The Adventure of Jimmy Neutron, eh The Adventure of Soemi Seta
Chapter 2
"Wah, banyak banget sih yang kangen kita-kita!" Seru Fauntleroy dengan gr setinggi langit.
"Maaf karena kesalahan teknis di sekolah bernama Ujian Akhir Semester, Fauntleroy dan Walter ngak bisa update!" Seru Walter.
"Tapi, sepertinya kalian antusias banget dengan fic ini, dengan shoutout yang cukup banyak!" Tambah Fauntleroy.
"Sp-Cs, Hahaha, satu lagi fanfic yang cross gender di fandom ini, ayo memajukan Fandom Persona kita!" Balas Walter.
"Yuuji Narukami, SPJ banget reviewnya, kami akan mencoba update sebisa mungkin, terima kasih atas reviewnya!" Balas Fauntleroy.
"Etro, Ma kasih atas reviewnya, meskipun tidak nginep, kita juga bisa bikin fic dikit-dikit kok pas istirahat."
"Guest, Fic kami tidak terlalu epik kok, masih banyak fic yang lebih epik. Tapi terima kasih!"
"NYX, Oh tidak mother of shadows, jangan suruh kita bikin yuri. Hahaha, just kidding, mungkin yurinya di chapter depan dan tidak terlalu epik seperti di fic rated M."
"Plester-Hiko, Mamen, gomen, fic "Minato Lost in Plaza Indonesia" cuma bisa jadi draft, tapi mungkin akan keluar jadi oneshot doang kapan-kapan."
"fmn ferdian, Hahaha, setuju, kebanyakan dengerin lagu boyfags xD. Terima kasih atas reviewnya, kami akan terus mencoba membuat humor yang lebih gaje meskipu susah karena harus diimbangi storyline yang jelas."
"Oke, itu saja shoutout nya!" Kata Fauntleroy.
"Selamat Menikmati(?) Fanfic gaje ini, yang humornya maksa, ngak tentu, garing, gaje, ngak konsisten dan lain-lain."
"Soemi!" Teriak Kinshiro Moe-oroka, guru perempuan nista yang berwajah paling jelek *dihajar pake gigi* maksud berwajah paling moe-moe chibi-chibi dan cantik sesekolahan, sering dipanggil Moe Queen karena gigi depannya yang maju seksi, rambutnya yang tidak pernah disisir dan bajunya yang sangat up to date. "Pr kamu yang halaman 20 bagian F mana?"
Karena Soemi itu masih di dalam dunia mimpi, otomatis dia sama sekali enggak tau kalo dia itu enggak ngerjain pr."Ngak tau pak, eh bu."
"Beraninya kamu panggil gua bapak, emang gua bapak lo apa?" Respon Moe-oroka. "Sekarang, kalian semua harus dihukum." Teriaknya seperti anggota ke-49 AKB48. "Kita adakan ulangan Sejarah dadakan!"
"Uapaa?" Respon seluruh anak 2-B, bukannya karena ulangan mendadak, tapi beraninya Moe-oroka nge-host ulangan sejarah padahal dia itu guru Filosofi.
"Cepat keluarkan selembar kertas berukuran A5 berwarna putih bergaris, tidak boleh ada coretan, salah, contekan, nomor harus urut dan harus pake pulpen!" Perintahnya panjang lebar.
"Boleh pake pensil enggak?" Tanya Mosuke.
'Ini anak tolol ato bego' ya?' Guman Moe-oroka dalem hati. "Harus pake pulpen sayangku..." Jawabnya ke Mosuke dengan wajah imut yang membuat seluruh kelas terinfeksi muntaber.
"Tapi pak, katanya enggak boleh dicor—
"Nomor satu!" Moe-oroka udah enggak care, otomatis seluruh kelas langsung cepat-cepat mengambil alat ujian mereka. "Dimanakah letak kerajaan Sriwijaya?"
"Astagfirullah, Sriwijaya apaan?" Kata Mosuke.
"Kita tinggal di Jepang kok pake kurikulum Indonesia ya?" Respon Soemi.
"Okeh, selesai enggak selesai dikumpulkan!" Teriak Moe-oroka yang membuat anak kelas 2-B berpikir 'guru macam apa ini?'
"Bu! Kok cuma satu nomor?" Protes Chie.
"Susah lagi," tambah Ryoukiko.
"Kita harus hemat waktu, karena sebentar lagi—
Kriiiiiing, tanda bel pelajaran pertama berakhir. Moe-oroka sang guru chibi-chibi-moe-moe-cheribel-bren-niuw-dei langsung saja ngacir dari kelas karena dia ada konser di brotherland (baca: Tanah Abang). Anak-anak 2B langsung saja bersyukur. Ada yang sembah sujud, ada yang solat tahajud versi siang, ada yang akan mengadakan syukuran di rumahnya masing-masing dan semua hal yang berhubungan dengan syukur karena pelajaran bu Moe-oroka hari ini berakhir. Tapi, kebahagiaan itu rusak, setelah guru biologi hentai, Noriko Trasiwangi datang ke kelas.
"Selamat pagi anak-anak!" kata Trasiwangi saat masuk ke kelas. Semua orang sweatdrop melihatnya, tapi Soemi, yang baru pertama kali, langsung muntah enggak jelas melihat guru cowok memakai celana pendek ketat, blouse ungu janda yang sengaja tidak dikancingi di bagian atas dan lain-lain. Dia seperti penari striptease trap ato semacamnya.
Guru nista tersebut duduk di atas meja, "bagaimana seeh kalian? Masak ulangan kemaren tentang sistem reproduksi manusia jelek-jelek semua.
"Hah, ulangan?" Kata Soemi. Kemaren dia masih jadi cowok, jadinya dia merasa tidak ikut ulangan.
Nilai-nilai ulangan bervariasi bagaikan pelangi, ada yang remed, ada juga yang enggak, ada yang bagus ada pula yang negatif, tapi yang paling mengejutkan adalah Mosuke yang enggak bisa apa-apa mendapatkan nilai sempurna, 100.
"Soemi-soemi, aku dapet 100!" Kata Mosuke riang!
Soemi tidak terkejut, jelas ini adalah mata pelajaran favorit Mosuke, eh Mosuke.
"Soemi!" Teriak Trasiwangi, menandakan bahwa nilainya telah dibagikan. Betapa terkejutnya Soemi hanya mendapat 63, tapi pantas saja. Soal nomor 1 adalah 'Gambarkan organ reproduksi perempuan dan tunjuk bagian-bagiannya!' secara Soemi enggak bisa gambar.
"Ryoukiko, nilaimu hanya 40," kata Trasiwangi. "Kamu harus ikut pelajaran tambahan nanti malam, di rumah saya, jam 9. Kita akan mempelajari sistem reproduksi manusia..."
Mendengar hal itu, Ryoukiko langsung menampar Trasiwangi dan karena sakit hati modusnya ditolak mentah-mentah, Ryoukiko harus dihukum berdiri di luar kelas.
"Bu Trasi, remednya kapan?" tanya Soemi.
"Who, Trasi? Soemi, kamu harus panggil saya Mister Tracey." Kata Trasiwangi membuat muntah.
"Mister Tracey, kapan remednya?"
"Mau tugas ato praktek(!)?" kata Trasiwangi.
Otomatis, semua anak 2-B dengan warasnya memilih tugas.
"Kalo mau tugas, kalian harus meringkas singkat 100 halaman folio tentang sistem pernafasan manusia (lah?) dikumpulkan besok.
"Lah, Ryukiko aja dapetnya yang enak-enak (maksud lo?)" protes Soemi.
"Ryukiko kan ganteng."
Hati Soemi langsung saja seperti tercabik-cabik menjadi 100 bagian. Padahal, saat menjadi cowok, dia adalah Prince Charming Yasogami High. Sekarang, kegantengannya aja kalah sama Ryukiko.
Karena pelajaran yang lain enggak penting ato enggak jelas, Author pun sangat malas menulisnya. Kita akan skip ke adegan di mana anggota Investigation Team di rooftop saat istirahat. Shie membelikan teman-temannya ramen instant dari warung kopi di luar gerbang sekolah.
"Shie, ramenku mana?" Tanya Mosuke.
"Sebentar, dibagiin dulu..." Jawab Shie. "Ramen rasa sate Madura buat Kanjita."
"Asik, aku suka banget sama hal-hal yang berhubungan dengan Madura! Ngomong-ngomong Madura itu di mana ya?"
"Madura itu di sebelahnya Norwegia, Kanjita," respon Mosuke sok pintar.
"Uwaa, ternyata Mosuke-chan-senpai tahu. I love you pull!" Respon Kanjita sembaring memeluk Mosuke (kalo versi cewek mereka pelukan kayaknya ngak apa-apa, tapi kalo versi asli mereka?).
Entah mengapa, Soemi enggak suka kalo Kanjita memeluk-meluk Mosuke.
"Udah, jangan jadi pada lesbi... Ramen rasa coklat buat Naoto." Kata Shie sambil memberikan ramen ke Naoto. "Rasa tahu goreng asem manis buat Ryoukiko." Tapi saat Shie memberikan ramennya, Ryoukiko malah merunduk. "Ryoukiko, kamu kenapa?"
"Aku... Aku dicampakkan Shie..."
"Alah, itukan emang Pak Tracey yang gila gendeng gitu... Untung kamu enggak ikut pelajaran tambahan, kalo enggak salah, Ebihara Sai dan Ozawa Fuyuki pernah masuk trap itu..." Jawab Shie mencoba menenangkan. "Kamu harus bilang Alhamdullilah."
"Terima kasih bro..." respon Ryoukiko yang sepertinya mendapat pencerahan.
"Sekarang, ramen rasa jeruk buat Soemi." Kata Shie.
"Asik, ramen dengan rasa buah favoritku yang ke-14." Jawab Soemi.
"Ramen rasa Fillet Mingon buatku dan ramen rasa Soyjoy low fat high protein buat Krisye."
"Inilah jalan untuk makan ramen banyak-banyak tapi tidak gendut." Jelas Krisye memberikan tips dan teori tentang kecantikan.
"Dan terakhir, ramen rasa koyor buat Mosuke." Kata Shie.
"Koyor?" Respon Mosuke terkejut. "Aku kan mintanya Opor Sapi."
"Mana ada rasa opor sapi, adanya rasa opor ayam, sate kambing, nasi padang, coklat, stroberi, vanilla dan lain-lain. Tapi enggak ada opor sapi."
"Ada kalo, kamu belinya di Junes, di bagian ramen rasa eksotik," respon Mosuke sambil teriak.
"Jadi, gue harus ke Junes gitu," Titah Shie ngajak berantem.
"Ya, minimal kalo enggak ada rasa opor sapi beliin yang rasa lain yang aku suka kek, kayak duren." Jawab Mosuke blablakan.
"Mana gua ngerti rasa favorit lu, yang jelas koyor berima dengan opor. Jadi kalo kamu suka opor, kamu juga suka koyor. Bentak Shie dengan keras.
"Hei! Kamu tidak boleh membentak Mosuke-chan-senpai!" Kata Kanjita.
Melihat pertarungan yang tak berakhir ini, Krisye membeli popcorn di warung sebelah untuk menonton adegan drama yang di dramatisir tersebut. Ryoukiko juga sampai jatuh ke suasana saat menontonnya. Tapi ada yang tidak tertarik.
"Nanti kita jadi ke TV world kan?" Kata Soemi.
"Tentu, kita kan sudah janji sama Teddina." Jawab Naoto.
Kriing, jam menandakan pukul 15.80, pulang sekolah. Tapi bukannya seperti anak-anak yang lain, les di mana-mana, ikut kegiatan eskul atau minimal langsung pulang ke rumah, takut kalau ibu khawatir. Anggota IT, Soemi, Mosuke, Shie, Kanjita, Ryoukiko, Krisye dan Naoto malah pergi ke mall. Tapi bukan mall biasa pada umumnya, mereka pergi ke mall aneh bin ajaib bernama Junes. Tapi bukanny untuk ditraktir makan ato belanja baju seperti anak SMA pada umumnya, mereka pergi ke Food Court untuk duduk-duduk doang, ngak beli apa-apa plus mereka duduknya berjam-jam, membuat para penjual makanan menjadi sengit karena mereka makan tempat salah satu meja di food court tersebut.
"Teddina!" Teriak Shie. Shie, diikuti anggota lainnya langsung menduduki meja favorit mereka yang deket sama pagar.
"Kenapa kamu manggil kita-kita Ted?" Tanya Mosuke penasaran.
"Iya, padahal kan aku harus sound check di Okina City," tambah Krisye sang idola yang sering dikenal dengan lagunya yang hits, "Tak Gendeng".
"Itulah sebabnya guys," jawab Teddina yang berdandan seperti Alice. "Aku melacak sebuah dungeon baru di Midnight Channel.
"Hah, dungeon baru?" Respon Kanjita penasaran.
"Aku enggak tahu bentuknya apa, tapi yang penting tempatnya memiliki aura yang jahat sehingga aku tidak bisa menelusurinya lebih jauh." Jelas Teddina. "Untuk jaga-jaga, kita akan membutuhkan senjata-senjata up to date dari toko old lady Dey-Dara dara obat-obatan dari old man Si-Roku.
"Ok kita harus ke sana, tapi kita butuh perlengkapan yang selengkap-lengkapnya!" Meskipun di dalam tubuh cewek, Soemi harus tetap menjaga imagenya seperti leader sungguhan!
"Bagaimana kalo kamu aja yang belanja," respon Shie yang laid back.
"Lah tapi—
"Iya, kamu kan yang ngerti kita butuh apa aja." Tambah Mosuke yang kena virus malesnya Shie.
"Iya, tapi shopping district—
"Lagipula kamu yang bawa duit, silakan..." kata Naoto.
Akhirnya Soemi terpaksa belanja sendiri.
"20 lembar Macca Leaf, 30 botol ointment, 5 SoMay dan 30 balsem kehidupan." Jelas Soemi di apotik, toko kelontong dan pengobatan herbal Old Man Si-Raka.
"Oke, semuanya menjadi," 198 ribu yen, dipotong pajak menjadi 200 ribu yen dipotong diskon jadi 250 ribu yen." Kata Old Man Si-Raka sambil memasukkan botol-botol obat ke dalam kantung plastik. Entah mengapa kalo kata dipotong membuat harganya nambah.
"Oke, pake kartu kredit ya," Untung saja Soemi sempat mengambil kartu kreditnya Mosuke, secara dia kan Princess of Junes.
Setelah membeli obat-obatan di apotik Old Man Si-Raka dan persenjataan mutakhir dari Blacksmith Old Lady Dey-Dara, tinggal satu lagi task Soemi, nanya Igor dan Margaret tentang keanehannya di dimensi ini dan bagaimana cara nya keluar.
Akhirnya dia membuka pintu velvet room di dekat toko buku. Semoga saja Igor, atau versi cewek dari Igor bisa menjawabnya.
Setelah cahaya putih-biru memudar tiba-tiba, "Agghhh! Setan!" Soemi menunjuk ke orang yang berambut panjang yang duduk di tengah.
Ternyata, Igor, atau versi ceweknya sedang duduk dengan baju pesta bewarna merah ketat (kalo cowok pake jas, versi cewek Igor pake gaun) yang berkilau menyebabkan silau. Wajahnya hidungnya masih panjang kayak jalan Anyer-Panarukan, Tapi rambutnya juga uban panjang berkilau kayak di iklan Pantene dan dia sedang meminum bukannya wine tapi kiranti(?).
"Sial, aku bukan setan! Aku Igloria, sang fuser persona yang kecantikannya tiada tara, selamat datang di velvet room, namaku Igor dan assistenku yang satu ini—
"Marshall-Let, dan apa yang bisa ku bantu?" Soemi mendelik, Margaret yang satu beda perubahannya sama Igloria. Marshall-Let malahan cakep, rambutnya pendek dan mukanya bersih seperti Margaret pada umumnya, masalahnya dia brewokan(!).
"Aku mau nanya sesuatu Gor."
"Please deh chiin, panggil gue jangan Gor, nanti jadi batagor, kyu kyu kyu." Jawab Igloria yang membuat Soemi muntah. "Kamu boleh panggil eikye Gloria atau The Girl of Your Dream(?), tapi jangan Gor.
"Gloria, kau mau nanya, apakah kamu ngerti apa yang terjadi di dimensi ini?" Tanya Soemi setelah wudhu untuke mnghilangkan najis dari omongan Gloria.
Igloria meneguk kirantinya sekali lagi, "Kyu kyu kyu, benar aneh kan dunia ini, ada banyak dimensi tapi semuanya berjalan menuju satu arah, menuju ke kehancuran abadi.
Soemi sangat ngak ngerti apapun yang diomongin Gloria, dia 'ketiduran' terus di pelajaran Filosofi, apalagi dengan gurunya Ms. Kinshiro Moe-oroka. "Jadi apa Glor?"
"Yang kukatakan adalah bahwa tidak mungkin kita bisa berpindah dari dimensi ke dimensi tanpa alasan yang belum terpenuhi."
Soemi mendelik, Igor yang satu ini kerjaannya ceramah gaje, tapi sama sekali enggak ada hubungannya dengan pertanyaannya, "Marga, eh Marshall-Let, gimana kamu bisa tahan sama dia.
Marshall-Let mengangkat kakinya ke meja, "Bro, aku udah naik limosine ini bertahun-tahun sama PSK gendeng ini, dan aku hanya punya satu alesan, aku dibayar."
"Ternyata Margaret/Marshall Let itu mata duitan," Tanya Fauntleroy.
"Jelas, emang nge summon persona ngak pake banyak duit apa?" Jawab Walter.
"Berarti loe ngerti apa yang diomongin Igloria?" Tanya Soemi.
"Iya, Igloria bilang kalau kamu ingin pergi dari dimensi gaje ini, kamu harus menyelesaikan masalah di dimensi ini sebelum balik." Jawab Marshall Let berteori ria kena virusnya Naoto.
"Lah, kamu tahu kalo aku dari dimensi lain?" Tanya Soemi terkejut.
"Iya, cuma satu orang yang berani manggil Igor 'Gor'. Yaitu Souji Seta." Jawab Marshall Let.
"Akhirnya, ada seseorang yang ngerti! Terimakasih Igloria, Marshall-Let!" Respon Soemi sambil mengarah ke pintu keluar.
"Ingat gadis muda," panggil Igloria. "Pintu baru akan tertutup apabila dia sudah menyelesaikan tugasnya.
"Berarti, kayak di P3 The Answer dong?"
"Betul," Jawab Marshall-Let.
"Berarti aku harus nyelesaiin tugasku di sini baru aku bisa balik ke dimensi Souji Seta, Prince Charming dari Yasogami High.
"Inilah kawan-kawan, dungeonnya tepat di depan," Kata Krisye yang sedang memakai Panzer-On. Personanya gede kayak Panzer dan dia pake Wajanbolic E-Goen sebagai pengganti satelitnya Kanzeon.
"Uggh, Auranya tebal sekali." Respon Teddina sambil batuk-batuk.
Dungeonnya seperti bangunan apartemen tinggi yang tak berujung, auranya bewarna merah pink dengan bau yang tidak sedap dan sangat tebal sekali, membuat pengelihatan terbatas.
"Aku sepertinya tidak bisa membuat gelombang Panzer-on lebih jauh dari sini, Auranya terlalu tebal." Kata Krisye. "Aku mungkin tidak bisa membuat support yang memadai dari luar sini."
"Tapi kamu bisa membuat support dengan jarak terbatas kan?" Tanya Naoto, dijawab dengan anggukan. "Kalau begitu, kamu ikut saja kita masuk, dengan begitu kamu bisa memberikan support jarak dekat." Naoto berteori ria seperti biasa, dan seperti biasa tidak ada yang mau dengerin.
"Ahh, ide yang bagus, berarti semuanya masuk ke dungeon kan?" Puji Krisye.
Akhirnya semua anggota IT masuk saja ke dalam dungeon yang aneh tersebut, tanpa tahu bahaya yang akan dibawakannya...
"Yeah sampe di sini dulu karena kehabisan ide, terima kasih atas kesabarannya menanti!"
"Sekarang kalian bisa review, dan kami mau nanya, pairing apa yang bagus di sini?"
Fauntleroy and Walter are Out, Peace!
Author's Cut.
"Hei! Kamu tidak boleh membentak Mosuke-chan-senpai!" Kata Kanjita.
"Loe jangan ikut-ikut Kanjita-chan!" Bentak Shie.
"Lah dia mau ngebela aku kok kamu marahin sih," protes Yosuke.
"Enggak boleh, ini itu one by one, face to face!" Respon Shie.
Kanjita mendelik, "mau face to face ato face to fist?"
"Loe nantang gue, masih adek kelas aja..."
"Nanti kita jadi ke TV world kan?" Kata Soemi.
"Tentu, kita kan sudah janji sama Teddina." Jawab Naoto.
"Kita bikin doujin hentai dari adegan ini mau enggak?" Tanya Ryoukiko.
"Hmm, ide yang bagus. Ceritanya nanti ada yurinya," Kata Naoto.
"Wah, tapi lebih bagus kalo doujinnya itu cross gender," respon Krisye.
"Kenapa?" Tanya Soemi.
"Soalnya orang-orang mayoritas sekolahan kayak Ichijo Koo sama Nagase Naisuke itu kan lebih seneng sama yaoi, jadi membuat adegan yuri dengan cross gender itu akan lebih banyak mendapat keuntungan."
"Jalan ceritanya kayak gimana?" Tanya Naoto.
"Ceritanya itu, Chie, versi cewek dari Shie itu senenga banget sama Yosuke, versi cowok dari Mosuke. Tapi ternyata Yosuke udah pacaran sama Kanji, versi cowok dari Kanjita."
Soemi malah jadi bingung... CrossGender-Ception.
