Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Inazuma Eleven © Tenya Yabuno

Summary : Saat penyerangan Aliea Academy, Raimon team

dipimpin oleh pelatih Hitomiko. Tetapi, bagaimana jika Raimon team

memiliki asisten pelatih yang seumuran dengan mereka?

Naruto : Assistant or Player

Genre : Adventure, Friendship, Sport

Rate : T

Warning : Gaje, Typo, kata gak baku, OOC (mungkin), Hisssatsu

buat sendiri, Alur berantakan, Au! (mungkin)

Last Chapter :

"Yo minna! Namaku Uzumaki Naruto, asisten dari pelatih Hitomiko, dan juga yang bertanggung jawab melatih kalian untuk menang melawan akademi Aliea". Jawab naruto dengan riang dan diikuti dengan senyum lima jarinya. Kata - kata naruto membuat semua pemain tim Raimon menjatuhkan rahangnya kebawah, dan serempak berteriak.

"eeeeehhh?". "EEEEEHHH?!"

Chapter ll : Perkenalan dengan sang asisten

Setelah keluar dari keterkejutan mereka, endou yang pertama kali bertanya. "Ano.. Bukannya pelatih Hitomiko yang seharusnya bertanggung jawab melatih kami ?". Tanya Endou dengan sopan.

Seakan tidak mendengar pertanyaan dari Endou, Naruto melihat ke arah Hitomiko dan yang lain. "Hitomiko-san, Ketua, Kepala sekolah, dan juga kakek. Kalian boleh pergi, biar aku yang menjelaskan kepada mereka". Kata Naruto dengan sopan.

"Baiklah, Naruto-san.. Saya permisi". Jawab Hitomiko lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.

"Tolong jaga mereka ya, Naruto..". Kata ketua dan diikuti anggukan dari kepala sekolah.

"Serahkan saja padaku, aku pasti akan menjaga mereka". Jawab naruto dengan penuh keyakinan. Setelah mendengar jawaban dari naruto, ketua dan kepala sekolah segera pergi dari tempat itu.

"Naruto.. Jangan terlalu keras pada mereka, mengerti..". Hibiki berkata, dan dibalas dengan hormat oleh naruto. "Siap, kakek... Mana mungkin aku menyiksa mereka sampai mati... Mungkin". Jawab naruto dengan polos, tapi sedikit mengeluarkan aura di akhir kalimatnya.

Entah kenapa seluruh pemain Raimon merasa tidak enak, dan sedikit bergeridik ngeri. 'Entah kenapa perasaan ku tidak enak' . Kata batin mereka bersamaan.

"Baiklah, naruto sisanya kuserahkan padamu". Hibiki menatap naruto, lalu menatap para pemain Raimon dan melanjutkan. "Kalian semua jaga diri masing - masing, dan dengarkan kata pelatih kalian, mengerti..."

"HAI!... PELATIH!". jawab mereka kompak. Dan dibalas anggukan dari Hibiki, lalu pergi dari situ. Setelah hibiki pergi, semuanya menatap naruto kembali.

"Yosh minna!.. Pertama - tama aku akan menjawab pertanyaan dari Endou-kun. Kenapa aku yang melatih kalian dan bukan Hitomiko-san..? Jawabannya, itu karena Hitomiko-san menjadi pelatih kalian hanya formal saja.. Apa kalian mengerti ?". Naruto menjelaskan, dan dibalas dengan anggukan dari beberapa pemain dan sisanya berupa gelengan. Naruto yang melihat salah satu pemain yang memiliki kepang dikuncit dan kacamata biru mengangguk mengerti, segera menunjuk kearahnya.

"Kidou-kun, sepertinya kau mengerti maksudku.. Bisa kau jelaskan kepada yang lain". Pinta naruto. Kidou mengangguk, dan mulai menjelaskan.

"Begini teman - teman, maksud dari naruto... -san ?". Baru ingin menjelaskan Kidou sudah bingung dan menatap naruto. Naruto yang mengerti lalu menjelaskan. "Kalau kalian tidak latihan, kalian bisa memanggilku naruto.. Tapi pada saat latihan, kalian wajib memanggilku pelatih.. Kalian paham ?". Dan dibalas anggukan dari yang lain.

Kidou mengangguk, dan kembali melanjutkan. "Begini teman - teman, maksud dari naruto adalah.. Hitomiko merupakan pelatih resmi dari Raimon, tetapi sebenarnya narutolah yang melatih kita.. ". Semua pemain yang belum mengerti mulai ber-oh ria dengan sedikit anggukan.

"Yup, itu benar.. Tidak mungkin ada orang dewasa yang percaya kalau anak kecil bisa melatih sebuah tim.. Maka dari itu aku meminta kakek Hibiki untuk mencari pelatih yang bersedia menjadi pelatih formal.. Dan hitomiko-san bersedia". Naruto kembali menjelaskan. Semua pemain mengangguk mengerti kembali.

"Yosh.. Kalau kalian sudah mengerti, aku ingin kalian semua melepaskan pakaian kalian kecuali celana dalam". Spontan, seluruh pemain menatap naruto aneh.

"Untuk apa kami melepaskan pakaian, naruto..?". Tanya kidou mewakili timnya yang berbicara.

"Akan kujelaskan setelah kalian buka semua". Naruto menjawab dengan datar, dan semua pemain mulai membuka pakaian mereka. Setelah selesai naruto menyuruh mereka untuk berbaris ke samping, dan dilakukan dengan semuanya.

"Yosh karena semua sudah siap aku akan menjelaskan..". Naruto berkata sambil mengambil sesuatu dari ranselnya. "Aku akan mengabsen lalu mengambil data fisik kalian dan mencatat perkembangan kalian disini.. ". Kata naruto lalu menunjukkan buku yang tadi diambilnya dari ransel.

Naruto yang merasa beberapa pemain masih belum mengerti, mulai menjelaskan kembali. "Sebenarnya, aku memiliki kemampuan untuk melihat data seseorang hanya dari bentuk tubuhnya saja, tetapi aku hanya bisa melihat dengan detail jika orang tersebut tidak memakai pakaian..". Naruto dapat melihat beberapa pemain menatap tidak percaya dan ada juga yang melihat dengan tatapan kagum.

"Aku tidak percaya dengan omongan mu, lagipula aku belum yakin kalau kau bisa mengajarkanku dan yang lainnya". Kata seorang anak berambut pendek berwarna merah muda. Dan diikuti dengan anggukan dari pemain lain yang belum bisa percaya. Para pemain yang percaya, kaget dengan perkataan anak tersebut.

"Someoka.. Kenapa kau masih belum percaya pada naruto ?". Tanya endou bingung.

"Bukannya begitu, Endou.. Hanya saja, masa ada seorang anak seumur dengan ku, menjadi pelatih tim". Jawab Someoka yang menatap endou.

"Memang benar, naruto seumuran dengan kita.. Tetapi, pelatih Hibiki tidak mungkin memilih naruto tanpa tahu keahliannya". Singgah Kido sambil menyilangkan tangan di depan dada. Semua pemain mulai sibuk berdebat satu sama lain dan melupakan anak berambut pirang yang sedang menundukan kepala ke bawah

"Itu benar, lagipula.. Diluar sana, pasti banyak pemain yang lebih muda dari kita, tetapi lebih berbakat dari kita". Sambung Ichinose.

"Tetapi, aku masih belum bisa percaya sampai aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri". Jawab Someoka yang masih keras kepala. Perdebatan mulai memanas, sampai - sampai mereka tidak merasakan aura yang mulai keluar dari seorang anak berambut kuning yang dari tadi dilupakan mereka.

Lalu perdebatan mereka berhenti saat mulai merasakan aura yang tidak enak. Semua pemain menoleh ke asal aura, dan mereka seketika bergeridik ngeri karna naruto mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya. Perlahan, naruto mengeluarkan sesuatu dari ranselnya. Tim Raimon menatap was - was apa yang akan dikeluarkan naruto. Dari ranselnya keluar sebuah sendok yang naruto pegang ditangannya. Para pemain membuang napas lega.

"Huh... Naruto, kau bikin aku kaget saja, kukira kau mau melukai kami, karna tadi melupakan mu..". Endou berkata dengan candaan, tetapi mulai merasa gugup karna naruto masih mengeluarkan aura yang tidak enak itu.

Samar - samar, mereka mendengar suara gumaman dari naruto. "Padahal aku sudah baik - baik datang... ". Gumam naruto, yang mulai melangkah menuju mereka. "Tapi kalian malah mengacuhkan ku.. ". Perlahan mereka mundur kebelakang. "Te-tenanglah, naruto.. Maafkan teman - teman ku yang baka ini ya.. ". Pinta Endou dengan gugup sambil terus mundur ke belakang dengan yang lain. "Memaafkan kalian...?". Gumam naruto lagi sambil terus mendekat ke arah mereka lalu seketika berhenti dan auranya berubah menjadi cerah. "Baiklah...". Semua pemain berhenti melangkah dan mengambil nafas lega.

"Tapi setelah aku mencabik kalian dengan sendok ini..". Tiba - tiba naruto langsung berlari menuju mereka dengan kecepatan tinggi. Endou dan kawan - kawan yang belum sempat manghindar, hanya bisa berteriak.

"Waaaaaa..." . "Ampuni aku... " . "Kyyyyaaaaaa... ". Dan sejak saat itu, Tim inti Raimon memiliki phobia yang sama, yaitu takut terhadap sendok.

SCENE CHANGE

DI DEPAN I.T.C

Terlihat pelatih Hibiki sedang berjalan keluar dari Training Center, tetapi di depannya sudah menunggu pelatih Hitomiko.

"Ada apa pelatih Hitomiko, kau menunggu ku disini ?". Tanya Hibiki

"Pelatih... Apa anda yakin menyuruh dia yang melatih mereka ?". Tanya balik hitomiko ke hibiki dengan perasaan khawatir.

"Soal itu, kau tidak perlu khawatir.. Dia pasti bisa melatih mereka". Jawab hibiki dengan tenang.

"Tapi pelatih... Kau tau sendiri kan julukan dia di sekolahnya ?". Tanya lagi Hitomiko masih tidak yakin.

"Kalau itu aku sudah tahu..". Jawab Hibiki masih dengan tenang.

"Dia pasti bisa menahan diri.. ". Lanjut hibiki. Tetapi seketika terdengar suara teriakan pilu dari balik pintu besi di belakang mereka.

"Mungkin... ". Jawab hibiki dengan sweetdrop. Hitomiko hanya menghela nafas lelah sambil memijit pelipisnya.

SCENE CHANGE

DI DALAM I.T.C

Naruto saat ini sedang bersandar di tembok dengan kedua tangan dibelakang kepalanya. Terlihat dia sedang senang, tampak dari wajahnya yang senyum - senyum sendiri serta aura terang dibelakangnya dengan ilusi bunga dan kupu - kupu. Berbanding terbalik dengan endou dan timnya yang sedang dihukum duduk dengan cara seiza, dan diletakkan pemberat berupa beberapa lempengan besi yang ditaruh di paha mereka.

'ukh... Sakit bener nih'. Batin endou yang menahan sakit

'ukh... a-aku ingin ke toilet'. Batin Kabeyama sambil menahan ingin ke toilet.

'seharusnya aku langsung percaya saja ke naruto, kalau begini jadinya'. Batin Sameoka sambil nangis ala anime.

'Ini bahkan lebih parah dari kageyama'. Batin kidou

'Ini lebih berat daripada saat aku di amerika'. Batin Ichinose sambil membayangkan masa lalu.

'Naruto pelatih yang menyeramkan-yansu' . Batin Kurimatsu menahan sakit.

'Kecepatannya bahkan melebihi angin'. Batin kazemaru kagum

'Aku tidak bisa lagi makan dengan sendok, tanpa membayangkan kejadian hari ini' Batin domon membayangkan kejadian tadi, lalu bergeridik ngeri.

'Aku tidak tahu kalau sendok bisa digunakan seperti itu' Batin Goenji penasaran

'...'. Tidak ada batin megane, karena dia pingsan sambil seiza.

Setelah lama bersantai, naruto akhirnya berdiri dan menghampiri endou dan yang lain. Mereka tampak tegang dan was - was kalo - kalo naruto mengeluarkan benda keramatnya lagi. Naruto yang melihat gerak - gerik mereka mulai menaikkan kedua tangan sebatas dada, lalu berbicara. "Tenanglah kalian semua... Aku tidak akan melukai kalian kok". Diakhiri dengan senyuman lembut. Endou dan kawan - kawan mulai merendahkan bahu mereka yang menegang.

Setelah merasa semua sudah tenang, naruto mulai bicara. "Oke.. Pertama, aku ingin meminta maaf karna sedikit jahat kepada kalian..." . Setelah mengatakan itu, alis mereka semua berkedut 'sedikit dia bilang..'. Batin mereka kesal. "Tetapi, itu semua salah kalian juga sih nyuekin orang..". Naruto melanjutkan, dan alis mereka kembali berkedut. 'Nih orang, gak merasa berdosa tah... ' . Batin mereka yang mulai marah.

"Dan juga, hukuman kalian sudah selesai, jadi kalian sudah boleh berdiri lagi". Kata naruto dengan lembut. Semua pemain menatap naruto, lalu mulai bernafas lega. 'selesai juga, akhirnya~...'. Batin mereka senang.

SKIP TIME

BEBERAPA MENIT KEMUDIAN

Setelah selesai dengan mengangkat lempengan besi di paha mereka, naruto mulai membersihkan luka dan memerban luka mereka. Para pemain yang melihat pekerjaan rapih naruto, menatap kagum hasil yang dibuatnya.

"Wah naruto.. Pekerjaanmu rapih sekali ya, ini bahkan lebih rapih dari yang suster lakukan di rumah sakit..". Puji Endou, saat melihat naruto membalut luka di tangannya dengan pandangan kagum.

"Bi-bi-asa saja kok, la-lagipula aku kan pelatih, jadi aku harus bisa yang seperti ini". Jawab naruto dengan memalingkan wajah sambil menyembunyikan rona merah diwajahnya.

'Bukan hanya Yandere, dia juga punya sifat tsundere.. Pelatih apaan sih yang kita punya ini..'. Batin Ichinose dan domon bingung, sambil melirik satu sama lain, lalu menghela nafas karna tidak tahu jawabannya.

Setelah selesai membalut luka mereka, naruto berdiri lalu berkata. "Yosh minna! Aku sudah selesai mendapatkan data fisik kalian saat membalut luka kalian tadi, jadi kalian boleh memakai pakaian kalian kembali dan istirahat dulu sambil aku mencatat data kalian di buku. Setelah selesai aku akan membacakan presentasi kemungkinan kalian menang melawan akademi Aliea". Para pemain mengangguk mengerti. Naruto lalu mengambil buku dan mulai mencatat di salah satu sudut ruangan. Endou dan timnya mulai berbicara bersama sambil menunggu Naruto seleasi.

SKIP TIME

Setelah beberapa menit, akhirnya naruto selesai dan meminta endou dan kawan - kawan untuk berbaris kembali.

"Oke semua... ". Naruto mulai bicara, dan disambut antusias dari tim endou.

"Pertama - tama, aku belum pernah melihat kalian bertanding, jadi aku belum tahu data yang paling kongkrit". Naruto menjelaskan dan dibalas anggukan dari yang lain.

"Tetapi, berdasarkan data fisik kalian... Kemungkinan kalian menang melawan akademi Aliea hanya 20 persen". Naruto berkata, dan sukses membuat pemain tim Raimon tercengang.

"Kau serius kan.. Naruto ?". Tanya Endou tidak percaya dan hanya dibalas anggukan dari naruto. Yang melihat anggukan naruto menunduk sedih.

"Apa memang tidak ada harapan-yansu ?". Tanya Kurimatsu sedih. Yang lainnya juga ikutan sedih. Endou yang melihat timnya murung mulai berteriak semangat.

"OY minna! Aku tahu kemungkinan kita di bawah rata - rata. Tetapi, tidak menutupi kemungkinan kita untuk menang kan". Endou berkata berusaha menyemangati yang lain.

"Endou benar, selama angkanya belum nol persen, pasti masih ada harapan untuk menang". Sanggah Ichinose dan dibalas anggukan domon setuju.

"Lagipula naruto bilang data ini belum kongkrit... Bukan begitu naruto..?". Sambung kidou lalu menatap naruto, dan diikuti yang lain.

Naruto menyilangkan tangan di depan dada sambil memandang tim raimon dan mulai berbicara. "Seperti yang aku katakan tadi, data ini belum kongkrit karna aku belum melihat permainan kalian di lapangan. Jadi, kemungkinan presentasi ini.. bisa naik atau turun tergantung kerja sama tim kalian". Semua memandang masing - masing dengan penuh keyakinan.

"Lalu bagaimana caranya supaya kau dapat melihat permainan kami ? Tidak mungkin kan kita minta untuk latih tanding dengan tim lain saat keadaan lagi begini". Gouenji bertanya pada naruto.

"Pertanyaan bagus Gouenji-kun.. ". Kata naruto yang mulai mengangkat tangan kanannya dan ditaruh didagu, sambil berpikir beberapa saat. "Ah.. Aku ada ide, bagaimana kalau besok, aku akan menguji kemampuan kalian dengan latih tanding melawanku ? Lagipula, aku belum menunjukkan kemampuan ku, ya kan..? " Jawab naruto dengan riang.

"La-latih tanding dengan naruto...". Kabeyama menjawab dengan takut.

"Tidak mungkin aku menang-yansu". Sambung kurimatsu dengan suram dan dibalas anggukan dari megane.

"Hey - hey, jangan patah semangat begitu, bukannya bagus kalau pelatih menunjukkan bakatnya kepada para pemain ". Jawab Someoka senang.

"Latih tanding dengan naruto ya, menarik..". Jawab kidou dengan tersenyum simpul.

"Tidak mungkin aku melewatkan kesempatan ini". Jawab Gouenji dengan gaya cool-nya, dengan sedikit senyum.

"Aku ingin melihat seberapa cepat kau berlari di lapangan, naruto..." Kazemaru menjawab dengan semangat.

"Aku tidak sabar untuk menguji kemampuan ku denganmu naruto.. Iya kan domon.. ". Jawab Ichinose sambil melihat kearah domon, dan dibalas anggukan oleh domon dengan semangat.

"Sugoi.. Latih tanding dengan naruto... Aku jadi tidak sabar untuk besok...". Jawab Endou dengan mata berbinar.

"Jadi..? Apa kalian setuju ?". Tanya naruto dan dibalas anggukan mantap dari seluruh pemain.

Seketika, naruto menyeringai. "Bagus.. Kalau begitu kalian datang besok pagi ke lapangan tempat biasanya kalian berlatih, mengerti..?". Naruto menjelaskan kepada tim, dan dibalas jawaban "mengerti" dengan teriakan kompak.

Naruto mengangguk. "Kalian boleh bubar sekarang". Semua pemain mulai berjalan ke dalam lift. Tetapi saat masih menunggu lift, naruto memangil endou. "Tunggu sebentar Endou-kun, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mu". Kata naruto yang menghentikan endou masuk ke dalam lift. Endou mengangguk mengerti dan keluar dari lift. "Kalian boleh naik duluan, nanti aku menyusul". Kata endou dan yang lain hanya mengangguk. Setelah mereka naik, sekarang tinggal naruto dan endou.

"Kau mau membicarakan apa, naruto ?". Tanya Endou kepada naruto.

"Kita bicarakan saat di dalam lift". Kata naruto sambil menekan tombol lift, dan menunggu lift datang.

Setelah mereka di dalam lift, naruto mulai bicara. "Sebenarnya begini, saat pertemuan tadi aku tidak melihat manajer tim ini dan juga medis.. Apa kalian tidak mempunyainya ?". Tanya naruto bingung.

"Kalau manajer kami ada 3 orang. Anak dari ketua, teman Ichinose dan domon, lalu adik dari kidou". Endou menjelaskan dan naruto mengangguk mengerti. "Lalu kalau medis, kami tidak punya..". Lanjut endou dan narutopun kaget.

"Jadi, bagaimana jika salah satu pemain cedera saat pertandingan berlangsung ?". Tanya naruto dengan nada yang ditinggikan sambil memegang pundak endou.

"Ah, kalau itu.. Biasanya pelatih meminta pergantian pemain jika ada yang cedera dilapangan". Jawab endou polos, seketika pelipis naruto berkedut. Lalu naruto mulai berjalan keluar lift yang sudah terbuka, sambil meninggalkan endou yang masih kebingungan.

Naruto berhenti di depan lift, menyilangkan tangan di depan dadanya, lalu menatap endou dari pundaknya. "Dengar ya, Endou-kun...". Kata naruto dengan nada bijaksana. "Dalam sebuah pertandingan, jika tidak memiliki tim medis merupakan hal yang fatal. Karena tidak semua cedera sama. Ada beberapa cedera yang memang harus dilakukan pertolongan pertama saat itu juga.. ". Endou tertegun mendengar penjelasan naruto.

Endou lalu keluar dari lift dan bertanya pada naruto. "Jadi, apa yang harus aku lakukan ?". Naruto menoleh ke depan dan mulai berjalan lalu diikuti endou dari belakang.

"Untuk sekarang, coba kau tanyakan kepada ketiga manajer timmu, apa ada yang mau menjadi medis dalam tim..". Naruto menjawab tanpa menoleh. Endou mengangguk mengerti. "Lalu, suruh dia untuk datang saat latihan besok... Dan sisanya biar aku yang urus". Naruto melanjutkan dan dibalas "Baiklah" dari endou.

Akhirnya mereka sampai di depan pintu keluar ITC, dengan segera naruto membuka pintu dan melangkah pergi meninggalkan endou yang menutup pintu kembali. Setelah selesai, endou menyusul naruto dari belakang.

Setelah berjalan dalam keheningan, akhirnya mereka sampai di depan pintu masuk sekolah raimon. Naruto berhenti lalu membalikkan badan dan menatap endou.

"Oh iya, aku baru ingat. Kata kakek hibiki, ada beberapa temanmu yang masuk rumah sakit.. Apa itu benar ?". Tanya naruto santai. Seketika endou menundukan kepalanya dan bermuram sedih.

"Ah, itu benar.. Jin dan Shishido mengalami patah tulang di bagian kaki, lalu Handa dan Max patah tulang di tangan kiri, sedangkan Shourin di tangan kanan". Endou menjelaskan dengan murung.

"Lalu, berapa lama mereka bisa sembuh ?". Tanya naruto lagi. Sambil memikirkan sesuatu dengan mata tertutup .

"Dokter bilang, mereka bisa sembuh satu bulan lagi". Jawab Endou.

"Satu bulan, kah.. ". Kemudian naruto mengangguk dan menatap endou yang masih dalam keadaan murung.

"Yosh! Kalau begitu.. Besok setelah latihan selesai, kita berdua akan menjenguk mereka di rumah sakit". Endou yang mendengar naruto berkata seperti itu, menatap naruto bingung.

"Memangnya kamu mau apa naruto ?". Naruto hanya nyengir gaje, lalu melangkah pergi meninggalkan endou.

Dengan tanpa menoleh dan sambil terus berjalan Naruto menjawab. "Besok saja di rumah sakit aku jelaskan... Ja ne~...". Naruto melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.

Endou hanya menghela nafas lelah menanggapi kelakuan aneh teman sekaligus pelatih baru timnya. Lalu dia tersenyum sambil berbicara dengan pelan. "Ja ne.. Naruto". Lalu berjalan ke arah lain dari naruto.

~~~~~~To Be Continue~~~~~~

A/N : Yo minna! Aoba10 balik lagi dengan Chapter baru... Di chapter ini aku baru tahu ternyata membuat sesuatu yang tidak ada di anime aslinya susah yh... Aku sampe2 harus ngulang beberapa kali supaya bisa nyambung bacanya... Fufufu, aku jadi respect sama para senior yang Chapternya udah ada puluhan.

Yosh! Chapter depan akan lebih ribet lagi karna ceritanya sudah ada teknik2 hissatsu yang muncul. Yosh! Itu saja yang mau aku sampaikan. Bagi yang ingin membagikan ide hissatsu bisa tulis di kolom review. Sekian dariku. Ja ne~

~~~Aoba10 Out~~~