Naruto © Masashi Kishimoto

Daun Yang Lebih Hijau © fa vanadium

Sasuke yang doyan banget jadi brondong akhirnya nerima pernyataan cinta seorang siswi SMA?

. . . . . : : : : : . . . . .

Chapter 2 : Dino-chan

Sakura berjalan lunglai menyusuri terotoar jalan kota. Ia harus makan monja ekstra daging sapi juga ekstra keju untuk memperbaiki mood-nya. Mood -nya yang rusak karena gagal menemui cinta pertamanya setelah kiranya 8 tahun tidak bertemu.

Tadi pagi ia dipaksa untuk ikut mengunjungi kediaman teman lama ibunya. Tentu dengan sekuat tenaga ia menolak. Belum ada sebulan keluarganya pindah ke kota ini, mengunjungi teman lama itu artinya reuni. Mengobrol satu atau dua jam tak akan cukup untuk ibunya, yang berarti ia akan seharian di sana. Hell no!

Namun setelah ibunya mengatakan bahwa mereka akan mengunjungi rumah Dino-chan, sontak Sakura langsung menyemburkan teh paginya. Membuat ibunya terkikik geli.

Demi apa! Dino-chan yang dulu tinggal di sebelah rumah lamanya?! Dan bisa dikatakan cinta pertamanya itu? Yang sudah hampir 8 tahun tidak bertemu karena mendadak Dino-chan-nya itu pindah ke luar kota. Ternyata ia pindah ke kota yang sama dengannya. Ini takdir! Tegas Sakura dalam hati.

Namun Dewi Fortuna belum berpihak padanya, saat tiba di rumah Dino-chan, ia hanya menemui ibunya saja. Orang yang sangat ingin ditemuinya malah sedang pergi entah ke mana. Sakura sudah di rumahnya hingga sore hari, tapi Dino-chan belum juga pulang. Akhirnya ia memutuskan untuk beranjak, meninggalkan ibunya yang masih asik bertukar cerita dengan ibu Dino-chan. Keinginan bertemu dengan Dino-chan sepertinya belum bisa terpenuhi hari ini. Padahal ia sudah membatalkan ajakan kencan buta yang diadakan Ino, temannya.

Dan di sinilah ia, berjalan tanpa niat menuju kedai monja dekat stasiun. Sekali lagi, ia harus makan monja ekstra daging sapi dan ektra keju untuk memperbaiki mood-nya.

Hanya tinggal beberapa meter lagi ia tiba di kedai monja langganannya, perhatiaan Sakura teralih ke seorang anak kecil dengan balon di genggamannya. Di sebelah anak kecil itu, seorang wanita sedang sibuk memilih tomat di sebuah toko sayur dan memasukannya ke dalam plastik, sesekali berbicara pada penjaga toko sayur untuk meminta diskon akhir pekan. Sakura yakini wanita itu adalah ibu si anak kecil.

Tiba-tiba balon di genggaman anak kecil tadi lepas. Sang anak kemudian menarik baju sang ibu sambil memanggilnya 'mama'. Tapi wanita itu masih saja sibuk memilih tomat. Sakura sontak berlari untuk menangkap balon itu. Tapi balon itu terbang semakin tinggi, Sakura pun melompat untuk meraihnya. Kemudian ia merasa menabrak sesuatu tepat saat ia mendarat. Setelahnya ia sadar dirinya sudah tengkurap dengan balon di genggaman tangannya.

"Yosha, aku berhasil menangkapnya!" sorak Sakura kepada anak kecil tadi yang hanya bisa terpukau.

"Are, gomenasai" ucap Sakura baru sadar yang ditabraknya tadi dan ditindihinya kini adalah seorang pria dengan rambut pantat aya—.

ARE? RAMBUT PANTAT AYAM?!

Itu berarti...

"DINO-CHAN?!"

...::::::::...

Cuma tiga chapter awal aja yang saya buat pendek-pendek, sisanya sudah masuk ke inti cerita.

Untuk yang bingun kenapa chapter awal saya kasih judul kissable dan mengira itu gak ada hubungannya sama sekali buat chapter satu, tolong baca lagi.

Kissable itu nama kafe tempat Sasu dkk kumpul di chapter satu kemarin.

Terima kasih sudah baca ^_^

Tangerang Selatan, 140915