"Wah sepertinya ada yang sudah akrab dengan hyung cantik ne." Ucap Yunho mengoda membuat wajah Jaejoong merona malu mendengar namja tampan tadi mengatakannya cantik.

"Joonggie hyung sangat baik appa." Balas Changmin yang di angguki Kibum. Yunho tertawa pelan lalu berjalan mendekati Jaejoong dan kedua anaknya. Yunho meletakkan botol susu Kibum diatas meja di depan sang anak lalu mengelus kepala Kibum yang tampak tenang di pangkuan Jaejoong tanpa memperhatikan Changmin yang sudah lari keluar kamar membawa botol susu sang adik.

"Susu Bummie Huwa... Huwa... susu Bummie huwa..." Tangisan kencang Kibum pecah, namja cantik tadi membanting garpunya ke lantai membuat Yunho dan Jaejoong kaget. Kibum menghentak-hentakkan kakinya marah, Jaejoong mencoba menenangkan Kibum sedangkan Yunho meneriaki Changmin agar mengembalikan botol susu Kibum karena botol susu Changmin ada di dapur.

_o0o_

Tittle: Beautiful Mommy For Jung's Twins.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

Jung Yunho, 28th

Kim Jaejoong, 19 th

Other Cast:

Shim Changmin as Jung Changmin, 3th

Kim Kibum as Jung Kibum, 3th

Chap: 2

Genre: Humor, Family, Romance, Drama.

Rated: T

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: Suatu malam Yunho, appa dari dua namja kembar, menolong Jaejoong mahasiswa malang yang baru kehilangan semua harta bendanya karena kebakaran. Setelah saat itu Jaejoong mulai tinggal dengan Yunho dan bekerja sebagai babysistter untuk kedua anak Yunho dengan tekat suatu saat ia bisa menjadi istri Yunho. Berhasilkan Jaejoong mengoda Yunho dan menjadi nyonya Jung seperti yang dia harapkan?

_o0o_

"Cup... cup... cup... sayang, sudah jangan menangis ne." Jaejoong memeluk Kibum sambil mengelus pungung dan merayu namja kecil tadi tapi Kibum tak juga menghentikan tangisannya. Tangisan Kibum malah semakin kencang. Yunho yang melihat Kibum menangis meraung-raung pun langsung keluar kamar mencari Changmin, Yunho bukan ingin memarahi anak pertamanya itu tapi lebih tepatnya ia ingin mengambil botol susu Kibum karena anak bungsunya tak akan berhenti menangis kecuali botol susu kesayangannya kembali. Kibum memang tak pernah mau minum mengunakan botol lain selain botol bergambar kerokeropi-nya. Sepeningalan Yunho, Jaejoong masih mencoba menghentikan tangisan Kibum.

"Uljima Chagya, jangan menangis lagi ne." Rayu Jaejoong, Kibum masih saja menangis. Air matanya membasahi baju tidur Yunho yang di gunakannya.

"Susu... Hiks... Hiks... Bummie mau susu Hiks... Hiks... Hiks..." Rengek Kibum di tengah tangisannya.

"Bummie mau susu punya hyung?" Tanya Jaejoong sambil mengangkat gelas susu yang Yunho buatkan untuknya. Kibum mengelengkan kepalanya dan membenamkannya di dada Kibum membuat baju tidur berwarna biru itu semakin basah, "Uljima ne sayang, Bummie sudah besar bukan. Kalau begitu Bummie tak boleh menangis nanti cantiknya hilang bagaimana?" Rayu Jaejoong.

"Susu Hiks... Hiks... Hiks... Bummie mau susu Hiks... Hiks... Hiks..." Tampaknya rayuan Jaejoong kali ini tak bisa membuat tangisan Kibum mereda karena namja kecil itu masih tetap menangis di dadanya. Jaejoong sekarang terlihat bingung menenangkan Kibum, "Susu... hiks..." Jaejoong membelalakan matanya karena Kibum menarik-narik baju tidurnya membuat tiga kancing teratasnya terbuka menampakan kulit mulus yang membalut dada montoknya. Rasa kaget Jaejoong tak berhenti sampai di situ saja, kedua mata Jaejoong semakin membulat saat Kibum menghisap puting kirinya. Tangisan Kibum tak terdengar lagi tapi Jaejoong merasa kegelian dan sedikit perih akibat ulah Kibum yang menghisap dan mengigit puting kecoklatannya.

"Bummie jangan chagya, itu tak ada airnya." Ucap Jaejoong sambil melepas hisapan Kibum di dadanya membuat namja kecil tadi kembali menangis kencang. Jaejoong terlihat panik karena Kibum yang kembali menangis . Jaejoong memberi nipple-nya pada Kibun lagi dan anehnya Kibum kembali diam menyusu padanya padahal tak akan ada setetes air pun yang akan keluar dari nipple-nya itu walau sekuat apa pun Kibum menghisapnya, "Ugh..." Erang Jaejoong sambil meringis kecil karena Kibum mengigit nipple-nya dengan lebih keras membuat gigi-giginya mengesek benda berwarna kecoklatan tadi.

"Bummie chagya, appa bawa botol susumu." Ucap Yunho sambil masuk ke dalam kamar membawa botol susu yang berhasil ia tukar dari Changmin. Yunho tampak terkejut melihat pemandangan di depannya, sang anak sedang menyusu pada Jaejoong. Yunho terlihat cangung, ia salah tingkah begitu pula dengan Jaejoong yang menundukan kepalanya malu sambil mencoba menutupi dada putihnya yang terbuka tapi Kibum kembali membukanya karena menghalangi kesenangannya menghisap nipple Jaejoong sambil mengelus dada hyung cantiknya membuat dua namja dewasa tadi tersipu malu dengan rona merah di wajah mereka.

"Bummie chagya, apa yang kau lakukan sayang. Ini susumu ada pada appa," Yunho berjalan mendekati Kibum dan Jaejoong sambil menahan rasa malunya, di ambilnya Kibum dari Jaejoong tapi Kibum kembali menangis kencang, "Uljima chagya, ini susumu." Yunho menenagkan tangisan Kibum sambil mencoba memberikan susu botol pada Kibum tapi Kibum mengelengkan kepalanya menolak sambil mengangkat tangannya meminta Jaejoong mengambilnya lagi dari sang appa.

Melihat Kibum yang menolak Yunho dan Jaejoong saling bertukar tatapan. Jaejoong menundukan kepalanya malu lalu menyambut tangan Kibum mengambil balita tadi dari sang appa. Kibum kembali menyusu pada Jaejoong membuat namja cantik tadi sedikit melenguh sakit karena Kibum mengigit nipple-nya dengan lumayan keras seolah-olah ia takut kehilangan benda barunya yang berharga. Wajah Yunho merona merah mendengar erangan Jaejoong begitu pula dengan Jaejoong yang sedang mengomel dalam hati karena bisa-bisanya dia mengerang di depan Yunho hanya karena perbuatan Kibum.

'Dia benar-benar pintar.' Ucap Yunho dalam hati memuji sang anak lalu menghela nafasnya panjang.

"Maaf ne Jaejoong-ah, Kibum menyusahkanmu," Ucap Yunho mendudukan tubuhnya tak jauh dari Jaejoong yang tengah menyusui putra bungsunya, "Dia tak pernah begitu sebelumnya. Ini pertama kalinya." Sambung Yunho yang tak enak pada Jaejoong.

"T-tak apa Yunho hyung. Mungkin Kibum merindukan umma-nya." Balas Jaejoong masih menundukan wajahnya menatap Kibum yang tampak mulai tidur di pangkuannya.

"Kurasa tidak, umma mereka meninggal saat melahirkan mereka tiga tahun yang lalu. Mereka tak pernah melihat umma mereka jadi mereka pun tak pernah mendapatkan ASI." Balas Yunho membuat Jaejoong terkejut.

"Mi-mianhae aku tak tahu." Sesal Jaejoong.

"Tak apa, kau tak tahu jadi tak masalah. Lagi lupa itu sudah lama terjadi." Balas Yunho sambil tersenyum pada Jaejoong membuat namja cantik tadi kembali tersipu malu.

"Changmin, dimana Hyung? Kau tak memarahinya bukan?" Tanya Jaejoong yang teringat pada pembuat onar tadi.

"Tentu saja tidak, dia tetap anakku Jae-ah. Aku tak mungkin memarahinya. Dia sedang bermain game di ruang tengah setelah aku menukar botol susu Kibum dengan botol susu miliknya." Jawab Yunho, Jaejoong menganggukan kepalanya mengerti.

'Yunho hyung benar-benar namja yang baik dan penyayang. Changmin dan Kibum beruntung sekali bisa memiliki appa seperti dia. Dan mantan istrinya pasti yeoja yang sangat beruntung juga.' Pikir Jaejoong dalam hati.

"Um... Hyung, apa Kibum sakit?" Tanya Jaejoong hati-hati.

"Aniya, waeyo?" Jawab Yunho.

"Nafsu makannya kecil sekali tak seperti Changmin dan tubuhnya juga kecil." Balas Jaejoong, Yunho tersenyum manis.

"Ne Kibum memang susah makan dan dia juga pendiam berbeda dari Changmin kembarannya tapi tubuh mereka sama-sama kecil dan mereka juga pintar serta cepat tanggap tapi dia sehat-sehat saja kok. Aku juga pernah mengira ia sakit sampai melakukan banyak pemeriksaan di rumah sakit." Jelas Yunho, Jaejoong menganggukan kepalanya paham.

"Jadi mereka kembar?" Tanya Jaejoong yang baru sadar, Yunho menganggukan kepalanya, "Tapi kenapa tak mirip?" Tanya Jaejoong lagi.

"Mereka kembar non-identik jadi tak mirip, Changmin lebih tua 20 menit dari Kibum," Jawab Yunho, Jaejoong lagi-lagi menganggukan kepalanya, "Apa dia sudah tidur?" Tanya Yunho.

"Um." Jaejoong menganggukan kepalanya.

"Berikan ia padaku," Pinta Yunho, Jaejoong langsung memberikan Kibum pada Yunho dan memasang kancing bajunya lagi, "Kau makanlah lagi, kalau sudah taruh saja piring-piring kotornya di meja. Kau istirahat saja seharian ini." Ucap Yunho sambil mengendong Kibum yang tertidur.

"Hyung mau pergi?" Tanya Jaejoong.

"Ne aku harus bekerja kalau tidak pasien-pasienku bisa mati semua. Tapi sebelumnya aku akan menitipkan Kibum dan Changmin di penitipan anak dulu karena aku tak mungkin membawa mereka ke rumah sakit." Jawab Yunho.

"Hyung dokter?" Tanya Jaejoong lagi, Yunho menganggukan kepalanya mengiyakan, "Mereka selalu di titipkan?" Yunho menganggukan kepalanya.

"Kau istirahatlah dulu, hyung tinggal ne." Ucap Yunho lalu beranjang membawa Kibum.

"Hyung." Panggil Jaejoong, Yunho menghentikan langkahnya lalu menatap Jaejoong.

"Ne?"

"Mereka tinggalkan saja bersamaku, biar aku yang menjaganya. Anggap saja sebagai tanda terima kasih." Ucap Jaejoong seraya menundukan kepalanya malu.

"Tak perlu Jae-ah, sebaiknya kau istirahat saja." Tolak Yunho halus.

"Aku sudah tak apa-apa hyung, aku baik-baik saja sekarang." Balas Jaejoong, Yunho menatap namja cantik tadi.

"Kalau kau sudah merasa baikan kau sebaiknya pulang saja. Aku takut orang tuamu menghawatirkanmu karena tak pulang selama beberapa hari." Balas Yunho membuat Jaejoong sedikit kecewa dan sedih.

"Aku yatim piatu, hyung." Ucap Jaejoong sambil menundukan kepalanya membuat Yunho tak enak hati sudah membuat namja cantik tadi sedih.

"Mianhae aku tak tahu," Sesal Yunho, "Tapi kalau kau memang sudah merasa baikan sebiknya kau pulang saja. Kulihat kau sepertinya seorang mahasiswa, tak baik kalau kau terlalu lama absen kuliah," Sambung Yunho membuat Jaejoong semakin sedih karena namja tampan tadi terkesan ingin mengusirnya.

"Maaf Jae-ah, bukannya aku berniat mengusirmu tapi..."

"Hyung kumohom biarkan aku tinggal di sini," Potong Jaejoong cepat, "Aku sudah tak memiliki tempat pulang lagi. Empat hari yang lalu gedung apartementku terbakar, tak ada satu pun barang milikku yang selamat. Kumohon hyung terima aku di sini, aku mau bekerja padamu asal kau mau membiarkanku tinggal di sini dan memberiku makan. Aku pandai memasak, aku juga bisa bersih-bersih dan aku akan merawat kedua anakmu dengan penuh perhatian hyung. Kumohon!" Pinta Jaejoong sambil bersujut di depan Yunho. Cerita yang Jaejoong sampaikan tadi memang benar terjadi bukan rekayasa Jaejoong hanya untuk bisa tinggal dengan Yunho, walau pun dia sangat mengharapkannya. Yunho menatap Jaejoong lalu menghela nafasnya.

"Baiklah, kau boleh tinggal di sini tapi kau harus melakukan semua tugasmu dengan benar ne." Ucap Yunho yang memang sulit menolak Jaejoong.

"Jinjja?" Tanya Jaejoong memastikan, Yunho menganggukan kepalanya mantap, "Gomawo hyung, aku pasti akan melakukan semua dengan benar. Aku tak akan malas." Ucap Jaejoong pasti, Yunho tersenyum dan menganggukan kepalanya.

"Karena Changmin dan Kibum punya pengasuh pribadi mulai sekarang kurasa aku tak perlu mengantar mereka ke penitipan anak. Mulai sekarang aku mempercayakan mereka padamu Jae. Bersabarlah menghadapi mereka, Changmin dengan kenakalannya dan Kibum dengan kemanjaannya." Jelas Yunho, Jaejoong menganggukan kepalanya paham.

"Hyung berikan Kibum padaku, biar kutidurkan dia di ranjang." Yunho pun memberikan Kibum pada Jaejoong. Jaejoong mengendong Kibum sebentar selama Yunho menjelaskan apa saja yang wajib di lakukannya. Setelahnya Jaejoong mengantar Yunho berangkat kerja hingga pintu depan setelah meletakkan Kibum di ranjang dan menyelimutinya tentu saja.

Sepeninggalan Yunho, Jaejoong melanjutkan makannya di temani Changmin lalu menemani putra sulung Yunho tadi bermain game. Menjelang siang hari ia segera membuat makan siang seperti pesan Yunho. Jaejoong cukup kagum melihat isi kulkas dua pintu Yunho yang di penuhi berbagai jenis bahan makan serta makan jadi dan makanan instan. Jaejoong membuat makan siang untuk mereka bertiga karena Yunho tak akan pulang siang ini seraya menjaga kedua namja kembar tadi yang sedang bermain di ruang tengah yang di selingi dengan pertengkaran kecil mereka. Dari dapur Jaejoong bisa mendengar teriakan atau rengekan Kibum yang di usili Changmin. Sejak Kibum bangun tiga jam yang lalu Changmin susah 2 kali membuat adiknya menangis, jadi total Kibum sudah menangis empat kali sejak pagi hingga siang ini. Tenyata mengasuh namja kembar itu merepotkan juga, pikir Jaejoong. Tapi dia senang melakukannya.

_o0o_ To Be Continue _o0o_