Title: My Teacher Is My Fiance

Disclaimer: Pokoknya semua cast disini milik tuhan

Warning: YAOI, BL, Typo, alur kecepetan, OOC, dll~ *males nulisnya

Fandom: Alice Nine, The Gazette. OC – Yuki Kurenai –

Pairing: ToraxHiroto

Kyaaa! Minna-sama ketemu lagi dengan Tsura, author keras kepala. Padahal gag ada yang mau baca tapi ngotot nge-publish juga. Nah sekarang giliran pairing ToraxHiroto. Jadi daripada denger Tsua ngbacot mending baca aja.

.

.

.

.

.

Hiroto Pov

"SHOUUUU!" Aku berteriak ketika menemukan sosok yang sedari tadi kucari. Ia lalu menolehkan kepalanya kebelakang.

"Hiroto?" Ia lalu tersenyum sangat manis

"Kau tahu tidak?! Tadi aku menyapa Sakamoto Takashi sang ice prince loh~. Dan kau tahu apa yang lebih menakjubkan lagi? Dia tersenyum dan menyapa balik aku Shou!" Aku bercerita dengan semangat ke Shou tentang pengalaman langkaku tadi.

"Ah benarkah? Omedetou ya sapaan mu akhirnya dibalas juga" Shou hanya tersenyum menanggapi ku. Sebenarnya aku sangat menyukai 'Ice Prince' kampus ini. Tapi perasaanku sudah kurubah sejak beberapa bulan yang lalu dari suka karna cinta menjadi suka karna kagum.

"Hehehehe" Aku tertawa mendengar ucapan selamat dari Shou.

Drrrt Drrtt Drrrttt

Tiba-tiba ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk. Langsung saja kubaca pesan itu yang ternyata dari Nao-senpai. Aku lupa untukmengembalikan buku tentang peredaran darah miliknya.

"Ah Shou, aku harus pergi sekarang! Aku dipanggil Nao-senpai, soalnya aku belum mengembalikan bukunya. Dah Shou!" Aku berlalu meninggalkan Shou yang melambai sambil tersenyum kepadaku. Aku bergegas menuju keruang laboratorium kampus kami. Aku mempercepat langkahku ketika jam tangan milikku menunjukkan pukul 11.20 aku tidak ingin terlambat masuk kekelas'nya' dan harus mendapat 'hukuman'.

"Permisi. Nao-senpai?"

"Eh?! Hiroto, kebetulan kau disini. Aku ingin memperkenalkan mu dengan dokter yang mau bekerja sama dengan penelitian karya ilmiah kita"

"Perkenalkan namaku Yutaka Uke, tapi kau bisa memanggilku Kai"

"Ah baiklah Kai-san. Nao-senpai aku duluan ya, kelasku akan dimulai sebentar lagi"

Aku pun berjalan cepat menuju kelas ku yang akan dimulai 5 menit lagi. Aku sudah sampai didepan kelas 2 menit sebelum kelas dimulai. Kulihat disana sudah beberapa yang masuk, ku edarkan pandanganku untuk mencari Shou. tapi nihil, ia belum datang kuputuskan saja untuk duduk disamping Yuki, teman perempuanku tapi dia bukan pacarku ya! Yuki tersenyum melihatku lalu berbisik padaku.

"Kemana Shou? kenapa dia belum datang juga? Dia lupa kalau sekarang adalah pelajaran Tora sensei?"

"Ssstt... Diamlah Tora-sensei sudah datang" Aku langsung mengalihkan pandangan ku kedepan. Tak menghiraukan Yuki yang menggerutu kesal.

Author Pov

Hiroto, Yuki dan seluruh mahasiswa dikelas itu memperhatikan pelajaran yang diberikan Tora-sensei yang terkenal galak itu. setelah menerangkan semua materi hari itu, Tora memberikan tugas untuk murid-muridnya itu. aura hitam yang dikeluarkannya mampu membuat seluruh murid bungkam. Tapi tidak untuk Hiroto dan Yuki.

Tora Pov

Aku melirik sebal kearah pojok kursi dekat jendela dikelasku mengajar ini. Hiroto sedang terkekeh kecil bersama Yuki disana. Apa dia tidak sadar kalau tunangannya sedang kesal?! Hah~ sabar Tora. Aku pun melangkah menuju kursinya Yuki yang melihat aku berjalan menuju kearah mereka berdua pun hanya tersenyum dan menyenggol bahu Hiroto-KU. Baiklah, mungkin disini yang kalian kira tunangan ku adalah Yuki bukan? Tapi maaf, kalau kalian menebak begitu itu salah besar. Karen tunangan ku ada disampingnya. Ya, Hiroto lah tunanganku. Kenapa? Mau protes? Sesampainya aku didepan bangku Hiroto, aku langsung berbisik ditelinganya.

"Sepertinya Pon ku yang manis ini sudah mulai nakal, hmm?" Setelah mengatakan itu, ku jilat telinganya.

"Ngghhh... Bu, bukan begitu To, Tora hhhmmm"

"Kalau bukan cepat kerjakan tugasmu. Atau kau mau aku 'menghukum' mu hm?"

"Ba, baiklah"

Setelah memperingati Hiroto, aku berbalik menghadap ke kursi Yuki sambil memberikan deathglare.

"Eh? Hehehe Tora-sensei jangan marah. Aku hanya bercanda dengannya, lagipula aku sudah punya pacar, sensei. Hehehehe"

"Tidak menjamin juga kau tidak merebut Hiroto dariku" Dengusku kesal

"Hei, Tora kau kira aku mau selingkuh dibelakang pacarku? Oh tidak, aku sangat mencintainya dan jangan lupakan satu hal kalau kami akan menikah bulan depan" Yuki menjawab sambil menyipitkan matanya

"Baiklah baiklah aku percaya. Sudah kerjakan tugas lagi sana, aku tidak pilih kasih kepada siapapun untuk memberi hukuman" Ancamku sambil tersenyum kepadanya

"Termasuk Hiroto?" Jawabnya sambil menaik turunkan alis matanya

"Ya, tapi untuknya aku punya 'hukuman' yang sedikit berbeda" Aku menjawabnya dengan seringaian

"Dasar macan mesum!" Ucapnya sambil kembali mengerjakan tugasnya.

Setelah mengahiri percakapan dengan Yuki aku kembali kedepan dan duduk dikursi ku sambil melihat Hiroto yang pucat. Kenapa dia? Apa dia sakit?

Hiroto Pov

Aku langsung merinding ketika Tora dan Yuki membicarakan tentang hukuman. Aku tidak mau kalau besok aku jalan kekampus sambil megang tongkat. Hell no! Gag banget deh. Kira-kira Shou kemana ya? Apa dia tidak tahu kalau sekarang pelajaran si macan mesum ini? Bisa-bisa Shou habis deh di kasih tugas segunung yang harus selesai dalam dua hari.

Pulang dari kampus...

Tora bilang mau menjemputku. Kemana sih si macan mesum itu? kok lama banget. Sudah satu jam yang lalu aku duduk disini tapi dia belum kelihatan batang hidungnya.

Tinn Tiinn!

Aku toleh kan kepala ku kesamping dan kulihat dia berjalan keluar mobil dan langsung menyeretku masuk. Setelah dia masuk ke kursi kemudi, dia langsung menjalankan mobil itu dengan kencang melesat kerumah kami. Ya kalian tidak salah dengar dengan kata-kata rumah kami, karna dia tunanganku. Tidak ada yang tahu ini kecuali Yuki, aku tidak sanggup memberitahu Shou. aku tidak bisa membayangkan ekspresi wajahnya nanti.

Sesampainya dirumah...

Aku langsung keluar dari mobil dan memasuki rumah. Kulihat Tora menyusul dibelakangku. Setelah masuk, aku langsung pergi kekamar dan berbaring disana.

Cklek

Tidak berapa lama, kulihat Tora memasuki kamar kami. Ya, ya kalian tidak salah baca atau salah lihat tulisan tadi memang kamar kami. Dia berjalan kearahku sambil membuka ikatan dasi dilehernya.

"Kau tak mau mandi dulu hm?"

"Tidak. Aku capek mau tidur saja"

"Tapi kau harus tetap mandi, pon. Kau bisa sakit"

"Tapi aku capek Torashi"

"Kalau tidak mau, ya sudah"

Tora berlalu meninggalkan ku sambil membuka baju nya. Saat dia akan melepas kemejanya, aku langsung berbalik memunggunginya. Rasanya mukaku sudah memerah melihat dadanya sekilas tadi.

Author Pov

Grep!

"Eh?!"

"Kalau kau tidak mau mandi lebih baik kau mandi denganku biar aaku memandikan mu" Setelah berkata saperti itu Tora langsung mengangkat Hiroto dan meletakkannya di pundaknya, setelah itu Tora langsung melesat kekamar mandi dengan Hiroto yang berontak dipundaknya.

"Kyaaa! Turunkan aku macan mesum!"

"Tidak. Kau pasti tidak mau mandi nanti, lebih baik aku mandikan saja"

Setelah berkata seperti itu Tora langsung menarik celana yang digunakan Hiroto hingga hanya tersisa celana dalam nya saja dan tanpa buang waktu Tora langsung melepaskan celana dalam itu. Hiroto yang melihat itu langsung berontak. Tora memutar tubuh Hiroto dan melepaskan bajunya. Setelah Hiroto sudah naked, Tora langsung mengisi bathup dan meletakkan Hiroto kedalam bathup, setelah itu Tora berjalan menuju pintu kamar mandi lalu menutupnya dan menguncinya dari dalam dan berjalan kearah Hiroto setelah melepaskan pakaian yang tersisa lalu ikut masuk kedalam bathup.

"Kenapa ikut masuk?"

"Aku kan sudah bilang kalau aku mau memandikan mu"

"Hah ya sudahlah. Oh iya, tadi Shou tidak masuk kan?"

"Hmm" Tora hanya menjawab Hiroto dengan gumaman sambil menciumi leher Hiroto

"Tolong jangan hukum dia ya?"

"Kenapa? Kau punya suatu hubungan dengannya?" Tora melepaskan bibrnya dari leher Hiroto dan bertanya dengan sedikit mengintrogasi.

"Dia sahabatku Tora, bukan seperti mu yang tunanganku" Hiroto langsung memepetkan tubuhnya ke tubuh Tora. Tanpa sengaja pergerakan Hiroto itu menggesekkan lubangnya dan junior Tora.

"Aaahhhh..." Tanpa sadar mereka berdua mendesah

"Pon, ternyata kau sudah mulai nakal ya, hmmm?"

"Ehh bukan begi- Akkhhh!" Belum sempat Hiroto menjawab, tangan Tora lebih cepat memelintir dan memencet niple Hiroto.

"Akkhh! Akkkhh!"

Tora yang mendengar desahan Hiroto langsung terbakar nafsunya. Tanpa buang-buang waktu, diambilnya botol sabun cair didekatnya lalu mengolesi jarinya. Tora menarik penyumbat air bathup dan menunggunya sampai habis.

"Menungginglah pon"

Tanpa pikir panjang Hiroto langsung menungging dan bertumpu pada ujung bathup. Tora memasukkan ketiga jarinya di lubang Hiroto.

"AKKHHH!" Hiroto berteriak kesakitan ketika Tora langsung memasukkan tiga jarinya

"Sssstttt... rileks pon. Aku hanya mempersiapkan mu" Tora menjawab sambil mengocok junior Hiroto. Ketika dirasanya Hiroto sudah rileks, Tora langsung menggerakkan ketiga jarinya in-out dilubang Hiroto.

"Akhh! Akkhh! Disituhhh... Akkhhh!"

Setelah merasa cukup, tora melepaskan ketiga jarinya dan mengolesi juniornya dengan sabun tadi dan langsung mengocoknya. Setelah itu tanpa aba-aba Tora langsung memasukkan juniornya dengan sekali hentakan.

BLEESSHHH

"AAKKKKHHHH!" Hiroto berteriak dengan kencang sambil meneteskan airmatanya dengan deras

"Sssttt... maaf pon" Ucap Tora sambil menciumi punggun Hiroto dan membuat banyak kissmark disana.

"Boleh aku bergerak?" Tanya Tora. Hiroto mengangguk lemah

Tora menarik juniornya sampai tersisa kepalanya saja lalu menghujam dengan keras lubang Hiroto. Hiroto mendesah dengan keras. Setelah setengah jam berlalu, Hiroto yang sudah orgasme dua kali merasakan milik Tora yang berkedut-kedut didalam lubangnya. Hiroto merasa akan keluar lagi.

"Ahhh... Toraahhh mmhhhh ke...keluarrhhh"

"Bersama mmmhhh ponn"

"Akkhh Tora!"

"Akkhhh Hiroto!"

Ketika Hiroto akan jatuh Tora langsung menangkapnya. Ia mengisi bathup dan melanjutkan mandi mereka yang sempat tertunda tadi.

Dikamar...

"Macan mesum, bagaimana caranya aku jalan besok"

"Aku akan menggendongmu"

"Ck! Tidak mau"

"Ya sudah aku kan sudah menawarkan bantuan"

"Sudahlah jangan dibahas, aku mau tidur"

Mereka pun tertidur dengan nyenyak malam itu.

.

.

.

.

.

Skip time

.

.

.

.

.

Satu bulan kemudian...

Hiroto Pov

Aku berjalan dikoridor kampus mencari Shou. aku baru melihat brosur tentang kerja part time disebuah cafe. Untuk membunuh waktu saja sebenarnya. Pasti Shou tertarik. Saat aku sedang berjalan santai mencari Shou, Shou keluar dari sebuah ruangan yang aku tahu itu ruangan Tora.

" Shouuu!" Aku berteriak memanggilnya ketika sudah dekat dengannya

"Eh? Hiroto, kenapa?"

"Kau temani aku ya kerja part time di cafe Alice?" Aku bertanya to the point

"Hmm boleh juga sih, dari pada aku gag ada kerjaan"

"Hehehehe makasih ya Shou!" Aku tertawa senang karna Shou mau

"Hm" Shou tersenyum menanggapiku

Aku dan Shou masih asyik berbicara sambil menuju kantin kampus. Sebelum sampai dikantin, Saga menghalangi jalan kami berdua.

"Ah! ohayou Saga-san" Ucapku

"Ohayaou"

"Kenapa Saga-kun?" Eh? Saga-kun?

"Shou-chan, nanti kau bisa datang tidak diacara peluncuran novel terbaruku?" Shou-chan?

"Eh? Gomen nanti aku mau pergi"

"Kemana? Sama siapa? Kapan?"

"Aku mau pergi ke cafe Alice sama Hiroto nanti siang"

"Pulangnya?"

"Mmm aku juga tidak tahu"

"Mau apa kesana?"

"Aku? Aku mau ikut kerja part time bersama Hiroto"

"Kau itu asisten ku Shou-chan!"

"Eee?"

"Kau boleh kesana, jam 3 kujemput" Sebenarnya mereka ada hubungan apa?

Sebelum Shou menolak, Saga sudah berlalu dari hadapannya. Shou hanya menghela nafas lalu memandangku yang sedang memandangnya takjub, begitu pula orang-orang yang lewat disekitar kami juga memandang Shou takjub. Sebelum Shou membuka mulutnya Saga yang memang belum terlalu jauh dari sana kembali ketempat Shou lalu mencium Shou didepan semua orang. Jujur aku kaget sekali dengan tindakan Saga.

"Jangan-melihat-pacar-ku-seperti-itu" Tegas Saga sambil menekankan setiap katanya lalu memberikan lumatan sekali lagi pada bibir Shou dan pergi. Aku kaget sekali, pacar katanya?

"Shou kenapa tidak pernah bilang kalau kau pacaran sama Saga?" Aku menatap Shou meminta penjelasan

"Eee aku baru pacaran 4 hari yang lalu dengannya" Jawab Shou dan aku dapat melihat semburat merah yang samar dipipinya

"SHOUUU! KAMI SEMUA MINTA PENJELASAN MU!" Tiba-tiba semua mahasiswa yang berstatus uke dan mahasiswi langsung berteriak dan berlari kearah kami berdua.

Setelah itu aku dan Shou terjebak dalam kepungan mahasiswa-mahasiswa yang marah mendengar penjelasan Shou tadi selama 2 jam.

.

.

.

.

.

Skip time

.

.

.

.

.

At Alice's Cafe

Author Pov

Hiroto duduk dimeja yang ditempati oleh Shou, ia baru boleh bekerja besok dan disinilah mereka berdua, duduk saling berhadapan. Hiroto memicingkan matanya kearah Shou dan memulai pembicaraan Shou.

"Shou, harusnya kalau kau sudah pacaran sama Saga bilang padaku"

"Eee? Kenapa? Menurut ku itu tidak penting"

"Tentu saja penting! Kau tahu kalau aku suka sama Saga, tapi kau tidak mau bilang! Hiks hiks"

"A, ah Hiroto jangan menangis. Kalau kau tidak suka aku akan putus kok dengan Saga"

"Tidak, tidak usah. Lagi pula aku harus segera menghilangkan rasa suka ku kepadanya"

"Eh? Kenapa begitu?"

"Hm aku belum cerita kepadamu ya? Yah memang sebenarnya aku tidak menceritakan ini pada siapapun kecuali Yuki. Aku sudah ditunangkan dengan seseorang pilihan orangtua ku"

"Uhuk uhuk! Di, ditunangkan? Dengan siapa?"

"I, itu... Tora-sensei"

"NANI?! Jangan bercanda Hiroto!"

"Aku tidak bercanda Shou! dia memang tunangan ku! Sebenarnya aku menolak pertunangan ini, tapi orangtua ku bersikeras agar aku dan Tora tunangan. Alasannya ayah dan ibu adalah sahabat sejak kecil orangtua Tora, dan mereka sudah sepakat agar kami dinikahkan sebulan lagi, hah~"

"Ah, begitu" Setelah mengucapkan itu mereka berdua diam sampai ada tangan seseorang menarik lengan Shou untuk bangkit berdiri. Shou yang kaget langsung melihat kebelakang, ternyata Saga yang menarik tangannya.

"Saga-kun jangan membuatku kaget"

"Ini sudah jam 3, ayo cepat"

"Hah baiklah. Hiroto, aku duluan ya"

"Ya, hati-hati" Setelah Shou dan Saga pergi, Hiroto menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki.

"Rasanya lega setelah cerita sama Shou. dia memang sahabat terbaik ku" Setelah mengatakan itu Hiroto menyeruput ice cappucino nya. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, spontan Hiroto menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat siapa orang yang sedang memeluk sambil menciummi lehernya.

"To, tora... hhhnn sen..seiihhh"

"Jangan panggil aku sensei kalau kita sedang berdua, Pon" Jawab Tora sambil menggigit leher Hiroto

"Nghhh... ba, baiklahhh...To, toraahhh... Akh!" Jerit kecil Hiroto

"Itu hukuman untuk mu karna aku selalu bilang, jangan panggil aku sensei saat kita sedang berdua saja. Sekarang ayo pulang, aku akan menghukummu karna mau kerja part time tanpa seizin ku"

Tora menarik tangan Hiroto lalu memasukkannya kedalam mobil. Hiroto hanya pasrah saja dibawa seperti itu, lagi pula Tora adalah tunangannya jadi dia berhak membawa Hiroto pulang kerumah karna memang mereka berdua sudah tinggal satu rumah. Sesampainya dirumah, Tora langsung mendudukkan Hiroto diangkuannya.

"Kau masih mencintai Saga?"

"Ti, tidak kok"

"Lalu kenapa ketika kau tahu Saga pacaran dengan Shou kau mengis?"

"I, itu..."

"Kalau kau memang tidak suka dengan ku kau bisa membatalkan pernikahan kita pon"

"TIDAK! Aku tidak bilang begitu Tora!"

"Lalu kenapa ka- mmpphh"

"Aku hanya mencintaimu Tora! Apa kau tidak sadar kalau aku mencintaimu macan mesum?! Kalau aku tidak mencintaimu aku tidak akan mau menyerahkan tubuhku kepadamu! Hiks hiks"

"Ssssttt... iya pon jangan menangis lagi, aku hanya takut kau masih mencintainya"

"Lagipula... siapa yang bisa menggantikan macan mesum seperti mu didunia ini?"

"Tentu saja tidak ada"

Hiroto dan Tora kembali saling memagut satu sama lain. Dan akhirnya Tora yakin dengan cinta Hiroto kepadanya.

.

.

.

.

.

OWARIMASU~

Bacot gag penting author:

Baiklah, satu chapter telah Tsura selesaikan. Selanjutnya akan berpindah ke pairing AoUru. Tapi dilihat-lihat kayaknya gag ada yang sudi mau ngeripiu fic ini deh, iya kan? Tapi gag papa Tsura gag akan patah semangat karena tujuan Tsura ngebuat fic bukan karna riview, tapi kalau ada yang ,mau riview boleh kok#Bletak. Bagi para silent reader terimakasih Tsura ucapkan untuk kalian m(_ _)m saya harap kalian tetap mau baca walaupun gag mau riview karna saya akan puas kalau ada yang mau membaca fic saya. Baiklah saya minta untuk yang terakhir kalinya... RnR?