Just say i love you

.

Chapter 2

.

. trouble in problem

.


Kim elin©


.

.

.

tubuh kecil itu masih terisak, di dalam dekapan Sang hyung. Ditepuk tepuknya bahu sang dongsaeng, berusaha menyalurkan kehangatan yang ia punya sebisa mungkin.

"uljima... uljima.." ujar sang Hyung sambil menepuk pelan bahu sang adik

"hikss.. hikss.." sang adik masih terisak.

"Jinhwanie~ uljimaa.. sini, hyung obati luka dipipimu.." ujar sang Hyung yang lain.

Ya, Jinhwan saat ini berada di Dorm para hyungnya. Winner. Dia datang dengan keadaan mengenaskan pipi sembab dan bengkak,rambut yang berantakan, bibir yang sedikit robek dan jalan yang terseok seok. Jinhwan mengetuk pintu dorm para hyungnya itu dengan brutal. Dan untungnya saat itu sudah lewat pukul 2 KST sehingga tidak ada para netizen ataupun sasaeng fans yang melihat.

Jinhwan menoleh kearah Hyungnya Seungyoon yang membawa sebaskom air dingin dan kotak p3k.

"uljima, big baby.." ujar Seungyoon sambil mengusap pipi Jinhwan dengan kain dingin yang basah.

"hikss.. hikss.." namun Seungyoon gagal, yang ada Jinhwan tetap terisak.

Mereka semua menatap iba pada Jinhwan, kenapa namja sebaik dia harus disakiti dengan cara seperti ini. Dalam hati Jinwoo bersumpah akan memanggang hanbin hidup hidup.

"uljima, nae aegi.." ujar Jinwoo sambil memeluk Jinhwan. Ia tau, hanya ucapan itu yang dapat menenangkan Jinhwan. Dikarenakan suara Jinwoo yang lembut seperti ibunya.

Jinhwan memeluk lengan Jinwoo erat erat, seakan akan hanya Jinwoo bisa melindunginya.

"Waeyo nae aegi?" Mino mencoba mengikuti cara berujar Jinwoo. Berujar dengan lembut.

"Hikss... Hyungg~" Jinhwan merengek.

"kenapa pipi dan bibirmu bengkak dan sobek sayang?" Taehyun pun mengikuti, ia membelai rambut Jinhwan sayang.

"aku ditampar Hanbin, hyung... hikss.." ujar Jinhwan membuat Taehyun emosi. Untung saja Seungyoon segera mengelus punggungnya kalau tidak bisa bisa Taehyun berteriak didepan Jinhwan.

"sakit sekali? Hyung obati ne?" Seungyoon melembut.

Jinhwan mengangguk, kemudian melepaskan pelukanya dari Jinwoo dan menghadap Seungyoon yang sedang memeras handuk dingin untuknya.

"neo, mogo aniga? (kau sudah makan belum?)" tanya Seunghoon

"anii.." jawab Jinhwan

"hyung ambilkan makanan.." ujar Seunghoon kemudian bangkit,

"aku ambilkan piama!" seru Jinwoo kemudian bangkit.

"aku bereskan kamar." Ujar Mino

Kini hanya ada Seungyoon, Taehyun dan Jinhwan yang ada di ruang tengah. Jinhwan sesekali meringis karena sobekan pada bibirnya terlampau sakit.

Dengan sabar Seugyoon menoleskan salep pada sobekan bibir Jinhwan kemudian menempelkan plester dibibirnya. Sementara Taehyun mengompresi pipi Jinhwan dengan handuk dingin yang Seungyoon berikan.

"kenapa bisa seperti ini?" tanya Taehyun

"kami bertengkar." Jawab Jinhwan.

"kalian bertengkar hingga ia menamparmu?" tanya Seungyoon.

"ya.."

"keparat!" desis Seungyoon

"akan kuberi dia tamparan milikku!" ujar Taehyun

"andwae hyung! Maldo andwae.. hikss.." ujar Jinhwan sambil terisak

"waega? Biar hyung membalasnya.." ujar Taehyun

"ani hyung.. biarkan saja seperti ini.. memang sejak awal hanya aku yang disakiti hyung.. jangan biarkan dia tersakiti hyung, dia berharga bagiku.. walaupun aku tidak berharga baginya.." ujar Jinhwan sambil mengusap airmatanya

"kau sangat baik jinan.. aku heran kenapa dia menyia-nyiakanmu.. kalau aku jadi hanbin aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu!" ujar Seunghoon yang baru datang dengan sebuah nampan ditangannya.

"aniya.. aku tidak sebaik itu,.. aku kasar.. bahkan aku mengatai Jinhyeong dengan sebutan Jalang, kala itu. Karena aku menganggap ia yang merusak hubunganku dengan hanbin." Ujar

"apa yang kalian debatkan sampai hanbin menamparmu Jinan?" tanya Jinwoo yang datang sambil membawa piama miliknya

"dia tidak pernah mencintaiku Hyung.." ujar Jinhwan sambil menunduk

"MWO?!" Jinwoo kaget mendengaar penuturan dongsaengnya.

(disini Jinwoo sama Jinhwan Elin bikin jadi kakak-adik)

"jadi selama 3 tahun ini dia membohongimu?! Namja brengsek!"jejar Jinwoo

"tunggu dulu.. mereka, sudah 3 tahun hyung?! mwoya?" ujar Seunghoon

"aish! Kupikir dia anak baik ternyata dia bisa melukaimu! Bahkan main tangan padamu! Aku berjanji tak akan memaafkanya" ujar Taehyun

"makanlah dulu, setelah itu ganti bajumu dan istirahat. Kau akan tidur denganku dan Mino malam ini. ." Ujar Jinwoo kemudian bangkit

"aku akan menelfon membermu. Dan mengurus semua besok bersama Jinwoo Hyung" ujar Seunghoon.

.

.

.

.

Pagi yang cerah di dorm yang suram kala itu.

Semua member tengah makan dengan suasana sepi. Hanya terdengar suara dentingan piring yang bertubrukan dengan sendok dan garpu. Kala itu, tak ada satupun member yang membuka suaranya.

"Annyeonghasseyo!" seru seseorang.

"Jinan Hyung!" Chanwoo dan donghyuk segera menghempaskan peralatan makan mereka kemudian berlari kearah Jinhwan yang ada di ruang tengah.

"HYUUNGG!" Chanwoo berseru sambil memeluk Jinhwan yang diikuti oleh Donghyuk.

"aigoo... aigooo..." Jinhwan yang kaget karena secara tiba-tiba dipeluk hanya bisa berusaha menjaga keseimbanganya karena dipeluk oleh kedua dongsaengnya yang semok itu.

"Hyung! Bogosipposseo!"ujar Donghyuk.

"aigoo.. aigoo.. Hyung juga merindukanmu.." ujar Jinhwan. "yang lain dimana?" tanyanya.

"meja makan.." ujar Chanwoo sambil menarikJinhwan ke ruang makan.

"wah sedang sarapan ne? aku ikut!" ujar Jinhwan sambil duduk dikursi miliknya. Dan Chanwoo dan Donghyuk yang ikut duduk.

Jinhwan segera mengambil dua potong roti dan mengoleskan selai stroberi menatap para membernya kemudian tersenyum. Membuat ruang makan yang sebelumnya dingin menjadi hangat kembali.

"hmm.. Jinhyeong-ah" panggil Jinhwan membuat para member menatap kearah Jinhyeong yang menegang.

"n-ne hyung?" tanya Jinhyeong

"maafkan aku soal yang kemarin ne.. aku mabuk.. hehehe.. tapi orang mabuk tidak akan berbohong.." ujar Jinhwan sambil melirik sekilas kearah Hanbin "jadi aku minta maaf kalau kemarin kata kataku terlalu kasar.." ujar Jinhwan kembali menguarkan senyumnya.

"ne hyung, permintaan maaf diterima.." ujar Jinhyeong

Jinhwan mengunyah rotinya dengan hikmat, tanpa menyadari seseorang menatapnya terluka.

"semalam Donggie dan Chanu tidak tertidur hyung" ujar Hongseok

"aigo! Wae?'' tanya Jinhwan

"mereka menunggu Hyung pulang, padahal hyung menginap ditempat winner sunbaenim" jawab hongseok

"kalau begitu kalian harus tidur setelah ini.. hyung temani.." ujar Jinhwan

"yeayy!" ujar Donghyuk dan Chanwoo kemudian melanjutkan sarapanya.

"mereka tidak ada jadwal'kan Hanbin?" tanya Jinhwan membuat Hanbin kaget

"ya.. kita kosong hari ini.." jawab Hanbin—biasanya dia memanggilku dengan sebutan Han, namun sekarang tidak lagi.—

Tiba- tiba ponsel Jinhwan berbunyi membuat para member menoleh kearahnya.

"ne hyung?"

"..."

"jinjja? Kapan?"

"..."

"besok? Ah.. baiklah.."

"..."

"nee.."

"..."

"baiklah aku akan kesana seusai menidurkan anak anak-ku hahaha"

"..."

"nee.. tentu.."

"..."

"nee"

-PIK-

Entah mengapa mendengar Jinhwan yang tengah menelfon seseorang membuat perasaan Hanbin menjadi tidak tenang, dia merasa seakan akan Jinhwan akan pergi dari sisinya..

"donggie, Chan, sudah selesai?" tanya Jinhwan saat ia selesai meminum air.

"nee.." jawab Donghyuk dan Chanwoo

"kalian harus tidur sekarang.." ujar Jinhwan sambil bangkit.

Donghyuk dan Chanwoo pun bangkit dari tempat duduk mereka kemudian berjalan menuju kamar ke 3.

"aku akan membantu kalian membereskan dorm setelah ini.." ujar Jinhwan saat melihat Junhoe,Yunhyeong dan Hongseok yang membereskan meja. Sebelum mengikuti anak anaknya ke kamar.

.

.

Kini Jinhwan tengah berusaha menidurkan para dongsaeng yang ia anggap seperti anak sendiri.. tangan kanan Jinhwan tengah mengusap punggung Donghyuk yang berbaring di sampingnya dengan kepala yang berada di atas dada Jinhwan. Sedangkan tangan kirinya tengah mengusap rambut chanwoo

"eomma.." panggil Chanwoo

"ne sayang?" jawan Jinhwan

"apa masih sakit?" tanya Chanwoo

"ani.. tidak sakit.." jawab Jinhwan sambil menatap Chanwoo dan tersenyum

"bukan itu.. hati eomma yang Chanu tanya" ujar Chanwoo. Jinhwan melirik Donghyuk yang sudah tertidur, kemudian mengecup kepalanya.

"ani.. eomma kan kuat.." jawab Jinhwan, mencoba menahan airmatanya

"eomma.." Chanwoo menatapnya sendu

"eomma tidak bisa menangis didepan Chan, dan Donggie sesakit apapun itu.." ujar Jinhwan sambil menatap chanwoo

"eomma.."

"Chanu-ya.. hyung sudah menganggapmu seperti anak hyung sendiri.. olehkarena itu hyung bisa mengerti perasaan Chan.. Chanu harus baik baik bersama Soowon begitu juga Donggie yang harus baik baik bersama Jiwon. Jangan pernah menangis di depan orang lain.. menangislah saat Chanu sendiri.." ujar Jinhwan

"hikss.." ucapan Jinhwan membuat Chanwoo terisak. Ia sadar betapa kuatnya sang Hyung yang berusaha menahan lukanya sendiri.

"chanu kuat.. Donggie juga.. jangan lemah seperti eomma ne?'' ujar Jinhwan sambil mendekap Donghyuk dan Chanwoo erat.

.

.

Seusai menidurkan Chanwoo dan Donghyuk, Jinhwan berjalan keluar kamar. Namun, saat ia keluar dari kamarnya ia bertabrakan dengan seseorang.

"ah! Mian hyung" ujar orang yang menabraknya

"eh kau hanbin.. gwenchana.. kau sendirian? Yang lain?" tanya jinhwan

"mereka sedang jalan jalan.. oh iya hyung besok kita harus ke lokasi perkemahan, karena kita harus ikut syuting/? Unrealised video" ujar Hanbin

"ah.. begitu.. yasudah, aku pamit ke YG building ada seseorang yang harus aku temui.." ujar Jinhwn sambil berlalu, namun dengan cepat Hanbin menahanya

"perlu ku antar?" tawar Hanbin "ya, kalau kau berkenan.." balas jinhwan

.

.

Jinhwan POV

,.

,.

Aku memutuskan jalan kaki bersama Hanbin, karena jarak YG building dan Dorm lumayan dekat, sepanjang jalan kami bercerita apapun.. rasanya aku merindukan saat saat ini, ini sama seperti saat aku dan dia masih trainee dahulu.. kami selalu berjalan bersama, tertawa dan lain lain. Ah.. memikirkanya saja sudah membuatku berdebar..

Namun, debaran itu segera saja musnah menjadi denyutan sakit yang luar biasa..

"Hanbin hyung! Jinhwan hyung?" ah, suara itu lagi.. tak puaskah dia menggangguku?

Walaupun begitu aku harus tersenyum padanya, bukankah dia dongsaengku? Kerabatku? Temanku dalam satu grup?

"nee Jinhyeong-ah.." balas Hanbin aku hanya tersenyum

Aku tidak bisa menahan keterkejutan itu, biasanya Hanbin hanya memanggil orang dengan sebutan 'ah' hanya padaku! Walaupun aku hyungnya! Dan juga mantan pacarnya..

Lagipula kenapa dadaku terasa se sesak ini? Dasar bodoh! Jinhwan bodoh!

"Hyung kalian berdua mau kemana?" tanya Jinhyeong

"ah.. Hanbin menemaniku pergi ke YG building" jawabku sambil tersenyum

"jinjayo? Boleh aku ikut?" tanya Jinhyeong.

Aniyaaa! Kau tidak boleh ikut!

"tentu saja,.." jawab Hanbin sambil berjalan

hh.. karena tidak punya pilihan lain aku mencoba menerima kedatangan Jinhyeong, ternyata benar, kalau mereka yang paling dekat satu sama lain, benar kalau Jinhyeong lebih dekat dengan Hanbin dibanding aku.

namun, aku harus bisa menguatkan diri.. aku harus tidak peduli seberapa sakitnya hatiku.. seberapa sesaknya dadaku.. yap.. mungkin Jinhyeong namja terbaik yang tuhan peruntukkan untuk Hanbin..

"hyung boleh berhenti sebentar?" tanya Jinhyeong membuat aku dan Hanbin berhenti

"waeyo?" hanbin bertanya sambil menatap Jinhyeong yang membuatku iri..

" aku ingin membeli eskrim hyung" ujar Jinhyeong.

Aku menatapnya datar, apa lagi yang akan dibuat oleh anak ini?

"eskrim? Ah! Ya! Aku ingat kalau kau suka eskrim coklat iya kan?" jejar Hanbin

"nee.. nan johaesseo" balas Jinhwan

"akan kubelikan untukmu dan Jinan hyung" ujar Hanbin sambil melangkah pergi.

Aku heran kenapa Hanbin menjadi bersemangat di dekat anak ini.. yaa mungkin dia sudah menempatkan hatinya di namja yang kuanggap seperti dongsaengku sendiri..

Ahh,.. sakit itu datang kembali, saat aku mengingat perlakuannya padanya dan padaku. Sangat berbeda.. kurasa dengan anak ini Hanbin merasa lebih hidup.. dia bahkan meluangkan waktunya untuk Jinhyeong.. sedangkan waktu bersamaku.. ia biasa saja, ia jarang tertawa dan selama 3 tahun ini aku tidak pernah berkencan denganya.. dia selalu punya urusan saat kita menyepakati untuk kencan..

Sadarlah Kim Jin Hwan! Hanbin sudah memiliki hidup baru, bersama dongsaengmu.. kau tidak perlu bermimpi lagi sekarang karena semunya sudah jelas..

"Hanbin hyung baik sekali.." ujar Jinhyeong tiba tiba, membuatku sadar.

"dia perhatian sekali padamu." Ujarku, jujur saja ucapan itu hanya paksaan.. aku tengah menahan rasa sakitnya sekarang...

"eh? Hyung.. maksudku.."

"kudengar, saat aku mabuk aku mengatakan bahwa hubunganku dan Hanbin selesai kan?" tanya ku. Ia mengangguk

"kurae, dia milikmu sekarang Jung." Ujarku. Aku ingin menangis sekarang.. hatiku erasa tertusuk dan terbakar..

"Jinhyeong-ah ini untukmu.." ujar Hanbin. See bahkan dia tidak memberikan eskrimnya kepadaku terlebih dahulu.. secepat itukah?

"hyung aku tidak tau eskrim apa yang kau sukai, jadi aku kembali kesini untuk menanyakanya.." ujar Hanbin. Bahkan kau tidak tau apapun tentangku Hanbin-ah..

"gwaenchanayo, tidak usah kajja.." ujarku sambil terus melangkah..

.

Sepanjang perjalanan mereka tampak mengobrol dengan asik. Bahkan mereka tidak menganggap ada aku disini.. ternyata benar.. ia tidak mencintaiku..

"hahaha,.. itulah yang membuatku menyayangimu" ucapan Hanbin membuatku mencelos.

Kau menyayanginya.. Hanbin-ah.. dan aku sudah tidak diperlukan lagi disini.. aku meneteskan airmata sebelum aku menghapusnya kembali. Aku menoleh kearah mereka yang masih setia mengobrol.. aku tersenyum..

Ya.. aku hanya mengganggu mereka. Kuangkat tanganku untuk memanggil taksi. Melihat taksi yang mendekat mereka menoleh kearahku.

"sepertinya aku mengganggu kencan kalian, bersenang senanglah.." ucapku sambil menahan linangan air mata di pelupuk mataku.

Aku segera memasuki taksi dan menyuruhnya ke YG building yang tinggal beberapa meter lagi. Kututup kedua kelopak matakumembiarkan air mata yang kutampung mengalir di pipiku.

Hanbin-ah apa mencintaimu sesakit ini rasanya?

.

.

.

Author POV

Jinhwan melangkahkan kaki kecilnya masuk kedalam ruangan Jang sajangnim. Ia mencoba tersenyum kepada semua orang yang ia lewati meski sebenarnya hatinya kini ter iris iris.

"ah.. Wasseoyo" ujar sajangnim saat melihat Jinhwan yang tengah tersenyum kepadanya.

"nee sajangnim" balas Jinhwan

"duduklah" ujar yang sajangnim. Jinhwan pun duduk.

"jadi? Ada apa Jinhwan? Jinwoo dan Seunghoon memintakan izin untukmu pulang ke jeju" ujar sajangnim

"begini sajangnim, appa dan eomma sakit, mereka memintaku untuk pulang ke jeju" ujar Jinhwan—tapi, sebenarnya aku pergi untuk menghindarinya—

"kalau begitu aku memberimu keberangkatan lusa, appa dan eommamu sangat penting. Bersiaplah.. besok sore Shin, yang akan mengantar tiketnya padamu." Ujar sang sajangnim.

"ne sajangnim gomawo"ujar jinhwan kemudian bangkirt keluar ruangan.

.

.

"nan gwaenchana?" tanya Seunghoon saat melihat wajah Jinhwan yang ditekuk

"gwaen—"

"gokjimal! Aku tau kau berbohong.."potong Seunghoon.

Saat ini Jinhwan tengah berada di sebuah cafe di dekat agency mereka. Jinhwan kala itu menelfon Seunghoon untuk menemaninya sekaligus mengucapkan terima kasih padanya. Saat Seunghoon tiba bukanya disambut dengan senyum manisnya Jinhwan malah terlihat murung karena menekukkan wajahnya.

"cepat sekali dia melupakanku.." ujar Jinhwan

"hah? Siapa maksudmu?" tanya Seunghoon

"Hanbin.." ucap Jinhwan sambil menunduk

Seunghoon merasa iba dengan namja yang ada dihadapannya ini, sudah sangat lama ia menjalin hubungan bersama namja bernama Hanbin namun selama itu pula ia disakiti namun tetap memaafkan. Terkadang, Seunghoon berfikir terbuat dari apa hati namja didepannya ini?

"Jinhwan-ah?" panggil Seunghoon mmbuat Jinhwan menoleh

"lihatlah orang lain.. lihatlah orang lain yang selalu memperhatikanmu dan selalu menyayangimu, jangan hanya melihat kearahnya dia hanya bisa melukaimu, lihatlah orang lain Jinan" ujarnya

"hyung... aku..."

"saranghae.."

.

.

.

.

.

.

Malam ini Jinhwan tidak bisa memejamkan matanya, pernyataan cinta yang di ungkapkan oleh Seunghoon tadi pagi berputar dikepalanya bak film dokumenter.

Ia tidak tau harus memberi jawaban apa pada Seunghoon. Ia takut kalau jawabanya salah dan menyakiti perasaan seunghoon.

"Chanu-yaa?" panggil Jinhwan

"ndee?" balas Chanwoo

"apa yang kau lakukan kalau sedang bingung menentukan sebuah pilihan?" tanya Jinhwan

"aku? tidur, dan saat bangun apa yang pertama aku pikirkan itulah pilihan.." ujar Chanwoo

"ah begitu..."

"wae?"

"aniya.." ujar Jinhwan kemudian menutup matanya dan tidur.

.

.

.

"Keumanhae!!" ujar namja berwajah halus

"wae?" balas namja manis

" Jung Jin Hyeong!" bentak namja yang satunya

"wae Hongseok hyung? Apa alasanmu menyuruhku berhenti? Aku memang menyukai Hanbin! Kau tidak punya hak untuk menghalangi!" ujar namja bernama Jinhyeong.

"sadarlah Jinhyeong! Kau melukai semua orang! Kau boleh bersembunyi dibalik wajah polosmu yang tanpa dosa dihadapan mereka tapi dimataku kau sama liciknya dengan ular!" ujar Hongseok.

Saat para member tengah menikmati tidur malamnya Hongseok dan Jinhyeong malah berdebat di taman belakang dorm .

Mendengar perkataan Hongseok yang terdengar sangat kurang ajar membuat Jinhyeong mendidih.

"apa urusanmu?! Urus saja urusanmu! Ini urusanku." Jejar Jinhyeong

"berhenti Jinhyeong kau menyakiti banyak orang.."

"kau tidak akan mengerti hyung, jika kau yang merasakan apa yang aku rasakan.. rasa ingin memiliki itu begitu kuat hyung.. aku tidak akan melepaskan Hanbin hyung begitu saja." Ujar Jinhyeong sambil berlalu.

Hongseok terdiam memegang dada kirinya yang terasa begitu nyeri,.

"sadarlah Jinhyeongie.. kau melukai Jinhwan hyung, Hanbin..

..

Dan aku"

.

.

.

.

.

..

..

TBC!

.

.

.

Maaf yah... Elin lama updatenya.. soalnya elin ada testing masuk kampus baru, nah Elin masuk universitas Chunghak di korea, karena sulitnya mendapat waktu jadi elin susah ngelanjutin ffnya, sekali lagi maaffff.

.

.

Untuk para reviews..

.

Eunkim

Hahaha iya ini udah di lanjut maaf chap ini pendek ya.. aku nggak tau luh kalo ff ini bisa bikin kalian nangis,.. astagah,.. maaf.. hehehe..

Hahah iya ini juga udah di lanjut, iya nih elin agak susah menyusun bahasanya karena elin suka blank kalo bahasa indo. Nanti elin beli kamus bahasa indonesia buat ngeperbaikin bahasanya, makasih buat reviewsnya..

Fujobaby

Gomawo, hahaha belum tentu happy ending yaa... iya nanti kalo elin udah keterima di universitas yang baru elin bakalan update kilat.

Shiningxiu

Gomawo.. hahaha awal awalnya Jinan bakalan elin sakiti terlebih dahulu.. hahaha/ketawa nista/ maaf.. jangan jadi siders yaa... kan kasian elin ffnya dibaca tapi yang lain jadi siders, yekan? Hahaha.

fyRraiy

iya ini udah update petir dek..

dorkyeol

elin aslinya bukan orang indo, mamanya elin orang busan asli. Elin Cuma jadi imigran 10 tahun di indo. Jadi elin nambahin bahasa korenanya maaf kao nggak ngerti.. hehehe iya nanti elin kurangin deh kosakatanya.. maaf ya,,,.. keep reviews..

.

.

.

HAI SIDERS TOLONG TOBATLAH! TINGGAL KLIK KOTAK REVIEWS DIBAWAH INI DAN BERI KOMENTAR KALIAN AKAN DAPAT PAHALA! HAHAHA.