Chapter 2 : Cooperation

Daerah Perumahan Elite Konoha City

(At 05.00 p.m)

Langit sudah mulai berwarna semerah lembayung ketika kesepuluh agen muda itu tiba di salah satu rumah di sana. Ino pun turun dari mobil. Ia membuka ponsel flipnya untuk mencocokkan alamat yg tertera di ponselnya pada rumah tersebut. Setelah dirasa cocok Ino memanggil teman-temannya.

"Teman-teman ayo turun. Ini rumahnya" panggil Ino.

"Wah sugoi! Tak kusangka Tsunade no baa-chan baik juga memberi kita tempat tinggal yg mewah" sahut Naruto.

"Iya ya jarang-jarang beliau baik pada kita" kata Sakura menimpali.

"Mendokuse.. bisakah kita masuk sekarang? Aku ingin tidur di kasur yg empuk" keluh Shikamaru sambil menguap lebar.

BUUGG!

"DASAR PEMALAS! Kerjaanmu hanya tidur dan tidur saja!" Temari yg sebal pada Shikamaru akhirnya memukul kepalanya. Shikamaru hanya meringis kesakitan akibat perlakuan Temari.

"Sudah-sudah. Temari kau jangan marah-marah nanti cepat tua lho! Kerutan di wajahmu akan muncul nanti sebelum kau berumur 30 tahun" kata Ino sambil menceramahkan resep kecantikannya.

"Kau juga Ino! Temari masih 18 tahun mana mungkin berkeriput" kilah Tenten tiba-tiba.

"Su..sudahlah mari kita masuk" lerai Hinata

"Baiklah" kata mereka sambil berjalan memasuki rumah mewah itu. Tanpa mereka sadari ada seseorang berbaju hitam yg mengawasi mereka di balik pohon yg tak jauh dari sana.


.

ミッション?行為みましょう!

(Mission? Let Us in Action!)

By Kireina Yume

Diclaimer Masashi Kishimoto

Rated : T(Teen)

Genre : Adventure/Friendship/Romance(maybe)

Pairings : Sasusaku, SaiIno, Naruhina, Nejiten, Shikatema

Warning : Typo(s), OOC, Gaje, dll

.

Chapter 2 : Cooperation

Flashback

Melody Café

(At 02.30 p.m)

Sepulang sekolah Sakura, Ino, Hinata, Tenten, dan juga Temari akan bertemu dengan agen rahasia yg akan bekerjasama dengan mereka di café ini. Begitu bertemu dengan para agen itu mereka langsung menghampirinya.

"Untuk seminggu ini apakah kita akan mencari informasi tentang musuh" Tanya Sakura.

"Untuk mencari informasi sepertinya akan butuh waktu tiga minggu" sahut Neji.

"Benar. Mengingat musuh kita bukan orang sembarangan kita harus teliti dan hati-hati" tambah Shikamaru.

"Baiklah"

Disela-sela percakapan mereka ponsel Ino berbunyi. Mereka semua menengok ke arah Ino.

"Ah gomen. Aku angkat telpon sebentar" kata Ino yg sedikit terkejut.

"Moshi moshi" sahut Ino.

"Oh Ino! Ini aku" sahut suara wanita dewasa di seberang sana.

"Ah Tsunade-sama"

"Kalian sudah bertemu dengan anak buah Jiraiya itu?" Tanya Tsunade.

"Iya. Sudah. Sudah" kata Ino tidak jelas.

"Kalau begitu kalian pasti sudah berkenalan. Oh iya Ino agar kalian gampang mendiskusikan rencana, kalian akan tinggal satu rumah"

"Iya…Na..NANI!" teriak Ino kaget. Semua orang yg ada di café menatap Ino karena teriakannya yg keras. Setelah meminta maaf Ino pun melanjutkan percakapan dengan atasannya itu.

"Kenapa harus satu rumah Tsunade-sama?" Tanya Ino memelas.

"Tidak apa-apa kan? Lagipula aku sudah mempersiapkan rumah untuk kalian dan hari ini juga kalian pindah. Nanti alamatnya aku kirim lewat e-mail. Sudah ya, jaa~!" kata Tsunade enteng.

"H..halo Tsunade-sama" Tanya Ino. "Yah mati" keluhnya.

"Ada apa Ino?" Tanya Tenten.

"Tsunade-sama menginginkan kita tinggal satu rumah" katanya lesu.

"Kita berlima?" Tanya Sakura.

"Bukan. Kita –" tunjuk Ino pada dirinya sendiri, Tenten, Hinata, Sakura, dan Temari. "–dan mereka" katanya lagi sambil menunjuk Sasuke dkk.

"Nani!" teriak mereka.

"Stt.. Jangan keras-keras! Untung tidak ada yg dengar" kata Ino mengingatkan.

"Baiklah sekarang kita menuju ke rumah itu" sahut Sasuke.

"Tapi kita tidak bawa mobil" kata Sakura.

"Pakai mobilku" jawab Sasuke.

Setelah membayar makanan yg mereka makan, mereka pun meninggalkan café tersebut.

End of Flashback


.

.

.

"Hua aku capek sekali!" keluh Tenten sambil menghempaskan badannya ke sofa ruang santai. Saat ini Tenten dkk sudah pindah ke markas baru mereka. Tidak bisa disebut markas juga, mengingat ini adalah rumah yg berada di kawasan elite. Entah apa rencana Tsunade menempatkan mereka di rumah mewah seperti ini. Bukankah malah menimbulkan kecurigaan?

"Untung besok hari minggu ya Ten-chan" sahut Ino.

"Iya untung deh. Eh besok shopping yuk!" ajaknya tiba-tiba.

"Kau sakit Tenten-chan. Tumben kau mengajakku shopping?" Tanya Ino tidak percaya.

"Ya sekali-sekali kan tidak apa-apa. Kalau tidak mau ya sudah" jawabnya ketus.

"Eh jangan begitu, donk. Jadi ya? Jadi ya?" mohon Ino sambil menangkupkan tangannya.

"Iya deh"

"Kalian tidak boleh shopping" tiba-tiba terdengar suara pemuda di belakang mereka.

"EH!" sontak mereka menoleh ke belakang. Terlihat sesosok pemuda berambut coklat panjang yg sedang melipat tangannya.

"K..kami ingin shopping Neji-san. Boleh ya?" bujuk Ino sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.

"Tidak. Besok kita akan melanjutkan mencari informasi" katanya lalu pergi meninggalkan mereka.

"Hoy Ten-chan! Sifatnya berbeda ya dengan Hinata. Mereka kan sepupu" bisik Ino pada Tenten.

"Iya dia itu ketus, ya tidak juga sih. Cuek, ah tidak juga. Intinya dia itu sedikit ingat lho 'sedikit' menyebalkan" tambah Tenten.

"Hoy aku mendengar pembicaraan kalian" kata Neji dari arah dapur.

"HII!" sontak kedua gadis tersebut kabur lari ke kamar mereka yg tak jauh dari ruangan itu.


.

.

.

.

.

Sasuke sedang berada di kamar barunya sembari mencari data-data tentang Orochimaru. Raut mukanya terlihat serius. Tiba-tiba pintu kamar diketuk.

Tok Tok Tok

"Sasuke makan malam sudah siap" terdengar suara seorang gadis di depan kamarnya. Pemuda itu langsung beranjak dari tempat tidurnya. Kakinya melangkah ke arah pintu kamar. Dibukanya pintu itu. Matanya menangkap sesosok gadis berambut merah muda yg mengenakan dress santai lengan pendek berwarna baby pink. 'Manis' batinnya. Lalu ia tersadar.

"Aku akan segera menyusul"

"Baiklah. Sebaiknya kau cepat karena semuanya sudah berkumpul" kata gadis itu sambil beranjak pergi menuju ruang makan. Iris onyxnya memperhatikan gadis itu pergi. Ia pun kembali masuk ke kamar untuk melanjutkan mencari informasi sebentar. Sesaat ia melihat sekilas bahwa ada organisasi yg mengicar Orochimaru juga. Akatsuki. Dia baru dengar organisasi itu. Ia pun mencoba melihat informasi organisasi itu dari ketua dan anggota. Matanya melebar ketika melihat nama yg tertera pada informasi itu. 'Uchiha Itachi?'


.

.

.

.

"Ne, ne, apa menu makanan malam ini?" Tanya Naruto riang.

"Um.. yakiniku dan soba" jawab Hinata.

"Apakah tidak ada ramen?" kata Naruto berharap.

"Kita hanya belanja sedikit. Lagipula apa bedanya ramen dengan soba? Kan sama saja" kata Ino.

"Sudahlah Naruto, makan saja yg ada. Masakan Hinata enak, kok" gumam Tenten sambil menyumpit yakiniku. Naruto pun mulai mengambil sumpit dan mencicipi soba buatan Hinata.

"Oishi!" puji Naruto. "Masakanmu sangat lezat Hinata-chan. Kau akan menjadi istri yg baik suatu saat nanti" gumamnya sambil tetap menyantap masakan Hinata. Pipi Hinata merona merah.

"Na..Naruto-kun" gumamnya lirih. Dirinya merasa senang dipuji Naruto.

"Hey, hey lihat gara-gara kau Hinata jadi begitu" tunjuk Temari kepada Hinata yg pipinya sudah semerah tomat.

"Nani? Kau kenapa Hinata-chan? Mukamu memerah. Kau sakit?" Naruto menghentikan acara makannya. Ia menyentuh dahi Hinata menggunakan punggung tangan. "Tidak panas" gumamnya bingung sementara Hinata menahan dirinya mati-matian agar tidak pingsan.

"Ck..baka. Sudah jangan menyentuh sepupuku terus!"geram Neji yg sepertinya tidak terima sepupu kesayangannya disentuh Naruto.

"Gomen, gomen" kata Naruto sambil memasang muka masam karena dibentak Neji.

"Sudahlah Naruto. Neji sedang menderita penyakit sister-complex" Sai yg dari tadi diam akhirnya ikut berbicara. Naruto yg mendengar ucapan Sai hanya tertawa sedangkan Neji pura-pura tidak mendengar dan tetap melanjutkan acara makannya.

"Ngomong-ngomong Sasuke mana?" Tanya Shikamaru.

"Oh Sasuke bilang dia akan kesini sebentar lagi" jawab Sakura. Detik kemudian orang yg dibicarakan pun tiba di ruang makan dan langsung duduk di kursi.

"Yo 'Teme'! Makanlah. Masakan Hinata-chan sangat enak" kata Naruto tanpa melirik sedikitpun pada Sasuke karena sibuk memakan masakan Hinata.

"Teme?" kata Sakura bingung.

"Itu panggilan sayang Naruto untuk Sasuke" kata Shikamaru. Sakura melirik ke arah Sasuke. Pemuda itu hanya makan dalam diam. Tak tahu mengapa suasana menjadi hening saat Sasuke tiba. 'Ah, mungkin hanya perasaanku saja' pikir Sakura.

"Hei!" kata Sai memecah keheningan. Semua orang di ruangan itu menoleh ke arah Sai termasuk Sasuke. "Bagaimana kalau kita menonton film sehabis makan malam ini?" Tanya Sai kepada mereka semua.

"Sugoi! Film apa Sai-kun" Tanya Ino girang. 'Sejak kapan Ino memanggil Sai dengan embel-embel kun?' kata mereka –minus Said an Ino- dalam hati.

"Film horror Ino-chan" jawab Sai sambil tersenyum. 'Sejak kapan juga Sai memanggil Ino dengan embel-embel chan' pikir mereka lagi.

"Ah kenapa harus film horror?" Tanya Naruto memelas.

"Cih bilang saja kau takut, Dobe" kata Sasuke sambil tersenyum meremehkan.

"D..Dobe?" Tanya Hinata bingung.

"Panggilan sayang Sasuke untuk Naruto" kata Neji menjawab kebingungan sepupunya itu.

"O..oh"

"Hei Neji jangan asal bicara aku tidak menyayanginya" marah Sasuke sambil menunjuk Naruto tepat dihidungnya.

"Woy teme janganmenudingku sembarangan" kata Naruto.

"Mendokuse. Jangan bertengkar seperti anak kecil" lerai Shikamaru yg melihat Naruto dan Sasuke adu deathglare.

"Ayo kita nonton film!" ajak Ino semangat.


.

.

.

.

"Hiks,, hiks seram sekali" kata Ino yg masih sesenggukan karena melihat film horror yg katanya seram itu.

"Sudahlah Ino-chan tidak usah di ingat-ingat lagi" kata Sai sambil menepuk pundak Ino.

"Sakura? Hey Sakura?" panggil Sasuke sambil menggoncang pelan bahu Sakura. Sakura hanya mematung. Entah kenapa setelah menonton film itu Sakura jadi diam mematung.

"Sasuke" panggil Sakura lirih dengan nada yg datar. Sasuke hanya menoleh.

"Kaset itu. Buang kaset itu" kata Sakura lagi.

"Hn?" gumam Sasuke bingung.

"Buang kaset itu sekarang!" teriak Sakura kalap.

"Sakura tenanglah. Eh Sasuke gomenasai, Sakura sebenarnya trauma lihat film horror" kata Tenten yg datang lalu mengelus punggung Sakura. "Ehm, bisakah kau menjauhkan kaset itu dari Sakura?" Tanya Tenten. "Hn, baiklah" kata Sasuke yg masih bingung akan perubahan sikap Sakura.

"Woy Nanas! Jangan tidur terus!" teriak Temari tepat di telinga Shikamaru.

"Ck..mendokuse! Kau berisik sekali!" keluh Shikamaru sambil menutup telinganya dengan bantal.

"Huaa! Hinata-chan kau kenapa pingsan" teriak Naruto panic. Semuanya langsung menoleh ke arahnya. "Kau apakan sepupuku Naruto!" marah Neji sambil menghampiri Naruto.

"Dia pingsan sendiri kok" kata Naruto yg tidak terima disalahkan.

"Hinata kan tidak bisa nonton film horror" kata Ino.

"Ya sudah kita bawa Hinata ke kamarnya. Lalu kita semua tidur. Besok kita harus melanjutkan misi" beritahu Sasuke.

"Baiklah" jawab yg lainnya.


.

.

.

.

"Sekarang apa yg kita lakukan?" Tanya Naruto.

"Apa ya?" gumam Sai.

"Siapa yg mengajak kita kesini?" Tanya Neji.

"Naruto" kata Sasuke sambil melirik sinis ke arah Naruto.

"Mendokuse. Kita ini mau menjalankan misi atau main di taman hiburan sih?" geram Shikamaru. Dirinya kesal karena mereka tidak melakukan apa-apa disini. Bayangkan saja seorang agen rahasia malah jalan-jalan ke taman hiburan.

Flashback

"Jadi pencarian kita kemana dulu?" Tanya Neji.

"Aku belum memikirkannya" kata Sasuke datar.

"Hah! Lalu kita mau apa?" pekik Ino.

"Eh..eh bagaimana kalau kita ke taman hiburan?" usul Naruto.

"Buat apa Naruto?" Tanya Tenten.

"Biasanya kan kalau di cerita, saat kita sedang bersenang-senang tiba-tiba terjadi pembunuhan dan kebetulan pembunuh itu adalah target yg kita cari" hayal Naruto.

"Cerita detektif maksudmu?" kata Temari malas.

"S..seperti Sherlock Holmes?" kata Hinata memastikan.

"Betul sekali Hinata-chan!"

"Baka. Itu hanya cerita, Naruto. Lagipula kita agen rahasia tugas kita memang sedikit mirip dengan detektif tapi kita bukan detektif" jelas Shikamaru.

"Tapi dipikir-pikir usul Naruto bagus juga. Sekarang pasti musuh-musuh mengincar kita. Otomatis mereka juga membuntuti kita" pikir Sakura.

"Baiklah kita ke taman hiburan"

End Flashback

"Ayo kita main rollercoaster itu!" kata Ino semangat.

"A..aku tidak ikut" kata Hinata lirih.

"Oh iya ya. Hinata kan fobia ketinggian" kata Temari.

"Baiklah. Sai-kun ayo kita naik" ajak Ino ceria sambil menggamit lengan Sai. Dan berjalan menjauh.

"Entah perasaanku atau bukan, Sai dan Ino seperti sepasang kekasih ya? Panggilan saja sudah menggunakan –chan dan –kun. Besok mungkin akan berganti –koi atau anata ya?" canda Sakura.

"Kau betul Sakura. Aku juga merasa begitu. Ne, Hinata benar tidak mau ikut?" tawar Tenten pada Hinata.

"Tidak Tenten-chan aku disini saja menunggu kalian" kata Hinata sambil tersenyum lembut.

"Sasuke, Neji-san mau ikut tidak?" Tanya Sakura.

"Hn" jawab Sasuke sedangkan Neji hanya mengangguk lalu keduanya berjalan dulu meninggalkan mereka.

"Naruto ikut?" Tanya Tenten.

"Ah aku bersama Hinata-chan saja disini" kata Naruto sambil megeluarkan cengiran khasnya.

"Baiklah. Jaga Hinata kami ya! Jaa~!" pesan Sakura lalu berlari menjauh bersama Tenten. Temari dan Shikamaru sudah berjalan duluan jadi tidak terlihat.


.

.

.

.

"Antreannya panjang sekali" kata Ino. Ia baru sampai ke tempat antrean pembelian tiket untuk naik rollercoaster. Suasana ramai menghias di sekeliling mereka. Terdengar juga teriakan kesenangan orang-orang yg sedang menaiki wahana tersebut.

"Daijobu Ino-chan. Antreannya tidak begitu panjang kok" kata Sai menenangkan.

"Ayo kita mengantre sebelum diserobot" ajak Sakura.

"Ayo!"

"Ino! Sakura! Matte!" susul Tenten.


.

.

.

Saat ini Naruto dan Hinata sedang duduk di kursi taman sambil mengobrol ringan. Walaupun yg mengajak ngobrol Naruto dan ditanggapi Hinata dengan senyuman atau tertawa kecil.

"Hinata-chan apakah kau haus?" Tanya Naruto.

"I..iya" jawab Hinata lirih.

"Sebentar ya akan kubelikan minum"

"Eh tidak usah, Naruto-kun" cegah Hinata.

"Daijobu Hinata-chan. Aku pergi dulu sebentar kau jangan kemana-mana ya!" kata Naruto sambil berlari menjauh. Hinata hanya tersenyum lembut. Mata lavendernya menatap punggung pemuda ceria itu.

Tiba-tiba ada tangan seseorang yg menarik tubuhnya. Pupil lavendernya mengecil menandakan keterkejutannya. Hinata mencoba berteriak. "KYAA! KYA –Mmm" tapi mulutnya sudah terlanjur dibekap dengan saputangan yg sudah dibubuhi obat bius.


.

.

.

.

.

"Aku ingin lagi!" kata Ino ketagihan. Ia menjadi ketagihan menaiki rollercoaster karena menurutnya wahana itu sangatlah seru.

"Iya benar aku ingin lagi!" sahut Tenten.

"Aku juga!" tambah Sakura dan Temari.

Sai, Sasuke, Shikamaru, dan Neji hanya menatap keempat gadis itu dengan pandangan malas. Apakah mereka tidak lelah menaiki rollercoaster yg berkecepatan tinggi itu? Jujur saja sebenarnya Sasuke sedikit mual. Tapi demi menjaga image coolnya itu dia tetap berekspresi datar.

"Eh nona-nona!" panggil Sai. "Bagaimana kalau kita kembali ke tempat Naruto dan Hinata. Kasian mereka menunggu kita" katanya mengingatkan.

"Oh iya ya. Ayo kita kesana!" ajak Neji. Neji pun berjalan ke tempat Naruto dan Hinata diikuti oleh Sasuke, Shikamaru, Sai, Tenten, Ino, Sakura, dan Temari.

Sesampainya disana mereka melihat Naruto sedang berjalan kesana kemari sambil memasang wajah yg khawatir. Tersadar akan kehadiran teman-temannya, Naruto langsung memanggil mereka dengan nada panik.

"Gawat! Gawat teman-teman!" pekiknya histeris.

"Jelaskan dulu Naruto ada apa?" Tanya Shikamaru menenangkan.

"Hinata-chan.. Hinata-chan" katanya bingung untuk menjelaskan. Mendengar nama adik sepupunya disebut, Hyuuga Neji menjadi ikut panik.

"Ada apa dengan Hinata?"

"Dia..dia diculik!"

つづ

(Tsuzuku/To Be Continue)


Author Note (A/N)

Gomen minna. Yume minta maaf ya kalau chapter ini minim deskripsi dan agak aneh.

Sekali lagi Yume minta maaf ya. Buat readers yg udah review kemarin makasih banget lho.

Yume gak nyangka fic Yume dapet respon positif.

Nah sekarang saatnya bales review :

Tachibana ikki cielers

Wah kamu belum baca toh? o.O . Tapi gak papa deh mudah-mudahan kamu suka ya ceritanya. Makasih buat reviewnya. Berminat review lagi?

Chaos Seth

Eh jangan panggil senpai donk. Kan aku masih author pemula. Btw makasih ya reviewnya. Review lagi ya!

Aiko Uchiha

Wah pair favourit kamu ya? Kebetulan ya. Makasih udah review. Jangan lupa review lagi!

Yuki-hime Hikaru

Senpai? Panggil Yume aja ya. Masih newbie nih. Gomen gak bisa update kilat. Tapi sekarang dah update kan. Masalah Ino kaget udah ada di chapter ini. Makasih buat reviewnya!

Yamanaka Chika

Iya nih Chika. Kebiasaan suka ngutang fic =3= . Lagi galau nih mau nglanjutin SIM apa gak. Btw Chika sendiri juga ngutang kok#peace ^^v. Sankyu dah review!

HyuuShiina-san

Ini udah update. Makasih ya reviewnya!

KarinHyuuga

Yoroshiku ^^ . Ini dah update. Thanks for RnR ya!

Rara-chan

Makasih udah review!

Uchiha Itu Sasuke

Makasih udah review!

Ice Cream Blueberry

Nama kamu bikin aku jadi pingin makan Ice Cream#plakk apaansih? . Soal agen sama mata-mata sih setau aku sama ya. Ini dah update. Thanks for RnR!

Kirana Shu

Salam kenal juga. Makasih udah RnR!

HyuTen-chan

Gomen gk bisa update kilat. Bikin kamu penasaran ya? Ini dah update jadi kamu gk penasaran lagi. Thanks for RnR!

Yosh! Yume udah balesin review satu-satu. Bagi yg udah review berminat review lagi?

*$REVIEW!$*

Sign

Kireina Yume

(8 May 2012)