Kingdom hearts bukanlah milik saya, keculai cerita yang saya buat ini.

10 tahun kemudian….

Saat, itu umurku 7, sekarang aku berumur 17 tahun. Tidak terasa, aku sudah dewasa, dan aku masih belum memiliki pacar, aku teringat akan legenda yang dulu, pernah ibu ceritakaan. Aku, penasaran, akhirnya aku pergi ke kota Twilight Town, dengan naik kereta api, aku berkeliling, mencari pohon pembawa cinta itu.

Tiba-tiba, aku berpapasan dengan Kairi, aku ingat, katanya dia akan berada di Twilight Town selama liburan. Aku dan Kairi adalah teman baik, terjadilah percakapaan kecil diantara kami.

"Eh, Sora, kamu kok bisa kesini?"
"Aku, mendengar katanya disini ada pohon pembawa cinta"
"Ohhh, itu, sini aku antarkan, aku juga mau kesana"
"Boleh"

Aku dan Kairi, sampai di taman kota, disana sejuk sekali, dan aku melihat pohon pembawa cinta itu. Daunnya penuh dengan bunga sakura, seakan-akan di Twilight musim semi, indah sekali, pikirku, aku mengajak Kairi untuk duduk, dibawah pohon tersebut. Rindang sekali, aku mendekati Kairi, dia sedang membaca sebuah novel. Tiba-tiba dia berbicara denganku.

"Sora, kau suka disini?"
"Suka sekali, sejuk"
"Begitu ya…."
"Kamu, tidak suka disini?"
"Suka sekali, tetapi…"
"Apa?"
"Katanya, pohon ini mau ditebang"
"Itu bohong kan?"
"Tidak…"
"Aku harap tidak ditebang…."
"Ya, aku juga berharap seperti itu, aku ingin memberitaukan padamu satu hal"
"Apa?"
"Mungkin, aku akan tinggal disini selama-lamanya"
"Lho, katanya kamu pas liburan usai mau pulang?"
"Aku juga ga tau, papa aku membuka usaha baru disini, dan sukses, aku ga mungkin pulang sekarang"
"Begitu ya"

Kesunyiaan menghampiri kami, aku jadi deg-degaan, setiap kali berbicara dengan Kairi, apakah aku dilanda virus jatuh cinta? Kami terus diam, akhirnya Kairi pulang kerumahnya, aku mengejarnya, dan menggengam tangannya.

"Kairi, tidak apa-apa kalau kamu tidak pulang, tetapi, kita tetap harus berhubungan"
"Oke-oke, kita berbalas surat ya"
"Ya, janji padaku"
"Ok, janji"

Kami membuat janji, lalu aku pulang ke Destiny Island, naik kereta api. Aku, merasa, saat duduk dipohon itu bersama Kairi, hatiku sangat tenang sekali. Sepertinya, legenda itu ada benarnya juga, waktu itu adalah pertama kali aku jalan berdua bersama Kairi. Tanpa terasa, aku sudah sampai, aku pergi menuju rumah, dan masuk.

Aku melihat ibuku sedang memasak makan malam, aku masuk ke dapur dan berkata pada ibuku.

"Aku pulang"
"Ya sudah, mandi sana"
"Ya"

Setelah mandi, aku makan malam bersama ibuku, ayahku sibuk bekerja, dan sebulan sekali baru pulang bahkan terkadang tidak pulang, jika sibuk. Aku, hanya memainkan sumpitkku, yang dipikiranku hanyalah saat aku berjalan duaan sama Kairi. Ibuku, bingung melihatku akhirnya ibuku melihatiku terus.

"Sora, Sora, hey Sora"
"Mmmmm, apa ibu? Kamu membuatku kaget"
"Kamu tadi kemana?"
"Twilight Town"
"Ohh, kamu bertemu Kairi ya?"
"Kok ibu tau sih?"
"Sejak kecil, kamu memperhatikan Kairi, bahkan saat Kairi ke Twilight Town kamu menangisinya beberapa hari, sekarang kamu bertemu dengannya, pasti senang"
"Ya, aku senang sekali, aku juga sudah mengunjungi pohon pembawa cinta itu bu"
"Ohhh, eh, besok kita menginap di Twilight Town seminggu, kamu sudah lama tidak jalan-jalan"
"Baiklah"
"Habiskan makananya, nanti dingin"
"Oke"

Kebetulan sekali, aku mendapatkan keberuntungan, akhirnya aku akan bertemu lagi dengan Kairi besok. Selama seminggu, aku harap aku bisa merajut cinta dengannya, karena aku sudah keburu jatuh cinta, dengan Kairi, aku merasa, pohon itu membawakan keberntungan untukku, aku berharap pohon itu tidak ditebang.

Bersambung….