Saya mohon maaf bila humornya tidak terasa dan di chap ini saya mencoba untuk lebih kerasa humornya.
Oke, enjoy my story...
Back To School
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T aja lah
Warning : AU, OOC, typo, tidak sesuai dengan EYD, garing abis, humor gagal
Chapter 2
Hari Pertama Masuk sekolah – Part 2
Suasana pagi di Konoha School Academy tampak ramai oleh suara - suara para murid baru maupun yang sudah lama, tampak antusias kembali bersekolah setelah libur cukup lama.
"Wah! Muridnya kelas 1 ternyata banyak juga ya." Ujar Naruto terkesan sambil memandangi para murid yang berseliweran melewati gerbang sekolah.
"Oh, Naruto ya." Ujar Neji yang baru datang bersama dengan Lee dan Tenten.
"Oh, ternyata kalian, Neji, Lee, Tenten, udah lama juga yah." Ujar Naruto kepada mereka bertiga.
"Tumben Naruto pagi – pagi gini udah dateng." Tanya cewek bercepol dua Tenten.
"Ya, gitu deh." Jawab Naruto gak jelas maksudnya apa.
"Bagus Naruto, kita tunjukan semangat muda kita. Ahhh!" ujar Lee sambil mengeluarkan api di sekujur tubuhnya.
'Lee gitu loh!.' Batin Naruto, Neji, Tenten sweatdrop.
"Ya udah Naruto kita duluan." Ujar Neji kemudian menarik Lee yang masih semangat membara.
"Yaa! Semangat." Teriak Lee yang sedang diseret oleh Neji
"Dah, Naruto." Ujar Tenten sambil ikut menarik Lee.
'Pagi yang damai.' Batin Naruto.
"Oyy, Naruto." Seruan itu berasal dari seorang cowok berambut jambrik berwarna coklat dan memiliki tato segetiga terbalik di kedua pipinya. Ialah Kiba Inuzuka. Disampingnya ada sahabat terbaiknya seekor anjing putih besar bernama Akamaru.
"Kiba! Lho bangun pagi juga." Seru Naruto. Kenapa mereka teriak – teriak yah padahal deket gitu.
"Iya nih." Jawab Kiba
"Tapi, gak salah tuh bawa akamaru ke sekolah, kan dilarang bawa hewan ke sekolah?" tanya Naruto.
"Ohh, kalo itu sih gampang timggal masukin ke dalem tas kayak dulu." Jawab Kiba
"Mata Lho buta yah, lho gak liat Akamaru segede macan gitu." Seru Naruto kesal.
"Ahh masa? Tenang aja Nar pasti gak ketahuan, ya kan Akamaru?" tanya Kiba
"Guuukk!" Timpal Akamaru.
'Emang bisa ngerti yah?" batin Naruto heran.
"Ya udah Nar gue duluan." Ujar Kiba sambil meniggalkan Naruto.
"Yosh! gue juga." Ujar Naruto kemudian memasuki gerbang sekolah.
WAKTU UPACARA
Semua murid sudah berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara senin pertamanya di sekolah baru. Shizune melirik jam yang ada ditanganya menunjukan pukul 07.29.
"Oke, harap tenang semuanya upacara akan segera di mulai." Seru Shizune selaku koordinator upacara menenagkan para murid yang mulai riuh.
Upacara pun berjalan dengan khidmat semua murid tampak serius mengikuti upacara bendera ini. Sekarang tiba saatnya untuk sang kepala sekolah untuk meyampaikan sepatah duapatah kata kepada murid – muridnya. Kepala sekolah kita ini adalah seorang wanita berumur 53 tahun tapi wajahnya tampak 20 tahun lebih muda. Dan dia juga memiliki tubuh yang sempurna dan dada yang besar yang membuat semua laki – laki yang ada di sana meneguk ludahnya masing – masing.
"Selamat pagi murid – muridku." Ujar sang kepsek sekseh.
"Pagii!" balas semuanya.
"Perkenal kan nama saya Tsunade kepala sekolah di sini, jadi saya ...bla..bla.." Tsunade pun mulai berpidato panjang lebar.
20 menit berpidato...
Tenang masih kuat belum ada yang tumbang.
30 menit berpidato...
Barisan udah goyang – goyang, ada beberapa siswa siswi yang tumbang di bawa ke UKS.
1 jam berpidato...
Terdengar rintihan – rintihan dari para siswa siswi yang menyayat hati.
"Tidakk! Peirching gue pada lepas." Ujar Pein histeris.
"Oh, No! Keriput gue nambah panjang." Ujar Itachi heboh.
Ternyata para anggota akatsuki udah pada dateng dari tadi pake mobil MEWAHnya Itachi.
"Ahh! Rambut gue mati rasa"
"Tolonggg."
"Help Meee.."
"Argh tidak.."
BROOT!
Di tengah – tengah erangang para siswa terdengar suara yang ganjil yang menyerupai suara kentut. Orang – orang seketika melirik kearah Kisame yang wajahnya mirip Lagi nahan boker. Merasa dilihat oleh semua orang Kisame hanya bisa nyegir dan langsung ngacir ke WC.
"...cukup sekian dari saya." Ujar Tsunade mengakhiri pidatonya.
Akhirnya setelah 1 jam 24 menit 58 detik, Tsunade mengakhiri pidatonya ekstrimnya yang menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Upacara tetap dilanjutkan dilanjutkan meski para peserta upacara berkurang setengahnya. Upacara yang singkat itu pun berakhir pada pukul 9 tepat.
"Parah banget tu upacara." Ujar Naruto kepada seorang cewek berambut pendek seleher berwarna hitam di hadapannya. Ngomong – ngomong kelas Naruto adalah 2-C.
"Ah masa, menurutku sih biasa-biasa aja." Balas cewek yang bernama Yukari itu.
"Ya kalo lho kan cewek gorila." Ujar Naruto dengan suara yang pelan..
"Apa Lho Bilang!?" tanya Yukari garang.
"Gue gak bilang apa – apa." Jawab Naruto, bulir – bulir keringat mulai terlihat di dahi Naruto.
'Cih, ko kedengeran yah.' batin Naruto.
"Eh, ngomong – ngomong kenapa kelas kita banyak bangku yang kosong?" tanya Yukari.
"Mana aku tahu, mungkin lagi pada be'ol." Jawab Naruto.
"Yang normal apa, masa be'ol." Ujar Yukari.
Bersamaan dengan itu Kakashi – sensei memasuki kelas.
"Pagi anak – anak." Sapanya.
"Pagi!" murid – murid pun menjawab dengan kompak.
"Semuanya kita kedatangan murid baru." Ujar Kakashi
"Sensei apakah banyakan." Tanya salah seorang siswa.
"Iya, untuk yang di luar silahkan masuk." Ujar Kakashi mempersilahkan.
Yang pertama seorang cowok yang memakai peirching yang tampangnya mirip kepala preman di pasar. Kedua seorang cewek cantik berambut biru plus memakai jepitan berbentuk bunga di rambutnya. Rupanya murid pindahan itu para akatsuki.
"Oyy, ngapain kalian di mari!?" Naruto langsung berdiri sambil menunjuk satu persatu member akatsuki.
"Ya sekolah lah masa mau bajak sawah."
Kakashi yang sebagai penguasa di kelas itu pun menenangkan Naruto yang nunjuk – nunjuk mulu dari tadi. Kakashi mempersilahkan untuk para member akatsuki untuk mengenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Pein, saya juga sebagai ketua dari geng akatsuki." Ujar Pein dengan suara yang di serak – serakkan biar keliatan keren, tapi bukannya keren malah kayak preman yang lagi malak nenek – nenek.
'Hahaha, pasti semuanya terpesona sama gue, wong Peirching gue udah di ganti sama yang lebih keren, yang tadinya warna hitam jadi warna black.' Batin Pein pede.
"Jadi ini akatsuki, ketuanya ko kayak preman yang pernah malak gue dipasar." Ujar salah seorang murid yang ada disana. Pein hanya bersiul – siul pura – pura gak denger karena emang Pein yang malak tu murid.
"Ngaku – ngaku kali, mungkin dia tukang kulinya akatsuki."
"Peirching banyak amat."
"Ngambil dari besi bekas septitank kali."
Muncul perempatan di dahi pein mendengar komentar – komentar yang di tujukan ke arahnya. Jika saja tidak ada suara merdu nan indah yang menenangkan hati dari Konan yang berkata "Sabar jangan termakan emosi.", Pein pasti sudah teriak – teriak bilang "Shinra tensei! Chibaku tensei!" Berharap orang – orang tadi celaka setelah dia menyebutkan nama jurus tersebut, sayang dia hanya manusia normal.
"Perkenalkan Nama saya Konan, saya satu – satunya perempuan di akatsuki, sekaligus wakilnya."
"Cantik yah jauh banget sama yang tadi."
"Iya kalo di sandingin kayak Beauty and The Beast."
Kalimat yang tadi di ucapkan bikin nge-jleb banget tepat ke hati sang leader.
"Nama saya Deidara, anda senang mercon, tapi gak tau belinya di mana, hubungi saya harganya terjangkau." Ujar Deidara sekaligus promosi.
"Aku Sasori salam kenal." Katanya cool.
"Kyaa! Gantengnya."
"Imut banget."
"Sensei celanannya melorot tuh." Itu hanya kalimat seorang murid kepada gurunya yang tetap tidak bisa menandingi kehebohan para cewek.
"Aku Uchiha Obito sering di panggil Tobi, salam kenal semuanya." Ujar Tobi sambil dadah – dadah kesemua orang yang ada di kelas.
"Aku Kisame." Ujar kisame singkat.
"Aku Itachi salam kenal." Kakashi dan semua murid disana menanatap heran kearah Itachi. Kakashi sebagai penguasa di kelas itu mencoba meluruskan keheranan yang melanda seluruh kelas.
"Itachi ko disini, bukannya di kelas tiga?"
"Saya minta ke kepala sekolah untuk turun kelas." Itachi menjawab dengan bangganya, rupanya otak Uchiha yang satu uni mulai somplak. Itachi jadi teringgat ketika meminta usul kepada kakeknya.
FLASHBACK
Malam itu di sebuah ruangan milik kediaman Uchiha, di sana ada dua orang yang berbeda generasi sedang berhadap - hadapan, yang satu pada zaman sekarang atau anak muda sedangkan yang satunya lagi pada zaman perang alias TUA BANGKA. Mereka berdua saling menatap kira – kira sampai 10 akhirnya sang kakek angkat bicara.
"Ada perlu apa cucu ku." Mbah Madara bertanya dengan muka yang angker – angkerin. Pada saat Itachi akan menyampaikan maksudnya keburu di potong oleh kakek Madara.
"Apakah kau meminta cara memikat seorang gadis."
Ketika Itachi hendak menjawabnya dan mulutnya pun sudah mangap lagi – lagi di potong oleh mbah Madara.
"Ayo cepat bilang sama mbah." Itachi yang udah kesel dari tadi mau ngomong di potong mulu. Akhirnya mengeluarkan salah satu jurus andalannya TERIAK NO JUTSU.
"ITACHI MINTA SARAN BIAR TURUN KELAS!" mbah Madara sampai terguling dari duduknya dan berteriak "Kyaa!" kayak anak cewek, untung tu kakek renta gak kena serangan jantung.
Mbah Madara langsung kembali ke posisi duduknya semula pura – pura gak ada apa – apa padahal dalam hati udah teriak – teriak alay.
"Kalo itu sih gampang cu, sudah minta ke kepala sekolah." Mbah Madara kembali memamsang wajah angkernya.
"Sudah mbah tapi gak dikabulin."
"Itachi tinggal siapin air di panci masak sampai mendidih, terus masukan labu siam, kacang panjang, jangung manis ke dalam panci lalu tambahkan gula dan garam secukupnya dan jangan lupa buah asamnya, aduk hingga rata, lalu matikan kompor bila sudah masak, bila ingin pedas bisa tambahkan cambai."
"Jadi itu ramuannya mbah?"
"Bukan, itu cara membuat sayur asem." Jawab mbah Madara Innocent.
Itachi makin geregetan menahan kesabarannya yang hampir melewati batas normal menghadapi tingkah pola kakeknya ini.
"Ini yang serius, Itachi kamu tinggal bilang ke kapala sekolahmu ada yang naksir, di jamin sukses." Kali ini mbah Madara menggunakan wajah bijaknya.
Ya elah simple banget, kenapa harus muter – muter segala. Inner Itachi sweatdrop.
Sebelum meninggalkan ruangan itachi tidak lupa mengucapkaan terima kasih sebagai mana di ajarkan oleh orang tuanya.
Keesokan harinya...
Itachi berniat mempraktikan saran dari kakeknya itu, dia pun bergegas pergi keruang kepala sekolah. Sesampainnya di ruang kepala sekolah Itachi langsung mengetuk pintu.
TOK! TOK! TOK!
"Ya, silahkan masuk." Suara dari seberang pintu mempersilahkannya masuk. Itachi langsung masuk.
"Sudah ku bilang Itachi kamu tidak bisa turun kelas." Ujar kepsek sekseh
"Tapi bu paman saya naksir sama ibu, orangnnya ganteng." Ujar Itachi mulai mempraktekkan saran kakeknya.
"Ah, yang bener namanya siapa?" tanya Tsunade antusias.
"Tapi ibu harus nurunin kelas saya ke kelas 2-C."
"Oke." Jawab Tsunade sambil mencatat nama Itachi dan kelasnya.
"Terima kasih bu." Ujar Itachi sambil melengos pergi.
"Sialan kau menipuku." Teriak Tsunade.
END OF FLASHBACK
Masih dalam sesi perkenalan sekarang saatnya giliran Hidan untuk memperkenalkan diri.
"Yo nama gue Hidan." Ujar Hidan dengan tangannya di belakang kepala sok – sok keren.
"Gak salah tu dia masih SMA."
"Iya muka Om – Om gitu pantesnya jadi tukang kebon."
"Apa lho bilang?!" Kuping Hidan panas mendengar komentar – komentar yang mengarah padanya.
Kita tinggalkan Hidan yang masih mencak – mencak sambil ngeluarin bahasa kebun binatangnya, selanjutya giliran Kakuzu.
"Perkenalkan namaku Kakuzu, aku paling pandai menyimpan uang jadi jangan sungkan menitipkan uang kalian padaku." Kakuzu memperkenalkan diri sekaligus modus.
"Hei, hati – hati dia itu rentenir plus koruptor top kelas hiu, jadi jangan nitipin uang ke dia."
"Iyah, terus ngapain pake cadar segala emangnnya kita lagi di gurun apa."
"Mungkin dia ngepens sama pemeran utamannya di film Ayat – Ayat Cinta yang pake cadar."
Komentar – komentar para murid agar uangnya pada selamet.
Next Is Zetsu
"Perkenalkan nama saya zetsu, saya sangat suka tanaman." Zetsu memperkenalkan diri."
Dan yang terakhir Kisame.
"Pak ada hiu nyasar." Seru salah seorang murid kepada Kakashi sambil menunjuk Kisame dengan jempol kakinya. Njir kurang ajar banget.
"Woy! Gue manusia." Ujar Kisame sewot.
"Tapi ko badannya biru."
Mendengar perkataan dari murid tersebut Kisame langsung pundung di pojokan sambil bergumam sambil menitikan air mata "Hiks...hiks...DJ kenapa kau mengutuku seperti ini.".
Kakashi langsung mengambil alih.
"Yang sedang pundung di pojokan itu namannya Kisame, akatsuki silahkan kalian boleh duduk."
Para akatsuki langsung duduk di tempat yang kosong. Pein duduk dibelakang Naruto, Konan duduk di samping Pein di belakang yukari. Zetsu, Tobi, deidara berurutan duduk di sebelah Pein dan Itachi duduk di sebelah sisanya duduk di belakang,
"Baiklah pelajaran akan segera di mulai."
Kelas 2-C pun memulai pelajarannya.
.
.
TBC
.
.
Wah...untuk chapter 3-nya masih di part nih. Untuk yang sudah review walaupun sedikit saya ucapkan terima kasih
