Marriage Stuff
.
.
.
A Naruto Fanfiction
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto*Paman, aku beli ya Characternya!*di sandera*
Present by Mystical Gold
.
Genre: Romance, Drama, Comedy(Insyaallah)
.
Cast:
{Uchiha Sasuke & Haruno Sakura}
Rated: T (Jujur, belum pernah bikin yang rated tinggi!)
.
.
Let's a Story Begins
.
.
Chapter 2
"Fashion terbaru, hubungan asmara, sapaan khas-Ah salah! Seharusnya itu yang pertama! Baiklah, aku ulangi, sapaan khas, trend fashion baru, hubungan asmara, job murah-ah aku lupa! Seharusnya ada selingan politik juga!" Artis cantik ini tengah menghafal atau tepatnya meracau sesuatu yang ada di kertasnya.
Ia menghela nafas pasrah. Ruang manager yang sepi menjadi tempat singgahnya saat ini. "Ahh, ini pasti akan menjadi rumit! Kenapa aku harus menghafal banyak sekali?! Tuhan, kapan ini akan berakhir?!" Rutuk gadis ini sembari melempar kertas yang ia pegang kemeja didepannya.
Haruno Sakura mengipas kipaskan lehernya dengan tangannya sendiri pertanda ia lelah sekaligus kepanasan. Padahal Air Conditioner sedang menyala sekarang ini dengan tingkat dingin tertinggi.
"Astaga! Astaga! Aku butuh ice cream!" Ucap Sakura dengan pelafalan ice cream ala bule belanda (Ice Cream=baca: Aish Krhimm). Sakura tiba tiba mengangguk dengan cepat. "Ya! Pasti karena tidak ada ice cream! Astaga! Aku pasti dehidrasi! Bagaimana ini?!" Sakura bergerak gerak kelabakan sambil memegangi kepalanya.
Sakura mulai mengecek handphonenya. Dia sedang mencari nomor delivery ice cream. Jari lentiknya menekan salah satu nomor.
"Hellow! Aku memesan 1 buah ice cream sunday extra super duper plus plus jumbo dengan tambahan extract coklat didalamnya! Tolong kirimkan ke Golden Entertaiment dengan atas nama nona Saku! Cepatlah karena aku sedang dehidra-"
'Um, maaf nona, tapi disini bukan kedai es krim, tapi bengkel mobil.'
"APA?!" Sakura segera mengecek nomor yang ia telpon. Tertera tulisan 'Bengkel yang baik hati'. Nomor telpon bengkel langganannya.
Sakura dengan tengsin setengah mati langsung berkata, "Ah, paman, hari ini cerah ya? Ah, maksudku, dihari yang cerah ini, aku salah sambung! H-haha-ha..."
Pip!
Setelah Sakura tertawa garing ia langsung mematikan sambungan telponnya sepihak. "Jika paman tadi tahu yang menelpon adalah aku, pasti aku sudah bunuh diri disini!" Gumam Sakura. Ia mulai mencari nomor lain dikontaknya.
Apa kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Ya, pulsa seorang Haruno Sakura terkuras habis karena salah sambung berkali kali. Apa aku tidak menyimpan nomor kedai es krim? Batin Sakura. Berikut adalah beberapa toko atau restoran yang salah sambung ditelpon oleh Haruno Sakura:
'Maaf nona, tapi disini adalah tempat servis AC.'
'Dengan Beauty Salon disini, sepertinya anda salah sambung.'
'Heh! Kau ingin pesan daging atau tidak?!'
'Disini memang toko es, tapi sayangnya bukan es krim, melainkan es mambo.'
'Pizza delivery, ada yg bisa dibantu?'
'Kentucky Fried Chiken delivery, ingin paket hemat atau original?'
'Kau mau beli vodka, champagne, wine, atau apa, nona? Atau kau juga bisa langsung kemari dan berdansalah bersalamku! Gemerlap lampu disini dijamin membuatmu nyaman dan tertidur! Aku juga sudah menyiapkan kamar untuk kita, nona.'
PIP!
Sakura dengan kesal menekan simbol berwarna merah dan mematikan sambungan telpon. Apa tidak ada nomor es krim delivery? Dan tolong garis bawahi dan hiraukan saja untuk sambungan telpon yang terakhir itu!
"Sejak kapan aku punya nomor tempat clubbing macam itu? Pasti ini ulah manager bodoh itu!" Gumam Sakura geram pada managernya. "Sepertinya kapan kapan aku harus mencatat nomor telpon kedai es krim disebelah toko ramen itu." Pikir Sakura.
Creeekk..
Pintu ruangannya tiba tiba terbuka dan terlihatlah asisten cantiknya itu. Ya, Hyuuga Hinata.
"Ada apa, Hinata? Apa ada tugas lagi untukku dari manager bodoh itu?" Tanya Sakura.
"Tidak ada. Oh iya, a-apa Sakura-chan masih menghafalkan script itu?" Tanya Hinata. Sakura mengangguk, "ya, apa kau tahu, ini terlalu banyak untuk ukuran satu sekmen! Tapi sepertinya ada sesuatu lain yang ingin kau sampaikan?"
Hinata mengangguk. "Kau pintar, Sakura-chan, ya, ketua agensi Jiraiya memanggilmu ke ruangannya."
"Huh! Dasar kakek tua menyebalkan! Sudah menghadiahi aku sederet list list tidak penting, sekarang ingin apa lagi?!" Kata Sakura blak blakan. Hinata terkekeh pelan, "apa sekarang kau akan memanggilnya Kakek?"
Sakura tertawa pelan. "Itu terlalu bagus untuk kakek itu! Sebaiknya aku memanggilnya Sun Go Kong saja!" Gelak tawa langsung keluar dari mulut Hinata. "Hahahahaha... kau ini, ada ada saja!"
"Sudahlah, ayo keruangannya!" Ajak Hinata setelah beberapa menit berjuang menghentikan tawanya. "Hm!" Sakura mengangguk sembari bangkit dari sofa empuknya.
"Eh, tunggu, Hinata!" Panggil Sakura.
"Hm?"
"Apa kau punya nomor telpon kedai ice cream?" Tanya Sakura.
.
oOo
.
"Sakura-chan, kuharap kau benar benar total untuk melawan lidah pedasnya itu! Aku tidak mau citramu dalam entertaiment hancur!" Nasehat Jiraiya. Sakura memutar bola matanya bosan. Sudah 30 menit dia berada diruangan penuh buku oranye ini, hanya untuk mendengar nasehat nasehat tidak penting dari orang yang ia panggil Sun Go Kong tentu saja dalam hatinya.
"Tapi kakek, aku juga pusing harus menghafal sebanyak itu! Memangnya sekmen aku debat dengannya berlangsung selama 5 jam?" Kata Sakura.
Braaak..
Tiba tiba Jiraiya memukul mejanya membuat Sakura terkejut hingga matanya terpejam. "Tatap mataku!" Sakura membuka matanya dan menatap mata kakek tua itu.
Jiraiya menawamkan matanya, "Apa kau bilang tadi?! Kakek?! Hey! Walau rambutku sudah memutih tapi jiwaku masih muda!"
"Terserah kau mau bilang apa. Yang jelas umurmu sudah kepala 5 dan pantas dipanggil kakek oleh gadis berumur 16 tahun sepertiku!" Sakura menatap arloji ditangannya. "Ah, kakek, aku ingin ice cream! Hinata tidak punya nomor delivery ice cream, dan aku menginginkan itu sekarang! Tapi tenang saja, aku tidak akan menyuruh siapapun untuk membelinya! Aku akan kesana sendiri-"
"Apa! Hey! Setelah insiden kau dilabrak banyak wartawan kemarin, apa kau belum kapok juga! Hey! Jika kau mau keluar sebaiknya ditemani Naruto atau asistenmu! Kau! Jangan lupakan script itu! Hey! Kembali!" Teriak Jiraiya saat Sakura berlari begitu saja keluar ruangannya.
"Hahh.. dasar anak itu.. kadang menyebalkan tapi kadang sangat manis!" Gumam Jiraiya dengan senyum yang mangembang diwajahnya.
.
.
"MysticalGold"
.
.
Sakura berjalan mengendap ditembok. Seperti cicak raksasa. 'Walaupun aku sudah memakai penyamaran sekalipun, keberadaan wartawan tidak bisa ditebak!' Batin Sakura yang mengutip dari kata kata pria malaikatnya itu. Orang orang yang melihatnya pasti menganggap Sakura adalah narapidana yang kabur setelah menjambret tas seorang tante tante.
Kini ia memakai kerudung bermotif macan tutul yang ia ikat dibawah dagunya dan tentu menutupi rambut pinky nya, dress hijau tosca polkadot selutut tanpa lengan, sepatu high heels berwarna kuning muda, dan jangan lupakan kaca mata hitam yang selalu ia pakai.
Kaki jenjangnya mengendap untuk mencapai toko ice cream di sebrang jalan. "Sedikit lagi! Aku akan makan ice cream! Jangan menyerah!" Ucap Sakura optimis sambil melayangkan tinju ke udara.
"Hm? Membantu menjatuhkan sirambut merah muda itu?"
Haruno Sakura mendengar sebuah suara yang terpaut 1 meter disampingnya. Rambut merah muda? Menjatuhkan? Astaga! Dia pasti orang jahat yang mau menjatuhkanku! Batin Sakura sambik menengok kesampingnya. Seorang pria berambut merah namun wajahnya seperti seorang anak kecil.
Sakura mengurungkan niatnya untuk segera menyebrang ke toko ice cream. Ia mundur dengan teratur dan bersembunyi disamping tong sampah untuk menguping lebih dalam apa yang sedang dibicarakan orang itu ditelpon.
'Dasar! Aku tahu apa yang kau rencanakan, orang jahat!' Inner Sakura berteriak girang.
"Ya, itu sangat mudah! Tapi aku minta bayaran yang lebih mahal!" Tanpa Sakura sadari, pria tampan itu meliriknya lewat sudah matanya dan terkekeh pelan. Malah ia sengaja mengeraskan suaranya agar Sakura dengar.
'Astaga! Hanya karena ingin menjatuhkanku dia minta bayaran yang tinggi?! Apa dia adalah seorang mafia?! Aduuh.. bagaimana ini?! Aku bisa mati!' Teriak Sakura histeris dalam hati.
'Apa yang harus kulakukan sekarang, tuhan?' Batin Sakura. 'Apa aku harus mencekiknya hingga pingsan sekarang dan membawanya ke kantor polisi?' Khayalan Sakura mulai melayang jauh...
"HIYAAA! PRIA JAHAT! MATI KAU!" Sakura segera melompat dari persembuyiannya dan mencekik leher pria itu.
"Akhh... t-tolooong...!" Rintih pria itu.
Sakura menyeringai serang dan tertawa seperti hantu, "HAHAHAHAHA! RASAKAN ITU!"
...Sakura buru buru menggeleng dengan khayalan bodohnya itu dan kembali ke dunia nyata. 'Bodoh! Tidak! Tidak! Jika aku ketahuan mencekiknya, pasti citraku di dunia entertaiment hancur! Tidak! Aku harus berpikir cara yang lebih halus!'
Tiba tiba ada lampu yang menyala diatas kepala Sakura.
'Aha! Aku akan memergokinya dengan brutal!' Teriak inner Sakura girang. Khayalan Sakura mulai melayang jauh...
"KAU!" Sakura dengan lantang keluar dari persembunyian dan menghampiri pria berambut merah tadi. "KAU INGIN MENJATUHKAN AKU KAN?!"
"M-maaf, aku tidak bermaksud-"
"KAU! JANGAN KIRA MENJATUHKANKU ITU SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN YA! MEMANG APA SALAHKU HAH?! APA KAU ITU HATERS KU?! AKU AKAN MEMENJARAKANMU!" Lantang Sakura sampai pria berambut merah itu jatuh terduduk dan memegang dadanya.
"Hosh... hah.. hah.. a-aku punya.. hosh... penyakit serangan jantung!"
...Sakura mulai tersadar dari khayalan anehnya dan menggeleng keras keras. 'Ya! Tapi bagaimana seandainya dia punya penyakit serangan jantung? Tidak! Tidak! Dia bisa mati! Dan aku tidak mau ada berita 'seorang artis berinisial H-S membunuh pria yang tidak di kenal nya'! Itu sangat tidak lucu!'
Sakura memerhatikan pria merah itu lagi. Pria itu sudah tidak ada disana!
"Astaga! Kemana dia!" Teriak Sakura sambil mencari sosoknya dengan iris emerald yang bergerak tak menentu.
"Kau mencariku, nona?"
"KYAAA!" Sakura berteriak saat mendongkak ke sampingnya ada pria yang ia cari cari. Ya, dia tersenyum dengan menawan disana.
.
.
" "" "" "
.
.
"Hmm! Ice Cream disini memang yang terbaik! Sudah berapa bulan aku tidak makan ice cream ya?" Gumam Sakura sambil menyendokkan ice cream sunday extra coklat dan extra jumbo. Saat ini Sakura tengah makan di cafe ice cream bersama orang yang ia anggap penjahat itu tadi.
Pria berambut merah dengan wajah imut itu tersenyum dan berkata, "sepertinya karena makan es krim kau jadi melupakan pria tampan didepanmu ini."
"Apa? Tampan? Oh iya, kau belum memberitahu kenapa kau ingin menjatuhkanku! Cepat katakan! Kenapa?!" Ancam Sakura sambil menodongkan sendok es krim yang ia pegang.
"Siapa yang ingin menjatuhkanmu? Aku ini adalah Akasuna Sasori, seorang pengacara yang berpihak pada hukum. Menjatuhkan itu sama saja dengan perlakuan tidak menyenangkan secara tidak langsung. Dan apa kau tahu, vonis hukumannya bisa lebih dari 5 tahun." Ucap pria berambut merah tadi yang ternyata bernama Sasori.
"Dengan begitu aku bisa memenjarakan om-om sepertimu! Hm!" Ucap Sakura sembari memakan es krimnya.
"Enak saja mengataiku om-om! Walaupun umurku sudah mencapai kepala 3, bukan berarti aku ini sudah tua! Aku bisa menuntut balik dan memenjarakanmu karena tuduhan tidak menyenangkan!" Balas Sasori.
"Baiklah, paman Pengacara Akasuna!" Ucap Sakura yang dihadiahi delikan tajam dari Sasori.
Nada dering khas merk samsung 'Over the Horizon' terdengar. Ya, ponsel Sasori. Empunya langsung mengangkat telpon tersebut
"Hm? Ya. Aku akan segera kesana untuk mendapatkan bukti terkait."
Pip
Sasori mematikan sambungan telpon dan berkata pada Sakura, "maaf, aku tidak bisa menemanimu lebih lama. Jaksa bernama Konan memanggilku kesana. Tapi aku akan berusaha untuk datang nanti malam ke TS-Award!" Sasori menjeda dan berbisik, "ini adalah kasus pembunuhan."
"Hm!" Sakura mengangguk. "Aku bisa memahami pekerjaan yang berat, apalagi berkaitan dengan hukum. Aku tidak bisa apa apa. Yasudah, lebih baik paman cepat cepat kesana!"
Delikan tajam langsung keluar dari Sasori, "jangan panggil aku paman, om, atau semacam nya! Aku bisa menuntutmu dalam perbuatan tidak menyenangkan!"
"Hahaha... maaf, tuan pengacara!" Setelah itu Sasori bangkit dari kursi dan melambaikan tangannya pergi dari sana.
Setelah semangkuk es krim porsi jumbonya habis, Sakura membayarnya dan keluar dari sana. Angin berhembus kencang diluar sana dan terlihat awan gelap menyapa. Ya, mendung.
Pyuuuuuuuuuhhhh~
Saking kencangnya angin disana, kerudung yang menjadi penutup rambut Sakura terbang.
"Ah, tidak!" Teriak Sakura sambil berusaha menggapai kerudungnya itu.
"Kembali!" Teriak Sakura saat kerudung itu terbang makin jauh. Sakurapun terus saja mengejarnya.
"Kembali! Hey!" Walau tangan Sakura berusaha menggapai kerudungnya, tetap saja angin itu menerbangkan kerudungnya lebih jauh.
"Aku bisa! HIYAAAA!" Dengan segenap raga, akhirnya Sakura melompat dan berhasil menggapai kerudung macan tutulnya itu.
"Akhirnya! Aku dapat!" Pekik Sakura girang.
Ehem! Tunggu! Tapi ini... dimana? Kenapa aku tidak mengenal lingkungan disekitarku? Hey! Aku ada dimana?! Pekik Sakura histeris dalam hati.
Ya, artis cantik ini tersesat sekarang.
"Aku ada dimana?" Gumam Sakura cemas. Memori otaknya berputar pada 7 tahun yang lalu.. saat ia tersesat dan benar benar takut setengah mati.
"Hiks... ibu! Dimana kau? Hiks... aku ada dimana sekarang?" Teriak Sakura kecil yang masih berumur 9 tahun. Air mata mulai menggenangi pipinya. Rasa takut dan cemas begitu besar menyelimuti dirinya. Bibirnya bergetar seiring dengan isak tangisnya.
Baru 5 menit yang lalu ibunya meninggalkan gadis manis berambut bubble gum itu disini. Sakura masih ingat betul kata kata ibunya, 'Jaga dirimu baik baik. Ibu harus pergi. Maafkan ibu! Tapi ibu berjanji, pasti kita akan bertemu lagi!'
Sakura kecil yang tidak mengerti apa apa hanya mengangguk, "memang ibu mau pergi kemana? Boleh aku ikut?"
"Tidak! Kau tidak boleh ikut! Ibu harus pergi!" Dan setelah wanita berambut pirang panjang itu mencium dahi gadis manisnya itu, ia berlari pergi. Sakura yang tidak tahu apa apa malah mengejar ibunya tapi tetap saja, ia tidak bisa menyetarakan langkah kakinya dengan seorang wanita dewasa.
"Ibu! Dimana kau?!" Teriak Sakura kecil yang mulai mencari cari sosok ibunya. Air mata mulai menggenangi matanya. "Hiks.. ini dimana? Apa aku tersesat? Hiks... ibu.. kau dimana?"
Sampai akhirnya Sakura tersadar akan memori menyedihkan dimasa lalunya. Kini orang orang mulai mengerubunginya karena sadar jika ia adalah Haruno Sakura, seorang artis papan atas yang sedang naik daun saat ini.
Sakura menutupi dirinya dari kilatan sinar blitz yang mulai menyala disekitarnya. Untung kaca mata hitam yang ia pakai bisa menutupi jejak air mata dipipinya.
"Nona Sakura, kenapa kau bisa ada disini?"
"Sakura-chan, bolehkah kita berfoto bersama?"
"Haruno-chan, mampirlah kerumahku!"
"Jadi ini yang namanya Haruno Sakura? Wahh.. cantik sekali ya!"
Begitulah bisik bisik riuh dari orang orang di sekitar yang mengerubunginya. Sakura hanya diam tanpa sepatah katapun dan jika banyak orang teliti, sekarang ini Sakura tengah menahan suara tangisannya.
Sakura dengan susah payah berkata, "A-ak-aku... t-tersesat-"
Grep!
Sakura merasakan kini merasakan kepalanya tengah terbentur dada seseorang. Saat Sakura mendongkak, matanya membulat kaget.
"U-uchiha-san..." Gumam Sakura pelan. Malaikat tampan ini telah datang dan perasaannya sangat lega. Kini Sasuke tengah memeluk dirinya diantara kerubungan orang orang. Banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan camera handphone masing masing.
Banyak fans fans Sakura yang menangis histeris disana dan juga banyak orang yang bertanya tanya siapa itu. Ya, Sakura memang takut jika ia tersesat. Entah itu phobia atau apa, tapi ia benar benar takut jika sudah tersesat. Perlahan tapi pasti, ia mulai membenamkan wajahnya didada Sasuke tanpa menghiraukan keadaan ricuh di sekelilingnya. Apapun yang terjadi, Sakura tak tahu karena kesadarannya berangsur angsur hilang dan membawanya ke alam mimpi.
.
M_M
.
BRAKKK..
"Berita apa ini?!" Teriak seorang artis berambut merah menyala yang sensasional. Sebuah iPad bermerk apel digigit ia banting ke lantai dengan cuma cuma. Ya, make up yang sudah dipakai dengan ketebalan 10mm bisa saja ia retakkan dengan sesukanya. Artis yang merupakan musuh terbesar Haruno Sakura untuk nanti malam, Uzumaki Karin.
Sementara itu, asisten sekaligus stylish dari artis itu, Hozuki Suigetsu, dengan wajah setengah memelas ingin menangis, akhirnya meminta pertanggung jawaban dari artisnya ini. Tanggung jawab apa? Tentu saja karena iPad miliknya dibanting begitu saja oleh nona merahnya ini.
Ini semua karena Karin membaca berita terbaru dari Haruno Sakura yang dipeluk oleh seorang pria. Tanggapan baik dari netizen didapatkan gadis berambut pink ini dengan mudah. Walau ada yang mencela, hanya 1 banding 1000.000.
"Hey! Kenapa kau banting! Tidak tahukah kau berapa bulan aku menabung untuk ini?" Kesal Suigetsu sambil memungut iPadnya yang sudah jatuh tidak berdaya dilantai. "IPad kuuu.." dengan gerakan slow motion, Suigetsu mengelus iPad kesayangannya.
"Hentikan! Itu menjijikan!" Ketus Karin. "Apa kau tidak tau betap kesalnya aku?! Bocah tengik itu belum debat denganku saja sudah membuat sensasi saja! Apa dia mau menyaingi aku?! Film nya biasa saja! Dan adegan ciumannya juga lebih bagus di filmku! Apa bagusnya dia?!"
"Kau iri?" Tanya Suigetsu.
"Apa?!" Karin tersinggung dan mengambil sebuah lipstik. Setelah itu, dia mengoleskan lipstik merah itu dibibir Suigetsu dengan asal dan berantakan. Baru saja Suigetsu ingin protes, tapi Karin langsung menyela, "aku tidak mau tahu! Lipstik itu harus kau pakai terus seharian ini! Kalau kau menghapusnya, ponsel barumu akan kuinjak dengan heels ku!"
"Apa apaan kau ini?! Aku sudah baik menjadi asisten dan stylish mu! Apa ini balasannya?! Lain kali akan kubuat rambutmu seperti sangkar babi!" Balas Suigetsu yang langsung didelik tajam oleh Karin.
Breeekk...
Karin merobek begitu saja lengan baju yang dipakainya. Tentu saja Suigetsu menggeram marah, "Karin! Kenapa kau rusak baju itu?! Itu bukan bajumu, itu baju wardrobe! Kita harus ganti rugi nanti!" Teriak Suigetsu.
Karin menyeringai, "ganti bajunya! Aku tidak suka baju yang tertutup seperti itu!"
.
.
)_()_()_(
.
.
"Hinata, kau sudah mencoba menelponnya?" Tanya Uzumaki Naruto. Orang yang ditanya hanya mengangguk, "Tidak diangkat."
Naruto dan Hinata, bahkan seluruh orang agensi tengah mencari seorang artis yang sebentar lagi tampil, Haruno Sakura.
Ding... Dong...
Suara jam dinding menandakan pukul 7 malam. Naruto dengan harap harap cemas menjambak rambut kuning jabriknya dengan kesal. Strees? Pasti. Karena sebentar lagi TS-Award akan tayang dan artisnya akan tampil disana. Tapi apa? Pinky manis itu belum terlihat juga batang hidungnya.
"Kau sudah cek apartmennya?" Tanya Naruto. Hinata mengangguk kembali, "bahkan didalam apartmennya pun tidak ada siapa siapa. Tapi tidak mungkin Sakura-chan diculikkan?"
"Bodoh! Jangan menambah beban pikiranku! Kakek Presdir itu sudah marah marah padaku dari tadi!" Naruto mencoba menelpon nomor Sakura kembali, tetap saja tidak diangkat.
Tiba tiba Hinata teringat sesuatu, "a-apa jangan jangan S-sakura-chan bersama p-pria yang waktu itu menciumnya?"
"Bisa jadi! Tapi aku tidak tahu siapa dia! Aduuh.. ini merepotkan-ttebayo! Sekarang kita berdoa saja supaya Sakura datang ke TS-Award!" Kata Naruto pasrah. Hinata ikut mengangguk pasrah. Sekarang ini keduanya membaca ayat kursi-eh? Maksudnya memanjatkan doa pada sang pencipta agar keajaiban terjadi.
.
Marriage Stuff
.
"Nggh.." Sakura melenguh pelan karena baru terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap pelan. Saat terbangun, ia merasakan ada disuatu tempat. Pemandangan diluar kaca sudah gelap menandakan malam telah menyambut.
Ini didalam mobil.
Sakura baru menyadari dan menengok kekursi sebelahnya. Terlihatlah Uchiha Sasuke yang duduk dikursi pengemudi sambil memejamkan matanya. Ia tertidur.
Sakura memijat pelipisnya. Ia masih pusing karena jiwanya belum sepenuhnya penuh. Sakura menengok kembali pada Sasuke. Poni pria itu sedikit turun dan menutupi matanya.
Sakura tersenyum dan menyibak poni Sasuke, "kau tampan, Uchiha-san."
"Sudah bangun?"
Sakura tersentak dengan suara yang berasal dari mulut Sasuke dan reflek menjauhkan tangannya dari poni Sasuke. Yang anehnya, Sasuke bicara tapi matanya terpejam.
"A-aku sudah bangun!" Ucap Sakura canggung. Tak ada jawaban dari Sasuke. Sakura punya anggapan lain dari Sasuke. Sakura mengibaskan tangannya didepan mata Sasuke yang terpejam. Tanpa Sakura sadari, ada lengkungan senyum kecil dibibir orang dingin seperti Uchiha Sasuke.
"Apa dia mengingau ya?" Sakura mengibaskan lagi tangannya. Senyum kemenangan langsung menyambut Sakura. "Yeah! Untung saja dia hanya mengingau! Kalau ketahuan aku nenyibak poninya, aku bisa malu-"
"Hn?" Wajah Sakura memerah dengan malu setengah mati karena Uchiha Sasuke sudah membuka matanya. "Ada apa?"
"T-tidak ada!" Sakura buru buru menggeleng. "K-kau... tidak merasakan dan mendengar apa apa kan tadi?" Tanya Sakura dengan harapan Sasuke tak mengetahui apa yang ia buat tadi.
"Apa?"
"Hufftt.. untung saja..." gumam Sakura lega.
"Menyibak poniku, bilang aku mengigau, dan mengibaskan tanganku didepan mataku. Benar?" Wajah Sakura seperti kepiting rebus sekarang. "Ah.. masa? M-mungkin kau mimpi!" Tuduh Sakura.
"Dan satu lagi, kau bilang aku tampan."
Rasa malu Sakura sudah tidak dapat dibendung lagi. Semua yang dibilang Sasuke 100% benar. Ia langsung berojigi dalam duduknya, "maaf, Uchiha-san!"
Ditengah keheningan yang menyelimuti, Sakura teringat sesuatu, "Ah! Jam berapa sekarang?"
"7.45.:
"Astaga! Bagaimana ini?! TS-Award! Aku harus kesana! Bajuku?! Make up ku? Dance ku! Astaga! Apa yang harus kulakukan?!" Ucap Sakura kelabakan.
"Kembali ke agensimu dulu."
Sakura memggeleng cepat, "tidak Uchiha-san! Tidak bisa! Tidak ada waktu lagi!"
.
.
.
.
"Kemana Haruno Sakura? Kenapa belum datang? Dia wajib datang kesini! Kami sudah mengiklankan acara ini dengan kehadiran Haruno Sakura! Aku tidak mau media ataupun publik jadi mengolok olok stasiun TV ini karena dikira tidak mampu memanggil Haruno Sakura!" Protes seorang presdir pemilik stasiun TV, Sarutobi Hiruzen, yang terus terusan menanyakan kehadiran artis cantik itu.
Jiraiya yang juga selesai menelpon Sakura-AH, Maksudnya mencoba menelpon Sakura yang tentu saja tidak diangkat, ia langsung menghela nafas pasrah, "Bahkan aku yang notabene adalah pemilik agensinya saja tidak tahu."
"WAAAA! UZUMAKI KARIN!"
"Cantik dan Seksi!"
"Uzumaki-san, boleh aku tahu proyek film apa yang sedang kau jalani sekarang?"
"Kau sudah beberapa kali tertangkap basah tengah bertemu ataupun dinner dengan pria, apa kau bisa beritahu siapa kekasihmu saat ini?"
"Siapa perancang baju indah ini?"
Suara riuh ricuh para wartawan mulai menggema saat Uzumaki Karin turun dari Lamborgini merah nya dan heelsnya menapak red carpet yang tersedia disana. Semua yang ada pada dirinya menjadi objek, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Artis berimage dewasa ini mengenakan baju hitam super ketat dengan kilatan lampu blitz yang menampakkan bagian bagian tubuhnya. Ia menggerai rambut merahnya asal atau terkesan seperti acak acakan dan make up sepuhan tebal juga lipstik merah menyala yang membuatnya terkesan seksi.
Hidungnya terlihat lebih mancung dan rahangnya lebih tirus, tentu saja karena bantuan pisau bedah yang telaten. Bibirnya juga sedikit lebih tebal dan matanya lebih bulat, juga karena ulah dokter dokter handal itu. Skandal yang sebenarnya terlihat jelas ini belum terendus oleh publik.
Kacamata yang selalu bertengger dihidungnya kini sedikit diturunkan ke setengah hidungnya.
Image yang seksi dan sungguh memikat para pria!
Karin kemudian menjawab pertanyaan pertanyaan wartawan itu, "Aku memang cantik dan seksi! Aku sedang syuting film layar lebar dengan unsur dewasa dan terkesan sedikit vulgar. Aku benci mengatakan ini, tapi aku menyukainya!" Tawa langsung terlancar dari mulut wartawan wartawan itu.
"Soal kekasih? Umurku sudah 25 tahun, sebenarnya sudah matang! Apa kalian tahu? kalian bisa saja menyewaku untuk menjadi kekasih kalian, tapi kalian tahu kan, didunia ini tidak ada yang gratis!" Gelak tawa langsung terdengar dari wartawan gila berita itu. Tentu saja para wartawan pria. Karena candaan vulgarnya ini, Karin jadi dikenal sebagai artis yang jenaka. Padahal tidak sama sekali.
"Dan baju ini adalah rancanganku sendiri! Hebat bukan?" Akui Karin.
"Tapi sepertinya ini seperti baju milik BlackWidow di film the Avengers? Apa kau sengaja menjiplak bajunya?"
Pertanyaan terakhir dari wartawan itu membuat Karin kesal. Sebebarnya ini bukan rancangannya, tapi buatan designer agensi. "Tentu tidak! Ini sangat berbeda! Baju ini lebih banyak ukirannya dari pada baju bakwindow itu!"
"HAHAHAHAHAA!" Para wartawan mengetawai Karin. BakWindow? Campuran bahasa yang memalukan. Alis Karin mengernyit bingung.
"Ah, Karin-san, apa kau siap untuk melawan Haruno Sakura?"
"Ya!" Jawab Karin tegas. "Lihat, siapa uang datang lebih awal? Aku bukan? Bocah ingusan seperti dia lebih baik mundur saja! Daripada malu ditengah panggung! Jika aku jadi dia, aku akan sangat takut menghadapi artis secantik diriku! Kemana dia? Paling tidak datang-"
"WAAAAA! HARUNO SAKURA!" Gerombolan wartawan itu beralih pada gadis cantik yang baru datang. Karin menghentakkan heelsnya kesal karena sudah tidak ada wartawan disekelilingnya. Apa apaan ini?! Artis ingusan! Awas kau! Akan kubuat kau benar benar ingusan diatas panggung! Batin Karin kesal sambil masuk kedalam studio acara.
Haruno Sakura yang baru turun dari mini Cooper pinknya terlihat begitu sederhana namun cantik dengan penampilan selayaknya gadis berusia 16 tahun. Baju putihnya bertuliskan TWICE sedikit memperlihatkan perut rampingnya dan rok merah menyala 15 cm diatas lutut. Jika ia berbaur saat menonton konser girlband TWICE, mungkin ia akan disuruh naik keatas panggung karena cocok menjadi member.
Rambut merah mudanya ia ikat asal dan make up? Sakura tidak pakai apapun diwajahnya. Bahkan bedakpun tidak. Benar benar alami dari diri sendiri.
Betis dan pahanya putih mulus tanpa lecet sedikitpun terlihat serasi dengan sepatu bola perpaduan hitam dan pink yang terlihat kebesaran dikaki Sakura. Tunggu! Sepatu bola? Ah, sudahlah, yang penting Sakura datang!
Dan yang terpenting adalah, UCHIHA SASUKE MENGGANDENG TANGAN SAKURA DISAMPING NYA! ASTAGA!
CKRIIIIIIK.. CKRIIIIIK...
"Haruno-san, benar ini pacarmu?"
"Apa dia yang saat itu mencium dan masuk ke dalam apartmenmu?"
"Siapa dia, Sakura-chan?"
"Apa kau siap menghadapi Uzumaki Karin?"
"Bajumu bagus! Kau sangat cocok menjadi member girlband TWICE!"
"Hellow!" Sapaan Khas Sakura menggema disana. Uchiha Sasuke dengan jaket abu abu dan cenala jeans nya hanya memasang wajah datar dan tak berniat menanggapi.
"Semua pertanyaan kalian akan kujawab didalam! Tenang saja!" Ucap Sakura. Para wartawan itu tetap tidak mau mengalah dan terus saja berisik dengan pertanyaan pertanyaan mereka.
"Apakah kau akan bilang jika pria ini adalah kekasihmu?"
Sakura bungkam dan tak bisa menjawab. Ia menyenggol lengan Sasuke dengan mengisyarat kan 'bagaimana ini?'. Wartawan wartawan lain pun mulai bertanya pertanyaan yang sama.
Grep!
Sasuke mengait lengan Sakura dan berkata, "maaf, Haruno-san tidak bisa menjawab semua pertanyaan kalian disini. Nanti ada saatnya sesi tanya jawab didalam." Sasuke melirik Sakura sekilas lalu menyeringai, "ayo, kita masuk kedalam, sayang."
HA?!
Kata terakhir yang diucapkan Sasuke sungguh membuat urat nadi Sakura putus. 'APA? SAYANG? HA? PASTI PARA WARTAWAN JADI LEBIH KEPO PADAKU! BAGAIMANA INI!' Teriaknya dalam hati.
Wartawan gila gossip itu langsung mengabadikan kedua orang yang menjadi objek tersebut lewat kameranya dan merekam kata kata terakhir yang diucapkan Uchiha Sasuke. Sungguh hot gossip!
Tidak mau berdiri lebih lama lagi, Uchiha Sasuke menarik Sakura dengan tangan yang mengait dan masuk kedalam aula TS-Award tersebut. Walau canggung, Sakura berkata pelan,
"Terimakasih, Uchiha-san! Untung tadi kita mampir ke toko aksesoris K-Pop! Aku sangat sangat berterimakasih!"
-Dan Uchiha Sasuke tak menanggapi dan malah menyeringai.
.
.
.
To Be Continue!
.
.
.
Mystical Notes:
Hellow! Terimakasih untuk respon positif dari para Reviewers-senpai! Dan untuk yang follow, favorite, atau apaaaaapun itu! Aku senang dan sangat sangat berterimakasih! Buat yang masih silent readers, tinggalin jejak dong! Aku butuh banyak masukan dari kalian semua! Eh, kayaknya ini wordnya banyak banget? Heheh.. nulisnya keterusan.. tadinya mau langsung ditulis sampe debat Sakura VS Karin, tapi author masih inget ibu kok*lhah?
Dan Sasori muncul! -BOFFT!- Sasori muncul beneran dibelakang author* aduuuhh.. disini Sasori jadi pengacara! Karena kuanggap akan berguna untuk alur cerita ini yang banyak berhubungan dengan konflik atau hukum*umm..?
Inilah balasan review dari author super amatir berumur 13 tahun ini! Maaf kalo balesannya rada aneh ya! Thanks Sudah Review! (TSR!):
Crystal Sheen: Aaaaaaaa pagi pagi udah dapet review kek begini :* logika baru dari seorang Mystical Gold, "kalo orang yang udah laper banget banget pasti makan makanan apa aja yang ada didepannya." *logika macam apa itu?!* dan Sasori muncul! Pssst... dia jadi pengacara! TSR!
Desta Soo: Yes! Aku cinta drakor! Tadinya ff ini mau aku bikin sedikit kayak We Got Married, tapi akhir akhir ini terpikat oleh Descendants Of The Sun! author ini labil dan terlalu banyak pertimbangan! Oh iya, apa senpai EXO-L? Kalau begitu, kapan kapan aku undang EXO ke ff ini! *berani bayar berapa tuh EXO?* Kalo BTS gimana? Atau Seventeen? Atau Twice, SNSD, Infinite sekalian? -_-Yaudah deh, TSR!
nona hitam manis: sudah sudah sudah! What?! Bagian oh my god yang mana? Oh iya, maaf ya gabisa update kilat senpai.. "-" TSR!
dina harunoo: Udah, der! TSR!
Hyuugadevit-Chery: Lanjutkan! Untuk masa depan! TSR!
Kagaaika Uchiha: NO! Sebenernya Sakura bukan EXO-L, Tapi kan aku tulis disitu baju exo yang dipake Sakura itu punya temen lamanya. Dan teman lamanya itu akan muncul di chapter chapter berikutnya! Tebak siapa hayoo temen lamanya? Kalo ff ini lucu, tertawalah! Hahahaa! *author gila bin aneh! TSR!
nkaalya: Maaf ya, aku ga bisa update cepet.. soalnya aku itu minimal bikin fic itu seminggu atau paling cepet 5 hari! Banyak yang harus dipertimbangkan! Semoga ga ancur ancur banget ya lanjutannya! TSR!
shaulaamalfoy: Sudah lanjut! Maaf ya, kalo kurang memuaskan! TSR!
echaNM: HUAAAA! T_T Iya! Tapi tebakan dari echa-senpai 95% benar! Tapi yaa ga tau yaa kalo author amatiran ini berubah alur.. maklum, masih masa pertumbuhan*hm? TSR!
-GoodBye My Princess n' My Prince! This For You all, Mystical Gold
