Beautiful Dancer
Chapter 2 : Is this so called love?
Forward
"kau tidak pernah menghayati tarianmu. Itulah yang membuat tarianmu tidak sehebat temanmu yang lain. Jadi, maaf saja kau masih harus trainee. Kau tidak bisa berdampingan dengan SHINee untuk debut tahun ini."
Description
Kim Jongin, seorang namja tampan yang gagal didebutkan setelah 3 tahun traine dikarenakan kurang menghayati tariannya. Namun, apa yang akan terjadi apabila ia melihat seorang namja manis yang sedang menari sendirian ditaman rahasianya dalam keadaan hujan deras?
Character
EXO, Kim Jongin, Oh Sehun, dll
.
.
.
Previous Chapter
"oh ya, kita belum berkenalan. Namaku Sehun, Oh Sehun. Kau?" ucap sang namja manis yang ternyata bernama sehun. Nama yang manis untuk seorang namja yang manis pikir jongin. Ia bahkan tidak sadar apabila ia mengucapkan hal tersebut kepada sehun. Jongin pun dengan segara membelalakan matanya. Ia sungguh tidak sadar apabila ia mengucapkan hal tersebut kepada namja yang baru saja ia temui.
.
Normal Pov
Matahari nampak sudah mulai meninggi, kali ini ia tampak menyinarkan sinarnya dengan cerahnya. Burung burung gereja pun sudah mulai berkicau. Namun, masih tampak seorang namja yang dengan nyamannya masih bergelut dengan selimutnya. Namja itu pun sepertinya mulai terusik dari tidurnya dikarenakan terangnya sinar matahari serta kicauan burung burung gereja.
Ia pun mulai bangkit dari kasur tersebut. Namun, baru selangkah ia pun sudah merasa bingung dikarenakan dimana tempat ia berada sekarang. Ia pun mulai teringat insiden kemarin di taman. "Ini pasti rumah jongin" pikir sehun dalam hati. Ia pun memutuskan untuk mencari jongin. Namun, namja yang dicaranyi tidak ditemukan. Akhirnya ia pun duduk di sofa untuk menonton. Ia tidak menyadari jika namja yang dia cari berada tepat dibelakangnya.
"BAAAAAAAA!"
"KYAAAAAAAAA"
Dan kalian bisa menebak apa yang terjadi. Yup, jongin yang berusaha menageti sehun pun justru mendapatkan tamparan dipipinya dikarenakan ketidaksengajaan sehun saat ia merasa kaget -_-.
"appo~ aish tamparan mu benar benar menyakitkan." Ucap jongin sembari merintih dan mengelus pipinya yang baru saja mendapat tamparan dari sehun.
"m-mian, a-aku bbenar benar tidak sengaja. Habis kau iseng sekali sih, aku kan jadi tidak sengaja menamparmu." Ucap sehun sambil menundukan kepalanya. Jongin yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil. Namun, tiba tiba ia justru mengubah senyum diwajahnya menjadi sebuah seringaian kecil.
"hm, bagaimana yah? Tamparanmu membuat pipiku sakit sekali. Sebenarnya ada sih 1 cara yang pasti bisa membuat sakit di pipiku ini menghilang. Tapi, sepertinya kau tidak bisa melakukannya." Ucap jongin dengan seringaian kecil di bibirnya. Sehun yang polos itu pun justru malah menanyakan cara yang bisa ia lakukan untuk mengurangi rasa sakit di pipi jongin. "ya! Katakan padaku cara menghilangkan rasa sakit dipipimu~" ucap sehun yang membuat jongin semakin melebarkan seringaiannya.
"hmm, kau yakin kau bisa melakukannya? Aku tidak yakin sebenarnya" ucap jongin yang membuat sehun semakin penasaran. "cepat kata-" "dengan mencium pipiku" ucap jongin sambil menunjuk pipinya dengan tangannya sendiri. "apa?!" "ayolah aku yakin kau mendengarnya dengan jelas" ucap jongin dengan membuat wajahnya sepolos mungkin.
"yaaa! Mana bisa seperti itu?!" tanya sehun dengan perasaan bingung dan gugup yang menguasai dirinya. "haaahh~ tuhkan kau memang tidak bisa melakukannya." Gumam jongin dengan nada yang dibuat buat sepasrah mungkin.
CHU~
BLUSH
Akhirnya sehun yang terus digoda pun mencium pipi jongin. Walaupun perasaan malu menguasai dirinya tapi jonginlah yang memintanya. Dan tentu saja sebagai orang yang telah bersalah ia harus melakukan apa yang jongin perintahkan kepadanya. Dan yah beginilah mereka. Masih tidak mau atau lebih tepatnya masih tidak berani memandang satu sama lain. Jongin yang sebenarnya hanya berniat untuk bercanda pun hanya bisa memerah. Ia tidak tau kalau sehun akan benar benar melakukannya.
"hmm, ah! sehun aku sudah membuatkan sarapan untukmu dan aku minta maaf untuk yang kemarin." Ucap jongin memecah keheningan yang ada. "ah, aku yang seharusnya minta maaf kepadamu. Jika saja kemarin aku tidak ketiduran aku pasti tidak akan merepotkanmu." Balas sehun dengan malu malu. "ahh, tidak tidak. Kau sama sekali tidak membuatku repot. Justru aku senang karena ada yang menemani."
"ng, begitu ya.."ucap sehun dengan termenung.
"ya begitulah, ngomong ngomong soal yang kemarin, kau latihan dimana agar bisa menari sehebat itu?" tanya jongin penasaran, pasalnya ia tidak pernah melihat seseorang menari semempesona sehun kemarin.
"ahh, kakakku yang mengajarinnya." Ucap sehun dengan wajah murung. "oh begitu." Jawab jongin yang pasalnya tidak peka akan perasaan sesorang.
"ne, waeyo?" ujar sehun "ah tidak hanya saja tarianmu begitu… mempesona" ucap jongin dengan berblushing, sehun yang mendengar pernyataan jongin pun juga berblushing dengan malunnya.
"aahh, beigtu ya. Kalau begitu kau ingin ku ajari?" tanya sehun dengan senyuman manis bertengger di wajah manisnya.
"eh? t-tidak apa-apa?" ucap jongin tergugup gugup, pasalnya mereka baru mengenal satu sama lain hanya dalam sehari, namun entah kenapa jongin merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya.
"tentu saja, anggap saja ini sebagai balas budi karena membawa ku ke apartment mu hehehe" ucap sehun dengan tertawa polosnya."ah, baiklah. Aku mau"
