Balasan review: Ok thanks atas kritik sarannya! Saiiya jadi semakin semangat! hmm sory karena baru bisa update sekarang.. ^0^b
1. Di chapter ini saiiya akan mengurangi author notenya!
2. Maaf karena di chapter sebelumnya banyak sekali typo-nya tapi karena saiiya emang ga punya bakat untuk mengedit cerita jadi mungkin di chapter ini masih akan ada salah typo... hmm ada yang mau ngedit fic saiiya?
Summary B tentang L: "L mempunyai masa hidup yang aneh..."
Summary L tentang B: "B-kun saiiya mau cake nya lagi"
Genre: untuk chapter ini genrenya Hummor/Mistery
Rated: tetap T aja deh...
Disclaimer: Author (ga) berani sumpah Death note punya dia tapi Author yakin dan
percaya L dan BB punya author..
Chapter 2
Death towel and L's Death(?)
B P.O.V
Aku memandang lapangan sepak bola dengan pandangan kosong. Huh, memboasnkan... sialan benar orang itu! Udah mengatai aku beruang makan gratisan pula. Ya sudahlah, toh aku juga yang salah kenapa mau mengajaknya masuk. Hmm.. pandanganku kini terpusat pada seorang anak kecil yang sedang menangis, aku langsung menghampiri anak itu.
"Mengapa kau masih disini?" tanyaku.
"A, aku ingin ibu..." kata anak itu, ia menangis semakin keras.
"Harusnya 'mereka' sudah menjemputmu."
"Hiks hiks...Near belum mati.. Near masih hidup... ibu berjanji akan menjemput Near begitu dia menemukan ayah," anak itu meremas boneka kelincinya. "ibu tidak mungkin bohong!"
"Near.." aku tidak tahu harus berkata apa, Near.. anak ini berkenalan denganku beberapa bulan lalu. Near adalah hantu. ia sudah mati beberapa tahun lalu di lapangan ini... yah sulit untuk mengatakan yang sebenarnya padanya... ia masih kecil.
"Kakak harus pergi dulu ya, tenang saja ibumu pasti akan datang," kataku seraya beranjak dari situ. Aku harus cepat-cepat pergi kerja kalau tidak Sasuke akan membunuhku.
"B,"
"Ya?"
"Aku mau ikut," kata Near tangannya menggenggam erat celana jeansku.
"Ok, tapi Near-chan jangan nakal ya!"
R1 Mode On
Tempat kerja paruh waktu BB#2
Toko DVD
"KEMANA SAJA KAMU B??" sambut sebuah suara ketika aku melangkah memasuki toko.
"Eh, bos Uchiha..."
Uchiha Sasuke bosku yang super galak muncul juga.... Seperti biasa ia menyambutku dengan muka ancurnya
"Motor saya bannya bocor trus saya harus jalan keliling-keliling nyari tempat tambal ban, terus pas udah dibenerin saya kejebak macet panjang banget bos sampai-sampai ambeyen saya kumat karena kelamaan duduk di motor"
"Ya udah, cepat masuk sana!" kata Sasuke yang rupanya udah capek ngomelin saya terus tiap hari. Bayangkan ini sudah yang ke—halah aku lupa udah yang ke berapa kalinya aku terlambat masuk kerja. Mungkin orang ganteng kayak gue emang ga pantas kerja di toko DVD (DVD nya bajakan pula! Bisa merusak moral bangsa neh.) Ingat kalo mau beli DVD jangan yang bajakan! harus yang asli! Walau kadang kualitas DVD bajakan itu lebih bagus dari yang asli dan di samping itu DVD bajakan juga lebih murah tapi hargailah para aktor-aktris dan produser-sudradara dengan membeli DVD yang asli! Bisa-bisa Indonesia tambah miskin kalau kalian beli yang Bajakan. Ingat beli produk yang asli!—AN: dalam setting cerita ini B tinggal di sebuah negara kepulauan bernama Indonesisa—(iklan layanan masyarakat ini disampaikan oleh B)
Aku segera masuk dan berganti pakaian. Yah di toko ini kami punya seragam resmi yang modelnya khusus dibuat oleh istri bos Uchiha yaitu bu Sakura. Kami semua dengan sangat terpaksa harus menggunakan seragam dengan model dan warna yang norak banget, masa cowo seganteng aku harus make seragam warna pink?? Bisa rusak imageku di mata para cewe!
"Bisakah kau berhenti berlari-lari?" kataku pada Near yang sedang berlari mengelilingi rak-rak tempat DVD
"B-kun bicara dengan siapa?" tanya Mamori. Ia yang heran melihatku bicara sendiri menghentikan aksinya (halah lebay) makan kue sus kesukaannya.
Author numpang nongol : Aaaawww Mamori Ane-chan dari Eyeshield21!! *teriak-teriak lebay*
"Tidak apa-apa Mamori-nee"
Near tidak mendengar ucapanku, dia terus saja berlari kesana-kemari. Baru saja aku ingin memborgolnya untuk mencegahnya menjatuhkan barang-barang ketika seseorang memasuki toko.
"Ka..kau!"
"Yoo B-kun apakareba?" kata orang yang baru masuk itu. Senyumnya mengembang begitu melihatku.
"L," mengapa aku harus bertemu lagi dengannya??????
"B-kun bekerja di sini ya? kebetulan sekali mulai hari ini aku akan bekerja paruh waktu di sini,"
"Ooh.." aku hanya bisa ber-oh pelan walaupun didalam hati aku 99,99999% eneg ngeliat muka L.
"B-kun tolong antar orang baru itu ke ruang ganti," teriak Sasuke yang sedang sibuk menangani pelanggan.
"Ikut aku" kataku tanpa memandang wajah L.
Aku mengantar L ke ruang ganti...
Sesampainya di ruang ganti..
L membuka kaos putih polosnya, ternyata badan L sangat kurus aku sempat terheran-heran. Mengingat kebiasaan makan makanan manisnya yang mendarah daging, secara logika manapun tidak mungkin dia memiliki tubuh sekurus ini. L benar-benar seperti sakit busung lapar tingkat akut... (B dilempar sama Author karena telah menghina L)
"L"
"Ya B-kun?" kata L memasang pose genitnya.
(huuuuuueeeeeekkkk!!! aku..*baca:B* muntah dalam hati)
"Kau kurus sekali."
"Kenapa? B-kun iri melihat tubuhku yang langsing ini?" senyum khasnya mengembang di bibir L.
Sekali lagi B muntah dalam hati dan pikirannya...
(Author numpang lewat: Eh, emang bisa gitu muntah di dalam hati dan pikiran??)
"Bukan bagitu maksudku bodoh!" Teriakku marah. Entah kenapa aku harus mengakuinya, aku sekejap tadi wajahku memerah untuk alasan yang sama sekali tak kuketahui.
Tiba-tiba L terjatuh, dia pingsan. Segera aku menangkap tubuhnya sebelum ia jatuh ke lantai (agaknya sebagian diriku menyesali perbuatan ini, lebih baik kubiarkan saja dia jatuh !) Aku meraba keningnya, panas, apa dia demam? Ya sudahlah tidak ada waktu memikirkannya aku ambil air dan handuk dulu. Segera kulangkahkan kakiku setengah berlari menggambil air dingin dari keran dan mencari handuk dekil bekas ngepel lantai wc milik bos Uchiha.
Aku kembali lagi ketempat L. Memang bukan saat yang tepat untuk melakukan ini, lagipula aku juga gak tega sama L tapi ya sudahlah sekarang tuh benar-benar saat yang tepat untuk 'pembalasan' khukhukhu... senyum psikopat mengembang di wajah gantengku. Aku melap wajah L yang masih pingsan huahahaha... rusak sudah wajah L akibat perbuatan laknat ku. Hmm... tunggu! ada yang aneh, masa hidup L berkurang derastis? bukankah tadi angkanya masih banyak? hmm, menarik... sekali lagi kulap wajah L dengan handuk 'laknat' itu. Wah, berkurang lagi! kegiatan melap wajah itu kulakukan terus menerus hingga akhirnya masa hidup L tinggal 2 jam.
Sungguh hal yang sulit dipercaya, mungkinkah mataku telah salah? tepi tidak! mataku tak pernah salah.. Tiba-tiba L terbangun dari pingsannya.
"Ah.. B-kun? Kau apakan saya?" tanya L membuatku sadar ternyata dia masih belum berpakaian.
"Umm.. eh.. ng..." aku tidak tahu harus berkata apa. Kusembunyikan handuk itu di belakang tubuhku, tanpa sadar wajahku memerah.
'K..kau tadi pi.." jawabku tergagap.
'Ohya?" tanya L terlihat tidak yakin dengan jawabanku.
"Hmm, pokoknya begitu deh! Sekarang cepat pakai bajumu" kataku sambil menyerahkan baju seragam miliknya.
L memakai bajunya sementara aku terdiam tak tahu harus berkata apa.
"Eng.. aku keluar dulu ya," kataku begity menyadari L sedang membuka resleting celananya. (bisa gawatkan kalau aku dituduh mesum atau L melakukan yang aneh-aneh padaku bisa jatuh imageku!)
Aku keluar dari ruangan locker dengan muka masih memerah, tiba-tiba terdengar keributan dari dalam toko. Ada apa ya? aku segera mempercepat langkahku ke dalam toko.
"Tuan L!" teriak seorang lelaki separuh baya.
"Tuan L jangan kabur lagi! Yang mulia Watari sakit keras," sambung seorang pemuda berambut coklat.
"Tuan kami tahu tuan ada di dalam" teriak lelaki separuh baya itu lagi.
"Ada apa ini?" tanyaku yang baru datang ke lokasi kejadian TKP (alah emang ada kasus apa gitu?)
"me.. mereka memaksa masuk" jawab Mamori.
"Tuan L!." kata pemuda berambut coklat.
"Maksudmu aku? aku bukan L" kataku menyadari tatapan mereka berdua yang tertuju padaku.
"Tuan L jangan pura-pura! Ayo ikut kami" Paksa si lelaki paruh baya.
"Sudah kubilang aku bukan L!" Teriakku berusaha melawan kepungan dari para bodyguard yang entah datang dari mana.
"Cukup Light-kun," kata L yang baru saja muncul (selamat-selamat... saya tidak jadi di seret ke tiang gantungan =_=)
"Tuan L ada dua!" seru mereka berdua.
"Ayo B-kun, kita kabur" dengan gerakan cepat L menarik tangan kananku dan menyeretku berlari.
....****....
"Sebenarnya siapa mereka?" tanyaku begitu merasa sudah aman. Kami berlari cepat melewati pintu belakang. L hanya diam tak menjawab pertanyaanku.
"Mereka..." Bisik L
"Anggap saja mereka teman lama yang sangat tidak ingin kutemui."
...****....
Masa hidupmu telah habis L-kun
Kejadian itu berkelebat cepat di otakku. Kami sedang menyeberang jalan ketika orang-orang tadi berhasil mengejar kami, mereka berlari mengejar kami... Lampu jalanan berwarna hijau, kendaraan berlomba-lomba memanfaatkan warna hijau itu untuk berjalan, supir sebuah bus menancap gas, kami masih dijalan, terjebak. Warna lampu mobil yang menyilaukan pandanganku, dan... yah.. L, dia melindungiku. L tertabrak... orang-orang berdatangan, darah dimana-mana... cipratan darah L menempel dibajuku, suara orang berteriak... suara baritone yang menyerukan perintah-perintah, dan... Pandangan seorang anak berambut putih...
anak itu...
dia aneh...
tidak mungkin, masa hidupnya bertambah?
T.B.C
Hmm, jadi begitulah.. Chapter ini ditutup dengan kematian L dan misteri seorang anak berambut putih. Saiiya berharap chapter ini udah bagus dan bisa di terima oleh author-author yang lain. Saya sebenarnya agak bingung memakai B point of view tapi ya... yang terjadi biarlah terjadi _ wkwkwkwk....
P.S
To Amane Misa: tuh Light nya udah kumunculin...
To L: ya ya aku tahu kau pasti protes dengan cara matimu yang aneh, tapi begitulah ide cerita yang terlintas di pikiran saiiya XD
MIND REVIEW?
KLIK TOMBOL IJO-IJO DI BAWAH...
