Discalimer : Masashi Kishimoto

Pairing: NaruSasu

Rated: M

Warning: YAOI. mohon maaf kalau ada typo yang gak sengaja nyelip,EYD yang masih banyak salah. OOC banget.

Sasu-Neko

By Miako Uchiha

Chapter 2 (Kenapa?)

Naruto tak tahu harus mengatakan apa, dia juga bukannya tak mengerti maksud ucapan Sasuke.

"Tapi" Naruto tersadarkan dari rasa terkejutnya dan kembali mendengar lanjutan ucapan Sasuke. "Tapi aku belum siap jika ingin melakukannya sekarang. A-Aku belum siap!" ucap Sasuke lalu kembali menarik selimut yang tadi dilepasnya dari tubuhnya untuk menutupi tubuh indahnya lagi dengan cepat dan sedikit takut saat melihat Naruto tak henti menatap tubuh telanjangnya tadi.

'Dasar kucing aneh. Tadi dia bilang aku boleh menyentuhnya sekarang malah bilang belum siap' batin Naruto. Naruto melihat ada yang aneh dari Sasuke, Sasuke terlihat sedikit ketakutan. seringai kecil bertengger indah dibibir Naruto.

"Sasu-Neko" panggilnya dengan suara yang terdengar menggoda "Bukankah kau tadi yang menawari tubuhmu untuk boleh kusentuh dan aku ingin menyentuhmu sekarang" Naruto melangkah mendekati Sasuke mundur perlahan saat Naruto mendekatinya untuk meraih tubuhnya.

"Ja-Jangan bercanda.. aku-huwaa" Sasuke ingin berbalik dan kabur dari Naruto, tapi sepertinya Neko yang manis ini terlambat. Naruto berhasil meraih lengannya dan mengangkatnya ala bridal style lalu membawanya ke ranjang Naruto.

Sasuke berontak dari gendongan Naruto "Lepaskan aku… aku tidak mau melakukannya sekarang.. lepaskan, Dobe!". Tapi Naruto hanya diam tak mendengar teriakan Sasuke dan membaringkan tubuh Sasuke lalu menindihnya dengan tubuhnya sendiri.

Sasuke coba kembali berontak dengan memukul dada Naruto. Naruto dengan cepat menangkap lengan Sasuke dan menahannya disamping kiri dan kanan kepala Sasuke.

"Jangan berontak, Teme. Bukankah aku tuanmu, Sasu-Neko?" Sasukepun akhirnya diam dan tak berontak lagi lalu akhirnya memejamkan matanya mengangguk perlahan dengan tubuh sedikit gemetar mematuhi ucapan Naruto.

Naruto yang melihat Sasuke memejamkan matanya dan terlihat ketakutan mencoba menahan tawanya. 'Aku keterlaluan tidak ya mengerjainya?' batin Naruto melihat tubuh Sasuke bergetar kecil dibawah tindihannya. 'Manisnya' batin Naruto lagi meperhatikan Sasuke.

Pandangan Naruto pun beralih pada bibir Sasuke yang bergetar ketakutan, 'Kira-kira bagaimana ya rasa bibirnya?' batin Naruto. Perlahan Naruto mendekat dan berniat untuk mengecup bibir itu. Sasuke dapat merasakan napas hangat Naruto berada didekat wajahnya.

"Teng…Tong…"

'Sepertinya mereka sudah datang' batin Naruto kembali menarik dirinya. Lama Sasuke terpejam dan tak merasakan sentuhan apapun akhirnya membuka matanya perlahan. Naruto turun dari ranjangnya dan meninggalkan Sasuke yang terlihat kebingungan.

"Kau mau kemana?" tanya Sasuke ikut menyusul Naruto keluar kamar.

"Teman-temanku datang untuk mengerjakan tugas kelopok bersama" ucap Naruto dan Sasuke hanya diam. Melihat Sasuke yang diam Naruto kembali berbicara "Oh ya, soal yang tadi. Maaf ya, aku hanya bercanda. Kau tahu, aku masih straight" ucap Naruto tersenyum 'Ya, walaupun tadi hampir kelepasan' lanjut Naruto dalam hatinya. Lalu Naruto menuruni tangga meninggalkan Sasuke yang terdiam memandangi Naruto yang tutun kebawah untuk membuka pintu rumah.

"Naruto Straight? Apa itu straight? Penyakit sejenis gilakah?" tanya Sasuke dengan polosnya lalu mengendikan bahu dan menuruni tangga. Setelah berada dibawah Sasuke mendapati beberapa orang tengah duduk disofa dan ada yang duduk diatas karpet sambil membongkar isi tas mereka. Tapi Sasuke tak melihat Naruto sampai akhirnya dia mendengar suara Naruto memanggilnya dari arah dapur dan membawa beberapa minuman kaleng dan cemilan.

"Teme!, sedang apa kau disana? Cepat naik lagi dan pakai bajumu baru turun lagi" ucap Naruto meletakan bawaannya diatas meja dan mendorong Sasuke yang hanya menggunakan selimut yang diambilnya dari kamar Naruto. Naruto kembali mendorong pelan Sasuke untuk kembali menaiki tangga. Tapi Sasuke hanya diam, karena kesal akhirnya Naruto menarik lengan Sasuke tapi Sasuke masih terlihat enggan berjalan mengikuti Naruto.

"Aku capek naik turun terus" ucap Sasuke menarik tangannya.

"Kau kucing merepotkan" desis Naruto kecil yang hanya didengar oleh Sasuke. Naruto akhirnya menghembus napas pelan dan menggendong Sasuke ala bridal style. Kali ini Sasuke hanya diam tak berontak.

.

.

"Itu siapanya Naruto?" tanya Kiba setelah melihat Naruto yang tiba-tiba menggendong seorang lelaki yang sepertinya tak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan selimut.

"Jangan-jangan itu kekasih Naruto dan sebelum kita kesini mereka melakukan 'itu' dulu" ucap Sakura menduga.

"Na-Naruto-kun gay?" tanya Hinata dengan agak tak percaya.

"Bisa jadi, tak kusangka Naruto gay, tapi laki-laki itu memang terlihat manis" ucap Neji menyahuti. Ino, Shikamaru, dan Gaara hanya mengangguk atas ucapan mereka bertiga.

.

.

"Naruto, kenapa teman-temanmu melihaku seperti itu? Apa ada yang aneh dariku?" tanya Sasuke setelah mereka sampai di kamar dan Naruto memberikan baju biru tua dan celana putih pendek untuk digunakan Sasuke.

"Mungkin mereka hanya heran. Mereka hanya tahu kalau aku adalah anak tunggal" ucap Naruto santai setelah selesai membantu Sasuke memakai pakaiannya.

"Ini kebesaran Naruto" ucap Sasuke lalu menarik baju yang melorot dari atas bahunya "Kau punya yang lebih kecil?" tanya Sasuke. Naruto berpikir sejenak.

"Ada, tapi aku tidak punya waktu untuk membongkar lemariku sekarang, nanti saja. Teman-temanku pasti sedang menunggu sekarang" ucap Naruto berjalan keluar kamar untuk kembali menemui teman-temannya yang ada dibawa, Sasuke berjalan mengekori Naruto dari belakang.

"Maaf menunggu lama ya, teman-teman" ucap Naruto menghampiri teman-temannya yang lebih memilih memperhatikan Sasuke yang ada dibelakang Naruto.

Naruto yang menyadari tatapan teman-temannya terarah pada Sasuke akhirnya berniat memperkenalkan Sasuke pada teman-temannya. Sebelum Kiba bertanya pada Naruto.

"Waah waah.. Naruto. Sudah berapa lama? Manis juga dia" tanya Kiba membuat Naruto mengernyitkan dahinya atas pertanyaan ambigu Kiba. Tapi belum sempat Naruto mencerna pertanyaan Kiba, Sasuke sudah menjawab pertanya Kiba sama ambigunya.

"Baru semalam dan aku tidak manis, aku ini tampan" dengus Sasuke dan mengembungkan pipinya sebal karena lagi-lagi dibilang manis. Sakura dan Ino yang melihat tingka manis dan imut dimata mereka itu langsung berteriak histeris lalu mengambil handphone mereka untuk mempoto Sasuke.

"Benar-benar uke idaman" gumam mereka sambil masih sibuk mempoto Sasuke. Sedangkan Hinata tersenyum dan mengucapkan selamat pada Naruto.

"Naruto-kun selamat ya. Kalian terlihat sangat cocok dan serasi" Naruto terlihat panik saat dia mulai menyadari kesalah pahaman yang terjadi disini.

"He-Hey. Kalian salah paham. Tu-tunggu dulu. Sasuke ini bukan pacarku, dia a.." belum selesai Naruto berbicara Sakura sudah memotongnya terlebih dahulu.

"Jadi, namanya Sasuke ya? Wah Naruto kau beruntung memilliki uke manis seperti Sasuke" ucap Sakura dengan semangatnya. Naruto lagi-lagi mencoba berbicara untuk meluruskan kesalah pahaman ini lagi.

"Tapi Sasuke ini…". "Sebaiknya kita cepat selesaikan tugas kelompok kita, agar aku bisa cepat pulang dan tidur" Shikamaru yang sudah mulai terlihat ingin tidur itu memotong ucapan Naruto lagi dan membuat Naruto pasra, akhirnya mereka mulai mengerjakan tugas mereka, meninggalkan kesalah pahaman antara hubungan Naruto dan Sasuke.

'Uke itu apa ya? Hah, banyak sekali bahasa yang tidak aku mengerti. Nanti tanya Naruto sajalah" batin Sasuke saat lagi-lagi mendengar kata-kata yang baru didengarnya lagi.

.

.

"Naruto. Kami pulang dulu ya?" ucap Sakura saat mereka semua hendak pulang kerumah masing-masing setelah mengerjakan tugas mereka.

"Ya. Hati-hati, teman-teman" mereka pun manganggukan kepala dan berjalan kuluar halaman rumah Namikaze. Sebelum benar-benar meninggalkan halaman rumah Namikaze. Ino dan Sakura berbalik kembali memandang Naruto dari jauh dan melihat Sasuke yang baru keluar berdiri dibelakang Naruto. Lantas Ino pun berteriak semangat pada Naruto "Naruto. Kapan-kapan bagi kami video kau dan Sasuke sedang 'itu' yaa, bye!" teriak Ino sedangkan Sakura terkikik senang dan mengacungkan jempol pada Naruto. Lalu mereka kembali bebalik mengejar teman-teman mereka yang telah agak jauh.

"Astaga. Mereka semua salah paham" Sasuke yang ada dibelakangnya ingin bertanya atas ucapan Naruto tapi tidak jadi saat Naruto bertanya padanya.

"Kau lapar? Kau belum makan siangkan?" tanya Naruto berbalik dan masuk kedalam rumahnya lalu berjalan menuju dapur diikuti Sasuke. Mendengar kata makan Sasuke jadi lupa untuk bertanya pada Naruto.

"Ya. Aku lapar. Sudah dari tadi, Dobe" kesal Sasuke karena sejak tadi perutnya minta diisi.

"Cerewet" Sasuke pun mendengus lalu membuka mulutnya saat tangan Naruto terulur untuk menyuapinya lagi.

'Hangat' batin Naruto saat merasakan tangannya memasuki mulut Sasuke. Naruto menarik tangannya dan kembali menyuapi Sasuke. Namun saat tangannya masuk lagi kemulut Sasuke, dia merasakan gigitan kecil yang terasa geli pada tangannya.

"Sasuke. Jangan gigit tanganku" Naruto menarik tanganya dan kembali menyuapi Sasuke. Sasuke menurut hingga pada suapan terakhir Naruto mesakan jari-jarinya yang ada didalam mulut Sasuke dijilat oleh Sasuke.

"Teme, tadikan aku bilang jangan digigit bukan berarti kau boleh menjilat tanganku" kesal Naruto ingin menarik tangannya tapi Sasuke menahannya dan terus menjilati tangan Naruto.

"Dobe, kau tidak lupa kalau aku ini juga kucingkan?" tanya Sasuke lalu kembali menjilati tangan Naruto hingga bersih.

"Sudah?" tanya Naruto saat Sasuke berhenti menjilat dan melepaskan tangannya.

"Hn. Aku sudah kenyang" setelah itu Sasuke berjalan kearah ruang tengah meninggalkan Naruto yang sibuk mencuci tangan dan makan siang sendiri.

"Ck, Dia benar-benar kucing sejati, habis kenyang makan dia langsung pergi dan tidur" ketus Naruto saat keluar dari dapur dan melihat Sasuke meringkuk diatas sofa. Naruto tak memperdulikan Sasuke yang kelihatan tidak nyaman dengan posisi tidurnya, dia sibuk membereskan bukunya yang berserakan setelah selesai mengerjakan tugas tadi. Setelah membereskan bukunya dan mengembalikannya di meja belajar kamarnya, Naruto kembali ke ruang tengah dan menyalakan TV karena Sasuke yang tidur di sofa akhirnya Naruto memilih duduk dibawah dengan bersandar pada Sofa lalu mencoba menikmati acara yang ada di TV.

"Ah, membosankan" gumamnya saat merasa sama sekali tak ada acara TV yang menarik untuk ditonton.

"Uhg.."

"Eh? Sasuke? Kau kenapa, huh?" tanya Naruto yang melihat Sasuke bergerak tidak nyaman diatas sofa.

"Sempit, panas" gumamnya masih memejamkan mata.

"Kalau kau merasa sempit dan panas. Cepat bangun dan pindah kekamar" namun Sasuke tidak mau mendengarkan ucapan Naruto dan masih sibuk mencari posisi nyaman untuk tidur di sofa.

"Dasar Neko merepotkan" akhirnya Naruto memilih mengendong kucing peliharaannya yang dia anggap merepotkan ini ala bridal style.

"He-Hey, Dobe! Apa yang kau lakukan! Turunkan aku!" teriak Sasuke karena tiba-tiba Naruto mengangkatnya dan membawanya kembali kekamar Naruto.

"Apalagi kalau bukan membawamu kekamar, Teme" Sasuke tiba-tiba teringat kejadian saat sebelum teman-teman Naruto datang.

"Ma-Mau apa kau membawaku ke ka-kamar?" tanya Sasuke gugup.

Pertanyaan ambigu Sasuke membuat Naruto mengerutkan keningnya bingung.

"Jangan bi-bilang kau mau melakukan hal yang mesum" Naruto akhirnya mengerti maksud ucapan Sasuke. Seringai kecilpun terkembang dibibirnya.

'Haha. aku lanjutkan saja aksi mengerjai Sasu-Neko yang merepotkan ini' batinnya.

"Menurutmu?" tanya Naruto, dengan seringaian yang lebar Naruto membawa Sasuke cepat kekamarnya.

"Dobe. Lepaskan aku" berontak Sasuke lagi. Setelah masuk kekamarnya Naruto cepat membaringkan Sasuke ke ranjangnya. Sebelum Naruto sempat menindih tubuh Sasuke, Sasuke cepat-cepat bangkit tapi Naruto segera menahannya.

"Lepaskan aku, Dobe. Aku tidak mau!" berontak Sasuke dengan mata yang menatap tajam namun itu sama sekali tak membuat Naruto takut dan dengan cepat dan memaksa Naruto akhirnya berhasil menindih tubuh Sasuke.

"Teme. Kau ini aneh ya. Tadi pagi kau bilang aku boleh menyentuh tubuhmu jika aku mau. Sekarang aku mau lalu kau bilang kau tidak mau" dengus Naruto setelah akhirnya Sasuke terdiam mendengarkan Naruto.

"A-Aku hanya belum siap" gumam Sasuke, hingga akhirnya Naruto berpindah berbaring disebelah tubuh Sasuke.

"Lain kali jangan seenaknya menyerahkan dirimu kalau kau belum siap untuk apapun itu. Lagipula bukankah sudah kukatakan kalau aku ini straight" Sasuke hanya diam mendengarkan ucapan Naruto yang terdengar seperti nasihat. Hingga akhirnya dia bertanya saat mendengar Naruto mengatakan kata-kata yang tidak dia mengerti.

"Uhm, Dobe?" panggil Sasuke.

"Apa?" Naruto menolehkan kepalanya saat mendengar Sasuke memanggilnya.

"Straight itu apa?" tanya Sasuke sembari bangkit dari posisinya yang tertidur untuk duduk menghadap Naruto yang juga ikut bangkit dari posisinya tadi.

"Gzzz. Jadi dari tadi aku bilang aku ini straight, kau sama sekali tidak mengerti?. Begitu?" tanya Naruto pada Sasuke yang hanya mengangguk dengan wajah polos dan penasaran.

"Memang artinya apa?" tanya Sasuke dengan polosnya lagi.

"Ya. Bisa dibilang kalau aku masih menyukai perempuan jadi aku tidak mungkin akan melakukan hal yang mesum seperti yang kau pikirkan tadi" jelas Naruto membuat Sasuke terdiam.

"Kalau begitu kau tidak akan pernah mau menyukaiku apalagi menyentuhku ya?" tanya Sasuke dengan nada yang sedikit aneh membuat Naruto lagi-lagi mengerutkan dahinya, bingung.

"Heh, maksudmu?" Sasuke hanya diam dan menundukan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku ingin tidur" gumam Sasuke lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Naruto.

"Kau baik-baik sajakan, Teme?" tanya Naruto tapi Sasuke hanya menganggukan kepalanya.

"Hah" helaan napas bosan terdengar dari Naruto "Sekarang aku sebaiknya melakukan apa ya?" gumam Naruto sambil memejamkan matanya mencoba untuk berpikir lalu dia bangkit dan berjalan menuju meja belajarnya, mengambil leptopnya dan kembali duduk diatas ranjangnya. Setelah leptopnya menyala Naruto membuka file pribadinya.

"Sedikit memanjakan Naruto junior sepertinya tak masalah" ucap Naruto lalu menikmati file video dewasa yang ada di liptopnya. Bagaimanapun Naruto tetaplah remaja yang sedang dalam masa-masanya meskipun statusnya sebagai seorang ketua osis membuatya harus benar-benar hati-hati dan sembunyi-sembunyi menyimpan file dewasa seperti ini.

Desahan dari volume video yang cukup kencang itu ternyata terdengar sampai ketelinga Sasuke yang ternyata tidak benar-benar tertidur itu.

'Suara apa itu? Aneh sekali' batin Sasuke membuka matanya perlahan menolehkan kepalanya kebelakang. Namun yang dilihat Sasuke hanya sosok Naruto yang duduk di rangjang sedang memperhatikan suatu benda yang kalau tidak salah diingat Sasuke adalah leptop.

"Eng.." suara desahan meluncur dengan mulusnya dari bibir Naruto saat mulai merasakan miliknya mulai menegang, tak menyadari Sasuke mengernyitkan dahinya saat mendengar suara desahan dari Naruto.

"Dobe, kau sedang apa?" jelas saja suara yang berasal dari Sasuke yang ada dibelakangnya membuat Naruto diam membeku.

Naruto menolehkan kepalanya kesamping melihat Sasuke yang mencondongkan tubuhnya untuk melihat layar leptop yang tadi dilihat oleh tuannya.

"Dobe, kau sedang liat apa ta…di?" suara Sasuke tiba-tiba mengecil saat menyadari apa yang tadi sedang ditonton Naruto.

Naruto tertawa canggung "Ha..ha..ha. i-itu aku sedang memanjakan Naruto junior" tunjuk Naruto pada selangkangannya yang telah mengembung membesar.

Melihat arah tunjukan Naruto, kedua pipi Sasuke yang tadi sempat memerah malu karena melihat video yang ditampilkan tadi kini makin memerah saat ikut melihat selangkangan Naruto yang telah membesar.

"Ok, kalau begitu aku ke kamar mandi dulu, kau tau. Naruto junior sudah tidak bisa menunggu lagi" Naruto hendak beranjang dari ranjangnya namun lengannya ditahan oleh tangan putih milik Sasuke.

"A-Aku bisa membantumu jika kau mau" Naruto mengernyitkan dahinya lalu yang dilihatnya selanjutnya adalah Sasuke yang membuka pakaiannya setelah melepaskan lengan Naruto hingga tubuhnya polos tanpa pertahanan apapun.

Melihat tubuh indah Sasuke lagi membuat Naruto bisa merasakan kejantanannya semakin tidak sabar untuk minta dimanja.

'Astaga! Aku bisa jadi gay kalau terus melihat Sasuke seperti ini' jerit Naruto histeris dalam hati namun Naruto tak memungkiri tubuh mulus dan indah Sasuke membuatnya memiliki keinginan untuk menyentuh tubuh indah itu.

"Sebenarnya aku belum siap melakukannya tapi aku harus melakukannya" Sasuke mengulurkan lenganya untuk membuka celana Naruto.

Naruto ingin bertanya kenapa Sasuke berkata belum siap seolah-olah dia memang harus menyerahkan tubuhnya untuk disentuh Naruto tapi niatnya terhenti saat merasakan kejantananya disentuh lembut. Naruto tak ingat kapan Sasuke menurunkan celananya. Naruto dapat merasakan kejantannya dipijat oleh Sasuke. Naruto menghembuskan napasnya perlahan sebelum napsu menguasainya lalu mencengkram lengan Sasuke.

"Aku tak akan berhenti sembelum benar-benar puas. Kau yakin akan melakukanya?" tanya Naruto mencoba menyakinkan Sasuke lagi yang mendongak menatapnya dengan pipi yang bersemu.

Sasuke hanya menganggukan kepalanya sebagaikan jawabanya. Setelah itu Sasuke merasakan tubunya didorong hingga berbaring dan ditindih kembali oleh tubuh Naruto.

'Hah, ya sudahlah, sepertinya jadi gay dengan uke yang manis seperti ini bukan hal yang rugi' lalu Naruto mulai aksinya dengan mengecup bibir Sasuke. Menahan kedua tangan Sasuke dikiri dan kanan kepala sasuke dan meremasnya lembut. Naruto mencium bibir Sasuke lalu menjilatnya, mencoba menerobos bibir yang masih terkatup hingga akhirnya Sasuke membuka sedikit celah bibirnya membiarkan Naruto mendominasinya.

'Manis' Naruto tak perna merasakan ciuman semanis ini sebelumnya.

"Enggh.. ehmm… Na-Naru… to" desah Sasuke saat merasakan pasokan udaranya menipis.

Naruto melepaskan ciumannya, beralih mencium perpotongan leher Sasuke, menghisapnya hingga meninggalkan banyak bekas kissmark yang sangat jelas hingga hampir diseluruh perpotongan leher Sasuke.

"Nggh.. ahh… ahh…"Sasuke tak dapat menahan desahanya setiap kali Naruto menyentuhnya, menciumnya. Sasuke bahkan juga sudah tidak ingat kapan Naruto melepaskan semua pakaiannya hingga menampilkan tubuh atletis Naruto. Sasuke tak menyangkah tuanya ini memiliki tubuh atletis yang dibalut dengan kulit tan membuatnya terlihat sangat jantan.

"Suka dengan apa yang kau lihat, Sasu-Neko?" Sasuke memandang Naruto yang menyentuh pipinya dengan lembut. Naruto menciumnya lagi sama lembutnya dengan ciuman yang sebelumnya. Benar-benar ciuman yang memabukan bagi keduanya.

Naruto turun kebawah dan menemukan nipple Sasuke yang terlihat sangat menggoda untuk disentuh. Kedua tangan Naruto mulai mencubiti pelan dan memelintir putting itu dengan agak kasar hingga matanya terpaku pada wajah Sasuke yang mendesah hebat dibawah tubuhnya. Naruto menyukaianya. Menyukai saat mata onyx yang sejak kemarin terlihat tajam itu kini terlihat sayu tak berdaya dibawah tindihanya.

"Na-Naruto… aku.. mau.. engg.. ahh.. keluar.." Naruto menatap tangan Sasuke yang mengocok milik sendiri. Dengan cepat Naruto memegang kedua lengan Sasuke, menyatukan kedua tangan itu dan meletakan kedua tanganya diatas kepala Sasuke, tangan kanan Naruto digunakan untuk menahan tangan Sasuke sedangkan tangan kirinya menyentuh milik Sasuke yang berdenyut ingin keluar.

"Mana desahan termanismu, Sasu-Neko?" Naruto mengocok milik Sasuke hingga membuat Sasuke makin mendesah.

"Ahh.. ngghhh… Me-Meowhh… uggh.. meow.. ahh.." Sasuke terus mendesah hingga akhirnya dia tak sanggup lagi menahan cairan yang segera ingin keluar.

Naruto menyadari Sasuke akan segera keluar hingga Naruto semakin kuat mengocok milik Sasuke. "Keluarkan, Sasu-Neko" Naruto menunduk lalu berbisik ditelinga Sasuke. Jilatan dan hembusan napas Naruto berikan hingga membuat Sasuke melengguh nikmat dan akhirnya cairan yang ditahanya keluar dari kejantanannya. Membasahi tangan Naruto dan perutnya.

Sasuke dapat melihat dari posisinya berbaringnya, Naruto yang menjilat cairan yang ada ditangannya lalu tersenyum "Manis sepertimu" lalu Naruto meraih kaki kananya dan diangkat hinga memperlihatnya lubang yang sebentar lagi akan memanjakan kejantanan Naruto.

Dengan sisa sperma Sasuke, Naruto memasukan jari telunjuknya, Sasuke yang masih terengah setelah ejakulasi pertamanya hanya bisa pasra saat Naruto mulai mencoba memasukan jari keduanya. Rasa sakit mulai menjalari tubuhnya tapi Sasuka masih tetap diam dan hanya mencengkram sprei ranjang. Naruto menggerakan jari-jarinya yang ada didalam lubang Sasuke. Memutarnya, melakukan gerakan yang dapat membuat lubang sempit itu melebar.

Sasuke akhirnya mengeluarkan suaranya. Mengernyit sakit saat merasakan Naruto memasukan jari ketiganya "Ahhk. Sa-Saa..kit" Naruto hanya diam, mencoba berkosentrasi menemukan titik kenikmati Sasuke.

"Naru..toh pelan-pelan, sa…kit" erang Sasuke merasakan Sakit yang menjalar dari lubang analnya.

"Nnnhh… AHH…"

"Akhirnya dapat" gumam Naruto kembali menekan titik yang dapat membuat Sasuke mendesah nikmat lagi.

"Ahh… Nhh.. Ahh.. Na-Naru… to.. Uhgg" Naruto terdiam dengan tiba-tiba perumbahan yang terjadi pada Sasuke. Tiba-tiba saja mata birunya menyaksikan telinga dan gigi Sasuke berubah. Telinga yang tadi seperti manusia biasa kini malah berubah menjadi telinga kucing serta gigi Sasuke muncul taring kecil layaknya kucing. Naruto tambah dibuat terdiam saat menyadari dari belakang Sasuke tumbuh juga ekor kucing yang sewarna dengan warna rambutnya.

'Astaga! Bagaimana mungkin dia bisa jadi seimut dan semanis ini! Uhh aku jadi tidak sabar untuk memasukinya' batin Naruto menatap tubuh Sasuke yang dibawahnya tanpa berkedip sedikitpun.

"Naruto?" panggilan dari Sasuke membuat Naruto tersadar dan kembali menggerakan jarinya yang masih ada didalam Sasuke. Menusuk pada titik kenikmatan Sasuke yang kini mulai dihapalnya.

"AHH… Yaahh… Ahh, nikh.. mat… ahh… nhhh.. ahh" Sasuke benar-benar sudah tak bisa menahan desahanya saat Naruto terus membuatnya merasa nikmat, hingga membuatnya mengeluarkan sedikit perubahan kucingnya karena merasakan kenikmatan.

"Kau sangat manis, Sasu-Neko, dengan penampilanmu yang sekarang. Kau membuatku tidak sabar untuk segera merasakan lubang hangat dan sempitmu ini" Naruto berbisik tepat ditelinga Sasuke, membuat wajah Sasuke kembali memerah. "Aku akan masuk sekarang, ok?" tanya Naruto menarik jarinya lalu mengusap lembut pipi Sasuke. Sasuke hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah mendapat izin dari Sasuke, Naruto mengecup kedua pipi Sasuke.

Naruto mendekatkan miliknya yang benar-benar sudah keras dengan ukurang yang tidak bisa dibilang kecil itu. Sasuke mengangkat sedikit kepalanya, dia dapat melihat Naruto mendekatkan milik Naruto pada lubangnya. Sasuke hanya bisa meneguk ludah pasrah saat melihat milik Naruto yang besar, dua kali lebih besar dari miliknya.

Sasuke mulai memejamkan matanya lagi. Rasa perih dan sakit mulai menghampirinya namun Sasuke mencoba untuk tetap diam dengan mengigit bibirnya lalu menggelengakan kepalanya kekiri dan kekanan untuk menghilangkan rasa perih dan sakit.

Milik Naruto baru masuk setengahnya Namun Sasuke tak dapat lagi menahan Sakitnya.

"Akh.. Naruto. Sakitt" rintih Sasuke tapi Naruto seolah tak mendengar rintihan Sasuke dan tetap fokus memasukan miliknya kedalam lubang Sasuke.

Dengan hentakan kuat akhirnya milik Naruto tertanam sumuanya kedalam lubang Sasuke.

"Ahhh… Hangat… Kau benar-benar nikmat.. Sasuke" gumam Naruto merasakan kenikmatan pada miliknya yang telah tertanam dilubang Sasuke.

"Ahh.. nhh.." Sasuke lagi-lagi mendesah saat Naruto mulai menggerakan miliknya dengan gerakan keluar masuk pada lubang hangat Sasuke tepat mengenai titik kenikmatannya.

"Sasuke… kau sangat nikmat.. ahh" Naruto mencondongkan tubuhnya untuk kembali mengecup Sasuke. Sasuke dengan senang hati menerimanya dan membuka belahan bibirnya. Naruto dapat merasakan lengan Sasuke yang melingkar pada bahunya.

"Aku.. mau.. aanhh.. keluarr.. Naru.. ahh" Naruto yang mengerti langsung meraih milik Sasuke yang sempat terlupakan, mengocoknya hingga akhirnya Sasuke tak bisa lagi menahanya dan akhirnya sperma milik Sasuke keluar untuk yang kedua kalinya.

"Ahh.. NARUTO.. KELUAR" Naruto pun akhirnya ikut merasakan miliknya ingin keluar.

"Ahh.. Aku keluar.. Shh,,, ahnn.. SASUKE" Sasuke dapat merasakan cairan hangat menyembur dalam dirinya.

Sasuke mencoba menormalkan napasnya. Dia benar-benar merasa lelah sekarang. Perlahan matanya ingin menutup namun ucapan Naruto membuatnya tak bisa memejamkan mata.

"Kau tak berpikir ini selesai bukan?" Sasuke menatap Naruto yang menarik tubuhnya untuk berbalik posisi dengan milik Naruto yang masih tertanam dalam lubangnya.

"Tapi.."

"Aku sudah bilangkan, aku tak akan berhenti kalau aku belum benar-benar puas" Sasuke hanya bisa mengangguk pasra. Dengan posisi Sasuke yang duduk diatas milik Naruto. Sasuke mulai menaik turunkan pantatnya, sekit kewalahan alhirnya Naruto membantu Sasuke menaik turunkan pantatnya pada kejantanan Naruto.

Naruto sangat takjub dengan apa yang dilihatnya. Sasuke yang mendesah dengan kepala mendongak keatas memperlihatnya kissmark yang Naruto tinggalkan dengan saliva yang menetes melewati dagunya.

"Ahh.. Sasuke" Sasuke menatap Naruto yang memanggilnya lalu Sasuke mencondongkan tubuhnya untuk mencium Naruto. Naruto dengan senang hati juga membalasnya. Tangan Naruto mulai bergerak lagi untuk mengocok milik Sasuke yang berdenyut ingin keluar lagi.

Naruto melepaskan ciuman mereka lalu meraup nipple Sasuke yang sejak tadi terlihat sangat menggoda dimatanya.

"Mnnhh. Naruto.. akh Nikmatt.." desah Sasuke merakan kenikmatan diseluruh tubuhnya.

"Uhh, Sasuke.. aku akan keluar lagi.. akhh. Lubangmu sangat nikmat" Sasuke pun mengangguk lalu tak lama miliknya kembali mengeluarkan cairan spermanya hingga mengenai perut dan dada bidang milik Naruto.

"NARUTO.. ahh"

Lalu milik Naruto pun ikut mengeluarkan cairan miliknya didalam Sasuke lagi.

"Shhh.. ahh.. SASUKE"

Sasuke yang sudah benar-benar lelah akhirnya menjatuhkan tubuhnya menimpa dada bidang Naruto.

Naruto merengkuh tubuh Sasuke yang terkulai dalam pelukannya "Terimakasih Sasuke"

Naruto tak mendapatkan jawaban dari Sasuke hingga dia dapat merasakan napas Sasuke yang teratur menandakan sang Neko telah terbuai dalam mimpinya.

Perlahan Naruto membalikan tubuh Sasuke untuk berbaring tanpa membangunkannya. Lalu perlahan pula Naruto mengekuarkan miliknya. Naruto dapat melihat cairannya yang mengalir keluar saat dia menarik miliknya keluar.

"Sudah sore ya ternyata" gumam Naruto saat menyadari hari telah sore ketika melihat kearah balkon kamarnya yang terbuka.

"Hah, sebaiknya aku mandi sekarang".

Setelah selesai Naruto keluar dari kamar mandi dengan membawa baskom air hangat dan handuk kecil berniat untuk membersikan lubang Sasuke yang pastinya lecet.

"Kenapa ya, Sasuke seolah berkata aku memang sudah harus menyentuhnya walaupun dia belum siap, sebaiknya makan malam nanti aku menanyakannya soal kenapa aku boleh menyentuhnya dan ahh iya kenapa keturunan Uchiha bisa terkena kutukan hingga semuanya menjadi kucing. Ya aku harus tanya nanti" Naruto kembali fokus untuk membersikan lebang Sasuke, mencoba sehati-hati mungkin agar tak membangunkan sang Neko saat dia melihat wajah Sasuke menunjukan perasaan tidak nyamannya.

'Kenapa keturunan Uchiha dikutuk? Apa memang pemilik kucing ras Uchiha boleh menyentuh kucinganya? Atau ada sangkut pautnya dengan kutukan mereka?' batin Naruto lalu setelah selesai dia mengecup puncak kepala Sasuke dan beranjak keluar dari kamarnya.

"Sebaiknya aku menyiapkan makan malam sekarang" gumam Naruto meninggalkan Sasuke yang tengah tertidur lelap.

"Otou-san? Okaa-san?!" didepan pintu kamarnya Naruto terdiam melihat tou-san dan kaa-sannya menatapnya dengan pandangan horor.

"A-Apa yang sedang kau lakukan tadi, Naruto?" tanya Minato dengan pandangan yang masih menatap horor anaknya.

TBC

Hallo minna! Hoho. Miako gak bisa berhenti senyum liat review dari Minna yang pengen Sasu-Neko cepet updated. Hoho maklum Miako lagi banyak tugas menjelang semesteran ni jadi gak bisa updated cepet. #PLAAk *biasajugagakpernahupdatedcepet*. Hoho tapi Miako akan usahain untuk updated gak lama banget. Hoho maaf kalau masih ada typo's dan EYD dan OOC yang parah . oh yaa gimana lemonnya, hot gak? Miako harap lumayan lah ya.. untuk saran dari Minna tentang ide cerita akan Miako pikirin nanti diatas jembatan penyebrangan yang Miako pakek buat nyebrang.. hoho Minna jangan tanya apa hubungannya ya. Soalnya, sekedar info ni ya. Jembatan itu suka buat Miako tiba-tiba dapet ide. Sasu-Neko aja idenya dapet pas nyampe diatas jembatan. Hoho.

Hoho waktunya bales review.

Aicinta : Makasi ya… hehe maaf lama ya. Ai-san sampe 2 kali review sangkin lamanya Miako updated. Sekali lagi maaf, hehe. Tapi Miako akan usahain buat updated 2 minggu sekali, doakan ya. Hoho. Untuk ide Sasuke yang akan ikut sekolah disekolah Naruto akan Miako pikirin bagusnya gimana nanti, Sekali lagi terimakasih yaa.

: hoho, makasih yaa. Semoga lemonnya memuaskan. Hoho *ikutketawamesum*

yuichi : hehe. Terimakasih karena udah mau nunggu. Semoga ceritanya memuaskan ya, hehe.

Guest : hoho. Makasi ya Udah baca dan review.

Tanuki-chii : hehe. Iyaiya, makasih. Semangat NaruSasu! Hoho. *Ikutanguling"*

amour-chan :hoho. Sama, Miako juga penasaran sama mereka #plakk. Hehe, untuk Itachi dan Kyubi udah Miako pikirin juga, hehe jadi tunggu chapter 3 ya.. hoho

shin : hehe, udah dilanjut, makasih yaaa.

love kyuuuu : udah dilanjut yaaa, makasih, hehe

Sasa : hehe, maaf lama ya. Makasi udah RnR, hehe. Semoga Miako gak dibunuh Sasu kerena udah buat Sasu OOC dan keliatan lemah, hehe.

suka narusasu : hehe, makasi udah RnR ya,, hoho.

Nagisa-chan : hoho. Iya makasih, maaf ya belum bisa updated kilat, hehe.

Aoi : hehe, makasih ya udah RnR, maaf lama yaa, hehe

Guest : hehe, makasi ya, semoga rasa penasarannya terpuaskan. Oh ya, makasih juga untuk koreksinya, Miako akan usahain buat yang lebih baik, hehe.

Guest : hehe, makasi udah RnR.

Shizuka : hehe, makasih ya udah RnR. Maaf karena lama.

Yuki : hoho, iya, makasih yaa udah RnR. Semoga chapter selanjutnya bisa lebih cepet.

Ndah D. Amay : iyaaa, hehe, makasih ya udah RnR.

Hoho, semua review udah dibales, makasi semuanya. Semoga review untuk chapter 2 ini sama banyaknya dengan chapter 1. Hehe. Ok segitu aja dulu yaaa, balesan untuk TYL chapter 7nya nanti ya di Sasu-Neko chapter 2. Salam cinta dari Miako Uchiha, ddaaahdaaaahhhh, *lambai-lambaitangan*.