UNTIL THE END

Kimmy Cho Present

.

.

CAST: Cho Kyuhyun, Park (Cho) Jung Soo, Lee (Cho) Donghae

OTHER CAST: Cho Young Hwan, Kim Hanna, Lee Na Yeon, Lee Jonghyun

.

.

GENRE: Family, Brothership, Sad, Hurt

.

.

RATED: T

.

.

WARNING: TYPO bertebaran sepanjang mata memandang, cerita pasaran dan membosankan. Tulisan dengan cetak mirip itu FLASHBACK yaww...

.

.

Sebuah kesalahan...

Akibat dosa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa itu,

Bocah polos tak berdosalah yang menjadi korbannya...

Anak sialan, anak pembawa sial, anak haram, anak tak tahu malu, anak perusak hubungan orang...

Kata-kata itulah yang selalu menemaninya...

Apakah sampai terakhir akan terus seperti ini...?

Dibuang dan tak diharapkan...

Karena terlahir sebagai sebuah kesalahan...

.

.

.

***UNTIL THE END***

Chapter 1

BRAAKK...

Sebuah bantingan pintu terdengar begitu menggemma disalah satu ruangan dirumah megah milik keluarga Cho. Terlihat seorang remaja yang berumur sekitar lima belas tahun memasuki ruangan yang pintunya tadi dibanting dengan keras.

"Appaa..." Kini pemuda itu memasuki ruangan yang diketahui sebagai ruang kerja milik ayahnya dengan tergesa gesa, dan dengan mimik wajah yang sulit untuk ditebak. Entah itu kesal, marah, kecewa semuanya berkumpul jadi satu.

"Cho Jung Soo. Apakah aku tidak pernah mengajarkan sopan santun kepadamu?" Masih dengan menunjukkan wibawanya, tuan Cho menegur putra sulungnya atas ketidaksopanannya itu.

"Appa..." Namun Jung Soo tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh ayahnya. Sekarang pemuda itu sudah berdiri dihadapa tuan Cho yang sedari tadi dengan tenangnya duduk dimeja kerjanya.

"Appa.. Apa maksud dari semua ini? Apa benar bocah itu putra appa?" Tanya Jung Soo dengan raut wajah emosi.

"Jadi tadi kau mendengar semua percakapan kami? Apa kau lupa jika menguping pembicaraan orang itu tidak sopan Jung Soo-ya" Bukannya menjawab, tuan Cho justru kembali menceramahi ketidaksopanan Jung Soo yang menguping pembicaraan orang dewasa.

"Tanpa mengurangi rasa hormatku terhadapmu, sekarang tolong jawab pertanyaanku. Apa benar jika bocah itu adalah putra appa?"

Diam.. Tuan Cho hanya bisa diam. Ia bingung harus menjawab apa. Yang pasti saat ini ia seperti kehilangan wibawanya dihadapan sang putra. Jung Soo menatap tuan Cho dengan intens. Mencoba mencari jawaban dimata berbingkai itu. Dan akhirnya ia menemukan jawaban dari sikap diam sang ayah.

"Jadi... Selama ini appa sudah menghianati eomma" itulah kesimpulan Jung Soo.

"Maafkan appa, Jung Soo-ya" Hanya kata itulah yang bisa diucapkan oleh tuan Cho sekarang ini. Dan hanya raut kecewalah yang saat ini terpampang diwajah tampan seorang Cho Jung Soo.

***UNTIL THE END***

10 years later~~

Pagi ini suasana sarapan pagi dikediaman keluarga Cho sangat hening. Hanya ada suara sendok dan piring yang saling beradu. Empat orang yang duduk disana hanya diam dan mencoba menikmati makanan yang tersaji diatas meja. Sampai pada akhirnya muncullah seorang pemuda berusia lima belas tahun duduk bergabung bersama empat orang yang tadi sedang menikmati sarapan dengan khidmat.

SREETTT~~

"Aku sudah selesai. Eomma, Appa, aku pamit" Cho Jung Soo, putra sulung keluarga Cho itu menyudahi acara makannya, setelah seseorang yang dianggap merusak keharmonisan keluarganya itu hadir ditengah acara makan mereka. Suasana hatinya rusak seketika setelah melihat wajah itu.

"Tapi kau belum menghabiskan sarapanmu Jung Soo-ya" Lee Na Yeon, sang eomma mencoba mencegah Jung Soo untuk pergi terlebih dahulu.

"Tapi nafsu makanku hilang seketika, setelah melihat seseorang yang tak tahu malu duduk disini" Setelah mengucapkan itu Jung Soo sedikit membungkukkan badannya kepada ayah dan ibunya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Meskipun ayah yang begitu dibanggakan olehnya itu sudah mengecewakannya, ia tetap menunjukkan sikap sopannya dengan membungkukkan badan kepada sang ayah.

Suasana disana langsung berubah canggung setelah kepergian Jung Soo. Sang ayah, sebagai pemimpin dikeluarga hanya bisa diam mendengar perkataan Jung Soo, sedangkan sang eomma, saat ini wanita yang masih terlihat cantik diusianya itu sedang menatap seseorang dengan tatapan tajamnya.

"Bukankah sudah ku katakan untuk tidak muncul sebelum Jung Soo berangkat ke kantor" Perkataan tajam itu terucap dari bibir indah milik Na Yeon. Matanya masih terus menatap tajam pada pemuda yang dianggap sebagai benalu dikeluarganya itu.

"Mianhae..." Hanya kata itu yang terucap dari mulut pemuda yang sedari tadi mendapatkan tatapan intimidasi dari ketiga orang yang tersisa disana. Wajahnya terus tertunduk, tanpa mau menatap orang yang berbicara dihadapannya.

"Dasar anak sialan" Setelah mengucapkan itu, Na Yeon bergegas meninggalkan meja makan. Padahal sama seperti Jung Soo, makan paginya belum habis sama sekali. Namun, nafsu makannya langsung hilang setelah anak sialnya itu hadir ketengah-tengah mereka.

Setelah kepergian nyonya Cho, suasana kembali hening. Disana masih tersisa sang kepala keluarga dan kedua putranya yang lain.

"Kim Kyuhyun. Aku mohon sekali ini saja kepadamu. Jangan pernah muncul dihadapan Jung Soo dan juga Na Yeon" Setelah beberapa menit hening, akhirnya tuan Cho mengeluarkan suaranya.

Pemuda yang sedari tadi menundukkan kepalanya langsung menatap tidak percaya pada orang yang berbicara kepadanya barusan. Kim? Bukankah dirinya itu juga Cho? Bukankah dirinya juga merupakan bagian dari keluarga Cho? Oh.. Apakah Kyuhyun lupa bahwa dirinya belum terdaftar dalam kartu keluarga Cho. Jadi tidak salahkan jika ayahnya memanggilnya Kim. Karena sampai sekarang ia masihlah seorang Kim bukan Cho.

Dan ayahnya tadi bilang apa? Jangan pernah muncul dihadapan Jung Soo dan Juga Na Yeon. Bagaimana caranya agar mereka tidak saling bertemu, sedangkan sampai saat ini mereka masih tinggal disatu atap yang sama.

"Ne, Jeongseohamnida abeoji. Aku janji setelah ini tidak akan pernah menampakkan wajahku di hadapan Jung Soo hyung dan juga eommonim. Sekali lagi maafkan aku karena sudah tidak sopan berkumpul dengan kalian. Permisi, aku harus segera berangkat ke sekolah" Setelah mengucapkan kalimat tersebut Kyuhyun segera berdiri dan membungkukkan badannya kepada seseorang yang ia panggil abeoji. Dan setelahnya ia bergegas pergi meninggalkan tempat yang membuatnya sesak tersebut. Bahkan Kyuhyun sama sekali belum menyentuh sarapannya.

Sedangkan seseorang yang sedari tadi duduk diam disana, hanya bisa menatap kepergian Kyuhyun dengan pandangan iba.

"Maafkan aku yang tidak bisa berbuat banyak, Kyuhyun-ah" batin orang itu.

***UNTIL THE END***

Kegiatan belajar mengajar sudah berakhir sejak dua puluh menit yang lalu. Namun, pemuda berusia lima belas tahun tersebut terlihat sedang termenung. Pandangannya kosong menatap keluar jendela. Entah apa yang dilihatnya. Yang pasti saat ini pikirannya sedang berkelana ke masa lalu. Masa lalu yang menjadi awal dari semua hal menyakitkan yang ia rasakan sekarang.

Terlihat tiga orang dewasa dan seorang bocah kecil duduk disebuah ruang tamu yang begitu megah. Bocah polos yang duduk disebelah wanita cantik itu tampak menatap takjub pada dekorasi rumah ini. Banyak guci mengkilap dan lukisan tergantung diruang tersebut. Sungguh bocah polos itu sangat menginginkan untuk tinggal ditempat indah ini. Tanpa bocah itu sadari bahwa keinginannya untuk tinggal ditempat ini akan segera terwujud.

"Kyuhyun perkenalkan dirimu" titah Hanna pada bocah polos yang sedari tadi terus mengagumi isi rumah megah ini.

Setelah mendengar perintah dari sang eomma, bocah kecil itu segera berdiri dan membungkuk, memberi salam kepada dua orang dewasa yang duduk dihadapannya.

"Annyeong.. Choneun Kyuhyun imnida" Bocah itu memperkenalkan dirinya dengan begitu sopan. Setelah memperkenalkan dirinya bocah itu kembali duduk disebelah sang eomma.

"Kim Hanna-ssi. Ada urusan apa kau datang kemari?" Setelah perkenalan singkat bocah kecil disamping Hanna, akhirnya sang tuan rumah mengeluarkan suaranya, menanyakan apa maksud kedatangan wanita di masa lalunya itu. Hanna sebenarnya bingung harus menjawab apa. Sedangkan salah satu bocah kecil disana nampak tidak peduli dan terus melanjutkan kegiatannya mengaggumi keindahan mansion besar Cho.

"Cho Young Hwan, aku datang kesini untuk menyerahkan anak ini kepadamu" Tanpa basa basi Hanna mengungkapkan tujuan kedatangannya menemui mantan kekasihnya itu.

"MWOO?" Kim Hanna membuang pandangannya ke samping, setelah mendapat keterkejutan dan tatapan tak percaya dari dua orang yang duduk dihadapannya.

"Kim Hanna, apa maksudmu hah?" Wanita yang dari tadi terus memberikan tatapan tajam itu, akhirnya mengeluarkan suaranya dengan ketus.

"Anak yang ada dihadapan kalian ini namanya adalah Kyuhyun. Dan dia adalah putramu, Cho Young Hwan" Hanna kembali mengeluarkan suaranya menjawab pertanyaan dari Na Yeon.

Kedua orang yang ada dihadapan Hanna melotot tidak percaya atas pernyataan Hanna. Bagaimana mungkin anak yang ada didepannya ini adalah...

Na Yeon langsung memberikan tatapan bertanya pada sang suami. Ia butuh penjelasan atas semua ini. Dirinya memang mengetahui hubungan gelap antara suaminya dan Hanna. Namun, dia sudah melupakan kejadian itu setelah Cho Young Hwan berlutut meminta maaf dan berjanji akan mengakhiri hubungannya dengan Hanna. Tapi sekarang apa yang terjadi? Dirinya tidak percaya kalau hubungan gelap itu membuahkan hasil yang tidak diharapkan. Anak polos yang tidak berdosa.

"Bukankah dulu aku sudah menyuruhmu untuk mengugurkannya" Na Yeon menatap suaminya tidak percaya. Berarti benar jika hubungan gelap mereka sampai sejauh itu. Bahkan Kim Hanna sampai mengandung buah cinta mereka.

"Meskipun anak ini terlahir sebagai sebuah kesalahan. Tapi bagaimanapun aku adalah seorang ibu. Bahkan seorang singapun tidak akan pernah memakan anaknya sendiri. Jadi aku tetap mempertahankannya sampai saat ini"

"Tapi kenapa sekarang kau memberikan anak itu kepadaku? Bukankah aku sudah memintamu melenyapkannya"

"Itu semua karena aku ingin kau merasakan betapa tersiksanya aku. Aku ingin melihat apakah istrimu yang cantik ini masih mau menerimamu setelah tau jika suaminya ternyata memiliki seorang putra dari wanita lain" Hanna berdiri dari posisi duduknya. Matanya masih menatap intens kepada dua orang didepannya.

"Aku sudah melahirkannya dan membesarkannya selama lima tahun. Sekarang giliranmu untuk membesarkannya. Terserah kalian akan memperlakukannya seperti apa. Karena sekarang aku tidak akan peduli lagi" Setelah mengucapkan itu Hanna melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Namun, belum sampai depan pintu sebuah suara menghentikan langkah kakinya.

"Eommaaa..." Jemari kecil itu menggenggam tangannya. Berusaha mencegah kepergian sang ibu. Mata hitam kelamnya menatap wajah sang eomma dalam. Entah mengapa perasaan bocah polos itu mengatakan jika ia tidak akan bisa menatap wajah cantik ini lagi dalam waktu yang lama.

Namun, tangan dingin itu justru menyentak jemari mungil sang bocah. Membuat bocah yang saat ini berusia lima tahun itu sedikit terhuyung ke belakang.

"Bukankah kau ingin menjadi anak yang berbakti? Mulai sekarang tinggallah disini bersama appamu, dan..." Jeda sebentar. Hanna terlihat berat untuk mengatakannya. "Jangan pernah lagi memanggilku dengan sebutan eomma" Setelah itu bayangan tubuhnya hilang ditelan kegelapan malam yang dingin. Bocah kecil itu hanya menatap kepergian sang eomma dengan pandangan kosong. Usianya mungkin barulah lima tahun. Tapi ia mengerti dengan apa yang baru saja diucapkan oleh ibunya. Bahkan ia juga mengerti percakapan ketiga orang dewasa tadi. Dia mengerti jika dirinya adalah sebuah kesalahan. Bahkan sang ayah justru menginginkan dirinya lenyap.

"Ne... Kyunie akan menjadi anak yang berbakti. Kyunie tidak akan memanggil eomma dengan sebutan eomma lagi" Liquid bening itu mengalir di kedua mata kelamnya. Pandangannya menyiratkan kekosongan. Dia berjanji akan menuruti perkataan eommanya, sebagai tanda bakti terhadap sang eomma.

TBC~~

Annyeong beppp...

Bagaimana? Pengennya sich aku post kelanjutannya sekitar dua hari lagi. Tapi berhubung melihat salah satu review dari salah satu guest, so aku lanjut sekarang...

Aku agak kepikiran sama reviewnya yang bilang kalo ceritanya mirip sama cerita salah satu Author. Sebenernya bingung apa iya mirip. Takutnya nanti terjadi salah paham dan malah kacauuuu...

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, so aku lanjut chap 1 nya sekarang jugaa.. Dan untuk guest yang udah kasih tau, thanks yaaw.. Tapi coba dech baca chap 1 ini.. Apa iya masih mirip juga...

Review dari kalian sangat-sangat dibutuhkan kalo2 emang ada kesalahan dari aku, gak usah ragu buat kasih masukan atau kritikan kalian... Semua masukan dan kritik dari kalian bakal aku baca, dan sebisa mungkin kalo ada kesalahan bakal segera aku perbaiki..

So thanks buat para readers yang udah ngeluangin waktu kalian yang berharga buat baca and review FF abal ini.. Dan juga yang udah kasih respon kalian di prolog kemaren, jeongmal kamsahamnida.. #bow

Jangan pernah bosen buat nunggu Kimmy yaww.. Thanks and God Bless U all.. ^^