Disclaimer : masih milik Om Masashi, tapi yang ini punya ku

WARNING : cerita menggaje, OOC, Typo, Aneh, n banyak kesalahan lain


Yap,akhirnya chapter 2 jadi juga*bangga*

Hehehe,

Yuk langsung dibaca!

.

.

.

#PROLOG

"Huruf kedua nama ku adlah hruf prtama alphabet, n nama ku trdiri dr 6 huruf ;)" balas Prince Love sedikit lebih lama, karena ia juga melampirkan file berformat JPEG.

Hinata mengernyitkan dahi di kliknya tulisan 'open this file'

Saat foto itu perlahan membuka…

Glek!

Hinata memekik, dilayar laptopnya terpampang seorang gadis yang sedang tidur dengan manisnya, dengan piama biru ke ungu-unguan, dan rambut indigo yang terurai menutupi sebagian wajahnya, di bawah foto ada catatan kaki: Sleepy Angel. Hinata buru-buru mengklik tulisan biru : close this photo, lalu mengetik "dr mn km dpt fto itu?" tepat setelah Hinata menekan Enter, Prince Love dalam keadaan Offline. Hinata mengingat-ngingat koleksi fotonya, ia segera mengadakan sidak dadakan di laptopnya, satu persatu folder yang berisikan foto ia buka, namun sama sekali tidak membawakan hasil sama sekali, "ini pasti ulah seseorang yang dekat dengan ku" batinnya, dengan kesal ia mematikan laptopnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul 03:45 "sebaiknya aku menenangkan pikiranku," ucapnya meraih handuk dan langsung berendam dengan kembang tujuh rupa (*di deathglare sama Hinata)

^v^ ^v^ ^v^

Di tempat lain jauh dari kediaman Hyuuga, seorang pemuda tersenyum melihat pesan terakhir dari Hinata,

"Hinata… Jadilah malaikat ku" bisiknya, Pemuda yang bernama *author ga mau kasih tau nama pemuda itu biar readers bingung* (*di lempar balok sama readers) masih berkutat di depan laptopnya, merombak semua folder dari flashdisk sang kawan,

FLASHBACK

Ruang kelas, saat istirahat…

"Neji…" panggil seorang laki-laki yang seumuran dengan Neji

"naon ?" Tanya Neji Hyuuga

"kau punya foto Hinata tidak ?" tanyanya lagi

"for what bro?" kini Neji balas bertanya

"sudahlah, berikan saja…" pinta pemuda itu

"mau bayar berapa lu ?" bisik Neji sinis

"ah, elah sama temen aja lu begitu" ucap pemuda itu menarik-narik baju coklat Neji

"siape yang mau ngaku kalo lu temen gue?" hentak Neji tapi masih dengan berbisik

"ah elu, emang lu mau apaan si ?" Tanya pemuda itu bersiap akan tantangan yang di berikan Neji

"ngerequest maksudnya?" Tanya Neji, wajahnya di hiasi dengan devil smile nya

Kini pemuda itu mempertimbangkan permintaannya dengan tantangan yang akan Neji berikan.

"hn…" hanya itu kata yang dapat keluar dari mulut pemuda yang tingginya nyaris sama dengan Neji.

"aaah… banyakan mikir lu!" sentak Neji, kini dengan suara yang agak keras,

", iye gue request" ucap pemuda itu dengan sungkan.

"ga susah-susah ko…" jawab Neji, wajahnya masih dihiasi devil smile, dan kini ditambah tanduk merah dua diatas kepalanya.

"yang masuk akal aja ya mas bro" celetuk pemuda itu khawatir, Neji hanya mengangguk pelan.

"lu kerjain semua PR yang bakalan dikasih guru-guru sampe kita lulus!, gimana ?" tawar Neji masih berusaha berfikir untuk request lainnya yang lebih menguntungkan.

Pemuda itu berfikir sejenak,

"muke gile lo, gue aja jarang ngerjain pr, ini lagi di suruh ngerjain PR orang, keajaiban dunia kali" gumamnya pelan

"hah? Apa?" Tanya Neji merasa si pemuda itu berkata sesuatu

"teu," kilah pemuda itu

"Jangan lama-lama... waktu gua berharga nee" celetuk Neji yang udah ga sabaran.

"hmmmh…" pemuda itu masih berfikir, apakah permintaannya seimbang dengan tantangan Neji.

'Elo-Gue-END' batinnya, ingin sekali ia mengucapkan 3 kata itu, tapi ia urungkan niatnya, karena ia sangat membutuhkan foto-foto Hinata Hyuuga.

Setelah sekian lama berfikir, akhirnya ia mengeluarkan keputusannya.

"mmm. Oke deh nge-Deal kita," ujarnya menyodorkan tangan kanannya ke arah Neji , tetapi tangan itu tak di sambut baik, Neji hanya melemparkan Flashdisk Biru metaliknya ke arah si pemuda yang cekatan menangkap, lalu tersenyum bangga.

"eh, inget semua PR !, jangan sampe enggak!" ucap Neji dengan penekanan pada kata 'semua' . namun pemuda itu tidak mendengarkan Neji dengan baik ia hanya membalas dengan anggukan -terserah-elu-aja-deh, ia terlalu sibuk memikirkan apa yang akan di lakukannya setelah pulang sekolah.

^v^ ^v^ ^v^

-Normal-

Back To Hyuuga House

Tidak terasa Hinata telah menghabiskan 2 Jam dalam kamar mandi hanya untuk berendam, (author: keriput,keriput dah tuh), setelah selesai berdandan, ia turun dari kamarnya yang berada di lantai dua itu, lalu ke ruang makan yang dekat dengan dapur,

"kaa-san…" panggil Hinata

"ada apa Hinatahime ?" Tanya Kaa-san dengan lembut, masih berkonsentrasi dengan masakan yang kini dibuatnya

"um… tidak, tidak ada apa apa," ucap Hinata ragu

"ada yang perlu disampaikan Hinata sayang?" Tanya Kaa-san kali ini menatap Hinata yang semakin bingung untuk bertanya

"tidak, tidak ada apa apa, kaa-san, apa nii-san sudah kebawah tadi?" hanya itu pertanyaan pengganti yang terfikirkan oleh gadis lugu itu

Kaa-san menganggukkan kepala pelan " iya baru saja dia keluar, tadi di jemput temannya yang sering datang kesini," jelas Kaa-san, masih dengan acara memasaknya

"eeh ? siapa ?" Tanya Hinata penasaran

"Uchiha Sasuke, dan Namikaze Naruto" jelas kaa-san

DEG!

Entah mengapa Hinata merasa ada yang ia lewatkan, setelah mendengar nama 2 orang teman kakaknya

"kaa-san, apa nii-san memberitahu kemana dia pergi?" Tanya Hinata

"Tidak, apa Hinatahime ada urusan dengan Neji-nii?" Kini Kaa-san berbalik bertanya pada Hinata

"tidak, tapi ada tugas yang ingin aku tanyakan padanya" jelas Hinata agar kaa-sannya tidak curiga

"aah, kebetulan anak teman ayahmu akan kesini, mungkin, sebelum makan malam… katanya ia satu sekolah dengan mu Hinata," ucap Kaa-san menatap penggorengan yang berisikan minyak panas

" eeh,,, siapa? Kaa-san beritahu aku…" pinta Hinata penasaran

"Yamanaka Ino" ujar Kaa-san memasukkan beberapa udang tepung kedalam penggorengan

"aah, aku kenal dengannya, ia satu kelas denganku!," Hinata terlalu bersemangat untuk menjawab,

"gantilah baju mu Hinata, pakailah Kimono Matsuribiru mu," saran sang Ibu, Hinata langsung bergegas naik ke kamarnya dan berganti pakaian.

Hinata mengambil Kimono Biru Lautnya dengan Hiasan Lavender ungu di bagaian bawahnya, di bagian tomoeri-nya ada manik manik lucu berwarna-warni, Kimono Modern yang ia beli untuk perayaan Matsuri di Konoha, ia kembali menemui Kaa-sannya yang tengah mencicipi makanan yang telah jadi.

"kaa-san, tolong hias rambutku," pinta Hinata manja, Kaa-san hanya tersenyum

"sini," uacp kaa-san mengajak Hinata mendekat

Dalam hitungan menit, kaa-san telah selesai mengikat rambut indigo Hinata, menjadi bergerumul di bagian samping kiri kepalanya, lalu kaa-san menyematkan hiasan bunga yang ukurannya lumayan besar, kaa-san sangat terampil, tanpa hairspray atau semacamnya, lalu kaa-san memasangkan ebi putih ke pinggang Hinata. Kini Hinata benra-benar seorang putri, ia seperti Miko yang selalu terlihat cantik di festifal Matsuri manapun.

"kaa-san, kalau Clan kita mengadakan upacara, boleh aku mengajak teman ku ?" Tanya Hinata di tengah kesibukannya berkaca,
"ya, boleh," ucap Kaa-san sibuk mengambil Tatami yang masih baru, Hinata berinisiatif membawakan Tatami kelantai bawah, kalau ada teman dekat yang datang, atau sekedar perkenalan keluarga, ruang tamu harus diisi tatami sedangkan kursi-kursi, meja-meja, dan berbagai peralatan teknologi lainnya, harus diungsikan ke ruangan lain.

Hinata sangat kerepotan membawa tatamiyang berukuran Big Size itu, apa lagi sekarang ia sudah memakai Kimono kebanggaannya,

"Sini aku Bantu, Hinata!" ujar pemuda, suaranya sangat familiar di telinga Hinata, Ingin sekali Hinata melihat pemilik suara itu, tapi karena ia mengangkat Tatami jadi ia simpan keinginannya. Pemuda itu mengambil semua tatami yang di pegang Hinata, lalu mengedipkan sebelah matanya,

"N… Na.. Naruto-san," ucap Hinata membungkuk

"wah, Hinata, kau cantik sekali…" puji Naruto, membuat Hinata melayang-layang diudara

"A… Arigatou Na… Naruto-san…" ucap Hinata pelan. Em. Ralat. Menurut Naruto Hinata berbisik. Hinata membungkuk kea rah Naruto yang memegang erat selusin tatami.

"Hey, Naruto, kapan selesai pekerjaan ini, kalau kau terus berdiri disana?" sentak seorang pemuda berambut hitam raven,

"ii…iya sasuke, kau ini menggangguku saja!" rutuk Naruto, membawa tatami dengan mudahnya.

Tidak lama kemudian, keluarga Yamanaka datang, tapi hanya dua orang, salah satunya Inoichi Yamanaka, sang kepala keluarga, sedangkan perempuan semumuran Hinata bernama Ino Yamanaka terlihat cantik sekali dengan balutan kimono ungu terang, tomoerinya berwarna putih, Rambut kuning pucatnya di gelung dan di tahan memakai kanzashi(tusuk konde) ungu dengan hiasan bunga –bunga kecil.

Keduanya membungkuk, lalu Inori (mamanya Hinata) mempersilahkan masuk,

"apa ada Hiashi ?" Tanya Yamanaka Inoichi, Hinata mengangguk,

"silahkan masuk dulu," ujar Hinata menarik tangan Ino, ayah Ino mengikuti.

"sebentar saya panggil Tou-san dulu," ucap Hinata meninggalkan ayah-anak Yamanaka diruang tamu yang sudah selesai diisi tatami, Hinata bergegas ke kamar Tou-san nya, memanggil, sedangkan teman-teman kakaknya membantu Inori Hyuuga di dapur.

Beberapa menit kemudian, canda tawa terdengar dari kediaman Hyuuga. Tidak lama kemudian Inoichi dan Ino Yamanaka pamit pulang tapi tidak dengan teman-teman Neji, Sasuke dan Naruto tetap di rumah Hinata sampai larut malam, dan mereka tidak diizinkan pulang oleh Inori, akhirnya mereka tidur di kamar Neji yang cukup luas.

^v^ ^v^ ^v^

Hinata POV

Jam menunjukkan angka 2, entah kenapa aku ingin sekali keluar kamar, aku meraih handphone ku, mengantonginya dan pergi keluar kamar,

"pasti sangat enak melihat bulan dan bintang di balkon depan," batinku,

Aku menghentikan langkah ku saat mendengar derap kaki seseorang, aku merinding, sepertinya ada seseorang di balkon depan, aku ingin sekali mengetahui siapa itu, walau dengan langkah takut, aku tetap menuju balkon, saat aku berbelok,

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" aku berteriak, lalu semua gelap.

^v^ ^v^ ^v^

Naah,,, ada kemajuan atau penurunan ?

Di Bantu, di Bantu, hehehe

Di chapter 2 humornya ga terlalu menonjol ya (T^T)

*gini nih kalo lagi galau, mau ngelawak aja susah*

RnR~

Arigatou minna-san… ^^