Just To Be With You
Chara : Sarutobi Sasuke and Kasuga slight KenSuga
Genre : Romance, Drama
Rate : Teen
Disclaimer : Sengoku BASARA is CAPCOM's
Warning : AU, OOC, gaje, so many typos, jika kesamaan ide harap maklumi :')
:chacha:
Kasuga's POV
Aku pun membuka pintu kamarku. Dan tanpa mengganti seragam dengan pakaian rumah, aku pun langsung merebahkan tubuhku ke tempat tidur. Uh, itu sudah cukup menghilangkan rasa lelahku. Urusan mandi, aku akan mandi nanti malam saja. Pokoknya, sekarang aku benar-benar lelah!
Ditambah lagi…tadi Sasuke menyatakan cintanya padaku. Aku bingung. Aku harus menjawab apa? Apakah aku telah melukainya? Wajahnya pada waktu itu…sungguh tulus. Pandangannya juga sangat lembut. Dia ramah ketika berbicara kepadaku. Tapi…di sisi lain, aku mempunyai Kenshin-senpai. Aku tak akan mungkin mengkhianati dia, bukan?
Namun…saat Sasuke menyatakan cintanya padaku…
Entah mengapa, jantungku berdegup kencang tak karuan?
Apakah aku…menyukai dia?
Kyaaaa! Tidak!
Itu tidak mungkin!
Aku hanya menyukai Kenshin-senpai!
Aku pun kemudian memejamkan mataku. Aku sudah cukup lelah dengan semua ini. Mungkin, dengan sedikit istirahat, semua rasa ini akan menghilang.
Aku harus berteguh.
Aku hanya menyukai, dan mencintai Kenshin-senpai.
End POV
:chacha:
Mansion Takeda…
Sasuke merasa lesu. Pandangannya kosong melompong. Raga dan jiwanya seolah-olah terpisah. Tubuhnya di mana, pikirannya ke mana.
'Besok hari kamis, kan?' terngiang kembali suara nyaring dari gadis yang disukainya. Sebuah pertanyaan simple dengan nada yang merdu, tetapi begitu menyakitkan.
Tidak. Bukan itu jawaban yang ingin ia dengar.
Ia hanya ingin mendengar jawaban 'iya' atau 'tidak' dari gadis itu.
'Kami-sama. Apakah Kau sedang memperminkan perasaanku?' batinnya mnunduk sedih.
"Kasuga…" sambil menatap bulan purnama di langit kelam bertabur bintang, ia tetap menggumamkan nama itu.
"Yo, Sasuke!" terdengar suara serak dari belakang.
Pemuda Sarutobi itu pun menoleh dan kemudian menggumam, "Danna…"
"Ini hampir tengah malam. Kenapa kau belum tidur?" tanyanya. Pemuda berambut coklat itu pun kemudian duduk di samping Sasuke. Mereka duduk di balkon mansion mereka.
"Ada apa?" Yukimura pun membuka topik pembicaraan. Ia merasa keheranan dengan sikap Sasuke dari sore tadi. Ia pun mengucek-ucek kedua matanya. Sepertinya ia hampir mengantuk.
"Tidak apa-apa, Danna…" jawab Sasuke menyembunyikan perasaanya.
"Aku tahu kau berbohong, Sasuke." Entah mengapa, nada ucapan dari pria penyuka dango itu meninggi.
"Hhhfff…" Sasuke hanya menghembuskan napas. "Menurut Danna, bagaimana menurutmu mengenai 'dia'." tanyanya.
"Oh, maksudm Kasuga-san?" Yukimura pun berbalik Tanya.
Sasuke hanya mengangguk.
"Dia baik, ramah, cantik…" jawabnya. "Aku pun mengerti mengapa kau bias menyukainya."
"Benarkah?"
"Iya…"
"Apa aku…cocok dengan dia?" Tanya Sasuke lagi.
"Tentu saja. Aku mendukung kalian seratus persen!" jawab Yukimura tertawa, kemudian menepuk-nepuk punggung sahabat dekatnya itu.
"Tapi sebenarnya…dia tidak menyukaiku." dan Sasuke pun kembali melesu.
"Kok begitu?"
"Pada saat aku menyatakan perasaanku, dia tidak menjawab apa-apa."
"Sasuke…" Yukimura hanya bisa keheranan melihat tingkah pemuda itu akhir-akhir ini. Kelincahan dan keramahannya berubah drastis. Hanya karena seorang perempuan.
Cinta memang mengerikan.
Merasa tidak tega, ia pun ingin menghibur Sasuke, "Ahaha…tidak usah terlalu dipikrkan. Dia kan butuh waktu untuk menjawab pertanyaanmu itu."
"Dia hanya menyukai Kenshin."
"Kenshin?" Tanya Yukimura.
"Iya."
"Sudahlah, Sasuke. Tidurlah. Besok kita sekolah. Nanti kesiangan…"
"Baiklah, Danna."
"Oyasumi…"
"Ne, oyasumi."
Dan Yukimura pun meninggalkan Sasuke sendirian di balkon. Sebelum itu, ia sempat mengatakan, "Sasuke. Jika kau laki-laki, kau harus memperjuangkan cintamu itu. Aku yakin akan berhasil."
"Arigatou, Danna."
Ya, aku harus memperjuangkannya. Lanjutnya dalam hati.
:chacha:
Dua minggu telah berlalu. Hubungan antara Sasuke dan Kasuga tetap baik-baik saja, tanpa ada pertikaian sedikitpun. Mereka bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Ekspresi Sasuke tetap ramah seperti biasanya. Namun, gadis bermata kuning kecoklatan itu masih merasa canggung. Ia merasa jahat karena telah menggantungkan perasaan Sasuke yang tulus kepadanya.
"A-ano, Sasuke-kun…" terdengar suara. Lebih tepatnya cicitan yang tengah memanggil. Kali ini, suffix nya berbeda dari biasanya.
"Ada apa, Kasuga-chan?"
"Uhm…aku…"
"…"
"Gomen nasai…" ujarnya kemudian menundukkan kepalanya.
"Atas apa?" Sasuke pun memutarkan kedua bola mata coklatnya itu. Ia tak mengerti.
"Karena aku…telah mengabaikan perasaanmu…"
"…" Sasuke terdiam, selang beberapa detik pemuda loreng itu pun berkata, "Yare-yare. Sudahlah. Tak usah kamu membahas itu lagi. Aku ingin melupakannya."
"Tapi-" baru saja gadis itu ingin melanjutkan perkataannya, tetapi Sasuke telah memotongnya.
"Sudahlah…" pemuda itu memotong perkataan Kasuga. Ia tak mau mendengar apa-apa lagi dari gadis itu untuk saat ini.
"Gomen…"
"Iya. Ayo kita ke kelas."
"I-iya…"
:chacha:
"Psstt..psstt…" terdengar sebuah bisikan dari Kasuga yang memanggil pria berambut orange kecoklatan di tengah pelajaran matematika.
"Ada apa?" Tanya Sasuke yang sadar di kode oleh Kasuga.
"Bolehkah kita pulang bersama-sama lagi?"
"Uhm…" pria beriris coklat itu pun berpikir keras. Kemudian, ia menjawab, "Iya. Tentu saja." Jawabnya dengan tersenyum tipis. Wajahnya terlihat begitu cerah.
"Ehn?" melihat wajah pemuda itu, entah mengapa perasaan gadis itu merasa aneh? Tanpa ia sadari, wajahnya sudah memerah seperti tomat.
"Doushite, Kasuga-chan?" terlontar pertanyaan mendadak dari Sasuke. "Kamu demam?" tanyanya sekali lagi.
"E-etto. Aku tidak apa-apa…" jawabnya kikuk. Perasaannya bercampur aduk.
"Kalian berdua diam!" dan sebatang kapur mengenai kepala Sasuke. Rupanya, sensei itu telah memperhatikan mereka berdua dari tadi.
"Go-gomen, Honganji-sensei…" mereka berdua pun meminta maaf. Menundukkan kepala mereka masing-masing.
'Ini gara-gara kamu!" batin Kasuga dan Sasuke saling melempar deathglare.
:chacha:
Mereka berdua pun pulang bersama. Masih diiringi dengan jatuhnya daun momiji yang berguguran dengan indah. Sangat sejuk dan damai. Sesekali Sasuke maupun Kasuga saling mencuri pandang. Pemuda itu tidak peduli jika Kasuga terus menggantungkan perasaannya. Namun, di posisi sekarang ia sangat senang. Begitu pula dengan Kasuga. Sesekali gadis itu mengembangkan senyum manisnya.
Tapi…arti senyuman itu berbeda jika Kasuga sedang bersama pria berambut hitam itu.
Ya, jika bersama Kenshin.
Senyuman itu sangat hidup.
Berbeda jika bersamanya.
Kecewa? Iya.
Namun, ia tak mau menyerah begitu saja.
:chacha:
Hubungan antara Sasuke maupun Kasuga belum dapat dijabarkan dengan jelas. Kasuga masih berpacaran dengan Kenshin. Sedangkan Sasuke? Ia masih mengharapkan gadis blonde itu. Ia sangat mengharapkan bahwa suatu hari perempuan itu akan mengerti dan membalas perasaannya.
Tapi…
Apa itu mungkin?
Bahkan, gadis itu saja menggantungkan perasaannya.
Apakah dirinya yang mengawang terlalu jauh?
Patah hati?
Ia hanya bias berharap saja sekarang.
"Sasuke-kun…" suara Kasuga menyelimuti gendang telinga pemuda itu. Menghancurkan semua lamunannya.
"Ya, Kasuga-chan?"
"Aku ingin bertanya…" ujarnya. "Bukan bermaksud kepedean, tapi…Aku hanya mau bertanya dan kau harus menjawab."
"Apa?"
"Kenapa…kau bisa menyukaiku?" tanyannya seraya menggenggam rok kotak-kotaknya itu.
JLEB! Dan pertanyaan itu membuat Sasuke merasa tertusuk jarum ke jantung. Ngilu.
Sakit sekali.
"A-aku tidak tahu, Kasuga-chan…" jawab pemuda itu. Keringat dingin sudah mengalir dari pori-pori pelipisnya. Ia tidak menyangka bahwa Kasuga akan bertanya kepadanya sampai sejauh itu. Kenapa tiba-tiba Kasuga menanyakan hal yang sangat mengejutkan seperti itu?
"Hhh…" sedangkan si pirang itu hanya berdesis. Dadanya merasa sesak. Jawaban yang tidak memuaskan untuknya.
"Kau tidak tahu?" gadis itu kembali bertanya. Ia tetap bersikukuh untuk mendengar jawaban dari si marga Sarutobi itu.
Dan Sasuke pun hanya menggeleng lemah. Merasa risih dengan pandangan siswa-siswi lain yang menatap mereka keheranan. Apa yang mereka bicarakan di bangku taman itu? Tanya orang-orang itu.
Suasana kembali membisu. Di antara mereka berdua, sama sekali tak ada yang mengeluarkan suara.
"Sas-" baru saja si bermata haze ingin mencairkan suasana, tetapi Sasuke sudah memotong perkataannya itu.
"Kasuga…"
"…"
"Kau ingin tahu kenapa?" ia pun bertanya. Dan Kasuga pun hanya termangu-mangu. Menatap mata coklat indah Sasuke. Gadis itu merasa ada yang aneh. Perasaan yang hangat dibandingkan menatap mata biru datar kekasihnya, Kenshin.
"Sebenarnya…"
"A-apa?" desak gadis itu tidak sabar.
"Ah, lupakan. Ku rasa, kau tak perlu tahu…"
"…" Kasuga pun hanya terdiam.
"Di lain waktu, aku akan memberikan alasan mengapa aku mencintaimu…" kemudian, pemuda itu bangkit dari bangkunya, "Jaa…" Sasuke pun pergi meninggalkan Kasuga sendirian.
"Sasuke…" gumam gadis berambut pendek itu.
Kenapa…sikap Sasuke kepadanya kali ini membuatnya sedih?
To Be Continued
A/N : Holla minna, saya kembali melanjutkan fic ini di tengah kesibukan UAS, praktek dll. Ada yang kangen saya? /gak/ :'3…di sini, saya memfokuskan interaksi antara Sasuke dan Kasuga. Kalau sama Kenshin, di chap depan walaupun porsinya sedikit. Eheheh :'D maaf jika alurnya gaje, alay atau apalah gitu. Dan juga maaf jika feelnya belum kerasa. Maklum, saya kecewa dengan hasil ulangan Sastra dan Fiqh saya Besok saya UAS terakhir. Do'ain ya minna… :D /apelu?/ -,-
Balasan Review
Dissa Chavalliana : Hwaaaa~ Dissa-san, saya senang sekali jika fic ini membuat kamu gemes :3 arigatou atas koreksinya. Chapter 1 sudah saya edited. Thanks for your follow. Review lagi yaaaa~ /ditampol/
Io-aruka : Aruka-san, ini juga OTEPEH favorit saya~ emang di anime interaksi mereka berdua bikin aku diabetessssss…hohoho :D soal typo, sudah saya edited. Waktu itu, aku lagi buru-buru cause di warnet /alasan/ Oh iya, lanjutin dong fic O-Sora nya. Aku akan selalu menunggu . Thanks for your fav and follow. Review lagi ya~ :3
Guest : Yuuko-neechan, sesuai permintaan kamu di inbox, aku udah memasukkan Yukimura di sini :3 da juga, terima kasih karena udah memberikan kritikmu di kotak review saran nee-chan sangat membantuku loh dalam melanjutkan review X3
Intinya… Arigatou minna mau yang mereview ataupun yang udah membaca fic ini X3
Review, onegai? :D
See you…
Chacha Rokugatsu.
