Well,,well,,well,,i'm coming again! * tereak2 geje + lebay *

Ne da usaha update cpt2,tp msh molor juga wkwkwk,,, harap maklum cz author emg ga bakad ngarang,malah mpe ga sk plajaran B. Ina gr2 ad ngarangx. * curhat online dot com *

Sebelomna arigatou bwt smua yg da ksh repiu,i'm always waiting 4 that.

To the point aj dah,,

Happy reading,,,


Desclaimer:

Naruto milikna Masashi Kishimoto

NMH milik gua hahaha * lebay *

Warning :

Amburadul,OOC,ancur mina,gaje.

Not like Don't read

Adult only,LEMON TEA PASTEEE,,!

Pairing:

NaruSakuSasu


FAILED

"Aku,,,"

"Ah,,dari tadi 'aku,aku,dan aku' terus, kapan sampainya?" gerutu Naruto dalam hati,dia sudah benar-benar tidak sabar nunggu jawaban dari Sakura. Matanya konsentrasi, dahinya mengkerut, mulutnya manyun, rambut jabriknya sampai ikutan condong ke depan seolah ingin ikutan nguping.

"Sebenarnya aku tidak menyukai Sasuke-kun,,," akhirnya Sakura sampai juga pada tujuan.

"HOREEE,,,!" teriak Naruto kegirangan dan langsung hendak melonjak-lonjak.

",,,tapi aku mencintainya." sambung Sakura pelan dengan wajah yang sudah semerah strowbery matang.

Naruto langsung terdiam seperti ada yang menyumbat mulutnya. Tubuhnya juga ikut kaku, padahal posenya sedang gak bagus gara-gara dia tadi hendak melompat dan tiba-tiba terhenti di tengah jalan. Jadi Naruto sedang jongkok setengah berdiri dengan satu kaki, tangan kanan meninju ke atas dan tangan kiri setengah melipat di samping.

( a/n: bisa bayangin kan? )

...

...

"Aaaahh,,, kau ini sengaja mengerjaiku ya?" Naruto bergumam pelan, bibirnya cemberut menyiratkan kekecewaan. Bagaimana tidak kecewa? Baru saja Naruto sudah mengira kalau Sakura itu pasti sudah kecewa sama Sasuke dan sebentar lagi hubungan mereka pasti putus. Lalu Naruto jadi punya kesempatan buat memiliki si pinky Haruno itu.

"Maksudmu apa Naruto?" tanya Sakura sambil menoleh penasaran,sampai-sampai tak peduli lagi dengan semu merah di pipinya yang dari tadi dia sembunyikan.

"Eh..tidak apa-apa kok Sakura-chan." elak Naruto, kali ini ganti dia yang berpaling karena tidak ingin ketahuan kecewa.

NARUTO POV

Aku membuang muka, mencoba menutupi apa yang ku rasakan. Ya, tidak mungkin aku membiarkan Sakura-chan mengetahui kalau aku sangat mengharap cintanya,sangat menginginkan Sakura-chan menjadi pacarku.

Oh Kami-sama,,, kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku masih berharap? Sedangkan selama ini aku berusaha untuk menyatukan mereka berdua. Bukankah harusnya aku bahagia melihat Sasuke sudah kembali ke Konoha? Bukankah aku mestinya senang karena Sakura-chan dan Sasuke sudah menjadi sepasang kekasih? Tapi kenapa masih ada sakit yang muncul di sela-sela hatiku? Apakah memang ketulusan itu tidak bisa menghentikan keinginanku untuk memiliki Sakura-chan?

Ah,,,pertanyaan-pertanyaan itu sekarang makin sering menggangguku, seolah ingin mengubahku menjadi sosok pemurung yang hanya memikirkan cinta untuk diriku sendiri, dan aku tidak mau itu sampai terjadi.

Kulirik gadis di sampingku,ku paksakan bibirku tersenyum,,, semanis mungkin, untuk gadis yang kucintai dengan sepenuh hatiku. Ku rengkuh tangan Sakura-chan dengan lembut. Lagi-lagi sentuhan itu membuat hatiku sedikit terobati dan membantuku mengusir sisa-sisa pertanyaan 'aneh' yang tadi berkutat di kepalaku.

"Sudah hampir gelap, ayo kita pulang Sakura-chan." kataku sambil menarik tangannya yang halus, tanpa menoleh padanya.

"Iya,,,tapi lepaskan tanganku, aku bisa berdiri sendiri." ujar Sakura.

"Aah,,,kau ini marah-marah terus Sakura-chan. Aku kan cuma ingin membantumu." balasku bersungut-sungut.

"Aku bukan anak kecil Dobe!"

"Iya,iya,,,aku tau." kataku sembari beranjak pergi dengan tangan yang kulipat di belakang kepalaku.

NORMAL POV

"Kau kan pacarnya, kenapa sampai tidak tau kemana Sakura pergi?" ujar gadis berambut blonde pada seorang pemuda yang tampak begitu cuek.

"Hn,,," jawab pemuda itu singkat, masih sok tak peduli.

"Apa maksudmu? Jawab yang jelas Sasuke." gadis itu rupanya mulai jengkel meski masih bicara dengan nada lembut.

Pemuda bermata onyx itu menoleh.

"Yes,akhirnya berhasil juga. Dasar Sasuke sok angkuh,sok dingin,sok cuek,padahal mana mungkin kau itu tidak peduli sama Sakura. Kalau saja kau tidak setampan itu, pasti tak ada gadis yang mau pacaran denganmu. Huh,,," batin gadis blonde itu, kesal sekaligus tersenyum karena orang yang bernama Sasuke itu mulai mau menolehkan kepalanya.

Sasuke Uchiha adalah keturunan terakhir yang masih hidup dari keluarga Uchiha yang terkenal. Ayah dan ibunya dibunuh oleh Itachi Uchiha, kakak kandung Sasuke. Setelah itu Itachi bergabung dengan gerombolan Akatsuki yang akhirnya menjadi musuh Konohakure. Kejadian tragis yang sungguh memukul hati Sasuke, sampai akhirnya dia sempat meninggalkan Konoha hanya demi sebuah tekad balas dendam pada kakaknya. Tapi itukah yang membuat Sasuke terkenal dingin? Bukan, meski smua itu sempat membuatnya dirasuki kebencian, tapi bukan itu alasannya. Sasuke memang terlahir dengan sifatnya yang terlampau cool, dan itulah yang membuat para gadis semakin penasaran.

"Hn,,,memangnya kenapa, Ino?" jawab Sasuke santai.

"Aku mencari Sakura, kau itu mengerti tidak?" Ino yang baru saja mulai senang sekarang kembali kesal. Yah, bagaimanapun kesalnya, tetap saja gadis yang dipanggil Ino itu tidak berani menampakkan di depan Sasuke. Dia adalah salah satu dari sekian banyak gadis yang mengidolakan Sasuke, bahkan Ino-lah yang dari kecil paling bersaing dengan Sakura. Mungkin saja sampai sekarang dia masih menginginkan Sasuke, siapa yang tau?

"Hn,,," gumam Sasuke.

"Ah sudahlah, aku pulang saja. Kalau kau bertemu Sakura, tolong sampaikan kalau aku mencarinya." ujar Ino, lalu melangkah keluar dari kediaman si Uchiha, tanpa ucapan 'terima kasih'.

SASUKE POV

Aku masih diam. Kulirik punggung Ino yang sedetik kemudian tertutup oleh pintu pagar rumahku.

Mengganggu saja, rutuk-ku dalam hati, sebelum akhirnya pandanganku beralih pada langit yang mulai gelap, memberi kesempatan pada bintang-bintang untuk menampakkan sinarnya.

Seharian ini Sakura-chan memang tidak datang

membawakan makanan untuk-ku, padahal tiap sore dia selalu ke rumah. Sudahlah, mungkin saja dia punya tugas dari Tsunade ba-chan. Si tuan hokage kelima itu tidak akan mengijinkan Sakura-chan menunda-nunda apa yang dia perintahkan.

Tunggu, tapi kenapa Sakura-chan tidak sempat meski hanya untuk sekedar memberitahuku?

Huft,,, wanita memang merepotkan.

Aku berjalan menuju handuk biru yang kuletakkan di atas meja kayu, tak jauh dari tempatku tadi berdiri. Lalu ku ambil benda pemberian Sakura-chan itu dan ku usapkan ke mukaku. Akhirnya kulangkahkan kakiku menuju pintu.

NORMAL POV

Perlahan Sasuke mendekati pintu, membukanya dan beranjak keluar. Dia (sedikit) berniat untuk mencari Sakura. Sikapnya yang tadi sok cuek di hadapan Ino itu memang terbukti berbeda dengan apa yang akan dia lakukan sekarang. Toh akhirnya masih terlihat kalau dia sebenarnya peduli dengan Sakura.

"Hai Naruto, tidak mampir dulu?" sapa orang tua saat Naruto dan Sakura melewati Ichiraku Ramen, kedai ramen langganannya. Seketika perut Naruto ber-kriuk ria, tidak sabar untuk segera mampir dan memesan beberapa porsi ramen kesukaannya. Sesaat dia melirik Sakura, nyengir dan berharap gadis itu memahami perasaan perutnya.

"Apa kau tidak lapar Sakura-chan? Sebaiknya kita makan dulu ya?" Naruto pura-pura bertanya seolah begitu khawatir kalau Sakura sampai kelaparan.

"Huh, bilang saja kalau kamu kelaparan, pakai pura-pura nawarin aku segala." ternyata Sakura memang cepat menangkap maksud Naruto.

"Hehe, tapi kan kita sama-sama belum makan Sakura-chan?" Naruto nyari-nyari alasan.

"Ini sudah malam Dobeee, dan aku harus pulang."

"Kan cuma sebentar Sakura-chan?" masih nyari alasan.

"T-I-D-A-K M-A-U!" akhirnya Sakura kesal juga.

"Sebentar saja,,," belum nyerah.

"Aaarghh, sudahlah. Aku pulang. Kau makan saja sana!" sungut Sakura hendak beranjak dari samping Naruto.

"Ya,ya,baiklah. Aku kalah deh." ujar Naruto lemes.

"Gagal, padahal saat perut lapar seperti ini, pasti enak banget makan ramen sambil ditemani Sakura-chan" lanjut innernya.

"Hey paman, nanti saja ya,aku mengantar Sakura-chan dulu. Jangan lupa siapkan lima mangkuk untukku." teriak Naruto pada orang tua pemilik Ichiraku Ramen.

"Dasar Dobe, yang di urus cuma makan terus. Itu perut apa tong sih, masa' pesan sampai lima mangkuk?" oceh Sakura dalam hati.

"Kau makan saja Naruto, aku mau pulang sendiri."

"Tapi,,, Sakura-chan,,"

"Tidak apa. Daah Naruto." Sakura langsung melenggang pergi.

Naruto hanya memandang punggung Sakura yang makin menjauh. Kebetulan, mungkin itu yang ada di benak Naruto, karena tidak perlu repot-repot mengantar Sakura, tentu saja demi segera mengisi perutnya dengan ramen yang notabene adalah makanan paling enak buat Naruto. Mungkin cuma ramen yang bisa mengusir kecewanya setelah gagal mengajak Sakura untuk menemaninya makan.

"Baiklaah, paman cepat buatkan ramennya, aku sudah kelaparan." teriakan Naruto dibalas senyum oleh orang yang dia panggil paman.

Langkah Sakura -tiba dia teringat sesuatu.

"Ah, kenapa aku sampai lupa mengantar makanan buat Sasuke-kun? Gawaaat,,, bisa-bisa dia ngambek. Tenang Sakura, relaks, be cooldown. Sasuke-kun kan sudah besar, dia bisa pergi sendiri beli makanan. Huft,,, ini gara-gara Naruto, tadi jemput aku seenaknya. Sasuke-kun juga sama saja, sudah tua tapi tidak bisa masak sendiri. Apa salahnya sih cowok belajar masak sedikit saja? Dasar sok cool." Sakura jadi mengomel sendiri.

"Baiklah, aku kerumah Sasuke-kun dulu."

Sakura berbalik menuju rumah Uchiha. Rupanya dia lebih takut Sasuke marah daripada diomelin Ibunya. Pilihan yang bijak, karena semarah apapun, ibunya tidak akan memutus hubungan mereka. Kalau Sasuke yang marah? Who know what can be happen?

"Akhirnya sampai juga,,," seorang gadis berambut pale pink bergumam lega, tepat di depan gerbang rumah keluarga Uchiha. Dua lampu yang terpasang di kanan kiri pintu gerbang itu, membuat Sakura tanpa perlu meraba-raba meraih gagangnya. Dibukanya pintu kayu berwarna biru kehitaman dengan hiasan khas keluarga Uchiha, sebuah gambar lingkaran putih yang ditengahnya terdapat gambar lagi berwarna merah mirip permen lolipop. Setelah masuk dan menutup pintu, Sakura bergegas menuju bangunan yang sekarang ada di depannya. Tapi langkahnya berhenti ketika sepasang mata emerarld itu melihat sosok laki-laki sedang berdiri, sambil bersandar di dinding yang memisahkan teras dengan ruang tamu kediaman Uchiha.

Perlahan Sakura mendekati sosok yang tampak tampan dan cool dengan emo style-nya. Langkah Sakura berhenti lagi, tepat disamping pemuda yang sama sekali tidak menoleh padanya, seolah dia tidak menyadari kedatangan Sakura Haruno yang teramat cantik ini. Benarkah itu? Sama sekali tidak mungkin! Jelas kalau pemuda berambut raven itu memang sengaja tidak menyambut kehadiran gadis yang sekarang sudah ada di sampingnya.

"Sa,,, Sasuke-kun,,," suara Sakura keluar lirih. Sasuke masih tak bergeming.

Anak Fugaku Uchiha itu tetap diam, mata onyx-nya menatap tajam pada pangkal tiang lampu taman di tengah kolam yang memang ada di depan teras itu. Entahlah, sejak kapan Sasuke Uchiha sudi menatap tiang lampu (yang baginya tidak pernah dianggap penting) itu, bahkan Sasuke tidak pernah mau mengganti bola lampunya yang sudah lama padam.

"Sasuke-kun,,," ulang Sakura lagi.

,,,

,,,

"Sas-,,,"

"Kau dari mana saja Sakura?" kata-kata Sakura terpotong oleh pertanyaan pemilik mata onyx tersebut.

"A,,,aku,,,"

"Punya urusan penting sekali ya, sampai tidak sempat memberitahuku?" lagi-lagi Sasuke memotong ucapan Sakura. Matanya masih menatap ke depan, tatapan yang begitu dingin.

"Gomen Sasuke-kun,aku,,," suara Sakura keluar lirih. Dia menunduk, takut kalau tiba-tiba Sasuke menatapnya.

"Gawat,gawat,gawaat,,, Sasuke-kun sepertinya benar-benar ngambek. Aku harus bilang apa nih?" inner Sakura ikutan comment, membuat otaknya menjadi tambah bingung harus bicara apa. Meski lama berpikir keras, tapi tetap saja kepalanya tak menghasilkan apa-apa.

Sampai akhirnya,,,

"Terpaksa deh,,," rupanya Sakura sudah punya ide yang cemerlang, terlihat dari bibirnya yang mulai tersenyum atau lebih mirip menyeringai.

Sesaat kemudian dia sudah berdiri di depan Sasuke, menatap mata onyx dengan puppy eyes setengah nakal. Tapi si Uchiha itu malah memalingkan mukanya.

"Sasuke-kun,,, apa yang harus kulakukan biar kau tidak marah lagi?" bisik Sakura mesra.

...

Kepala Sasuke tetap tak bergerak, apa memang lehernya sudah kaku seperti besi?

"Sasuke-kun,,," bisik Sakura lagi,sambil lebih mendekat ke tubuh pemuda itu, kepalanya pun makin mendongak.

Hembusan nafasnya hangat menerpa leher Sasuke, membuat muka pemuda itu memerah, entah karena blushing,atau malah makin jengkel? Dia menatap Sakura, membuat muka mereka semakin dekat. Desah nafas mereka beradu, bercampur menjadi satu. Gadis pink itu pun semakin mendongakkan mukanya, hingga bibir mereka semakin kehilangan jarak hingga tinggal selebar jari telunjuk. Sakura segera memberi senyuman manis plus mesra, dia yang tak ingin membiarkan Sasuke kembali memalingkan mukanya seperti tadi.

Dan hasilnya,,,

Sasuke perlahan menggerakkan kepalanya, agak miring, lalu turun, dan,,,

Kedua bibir itu pun bertemu, saling bersentuhan. Menimbulkan getaran-getaran yang menjalar ke seluruh tubuh keduanya, membuat Sakura memejamkan mata emeraldnya. Pemuda itu mengulum bibir pink sang gadis, lalu memainkan dengan penuh perlahan. Sejurus kemudian dia menghisapnya, sambil sekali-kali menggigit bibir sexy itu. Sakura tidak tinggal diam, dia membalas semuanya dengan penuh gairah. Lidah mereka mulai menerobos masuk, saling menari dan memilin, seakan mencari-cari sesuatu. Tubuh mereka sama-sama mulai memanas saat Sasuke menggigit lidah gadis itu, membuat Sakura sedikit mendesah. Tangan Sakura bergerak melingkar ke pinggang kekasihnya, memeluknya erat, membuat tubuh mereka benar-benar merapat. Pelukan itu semakin merapat, seolah Sakura memang tak mau melepaskannya.

Sasuke merasakan sesuatu yang lunak menyentuh dadanya, masih terasa hangatnya meski terhalang baju mereka. Dengan masih memagut dan memainkan bibir Sakura, perlahan tangan kiri Sasuke pun bergerak, meraba benjolan kenyal di dada gadis itu. Sejenak tangan itu sedikit meremas-remasnya, lalu masuk ke sela-sela kancing baju Sakura. Kembali diremasnya benda kenyal dan hangat itu dengan lembut, lalu memilin-milin ujungnya. Dia rasakan benda itu semakin kenyal dan mengeras, menandakan bahwa Sakura sudah benar-benar menikmatinya.

"Ssshh,,, Sasuke-kun,,," desah Sakura setengah menggelinjang dan nafasnya mulai tidak beraturan.

Tak cukup sampai di situ, tangan kanan Sasuke mulai meraba perut Sakura yang mulus dan padat, kemudian bergerak turun perlahan. Ujung jari-jarinya mencoba masuk ke dalam celana Sakura, berusaha mencari celah untuk bisa meraba lebih dalam lagi, menuju pada organ paling sensitif milik Sakura yang sudah mulai basah.

"Huhh,,, kau memang wanita membosankan!"

TBC


Huft,,, akhirx slesai jg chap 2 *meski makin ga keruan *

Maap2 law fic-na msh tetep amburadul n ga pny liku2.

Yg berharap lemon, sabar dulu yow hehe,,, tadi cuma pemanasan wkwkwk.

Gomen lw feel n conflicx jg ga dpt2. Pengennya sih ad di chap ini, tp kuk jadi ky gini? Q usahain kturutan di chap 3'nya.


Saatna bls repiu:

- Fidya:

arigatou bwt nilaix hohoho author msh ngrasa ga pnts ne *bo'ong! * author: aq ju2r oey,dasar inner durhaka! *. Da qtulis d warning tu. Soal misstypo,senpai pasti da teu masalahna hehe * ngebela diri hehe,adooh pengacaraq kemana se kuk ga dtg2? *. Ne da update meski kurang kilat *maklum ga ada mendung,jd ga ad kilat(?)*. Tng aj,author msh punya lapangan bola kuk bwt nampung kritik n saran,so jgn lp kritik teruz yow,,,

- Ridho:

so pastee LEMON TEA ASLEE,tng aj dijamin ada kuk * authorx sng mesum hahahaha *

- Karin:

tangkiu,tangkiu 109 x. U're once of my fav author * ketawa2,lompat2,nungging,dll saking girangx *. But i'm so sory, author very2 weak in ideas,imaginations n skills to make feel development yg 'menusuk'. may u give me lessons about that? I'm absolutely want it * weleh2,my english kocar-kacir :P *. Joke'na da q usahain lbh 'bertempat'. Anyway,,, tetep kasih saran yaaa..!

- Night:

Lengkap ne repx hehe. Waah author lom faham ne ttg 'canon',jd ga ngarti salahna ndek mana,pliss ask me about that * hahahay dasar malu2in, lom ngarti apa tp ud brani2x bkin fic,dasar modal dengkul. D'ryuga: biarin,kan nti di kasih teu ma para senpai (hehe ngarep) *. Waw,Ryu msh lom teu ne nti Hina jd ma cp. Ne da update,gmn hasilna? Rep lg yaaaw,,,


ayo,, repiu, repiu, repiu,,,

flame juga ga apa2,tp jgn TERRLALU *Rhoma mode on*


Special thank's 4:

- Hiruma Mey-chan 4 introduced fanfic 2 me.

- OfficeSuit v4,6 (n developer of course),my Nokia N80,Gmail,n Yahoo!mail.