yuffie memasang wajah Jijik kepada Vincent.

"...!" Vincent hanya menatap tajam Yuffie tapi kali ini tubuhnya sedikit bereaksi karena wajah Yuffie yg menyebalkan.

"Cloud! Kau mau pergi kemana? Aku boleh ikut!?" tanya Sora yg sangat ingin ikut dengan Cloud.

"Maaf Sora, aku tidak bisa mengajakmu ikut. Lebih baik kalian berdua menjaga Denzel & Marlene disini" jawab Cloud

"Ooooh ayolah bung! Aku ingin sekali keluar rumah hari ini, aku ingin membeli Aksesoris Moggle!" pinta Sora yg sedikit kecewa

"Hey Sora! Kau diamlah, dasar bocah ingusan!" sentak Yuffie pada Sora

"Hei! Apa maksudmu aku bocah ingusan!?" balas Sora dengan wajah yg marah.

Cloud pun tetap memutuskan Sora & Yuffie untuk menjaga rumah dan menjaga Marlene dan Denzel. Yuffie tidak keberatan dengan keputusan Cloud, tapi berbeda dengan Sora, dia terus merengek pada Cloud agar Sora diajak ikut, tapi tidak lama Vincent menahan Sora yg ingin menarik baju Cloud saat Cloud dan Vincent ingin keluar dari rumah. Setelah mereka berdua (Cloud & Vincent) sudah berada di luar rumah mereka pun segera naik ke Motor Fenrir Cloud. (Motor Fenrir Cloud sangat unik dan bisa dibilang keren~)

Setiba Cloud & Vincent di Pasar Kalm, Perasaan Cloud mulai cemas terhadap Tifa yg sedang berbelanja, dia sangat khawatir. (Jadi begini toh, Cloud meminta bantuan pada Vincent untuk.. ~yaaah ada kaitannya dengan Tifa~ ternyata)

Pandangan Cloud mulai melihat-lihat sekitar berharap dia bisa langsung menemukan Tifa, lalu Vincent mendekati Cloud dan berkata "Jika kau sangat mengkhawatirkannya, cepatlah cari dia sebelum perasaanmu mulai memburuk"

"Aku tahu, kalau begitu kau jangan lupa dengan perkataanku tadi saat dirumah" Ujar Cloud sambil melihat Vincent ke arah belakang

"Kau tidak perlu memperintahku, aku akan melaksanakannya" Jawab Vincent

Tifa ternyata sudah membeli semua kebutuhannya di Kalm, dan sekarang waktunya dia bergegas pulang. Dan ternyata saat Tifa melihat jam di lengannya jam itu masih menunjukan Pukul 11.00 siang, Ternyata Tifa tidak terlambat untuk pulang ke rumah jika jam 11 sudah selesai berbelanja.

"~Hmm~Hmm~Hmm~Hmm~" Tifa bernyanyi dengan mulut tertutup sambil memasang seyuman di wajahnya

Tifa terus tersenyum & bernyanyi sambil menuju ke gerbang keluar area Pasar Kalm, dia merasa sangat senang karena Tifa membelikan beberapa stok makanan kesukaan Cloud, "Cloud pasti terkejut saat aku membuatkan makanan favorit nya nanti, hmmmmm aku jadi tidak sabar bagaimana reaksinya nanti" Ujar Tifa dengan senyumnya yg manis itu

Saat Tifa sudah sampai di Gerbang keluar Kalm, sesosok pria berpakaian parka hitam dengan tudung yg dipakainya di kepala melirik ke arah Tifa dan tertawa kecil.

Pijakan kaki orang yg berparka hitam itu terus mengikuti Tifa dari kejauhan. Dan tentunya Tifa tidak menyadarinya karena banyak sekali kerumunan orang disini. Setelah orang berpakaian parka hitam itu mengikuti Tifa selama 5 menit-an tiba juga di jalan yg sepi dan hanya ada beberapa orang (Ini menandakan Tifa sudah benar-benar keluar dari area Pasar Kalm).

"...Anu, Nona cantik..." terdengar suara dari belakang Tifa

Tifa menghentikan langkah kakinya dan berbalik ke belakang, "Hmm? Ada yg bisa saya bantu Tuan?" tanya Tifa sambil kebingungan

"Ya, aku butuh bantuan darimu, Nona..." jawab orang yg memanggil Tifa dengan senyum jahatnya yg ternyata adalah Noctis!

Yoooossshh akhirnya chapter 1 – 2 ini selesai, saya mau istirahat dulu hehehehe~ jika ada kesalahan dalam pengetikan dan cerita dari Chapter ini kurang/tidak/ mungkin sangat menarik bisa langsung komplain saja ke saya ~hihihi~ saya tdk keberatan kok. Dan mohon Reviewnya yah kawan-kawan!