Tittle: Mianhae.
Author: Bluedevil9293.
Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.
Main Cast:
Choi Siwon 18th
Kim Kibum 16th
Other Cast:
Choi Minho
Chap: 1
Genre: Drama, Romance, Little Angst, M-Preg.
Rated: T
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.
Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.
Summary: Siwon menyukai salah satu hoobae-nya di sekolah, saat pertengahan tahun keduanya ia pindah ke Jepang. Tapi seminggu sebelum kepindahannya Siwon sempat menyekap hoobae-nya tadi di ruang kesehatan sekolah selama semalam dan memperkosanya. Siapa yang tahu Kibum, Hoobae Siwon tadi akan mengandung anaknya setelah kejadian itu. Lalu bagaimana kelanjutan kisah keduanya?
_o0o_ Chapter 1 _o0o_
Author Pov...
Matahari masih tampak bersembunyi di balik awan pagi ini padahal jam sudah menunjukan pukul 6.16 pagi. Namja cantik bernama lengkap Kim Kibum itu pun masih terlihat mengulung tubuh kecilnya di balik selimut tebal berwarna soft blue dengan motif kotak-kotak. Tampak sekali raut kelelahan di wajah cantinya, bahkan bekas-bekas air mata yang mengering masih terlihat jelas di wajah cantiknya itu. Semalaman Kibum terus menangis hingga akhirnya ia lelah dan tertidur.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar pintu kamar di ketuk dari luar, tak lama suara sang umma pun ikut terdengar memanggil namanya agar ia segera bangun tapi sayangnya Kibum masih nyenyak di dalam selimut hangatnya tadi.
"Bummie, bangun sayang. Ini sudah pagi, segeralah mandi dan bersiap-siap. Ada hal penting yang akan umma dan appa katakan padamu," Panggil Nyonya Kim dari luar kamar, masih tak ada sahutan juga, "Kibummie? Kau sudah bangun, nak?" Tanya Nyonya Kim dengan suara yang jauh lebih keras dari sebelumnya seraya mengedor-gedor pintu kamar Kibum lagi membuat sang namja cantik terusik dan akhirnya bangun dari alam mimpinya tadi.
"Ugh..." Erang Kibum sambil merentangkan tangannya dengan perlahan, sang umma masih memanggil namanya dan mengedor-gedor pintu. Dengan malas Kibum turun dari atas ranjang membukakan pintu untuk sang ibu, "Aku sudah bangun umma." Ucap Kibum malas khas sekali dengan orang yang baru bangun tidur, Nyonya Kim tersenyum manis pada sang anak yang terlihat imut.
"Segerlah mandi lalu turun ke bawah, kita sarapan pagi bersama seperti biasanya. Appa sudah menunggumu, ada hal penting yang ingin di katakannya." Ucap Nyonya Kim seraya mengelus rambut Kibum perlahan lalu beranjak pergi meninggalkan sang anak yang melangkahkan kakinya dengan malas menuju kamar mandi.
Kibum mandi dengan sedikit lebih lama, padahal tadi umma-nya menyuruh ia cepat-cepat, salah kan saja bayi di dalam perutnya itu yang membuatnya harus berkali-kali muntah tadi. Morning sickness, hum? Kibum benci sekali dengan hal itu, karena setiap pagi ia akan muntah-muntah membuat tubuhnya jadi semakin lemas saja.
Setelah mengenakan pakaian dan sedikit berdandan Kibum segera turun ke lantai bawah menemui kedua orang tuanya yang sedang sarapan pagi. Kibum mengambil duduk di depan sang umma dan di sebelah kiri appa-nya.
"Pagi umma, appa." Sapa Kibum ramah seperti biasa yang di balas dehaman pelan dari sang appa yang membuat Kibum jadi sedikit takut.
"Pagi chagya, makanlah yang banyak pagi ini. Ingat kau sedang hamil bukan." Ucap sang umma yang langsung mengisi piring Kibum dengan nasi dan lauk pauk, Kibum menganggukan kepalanya pelan lalu mulai makan dengan perlahan. Sebenarnya ia sedikit mual tapi ia harus tetap makan demi bayi di dalam perutnya. Pagi itu suasana sarapan pagi di kediaman Kim sedikit berbeda, tak ada canda tawa seperti biasanya hanya ada kesunyian dan suara denting antara sendok dan piring saja.
"Letakkan saja piringnya di situ Bummie, biar bibi hwang yang akan membereskannya nanti," Ucap Nyonya Kim pada Kibum yang baru menyelesaikan sarapan paginya walau hanya setengah piring saja. Kibum menganggukan kepalanya lalu segera menghabiskan susu vanila kesukaannya, "Sebaiknya kau temui apa sekarang Bummie." Suruh Nyonya Kim pada Kibum yang tengah menatap pungung sang appa yang menjauh.
"Tapi umma..."
"Temui saja." Potong Nyonya Kim.
"Umma kumohon temani aku, aku takut." Pinta Kibum pada Nyonya Kim yang langsung membawa sang anak menemui suaminya yang tengah menonton TV, tampaknya hari ini Tuan Kim sengaja tak pergi ke kantor hanya karena masalah Kibum sang anak bungsu.
"Duduklah." Kibum duduk di depan sang appa bersama ummanya.
"A-appa." Panggil Kibum takut-takut.
"Kau ingin mempertahankan bayi itu atau mengugurkannya?" tanya Tuan Kim to the point. Kibum yang sedari tadi menundukan wajahnya segera menatap sang appa, ia masih terdiam, "Jawab appa Kibum." Ucap Tuan Kim lagi.
"Aku... Aku menginginkan bayi ini appa. Kumohon jangan paksa aku untuk mengugurkannya." Ucap Kibum pelan, Tuan Kim menghela nafasnya berat.
"Kau tahukan apa akibatnya kalau kau tetap mempertahankan bayi itu? Masa depanmu akan hancur Bummie, kau tahu kau anak kebanggaan appa bukan?" Tanya Tuan Kim, Kibum menganggukan kepalanya pelan, "Choi Siwon, apa kau menyukainya?" tanya Tuan Kim lagi, Kibum menatap wajah sang appa yang terlihat datar.
"Aku tak tahu." Jawab Kibum pelan.
"Lalu kenapa kau mau mempertahankan bayi itu?" Tanya Tuan Kim.
"Itu... Itu karena Siwon sunbae... dia... dia menyukaiku." Jawab Kibum.
"Jawaban macam apa itu Kibum," Kibum terdiam tak membalas, ia semakin menundukan wajahnya, "Dia menyukaimu? Cih! Baik kalau kau ingin bayi itu tetap dipertahankan namja bernama Choi Siwon itu harus mau bertanggungjawab. Kalau ia tak mau, gugurkan saja bayi itu." Jelas Tuan Kim membuat Kibum sedikit terkejut, ada perasaan senang dan juga takut menghantuinya kini.
"Tapi, appa..."
"Bersiap-siaplah, kita ke rumah keluarga Choi pagi ini." Potong Tuan Kim yang langsung beranjak pergi.
"Umma." Keluh Kibum pada sang ibu.
"Turuti saja appa-mu ne, jangan buat dia semakin murka. Sebaiknya kau sekarang bersiap-siap." Ucap Nyonya Kim, Kibum menganggukan kepalanya lemah lalu beranjak untuk menganti bajunya.
_o0o_
Author Pov...
Tuan Choi baru saja akan berangkat menuju ke tempat kerjanya kalau saja ia tak melihat kedatangan keluarga Kim ke rumah yang sedikit membuatnya terheran-heran kenapa keluarga besar penyumbang dana terbesar di sekolah yang didirikannya itu datang di pagi hari seperti ini.
"Silahkan di nikmati Tuan Kim," Ucap Tuan Choi ramah pada ketiga orang tamunya yang cukup ia kenali apa lagi Kibum yang tak lain adalah salah satu siswa berprestasi di sekolahnya. Tuan Kim tampak menyesap segelas teh hangatnya dengan wajah tenang yang sulit di artikan membuat rasa penasaran Tuan Choi dan sang istri bertambah, "Kalau boleh tahu ada apa Tuan Kim dan keluarga datang kemari pagi-pagi seperti ini? Tidak biasanya." Ucap Tuan Choi sambil tertawa cangkung bersama istrinya.
"Choi Siwon, dia anakmu bukan?" Tanya Tuan Kim membuat Tuan Choi heran, ada apa pula dengan anaknya itu yang sekarang tinggal di Jepang bersama neneknya.
"Iya benar, memangnya kenapa dengan anak saya?" tanya Tuan Choi balik.
"Dimana dia sekarang?" Tanya Tuan Kim Balik.
"Siwon, dia sekarang tinggal di Jepang bersama neneknya sejak dua bulan yang lalu." Jelas Tuan Choi sambil tersenyum kaku karena sejak tadi Tuan Kim berprilaku dingin padanya tak seperti biasanya.
"Bagus, bajingan itu melarikan diri setelah apa yang dia perbuat pada anakku." Marah Tuan Kim yang langsung di tenangkan oleh sang istri, Tuan Choi dan istrinya tampak tak mengerti dengan perkataan Tuan Kim tadi, sedangkan Kibum hanya menundukan kepalanya takut seraya meremas-remas kedua tangannya.
"Maksud anda apa Tuan Kim?" Tanya Tuan Choi.
"Kau tahu anakmu itu benar-benar bajingan." Ucap Tuan Kim yang menyulut amarah Tuan Choi.
"Maaf, bisa anda tarik kembali kata-kata anda. Jangan menghina anakku seperti itu." Marah Tuan Choi yang sudah berdiri dari duduknya.
"Apa lagi namanya kalau bukan bajingan kalau kenyataannya anakmu memang seperti itu," Ucap Tuan Kim yang kini berdiri berhadap-hadapan dengan Tuan Choi, "Anakmu itu, dia sudah memperkosa anakku dan sekarang anakku mengandung janin dari benih anakmu itu, sedangkan dia? Dia malah pergi melarikan dirinya." Jelas Tuan Kim membuat Tuan Choi dan sang sang istri terkejut.
"Mwo? Siwon... Siwon tak mungkin melakukan itu." Bela Tuan Choi atas anaknya.
"Lalu bayi yang ada di dalam perut anakku apa?" tanya Tuan Kim murka seraya menarik lengan kiri Kibum dengan kasar.
"Mwo. Kibum kau... Kau?" Tuan Choi menatap Kibum tak percaya, "Kau pasti bohongkan?" Tanya Tuan Choi pada Kibum yang masih menundukan kepalanya.
"Mi-mian ahjussi." Ucap Kibum sambil menyerahkan secarik kertas yang berisi surat terakhir dari Siwon padanya. Tuan Choi membaca secarik kertas tadi dengan seksama hingga akhirnya ia menjatuhkan tubuhnya sendiri di atas sofa, dia sangat mengenal tulisan itu, tulisan tangan anaknya.
"Siwon apa yang sudah kau lakukan?" Ucap Tuan Choi seraya mengusap wajahnya lelah.
"Sepertinya percuma kita berada di sini, sebaiknya kita pergi. Namja itu tak akan bertanggungjawab Kibum, jadi sebaiknya kau gugurkan saja bayi itu sebelum dia lahir dan membuat masalah semakin besar." ucap Tuan Kim yang langsung menarik tangan Kibum dengan paksa, Kibum meronta-ronta tak ingin pergi.
"Aniya appa, biarkan aku melahirkan anak ini kumohon." Pinta Kibum memelas, air mata kembali membasahi wajahnya seperti semalam.
"Melahirkan anak itu dan menghancurkan masa depanmu? Itu yang kau mau, huh? Kau masih punya masa depan yang cerah Kibum. Untuk apa kau mempertahankan bayi itu, namja yang sudah memperkosamu saja melarikan dirinya." Jelas Tuan Kim yang masih memaksa Kibum untuk pergi.
"Aniya appa, kumohon." Pinta Kibum.
"Jangan melawan appa Kibum, menurutlah! Ini semua demi kebaikanmu juga." Ucap Tuan Kim yang masih memaksa sang anak.
"Aniya appa, aniya." Ucap Kibum yang semakin terisak kencang.
"Tuan Kim kumohon jangan paksa Kibum lagi." Pinta Tuan Choi akhirnya yang tak tega melihat Kibum terus di paksa oleh sang appa. Tuan Kim menatap Tuan Choi tajam.
"Dia anakku bukan anakmu jadi sudah hakku untuk memperlakukannya seperti apa yang ku mau." Balas Tuan Kim sinis.
"Ne, saya tahu Kibum anak anda tapi dia tengah mengandung cucuku kini." Balas Tuan Choi sabar.
"Cucumu? Anakmu saja melarikan diri dari tanggungjawabnya." Balas Tuan Kim sinis.
"Siwon tak Melarikan dirinya, tapi aku yang mengirimnya ke Jepang untuk menemani ibuku yang sedang sakit di sana." Jelas Tuan Choi yang tak ingin terjadi salah paham disini.
"Ada saja alasan yang bisa kau buat." Balas Tuan Kim, "Lalu sekarang apa maumu?" Tanya Tuan Kim sinis.
"Biarkan Kibum melahirkan bayinya. Aku akan memastikan Siwon bertanggungjawab dengan semua perbuatannya. Anakku bukan bajinggan yang main pergi setelah apa yang di perbuatnya." Jelas Tuan Choi membela sang anak.
"Baik, suruh anakmu pulang secepatnya dan suruh dia segera menikahi anakku atau aku akan tetap memaksa Kibum untuk mengugurkan kandungannya." Balas Tuan Kim.
"Itu, itu tak bisa. Aku tak bisa menyuruh Siwon pulang, dia baru dua bulan di sana dan kondisi ibuku pun sedang tak baik." Jelas Tuan Choi yang membuat Tuan Kim serasa di permainkan. Tuan Kim mengendus kesal mendnegar perkataan Tuan Choi tadi.
"Lalu apa maumu sekarang? Masa depan anakku hancur karena perbuatan anakmu itu, apa kau sadar itu?!" Bentak Tuan Kim marah.
"Kumohon tenanglah, kita bicarakan ini baik-baik, jangan mengunakan emosi," Balas Tuan Choi, "Aku tahu perbuatan bejat anakku sudah membuatmu malu dan merusak masa depan Kibum apa lagi Kibum masih terlalu kecil. Siwon pun sama dengan Kibum, mereka masih terlalu muda untuk memiliki anak tapi semua sudah terjadi. Siwon akan tetap bertanggungjawab dan menikahi Kibum tapi tidak sekarang, biarkan dia lulus sekolah dulu setelah itu baru kita nikahkan mereka." Jelas Tuan Choi berharap Tuan Kim akan menyetujui rencananya itu.
"Menikahkan mereka setelah anakmu itu lulus? Bayi di dalam perut anakku keburu lahir dan anakmu akan lupa dengan semua perbuatannya," Balas Tuan Kim yang tampak tak setuju, "Kalau kalian memang merasa bersalah atas tindakan anak kalian itu, bawa Siwon pulang dan segera nikahkan dia dengan anakku." Sambung Tuan Kim lagi.
"Siwon dan Kibum masih kecil Tuan Kim, kalau mereka menikah saat ini sama saja menghancurkan masa depan keduanya. Mereka menikah, tapi bagaimana cara anakku menafkahi anakmu nantinya kalau sekolah saja tak bisa ia tamatkan. Setidaknya biar Siwon meluluskan sekolahnya dulu, setelah itu kita nikahkan mereka. Apakah anda tak bisa memberi waktu pada Siwon 1,5 tahun saja?" tanya Tuan Choi.
"Appa, ada benarnya juga yang dikatakan Tuan Choi barusan." Ucap Nyonya Kim merayu sang suami.
"Appa, kumohon." Pinta Kibum juga. Tuan Kim menghela nafasnya mencoba menimbang-nimbang saran dari Tuan Choi tadi.
"Kalau aku menyetujuinya lalu bagaimana dengan anakku?" tanya Tuan Kim yang terlihat mulai tenang, "Anakmu bisa bebas di luar sana sedangkan Kibum harus menderita selama kehamilannya." Sambung Tuan Kim lagi.
"Kibum biar kami yang merawatnya. Kami yang akan mengantikan Siwon memberikan kasih sayang untuknya selama dia hamil hingga Siwon kembali dan menikahinya." Balas Tuan Choi. Tuan Kim tampak berpikir keras.
"Baik, aku menerima saran itu. Aku memberi waktu 1,5 tahun untuk anak kalian menyelesaikan sekolahnya tapi setelah itu dia harus segera menikahi Kibum kalau tidak aku akan membawa masalah ini ke pihak yang berwenang. Dan selama Kibum hamil dia akan tinggal bersama kalian." Ucap Tuan Kim yang akhirnya menyetujui saran dari Tuan Choi tadi.
"Appa, gomawo." Ucap Kibum tersenyum bahagia dengan air mata yang masih membasahi wajahnya.
"Kau jangan senang dulu Kibum, masalah ini belum benar-benar berakhir." Ucap Tuan Kim pada Kibum.
"Ne, maafkan aku." Ucap Kibum, Tuan Kim memeluk anak bungsunya tadi erat.
"Sudah jangan menangis lagi, appa memaafkanmu. Mulai hari ini kau tinggal dengan keluarga Choi. Baik-baiklah pada mereka, jangan terlalu merepotkan mereka juga." Bisik Tuan Kim di telinga Kibum.
"Ne appa." Kibum menganggukan kepalanya pelan, Tuan Kim menghapus air mata di wajah sang anak yang sedikit terlihat memucat.
"Aku akan menjaga Kibum dan anaknya sebaik mungkin. Aku benar-benar minta maaf atas rasa malu yang sudah anakku berikan pada kalian." Ucap Tuan Choi pada Tuan Kim dan sang istri.
"Aku titip anakku padamu, aku percaya pada kalian karena kita sudah cukup lama kenal." Balas Tuan Kim yang di angguki oleh Tuan Choi. Sejak hari itu hingga satu tahun kemudian Kibum tinggal bersama keluarga Choi. Kibum melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Choi Minho 7 bulan sejak hari itu.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 16 Desember 2012, 05.42 PM
