Pharmacy is Fun!

Kuroko no Basuke / Kuroko's Basketball belongs to Tadatoshi Fujimaki

OOC, AR!Pharmacist, AU!MedicalWorld, typo(s) and misstypo(s), drabbles, miss EyD/EBI, NewStudent!Kuroko, plot hole


11) greeting


"AAAAH DAI-CHAN! JANGAN LEMPAR PANSUSKU!"

Furihata bersyukur dia tidak cepat-cepat melangkah masuk kelas, atau mungkin sekarang kepalanya sudah terkena tamparan kasih sayang dari sepatu Momoi.

Betul-betul sambutan yang indah nan mengesankan di pagi hari.


12) dream


"Namaku Kuroko Tetsuya. Aku tinggal di kos yang sama dengan Aomine-kun dan Momoi-san. Mata pelajaran favoritku adalah Sejarah dan Matematika. Sebelumnya aku mengambil jurusan Akuntansi. Salam kenal."

"Hmm ... Kuroko Tetsuya ya?" Kagetora-sensei mengangguk-angguk. "Apa cita-citamu?"

"Saya ingin memiliki sebuah apotek dan membanggakan orangtua," jawab Kuroko mantap dengan wajah alim.

"Lihat seluruh teman-teman barumu." Kuroko pun mengikuti arah telunjuk Kagetora-sensei yang memutari seisi kelas. "Semua datang ke sini dengan mimpi ingin menjadi apoteker, kecuali kamu yang ingin membuka apotek. Di masa depan nanti, mereka akan jadi pelayanmu, hahahaha! Bagus, saya salut padamu!"

Seluruh siswa menganga. Oh, Akashi tidak ikut, malah dia berpendapat sambil tersenyum, "Aku setuju, tapi seorang apoteker seperti Kuroko Tetsuya akan membutuhkan orang sepertiku dalam pekerjaannya."

Dasar modus tingkat bakteri.


13) drugs


Menit kesepuluh setelah praktik dimulai ala Aomine Daiki.

"ADUH INI BUKU DM KOK TULISANNYA BURAM YA. MANA EFEDRIN ADA TIGA MACAM, YANG MANA INI HAAAAA!"

"Aominecchi, memang beda nama, tapi DM-nya kan sama saja-ssu."

Menit kelima belas setelah praktik dimulai.

"Aduh ini CTM sama Diazepam golongan apaan ya? Terus, kalau Efedrin Hidroklorida golongan apa ya? ADUH GUSTI, PUSING PALA CHUCKY. PAKE LABEL APA KAGAK NIH AAARRRGHH!"

"Aomine, kau berisik-nanodayo."

Menit ketiga puluh setelah praktik dimulai.

"ADUH SATU TABLET PAPAVERIN ITU BERAPA YA HUAAAAA!"

"Cari di Formularium Nasional, Dai-chan!"

Menit keempat puluh setelah praktik dimulai.

"AMPUNI DOSAKU YANG HITUNG DOSIS SAMPAI SEPULUH RIBU PERSEN!"

"MATI ANAK ORANG, AHOMINE! Seratus persen aja udah overdosis, apalagi sepuluh ribu!"

Menit kelima puluh setelah praktik dimulai.

"Langkah kerja itu ... setarakan timbangan dulu atau timbang obat ya?"

"Bagaimana bisa kau menimbang obat di timbangan yang tidak setara, Aomine Daiki?"

Satu jam setelah praktik dimulai.

"Yak! Waktu telah habis, kumpulkan jurnal dan sediaan obat kalian! Disteker ya!"

"Cuci mortar dan pestle bersama yuk, Mine-chin."

"SENSEI, AKU BELUM SEMPAT MEMBUAT OBAT!"

Kehidupan anak Farmasi itu berat, Broh.


14) chemistry


"Kimia aja punya ikatan, masa kita nggak sih?"

Akashi pulang ke rumah dengan pipi memerah. Bukan karena perasaannya dibalas Tetsuya-nya, tapi habis di-ignite pass kai.


15) physic


Guru Fisika di kelas Farmasi suka memakai nama murid sebagai tokoh dalam soal yang dibuatnya.

"Seijuurou mendorong meja dengan gaya—"

"Dorong meja saja pakai gaya-ssu. Akashicchi lebay, ah."

Beristirahatlah dengan tenang, Kise Ryouta.


16) infinity


"U-Um ... Tetsu-kun ...?"

"Ah, Momoi-san. Ada apa?"

"Ini ... a-aku mau meminta kembali buku Farmakognosi yang kaupinjam." Momoi memalingkan wajahnya. Dia merasa tak enak meminta teman sekosnya, yang merupakan murid baru di kelas sekaligus cinta pertamanya."Soalnya ... lusa nanti ada tes tertulis. T-Tapi kalau kau berkeinginan mengembalikannya besok, k-kamu ... t-tidak masalah kok!"

"Mengapa wajahmu memerah, Momoi-san?" tanya Kuroko bingung.

"Uh ... k-kalau tidak keberatan ... seberapa besar cintamu padaku, Tetsu-kun?" balas Momoi salah tingkah. Dia justru mengungkapkan isi hatinya. Dasar bodoh! makinya dalam hati.

Kuroko menautkan alis, kemudian tersenyum tipis. "Cintaku pada Momoi-san ... seperti satu dibagi nol. Tidak terhingga."

Momoi merasa terbang. Meski dia tak dapat menggapai Kuroko Tetsuya di dunia nyata, dia masih bisa memimpikannya, bukan?

(Ya. Dialog yang ada di atas hanya fiktif belaka.)


17) trick


Di luar mata pelajaran produktif seperti Farmakognosi, Farmakologi, dan Farmalalalala, mata pelajaran umum seperti Biologi juga menjadi momok bagi kelas Farmasi.

Gurunya termasuk killer, bagi sebagian murid. Tidak segan-segan memberi nilai nol pada anak yang tidak membuat PR, dan mengusir siswa yang mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebagian murid lainnya merasa beliau adalah tipe sersan, serius tapi santai. Ea.

Ulangannya itu lho, mantap. Cukup satu soal.

Jelaskan sedetil-detilnya materi bab yang terakhir dipelajari!

Udah, gitu aja.

"Minggu depan tes lisan mengenai taksonomi. Hapalkan tata cara penamaan spesies, Bapak Taksonomi, urutan takson, lima puluh nama ilmiah hewan dan lima puluh nama ilmiah tumbuhan. Fotokopi materi akan saya bagikan besok karena saya yakin hari ini kalian tidak akan belajar."

Duh, nusuk.

"Sensei, bagaimana cara menghapalkan urutan takson? Saya kesulitan dan mudah ragu." Sesudah mengangkat tangannya, Kuroko bertanya. Maklum saja, dia lumayan lemah di bidang Pengetahuan Alam seperti Biologi, jadi kali ini dia harus belajar maksimal.

"Ada triknya." Sang pahlawan tanpa tanda jasa tersenyum. "Urutan takson yang benar adalah Kingdom, Division atau Phylum, Class, Ordo, Familia, Genus, dan Species. Kita ambil setiap huruf awalnya."

Semua murid mulai memperhatikan tulisa da di papan tulis. KDCOFGS dan KPCOFGS.

"Jangan lupa. Division untuk tumbuhan, dan Phylum untuk hewan." Seusai mengatakannya, guru Biologi tersebut mulai menuliskan triknya. "Ketika Dilema Cinta, Orang Frustasi Gampang Stres. Kalau untuk hewan, ganti saja Dilema menjadi Putus. Ketika Putus Cinta, Orang Frustasi Gampang Stres."

... ANJIR.

Mau ulangan, sekelas malah baper.


18) drama


Miss Alexandra Garcia—selanjutnya sebut saja Mawar, eh, Alex—sudah terbiasa dengan kata-kata tertentu bila mengulas Direction. Seperti tempat-tempat yang dinamai cinema, bank, beach, gas station, dan lain sebagainya. Karena tidak ingin murid didikannya stres, dia memutuskan untuk mengajak mereka bermain membuat sebuah drama kecil mengenai petunjuk arah. Siswa-siswi akan dilatih menyampaikan arah dalam bahasa Inggris.

(Sebentar. Kalimat terakhir seperti kalimat yang ada di buku paket, di bagian kompetensi dasar itu lho. Abaikan.)

Usahanya berhasil. Tampak murid-muridnya antusias mengerjakan tugas. Berbekal karton dan semua perlengkapan dekorasi, mereka berusaha untuk mempertunjukkan drama singkat mengenai cara memberikan direksi. Mulai dengan tempat-tempat tujuan yang dibuat berbagai variasi, seperti karton yang hanya ditulisi Clothes Shop—seperti kelompok yang dipimpin Aomine—hingga kardus dibentuk tiga dimensi yang mirip seperti hotel berukuran mini—dan jangan ditanya, ini kolaborasi antara Akashi sebagai pencetus ide, Momoi sebagai bagian dekorasi, dan Midorima sebagai arsitek dadakan yang mengerikan.

Now, the show is begin! Dimulai dari kelompok satu dengan Kagami sebagai ketuanya.

Kawahara dan Kagami mempersiapkan jalan yang berada di dalam drama. Kalau biasanya Miss Alex hanya tersenyum saat membaca Purple Street atau Banana Road, kali ini wanita berambut pirang itu menganga.

Phenobarbital Road

Amobarbital Road

Lisergina Street

Amfetamin Street

Metamfetamin Street

Diazepam Path

Alprazolam Path

"Waah, itu semua nama obat!" celetuk Momoi syok.

"Tentu saja, biar unik-ssu!" Kise menjawab penuh semangat.

"Semuanya obat halusinasi. Yang benar saja!" kali ini Sakurai angkat bicara. Bahkan dia sampai melupakan kata maaf andalannya.

"Why you buat nama jalan like this?" tanya Takao dengan tenses asal-asalan.

Aomine, Furihata, Kagami, Kise, dan Kawahara membentuk bersaf. Kedua tangan mereka silangkan di depan dada.

"BECAUSE WE'RE PHARMACIST, YEAH!"


19) effect


"Haizaki, coba sebutkan tiga nama dagang obat yang mengandung Codein!" seru Araki-sensei sambil menunjuk Haizaki dengan mistar kebanggaannya.

"Clopedin, Alfa Metadon, dan Alfa Prodina," jawab Haizaki lancar, padahal salah semua. Entah obat apa yang disebutnya.

Araki-sensei menyeringai. Kini mistarnya menodong wajah satu-satunya pemuda berkulit cokelat di kelas Farmasi. "Apakah betul, Aomine?"

"YAK! SELAMAT, ANDA MENDAPATKAN DUA JUTA RUPIAH DIPOTONG PAJAK, YANG DIPERSEMBAHKAN OLEH ..."

"MI BURUNG DARA, ENAKNYA, NYAMBUNG TERUS~~~!" timpal Haizaki sambil joget-joget.

Kuis sinetron dapat menimbulkan efek keputusasaan, mudah pasrah dan menyerah, penindasan mental, gangguan psikis, saraf terjepit dan putus, cemoohan dari lingkungan sekitar dan dipandang sebagai pasien rumah sakit jiwa.


20) laugh


"Sekarang bulan Februari, Sobat! Jangan lesu begitu!" Reo menepuk bahu Hayama, sahabat pirang bertaring ala rubah. Keduanya merupakan anak Farmasi yang akan lulus tahun ini.

"Ya terus kenapa, Reo-nee?" tanya Hayama. Reo memeluknya, membuat yang bersangkutan merasa risih.

Reo melepas pelukannya, kemudian menopang dagunya dengan kedua tangan membentuk huruf V. Ala-ala banci begitu. "Bulan ini penuh cinta! Bersemangatlah! Tahun ini gelar jomblo kita akan musnah! Yaaah, bulan ini bulan romantis dan penuh kebahagiaan."

"Romantis dengkulmu. Kebahagiaan jidatmu." Hayama mendesis. "Bulan ini bulan penuh cinta, preeet! Yang iyanya penuh persiapan try out, ujian semester, ujian akhir sekolah, lalu UNBK. Bulan ini bulan sibuk tauk. Mana ini bulan ujian praktik lagi."

"Benar juga. Mari kita menghapal sinonim obat!"

"Lalu menghapal zat berkhasiat dan penggunaan simplisia!"

"Jangan lupa mempelajari fase obat dalam tubuh!"

"Ya ya ya! Kemudian kita juga harus mengetahui manajemen dalam apotek atau instalasi farmasi rumah sakit!"

"HAHAHAHAHA! SIBUK SAMPAI PERTENGAHAN TAHUN!"

"SAMPAI JUMPA, KEBEBASAN!"

Keduanya tertawa miris, dengan curhatan antara meratapi nasib atau memang sudah pasrah akan jomblo sampai lulus SMK.


to be continued or delete?


A/N : Maaf belum bisa melanjutkan fic, sedang tidak mood karena sepertinya tidak mendapat respon ;;w;; dan sedang ada masa-masa berat di sekolah. Alhasil, fic ini hadir! Yey!

Haizaki muncul lagi. Entah kenapa kelas Farmasi jadi kurang nista kalo gak ada dia, jadi sekali-sekali dia bakal muncul lah. Ada yang kangen? /slap

Hei! Kakak kelas Reo dan Hayama muncul! Kalau dipikir-pikir, bosan juga kalau cuman menceritakan kelas sepuluh. Harusnya kakak kelas lebih diperhatiin juga kan ya /posemikir

Informasi kecil untuk drabble-drabble di atas :

- Efedrin : Memang ada tiga tipe, yakni Efedrin Hidroklorida dan Efedrin Sulfas yang memiliki dua cara pemakaian, tapi semuanya sama-sama sebagai pembangkit nafsu makan (amara) dan simpatomimetik. Termasuk obat keras.

- CTM : Singkatan dari Chlorpeniramini Maleas. Berkhasiat sebagai antihistamin dan sekarang digolongkan sebagai obat keras (dulu obat bebas terbatas, tapi karena efek sampingnya yang dinilai cukup berbahaya, sekarang CTM merupakan obat keras)

- Diazepam : Psikotropika golongan IV, yang berpotensi ringan menyebabkan sindrom ketergantungan dan dipergunakan sebagai penenang.

- Formularium Nasional : Salah satu panduan dalam menulis resep. Biasanya berisi jumlah zat aktif obat dalam tablet apabila dijadikan serbuk, dsb.

- Amobarbital, Lisergina, Alprazolam, Amfetamin, Metamfetamin : Ketiga-tiganya obat Psikotropika, hanya beda golongan saja kok :3 kalau pedoman sesat ala saya, yang belakangnya -min itu golongan II, yang belakangnya -tal golongan III, dan yang belakangnya -am golongan IV. Yang lainnya golongan I XD (beneran ngawur)

- Clopedin, Alfa Metadon, Alfa Prodina : Ini obat Narkotika golongan II, sementara Codein itu golongan III, yang mereknya Coditam, Codipront, dan Codikaf. Ya beda merek X'D

Maaf ya penjelasannya nggak bisa banyak-banyak. Ini saja menulis saat benar-benar luang dan mau lanjut buat pe-er lagi :" dan meski judulnya tentang Farmasi, isi fic-nya tidak muluk-muluk obat kok. Akan diselingi mapel lain dan kecerian kelas sepuluh Farmasi, dan mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik di sini /plaaak

Ah, maaf juga kalau isinya kebanyakan baper-baperan gitu. Bulan ini bulan penuh cinta, kan? :))

Review Replies :

Brown Earth Girl : Sebenarnya kehebohan mereka betul-betul terjadi di realita XD (nunjuk sekolah sendiri). Jangan bosan-bosan membaca dan review lagi ya! X3

asfas : Err ... soal pairing nggak bisa janji sih ya X"D tapi bakal diusahain deh~

May Angelf : Ini udah lanjut. Semoga sukaa~~~

JesslynKR : Hee, begitukah? Mungkin sebutan mortar itu lebih dikenal sebagai lumpang, dan stemple lebih dikenal dengan nama alu. Memang dalam Farmasi banyak istilah yang padahal hanya merujuk pada satu benda saja :')

Setarain timbangan itu bikin frustasi, lebih-lebih dari ngehitungin dosis :'D

Semoga Akashi dapat mencairkan hati Kuroko :)

Sakuracchi-chan : PRO-MI-SE tetap akan diselesaikan kok uwu)"

Makasih lho udah mau meluangkan waktu untuk membaca fic ini ;D

Michiggy Lovche : Saya heran kenapa Haizaki dan Akashi yang ditolak selalu jadi bahan tertawaan para reviewer, kan kasihan /woi

Thanks for the review~

ByuuBee : Ini sudah lanjut ^^

Rizky361 : Silakan fav, makasih atas fav-nyaa~

Hanyo4 : Belum pernah masuk lab Kimia, jadi cuman bisa ngebayangin. Soal Haizaki, dia jadi murid Farmasi cuman empat hari kok, wkkwkw

Yup, saya anak Farmasi. Masih kelas 1 sih, masih harus banyak belajar.

Terima kasih atas support-nya ^^ terus nantikan fic ini ya /plak /ngarepkamu

Welp, sekiaaaan yaw! See you in next chapter!

~ marmaladelicious