Chapter 02

From Korea To Ubud

Sulay Fanfiction Indonesia

Main Cast

Kim JunMyeon

Zhang Yixing

and

all exo members

etc

Don't Plagiat

YAOI AREA!

Love has no culture, boundaries, race and religion

Lets falling in love in Ubud Bali

.

There's a world out there that we should see

Yixing menyapu seluruh pandangannya, menurut travel yang di pesannya saat berada di Korea ia sudah aman sampai dengan Hotel berbintang yang megah. Disinilah dia dilobi hotel megah berbintang lima yang dibayarnya dengan kartu pemberian orangtuanya yang kaya raya. Seharusnya yang dirasakan Yixing adalah holiday mood on, tapi begitu kakinya turun dari mobil yang dipesan oleh travelnya di Korea dan meninggalkannya ia hanya diam saja menatap isi lobi hotel yang rata-rata berisikan orang barat itu. Yixng bingung harus mengatakan apa pada resepsionis yang menatapnya dari jauh sambil tersenyum. Ia tidak bisa bahasa selain bahasa Korea.

Aku harus bagaimana ini. Yixing bergumam dalam hatinya, menyesali mengapa ia mengikuti saran dari Jongin sahabatnya yang somplak itu.

Alunan suara musik bali terdengar di dalam lobi, harum bunga kemboja putih pink tercium di hidung JunMyeon. Baru saja sampai hotel ia sudah mendapatkan ketenangan dalam dirinya sendiri. JunMyeon meletakkan tas nya dan menuju resepsionis yang sudah menyambutnya dengan senyum hangat.

" Good morning, what can I do for you?."

" Morning, I want you to chek this my booked room."

" Okay wait a minute."

" Okay."

JunMyeon menunggu resepsionis sambil melihat sekelilingnya, terlihat seorang pria dengan penampilan acak-acakan baju yang kebesaran dan tampang kebingungan membawa selembar kertas seperti miliknya. JunMyeon bisa menduga bahwa laki-laki muda itu juga berasal dari Korea seperti dirinya dilihat dari kertas travel yang dibawanya. Pria yang dilihatnya itu akhirnya melihat dirinya juga dengan cepat JunMyeon membuang muka nya. Liburannya bisa berantakan bila ada orang Korea yang mengenalinya sebagai artis disini.

" Permisi.. Permisi.."

" Err Sir, I think he talk to you."

Mau tidak mau JunMyeon menoleh ke laki-laki yang mengajaknya berbicara dengan menutupi hidung dan mulutnya dengan tangannya.

" Ya kenapa?."

" Syukurlah kau dari Korea juga. Aku sudah sangat putus asa tadi." Yixing terlihat bahagia hingga matanya berkaca-kaca

" Hmm."

" Mau kah kau membantuku? Tolong aku tidak tahu harus bicara bagaimana dengannya tentang kamarku."

" Hmm."

JunMyeon mengambil kertas yang dipegang Yixing dengan kasar dan berbicara dengan resepsionis untuk dicarikan juga bookingan kamarnya.

" Okay Sir, this for you and this for your friend."

" He's not my friend and thank you."

JunMyeon menyerahkan kunci kamar Yixing dengan sedikit melemparnya. Yixing yang terkejut berusaha mengambil kunci yang dilempar JunMyeon kepadanya.

" Te-Terimakasih." Yixing membungkukkan badannya.

JunMyeon yang tidak peduli pada tindakan Yixing segera meninggalkan Yixing menuju lift hotel. Yixing melihat JunMyeon pergi hanya terdiam cepat-cepat ia mengikuti JunMyeon masuk ke dalam lift. JunMyeon menyadari kedatangan Yixing cepat cepat menutup lagi setengah wajahnya dengan tangannya.

" Apa lagi?!." Bentak JunMyeon

" Aku Cuma mau tanya kamarku lantai berapa?."

" lantai tiga."

" Oh terimakasih. Tapi kenapa kau daritadi menutupi wajahmu? Kau sakit gigi? Atau hidungmu terlalu besar jadi kau malu?."

" Yak! Hidung siapa yang besar!." JunMyeon melepas tangannya dari muka nya.

Yixing melihat JunMyeon sejelas-jelasnya. JunMyeon yang menyadari dipandangi Yixing segera menutup wajahnya kembali dan membuang mukanya.

" Kurasa hidungmu tidak besar, hanya kepalamu saja yang kebesaran." Yixing menilai JunMyeon dengan lugu.

" Yak! Kau ini sudah ditolong sekarang menjelek-jelekkanku. Kepalamu lebih besar!." JunMyeon segera menggeser badannya agar lebih jauh dari Yixing

" Hu seperti artis terkenal saja gayanya." Gumam Yixing perlahan yang masih terdengar oleh JunMyeon

" Memang kau tidak mengenaliku?."

" Memang kau siapa? Presiden Korea selatan?."

" Anak ini! Tapi sungguh kau tidak mengenaliku?."

" Ya aku tidak tahu kau siapa. Pria dengan kepala sebesar kau siapa yang kenal."

" Tuhan berilah aku kesabaran!. Yak apa dirumahmu tidak ada TV apa?."

" Tidak ada. Memang kenapa semua orang berbicara tentang TV dirumahku?."

" Pantas saja. Aku ini Kim JunMyeon! Artis terkenal di Korea. Mana handphonemu."

JunMyeon langsung merebut ponsel yang sedang dipegang Yixing.

Ting!

3rd Floor

JunMyeon segera menyambungkan WIFI hotel dengan ponsel Yixing dan menuliskan kata kunci namanya di Google. Semula ia sangat cemas bila ada orang Korea yang mengenalinya di Bali tapi kini ia menjadi emosi melihat Yixing yang tidak mengenalinya sama sekali dan mengatainya kepala besar. Yixing mengikuti JunMyeon dari belakang khawatir karena ponselnya dibawa oleh JunMyeon orang yang mengaku-ngaku artis terkenal itu. Takut ponselnya dibawa kabur oleh orang yang tidak dikenalinya itu.

" Lihat ini ketenaranku!." JunMyeon menyerahkan ponsel Yixing kembali tepat di depan mata Yixing agar dia bisa segera membaca isi yang berada di dalam layar ponsel itu.

Yixing membaca judul-judul artikel Google tentang Kim JunMyeon. Langkah kakinya tanpa disadarinya mengikuti JunMyeon yang mencari nomor kamarnya. Dengan semangat ia memilih membuka artikel pertama yang berada dipaling atas.

" Kim JunMyeon aktor sekaligus penyanyi terkenal. Si dingin berwajah tampan." Yixing berhenti membaca dan menatap JunMyeon dari belakang mencoba menilai judul artikel yang dibacanya.

" Lebih cocok si garang berwajah antagonis" Gumam Yixing yang masih terdengar juga oleh JunMyeon

JunMyeon berhenti berjalan mencoba menahan emosinya dan melanjutkan mencari nomor kamarnya.

" Kim JunMyeon terlihat di Airport setelah dicampakkan oleh Xi Luhan. Haha pantas saja emosi rupanya lagi putus cinta haha." Yixing tertawa dengan keras

" Yak! Dengar ya! Aku tidak dicampakkan dan aku tidak sedang putus cinta! Dan berhenti mengikutiku sampai kamarku ." Ucap JunMyeon emosi.

" Haha lihat lihat fotonya ini kau memakai baju sekarang ini dengan wajah yang sangat menyedihkan. Lihat koemntar-komentar orang juga mengatakan kau kasihan dan kau terkena batu nya." Yixing masih membaca artikel dalam layar ponselnya.

" Daripada kau menyibukkan orang lain. Bagus kau cari kamarmu dimana." Ucap JunMyeon menahan geram.

Yixing melepaskan pandangannya dari layar ponselnya menatap JunMyeon yang sedang terbakar emosi dengan pandangan tidak bersalahnya. Ia baru menyadari dia belum menemukan kamarnya sendiri. Cepat-cepat dia melihat nomor kamarnya dan melihat ke kiri kanan, depan belakangnya.

" Ini nomor kamarku. Rupanya kamar kita berhadapan yah pria yang dicampakkan. Haha. Aku masuk dulu ya bye bye." Yixing meninggalkan JunMyeon yang masih di depan kamarnya.

Setelah Yixing masuk ke dalam kamarnya JunMyeon menendang-nendang dinding kamarnya di depan, belum pernah dia merasa sekesal ini seumur hidupnya.

.

.

JunMyeon masuk kedalam kamarnya merebahkan badannya di kasur kamarnya membuka siaran TV lokal dan membisukan suaranya. Kamarnya terhirup bau segar kemboja yang ia cium di depan lobi tadi. Ia sangat menyukai wangi bunga itu. JunMyeon membuka bajunya dan membiarkan dirinya bertelanjang dada. Menatap atap kamarnya mengingat kembali pesona mantan pacarnya dan kenangan terakhir melihat mantannya sedang berciuman mesra dengan pria lain. JunMyeon memejamkan matanya mencoba menghapus bayangan tersebut, mencoba mencari hal lain yang kuat di dalam perasaannya. Ia malah mengingat pria yang kini menempati kamar di depan kamarnya yang membuat dirinya kesal setengah mati. JunMyeon melempar bantalnya ke depan dan memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap untuk keluar menyambut pesona Bali.

Yixing menatap kamarnya dengan mata terbelak, sangat berbeda jauh dengan kamar di rumahnya yang berantakan. Yixing melihat ke jendela kamarnya yang berhadapan dengan jalanan depan hotelnya di Kuta Bali. Yixing melihat banyaknya turis yang sedang berjalan membawa papan surfing dan mengendarai motor di jalan. Berharap dia secepatnya akan seperti mereka. Yixing berpikir untuk mandi dulu atau segera pergi keluar. Ia memikirkannya sangat lama, sesungguhnya waktu itu bisa ia gunakan untuk mandi dan bersiap. Tapi ia terlalu malas untuk beranjak masuk ke dalam kamar mandi nya. Ia pun memutuskan untuk mengganti pakaian nya saja dengan cepat. Ia tidak ingin liburannya habis banyak hanya di dalam kamar saja.

Clek

Yixing membuka pintu kamarnya bertepatan dengan JunMyeon yang juga keluar dari kamarnya. JunMyeon dengan cepat membuang mukanya begitu melihat orang yang membuatnya kesal keluar dari kamarnya.

Yixing yang bersikap biasa saja tidak menyadari bahwa laki-laki disebelahnya dalam lift itu bernapsu ingin menggulungnya dalam koper dan mencampakkannya di ombak pantai kuta yang tinggi. JunMyeon mengenakan kacamata hitam, kemeja putih ketat pendek yang berlapis baju putih juga didalamnya dan celana pendek berwarna khaki.

Penampilannya yang modis sangat bertolak belakang dengan penampilan Yixing yang mengenakan kaos biru muda kebesaran dan celana pendek hitam. Yixing membandingkan penampilannya dengan laki-laki disebelahnya itu. Berpikir kalau pria setampan dan sekeren ini saja dicampakkan apalagi dia yang tidak menjaga penampilan. Pantas saja yang dekat dengannya selama ini hanya Jongin. Orang yang juga tidak terlalu mempedulikan penampilan.

Ting!

JunMyeon dengan langkah penuh percaya diri keluar dari lift menuju resepsionis untuk menitipkan kuncu kamarnya. Yixing mengikuti kelakuan JunMyeon, dan kembali mengikuti JunMyeon menuju luar hotel.

" Yak kau berhenti mengikutiku!."

" Siapa yang mengikutimu. Aku-aku kan mau kesana juga."

" Ya sudah kau duluan saja sana."

JunMyeon sudah mempunyai tujuan hari ini dia hanya akan berjalan disekitaran kuta sambil mencari nomor Indonesia agar dia bisa tetap berinternetan untuk menggunakan GPS dan mencari tempat penyewaan motor untuk turis. Keesokan harinya baru dia akan menjelajahi Bali. Hingga ia memutuskan cukup.

Yixing yang kini berjalan di depan JunMyeon tampak kebingungan tapi ia terlalu malu untuk bertanya pada JunMyeon satu-satunya orang Korea yang dikenalnya disini. Yixing melihat ada keramaian di gang sebelah kirinya. Ia segera masuk ke dalam berpikir positif ia akan menemukan sesuatu yang seru.

JunMyeon melihat pria urakan yang mengetawainya tadi masuk ke dalam gang kecil. JunMyeon membaca papan kanan kiri di dalam gang itu. Bar, mini Pub, tattoo, Billiard. JunMyeon menarik bibirnya kesamping ia menilai kalau pria itu sok tahu dan hanya masuk-masuk saja tidak tahu tujuan. JunMyeon tidak melayan Yixing dan segera melanjutkan perjalanannya kedepan.

JunMyeon menunggui ponselnya yang sedang sudah berisi kartu Indonesia itu untuk diaktifkan internetnya oleh orang yang menjual kartu. Di dalam pikirannya membayangkan kalau pria menjengkelkan itu sedang di bully oleh pria asing yang berbadan lebih besar darinya ataupun di jambret oleh seseorang. JunMyeon membuang pikirannya. Tidak seharusnya dia memperdulikan orang yang tidak dikenalinya apalagi orang itu sangat menjengkelkan baginya. Tapi pikiran khawatir tidak juga hilang. Setelah ponselnya selesai ia memutuskan kembali ke gang kecil yang dimasuki Yixing tadi. Beruntung dia memilih untuk pergi liburan ke Bali Indonesia, yang sudah pasti tidak ada media masa Korea mengikutinya sampai sini. Andai mereka tahu JunMyeon masuk ke dalam gang kecil ini pasti sudah heboh.

JunMyeon mencari-cari pria yang menjengkelkan disetiap tempat di dalam gang itu tapi ia belum juga menemukannya.

" Menyusahkan saja."

" Kyaaak!."

JunMyeon berlari mendengar suara teriakan, ia hanya menduga teriakan itu berasal dari pria yang dicarinya. Dan memang betul teriakan itu berasal dari mulut Yixing.

" Kau-Kau kenapa? Siapa yang mengganggumu?." JunMyeon mengatur napasnya setelah berlari

" Aku tadi lihat ada tikus besar sekali!."

" Yak! Kau ini. Ayo keluar dari gang ini. Kuta sangat menawan kau malah berada di gang gelap seperti ini." JunMyeon menarik tangan Yixing dengan kesal.

Yixing mengikuti langkah JunMyeon dengan tersungkur-sungkur. JunMyeon masih menarik tangan Yixing hingga diluar jalan Kuta yang ramai. Orang-orang melihat mereka dengan gemas seakan melihat pasangan yang sedang menarik tangan pasangannya karena tidak mau berhenti merengek meminta dibelikan sesuatu di toko.

JunMyeon menghentakkan tangan Yixing yang dipegangnya.

" Aduh.."

" Kau tujuanmu sebenarnya kemana?."

" A-Aku tidak tahu."

" Kau ini." Geram JunMyeon

" Hiks.."

" Kalau mau pergi liburan itu searching dulu tempat wisata yang bisa kau kunjungi! Tahu mu apa sih bodoh!."

" Hiks..Hiks.."

JunMyeon yang baru menyadari pria yang ditariknya tadi menangis langsung diam. Ia tidak menyangka kalau kata-katanya melukai pria tadi.

" Kenapa kau menangis?."

" Kau! Aku memang bodoh! Aku memang tidak tahu apa-apa! Puas!."

Yixing pergi meninggalkan JunMyeon dengan masih menangis.

" Menyusahkan saja. Presiden Korea harus memberiku penghargaan karena aku sangat peduli dengan sesama rakyat Korea." Gumam JunMyeon yang langsung mengejar Yixing.

" Kenapa lagi?." Tanya Yixing sesegukan

" Baiklah aku minta maaf okay. Begini saja sebagai permintaan maafku. Bagaimana kalau kita pergi menjelajahi Bali bersama-sama?."

Yixing menghentikan langkahnya dia memang butuh JunMyeon. Sungguh kini pun dia tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk kembali ke hotelnya. Tapi pergi dengan JunMyeon berarti harus menahan sakit hati oleh kelakuan arogan dan sombong JunMyeon. Memang Yixing punya pilihan lain? Tidak.

" Baiklah aku mau."

" Okay tapi dengan syarat, kau harus mengikuti tujuan yang mau kutuju. Tidak boleh komentar dan banyak bising."

" Hmm okay, tapi makan kau tanggung juga kan?."

" Anak ini! Baiklah."

" Yippie! Okay lets go."

TBC

.

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

YESSS IM BACK! WKWKW

D'eXcrusius Paripachuka Siip kulanjutkan wkwk. Baca n review terus yah^^!

Guest iya banyak typo makasih yah udah ingatin^^

Yxingbunny Sip baca n Review lagi yah^^!

Kerdus susu Aku jadi ga sabar juga (?) wkwkkw

Guest Iya Luhan kali ini aku bikin beda dari 2 FF sulay ku yang lain. Maafkan aku Luhannie T.T

YuKilla-Kira haha dia bukan belikan tas tp perhiasan gtu Cuma dalam box berbentuk tas gitu hehe^^ Yixing is back terus rindukan Yixing^^ iyah Jongdae memang lebih muda tapi kelakuan dia banyak lebih mature dari umurnya makanya aku punya inisiatif jadikan dia kakak JunMyeon ^^

YoorieKun Baca terus ya kaka^^

Cumi-Cumi Siip terus baca dan review yah^^

Guest Penasaran? Ayo baca terus lanjutannya hihi ^^

Saklawase Sip next nya comment yah lebih kurangnya suhu hahah ^^

Anson Horee disukai Anson FF nya hehe baca terus n jangan lupa review yah bro^^