Part 2..

Jam menunjukan pukul 07.00

Waktunya untuk sekolah..

"mamih, pipih Naru berangkat yaaa. Assalamualaikum" Naruto nyium tangan Kushina sama Minato

"Naru gak bareng abang Kurama?" tanya Kushina

"enggak, Naru mau bareng Sasuke aja. Sasuke kan calon istri Naruto. Yaudah yahh.. byeee~"

Kushina merinding

.

.

.

"Sasuke~ my honey bunny sweety~ berangkat bareng yuk!" teriak Naruto di depan rumah Sasuke.

"eh, Naruto. Nyari siapa?" tanya Mikoto yang sudah membukakan pintu.

"ah! Ibu mertua! Assalamualaikum. Naru mau nyari Sasuke, mau ngajak berangkat bareng" kata Naruto sesopan mungkin. Kata pipih, kalo ketemu sama calon mertua harus sopan, biar dapat restu.

"errr.. Sasuke udh berangkat tuhh, tadi barusan sama Itachi"

"yaahhh.. kok gitu. Huft yaudah deh gak apa-apa. Naru pamit dulu ya ibu mertua. Assalamualaikum" Naruto nyium tangan Mikoto. Mikoto cuma bisa senyum.

—Ya Allah, ini anak sholeh amat sih.. ketauan anak majelis ta'lim ini mahh.. Sasuke beruntung punya gebetan kaya dia.

.

.

.

Naruto berangkat sekolah sendirian. Tidak lupa dia nyamper anggota genk-nya.

Naruto pengen konvoi sepeda ke sekolahnya. Sendirian itu enggak asik. Ntar disangka jomblo lagi. Iuhhh..

Setelah markir sepeda. Naruto and The Genk pun masuk ke kelas mereka. Disana Sasuke sudah duduk di bangkunya. Sasuke duduk kalem sambil minum susu kotak rasa mangga muda. Terkadang dia mengerucutkan mukanya karena sensasi susu mangga mudanya. Lagian nih orang pagi-pagi minum beginian.

"masya allah, calon istri ku cantik banget hari ini" Naruto menghampiri Sasuke.

"oh, Naruto. Jangan deket-deket, tadi aku kentut. Takutnya kamu kebauan" dusta Sasuke. Dia berharap agar Naruto menjauh darinya.

"gak apa-apa, kentut kamu itu wangi kok! Wanginya kaya wangi pengharum mobil wanginya bikin aku mabuk kepayang sama kamu" Naruto ngegombal jijay.

"—astagfirullah.." guman Sasuke.

"anak-anak. Ayo cepat duduk ke tempat masing-masing. Hari ini sensei akan memberikan tugas~" Iruka sensei senyum sambil bagiin kertas hvs.

"ini untuk apa?" tanya anak unyu bernama Gaara

"penasaran kannn?" kata Iruka ngeselin. Yang lain hanya mandang Iruka dengan tampang.

'please dehh sensei. Ini masih pagi. Jangan ngelahu dulu kenapa'

Dan Iruka pun sedih..

.

.

.

Sebelum memulai pelajaran. Anak-anak TK Kenanga pun membaca doa belajar. Tak lupa mereka membaca surat-surat pendek terlebih dahulu. Mereka selalu lakukan itu setiap pagi.

Subhanallah, tolong sisahkan hamba 1 anak yang seperti ini Ya Allah :')

"nah, tadikan sesei udh ngasih kertas hvs. Nahh tugas kalian adalah membuat silsilah keluarga kalian dengan bagannya. Jangan lupa deskripsikan keluarga kalian pake bahasa arab. Mengerti?"

"..."

"sensei bercanda, gak usah pake bahasa arab juga gak apa-apa. Terserah mau pake bahasa apa. Asalkan jangan pake bahasa isyarat ya!"

"..."

"yaudah sensei pergi ke toilet dulu! dahh!" Iruka baper.

.

.

.

20 menit beralalu. Iruka yyang tadinya baper kini sudah mendingan gara-gara makan lontong sayur. Rupanya dia belom sarapan.

"baiklah, siapa yang mau maju duluan?" tanya Iruka

"Neji! Maju sana!" teriak Naruto

"ogahh! Shino kamu aja yang maju!"

"enggak mau"

"sensei! Sakura mau maju tuhhh!"

"apaan sih Ino! Dasar melar!"

"apa?! Dasar jenong"

Dan terjadilah kericuhan yang disebabkan oleh Naruto.

"udh stop! Sasuke kamu aja yang maju" kata Iruka. Sasuke ngangguk kalem.

"ini silsilah keluarga ku. Aku punya babeh, emak, sama abang. Aku anak ke dua. Nama babeh ku, Uchiha Fugaku. Babeh ku bekerja sebagai juragan tanah. Emak ku Uchiha Mikoto. Emak kerja jadi ibu rumah tangga, kadang emak ngurusin perkebunan tomat di belakang rumah. Abang ku namanya Uchiha Itachi. Dia kelas 5 SD. Abang ku itu orang yang baik, kadang kalo aku lupa ngerjain pr dia yang mengerjakan pr ku. Abang ku suka sama cejeer. Itu lohh boyben yang isinya 3 cowok unyil-unyil. Abangku bercita-cita pengen jadi anggota boyben. Katanya nama boybennya 'jekardah48' katanya sih terinspirasi dari idol grup dari jepang. Oh ya! Walaupun aku manggil orng tua ku babeh dan emak sebenarnya aku bukan orang betawi. Ini terjadi karena kesalahan adat pernikahan ortu ku. Tadinya babeh sama emak pengen pake gaun sama jas pernikahan gitu ehh terjadi salah paham sama pihak penyelenggara pernikahan. Alhasil mereka malah pake baju adat betawi. Mungkin karena hal itu jiwa betawi melekat di diri Uchiha. Itu saja cerita dari keluarga ku. Terimakasih."

Anak-anak pada tepuk tangan kecuali Iruka.

—keluarga yang spektakuler...

"baiklah, sekarang siapa yang mau maju?"

"akoohhh sensei!" Naruto teriak alay

"baiklah Naruto, silahkan"

Dengan pedenya Naruto berdiri di depan.

"treng! Ini keluarga ku!" Naruto nyengir buaya.

"..." hening

"itu.. kuda albino lagi sikap lilin?" tanya Neji

"enak aja! Ini aku!" Naruto sewot karena gambarnya dihina

"psstt.. gambarnya jelek banget.." bisik Chouji pada Shikamaru

"berisik kau melar!"

"hey! Kau menghina ku?" Ino tersindir

Dan akhirnya terjadi lah keributan yang memakan waktu 10 menit.

"sudah.. lanjutkan Naruto" kata Iruka malas

"ini keluarga ku. Ini aku.. ini Sasuke.. dan ini anak kami namamya Namikaze Menma."

"..." hening

"Naruto—" panggil Iruka

"kuping mu udh di korek belum? Apa mau sesei kerok pake sendok hah?" Iruka kesel

"yeeuu.. sensei lahu nih!" ejek Naruto

"dasar barudak bangor! Sensei bilang keluarga diri senidri! Kenapa kamu malah gambar keluarga masa depan?!" kata iruka sambil gigit cincin batu akik ditangannya

"biarin, salah siapa yang keliru ngasih tugas."

"..."

—oke, kali ini Naruto bener. Iruka salah, jadi mohon maaf lahir batin deh..

"ekhmm! Jadi gini. Tepat pada bulan juli aku dan Sasuke mengadakan pernikahan besar-besaran! Ngalahin pernikahan seribu satu malamnya Musdalifah sama Nassar. Sasuke resmi menjadi 'Namikaze Sasuke'. Setelah kami menikah, kami dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Menma. Menma memiliki mata biru yang sama dengan ku. Dia juga punya garis-garis di pipinya. Kata dokter itu tanda lahirnya. Itu pasti karena saat hamil Sasuke suka garuk-garuk perutnya. Bekas garukannya jadi ada di pipi Menma. Btw, Menma punya rambut hitam dan agak panjang kayak Sasuke. Sifat Menma juga mirip Sasuke. Yaaa pokoknya ini adalah keluarga ideal dimasa yang akan datang.. sekian dan terima kasih"

sumpah, Sasuke pengen muntah.

"wahh! Keliatannya asik juga ya mendeskripsikan keluarga di masa depan. Aku juga mau bikin ahhh!" kata Sai semangat. Yang lain pun juga ikut-ikutan bikin karena terinspirasi oleh Naruto.

Iruka hanya tersenyum miris.

.

.

.

"lihat! Ini keluarga masa depan ku! Shikamaru melamarku dan menikah dengan ku. Lalu kami punya anak yang diberi nama Nara Shikadai. Wajah dan sikapnya mirip banget sama Shikamaru, tapi Shikadai ini penyayang binatang! Sama seperi ku hehehehe.." cerita Kiba pada teman-temannya. Shikamaru hanya nengok terus tidur lagi.

"ini keluarga ku! Neji melamarku dan kami menikah. Kami dikaruniai anak yang bernama Inojin. Secara fisik Inojin sangat mirip dengan ku, tapi matanya sanagt mirip dengan Neji. Yang jelas aku sayang keluarga ku" cerita Sai.

"eh? Dengan Neji? Taapi.. Gaara juga mau menikah dengan Neji!" protes Gaara

"yaudah biar adil, aku istri pertama, kalau Gaara istri kedua? Gimana?" tanya Sai

"eum, oke!"

Neji hanya memandang dua orang yang duduk disebelahnya dengan tatapan horor.

plisss.. satu istri aja udh cukup bagi ku.. rintih Neji

Iruka hanya bisa geleng-geleng dugem ngeliat anak didiknya yang agak /uhhuukk/ alay itu. Apa ini salahnya karena dia salah mendidiknya? Ya Allah.. maafin Iruka Ya Allah

.

.

.

Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi. Setelah berdoa dan salim tangan sama Iruka sensei, murid-murid buru-buru pulang kerumah masing-masing.

"Naruto! Shikamaru! Kiba! Kita pulang yuk! Bunda ku masak rendang sama ikan pucung. Kata bunda aku disuruh ajak teman-teman ku" kata Chouji

"ikan pucunggggg!" Kiba teriak kegirangan gegara ikan pucung adalah makanan favoritnya.

"hmm, boleh saja" Shikamaru hanya manggut-manggut

"maaf ya guys, kalian pergi saja duluan. Aku masih ada urusan. Kalo udh selesai innsyaallah aku kerumah Chouji" kata Naruto

"eumm.. baiklahhh"

.

.

.

20 menit berlalu

"ini sensei, silsilah keluarga ku. Sekarang aku boleh pulang kan?" tanya Naruto

Oh ya, Cuma mau ngasih tau kalo Naruto tadi tuh dihukum gegara dia buat ulah di kelas. Alhasil,Iiruka yang emang lagi tensi malah menghukum Naruto.

"oh, baiklah. Nahhh maksud sensei tuh begini Naruto. Sensei tidak menyuruhmu untuk menggambar keluarga masa depan. Lain kali dengerin baik-baik. Bukannya sensei marah padamu. Sensei hanya lagi kesel aja, tau kan rasanya kalo lagi datang bulan? Rasanya tuh sensei pengen marah-marah terus" kata Iruka gemes sembari kesel.

"tapi sensei... sensei kan laki-laki"

"..."

"..."

"..."

oh, syit!

"sudah-sudah, tadi sensei cuma bercanda. Kamu liat Sasuke di depan gerbang kan?" Iruka menunjuk Sasuke yang lagi jongkok di depan gerbang

"ya? Kenapa sensei menunjuk bidadari ku?" tanya Naruto

"eh? Apa? Bidadar—uhukk! Lupakan, tadi abangnya Sasuke menelpon ke sekolah katanya ia tidak bisa menjemput Sasuke. Abangnya mau audisi chibi-chibi burger"

"..."

"—dan lagi katanya orangtuanya tidak bisa menjemputnya. Babehnya lagi bisnis tanah di kelurahan. Emaknya lagi ikut pengajian di desa sebelah. Nahh sensei minta tolong, bisakah kau mengantarkan Sasuke pulang ke rumah. Sensei dengar kau dan Sasuke tetanggaan?"

"he..he...he.. sensei tau aja ahh!" Naruto senyum-senyum jijay

"bisakah kau berhenti bertindak alay Naruto? Sensei eneg ngeliatnya.."

"..."

"Naruto?"

"aku pulang, assalamualaikum"

"wa'alaikumsallam"

"..."

"..."

fix Naruto baper..

.

.

.

Naruto menghampiri Sasuke yang lagi jongkok di tanah

"hay, beb. Lagi apa?" tanya Naruto

"nyari undur-undur" Sasuke kalem

"buat apa?"

"buat lauk makan"

"iuuhhh.. Sasuke, itu bukan makanan tau! Sini berdiri! Nanti baju mu kotor sayang"

"kau berisik banget sih!" Sasuke memanyunkan bibirnya

massyaallah! Imutttt sekali!

"kau mau pulang dengan ku tidak?"

"gak"

"yakin?"

"bawel!"

"yaudah kalo digodain om-om aku gak tanggung jawab ya~" Naruto naik kejok sepedanya.

"..."

"dahhh~"

"tungguuuuu dobe!" Sasuke langsung naik ke boncengan dibelakang Naruto.

.

-KUTANGAJAIB-

.

Dijalan Naruto dan Sasuke hanya diam.. eh bukan! cuma Sasuke yang diam, Naruto mah lagi senyum-senyum mesum. Kadang-kadang Naruto berbuat iseng dengan ngerem mendadak.

"Sasuke, sepedaku rada oleng. Suka ngerem sendiri. Mungkin sepedaku jadi deg deg-an kalo ada bidadari lagi duduk di jok belakang. Jadi supaya gak jatuh pegang pinggangku ya" modus Naruto

"gak mau.."

"eehhhh? Kenapa sayang? Kau malu diliat orang?"

"Naruto—"

"iya?"

"ini sepeda roda tiga! Jadi tidak akan jatoh walaupun kau oleng!"

wanjirr! Naruto lupa!

Mereka berdua mengitari suasana desa yang ramai

"kaya sepasang kekasih aja.. hehehehe.. kaya adegan yang ada di drama korea yang sering di tonton mimih nih!" guman Naruto.

Dia senang.. jujur seneng banget! Rasanya ada bunga-bunga terbang disekitarnya.

Duhh.. rasanya dia mau terbang...

"Naruto berhenti!" pinta Sasuke

"kenapa beb?" tanya Naruto. Masalahnya Sasuke minta diberentiin di lapangan bola.

—apa Sasuke mau maen bola?

"aku mau beli seblak sama cilok dulu. kau tunggu disini aja"

"eum oke sayang"

Sasuke pun pergi menghampiri abang-abang tukang seblak sama cilok.

Terkadang Naruto sedikit cemburu karena Sasuke sering digodaain abang tukang seblak sama tukang cilok.

"neng Sasuke. Seblaknya mau pedes apa enggak?"

"pedes deh bang"

"neng Sasuke suka pedes ya?"

"iya, kok tau"

"soalnya sama kaya cinta abang ke Sasuke bagaikan bara cabai yang membara"

"..."

"neng Sasu! Tumben beli cilok"

"iya, soalnya dirumah gak ada makanan. Jadi aku beli cilok aja"

"neng Sasu suka cilok ya?"

"iya, emang kenapa?"

"enggak, bukannya mau ngegombal tapi abang cuma mau bilang semoga dengan rasa cinta neng Sasu sama cilok buatan abang akan tumbuh rasa cinta diantara kita seperti Cilok, cinta lokasi.."

"bang, bukan cilok. Tapi cinlok..."

Ggrrrr! Rasanya Naruto terbakar api cemburu! Pengen rasanya ia ngomel-ngomel ke tukang seblak sama cilok itu sambil bilang.

"please ya! Sasuke itu milik gue! Lo gak boleh deket-deket sama dia.. gue dan dia bagaikan Aliando dan Prily. Yang selalu mesra dan romatis!" tak lupa Naruto bebicara pake logat alay fitritropika.

Tapi apa daya.. dia tak mampu bebicara hal itu..

Pliss body mereka beda jauh..

Body naruto kaya Baim Cilik

Body abang tukang seblak Taecyeon 2PM

Yang ngenes.. Body abang tukang cilok kaya Ade Rai..

—kan ngeselin!

Tiba-tiba segerombolan anak SD dengan pakaian gaul khas anak reage menghampiri Sasuke.

Oh! Naruto tau! Itu Deidara, Sasori, Hidan, sama Zetsu!

Syit! Mereka musuh abadi Naruto!

"eh.. Sasuke.. apa kabar.. kayaknya enak tuh.. bagi donggg" pinta Deidara

"gak mau! Ini punya ku. Kalian tak berhak memiliki seblak sama cilok ini! Pernah diajarin Hak Asasi Manusia gak sihh?!" Sasuke mulai gak nyambung

"..."

"..."

"masa bodo sama Hak Asasi! Kita Cuma mau minta seblak sama ciloknya kok! Kalau gak mau ngasih seblak sama ciloknya, kasih kita duit aja biar kita beli sendiri!" Zetsu sewot

"duit ku abis. Tinggal 500 perak. Mau beli seblak pun percuma. Kalian cuma bisa dapet sambelnya doang"

"weesshhh! Berani kali ni orang! Aku sumpahin baru tau rasa dia!" kata Hidan pake logat Batak.

"udh gak usah basi-basi! Sini kasih seblaknya! Manusia itu harus saling berbagi!" Sasori pun mulai memaksa Sasuke.

Dan terjadilah pertengkaranya kecil antara Si Unyu Sasuke dengan Nax Gawl Deidara cs.

Tidak! Sasuke dalam bahaya! Naruto harus menolongnya!

Tapi Naruto takut!

Begimana ini?!

Ahh! Tak apa! Demi Sasuke dia rela mati! Siapa tau aja dengan keberadaan Naruto yang akan menolongnya Sasuke jadi jatuh hati pada Naruto.

Ok! Demi terlihat keren di mata Sasuke, Naruto harus menolong Sasuke!

"hei! Kalian anoa-anoa hutan! Jangan ganggu sasuke!" teriak Naruto

"Na...Naruto.." guman Sasuke

"oh, Naruto toh? Tak kusaknga aku bertemu dengan musuh ku hahahahaha!" Deidara tertawa garing

"lepaskan Sasuke atau ku teror kalian!"

"diihhh.. beraninya teror-teroran.. iuhh.. dasar alay!" Zetsu provokator

Dengan gagah, Naruto mengambil hape Esyiah Hidayah-nya. Ia menekan sebuah tombol.

"ka..kau sedang apa? Mau menelpon polisi?" Hidan taku-takut

"tidak.. ini lebih seram dari polisi—" Naruto menyeringai. Mereka menelan ludahnya ketakukan.

"—aku sedang menelpon...

...Madam madara" seringai Naruto makin mengerikan

"apa?! Dukun cinta yang buka salon muslimah itu?! Yang suka bobo cantik disiang hari? Yang suka ngegodain orang-orang lewat dirumahnya? Iuuhhh.. please dehh.. lebih baik kita kabur dari pada berhubungan dengan iguana zimbwabwe itu! Udahlah guyss yukk cabut!" perintah Deidara. Dan mereka pun kabur.

"hehehehehe.. berhasil" guman Naruto

"apa kau benar-benar memanggil Madara?" tanya Sasuke

"tentu saja tidak! Sebenarnya tadi aku memanggil—"

Tut!

'halo? Naruto kenapa kamu manggil mimih?'

'ehh? Mimih heheheh maaf tadi kepencet'

'kamu ini! Jangan iseng kenapa! Mimih lagi latihan marawis nih! Jangan diganggu-ganggu'

'iya-iya maaf.. yaudah ya. Dadah mimih~'

Tut!

"itu ibu mu?" tanya Sasuke

"bukan, dia calon mertua mu sayang"

idihhhh...

"haahhh, tak kusangka mereka takut dengan Madara. Padahalkan aku hanya bercanda. Hahahahah lagi pula mana ada sih yang berani ngadepin paus jejadian macem Madara. Iuhhhh jijay banget kalo ketemu dia. Aku yakin kalo Madara kaya gitu pasti anak sama cucu nya juga melambai kaya pohon kelapa! Wkwkwkwkwk" Naruto tetawa terpingkal-pingkal

"Naruto—"

"hahahaha.. iya sayang?"

"Madara itu kakek ku. Dan aku adalah cucunya"

Mampus dah lu, Namikaze Naruto.

.

.

.

Naruto mengantarkan Sasuke sampai ke depan rumahnya. Selama di perjalanan mereka hanya terdiam. Naruto merutuki perkataannya yang menghina Madara. Sumpah! Dia gak tau kalo Madara itu kakeknya Sasuke. Akkhhh... kesempatan membuat Sasuke jatuh hati padanya sudah musnah...

Sasuke turun dari sepedanya. Dan langsung masuk kerumah nya

"err Sasuke. Kau tak mau mengatakan sesuatu?" tanya Naruto, ia mengharapkan kata terimakasih yang keluar dari mulut Sasuke.

"oh, nih!" Sasuke ngasih kresek hitam

"loh? Kok cilok sama seblak? Ciloknya tinggal setenga lagi! Seblaknya juga tinggal tusuk giginya doang?" Naruto kecewa.

"tadinya aku mau memberikan seblak dan cilok itu padamu, tapi karena perkataan mu tadi. Seblak dan cilok milikmu sudah aku buang. Sudah ya aku mau masuk"

BBRRAAKK! Sasuke membanting pintunya.

Aakkhh! Tidaakkk! Naruto berteriak frustasi.

.

.

.

"assallamualaikum"

"wa'alaikumsalam, loh Naruto kok kamu lemes gitu?" tanya Minato

"gak apa-apa pih. Lagi patah hati aja. Udah ya aku mau ke kamar. Jangan ganggu aku ya pih.. aku mau ngegalau dulu"

"..."

Naruto masuk ke kamarnya sambil nyetel lagu 'Lumpuhkanlah Ingatanku'

Ia meratapi kisah cintanya dengan Sasuke. Walaupun lagunya gak nyambung sama kisah cintanya, Naruto tetap ngegalau.

"dasar pla'un! Aakhhh Sasuke... maaappiiinnn akangggg..." Naruto guling-guling dikasurnya.

Ia guling-guling ke arah kanan..

Terus ke kiri...

Terus kekanan lagi..

Tak lupa dia sikap lilin dan juga kayang...

Ohh ternyata naruto terbawa suasana saat lagunya tersebut diganti dengan alunan musik 'Senam SKJ'

Udh lah, pokoknya hari ini Naruto mau ngegalau dulu!

.

.

.

Jam menunjukan pukul 4 sore.

"Naruto! Chouji, Kiba dan Shikamaru datang menjemputmu! Dia mau mengajakmu ngaji di mesjid"

Ngaji? Di Mesjid? Bareng Usztad Hashirama? Ahhh bener juga! Dia bakal minta saran sama Usztad Hashirama 'Bagaimana cara memninta maaf pada oarang yang hatinya telah tersakiti'

Dengan semangat, Naruto mengganti bajunya dengan baju koko warna orange. Tak lupa sorban yang dililitkan dilehernya. Sambil ngaca dicermin dia memakai peci hitamnnya.

"sudah kuduga.. aku ganteng kaya Siwon" guman Naruto sambil pose ganteng

Dirangkulnya tas boboiboy yang berisi perlengkapan mengaji. Setelah dirasa lengkap. Ia pun pamit pada Minato.

Setelah 5 menit berjalan akhirnya mereka beremat sampai di mesjid.

Disana terlihat Sakura dan Ino yang sedang mengobrol asik.

Sakura mengenakan jilbab loreng zebra dan gamis loreg macan

Sedangkan Ino memakai hijab bunga-bunga.

Ini mereka mau ngaji apa kau kontes baju muslimah?

Hinata terlihat manis dengan kerudung warna hitam bergambar 'Princess Sofia'

Sedangkan Tenten.. ia memang mengenakan kerudung. Tapi..

Kenapa dia pake baju ketek?! Sebenernya dia niat ngaji atau enggak sih?

Tenten masih agak waras dibanding Neji.

Mungkin Neji adalah makhluk paling salah gaul. Masalahnya dia ngaji pake mukena.

Pliisss! Neji itu cowokkkk!

"assallamualaikum"

"wa'alaikum salam. Ohh kalian, ayo masuk. Baru aja pak ustad mau mulai" Hashirama tersenyum. Sebelum mengaji mereka pun membaca sura-surat pendek dari Juz'ama.

Diluar masjid terlihat sebuah sepeda yang terpakir didepan.

"assallamualaikum"

"waalaiku salam. Oh nak Itachi, ada apa?" tanya Uztad Hashirama

"maaf pak uztad saya ganggu. Saya Cuma mau nganterin sasuke aja ke masjid. Hari ini dia bakal ngaji di sini"

"ohh begitu. Yasudah ayo Sasuke. Bergabung dengan teman-teman mu"

Sasuke menagguk dan salim pada Itachi.

Sasuke melirik ke arah Naruto.

Dengan tampang cool Naruto melambaikan tangannya pada Sasuke.

Sasuke yang meilhat itu malah mengacuhkannya.

Ya Allah, Naruto lupa kalo Sasuke lagi marah padanya.

.

.

.

Pengajian pun selesai. Anak-anak pun pulang kerumah mereka kecuali Naruto.

"loh, Naruto kau tidak pulang?" tanya uztad Hashirama

"eumm ada yang mau aku tanyakan pada pak uztad"

"kau mau menanyakan apa?"

"bagaimana sih cara meminta maaf pada orang yang hatinya telah tersakiti?"

—Massyaallah... kata-katanya sulit sekali :')

"maksudnya? Apa kau sedang bertengkar dengan seseorang?"

"yeah, lebih tepatnya Sasuke. Aku tak sengaja menyakiti hatinya. Waktu itu aku berniat menolong Sasuke dengan mengancam orang-orang yang menggangu Sasuke dengan memanggil madam Madara. Aku menghina-hina madam Madara karena kupikir madam itu aneh. Tapi tak kusangka ternyata madam Madara adalah kakeknya Sasuke. Pliss bantu aku pak uztad, aku tak mau kisah cinta ku dengan Sasuke terputus begitu saja.."

Oke, ini masalah yang cukup unik.

"dengar Naruto. Kau hanya perlu meminta maaf dengan cara yang sewajarnya. Akuilah kesalahan mu dan minta maaflah padanya. Berjanjilah padanya kalau kau tak menghina kakeknya lagi. kau ini lelaki sejati kan? Lelaki sejati itu banyak di sukai orang loh.."

"Jadi? Kalo aku berubah menjadi lelaki sejati, Sasuke akan menyukai ku?"

"errr.. mungkin"

"baiklah pak uztad! Terima kasih sarannya. Assallamualaikum"

"wa'alalikumsalam"

—anak muda memang punya semangat api..

.

.

.

.

Setelah sholat magrib berjamaah dimasjid Naruto buru-buru pergi kerumah Sasuke.

"Naruto? Kau mau kemana?" tanya Kushina

"kerumah Sasuke mih"

"oh, mamih boleh nitip gak? Kasih rantang ini ke bibi Mikoto. Bawanya pelan-pelan ya soalnya ikan pucungnya masih panas" kata Kushina

"oke"

Naruto langsung cabut kerumah Sasuke.

Sesampainya disana, ia masih terdiam.

Duhh.. gimana kalau Sasuke masih marah padaku?

Terus kalo dia marah, dia bakal nolak aku pas aku ngelamar dia!

Terus aku jadi jomblo seumur hidup! Akhhh! Gak mau!

Tapi kalo aku minta maaf padanya, pasti dia malah diemin aku..

Duhh serba salah nihhh!

Naruto jedukin kepalanya ke pintu.

Pintu pun terbuka

"eh? Naruto? Ada apa kau kemari?" tanya Mikoto

—mampus, padahal tadi Naruto mau cabut

"ah, ibu mertua. Assalamualaikum. Maaf kalo aku ganggu ibu mertua" kata Naruto stay cool

"ah? Ahahaha.. iya gak apa-apa. Kamu pasti mau nyari Sasuke kan?"

"eh? Ibu mertua kok tau. Ahh kalau kaya gini tanda-tanda kalo aku bisa dapet restu dari ibu mertua"

—terserah dah.. guman Mikoto

"Sasuke ada dikolam ikan. Dia lagi ngempanin ikan lele. Ayo kamu masuk aja" kata Mikoto pake logat betawi.

Naruto pun masuk kedalam rumah ibu mertuanya.

"ehh si entong Naruto. Ngapain dateng kesini?" tanya Fugaku yang lagi maen congklak bareng Itachi.

"ah, ayah mertua, kakak ipar. Assalamualaikum, maaf aku mengganggu. Aku cuma mau ketemu sama Sasuke, ayah mertua" kata Naruto sok akrab.

"ohh Sasuke, dia lagi ngempanin ikan. Kamu masuk aja lewat dapur ntar nembus-nembusnya kamu ke kolam ikan" kata Itachi

"oke, kakak ipar. Oh ya! Tadi mimih ku nitip rantang ini ke bibi Mikoto katanya ini ikan pucung"

"apppaahhh?! Ikan pucungggg?!" Fugaku sama Itachi histeris. Pasalnya ikan pucung adalah makanan yang mahal bagi suku betawi.

"wah.. makasih ya Naru. Ah? Bagaimana kalau kita makan sama-sama? Bibi siapkan nasinya dulu"

"oke bi, tapi aku nyamperin Sasuke dulu ya. Permisi"

Naruto pamit.

Ia berkeliling mencari dapur dan akhirnya ketemu.

Dan bener saja ketika ia masuk tiba-tiba ada sebuah kolam ikan yang cukup besar.

Ini rumah apa labirin sih?

Naruto memincingkan matanya saat ia melihat sosok bidadarinya yang lagi duduk dipinggir kolam. Dengan gaya stay coolnya, Naruto menghampiri Sasuke.

"assalamualaikum cantik, kamu lagi apa?"

"ngempanin lele" jawab Sasuke malas.

"pake apa?"

"pelet ikan"

"oh,.. ah! Sasuke tadi kamu ngaji dimesjid ya?"

"hng.."

"ehehehehe.. tadi kamu liat aku enggak? Aku pake sorban loh"

"bodo"

"Sasuke—"

"..."

"..."

—fix banget Sasuke beneran baper.

Mereka terdiam satu sama lain. Duhh kalo canggung gini Naruto kan makin takut minta maafnya. Dia harus cepat-cepat mencairkan suasana!

"Sasuke, kamu tau gak tadi aku liat Kiba sama Chouji goyang driible di lapangan bola! Terus mereka—"

"cukup!" pinta Sasuke

"eh?"

"kau kesini karena mau bicara sesuatu kan? Cepat katakan, kalau enggak aku nyemplung ke kolam nih!" ancam Sasuke

"gyyaa! Jangan! Kalo kamu nyemplung ntar aku nikah sama siapa?!" Naruto histeris

"..."

—dasar onta arab, diancem gitu aja langsung percaya

"ja-jadi begini, eumm aku.. aku..—"

"aku.. aku kenapa?! Cepet katakan!"

"aku... aku mau minta maaf Sasuke! Maafkan aku, aku tau aku salah. sumpah aku gak sengaja ngomong kaya gitu. Lidah aku keseleo makanya ngomongnya rada ngaco gitu! Maafin aku Sasuke!" Naruto memohon.

"..."

"Sasuke?"

"aku maafin"

"ehhhh? Seriussss? Kamu maafin aku?"

"iya, aku maafin maafin kamu karena kamu mau mengakui kesalahan mu sendiri. Itu baru namanya lelaki sejati" Sasuke terseyum ke arah Naruto

"subhanallah.. indah sekali.." guman Naruto.

"Sasuke, Naruto! Ikan pucungnya sudah siap. Ayo kita makan sama-sama" teriak Mikoto

"baik bi!" balas Naruto. Mereka berdua pun menghampiri Mikoto.

"aku duduk disamping kamu ya?" tanya Naruto

"hng" jawab Sasuke seadanya.

Tepat didepan Naruto dan Sasuke, ada Fugaku dan Mikoto. Mereka duduk bersebrangan. Lalu disamping Naruto ada kakak iparnya, Itachi.

Ya Allah, ini kah rasanya makan berdua bareng mertua sama kakak ipar? Sungguh, hari ini naruto sangat senang...

Tbc

HUAHAHAHAHAHAH! KUTANG LELAH! AAAHHHH! /GELEPAR-GELEPAR/

MAAP KALO GAK LUCU. BTW, LAHU ITU ARTINYA 'GARING' YA! ITU LOH KALO MAU NGELUCU TAPI GAK LUCU.. /BOBOAN/

UDH YAAA KUTANG MAU NYUCI KUTANGNYA SASUKE NIH! BYEEEE!