Chapter 1
"Akhirnya kamu bangun." Suara itu datang dari laki-laki yang berada di mimpiku tadi, laki-laki yang telah aku sukai selama aku ingat, Akashi Seijuro.
"A-AAkashi…..apa yang sedang kamu lakukan di k-kamarku?" kata-kata itu keluar dari mulutku
"Kamarmu…? Ini kamarku." Perkataanya membuatku terkejut
"K-kamu bilang k-kamarmu…? A-APAAAA?!" kataku setengah berteriak
"Apa kamu tidak ingat kejadian tadi malam? Dan…pipimu merah, dasar mesum"
"Siapa yang kamu bilang mesum?" aku mengembungkan pipiku sebagai tanda bahwa 'aku marah' secara tidak serius. Kemudian, aku merasakan ada reaksi beda dari Akashi yang belum pernah ia tunjukan padaku.
Tiba di sekolah
"AOMINECCHI!JANGAN MENDEKATIKU DENGAN MAKHLUK LUAR ANGKASA YANG BISA MENYAMAR SEBAGAI MIE!" seperti biasa, Aomine tanpa alasan apapun suka mengerjai Kise, apalagi dia tahu kelemahannya, yaitu cacing. Hanya Akashi yang bisa 'mengontrol' mereka, dan itu juga salah satu alasanku menyukainya. Selama ini aku sendiri tidak bisa mengontrol mereka, dan ya, itu sangat…menjengkelkan. Akashi kadang-kadang juga kehabisan kata-kata untuk mereka. Tapi, tanpa mereka, pasti akan membosankan
"Akashicchi…jarang sekali…kamu jalan dengan…" Kise tiba-tiba berhenti didepanku dan Akashi, ya, pagi itu kita jalan bersama karena aku juga dari tempat Akashi. Jadi…bukan apapun yang special...
Suasana hening sebentar…kemudian Akashi menjawab
"Kebetulan saja kita bertemu di jalan, apa salahnya kita jalan bersama?" jujur saja, aku merasa tertusuk oleh perkataanya itu, aku tidak menyangka apa yang ia katakana sekarang dan tadi pagi...
Flashback
"umm..Akashi, tentang tadi malam…bagaimana kamu tahu aku berada di sana?" akhrinya, aku yang telah berpikir keras tentang itu namun tak menemukan jawabanya bertanya.
"indra ke-6. Tentu bukan. I have my own ways to find my things" katanya sambil menyengir.
Aku yakin bahwa sekarang juga pipiku merah, semerah tomat, bahkan lebih merah. Aku merasakan, pipiku seperti terbakar. Untungnya, Akashi sudah keluar dari sini, kalau tidak, bisa-bisa aku pingsan lagi.
Flashback end
'I have my own ways to find my things' perkataan Akashi terus menerus melayang di pikiranku… dia menganggapku…dia menganggapku…Akashi menganggapku….
"ano, apakah kamu tidak apa?mukamu merah…seperti tomat…apakah kamu demam?" Kuroko yang tiba-tiba muncul membuatku terkejut seperti biasa.
"…ya,aku baik-baik saja…" aku menjawabnya dan memberinya senyum palsu.
Aku tidak mengerti…kenapa…Akashi bisa OOC seperti itu…
.
.
arigatou udah membaca .
tunggu chapter berikutnyaa, ok? ~(`3`)~
