Kyuhyun -bocah SMA tengil yang ingin terlihat sok cool dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana, kacamata hitam yang menutupi kilau caramelnya dan jangan lupakan sebuah headphone yang bertengger manis dirambut cokelat madu nya. Bibir pink itu sibuk bercoletoh menirukan lirik lagu dari rapper favoritnya, G-Dragon. Entah yang diucapkannya itu benar atau tidak, dia hanya sedang berlagak seperti rapper saja. Walaupun sebenarnya lebih terlihat seperti rapper gagal karena penampilannya itu sama sekali tidak cocok dengan seragam SMA dan juga wajah manisnya.
Sesekali dia akan bersiul saat tidak sengaja berpapasan ataupun melihat wanita cantik disekitarnya -yang membuatnya harus mendapat tatapan aneh, pelototan sadis bahkan ada juga yang membalasnya dengan senyum menggoda -entah kenapa yang satu ini malah membuat Kyuhyun bergidik ngeri. Dia ingin menggoda orang tapi malah jadi jijik sendiri jika balik digoda. Kyuhyun sama sekali tidak berbakat menjadi badboy sepertinya.
Niatnya hari ini Kyuhyun ingin menjadi Cool dengan menirukan gaya badboy agar banyak wanita yang menyukainya. Entah dapat pemikiran dari mana itu -mungkin ini akibat ajaran sesat dari teman tiangnya. Bukannya terlihat cool tapi dia malah terlihat seperti bocah labil yang sedang mencari perhatian.
Kyuhyun terus melangkah masih dengan gaya sok cool versinya sendiri -dia baru saja pulang sekolah dan sekarang sedang menuju ke rumahnya dengan berjalan kaki dari halte bus. Sesekali dia akan kembali bersiul saat melihat wanita cantik dan kembali mendapatkan balasan yang sama.
Dahi yang tertutupi oleh poni itu menyerngit saat melihat seorang anak kecil yang sepertinya masih berada di Sekolah Dasar -Kyuhyun melihat dari seragamnya, sedang berlari kearahnya. Ekspresinya terlihat kerakutan seperti dikejar hantu saja dan Kyuhyun juga melihat bibir mungil itu bergerak tapi dia tidak bisa mendengarnya karena telinganya kan sedang tersumbat oleh headphone. Jadi Kyuhyun melepas headphone nya dan dia mendengar anak itu berteriak dan tangan mungil itu melambai padanya.
"LARIIIIIIII."
Kernyitannya semakin bertambah. Kenapa dia harus lari? Apa anak kecil ini benar-benar di kejar oleh hantu? Kalau iya, Kyuhyun akan dengan senang hati lari sekarang. Dia takut hantu, walaupun masih siang sekalipun tetap saja dia takut.
"GUK!"
Suara gonggongan itu juga menyapa pendengaran Kyuhyun. Dan saat dia memperhatikan lebih teliti, Kyuhyun mendapati seekor anjing yang cukup besar sedang berlari dibelakang anak kecil itu.
Apa anjing itu juga dikejar hantu? Tapi memangnya sejak kapan ada anjing yang takut dengan hantu? Dia baru melihatnya. Itulah yang sedang Kyuhyun pikirkan sekarang -sepertinya otak jeniusnya sudah mulai tumpul dan perlu diasah segera. Kyuhyun masih saja belum sadar saat anak kecil itu berlari melewatinya dan kembali berteriak.
"CEPAT LARI ATAU ANJING GILA ITU AKAN MENGGIGITMU."
Kyuhyun menatap pada si ajing yang katanya gila itu. Mata anjing itu berwarna merah dan air liur menetes dari rahangnya. Iyuuuh, menjijikkan. Sepertinya anak kecil itu benar, anjing itu memang gila.
Sialan.
Seolah tersadar, Kyuhyun segera berbalik mengikuti arah anak kecil itu berlari bahkan dia yang berlari paling cepat dan beralih menggandeng tangan mungil itu saat dirasanya anak kecil itu terlalu lamban. Bisa-bisa dia kena gigit dan jadi ikutan gila seperti ajing gila itu -ini Kyuhyun dan pemikiran gilanya.
Tak peduli dengan kaki si kecil yang susah payah mengikuti langkah kaki panjangnya, Kyuhyun terus saja berlari tanpa menoleh ke belakang dan berbelok kearah taman. Tujuannya sekarang adalah rumah pohon yang ada ditaman itu. Kyuhyun sering kesana karena menurutnya itu adalah tempat yang cocok untuk main game ataupun tidur siang.
"Cepat naik."
Tangan Kyuhyun sibuk membantu si anak kecil memanjat tangga kayu di rumah pohon itu, sedangkan matanya juga ikut sibuk melihat ke belakang untuk memastikan apakah anjing itu sudah dekat atau belum. Dan dia berseru panik saat melihat binatang besar itu sudah sampai dibelokan jalan dan sekarang sedang berlari ke arah mereka. Kyuhyun buru-buru naik saat anak kecil itu sudah sampai diatas sana, mulut nya berkomat-kamit menggumamkan kata 'Mama' disetiap anak tangga yang dipijakinya. Kyuhyun benar-benar ketakutan sekarang, dia berjanji akan memasukkan nama anjing dalam daftar hal yang ditakutinya setelah hantu.
"Huwaa. Selamat."
Desah lega keluar dari bibir pink Kyuhyun, dia bersandar pada dinding kayu selebar 2X2 meter itu diikuti oleh anak kecil didepannya. Dua pasang mata bulat itu mengarah kebawah -kearah anjing yang masih saja sibuk menggonggok dan melompat-lompat seolah berusaha mencapai mereka. Kyuhyun menyeringai, tinggi rumah pohon ini kurang lebih 3 meter jadi dia tidak perlu khawatir kalau anjing itu akan memanjat keatas.
"DASAR ANJING GILA. KEMARI KAU JIKA BERANI."
Kyuhyun berteriak menantang, tangannya menunjuk-nunjuk pada anjing dibawahnya. Dia tidak sadar bahwa sepasang mata bulat itu sedang menatap tingkah gilanya.
"GUK!"
Keduanya bergedik dan bergeser kedalam saat anjing itu menggonggong dengan tampang seramnya. Kali ini dua kali lebih seram -mungkin karena mendengar perkataan Kyuhyun tadi dan tangannya yang seenak jidat menujuk-nunjuk ke arah si anjing yang sedang marah. Benar-benar cari mati namanya.
Dua pasang mata bulat itu saling menatap masih dengan mata yang membola terkejut. Dan beberapa detik setelahnya, tawa keduanya mengelegar menyaingi gonggongan si anjing. Mereka terlihat sangat menikmati saat-saat itu, menghiraukan fakta bahwa baru beberapa menit yang lalu mereka berlari ketakutan dikejar anjing.
"Hei, bocah." Kyuhyun kembali berbicara saat tawanya sudah mulai mereda. "Siapa namamu?"
"Taemin. Namaku Lee Taemin." Jawab anak manis itu dengan senyum yang tak kalah manis tersungging dibibirnya. "Kau?"
"Ck. Aku lebih tua darimu, sopanlah sedikit. Panggil aku Hyung, Oke."
Kyuhyun itu suka menyuruh orabg bersikap sopan padanya padahal dia saja tidak pernah sopan pada orang lain. "Namaku Kyuhyun."
"Kyuhyun Hyung?"
Anggukan Kyuhyun berikan sebagai jawaban. Dia sangat suka dipanggil dengan sebutan Hyung karena dengat itu dia merasa bahwa dia sudah dewasa dan sangat dihormati. Padahal kenyataannya dia hanyalah seorang anak kecil yang terjebak dalam tubuh remaja berusia tujuh belas tahun. Umur dan kelakuannya tidak singkron sama sekali.
"Tapi ngomong-ngomong. Bagaimana kau bisa dikejar anjing itu?"
Tangan Kyuhyun kembali menunjuk pada si anjing -dia tidak merasa kapok sama sekali, yang dibalas dengan tatapan tajam dari mata merah itu. Tapi kali ini tidak ada suara ngonggongan yang terdengar, anjing itu hanya terduduk ditanah dengan mata yang menatap nyalang keatas -sepertinya dia sudah lelah melompat-lompat.
Taemin meringis, dia menggaruk kepala belakangnya yang memang gatal. "Aku tidak sengaja melempar batu dan mengenainya."
"Woaah. Kau ini berani atau memang sudah bosan hidup."
Mata caramel Kyuhyun memandang takjub sekaligus prihatin. Membuat yang ditatap hanya bisa menekuk muka dan mempoutkan bibir mungilnya.
"Aku tidak sengaja." Sanggahnya. "Ini semua salah pamanku."
Kyuhyun menatap aneh pada bocah SD didepannya. Kan dia yang melempar tapi kenapa pamannya yang salah?
"Kenapa kau malah menyalahkan pamanmu?" Tanya Kyuhyun mengungkapkan pemikirannya barusan.
Dengan tangan bersedekap, Taemin memalingkan wajahnya dan berujur ketus. "Ini memang salahnya. Kenapa dia tidak menjemputku tepat waktu. Aku jadi harus menunggunya seperti orang bodoh."
Sekarang giliran Kyuhyun yang ikut bersedekap. "Dasar orang tua tidak bertanggung jawab. Bagaimana bisa dia membuat anak kecil menunggu. Dia kira menunggu itu menyenangkan apa."
Taemin mengangguk. Dia senang karena beetemu dengan orang yang satu pemikiran dengannya -bahwa pamannya itu sama sekali tidak bertanggung jawab.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Pertanyaan polos Taemin itu membuat mereka kembali pada keadaan mereka yang sekarang. Mereka tidak bisa turun karena anjing itu masih duduk manis menunggu mereka dibawah sana. Jika nekad yang ada mereka malah digigit atau mungkin saja daging mereka akan dikoyak dan dicabik-cabik melihat betapa tajamnya gigi taring itu.
"Kita tunggu saja sampai anjing itu bosan dan pergi dengan sendirinya." Ucap Kyuhyun. Tangannya meraih tas punggung yang sedari tadi disandangnya.
"Apa yang sedang kau lakukan-" Mata caramel itu menatap tajam pada Taemin, membuatnya cepat-cepat menambahkan kata diakhir kalimatnya. "Hyung?"
Kyuhyun kembali sibuk dengan kegiatannya membongkar isi tas.
"Ketemu." Seru Kyuhyun setelah menemukan barang yang dicarinya. Ternyata dia sedang mencari Psp kesayangannya. "Aku akan bermain game." Dan ini jawaban untuk pertanyaan Taemin tadi.
"Woaaah. Hyung suka game?" Kyuhyun mengangguk. "Aku juga suka."
Taemin ikut melakukan hal yang seperti Kyuhyun lakukan tadi -dia ikut mengeluarkan psp dari dalam tasnya. Kali ini lebih yang canggih -karena keluaran terbaru, membuatnya mendapatkan tatapan iri dari Kyuhyun. Dia juga ingin punya yang seperti itu tapi Papa nya yang pelit tidak mau memberikan, padahal dia sudah merengek.
Kalau seperti ini Kyuhyun jadi berharap bisa bertemu paman tampan itu lagi -siapa tau paman itu berbaik hati mau membelikan satu untuknya, kalaupun tidak mau ya Kyuhyun yang akan memaksanya. Ini sudah hari kesepuluh setelah kejadian ciuman tidak sengaja itu dan Kyuhyun tidak pernah lagi melihat wajah datar itu. Yang Kyuhyun tau hanya nama depannya saja -Kibum, dia lupa bertanya marganya jadi kesempatan mereka untuk bertemu lagi sangat tipis karena nama Kibum dikorea itu sangat banyak. Contohnya saja Kibum anggota boyband Shinee yang mengganti nama panggungnya menjadi nama kunci, Kyuhyun lupa namanya karena dia menggunakan bahasa inggris sedangkan nilai bahasa inggris Kyuhyun adalah yang paling parah dari yang terparah atau boleh dibilang Kyuhyun itu TIDAK TAU BAHASA INGGRIS sama sekali.
"Hyung, mau bertarung denganku?"
Pertanyaan dari suara cempreng Taemin kembali menarik Kyuhyun dari lamunannya tentang paman Kibum dan juga Kibum si kunci. Dia menyeringai setelahnya. "Memangnya kau yakin bisa menang dariku?"
Taemin mendengus, dia balas menatap Kyuhyun dengan kilat menantang dimata bulatnya. "Hyung terlalu meremehkanku."
"Baiklah. Tapi jangan menangis jika kau kalah."
"Tidak akan."
Kyuhyun tertawa, dia suka dengan sikap anak kecil didepannya ini. Mirip dengannya saat masih kecil dulu.
Mereka baru saja akan memulai pertandingan antara keduanya setelah memilih game apa yang akan dimainkan saat suara dering handphone dari dalam tas Taemin berbunyi. Taemin berdecak tapi dia tetap saja merogoh tasnya dan decakkannya semakin keras saat melihat nama yang terpampang dilayar ponsel pintarnya.
"Siapa?"
"Pamanku."
Handphone ditangan Taemin berpindah ketangan Kyuhyun. Dengan cepat dia menekan tombol merah begitu saja, tidak mau repot-repot untuk melihat ID si penelpon. Taemin bilang kan itu pamannya jadi Kyuhyun tidak merasa harus repot-repot untuk tau namanya.
"Jangan diangkat. Orang seperti pamanmu itu harus diberi pelajaran. Tadi dia sudah menelantarkanmu, sekarang biarkan saja dia kelimpungan mencarimu."
Taemin mengangguk, dia menerima handphone nya kembali dan memasukkan kadalam tas. Kyuhyun benar, pamannya itu sekali-kali harus diberi pelajaran karena sudah membuatnya menunggu -kalau bahasa Kyuhyun menelantarkan.
Araelf
"Kemana anak ini?. Kenapa dia tidak menjawab panggilanku."
Pemuda tampan itu menatap tajam pada layar smartphone nya yang tidak bersalah, seolah-olah dia sedang berhadapan dengan seseorang yang sudah membuatnya kesal.
Dia sudah menelepon untuk yang entah keberapa kalinya. Tapi orang yang coba dihubunginya ini sama sekali tidak mengangkat teleponnya. Berani sekali anak itu.
Dia tau bahwa dia juga salah karena datang terlambat, tapi setidaknya anak itu bisa menunggunya hingga datang dan bukannya malah pergi seperti ini.
Ck. Merepotkan saja.
Araelf
Matahari suma terbenam beberapa saat yang lalu, mempersilahkan sang raja malam untuk menduduki tahtanya. Melakukan tugasnya dengan memancarkan sinar indahnya untuk menyinari malam gelam yang menjemput. Membantu menerangi setiap orang yang berada dibawah naungannya.
Termasuk dua orang bocah sedang berdiri dibawah pohon besar dengan tas ransel dimasing-masing punggungnya. Satu orang bocah dengan seragam SD nya dan satu bocah lagi dengan seragam SMA nya. Keduanya sama-sama berkacak pinggang dengan wajah malas. Mereka terlihat seperti dua orang bocah yang sedang bosan menunggu orang tua mereka untuk datang menjemput dan membawa mereka pulang.
"Hei. Kau yakin sudah mengatakan pada pamanmu bahwa kita disini?" Si bocah SMA berucap kesal sambil memandang bocah SD yang sama kesalnya dengannya. Pasalnya mereka sedari tadi sudah terjebak di rumah pohon diatas sana selama kurang lebih lima jam dan baru bisa turun saat anjing penjaga pohon -nama panggilan dari mereka itu pergi karena sudah bosan menunggu mangsa yang sedari tadi ditunggunya tidak juga turun. Tapi sekarng mereka malah harus menunggu paman si bocah SD yang tadi menelepon.
"Kau kan tadi mendengar apa yang aku katakan di telepon Hyung. Aku sudah mengatakan dimana kita sekarang pada pamanku."
Kyuhyun -si bocah SMA menghela napas keras. Ini sudah malam tapi paman si bocah SD belum juga datang. Dia bisa saja pulang karena rumahnya cukup dekat dari sini tapi Kyuhyun tidak tega meninggalkan Taemin si bocah SD ditaman yang sepi seperti ini sendirian. Ini hanya akal-akalan Kyuhyun saja karena alasan sebenarnya adalah dia takut kalau harus pulang sendiri dengan berjalan kaki. Ini kan sudah malam dan Kyuhyun juga takut hantu jadi mana berani dia. Untungnya Taemin menawarinya pulang bersama saat paman si bocah SD datang menjemput jadi Kyuhyun iyakan saja. Lagipula tidak baik jika kita menolak itikad baik dari orang lain. Pamali.
"Jangan-jangan pamanmu mu itu tersesat."
"Eih, pamanku tidak sebodoh itu untuk tersesat. Dia itu sangat pintar hanya saja bodoh soal berekspresi."
Kyuhyun menatap sangsi pada Taemin. Bocah itu baru saja mengata-ngatai pamannya bodoh tapi ekspresinya terlihat sangat santai seperti membicarakan cuaca yang cerah disiang hari. "Kau yakin dia benar-benar pamanmu?"
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Sikapmu sama sekali tidak mencerminkan."
"Biar saja." Balas Taemin cuek sambil mengedikkan bahunya tidak peduli. Membuat Kyuhyun jadi gemas sendiri dan berakhir mencubit pipi chubby itu.
"Akh. Kenapa Hyubg mencubitku?"
"Karena aku suka gayamu."
Acungan jempol Kyuhyun berikan pada Taemin dengan senyum lebar. Tapi setelahnya senyuman itu memudar tergantikan oleh raut bingung yang tercetak jelas diwajah manisnya saat mata caramelnya menatap pada Taemin yang tiba-tiba saja merapikan kerah kemejanya dan juga menata kembali rambutnya. Ekspresi wajahnya juga terlihat aneh menurut Kyuhyun.
"Aku memang keren."
Begitu kata-kata itu terucap Kyuhyun langsung memutar bola matanya dan mendengus mengejek. Dia jadi menyesal bicara tadi.
"Biasa saja."
"Ah, kenapa paman belum datang juga?" Seru Taemin cepat untuk menutupi rasa malunya. Mata bulatnya menatap kesekeliling taman yang tampak sepi dan cukup gelap karena hanya ada beberapa lampu taman yang menerangi. Sedang tangannya berpindah menggaruk kepalanya dengan ekspresi salah tingkah terpatri diwajahnya. Salahnya yang terlalu percaya diri dan salahnya lagi karena dia percaya diri didepan orang sejenis Kyuhyun. Bukannya dipuji malah dicaci.
Kyuhyun bersedekap. "Apa mungkin pamanmu itu diculik?"
"Hanya orang bodoh yang mau menculiknya." Taemin ikut bersedekap. Dia sangat suka sekali meniru Kyuhyun, menurutnya Kyuhyun itu keren. Dan mereka juga punya kesukaan yang sama. Game. "Tapi bisa jadi jika yang menculiknya itu Uchiha Madara." Ekspresi Taemin terlihat seperti orang yang menemukan harta karun berharga yang sudah terkubur selama ratusan tahun.
"Kenapa begitu?"
"Karena pamanku itu sangat cocok menjadi Uchiha. Wajahnya tampan, kulit putih, mata hitam, otak cerdas , muka datar, kaya raya, dia juga punya banyak penggemar. Dan yang paling penting..." Kedua wajah manis itu terlihat sangat dekat. Kyuhyun yang mendekat sebenarnya karena dia terdorong oleh tangan tak kasat mata yang bernama rasa penasaran, apalagi mimik wajah Taemin terlihat sangat mendukung. "Dia itu dingin dan kejam."
Tidak jelas maksud Taemin ini ingin memuji atau justru menghina pamannya. Hanya dia dan Tuhan yang tau.
"Dia terdengar seperti Uchiha Sasuke."
"Memang." Taemin mundur selangkah dan mengangguk yakin tapi setelahnya dia menggeleng." Tapi rambut pamanku itu hitam bukan raven apalagi model pantat ayam. Tidak cocok sama sekali."
Siapapun yang mendengar perkataan itu pasti akan tertawa ditambah lagi ekspresi serius yang sangat tidak cocok diwajah manis itu.
Ya. Siapapun kecuali Kyuhyun.
Bocah SMA itu justru mengangguk dengan ekspresi yang tak kalah serius. Kyuhyun berpikir sejenak dan dia tersenyum senang setelahnya. "Bagaimana dengan Severus Snape?"
"Hidung pamanku itu mancung, Hyung, bukan bengkok. Rambutnya juga tidak berminyak."
Mereka berdua itu terlihat sangat cocok. Sama-sama punya wajah yang manis. Sama-sama polos hingga medekati bodoh. Ditambah lagi dengan tingkah idiot yang mereka lakukan dan pembicaraan yang tidak ada penting-pentingnya sama sekali. Membuat siapapun yang melihat pasti ingin sekali mencubit kedua pipi tembem itu kalau perlu menggigit sakit gemasnya.
"Sudahlah jangan memikirkan itu lagi. Kembali ke topik awal 'kenapa pamanku belum juga datang'" Lagak Taemin sudah seperti pengacara dipengadilan saja.
"Jangan-jangan pamanmu itu diculik oleh hantu." Tepat setelah kata-kata itu meluncur dari bibirnya Kyuhyun langsung bergedik ngeri dengan pemikirannya sendiri. Sudah tau dia itu penakut tapi masih saja bicara tenatang hantu, ditambah lagi sekarang sudah malam jadi rasa takutnya bertambah dua kali lipat.
Dasar aneh.
"Aish. Jangan bicara soal hantu Hyung. Disini menyeramkan."
"Kau pikir aku tidak takut?"
"Lalu kenapa Hyung bicara seperti itu?"
"Karena aku melihatnya di TV."
"Benarkah?" Tingginya yang hanya sebatas pinggang Kyuhyun membuat Taemin harus mendongak untuk menatap Kyuhyun dengan mata beningnya yang berkilat penasaran. "Bagaimana ceritanya Hyung?"
Bukankah tadi dia bilang takut? Tapi kenapa sekarang malah dia yang semangat bertanya. Dan Kyuhyun juga jadi ikut-ikutan semangat untuk bercerita.
"Ceritanya tentang hantu yang kesepian. Dia selalu mencari pria tampan untuk diajak pergi bersamanya."
"Bagaiman caranya? Hantu dan manusia kan tidak bisa bersatu, Hyung."
Kyuhyun mendecakkan lidah saat mendengar pertanyaan Taemin yang terdengar bodoh menurutnya. "Karena dia tau itu makanya dia membunuh pria tampan itu terlebih dahulu setelah itu membawa arwahnya bersama dengannya."
"Huwaaa. Itu menyeramkan Hyung. Jangan menonton film seperti itu lagi."
"Kau kira aku suka? Ini gara-gara si tiang sialan yang memaksaku menemaninya menonton film horror. Membuatku sama sekali tidak bisa hidup tenang selama seminggu karena terus terbayang-bayang."
Taemin menatap prihatin pada Kyuhyun. Dia merasa sangat bersyukur karena tidak ada makhkuk sejenis tiang yang memaksanya menonton film horror. Kalau tidak diap pasti dia ngompol dicelana.
Taemin tidak tau saja bahwa tiang itu bukan makhkuk tapi nama julukan yang diberikan Kyuhyun untuk temannya yang memang lebih mirip tiang berjalan.
"Hyung."
"Apa?"
"Apa hantu itu hanya membawa orang tampan saja?"
Kyuhyun tampak berpikir keras sebelum menjawab. "Sepertinya begitu."
"Kalau begitu aku sudah memutuskan."
"Memutuskan apa?" Tanya Kyuhyun. Dia jadi penasaran karena bocah SD didepannya ini terlihat sangat yakin.
"Aku sudah memutuskan bahwa aku tidak akan menjadi orang tampan, daripada harus dibawa oleh hantu. Aku masih ingin hidup."
"Kalau begitu aku juga."
Dua pasang mata bulat beda warna itu saling menatap dan mereka mengangguk yakin dengan keputusan yang mereka ambil.
"Hyung." Kyuhyun kembali bergumam. "Bagaimana jika kita jadi orang manis saja?"
"Kenapa harus manis?"
"Karena hantu kan tidak membawa orang manis. Dan orang-orang juga menyukai sesuatu yang manis. Contohnya saja permen dan cokelat, banyak yang suka kan?" Kyuhyun mengangguk. Dia juga suka dua hal itu. "Dan hal manis yang paling orang suka adalah..."
"ICE CREAM!" Seru keduanya kompak dan mereka tertawa setelahnya. Tawa yang terdengar sangat manis hingga mereka melupakan rasa takut yang tadi menyerang.
SRAKK!
Tawa keduanya terhenti. Dua pasang mata bulat itu saling menatap khawatir bercampur takut. Iris keduanya semakin melebar saat suara aneh yang seperti di film-film horror itu sekali lagi terdengar.
"Kau dengar itu?"
Taemin mengangguk. "Bagaimana ini Hyung?"
"Mana ku tau bocah." Kyuhyun berucap ketus. Tapi walaupun begitu dia cepat-cepat menarik tangan Taemin untuk masik kepelukannya dan Kyuhyun menutup matanya cepat-cepat saat suara itu semakn mendekat.
"Hyung aku takut."
"Diamlah, aku sama takutnya denganmu." Pelukan mereka semakin merengerat. "Tidak apa-apa. Kita kan bukan orang tampan." Ditengah rasa takutnya Kyuhyun masih saja sempat membahas tentang itu. Bahkan tagannya yang sedang mengusap rambut Taemin pun terlihat bergetar hebat.
"Disini ternyata."
"Huwaaaa. MAMAAAAAAA."
Dan keduanya serempak berteriak saat suara bernada berat itu terdengar.
Araelf
"Kenapa kalian bisa ada disana?"
"Ceritanya panjang, paman." Taemin menjawab malas, dia terlalu lelah sekarang. Lelah karena tadi berteriak dan jantungnya juga ikut lelah karena sedari tadi terus saja melompat-lompat seperti ingin keluar saking takutnya. Ditambah lagi pamannya ini yang datang secara tiba-tiba seperti hantu, membuat Taemin lemas sendiri jadinya.
Sedangkan Kyuhyun hanya duduk tenang disamping Taemin tapi matanya terfokus pada si pria tampan yang sedang duduk dibelakang kemudi lewat kaca tengah mobil. Caramel lembutnya berkilat senang. Dia tidak menyangka mereka akan bertemu secepat ini, padahal baru saja tadi siang Kyuhyun berharap dan malamnya langsung terkabul. Dia bisa bertemu dengan paman Kibum nya. Errr.. Sejak kapan Kibum jadi pamannya Kyuhyun?
Kalau diperhatikan baik-baik, Kyuhyun baru sadar kalau Kibum memang tampan, dia punya mata hitam yang menghanyutkan, dia juga kaya, persis seperti yang Taemin katakan tadi. Kibum itu benar-benar paket lengkap.
Seringaian Kyuhyun tiba-tiba saja muncul kepermukaan. Satu rencana untuk Kibum baru saja datang padanya. Rencana yang akan menguntungkan bagi Kyuhyun tapi entahlah kalau bagi Kibum.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Karena aku senang kita bertemu lagi paman." Seringaian Kyuhyun dengan cepat berubah menjadi senyum lebar yang ditujukannya pada Kibum saat pria tampan itu balik menatapnya dari kaca.
"Hyung kenal pamamku?"
Kyuhyun berdecih dan menatap malas pada Taemin. Dia kan ingin berbicara dan mendengar suara berat paman Kibum nya tapi kenapa malah suara cempreng Taemin yang menyahut.
"Iya, aku kenal. Dan aku sama sekali tidak menyangka paman yang kau ceritakan itu adalah paman Kibum."
"Memang apa yang dia ceritakan."
Mata caramel Kyuhyun berali fokus pada Kibum. Kalau tadi dia menatap malas pada Taemin, beda lagi kalau dengan Kibum. Mata caramel itu terlihat berbinar terang.
"Dia bilang paman itu... Hmmmph."
Dengan gerakan cepat Taemin segera membungkam mulut Kyuhyun dengan tangannya. "Paman tidak boleh tau. Ini urusan orang manis." Ucap Taemin. Dia tidak ingin pamannya itu tau apa yang tadi dia dan Kyuhyun bicarakan. Bukannya takut kena marah atau apa, dia hanya tidak ingin pamannya itu besar kepala karena tadi Taemin memujinya.
Tidak ada tanggapan berarti dari Kibum. Mata kelamanya hanya menatap menyelidik pada Taemin. Dia curiga pasti Taemin sudah mengatakan hal yang aneh-aneh tentangnya.
"Paman, kita mau kemana?" Satu pertanuaan lolos dari bibir Kyuhyun begitu dia bisa membebaskan diri dari bekapan maut Taemin. Matanya menatap keluar jendela mobil dan dia menyerngit bingung saat mendapati bahwa ini bukan jalan menuju rumahnya. Lagipula rumahnya kan dekat dari sini jadi tidak mungkin mengambil waktu selama ini untuk sampai.
"Kita akan makan malam terlebih dahulu. Kalian tidak lapar?" Dapat Kibum dengar pekikan senang terdengar dari dua makhluk berisik dibelakangnya. Keduanya mengangguk dengan semangat.
"Aku ingin makan Jjangmyeon."
Kalau soal makan gratis Kyuhyun akan selalu menjadi yang pertama dengan Taemin dibelakangnya.
"Aku juga, paman. Kita peegi kerestoran makanan Korea saja."
Entah kenapa Kibum jadi merasa seperti supir sekarang, ditambah lagi dengan posisinya yang sangat pas. Dia duduk sedirian dijok depan belakang kemudi dan dua bocah dibelakangnya duduk tenang dikursi tengah seperti majikan.
Kibum menghela napas. "Hanya itu saja?"
Dua pasang kelerang bulat itu saling menatap. Setelahnya sebuah senyum lebar terpatri dibibir masing-masing dan keduanya berteriak bersamaan. "ICE CREAM."
Kibum menggeleng tegas. "Tidak ada."
"Kenapa tidak paman?" Rengekan khas anak-anak Taemin terdengar.
"Paman kan tadi bertanya dan kami juga sudah menjawabnya."
"Tapi kenapa malah tidak dikabulkan?"
"Seharusnya tadi paman tidak usah bertanya jika memang tidak mau menbelikan."
"Jangan memberi kami harapan palsu, paman."
Kyuhyun menyenggol pelan lengan Taemin kemudian berbisik ditelinganya dengan volume kecil. "Dari mana kau dapat kata-kata itu?"
"Aku menontonnya di TV."
Satu anggukan paham Kyuhyun berikan. Dia kembali duduk tegak dan menatap pada Kibum. "Paman pemberi harapan palsu." Tudingnya.
"Aku juga menontonnya di TV." Bisik Kyuhyun saat Taemin ikut bertanya.
Mata hitam Kibum melirik pada kaca diatasnya dan dia mendapati Kyuhyun dan Taemin yang menatap cemberut padanya. "Ini sudah malam dan kalian bisa sakit nantinya."
"Alasan macam apa itu?" Kyuhyin beesedekap diikuti oleh Taemin yang duduk disampingnya.
"Bilang saja paman pelit."
"Pamanmu itu memang pelit, sadis juga."
"Kenapa?"
"Pamanmu itu tidak ikhlas saat membelikanku Game, makanya dia meninggalkan barang-barangku begitu saja. Untung saja tidak hilang saat ku cari." Orang mana yang ikhlas jika uangnya disedot sebegitu banyak apalagi dipertemuan pertama mereka. Masih untung Kibum mau belikan. Kalau soal meninggalkan baranga, Kibum kan sudah bilang dia lupa salah Kyuhyun sendiri tidak mengingatkannya.
Taemin mengangguk, diusapnya lengan Kyuhyun dengan ekspresi prihatin, lagaknya sudah seperti orang dewasa saja. "Paman ku memang menyebalkan. Hyung yang sabar saja."
Dua bocah ini sepertinya benar-benar niat mengusik ketenangan Kibum. Padahal kata Taemin mereka baru bertemu hari ini tapi kenapa terlihat sangat dekat seperti teman lama? Bahkan saat mereka sampai direstoran dan saat menu pesan mereka sudah tersajipun, kedua bocah itu masih saja sibuk menyindir Kibum. Tidak ada bosan-bosannya sama sekali, Kibum saja sudah bosan mendengarnya. Telinganya jadi panas.
"Panas-panas seperti ini pasti akan menyenangkan jika sambil makan ice cream." Suara Kyuhyun terdengar sendu, begitupun dengan mimik wajahnya saat menatap hidangan yang tersaji dimeja. Dia sedang berusaha menarik simpati Kibum sekarang.
"Jangan bodoh. Malam ini dingin bukan panas."
Sepertinya Kyuhyun salah strategi Keinginannya bukannya terkabul tapi malah dia yang disembur. Dikatai bodoh segala lagi. Kibum tidak tau saja kalau IQ nya itu diatas 130. Dia itu jenius bukan bodoh.
Kyuhyun tidak tau saja, bodoh dan jenius itu hanya beda tipis.
"Siapa yang bilang aku sedang bicara tentang cuaca? Aku sedang bicara tentang makannya." Jari Kyuhyun menunjuk bringas pada makanan-makanan yang masih menguarkan uap panas didepannya. Dia mendengus mengejek pada Kibum. "Dasar sok tau."
Untuk kedua kalinya Taemin kembali berlagak seperti orang dewasa dengan mengusap lengan Kyuhyun. "Pamanku memang begitu Hyung. Dia tidak tau cara menikmati makanan, apalagi yang manis-manis. Lidahnya itu pahit, sepahit hidupnya."
Dan perkataan Taemin itu semakin menorehkan rasa pahit dihidup Kibum. Pahit karena dia memiliki keponakan seperti Taemin.
Kedua bocah itu terus saja berbicara seolah-olah menganggap Kibum tidak ada disana. Seolah-olah Kibum tidak mendengar perkataan mereka.
Tidak tahan juga jika terus begini, telinganya jadi semakin panas. Lebih baik Kibum berikan saja apa yang mereka minta. Kalaupun nanti sakit, biar mereka saja yang tanggung sendiri. Kibum tidak urus.
"Pelayan."
Seseorang dengan baju khas pelayannya terlihat berjalan cepat kearah mereka. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Aku pesan dua ice cream cokelat."
Si pelayan tampak menyerngit bingung saat mendengar ada yang memesan ice cream dimalam yang dingin seperti ini. Tapi dia tetap mencatan pesanan itu dan berlalu pergi setelah Kibum menggeleng saat dia bertanya tentang pesanan lainnya.
"Woaaah. Paman memang baik."
"Benar, Hyung. Pamanku adalah yang terbaik."
Ck, cepat sekali berubahnya. Tadi mengejek Kibum sekarang malah memujinya. Apalagi saat ice creamnya datang, pujian untuk Kibum jadi semakin banyak ditambah lagi dengan ekspresi kekanak-kanakkan diwajah keduanya.
Kalau tadi Kibum merasa seperti supir, sekarang dia malah merasa seperti baby sister dari dua bocah ini.
Huft.
~TBC~
Happy Kyuhyun Day XD
