"Tidak mau!!!! "Taehyung bersuara saat dengan pasti Jungkook, mengajaknya sarapan di pagi hari. Lelaki itu masih sibuk dengan selimut juga bantal guling wangi Jungkook-Nya itu.
"Kamu harus kerja, aku juga. Cepat bangun, Kim... Atau mau lihat aku marah ya? "Jungkook memukul gemas bokong Taehyung.
"Tidak mau kerja, tidak mau makan! Aku benci kalian semuaaaa!! "teriaknya super kencang dengan suara dalam.
Ih buat merinding.
Jungkook menghela nafas lalu mendudukkan diri di samping tubuh sang kekasih yang membelakanginya.
Ini sudah lewat dari dua minggu insiden tidak sampai klimaks karena Jimin. Taehyung mencoba menerima.
Tapi tadi malam, disaat mereka hendak melakukan hal tersebut lagi.
Seseorang datang berkunjung dan menginap, bahkan berencana menginap hingga tiga hari kedepan.
Hancur sudah, hancur sudah hati Taehyung dan adik kecilnya.
"Makan ya ,sayang... Jangan seperti ini, kita sama-sama sibuk loh, aku tidak bisa mengingatkanmu makan setiap waktu.. Jadi satu satunya yang kubisa menemanimu sarapan pagi saja.. "sambil mengelus pelan punggung si Kim.
Taehyung diam, telak.
Kesal,marah kecewa. Ingin dilampiaskan tapi bingung dengan siapa.
Dengan jalang pinggir jalan?
Nanti kalau itu jalang punya penyakit bagaimana?
Taehyung diam, Jungkook meletakkan kepalanya diatas kepala pemuda Kim. Memeluknya dari belakang. Mengelus tangannya lembut.
Taehyung tak bergeming.
Rasa kesalnya sudah di ubun-ubun.
"Pulang kerja jemput aku kan? Nanti kita mampir ke hotel dulu saja, mau? "Katanya sambil mencium-cium Puncak kepala si Kim.
Yang ditanya diam.
"Calon istrimu bertanya, Tuan Kim!! "
"Aku mau kamu tidak bekerja hari ini"katanya dengan nada datar.
Jungkook menghela nafas lagi.
"Tidak bisa, sayang--"
"Yasudah kalau tidak bisa aku tidak akan mau makan dan bekerja! Sudah jangan ganggu aku mau tidur.. "Lalu Taehyung mengeser sedikit tubuhnya kedepan, menjauhkan diri dari Jungkook lalu membungkus diri dengan selimut.
Jungkook lelah, mau menangis boleh tidak?
Kim Taehyung mau punya anak,menikah saja belum. Tapi yang paling parah, kelakuannya masih seperti anak-anak.
Coba bagaimana Jungkook tidak lelah, makan ati. Dia sayang Taehyung, tapi Taehyungnya juga tidak tahu diri.
"Taehyung, kamu mau aku marah ya? Mau aku ngambek? Mau aku tidak pulang kerumah? Gitu? "Katanya kesal, memukul punggung Taehyung kesal. Marah.
Yang kena pukulan bertubi-tubi, membuka selimut yang menutupi wajah lalu membalikkan badan.
Meraih tangan Jungkook,
Lalu sebuah isakkan lolos dari bibir mungil nan mengoda iman penulis.
Jungkook-Nya Taehyung menangis.
Kesal, marah, lelah. Punya kekasih seperti ini pula, tidak membantu cuman buat beban saja.
Jungkook lelah, ibuu. Pekikan hati Kookie.
"Kok nangis? Kan kan jangan nangis, marah saja. Pukul saja, jangan nangis. Sayang ih, jangan nangis"Kim Taehyung yang berupaya meredam ledakkan tangis sang kekasih.
Mencium pipi tembam itu lalu, membawa Jungkook kedalam pelukkannya.
"Taehyung, maaaf aku memang kurang baik untukmu"
Lah kok?
"Kamu baik, baik sekali aku sayang, aku Cinta. Kamu sempurna kok. " Katanya mengusap-usap kepala Jungkook.
Jungkook menggeleng dalam pelukkan, tangannya balas memeluk Taehyung.
"Tidak, aku jahat.. Aku ga bisa menuhin hasrat kamu. Aku ga bisa merubah kamu, aku masih ga bisa mentingin kamu. Aku bener-bener jauh dari bayangan kamu kan? "katanya, sambil sesegukan.
Kini giliran Taehyung yang menggeleng.
"Gak, sayang. Kamu udah paling sempurna. Jangan bicara yang asal gini aku ga suka!! "
"Tapi kamu marah, ngambek terus. Aku cape, kalau emang udah engga--"
Cupp...Dikecup.
"Iya, iya aku salah. Maaf, tapi aku emang udah ga tahan, mau berapa lama lagi. Jatah aku itu loh, aku mau aku juga pengen. Masa Iya aku harus sewa cewe pinggir jalan si, kan ga mau!! "
"Ya jangan, tapi sabar. Jangan marah sama aku, emang aku yang salah? Emang aku yang mau semuanya begini? "
Taehyung ngangguk kecil.
"Iya udah maafin aku gausah nangis, kamu kan bukan anak kecil "
"Sendirinya kaya anak kecil ngambek mulu, marah mulu.. Pake mogok makan. Aku ga perlu punya anak urusin kamu juga udah abis badannya!! "kata Jungkook ngelepasin pelukkan terus sedikit menjauh dari Si Kim.
"Iya abis dipakein!! "ujarnya sambil senyum.
"Udah jangan gini mulu, aku cape. "
"Ya ga ngambek ke kamu lagi, aku ngambek sama Hosoek hyung ajah"
"Anak kecil!! "
"Iya ibu ku "
Jungkook meringis,Taehyung memang ngeselin,manja dan ga pernah mau ngalah.
Tapi buat dia,Jungkook nomor satu. Sekalinya dia nangis,Taehyung yang bakalan merasa paling bersalah.
End.
Bye!
