"Saya tidak mengambil keuntungan apapun dalam pembuatan fanfiksi ini."

STALKER

Kim TaehyungxJeon Jungkook

toptae! Bottomkook

Romance/ mystery

rating M? Maybe.

A/N : Fanfiksi ini terinspirasi dari manga Color recipe karya harada messiah, jalan cerita sangat berbeda, hanya intinya yang sama.

Selamat membaca!

...

Dua

...

WARNING: Mengandung sedikit pelecehan seksual yang agak creepy, mohon yang tidak kuat jangan membaca. Tidak bertanggung jawab sama yang nekad menabrak warning ;;) resiko tanggung sendiri-sendiri. Yeah? Anda sudah diperingatkan.

Selamat membaca!

...

Jungkook terpaku. Tercekat. Tubuhnya bergetar saat langkah demi langkah kaki mendekatinya, ujung pisau yang tajam mengacung kearah tubuhnya, membuat matanya membelalak. Takut sekaligus ngeri. Jungkook melangkah mundur. Jantungnya berdebar sangat keras, apakah sebentar lagi ia akan mati?

"S-siapa kau? J-jangan mendekat!"

Teriaknya dengan bibir gemetar. Keringat dingin membasahi pelipis, walaupun lampu jalan mati total Jungkook dapat melihat samar jika orang itu memakai sebuah hoodie yang tudungnya dinaikkan dan juga masker hitam untuk menutupi sebagian wajahnya.

Tidak menghiraukan teriakan Jungkook, sipelaku justru merangsek maju, detik selanjutnya, Jungkook memaksa kakinya berlari. Ia kembali menuruni jalan yang tadi ditempuhnya, jalan gelap membuatnya tidak melihat bahwa dibawah kakinya ada kerikil. Jungkook tersandung, tubuhnya terjerembab.

Lututnya ngilu. Saat ia hendak bangkit, ujung tajam pisau sudah berada didepan lehernya, Jungkook berjengit ngeri, mencicit dengan suara kecil, "S-siapa kau? Apa mau-mu?!"

Jantungnya berdebar kencang. Mata Jungkook memanas, air mata mengancam keluar dari sudut matanya, ia sangat takut, apakah ia akan mati? Sang pelaku menariknya bangun, Jungkook berdiri dengan kakinya yang goyah, isakan kecil lolos dari bibirnya.

"Ssh. Jangan menangis."

Bisikan lirih nyaris tanpa suara itu membuat Jungkook merinding, kini punggung Jungkook menepel dengan dada orang itu, "L-lepaskan aku," mohonnya.

Kekehan tanpa suara terdengar, ujung mata pisau mengancam leher. Mata Jungkook membelalak lebar saat jari-jari berbalut sarungtangan mengelus sisi wajahnya dari belakang, "Indah, indah sekali."

Bisiknya penuh puja.

Sesuatu yang keras menyodok bokongnya.

Mata Jungkook terbelalak, apa itu? Jari-jari berbalut sarungtangan turun membelai bahu, menelisip dibawah lengan dan turun menuju celana Jungkook.

Jari itu meremasnya.

Sekujur tubuh Jungkook gemetar, ia tidak berani bergerak seincipun karena pisau yang ditodongkan kelehernya, apa yang akan dilakukan orang ini? Apa ia sudah gila?!

"Ja-jangan."

Mohon Jungkook, lelehan air mata menetes-netes dipipinya. Tampaknya orang itu tidak mendengarkan, remasan dari luar celananya semakin intens, napas panas menerpa tengkuknya dan membuat Jungkook semakin bergetar ketakutan.

"Ah—"

Jungkook menggigit bibir kuat-kuat, bagaimana bisa ia mendesah disaat seperti ini? Keningnya mengerut dalam, Jungkook merasa sangat jijik kepada dirinya sendiri. Dapat dirasakannya sipemegang pisau yang terkekeh, air mata turun semakin deras, seketika kewarasan Jungkook kembali, ia tidak mau diperlakukan begini! Lebih baik ia mati!

Dengan sekuat tenaga, Jungkook menginjak kaki sang pelaku. Jeda yang tidak seberapa itu digunakannya untuk berkelit, dalam usahanya untuk kabur ujung pisau sedikit menggores pipinya, Jungkook meringis perih namun tidak menghiraukan rasa sakit itu dan memacu kakinya berlari menjauh.

Bunyi tapak kakinya menggema dijalan sepi. Napas Jungkook tersengal, ia tidak berani menoleh kebelakang, didepan ada persimpangan jalan, saat ia tiba disana sesuatu yang keras menabraknya, Jungkook jatuh tersungkur.

"Hei! Kalau jalan lihat— Astaga Jungkook! Apa yang terjadi padamu?!"

Jungkook mendongak, ia mengusap matanya yang buram oleh air mata. Rupanya itu adalah Kim Seokjin, pegawai minimarket dipersimpangan jalan yang juga adalah tetangganya sendiri.

Jungkook langsung menghambur memeluk Seokjin, tubuhnya gemetar hebat, tangisnya pecah, "Seokjin hyung— a-aku— ada yang mengejarku. A-aku takut hyung."

Seokjin langsung mengusap punggung Jungkook, wajahnya terlihat sangat khawatir melihat keadaan pemuda kelinci.

"Siapa yang mengejarmu?"

Jungkook hanya menggeleng, mengeratkan pelukan, "Aku t-tidak tau, orang itu memakai pakaian hitam-hitam dan masker. Ia memegang pisau, aku takut sekali h-yung."

"Dimana ia mengejarmu?"

"Di ujung jalan sa-na."

Seokjin memeriksa ujung jalan, hanya kegelapan, tidak ada siapa-siapa.

"Tenanglah." Ujar Seokjin menenangkan, "Sudah ada aku disini. Kau bisa berdiri?"

Jungkook mengangguk, tubuhnya lemas sekali. Ia sangat bersyukur masih bisa menghirup napas. Seokjin memapahnya sepanjang perjalanan pulang ke flat keduanya.

Dari balik pohon, seseorang mengawasi mereka dengan seringai lebar.

Hmm

Senandungnya sebelum beranjak pergi.

...

"Apa yang terjadi padamu?"

Taehyung mengawasi Jungkook dari ujung rambut sampai ujung kaki khawatir, lelaki itu menuntut penjelasan setelah melihat luka dipipi sipemuda kelinci kesayangannya.

Jungkook menunduk, menghindari tatapan menyelidik Taehyung.

"Bukan apa-apa."

"Bukan apa-apa bagaimana? Kau terluka!"

Suara Taehyung terdengar khawatir, netranya menatap plester dipipi Jungkook. Sipemuda kelinci tidak menjawab, mereka sedang berada diruang loker, dengan Jungkook yang duduk dibangku panjang dan Taehyung yang berdiri menuntut penjelasan. Masih ada setengah jam sebelum pergantian shift. Jujur saja, ia tidak mau membahas kejadian semalam, apalagi bagian dimana ia nyaris dilecehkan, harga dirinya sebagai lelaki ingin ditaruh dimana?

"Jungkook." Panggil Taehyung lagi.

Jungkook menghela napas masif, mengalihkan pandangan kearah lain saat menjawab, "Semalam ada seseorang yang mengejarku, dan dia— membawa pisau."

Mata Taehyung melebar, "Astaga! Bagaimana bisa?"

"Aku— aku tidak tau, saat itu aku hanya berjalan untuk pulang seperti biasa. Dan orang itu ada diujung jalan didekat flatku, saat aku berlari ia mengejar. Aku tersandung, orang itu menodongkan pisau dileherku dan— dan—" Jungkook tercekat, menelan ludah, matanya tidak fokus. Ia tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

"Ssh, tidak apa-apa, tidak usah dilanjutkan. Maafkan aku kook." Taehyung mengusap punggung tangannya.

Tapi Jungkook tetap melanjutkan, suaranya bergetar, "Pokoknya aku berhasil kabur, tapi saat aku berkelit, pisau itu menggores pipiku, jadi terluka seperti ini."

Taehyung terdiam sejenak, tiba-tiba saja ia berceletuk.

"Pasti ini ulah pelanggan yang sering mengawasimu itu. Sudah kubilang kau harus hati-hati, kenapa kau tidak mau mendengarku?"

Jungkook mendongak, menatap Taehyung dimatanya, "Jangan menuduh orang sembarangan Taehyung."

Namun Jungkook menyadari bahwa, bisa saja dugaan Taehyung benar, tapi ia tidak mungkin menuduh begitu saja tanpa bukti. Dua bulan orang itu menatapnya diam-diam, kenapa baru bertindak sekarang? Itu tidak masuk akal. Lagipula, tidak ada hal lain yang dilakukan orang itu selain mencuri pandang, mengulum senyum dan meminum americanonya.

Taehyung berjongkok didepannya, mengusap pipi Jungkook hati-hati. Kini Taehyung yang mendongak.

"Jungkook, dengarkan aku." Obsidian Taehyung menatap matanya dalam, "Aku mohon jangan terluka lagi, yeah?"

Jungkook menggigit bibir kemudian mengangguk ragu, pipinya memanas saat Taehyung mengecup pergelangan tangannya begitu saja. Entah kenapa ia membiarkan hal itu padahal hubungan mereka hanya sebatas teman. Jantungnya berdentum. Afeksi pemuda itu sedikit banyak telah membuatnya merasa nyaman dan aman.

Apakah ia telah jatuh?

Taehyung tersenyum, rectangle smilenya mau tidak mau membuat sudut bibir Jungkook ikut terangkat sampai ia lupa bahwa pipinya terluka.

"Aduh. Sakit."

"Kau tidak apa-apa?" Taehyung meringis khawatir, Jungkook mengangguk cepat.

"Tidak apa-apa."

"Baguslah."

Taehyung berdiri, napas Jungkook tercekat saat pemuda itu membungkuk dan membubuhkan kecupan kecil diatas plesternya.

"Cepat sembuh ya."

Jungkook rasanya meleleh.

TBC

Bagaimanaa? Penasaran gak? Coba tebak siapa stalker Jungkook sebenarnya ;;)

Terimakasih untuk fav follow dan reviewnyaa

Purpleee uu daaah ? ゚メワ? reviewnya lagi boleh ? :3