cast: Wanna one members
Kang Daniel !top
Ong Seongwoo !bottom
Created by Fiona97
WARNING !! boyXboy
DEDICATED FOR WANNAONE LAST COMEBACK
MISGIVING : 2
Kini Kakek Soojin berdiri menatap satu per satu kedua anak asuhnya. Jelas sekali Daniel terkejut mendengar perubahan peraturan kali ini. Tidak masuk akal baginya! Seongwoo bukan tidak terkejut maupun tidak berniat protes namun, ia lebih dulu mengetahui. Maka tidak salah jika ia memilih diam ia bahkan lebih dulu mengetahuinya dan otomatis lebih dulu terbebani jika Daniel bersedia mendengar dan segera menghapuskan tatapan intimidasi kepadanya sekarang. Polemik yang mereka hadapi sekarang merupakan sebuah aturan yang keduanya akan lalui bersama . Mau tidak mau. Jika tidak, ada konsekuensi yang sama-sama tidak menyenangkan bahkan lebih buruk dari pada yang mereka pikirkan.
"Aku tidak mengerti jika hal seperti ini benar-benar terjadi padaku" nada frustasi terdengar dari ucapan Daniel yang seakan membenci perubahan yang menyulitkannya sekarang. Terutama bagi orang yang sejak keluar dari ruang kakek Soojin, selalu diam tanpa berkata apa pun. Sial bagi Daniel, mendapat patner yang tidak sedikit pun masuk kriteria-nya. "Maaf Daniel... aku bisa jelaskan jika memang sebelum tes pertama saat itu, aku sudah lebih dulu mengetahui perubahan sistem dan aku tidak bisa menolak ataupun melawan aturan" ucap Seongwoo semakin tidak memiliki nyali menatap calon patnernya. "Kau bukan tidak bisa tetapi itu, memang kesengajaanmu untuk melindungi diri dari sistem bodoh seperti ini aissshhh!".
Peraturan yang membuat ke duanya memiliki kemarahan dan kekecewaan sendiri apalagi jika bukan aturan yang akan membuat mereka dipertemukan sebagai partner. Hal ini membawa beban masing-masing bagi keduanya tidak hanya sebagai teman namun buruknya sebagai orang tua juga.
'TRANG'
Bunyi gesekkan pedang keduanya terdengar jelas. Masa persiapan tes berikutnya bagi keduanya semakin dekat dan kewajiban latihan harus dilakukan untuk mematangkan serangan dan melindungi diri tentunya. "Daniel, kau harus berada di belakang untuk menjaga pertahanan dan Seongwoo berada di di depan untuk menangkal serangan "ucap kakek Soojin yang selalu mengingatkan keduanya dalam mengatur strategi. Selama 1 bulan terakhir kemampuan mereka dianggap meningkat. Kerja sama juga cukup dinilai baik walaupun, keduanya terkadang membawa keegoisan masing-masing seperti halnya Daniel yang selalu menginginkan menyerang dengan pedang utama miliknya sedangkan Seongwoo sendiri memilih menghindari gerakan utama lawan dan menunggu timing yang baik untuk menyerang
Keduanya kembali tidak bertegur sapa kali ini. Bagaimana tidak, jika sebelum latihan untuk ke sekian kalinya mereka sempat beradu mulut dikarenakan Daniel tidak setuju menggunakan tangan kosong saat bertarung bahkan ia merasa dibebani dengan petuah untuk melindungi satu sama lain. Padahal, menurut Daniel sendiri, prinsip bertarung adalah menyerang dan melindungi diri ialah kewajiban petarung bukan sibuk melindungi orang lain yang membuat potensi lawan melihat kelemahan yang ada. "Ya sudah ! kalau tidak ingin melindungi diri kita berdua, lindungi dirimu sana wahai, Tuan muda yang keras kepala" ucap Seongwoo sambil tersenyum kecil dengan maksud meremehkan pemikiran laki-laki yang tengah kesal terhadapnya sekarang. 'Sungguh otak yang malang!untuk berpikir panjang saja susah, ck'.
Hari semakin berlalu, latihan semakin sering dilakukan untuk memperkuat serangan dan pertahanan keduanya. "Yah! Kang daniel!! Kau tidak boleh terbawa emosi dengan menyerang partner mu seperti itu" teriak kakek Soojin memberi peringatan disela latihan. Suasana latihan sore itu benar-benar lebih terasa sengit dengan pertarungan duel keduanya. Hal ini bertujuan melatih kemampuan masing-masing namun, yang terjadi Daniel menyerang brutal pertahanan Seongwoo yang kala itu dengan segenap tenaga yang ia miliki untuk menyerang balik ataupun melindungi dirinya. "Cukup kalian butuh istirahat, terlebih kau Seongwoo. Lekas obati punggungmu jangan sampai luka itu membuat fisikmu melemah" ucap kakek Soojin yang juga menangkap hal lain terhadap respon muridnya tersebut. Ia jelas melihat di balik kepala tertunduk, Seongwoo menangis. Namun, kakek soojin dapat menebak bahwa tangisan itu bukan karena luka fisik yang didapatnya tetapi, keberutalan Daniel yang terobsesi untuk memenangkan pertarungan di setiap sesi latihan. Betapa berat beban yang harus Seongwoo tanggung mengingat fisiknya terlalu kurus dan kondisinya yang lemah untuk menangkis serangan lawan mereka.
PLEASE DON'T COPY PASTE! THIS IS ORIGINALY MINE, MY STORY! THANKUUU .
ENJOY~
