CHAP 2 COY! MAKIN ANARKIS NIH! VAN MAKIN CINTA BOLA!
Hari Rabu, Yosuke dan Chie ngabur sekolah buat nonton pertandingan Persipasi vs. Arema. Karena mereka Soebex atau suporter sejati Persipasi, mereka sudah membawa banner "Bekasi kota patriot, Soebex suporternya".
"Yos, lu beneran bisa bawa motor ke stadium?" tanya Chie khawatir.
"Tenang aja, neng! Gua mah masternya motor! Banyak orang belajar motor ama gua!"
"Ok dah bang, gua percaya ama lu! Tapi awas aja kalo ada sedikit kecelakaan, gua jeleh(dalam bahasa bekasi bagian bojong artinya marah)!" dan Chie dan Yosuke ngabur ke Stadium.
Di lain tempat, di Gekkoukan High, Junpei beserta Shinjiro udah bawa-bawa cerurit sama parang buat perang di stadium.
"Gua denger kalo ketua Soebex inaba gokil banget, bang! Makanya parang sama cerurit ini buat nunjukin bahwa kita ini invincible! Mercon beserta laser udah di tanganin sama Kou, ketua Aremania di Inaba. Abang harus tau, Kou itu rambutnya kayak minato loh warnanya, berarti cet rambut warna kayak gitu udah pasaran!" kata Junpei sok tau.
"Ahahaha...kamu mah sok tau banget! Padahal aku udah mesen mesiu seharga 1,6 milyar loh buat ntar pertandingan" mendengar perkataan Shinji yang santai tapi sadis, Junpei ketawa-tawa,
"Ah si Abang! Itu juga kita perlu, bang! Abang harus tau ya bang, si Soebex itu gak mungkin bisa ngebeli mesiu 1,6 milyar!"
"Jangan nge-sok gitu, ntar kalo mereka ngebeli TNT seharga 2 milyar gimane? Mati dah Aremania!" Shinji betawinya keluar.
Di parkiran stadium, Kanji dan Naoto lagi markirin truk gandeng yang isinya Soebex tambahan sebanyak 2.300 jiwa.
"Kiri! Kiri! Kiri! Kiri jauh Nao! Bales Kanan! Sip!" Kanji sebagai jongosnya Chie, ketua 2 Soebex cabang Inaba, jadi pak ogah sementara. Naoto yang nyupir turun dari truk dan ngebuka belakang truk kayak polisi mau nurunin tawanan. Soebex-soebex itu berhamburan kayak laron seperti di surat Al-Qariah. *astagfirullah*
"Kanji, kamu udah sms ketua soebex yang di TPI, belon?" tanya Naoto nada betawi.
"Udah. Katanya dia mau nanem TNT di korsi Aremania." jawab Kanji nadanya biasa, padahal isi kalimatnya betul-betul sadis kayak teroris bawa keris sambil berbaris.*alay abis*
"Oh, semenjak dia tangannya bisa berapi, kan? yo wis, apik lah strategi kita!" Kata Naoto yang sejak kapan dia jadi ngomong boso jowo.
"Oh ya Naoto! Barusan mamaku nitip ini, katanya tolong di siramin di lapangan kalo Aremania anarkis, di jamin kita dapet juara 1 suporter ter-anarkis!" ucap Kanji sambil ngasih 2 ember gede berisi sesuatu berbentuk gelondong berwarna coklat.
Naoto tersenyum seperti mengenali benda tersebut, "Ini dari mamamu?" tanyanya.
Kanji ngangguk, "Iya. Katanya, sebelum make, panasin dulu sampe meleleh, jangan lupa, siramnya harus cepet-cepet dan jangan sampe kena kulit."
"Hmm...menarik. Menggunakan malem(bahan untuk bikin batik itu loh...yang pake canting. atau lebih tepatnya lilin batik) sebagai ultimate weapon untuk pertandingan hari ini. Oh ya, sms-in Yosuke-senpai suruh minjem kompor seafood 99 dulu sebelum kesini. kan lumayan, kompornya apinya gede."
"Roger!"
Pertandingan dimulai. Arema mencetak 1 gol. Karena gak terima, soebex nyalain mercon(tanpa di lempar) buat nunjukin "Nih gue marah!". Merasa dihina, 1.400 Aremania nyalain laser ijo buat nunjukin, "Beraninya lo hina gue!".
Shinjiro, sebagai ketua 1 Aremania cabang TPI mengeluarkan ultimatum agar Soebex diam. Tetapi itu malah dikira hinaan sama Soebex. Kemudian Aigis, ketua Soebex cabang TPI memerintah agar 250 buah mercon dibakar dan dilemparin ke lapangan sebagai ngajak berantem. Merasa ditantang, Rise sebagai ketua 2 Aremania cabang Inaba melemparkan gas air mata ke lapangan sebagai tanda setuju dan Soebex menjadi lumpuh.
"Chie, pasang 20 amonia di lapangan, lalu kita liat apa kehebatan mereka?" suruh Yosuke, ketua 1 Soebex Inaba sambil bergaya mafia.
Dengan napsu Chie ngelemparin 20 botol ukuran 600ml amonia ke tengah lapangan. Tidak lupa, ia sudah memasang masker gas untuk soebex-soebex di sini. Karena kebauan, Aremania juga lumpuh. Soebex dan Aremania sama-sama lumpuh. Merasa ingin maju, Kou melempari 2.300 buah mercon dan 150gr bubuk mesiu.
"Kita gak boleh kalah sama mereka yang cuma bisa main mercon sama amonia! Kita bisa ngelemparin mereka dengan mesiu!" Kou semangat 45.
Di lain hal, Naoto dan Kanji sedang menunggu lilin malem meleleh. "Bentar lagi meleleh, Nji! Kita bisa nyiramin malem ke lapangan, mereka gak mungkin kepikiran nyiram lilin malem, kan?" kata Naoto sadis.
Babak ke-2 Persipasi dan Arema berantem di tengah lapangan membuat Soebex dan Aremania makin manas.
"Ayo Aremania! Bangkitlah bagai film bangkit dari kubur! Lemparin semua benda anarkis yang kalian punyaa!" Junpei berkoar. Parang yang tadi dibawa, dia lemparin ke lapangan. Kalo begini, Aremania terlalu anarkis.
Melihat parang, beling, dan benda super anarkis lainnya yang dilempar-lemparin, Naoto terkejut. Ia langsung memerintah agar lilin malem segera di siramkan.
"Siram semua lilin malem yang ada! Pasang laser ijo 5000 biji! Telepon Bang Kadir buat nyolong anak alay 6.000 pake truk gandeng, suruh bawa turun ke lapangan!"
"Roger!"
Di lain tempat, Yosuke, Chie, serta Aigis sedang mencoba menelepon sanggar tari merak sebanyak 50 sanggar.
"Halo ibu saya Chie, Ketua Soebex, saya mau nyewa tari merak bu. Tolong ke Stadium, dan manggungnya di tengah lapangan ya bu, makasih."
"Halo pak, Maaf ganggu, saya Aigis, saya mau mengadakan gebyar Soebex pak, mohon semua anggota sanggar bapak hadir di Stadium sekarang ya pak, terima kasih."
"Assalamualaikum Pak, saya Yosuke, ini pak, hari ini ada pesta tradisional Soebex di Stadium. Saya mohon bapak dan murid-murid bapak bisa tampil di tengah lapangan karena hari ini betul-betul hari yang istimewa. Bapak mau menang? Sanggar Anda mau jaya? Atau mendapat hadiah menarik? Ikuti Pesta Tradisional Sobex, hanya di Stadium."
Beberapa menit kemudian, truk gandeng berisi 6.000 anak alay serta 50 sanggar tari turun ke lapangan. Mereka membawa banner "Bekasi kota patriot, Soebex suporternya!"
Melihat itu, Aremania makin naik pitam. Istilahnya amarahnya udah kecabut dari tubuhnya sehingga kayak setan.
"Woooy! Kirimin topeng monyet 300 biji dan reog ponorogo sebanyak mungkin! Kita bales tuh si Soebex yang seenaknya nyewa begituaan!" teriak Shinji kayak iblis.
"HUOOOOOOO!" Aremania lainnya ikut bergerilya.
Beberapa menit kemudian 35 reog ponorogo dan 298 biji topeng monyet dateng ke lapangan. Dan akibat ulah Soebex dan Aremania yang berani ngirimin gituan ke lapangan, pertandingan dihentikan dengan skor akhir 1-1.
-Junes-
Yosuke merasa kesal karena kehebohan yang tadi ia lakukan membuahkan hasil tangan kosong.
"Kita tidak menang maupun kalah. Kita seri." ucap Yosuke sedih.
Chie mengelus punggung Yosuke(cieee...) "Udah bang, jangan sedih bang! jangan Jeleh! Kita tetep Soebex, tukang nyobek-nyobek! Ayolaah...lain waktu kita pasang bom, deh..."
"Katanya hari ini Aigis pasang bom! Gimana sih?"
"Bomnya salah waktu bang. pas pertandingan dihentiin baru meledak."
"Ah siaul! Coba bomnya bener waktu(?) kita pasti bisa beat Aremania into a pulp! Udah ah! Pokoknya lain waktu, liatin aja! SOEBEX ITU TUKANG NYOBEK-NYOBEEEK!"
Yak, mohon maaf kalo ada kata-kata yang menyinggung. Saya bikin semua pertandingan seri karena saya tidak memihak kepada club manapun. Yah, namanya juga pecinta bola, bola manapun gua tonton.
Sayang cinta, Van D.
