Chapter 2
The Legend Of Naruto Bael
Title : The Legend Of Naruto Bael
Rate : M
Genre : Adventure, Romance, Fantasy, Supranatural, Friendship.
Main Pair : Naruto X ?
Disclaimer : Not Me.
Warning : Gaje, Abal, Typo, OOC, Good! Naru, Storng! Naru, Godlike! Naru (Maybe).
Summary : Naruto Bael, pergi mengembara selama 3 tahun karena beberapa alasan. Kini ia kembali dengan kekuatan baru serta demi melanjutkan tujuan nya. Yaitu membangkitkan Clan nya yg telah lama terpuruk.
A/N : Saya penulis baru, jadi kalau ada kesalahan mohon di maaf kan.
"Live In Human World"
Naruto Bael duduk sendirian dengan tenang di atap mansion Clan nya , pikiran nya tengah melayang pada kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu. Kejadian di mana diri nya membuat adik seorang Maou serta pewaris Clan ternama menangis dengan tersedu-sedu, serta murka nya sang Maou Lucifer terhadap diri nya. Tentu saja berita berita tersebut tersebar dengan cepat dan di tambah dengan ada nya 'bumbu-bumbu penyedap' benar-benar membuat nama Baik Clannya tercoreng di mata para mahluk penghuni UnderWorld.
Naruto mencoba menenangkan pikiran nya sejenak dengan menyesap minuman yang ada di samping nya, Lagi pula semua masalah pasti ada akhir nya kan?, Yah, walaupun tak semua berakhir dengan baik. Mengalih kan pandangan nya dari minuman tersebut, Naruto dapat melihat sebuah hamparan hijau yang cukup luas di depan mata nya, tentu nya daerah itu merupakan daerah kekuasaan keluarga Bael. Senyum kecil muncul di wajah tampan Naruto, ketika ia mengingat betapa sering hutan yang ada di pandangan nya ini hancur ketika diri nya beserta orang yang sudah dia anggap sebagai kakak melatih Power Of Destruction milik nya dan kakak nya melatih fisiknya di sana. Namun, entah karena apa pohon-pohon yang ada di sana selalu bisa tumbuh kembali dengan sangat cepat.
Terlalu sibuk memperhatika hamparan hijau tersebut, membuat Naruto tak menyadari bahwa di samping nya kini telah duduk seorang laki-laki dengan tubuh kekar dengan rambut raven tengah memperhatikan wajah tersenyum Naruto dengan seringai penuh arti.
"Kalau kau tersenyum sendiri seperti itu, kau bisa di anggap gila Naruto" kata nya.
Naruto sedikit terperanjat mendengar suara tegas tersebut, Di alihkan nya pandangan ke arah samping kanan nya utuk mendapati orang yang sudah dianggapnya sebagai kakaknya tengah menyeringai.
"Berhentilah mengejutkan seseorang Baka-Aniki" kata nya datar.
"Naruto bisakah kau berhenti bersifat dingin seperti itu. Setidak nya hanya pada Aniki mu ini." Kata Siraorg sedikit kesal.
Sairaorg benar-benar bingung semenjak Naruto pulang dari pengembaraan nya seminggu yang lalu, Naruto selalu bersifat dingin pada semua orang bahkan pada orang tua mereka, kemarin saat diri nya menanyakan hal ini pada adik nya, Naruto hanya menjawab "Hn", Ambigu sekali bukan ?, Sairaorg mengira perubahan sikap Naruto ini mungkin karena ingin mengimbangi sifat pujaan hati nya yang juga memiliki wajah datar bagai tembok.
"Hn, Tidak bisa" jawab Naruto pendek.
Sairaorg hanya bisa menghela nafas.
"Naruto, aku telah mendengar kejadian di stadium beberapa jam yang lalu" kata Sairaorg serius.
Tubuh Naruto sedikit menegang mendengar perkataan Sairaorg,. Ini lah yang benar-benar Naruto takut kan, jikalau Sairaorg mengetahui diri nya terkena masalah, tanpa mementingkan siapa yang benar dan siapa yang salah, kakaknya ini pasti akan langsung menghajar orang yang membuat perkara dengan Naruto, seorang Maou sekali pun akan Sairaorg tantang jika berani membuat masalah dengan Naruto. Dan tentu saja apabila Sairaorg menantang Sirzech yang notabene nya seorang Maou untuk bertarung karena kejadian beberapa jam yang lalu, hal itu akan menambah daftar hitam Clan Bael di mata semua mahluk, karena sudah sangat jelas pada kejadian tersebut Naruto lah yang salah karena sudah membuat Rias menangis sehingga membuat Sirzech marah karena nya.
Namun itu semua 3 tahun yang lalu. Naruto tidak yakin bahwa kakak nya ini akan melakukan hal itu, Selain Karena kakak nya ini sudah menjadi pemimpin Clan Bael sejak 2 tahun yang lalu, kakak nya ini tentu mengerti situasi yang sangat tidak kundusif ini untuk melakukan tindakan bodoh seperti dulu.
Sairaorg yang melihat expresi serta tubuh Naruto yang menegang sesaat namun dengan cepat kembali seperti semula hanya tersenyum kecil, Dapat dipastikan bahwa Adik nya ini pasti mengira diri nya akan melakukan tindakan bodoh seperti dulu. Masih dengan senyum kecil yang menghiasi wajah pemimpin Clan Bael ini kemudian menjentik kan jari nya tepat di kening Naruto, membuat adik nya itu segera tersadar dari dunia fantasy nya.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti dulu." Dapat Sairaorg lihat Naruto menghembuskan nafas lega.
"Tapi, jujur saja Naruto aku benar-benar kecewa padamu." Kata nya dengan nada yang di turun kan. Naruto hanya diam karena ia tahu kakak nya ini belum selesai.
"Sifat mu tadi benar-benar tidak menggambarkan bahwa kau adalah seorang Bael, Naruto. Bael sejati adalah orang yang gentleman Naruto dan tindakan mu tadi sama sekali tidak Gentle man, Malah dari yang aku dengar kau seperti pengecut yang hanya bisa menyakiti perempuan !"
Naruto benar-benar di buat terhenyak oleh kata-kata kakak nya ini. Jujur saja apa yang Naruto lakukan tadi benar-benar tidak pernah ia sangka akan berani ia lakukan, tubuh nya seakan-akan di kendalikan sehingga berani melakukan tindakan seperti itu, tapi Naruto menyadari tubuh nya bukan 'seakan-akan' di kendalikan tetapi memang di kendalikan, Ya, di kendalikan oleh rasa EGO tinggi yang selalu ada pada diri semua mahluk yang ada di dunia ini, diri nya menyadari semua yang dilakukan nya tadi tidak bisa di ulang, Maka dari itu Naruto berniat menanyakan jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini pada kakak nya, tentu saja.
"Jadi… apa yang harus aku lakukan aniki?." Tanya Naruto, suara nya benar-benar kecil bagaikan sebuah bisikan namun cukup di dengar oleh Sairaorg.
"Bukan kah kau akan pergi dunia manusia besok?." Sairaorg menjawab dengan sebuah pertanyaan baru, tanpa mengucapkan apa pun Naruto segera mengangguk.
"Hm, kalau begitu kau harus segera meminta maaf pada Rias ketika kau sudah sampai di sana, mengerti?." Naruto termenung memikirkan saran dari Kakaknya, hingga akhirnya dia menganggukkan kepalanya dan itu membuat senyum di wajah Sairaorg muncul.
"Tapi bagaimana dengan Lucifer-dono ?" tanya Naruto.
"Kau tenang saja, kalau Lucifer biarkan aku yang menangani nya." Kata Sairaorg dengan jempol yang mengacung ke arah Naruto.
Naruto sekarang benar-benar ingin memeluk kakaknya ini dan mengucapkan terima kasih karena telah memberi pencerahan pada masalah yang Naruto hadapi ini, namun semua itu di tahan nya agar tidak merusak reputasi nya di depan kakak nya ini, maka dari itu yang keluar dari mulut Naruto hanya 1 kata.
"Arigatou"
"Tentu, tak masalah" Sairaorg segera bangkit dari posisi nya.
"Baik lah. Aku harus segera pergi menemui Sirzech sebelum ia benar-benar murka" dengan itu Sairaorg segera pergi dengan lingkaran sihir khas keluarga Bael.
Sedang kan Naruto tampak nya masih ingin menikmati pemandangan dari atap Mansion mereka ini.
Naruto Bael memperhatikan dengan seksama Kouh Academy dari luar pagar pembatas, Naruto baru saja sampai di kota ini tadi malam dan dengan segera mendapat pesan dari kakaknya bahwa ia akan bersekolah di tempat yang sama dengan Rias agar bisa memudahkan Naruto untuk meminta maaf pada Rias.
Setelah cukup puas memandang bangunan-bangunan sekolah yang bergaya khas eropa Ini, dengan santai Naruto memasuki sekolah ini, diri nya tak perlu lagi untuk melakukan administrasi karena semua itu telah di lakukan oleh kakak nya kemarin, ia hanya tinggal mencari kelas untuk ia diami sementara waktu, Kelas tersebut adalah kelas 3-A kelas di mana Rias berada.
"Semua pasti akan merepotkan" kata nya.
Sona Sitri atau yang di kenal sebagai Shitori Souna oleh seluruh murid di sekolah ini sekarang tengah melakukan kegiatan rutin setiap pagi yang di lakukan oleh nya dan para anggota OSIS yang lain nya. Dirinya masih memikirkan kejadian kemarin, di mana sahabat baik nya di buat menangis dengan tersedu-sedu oleh seorang laki-laki yang menurut nya sama sekali tidak pantas di panggil laki-laki karena tindakan nya kemarin, diri nya mengetahui sahabat nya itu telah berbuat salah pada laki-laki yang itu, tapi tidak sepantas nya laki-laki tersebut memperlakukan sahabat nya hingga seperti itu bukan?.
Masih kental dalam ingatan Sona, Rias masih saja menangis tersedu-sedu bahkan setelah 3 jam kejadian tersebut berlalu, Masih juga Sona ingat Lady Gremory mencoba menghentikan tangis Rias dengan berbagai cara, namun tetap juga tak berhasil. Sona pada saat itu di paksa mengeluarkan keringat dingin dengan intensitas besar karena melihat Sirzech yang sangking murka nya sehingga membuat sang Maou menghancurkan segala yang ada di depan mata, Namun ia sedikit senang ketika kemarin kakak Naruto yang notabene merupakan Lord Bael datang dan meminta maaf kepada Sirzech mengenai peringai adik nya, Lord Bael juga mengatakan bahwa Naruto nanti nya juga akan langsung meminta maaf pada Rias di dunia manusia besok, mendengarkan itu, ia menghembuskan nafas lega karena Naruto berani meminta maf atas segala kesalahan nya.
Terlalu sibuk dengan pikiran nya, membuat Sona tak menyadari bahwa dari arah berlawanan datang seorang laki-laki yang nampak nya juga sedang sibuk memikirkan sesuatu.
Bruk
Tubuh mereka bertabrakan sehingga membuat tubuh Sona oleng kebelakang sedang kan tubuh laki-laki tersebut tetap di tempat Si laki-laki yang di ketahui bernama Naruto, melihat tubuh Sona yang hampir jatuh ke belakang, Dengan reflek yang sudah terlatih dengan segera muncul di belakang Sona dan menahan tubuh Sona dengan dada nya, sehingga Sona tidak terjatuh dan bisa berdiri kembali dengan normal. Setelah berdiri dengan tegak Sona segera memutar kepala nya ke belakang untuk melihat Naruto tengah memandang nya dengan datar.
Entah kenapa emosi Sona seketika meledak ketika melihat wajah Naruto yang notabene nya sudah membuat Rias menangis kemarin, sehingga memaksa nya untuk menahan diri agar tidak menampar cowok yang menurut nya kurang ajar ini.
"Kau! Apa yang kau lakukan disini?!."
"Sekolah" jawab Naruto dengan tanpa menunjukan emosi sedikit pun.
Baru saja Sona akan mengutarakan beberpa kata-kata lagi, sosok Naruto segera berbalik meninggalkan nya sendirian di tempat tersebut. Sona sebenarnya ingin mengejar Naruto dan mengajukan beberapa pertanyaan, tapi mengingat tugasnya sebagai Ketua Osis, dirinya mengurungkan niatnya, toh dia juga akan bertemu lagi dengan Pria (yang menurutnya brengsek) itu. Dengan mengumpat dalam hati, Sona melanjutkan tugas rutin nya masih dengan emosi yang meluap-luap tentu nya. Oleh karena itu saya sangat merasa kasihan dengan murid nakal yang akan bertemu Sona nanti.
Naruto kini tengah berjalan menyusuri jalan menuju tempat Rias berada, Pelajaran telah lama berlalu sehingga hanya sedikit murid yang ada di sekolah ini. Jujur saja, hati Naruto sekarang tengah bergejolak khawatir kepada Rias, bagaimana tidak?, saat memasuki kelas tadi Naruto sama sekali tidak mendapati Rias di sana, Diri nya hanya mendapati budak Rias yang Naruto ingat bernama Kiba saat dikantin, ketika di tanya Kiba hanya menjawab bahwa Rias mengurung diri di salah satu kamar di ruang club. Naruto tahu semua itu adalah salah nya, maka dari itu ia ingin mencoba menebus kesalahannya itu dengan meminta maaf. Yah, walau pun ia ragu hanya dengan meminta maaf itu cukup.
Ketika telah sampai di depan ruang club (Naruto di beri tahu oleh Kiba lokasinya) Naruto segera masuk tanpa mengucapkan apa pun, ruangan club ini jika Naruto perhatikan cukup mewah, dengan 1 set sofa dan 2 kamar serta ornamen-ornamen yang menambah kesan mewah pada ruangan ini. Dapat Naruto lihat semua orang yang ada di ruangan ini menatap nya dengan sorot mata yang berbeda-beda. Kemudian salah salah satu laki-laki yang ada di ruangan ini berdiri, lalu menunjuk Naruto dengan telunjuk tangan kanan nya.
"Bedebah kenapa kau datang kemari ?!" tanya nya dengan suara cukup keras.
Issei tentu saja sudah mengetahui mengenai masalah kemarin dari cerita teman-teman nya serta dari video yang di dapat dari Grayfia. Mengetahui hal itu benar-benar membuat emosi nya meledak. Ia benar-benar tidak suka melihat Buchounya menangis hingga seperti itu bahkan setelah beberapa jam kejadian itu berlalu Buchounya masih juga belum berhenti menangis, dirinya tidak mengetahui apa masalah yang terjadi antara Bucho nya dan Naruto, namun satu hal yang pasti, Issei benar-benar akan menghajar Naruto ketika mereka bertemu nanti.
Naruto ingat pemuda ini merupakan salah satu anggota peerage milik Rias yang kemarin Naruto lihat pingsan di pangkuan Rias (A/N : Naruto tidak tahu kalau Issei itu Sekiryuutei). Sebenar nya Naruto sangat tidak menyukai sifat kasar pemuda ini kepada nya, namun untuk sementara waktu Naruto harus menahan diri nya agar tidak menghajar remaja ini, karena Naruto sadar di sini diri nya hanyalah tamu tak di undang.
Issei yang geram karena sedari tadi tidak mendapat jawaban kembali menanyakan hal yang sama.
"Apa yang kau lakukan di sini Bedebah?!." Kali ini dengan suara yang lebih keras.
Dan jawaban yang Issei dapat tetap lah sama yaitu tidak ada jawaban. Dengan muka yang sudah sangat merah Issei segera mengaktifkan Sacred Gear nya, sehingga kini lengan kiri nya sudah di balut oleh Gauntlet berbentuk tangan Naga berwarna merah dengan sebuah mutiara hijau di tengah nya.
' Oho….. Sekiryuutei ne?.' batin Naruto. Lagi pula di dunia supranatural ini siapa yang tak mengetahui ciri-ciri Sekiryuutei?, hanya orang bodoh yang tidak tahu tentang itu.
"[Boost]"
Dan dengan suara mekanik barusan benar-benar membuat Naruto yakin bahwa di depan nya ini adalah Sekiryuutei.
"Sekali lagi aku tanya padamu. Untuk apa kau datang kemari?!." Ancam Issei.
Namun nampak nya ancaman Issei sama sekali tidak berpengaruh pada Naruto yang masih tetap diam dan tidak menjawab apa pun. Geram karena terus di acuh kan, Issei segera berlari dengan kecepatan yang sudah di gandakan ke arah Naruto, dengan tujuan menghantamkan Gauntlet Naga nya pada muka datar Naruto, menghiraukan seruan teman-teman nya untuk tidak melakukan itu.
Naruto yang melihat Issei datang dengan cepat hanya diam belum mau bergerak, namun ketika Gauntlet merah itu hampir menghantam muka nya, dengan kecepatan jauh melebihi Issei, Naruto segera menghindar dan dengan cepat menghantam perut Issei dengan lutut kiri nya, membuat Issei terlempar ke tempat semula.
"Dengar, aku hanya ingin meminta maaf kepada Rias, aku tak memiliki urusan dengan kalian semua. Jaditunjukan di mana Rias berada." tanya Naruto datar.
Kiba yang tidak mau masalah menjadi tambah runyam segera menunjuk salah satu kamar yang ada di sana. Melihat Naruto sudah beranjak menuju kamar tersebut, Kiba segera mengalihkan perhatian nya kepada Issei yang nampak nya masih menahan sakit akibat serangan Naruto barusan, Akhirnya Akeno yang sedari tadi diam berbicara.
"Issei-kun, seharus nya kau tidak melakukan hal itu." Kata Akeno.
"Kau tahu sendiri Naruto-kun itu adalah seorang Bael." lanjut nya.
"Terus apa hubungannya kalau dia itu Bael ?." kata Issei tidak terima.
"Dasar bodoh, apa senpai tidak mengetahui apa kekuatan seorang Bael itu?." Kali ini Koneko angkat bicara.
"Tentu saja tidak" Jawab Issei.
"Power Of Destruction " kata Kiba singkat. "Seharus nya kau bersukur Issei-kun, Dia sama sekali tidak menggunakan kekuatan nya." Penjelasan dari temannya itu membuat Issei menelan ludah di tambah dengan keringat dingin.
"Dan kau tahu sendiri kan jika kau terkena kekuatan itu?." tanya Akeno.
Dengan suara kecil Issei menjawab.
"Musnah"
"Maka dari itu, Jangan pernah mencoba untuk memancing kemarahan nya" Kata Akeno mencoba menasehati Issei.
Naruto sekarang berada di dalam kamar Rias. Dapat dilihat nya Rias sekarang tengah berbaring di ranjang dengan membelakangi nya, Rias memang terlihat tertidur namun Naruto tahu Rias sama sekali tidak tertidur.
"Rias, aku datang kesini untuk meminta maaf. maaf kan atas kesalahan ku kemarin, Aku benar-benar menyesal telah melakukan hal itu. Kau boleh menghukum ku seberat-berat nya." kata Naruto sembari membungkuk sedalam-dalam nya, Namun Rias masih belum menjawab.
Kalau boleh jujur, selama hidup nya ini, ini merupakan pertama kali nya Naruto membungkuk demi meminta maaf. Karena jikalau Naruto membuat masalah ia pasti akan mengakhiri nya dengan sebuah pertumpahan darah. Sadis? Memang Naruto sangat lah Sadis. Namun sekarang ia tidak bisa melakukan nya karena beberapa hal. Dan salah satu nya adalah demi nama clannya.
Sudah 30 menit berlalu Rias tidak kunjung menjawab. Naruto hanya bisa menghela nafas panjang, sedari awal ia tahu semua masalah ini akan jadi SANGAT merepotkan.
"Tolong dengar Nona, aku akan terus datang kemari hingga kau mau memaafkan segala kesalahanku." Kata Naruto. Lalu ia segera beranjak pergi meninggalkan Rias yang masih terus saja diam.
Setelah di luar, Naruto segera mengajak Akeno pergi dari sana, Akenohanya mengangguk, Mereka segera keluar meninggal kan ke tiga pasang mata berbeda yang melihat mereka dengan sorot berbeda.
"Hubungan mereka apa, sih? aku tak pernah melihat Akeno-senpai mau diajak pergi bergitu saja oleh seorang cowok" Tanya Issei bingung.
Tentu saja ia bingung karena selama ini Akeno selalu saja menolak bahkan mengacuhkan cowok yang mau mengajak nya untuk sekedar berjalan-jalan, tapi ketika dengan Naruto, entah mengapa Akeno langsung mengangguk tanpa pikir panjang. Membuat Issei curiga dengan mereka semua.
"Entah lah Issei-kun, aku juga tidak tahu, bahkan aku baru tahu dari video kemarin bahwa mereka itu saling mengenal" Kata Kiba menjawab.
Setelah itu mereka segera melanjutkan kegiatan masing-masing, tentu nya masih dengan memikirkan hubungan antara Akeno dan Naruto.
Sudah seminggu ini Naruto datang ke club mereka untuk meminta maaf dan selalu di diamkan oleh Rias. Membuat Naruto sedikit frustasi, dan juga sudah seminggu ini Naruto dan Akeno selalu terlihat bersama, baik saat jam istirahat maupun saat pulang. Hal itu tentu saja tidak lepas dari perhatian murid Kuoh mereka ber-spekulasi bahwa hubungan Akeno dengan murid baru itu lebih dari sekedar teman. Tentu saja gosip ini membuat kuping Rias panas, namun ia yakin Naruto dan Akeno itu pasti tidak memiliki hubungan apa-pun, karena diri nya tahu Akeno takan pernah menghianati Raja nya sendiri, apalagi mereka adalah sahabat sedari kecil.
Hari ini ruangan Club Penelitian Ilmu Gaib tampak lebih ramai dari biasa nya. Hal ini di sebabkan oleh datang nya Sona beserta seluruh anggota OSIS lain nya, tujuan mereka datang kesini adalah untuk melihat keadaan Rias yang sudah mau keluar dari kamar nya dan sudah mulai berbicara, mereka semua tentu saja senang dengan kemajuan ini, mereka sadar masalah yang Rias hadapi ini tidak lah mudah dan bukan masalah yang bisa dengan mudah di bagi dengan orang lain karena masalah Rias ini bersangkutan dengan hati, Jadi mereka berjanji tidak akan membicarakan masalah ini.
"Akeno….."
Suara kecil dari Rias membuat seluruh perhatian tertuju padanya, terutama Iblis yang nama nya di panggil.
"Ada apa Buchou ?" Tanya Akeno bingung. Semua yang ada di sana menutup mulut mereka rapat-rapat dan menajamkan pendengaran mereka menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rias.
"Apa…. Apa hubungan mu dengan Naruto-kun?." tanya nya.
Semua yang ada di ruangan tampak membulatkan mata terkejut, mereka juga telah mendengar tentang gosip yang sekarang tengah hangat di sekolah ini, yaitu gosip hubungan antara Akeno dan si anak baru. Mereka tentu tak usah berpikir dua kali untuk menanyakan alasan mengapa Rias menanyakan hal ini, Akeno yang di tanya seperti itu menundukan kepala nya dalam dalam, berusaha untuk tidakmelihat semua pandangan yang tertuju padanya,
"Aku tahu cepat atau lambat kau pasti akan menanyakan hal ini Buchou…" Akeno mengangkat kepalanya.
Semua masih diam menunggu kelanjutan Akeno. Kemudian mereka semua melihat Akeno mengangkat lengan kirinya hingga berada di atas kepala nya, dapat mereka lihat sebuat cincin bertahtakan berlian bersemat di dengan indah di jari manis Akeno, mereka semua mengernyitkan dahi mereka pertanda bingung
"Apa maksud mu Akeno-senpai?." tanya Issei memecah keheningan. Ia tentu saja bingung dengan maksud Akeno ini, dan ia yakin semua yang ada di sini pasti juga merasakan hal yang sama.
Akeno tetap diam.
Sona mulai memutar otak untuk mencari pengertian dari maksud Koneko ini, Mata nya yang tajam mulai meng-observasi cincin tersebut dari jauh, setelah lama memperhatika akhir nya ia menemukan nama Naruto terukir di cincin tersebut. Ini tentu saja semakin membuat Sona mengerutkan dahi nya, semakin bingung. Setahu nya cincin seperti itu hanya di pakai oleh orang yang sudah menikah atau pun bertunangan. Setelah semua itu Sona hanya perlu beberapa detik untuk menyimpulkan semua ini.
5
4
3
2
1
GO Sona-chan!
"APA?!"
Suara Sona membuat semua Iblis yang ada di sana keluar dari pikiran mereka dan memfokuskan perhatian pada Sona, dapat mereka lihat mata Sona membulat sempurna, benar-benar membuat mereka terkejut bukan kepalang. Di tambah lagi suara nya tadi yang tidak setenang biasa nya, membuat mereka bertanya-tanya apa yang bisa membuat Sona bertingkah seperti itu.
"A-Akeno JANGAN BI-BILANG"
"Ya, kau benar Kaicho. Naruto adalah Tunanganku."
TBC
Halo...~
Chapter 2 update dengan waktu yang lumayan lama, ya maafkan saya, akibat kesibukan di Dunia Nyata.
Wah, sudah lebih dari 30riview, sebuah awalan yg bagus menurut saya untuk fic yang hanya mengambil ide dari Silver M. Chapter Original saya, akan dimulai di chapter 4 atau 5, entahlah di chapter yang mana, yg pasti sekitar chapter itulah. jadi mohon bersabar untuk yang ingin membaca story/alur yang ada dikepala saya sekarang ini.
Wah, saya sendiri tidak menyangka akan ada flame dengan memakai Guest, haha. FFN sekarang benar keras ya para pembaca nya, wah, ini semakin menantang untuk para author yang lain.
Dan untuk sekali lagi, saya tekankan, bahwa saya mengetik fic ini karena sebuah rasa ingin kembali ke FFN yang saat ini sepi, bukan untuk kejar riview atau lainnya.
Ditambah dengan para reader yang hanya berani melakukan flame dengan ucapan kasar menggunakan Guest, aduh~. Cara yang sudah sangat kuno menurut saya yang seorang Author yang sudah bertahun-tahun di FFN, bukannya songong atau apa, tapi kami para author yang telah bertahun-tahun di FFN malah menganggap lucu hal tersebut, kami seakan melihat sebuah anjing yang terus menggonggong dengan imut di balik sebuah tong sampah. Tau artinya?, TERLIHAT LUCU, TAPI MENYEDIHKAN.
Oke, untuk kalian yang sudah membaca Fic milik Silver-san, mungkin kalian sadar akan perbedaannya, ya saya memikirkan semua nya sebelum mengubah alur serta isi dari fic itu, walaupun berat karena sampai sekarang belum nemu kontak dari Silver-san untuk meminta izin, tapi saya akan mengusahakan menemukannya secepatnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Dan lagi, banyak yang menanyakan kenapa fic Uzumaki Household terhapus dan kenapa fic satunya belum Update. Saya sendiri tidak menyangka ada yg menunggu fic saya itu, karena menurut saya itu merupakan fic gagal.
Untuk fic Shin Jigen, saya akan meng-update nya setelah Ramadhan (pastinya), karena apa?, karena saat ini saya sudah libur, jadi ada waktu yang difokuskan untuk menulis fic serta menikmati liburan. Fic ini dan fic Shin Jingen akan saya update secara bergantian, dan untuk Uzumaki Household, maaf fic itu telah saya hapus dan tidak akan Re-publish atau sejenisnya.
Baiklah, saya akan membala beberapa pertanyaan serta saran dari yang riview.
-Darklast : terima kasih telah mengatakan fic saya menarik, tapi sebenarnya ini tak lepas dari fic aslinya, yaitu milik Silver M. Jadi dia yang sepantasnya mendapatkan pujian tersebut. Ah tenang saja, Naruto akan melawan nantinya, ditunggu saja lanjutannya.
-Ferryfebrianto57 : haha..., maafkan saya yang membuat sebuah pengumuman saja, ah dan tentunya saat ini saya akan berusaha untuk tetap update, jadi mohon ditunggu .
-Indra223 : saya juga mengharapkan saya tidak Hiatus lagi, dan terima kasih telah mengatakan kalau fic ini menarik.
Revezim : iya, ini Fic saya.
Boled99 : ah, kalau penasaran, silahkan tunggu saja lanjutannya, saya akan berusaha untuk membuatnya lain dari pikiran para Reader, tapi pasti akan ada yg betul menjawabnya.
Firman Kyle Mazzini : Sepertinya iya, tapi PoD Naruto akan sedikit berbeda dengan milik Bael dan Gremory.
AshuraIndra64 : Sifat Naruto dirubah?, entahlah, bisa saja dia berubah dan bisa sja tidak. Silahkan tebak sendiri, di chap ini sudah ad tanda sifat Naruto sebenarnya.
Ada juga yang kecewa karena Pair nya malah diganti ke Akeno. Jadi gini, alasan saya menggantikan Koneko dengan Akeno adalah karena : 1. Alur yang akan terjadi kedepannya. 2. Kalau saya tidak menggantinya, lalu apa bedanya fic ini dengan fic Silver M?. Malah ada nya keliatan Plagiat dan malah tidak memperlihatkan kemampuan saya sebagai author yang akan memasukkan ide lain di cerita ini , jadi maaf jika mengecewakan para Reader yang lebih menyukai Koneko sebagai Pair.
Oke sekian dulu Chapter kali ini.
Kaito out~
