Oke, saatnya update ini ff..

Di chapter 2 ini konfliknya belum aku munculin

Nanti insha allah di chapter 3 aja yahhh

Harap bersabar menunggu.. ea ea *kyak antre tiket aja

Oke, let's read..

~ Because I Love You ~

_comfort, sad, romance_

_tao, kris, yixing, and their son~Taozi, etc_

" Kalau kau diam, itu berarti kau setuju. Kami berencana menikahkan kalian minggu depan. "

CHAPTER 2

Mentari mulai menampakkan diri lewat kaca pemilik kamar megah ini yang merasa tidurnya diganggu oleh sinarnya.

" Eungg..", ia menyibakkan selimutnya. Melirik jam yang menggantung di dindingnya. Menampilkan jarum jam yang menunjukkan pukul 07.50.

" Astaga!, aku lupa kalau setengah sembilan nanti aku akan bertemu dengan keluarga Kris.

Braak.. Pria itu terburu-buru masuk ke kamar mandi miliknya yang berada disebelah queen bednya.

Byuur..Byuur ..Bunyi air yang ditumpahkan ke tubuhnya.

Pria itu sudah selesai membersihkan dirinya. Terlihat menggunakan handuk yang hanya menggantung di pinggangnya. Segera dia mengeringkan rambut dan tubuhnya, lalu membuka lemari pakaian yang berada didepannya. Memilih-milih baju yang ia anggap pantas untuk dikenakannya saat ini untuk berhadapan dengan calon 'suaminya'.

" Kurasa ini cocok. " , melihat diri di cermin sambil memasang kancing terakhir coat yang dipakainya.

Ia memakai setelan coat panjangnya sampai setengah paha yang sangat pas ditubuhnya sehingga membentuk pinggang rampingnya.

Tao, adalah pria yang sedang berdandan ria tersebut. Menggunakan segala macam kosmetik pria, parfum maskulin yang bahkan tercium seperti feminim. Dia memang sedikit girly, tapi dia tetaplah terlihat manly.

" Tao-er, appa ingin memberitahumu sesuatu. "

" Apa itu, Appa? "

" Kau sangat mencintai Kris kan? "

" Hnn, kenapa Appa menanyakan itu, Appa pasti sudah tahu jawabannya. "

" Kau akan menjadi pasangan hidupnya. "

" Maksud Appa? "

" Kau akan aku jodohkan dengan Kris. Pernikahan kalian akan berlangsung minggu depan. "

" Benarkah itu, Appa?, Tapi bagaimana mungkin? "

" Appa akan melakukan apapun yang terbaik untukmu, Tao-er. "

" Memangnya Kris gege akan menerimaku? "

" Kenapa tidak?, kau kan pria manis yang baik, Kris pasti tidak akan menolakmu. "

" Semoga saja, Appa. Tapi kenapa cepat sekali? "

" Karena Appa tidak mau melihatmu terlalu lama yang memendam perasaanmu itu terhadap Kris. "

Baiklah. Besok, berdandanlah semenarik mungkin, jam setengah sembilan kita akan bertemu dengan Kris dan keluarganya, kau tidak akan melewatkannya 'kan? "

" Oke, Appa. Aku mencintaimu. "

" Aku juga mencintaimu,anakku, Tao-er. "

Huang's Home

Sekarang ini, nampak keluarga Huang yang sedang berkumpul di ruang tamu yang cukup luas. Dihadapan mereka terdapat meja kaca berbentuk persegi panjang. Terdapat 6 kursi yang berada disana, 3 kursi saling berhadapan yang tersekat oleh meja kaca. Dari sebelah kanan, adalah Tuan Huang yang merupakan kepala keluarga tersebut, disebelahnya ada istri tercintanya Nyonya Huang, dan disampingnya terdapat anak semata wayang mereka, Huang Zi Tao. Saat ini, mereka sedang menunggu kedatangan dari keluarga Kris.

Ting Tong..Ting Tong

" Itu pasti mereka. ", kata Nyonya Huang sambil berdiri untuk membukakan pintu.

" Biar aku saja, umma. ", sahut Tao

" Baiklah. "

Tao pun melangkahkan kakiknya untuk menghampiri dan membukakan pintu megah tersebut.

" Aku rasa dia terlalu bahagia, hingga bersemangat seperti itu. ", ~Tuan Huang.

" Begitulah kalau tergila-gila dengan cintanya. ", ~Nyonya Huang

Kriett.. Suara pintu yang dibuka Tao

" Se- selamat datang, Tuan Wu, Kr-kris ge. Silahkan masuk ", rasanya saat Tao mengucapkan nama Kris jantungnya berpacu cepat, hingga dia terbata seperti itu.

Kris melihat raut wajah Tao yang gugup, senyum meremehkan pun Kris tunjukkan. Tao hanya tertunduk karena kagum melihat penampilan Kris yang begitu mempesona dengan setelan jas hitam yang menampilkan ke-kharismaan seorang Kris. Sekilas, Tao melihat Kris membawa sebuket bunga mawar yang digenggamnya.

" Ah iya, terima kasih nak Tao. "

Tao melangkah ke tempat orang tuanya duduk, disusul Tuan Wu dan Kris.

Kris dan ayahnya membungkukan badannya tanda hormat kepada keluarga Huang.

" Silahkan duduk Tuan Wu. ", Tuan Huang dengan kesopanannya

" Iya terima kasih Tuan Huang. "

" Heyy Tao kau tidak memberi salam untuk calon suami dan ayah mertuamu. "

" Ah iya. Pagi Tuan Wu. Pagi Kris ge. "

" Mengapa kau memanggilku Tuan Wu? Aku kan nantinya akan menjadi ayahmu juga. "

" Hemm, baiklah. Pagi daddy. Pagi Kris ge. "

" Kris, mengapa diam saja?, tegur Nyonya Huang.

" Iya maaf. Pagi appa, eomma, Tao-ie. "

Deg deg deg

Astaga apa Tao tidak salah dengar, Kris bahkan sudah memanggilnya dengan imbuhan kesayangan di belakang namanya.

" Kau tampan sekali Kris. Pantas saja Tao menggilaimu. Dia bilang kau sangat tampan bagaikan pangeran. "

" Eomma..", blush Tao karena malu.

" Benarkah itu, Tao?, tanya Kris. " Kalau aku pangeran, maka kau yang akan menjadi permaisurinya. ", rayu Kris.

Tao tersenyum tertunduk malu. Tanpa mereka semua ketahui, Kris hanya menggunakan kedoknya. Sebenarnya dalam hatinya, ia benci dengan Tao. Karena sebentar lagi, ia akan menghancurkan hidupnya karena seharusnya yang menjadi pendamping hidupnya adalah Yixing.

Skip time

Setelah hasil pertemuan keluarga Wu dan keluarga Huang telah diputuskan bahwa 5 hari lagi atau tepat hari minggu di musim semi, Kris Wu dan Huang Zi Tao akan melangsungkan pernikahannya.

Dipihak ini, Tao yang paling berbinar. Mimpinya akan terwujud nyata. Menjadi pasangan hidup Kris. Namun, disisi lain, Kris Wu yang merupakan calon mempelai sangat benci dengan keadaan tersebut. Berada di pilihan satu-satunya.

~O~

" Baby Yii..", lirih pria berambut pirang tersebut

" Apa? ", Yixing menjawab sambil terus fokus terhadap gadgetnya.

" Kenapa sih kau selalu acuh tak acuh terhadapku? "

" Karena kau itu menyebalkan. Huwee. ", ledek Yixing sambil menjulurkan lidahnya.

Yaa, seperti biasa pasangan ini sedang berkencan di sebuah kedai kopi. Mereka duduk dibawah payung besar di kedai tersebut.

" Kau ini membuatku gemas. ", ~Kris sambil mencubit kedua pipi kekasihnya itu.

" O iya, bagaimana kemarin tentang pembicaanmu dengan ayahmu itu?"

" Aku tidak ingin membahasnya."

" Ya sudah kalau begitu. "

" Baby Yii.., aku hanya ingin menikah denganmu, tidak dengan yang lain. "

" Kau ini kenapa?, tiba-tiba membicarakan pernikahan segala. "

" Jika takdir memisahkan kita dengan cara berbeda, apa kau sanggup untuk melewatinya? "

" Kau sedang panas yahh? ", sambil memegang kening Kris dengan punggung tangannya.

" Aku sedang tidak bercanda. Aku serius. "

" Ada apa sebenarnya?, Apa yang sebenarnya terjadi? "

" Aku dijodohkan dengan Tao anak dari keluarga Huang yang kaya raya itu. Ini semua salah ayahku, kenapa harus menghutang padanya dan malah membuat perjanjian konyol seperti ini. "

" Ohh, ya sudah, menikahlah. ", jawab Yixing dengan entengnya.

" Hiyaa!, kau ini melepaskanku begitu saja?, Kau tidak mencintaiku yaa? "

" Bukan begitu, tapi kalau keadaannya seperti ini, aku bisa berbuat apa, lagi pula jika kita berjodoh pasti akan bersatu lagi. "

" Baby Yii, aku akan melangsungkan pernikahan hari minggu nanti. Apa kau akan datang? "

" Sepertinya tidak, hari minggu ini aku akan ke luar kota untuk urusan bisnisku. "

" Hufft, sial sekali hidupku, sudah dijodohkan, ditambah lagi tidak bisa melihat kekasihku sendiri untuk terakhir kalinya di pernikahanku nanti. ", sesal Kris

" Karena kau memang terlahir penuh kemalangan..hahaha ", cibir Yixing.

" Astaga, disaat seperti ini kau masih bisa mentertawaiku?. Dasar menyebalkan. Aku pergi saja. Kau jangan menyesal karena telah merelakanku begitu saja. "

" Ya sudah sana. Aku yakin calon pendampingmu itu akan menderita menghadapi sikap anehmu itu. "

" Tsk.. Aku pergi. I love you Baby Yii. Aku akan mengingatmu selalu. "

" Bye bye."

~O~

Sunday

" Aku tidak pernah mengira akan berdiri disana menjadi pasangan Kris ge. ", Tao berbicara sendiri dengan dirinya didepan cermin. " Aku berjanji, apapun yang terjadi aku akan tetap mencintai Kris ge selamanya.", sambil membenarkan jas putih yang dipakainya.

" Tao-er, apa kau gugup? ", tanya appa Tao yang tiba-tiba muncul dari balik pintu disana.

" Sedikit, appa. Appa, apa aku terlihat tampan saat ini? "

" Kau tampan, manis, imut, segalanya kau yang terbaik. "

" Itu menurut appa. Bagaimana dengan Kris ge ? "

" Dia pasti akan menyukaimu. "

Suara instrument lagu khas pernikahan itu pun mulai terdengar menandakan sang mempelai pria datang menghadap sang mempelai pria satunya yang sudah berdiri menunggu didepan altar. Yang berjalan pun semakin mendekat menghadap calon 'suaminya'.

Pendeta mulai membacakan janji suci dihadapan para saksi pernikahan itu. Tiba saatnya untuk memakaikan cincin kepada pasangan. Dimulai dari Kris yang menyelipkan cincin di jari manis kiri Tao. Begitu pula dengan Tao yang memakaikan cincin yang sama ke jari Kris. Kemudian, tibalah saatnya bagi Kris untuk mencium bibir Tao. Kini mereka telah sah menjadi pasangan 'suami istri'.

Keluarga merencanakan agar Kris dan Tao tinggal di Makau saja, agar mereka bisa hidup mandiri. Mereka yang menjadi pengantin baru pun hanya mengiyakan saja. Kini, mereka berada di bandara untuk menuju Macau. Keberangkatan pukul 17.00, lama perjalanan hanya 1 jam.

Skip time

Dinginnya malam membuat orang enggan untuk melakukan aktivitasnya. Hanya bergemul dengan selimut. Tapi, disinilah mereka kini. Berada diantara orang-orang asing yang tak dikenalnya, hanya berdua saling mendampingi. Berdiri didepan pintu rumah megah yang akan menjadi rumah baru mereka, melakukan 'aktivitas malam' bagi pengantin baru. Tapi ini tak seharusnya terjadi, apa yang ia harapkan tak lah sesuai kenyataan. Ya, Macau disanalah mereka sekarang. Menetap disana mulai sekarang, tanpa orang tua mereka yang mencampurinya.

" Jangan mengikuti terus, aku muak terlalu lama berdua denganmu."

" Gege, kau kenapa? "

" Kubilang, aku muak bersamamu terus!.. "

~O~O~O~

TBC again

Waah, aku ngerjain ff ini pake SKS nih alias Sistem Kebut Semalam

Karena, sekarang udah mulai masuk sekolah lagi, yaah waktu luangnya juga agak berkurang.

Jadi, untuk next chapter aku publish'nya agak lama, tapi gak nyampe dua minggu koq.

O iya, ini aku update chapter 2 spesial buat yang reviews yang pada napsuu ntuuu. *eoh?

Jangan kesel dulu dongg.., malahan aku makasih banyak buat yang udah sempat membaca dan meninggalkan jejaknya di ff ini, jadi aku termotivasi untuk melanjutkan ceritanya.