*** author pov*** [N.A.P's story]
Namja dengan garis wajah tegas dan mata yang segaris tersebut menyandarkan badannya di senderan sofa. Dengan wajah yang terlihat sedikit lelah kemudian mengambil ponsel genggam nya dan mulai mengetik sesuatu.
Menghela nafas panjang kemudian membaringkan badannya di sofa. Agak pening.
Terlebih lagi ia hanya sendiri.
Merindukan seseorang, seseorang yang biasa ia 'bully' untuk menunjukan rasa sayangnya. 'Dongsaeng' kesayangannya sekaligus orang yang sangat berharga di hidupnya setelah orang tuanya tentunya.
'ceklek'
Suara pintu dorm terbuka.
Minsoo -namja yang membaringkan badannya di sofa- kemudian membuka sebelah matanya. Berharap..ya ia berharap bahwa seseorang yang membuka pintu ada seseorang yang ia tengah tunggu saat ini.
Terdengar suara helaan nafas dari arah pintu menuju ruang tengah.
"Ya! Bang Minsoo apa yang tengah kau lakukan?" tanya seseorang tersebut. Suara khas miliknya yang langsung membuat Minsoo tersenyum kemudian terbangun dan duduk bersandar di sofa.
"Kelihatannya Ahn Daniel?" Minsoo balik bertanya. Daniel menghela nafasnya.
"Kau kelihatan seperti beruang malas" ucap Daniel yang kemudian mengambil tempat untuk ikut duduk disamping Minsoo.
Minsoo terkekeh.
"Terima kasih untuk pujian nya Daniel-ssi" ucap Minsoo sembari melirik ke arah kanan, dimana Daniel tengah duduk.
Daniel tersenyum kemudian melirik ke arah Minsoo.
"Sama-sama Minsoo-ssi" balas Daniel sembari menatap ke arah mata Minsoo.
Minsoo menggeser posisi duduknya mendekat ke arah Daniel. Agak merapat.
Terus menatap ke arah mata Daniel dengan intens seolah mencari sebuah jawaban di dua manik mata tersebut.
"Kau tahu aku merindukan saat-saat berdua kita seperti ini?" tanya Minsoo ke arah Daniel.
Merona. Pipi Daniel merona, manis sekali.
Masih terus menatap mata Minsoo.
Minsoo memajukan badannya. Menaruh tangannya di atas bahu Daniel yang terpaku.
Mengecup pipi kiri Daniel dengan lembut kemudian mengecup pipi kanan Daniel, ke kening, hidung dan terakhir.
Bibir kissable milik Daniel. And luckily those lips is Minsoo's only.
Mengecup bibir tebal itu dengan lembut, sedikit menekannya.
Daniel memejamkan matanya, memegang ujung kaos yang Minsoo kenakan. Sudah lama tak seperti dan Daniel sedikit merasa gugup kembali.
Keduanya tetap seperti itu. Ciuman lembut nan manis seperti biasa. Tak ada nafsu.
Yang ada hanya kerinduan.
Hingga akhirnya Minsoo melepaskan ciuman tersebut. Perlu oksigen.
Daniel membuka matanya perlahan kemudian menatap wajah Minsoo kembali.
"Aku pun..merindukannya.." ucap Daniel. Minsoo tersenyum.
"Aku tahu itu Daniel-ssi" balas Minsoo, Daniel tersenyum.
"Saranghae"
"Nado saranghae Daniel-ssi"
Because the moment with you is the most precious moment in my life.
