Park's
ChanBaek
M
.
.
.
"Anak-anak sudah tidur?" Baekhyun naik keatas ranjangnya dan memilih berbaring dengan tangan Chanyeol sebagai bantalnya setelah memberikan kecupan dipipi lelaki itu "Hn. Jesper yang terakhir karena kelelahan mengoceh"
Chanyeol tertawa pelan mendengarnya. Ia memeluk Baekhyun erat, melirik sejenak wajah manis suaminya sebelum akhirnya memberikan kecupan bertubi-tubi dibibir yang membuat Baekhyun terkekeh geli.
"Jadi, apa saja yang dokter katakan?" tanya Chanyeol, sambil mengusap-usap kepala Baekhyun lembut "Banyak" Tapi lelaki manis itu malah menjawabnya singkat dan membuat Chanyeol penasaran.
"Aku menyesal tidak bisa mengantarmu"
"Tak apa Yeol, aku baik-baik saja"
"Jadi?"
"Hmmm, kandunganku masih berusia dua minggu"
"Sungguh? Tapi bahkan kau tidak terlihat seperti sebelum-sebelumnya. Aku juga jarang melihatmu mual-mual dan muntah setiap pagi"
"Ah, harusnya kau bersyukur. Karena aku jadi tidak merepotkan hehe"
"Kau tidak merepotkan sama sekali sayang"
Chanyeol menarik Baekhyun kembali kedalam pelukannya. Sedikit memberikan jarak pada perut Baekhyun yang padahal masih terlihat rata.
Ia tersenyum lagi, berpikir kalau Baekhyun sangatlah sempurna dengan pemikiran polosnya yang bahkan diusianya yang sudah tak bisa dibilang anak-anak lagi.
"Sudah memberitahukan Ibu dan juga Eomma-mu?"
"Belum. Ini aku berencana mengunjungi mereka akhir pekan ini dan memberitahu mereka secara langsung"
"Baiklah, kita pergi bersama. Jackson san Jesper pasti akan sangat senang"
"Hn. Tentu saja"
Kedunya teraenyum lagi dengan jemari-jemari Baekhyun yang bermain didada Chanyeol. Lelaki manis itu benar-benar menggemaskan dimata Chanyeol saat ini, walaupun setiap harinya Baekhyun tetaplah menggemaskan dimatanya.
.
.
.
"Yeolhhh~" Ia mengerang saat lehernya kembali dipemainkan oleh Chanyeol. Sejak tadi bahkan Chanyeol tak membiarkannya memarahi lelaki itu baramg sekalipun.
"G-geli mhh"
"Aku menginginkanmu malam ini Baek"
"T-tapi mhh besok kau harus bangun pagi dan bekerja Yeollie~ a-anhh"
"Aku pemilik perusahaanya. Tidak masalah"
"Tukang pamer! A-akhh"
Chanyeol kembali menggigit puting Baekhyun gemas. Tangannya perlahan-lahan masuk kedalam celana tisur Baekhyun dan menggoda kejantanan tertidur lelaki manis itu.
"Baek~" Chanyeol memohon, dengan mata yang berkedip dengan menggemaskan "Hmm, sekali saja! Dan jangan terlalu kasar karena ada baby" Baekhyun menyerah. Dan pada akhirnya ia pun memejamkan matanya seolah memasrahkan diri pada Chanyeol.
"Tentu saja sayang"
Chanyeol benar-benar melakukannya dengan lembut, bahkan saat ia menarik turun celana Baekhyun pun ia melakukannya dengan begitu perlahan.
Wajahnya yang tampan ia hadapkan didepan kejantanan Baekhyun yang masih terbalut celana dalam. Chanyeol tersenyum, mengecup oenis Baekhyun sekali sebelum ia menggigit-nya perlahan-lahan.
"C-chan hhhh. K-kita harus cepathhh! Aku tidak m-mau kau bangun mhh kesiangan besok!"
"Tapi aku ingin bermain-main dulu Baek"
"Yeolhh~"
"Sekali saja oke?"
"Nghhh, t-terserah mhh~"
Dengan cepat, karena tak ingin membuat Baekhyun melayangkan protes lagi, Chanyeol pun menarik celana Baekhyun satu-satunya hingga ia bisa melihat dengan jelas bagaimana kejantanan merah muda milik Baekhyun.
Chanyeol menjilat bibirnya, melirik Baekhyun sejenak yang nampak sangat menggoda dengan mata terpejam dan juga bibirnya yang sedikit terbuka.
Ia bersiap melahap kejantanan Baekhyun setelah menyempatkan diri untuk menggesekan hidungnya dengan penis itu.
"Mom~ Dad~"
Tapi suara Jackson menggagalkan rencanya. Baekhyun cepat-cepat duduk dari tidurnya dan langsung menarik lagi celananya.
Ia bahkan mendorong Chanyeol tanpa rasa kasihan, membuat lelaki tampan itu harus jatuh disisi lain ranjangnya.
"J-jackson. Ada apa sayang?" Anak tampan itu bahkan langsung menghampiri Baekhyun dan Chanyeol setelah kesusahan menaiki ranjang orang tuanya "Mom~"
"Jack, kenapa mengganggu Daddy?"
"Mengganggu apa? Jack hanya ingin tidur didekat baby diperut Mommy!"
"Haishh" Geraman Chanyeol tertahan, dan kalau saja Jackson bukan anaknya ia pasti sudah melempar anak itu keluar dari kamarnya.
Dengan tak sabaran Jackson langsung melompat ketengah-tengah Chanyeol dan juga Baekhyun. Tangan mungilnya dengan cepat memeluk perut Baekhyun erat disertai senyum khas anak-anak yang menggemaskan.
"Adik bayi~" Jackson tersenyum lagi, membuat Baekhyun melirik Chanyeol dan tersenyum sangat cantik pada lelaki itu.
Ah, Jackson begitu menggemaskan sekarang. Dan Baekhyun benar-benar menyayangi anak sulungnya itu. Sepertinya Jackson pun tak sabar menunggu kehadiran baby Park yang selanjutnya.
"Mom, apa baby-nya sudah tidur?"
"Hn?"
"Baby sudah tidur! Tidak seperti dirimu yang malah mengganggu Daddy dan Mommy!" Suara Chanyeol menyerempet cepat, bahkan langsung membuat Jackson menoleh cepat kearahnya dengan wajahntak bersahabat "Mom~ Daddy memarahi Jack" balas anak itu dan langsung bertingkah sok manja setelahnya.
"Kemarilah sayang. Nanti Daddy akan Mommy pukul" Jackson ia bawa kedalam pelukannya, membuat anak itu tersenyum senang seketika "Lalu aku bagaimana Baek?" "Kemarilah Yeol. Kau manja sekali" Dan Chanyeol mendekat, mengapit Jackson secara tak sadar dan mengundang protes dari anak sulungnya.
"Yak! Jack jadi tidak bisa bernafas karena Daddy!"
"Siapa suruh? Sana kembali ke kamarmu saja"
"Andwaeee~ Jack ingin bersama Mommy"
"Haishh, jangan bertengkar! Sekarang tidur! Ini sudah malam, kalian punya kegiatan pagi-pagi besok!"
"Nite Mom~" Jackson memberikannya kecupan dibibir, memilih merebahkan dirinya diatas tubuh Baekhyun ketimbang berdesakan dengan Chanyeol.
"Kau bisa membuat baby tidak bisa bernafas Park Jackson!"
"Ishh, Mommy saja tidak melarang!"
"Sudahlah~ tak apa Yeol, aku baik-baik saja. Sekarang, berikan aku ciuman dan setelahnya kita tidur!"
"Haishh" Chanyeol merutuki kebodohannya tiba-tiba, harusnya ia mengunci pintunya kalau tahu Jackson akan mengganggunya seperti ini "Selamat malam Yeol" Baekhyun tersenyum setelah Chanyeol mengecup dua kali bibirnya.
Ia memeluk Jackson diatasnya erat, mengusap-usap kepala anaknya yang sudah nampak mengantuk. Mata Jackson perlahan-lahan terpejam, tapi sesekali anak itu masih menyingkirkan tangan Chanyeol yang juga ingin menguasai tubuh Baekhyun.
"Mom~"
"Apa lagi? Ini sudah malam Jackson!"
"Berapa lama Jack harus menunggu baby keluar dariperut Mommy?"
"Tak sabar eum?" Baekhyun menggodanya dan membuat Jackson yang hampir terlelap itu mengangkat kepalanya lagi. "Mom?" Anak itu bergumam pelan dengan tangannya yang tiba-tiba menyentuh dada Baekhyun "hn?"
Baekhyun agak terkejut, tapi kemudian ia hanya tersenyum lembut pada Jackson yang masih memperhatikan tangan mungilnya didada Baekhyun.
"Apa nanti Mommy akan punya susu lagi setelah baby lahir?"
"Susu?"
"Ne. Jack ingin susu Mommy lagi~"
Bahkan Chanyeol yang sudah memejamkan matanya langsung membulatkan matanya. Ia yang awalnya bahkan tak ingin ikut campur pada obrolan yang dilakukan Baekhyun dan juga Jackson malah menatap oenuh keterkejutan pada anaknya.
"Jack ingin susu Mommy?"
"Hn"
"Tapi ini untuk baby sayang~ lagipula saat ini susu Mommy belum keluar, tunggu beberapa bulan lagi oke"
"Apa saat susu-nya keluar Jack boleh minta?"
"Coba tanyakan pada baby" Ucapan Baekhyun seolah mantra bagi Jackson yang harus dipatuhi. Anak itu bahkan langsung bergerak dan mensejajarkan wajahnya dengan perut Baekhyun yang sudah ia singkap kain piyamanya.
"Baby~ ini hyung~"
"..."
"Baby~ kalau nanti Mommy memiliki susu lagi, baby harus membanginya dengan hyung oke? Hyung memaksa"
"..."
"Hyung menyayangimu. Cepatlah keluar dari perut Mommy agar bisa bermain dengan hyung dan juga Jes hyung yang cerewet"
Jackson menyempatkan untuk mencium perut Baekhyun pada akhirnya. Senyum kekanakannya muncul dan dengan cepat ia langsung memeluk Baekhyun lagi dan menyembunyikan wajahnya didada Baekhyun karena malu.
Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum, tak menyangka kalau jagoan kecilnya sudah tumbuh menjadi begitu dewasa dan penyayang.
"Tidurlah jagoan. Besok Daddy akan membelikan mainan baru untukmu"
"Sungguh?"
"Hn. Sekarang tidur. Mommy-mu juga sudah mengantuk dan tidak bisa menemanimu mengobrol lagi"
"Mom?"
"Tidurlah sayang"
"Baiklah. Tapi," tatapan menggemaskannya Jackson arahkan pada Baekhyun yang mulai meliriknya penasaran "Jack ingin susu Mommy!" Lanjutnya yang bahkan hampir membuat Chanyeol terjungkal dari ranjangnya.
Mata Baekhyun juga membulat, tapi ia berusaha terlihat tak terkejut pada penyataan polos putranya. "Mommy belum bisa mengeluarkan susu-nya sekarang sayang" ia mengusak rambut Jackson lembut "Tunggu beberapa bulan lagi, oke?" Lanjutnya membuat Jackson mempoutkan bibir dengan mata sedih yang mungkin akan berkaca-kaca sebentar lagi.
"Park Jackson!" Chanyeol tak bermaksud menakuti anak itu, tapi sungguh "jangan minta macam-macam" ia hanya ingin Jackson cepat tidur. Kata-kata anak itu malah membuatnya ingin menyusu juga pada Baekhyun.
"Kenapa Daddy memarahi Jack?"
"I-itu..."
"Daddy juga ingin menyusu pada Mommy kan?"
"Kalau sudah tahu kenapa bertanya? Tapi Daddy tidak akan melakukannya sek-" Chanyeol berceloteh panjang lebar bahkan sampai tak memperhatikan Baekhyun yang tertawa disisinya "hanya malam ini ya Jack" dan saat Baekhyun sudah membuka seluruh kancing piyamanya dan membiarkan Jackson mengulum nipple-nya, yang Chanyeol lakukan setelahnya hanya merutuk diam-diam.
Jackson tersenyum sesekali bahkan sampai anak itu tertidur tanpa melepaskan nipple Baekhyun. Anak itu benar-benar menggemaskan walaupun sesekali Baekhyun sering mencium bau kemesuman Jackson yang sepertinya menurun dari Chanyeol.
"Lalu bagaimana denganku?"
"Kau bilang tidak ma-"
"Baek~"
"Kemarilah Yeol!"
Dan Chanyeol melakukannya. Baekhyun tersenyum, beruntung Jesper tidak ada dan bergabung dengan mereka. Kalau anak cerewet itu ada, Baekhyun tak tahu harus berbuat apa karena ia tahu Chanyeol dan dua anak-anaknya itu pasti akan berdebat hanya karena ingin menyusu. Heol.
TBC
