WARUNG POJOK DEBUT! SPG YUMI BERAKSI
disclaimer : Om Tite Kuboo
Kelanjutan nasib warung Ichigo, dan kemunculan Yumi
sang shinigami pembawa cecak...!
WARNING : SEMAKIN GAJE DAN NGALOR NGIDUL! KARENA AUTHOR SUDAH
KEHABISAN IDE! MUAHAHAHAHAA...
Kembali ke Kota Karakura yang tenang dan sepi kayak kuburan. Di suatu pojok daerah, Ichigo dengan malas membuka warungnya, dia belum terbiasa jualan apalagi dia baru banget ngebuka tu warung gara-gara bokapnya minggat tanpa pamit ato kulonuwun.
Dan belum lagi rumahnya ketumpangan mahkluk ga jelas yang ngakunya mau ngebantuin, tapi dia malah asik maen gaplek ama hantu penasaran yang barusan aja 7 hariannya. Dasar shinigami ga berguna. Kalau ga bikin rusuh ya ngerepotin orang. Pengennya sih ditendang ampe mencelat ke mana kek gitu biar ga balik tapi karena masih punya ati, Ichigo mempersilahkan amuba ungu beralis panjang itu numpang idup di rumahnya… LAGI.
"Hoi, Banci…" panggil Ichigo cuek.
"Panggil gue Yumika yeeey.. ato Yumi.. apaan sih manggil-manggil suka ya?" jawab Yumichika tanpa menoleh.
"Terserah lo dah. Woi, daripada maen gaplek bareng tu arwah penasaran mending lo lakuin sesuatu kek buat ni warung buat ada yang beli…bosen gue nungguin." Ichigo hanya menanggapi dengan cuek godaan Yumi.
"Emang gue harus ngapain?" Tanya Yumichika kali ini dengan wajah 'kok-harus-gue'.
"Ngapain kek. Mau guling-guling, debus, koprol juga boleh… asal ada yang tertarik" jawab Ichigo sambil mengibaskan tangannya.
"Jadi lo mau gue jadi SPG?" kini Yumi mulai nangkep kemana arah pembicaraan Ichigo.
"Gue ga harus jadiin lo SPG, tapi kalo lo ikhlas mah gue sih mau aja ngedandanin lo. Tapi jangan salain kalo ntar muka lo jadi dakocan ya" Yumi Cuma memonyongkan bibirnya 10 cm*haaah?* dia pasti kena bully kalo udah berurusan sama ni shinigami pengganti.
Udah ga punya belas kasih, setiap numpang dikasih makanan kucing, sukur-sukur makanan kucing, kadang suka dikasih pupuk urea- kata Ichigo biar Yumi tambah langsing en tinggi kayak pohon duren. Tapi Yumi menolaknya dan lebih milih ngoprek-ngoprek di bak sampah.
"Gue paling males kalo nanggung misi ma elo Chi.. bawaannya di bully, di bejek-bejek. Gue udah cape di bejek-bejek ama authornya sekarang di cerita ama elo… haaaaah…" Yumichika hanya bertopang dagu sambil memperhatikan sebuah tempe yang baru di goreng Ichigo.
"Chi, ni tempe baru kan? Gue makan ya" sahut Yumichika yang tergiur sama tu tempe.
"Ha? Tempe yang mana? Hnn… oei tunggu tu Tempe…" sebelum Ichigo berhasil menyelesaikan omongangya mulut Yumi udah mendower ria gara-gara sebuah streples menggigit seksi bibirnya.
"Ah. Aku mau bilang, kalau itu tempe percobaan.. namanya Temprles… Tempe streples.. ati-ati, itu belum diuji.. tapi kayaknya bagus buat didagangin.." Ichigo memperhatikan dengan muka lempengnya.
"Daganging gundulmu! Lo mau misahin bibir gue apaa! Jangan becanda yaa! Adaaw bibirku..!" Yumichika langsung meratapi nasib bibirnya yang kayak disengat tawon itu.
"Chii lo jualan tuh niat ga sih? Lo mau ngebunuh orang ato mau maen debus? Makanan lo aneh-aneh begini.." Tanya Yumi langsung mengkompres bibir semoknya.
"Lah kalo ga inopatip ntar cepet bangkrut, sejauh yang gue tau belon ada yang komplen soal makanan gue" Jawab Ichigo dengan muka santai dan tak berdosanya.
"Ya jelas lah ga ada yang komplen. Orang dari kemarin aja warung lo belon ada yang beli…!" sekarang Yumi mulai eneg bicara sama Ichigo. Dia keluar warung, mencari udara segar. Dan tba-tiba seorang cewek dengan pakaian formal datang.
"Eh um.. mbak siapa ya? Mau beli di warung ini?" Yumi melihat wajah gadis itu.
"Nama gue Hikary Ravenia. Gue mau bicara sama yang punya warung" jawab gadis berambut ungu itu. "Wah wah sebaiknya jangan dah mbak. Ni penjualnya agak agak autis… makanannya aja aneh-aneh… ni liat bibir saya dower begini gara-gara makanannya" jawab Yumichika dengan senyum sumringah terbaiknya.
"Sembarangan lo! Jangan bawel, ato gue paksa lo ganti baju jadi baju bunny girl!?" Ichigo menancapkan Zangketsu tepat di ubun-ubun Yumi.
"Oh kau Hikary, kenapa? Ada sesuatu?" Ichigo mengalihkan perhatiannya ke Hikary.
"Eh? Ga usah formal gitu kale.. kita udah bareng dari SD. Eniwei gue ke sini buat pemberitahuan" jawab Hikary sambil mengoprek-oprek tas tangannya.
"Pemberitahuan?" Yumi dan Ichi kompak banget. "Begini lo. Karena kalian terkenal di dunia 'lain' soal makanan kalian yang unik, gue dapet masukan buat supaya warung kalian tambah laku" Hikary memberikan sebuah lembaran. Tulisan yang agak acak adul itu tertulis dari tinta hitam putih belang-belang kayak zebra cross.
"Nee.. Hika.. tulisan opo iki?" tanya Ichigo*Ichigo ko jadi wong jowo?*
"Langsung to the point aja ya. Tuh lembaran memaksudkan buat warung lo memperkejakan SPG. Soalnya bakal ada lomba SPG WARUNG DUNIA LAEN' yang bakal diadain 2 hari lagi.." penjelasan Hikary membuat Ichigo, Yumi, dan seluruh mahkluk yang ngejogrog di tempat itu hening
. "Jadiii gimana?" kini Hikary menoleh ke arah Yumi yang sudah siap dengan buntelannya.
"HE—III.. MBAK YU~~ MII… MAU KE MANA?" Ichigo mencengkram celana Yumi yang udah meper-meper bergidik dengan suara Ichigo yang terasa kayak suara Teroris yang hendak melakukan aksi bunuh diri masal. Pokoknya serba serem! Sound efeknya juga ga kalah serem.
"E..eeehhh..maa..uu kee..toi..leet…" jawab Yumi tergagap-gagap.
"Hooo….toilet ada di sebelah sana… jangan bilang kau sudah lupa arah toilet rumahku…heheheee" Ichigo tersenyum dengan saaangaaaat maniss tapi di mata Yumichika, senyuman itu adalah senyuman IBLIS. Author tekankan.. IBLIS.
"Huaa.. setan! Setan! Helepp meee helep…" suara hati Yumi sudah mencelos dari tadi dan sekarang tidaka da ruang baginya kabur. Sedangkan Hikary sudah siap dengan peralatan make upnya.
"Tuu..tunggu..kaliaan sekongkol! Apa-apaan ini! Gue ga maaauu! Lepasin guee!" Yumi melirik seringai-seringai jahanam di depannya.
"Yumii chika saan~~ katanya mau bantuin gue dagang.. daripada lo jadi mahkluk ga berguna.. lo bisa jadii amat sangat berguna di sini…." Ichigo semakin mendekat-mendekat ke wajah malang Yumichika..
"I…I…IYAAAADAAAAAAAAA!" seruan Yumichika membahana membuat burung yang asik pacaran kocar-kacir dan membuat kaca rumah sakit bergoyang ala Inul darahnista.
Sebenarnya apa yang dilakuin sama Ichigo dan Hikary? Bagaimana nasib Yumichika? Bagaimana dandanannya? Apa hubungan warung pojok Ichigo dengan SPG yang telah membuat Shinigami cantik itu menjadi tumbal?
Karena Author sengaja membuat rancangan 'seragam' SPG Yumi, kita langsung bersambung ke CHAPTER 3!
TBC~
Yumi : Chouto matte! gue ga terimaa! apa-apaan ini kenapa gue lagi yang lo bejek2? ga sekalian aja Ichigo ato Renji kek!
Yuzu : Gue cuma lagi demen ngebully nih. harap maklum yeee
Yumi : Terus kenapa lo bawa-bawa tu author laen? kenapa si Hisagi ke 2 ada di sini!?
Hikary : Gue mau ngebantu Yuzu chan ngebully elo...
Yuzu : Hahahaha bisa aja Hika chan ini
Yumi : WHAT THEEE,...! # y$i i)!
