Heaven's Will
[Paradise Where You Belong part II]
A Remake Story of A Manga of
Satoru Takamiya's Heaven's Will
::::
:::
Casts: Super Junior Yesung, Ryeowook, Siwon
Sub Casts: Eunhyuk, Sungmin
Genre: Friendship, Horror, Fantasy, lil bit Romance
Rate: T
Warning: GS, Typos, DLDR, OOC…
Disclaimer: I don't own anything. This story is belonged to TAKAMIYA SATORU.
::::
::::
Hai, long time no see ya. Mumpung masih bulan syawal, minal aidin walfa idzin ya friends. Ini FF bener2 remake dan nggak gampang ya. Jadi maklumi ya.
Saya nggak mau byk cincong.. silahkan di nikmati aja.. untuk yang belum baca part I nya Klik disini
::
::
Suasana kelas saat istrirahat tidak terlalu ramai. Hanya sebagian siswa saja yang memutuskan menetap di dalam kelas sementara yang lain sudah bertebaran entah kemana.
"Siapa ya yang sedang menunggu disana?" tanya Sungmin pada Eunhyuk yang ada di sampingnya. Saat ini mereka berdua tengah menatap keluar melalui jendela kelas mereka.
"Mirip boneka ya?" timpal Eunhyuk membuat Ryeowook yang berada di depan pintu menoleh.
Gadis itu lantas mendekat pada dua temannya, "siapa sih?"
"itu yang berdiri di gerbang."
Ryeowook mengikuti arah jari Sungmin.
"Yesung-ssi!" teriaknya saat melihat Yesung sedang berdiri di depan gerbang, bersandar pada tembok pagar.
"menunggu Ryeowookie ya?" tanya Sungmin.
"anak itu stalker juga ya?" timpal Eunhyuk.
"Bu-bukan kok."
Dengan terburu- buru Ryeowook segera keluar dari kelasnya.
"Yesung-ssi!" serunya membuat Yesung menoleh.
"Hai, aku datang untuk menjagamu," balas Yesung sambil tersenyum manis.
Deg
Ryeowook bisa merasakan jantung berdetak kencang dan wajahnya yang sedikit memanas.
"go-gomawo."
Ryeowook terdiam sejenak. Memikirkan banyak hal tentang Yesung.
Apa benar Yesung itu namja?
Dia takut pada namja. Tapi… kalau manis begini, mungkin tidak apa- apa.
"Apa tidak merepotkan jauh- jauh datang kesini hanya untuk menjemputku?"
"Tidak apa. Aku kan pernah janji akan melindungimu. Lagipula… aku sudah terima cake imbalanmu."
"Tapi kan jauh sekali bedanya antara cake dengan 70 % pendapatan tahunan," ucap Ryeowook bingung.
"grr.. tidak kok!" jawab Yesung kesal karena diingatkan bahwa dia tidak bisa mendapatkan uang. Namun tiba- tiba yeoja jadi- jadian itu merubah ekpresinya, "cake yang manis dan lembut~… membuat hati bahagia… serasa dimana ya?...ah, pokoknya kalau makan cake itu rasanya seperti di surga deh~," lanjutnya dengan tangan yang saling menangkup dan mata tertutup seolah- olah menikmati keindahan cake.
"kalau begitu, akan ku buatkan yang enak."
"Hore!"
"bagaimana kalau hari ini buat cheese cake?" tanya Ryeowook pada Yesung yang sudah kembali normal.
Yesung diam, tidak merespon. Namja itu tengah memperhatikan seseorang yang sepertinya sedang mengintip mereka.
"Yesung-ssi?" panggil Ryeowook membuat Yesung tersentak. Secara otomatis dia mengulum senyum canggung.
"Ah, boleh. Aku suka sekali cheese cake… ng, Ryeowookie… sejak kecil kamu sudah bisa melihat setan ya?" tanya Yesung hati- hati.
Ryeowook sedikit tersentak namun kemudian ekspresi wajahnya melirih, "iya.. sejak kecil sampai sekarang. Padahal aku nggak ingin melihat mereka."
"Itu karena kamu seorang 'kenki'."
Ryeowook mengeryit, " 'kenki'? apa itu?"
"orang yang bisa melihat setan," jawab Yesung tenang.
"Tapi aku nggak pernah menginginkannya," sanggah Ryeowook.
"itu seperti bakat sih. Ada yang bisa lihat, ada juga yang tidak."
:::
:::
:::
'kenki'?
Orang yang bisa melihat setan?
Aku nggak mau melihat… makhluk-makhluk menyeramkan yang tidak ku ketahui apa tujuannya.
"itu seperti bakat sih. Ada yang bisa lihat, ada juga yang tidak," jawab Yesung-ssi.
"Tapi aku…"
Belum sempat aku menjawab, sebuah bayangan terbang kearah kami. Refleks aku menendangnya.
"Yesung-ssi, bahaya!"
Buk
"Yesung-ssi, baik- baik saja kan?" tanyaku cemas.
"i-iya.. Wookie-ah, gerakanmu tadi… bikin kaget," jawab Yesung-ssi.
"Huaa… Aku gak bisa apa- apa.. padahal waktu kecil sempat melawan mereka… tapi malah babak belur.. huweee."
Aku Cuma bisa nangis. Ukh, aku lemah.
"oh, kamu sudah berjuang ya…. Baguslah kalau sudah berusaha… tapi kekerasan nggak akan menyelesaikan masalah."
Ucapan Yesung-ssi membuatku berhenti menangis. Aku mengikuti pergerakan namja cantik itu. dia berjongkok dan mendekati setan –mungkin – yang tadi ku tendang.
"Bahaya!" seruku namun dia malah tetap tenang.
"Tenang saja."
Tuk…. Tuk …. Tuk
Yesung-ssi mengetuk gumpalan setan tersebut seperti meleleh….
Ah, tidak.. lebih seperti terbungkus plastik.
Eh, muncul sesuatu…?
Ku-kucing?
Bagaimana bisa?
"oh, kamu kucing ya?" suara Yesung-ssi menyentakku. Jadi benar setan itu kucing. Tanpa sadar air mata ku turun.
Bagaimana bisa anak kucing berubah seperti itu?
Apa dia takut?
Apa dia menderita?
"kenapa menangis?" tanya Yesung-ssi padaku. Aku tidak tahu kenapa aku menangis. Mungkin kasihan pada kucing itu atau karena kasihan pada diriku sendiri yang tidak tahu apa- apa.
"Maaf, aku gak tahu apa- apa," sesalku sambil menunduk dalam.
Ukh, kenapa sakit sekali rasanya?
"Sekarang sudah tahu kan?" ucap Yesung-ssi lembut. "Kamu gak bisa Cuma diam dan ketakutan," lanjutnya yang membuatku sedikit tertohok.
"Ta-tapi... aku kan nggak tahu apa- apa." Aku mencoba menyanggah. Ya, selama ini aku tidak pernah tahu seperti apa wujud asli para setan itu.
"Nggak tahu itu hanya alasan dari orang- orang yang nggak mau tahu!"
Ukh, ucapannya begitu menohok ku. Aku nggak mau dengar lagi. Aku berlari. Aku tidak sanggup mendengar kenyataan bahwa selama ini aku memang hanya bisa bersembunyi dibawah ketakutan saja.
"Ryeowook-ah!"
Aku tidak bisa melakukan seperti yang Yesung-ssi lakukan tadi. Aku tidak kuat seperti dia. Aku lemah.
Ya, benar. Aku hanya bisa ketakutan.
::
::
::
"Wookie, ayo pulang."
Ajakan Sungmin membuatku sedikit tersentak.
Haah..
Aku masih memikirkan ucapan yesung-ssi semalam.
"Kamu baik- baik aja Wookie-ah?"
Pertanyaan Eunhyuk ku balas dengan senyum canggung.
"Iya, aku baik- baik aja."
"Serius baik- baik aja? Kamu sering melamun," Sungmin kelihatan cemas. Apa iya aku sering melamun.
"Aku gak apa- apa kok. Minnie sama Hyukkie tenang aja."
Aku tersenyum mencoba memberi ketenangan pada dua sahabatku. Kami berjalan sambil mengobrol, lebih tepatnya Sungmin dan Eunhyuk. Aku Cuma nimpalin sedikit. Dari semalam gak bisa berhenti mikirin Yesung-ssi.
"Eh, ada cowok tuh. Keren."
Aku noleh kearah yang Eunhyuk tunjuk.
Ke-kenapa ada Siwon-ssi?
a-aku takut sama dia.
Grep
Aku tersentak kaget. Tanganku ditarik dari belakang dan kemudian tubuhku diputar.
"si-siwon."
"Yesung bilang 'ucapanku berlebihan'."
Sret
Dia langsung melepaskan genggamannya ditanganku, "nah, sudah kusampaikan."
Aku diam saja. masih bingung dengan apa yang baru terjadi. Yesung-ssi bilang ucapannya berlebihan? Aku masih belum percaya dan masih diam seperti orang bodoh sampai tidak fokus pada ucapan Sungmin dan Eunhyuk.
Yesung-ssi, tidak salah. Aku tahu itu. Meskipun menyakitkan, ucapannya yang kemarin itu benar.
::
::
::
Aku memutuskan untuk minta maaf pada Yesung-ssi. Sekarang aku berdiri di depan rumah angker itu. Ragu antara mau masuk atau tidak. aku baru pulang sekolah langsung kesini. Sungmin sama Eunhyuk sampai bingung kenapa aku sering gak pulang bareng mereka.
Kriet
Aku buka pintunya pelan- pelan. Sepi.
"Selamat siang.."
Eh, gak ada jawaban. Apa gak ada orang ya? Aku kan takut sendiri. Apalagi ini rumah angker.
Bikin cake saja lah. Tapi dapurnya dimana ya?
Rumahnya besar banget. Gaya eropa kuno gitu, makanya buat seram. Ini dapur bukan ya?
Buka aja deh.
Ya Tuhan... i-itu... Si-siwon kenapa gigit leher Yesung-ssi?
Aku gak salah lihat kan?
::
::
::
Ryeowook menilik ke kanan dan ke kiri. Mencoba mencari dapur untuk membuat cake.
"Dapurnya dimana ya?"
Gadis itu melihat sebuah pintu dan dengan rasa penasaran ia membuka pintu tersebut. Remaja kelas dua SMA itu terkejut mendapati Siwon sedang menimpa tubuh Yesung. Lebih mengejutkan lagi ketika matanya menangkap darah yang berceceran di sekitar bibir Siwon.
Ryeowook meramang dalam ketakutan. Gadis itu pergi tanpa menggubris panggilan Yesung. Gadis itu berlari tak tentu arah. Dia ketakutan. Kenyataan yang baru dilihatnya membuatnya merasa sangat takut.
Sementara itu, Yesung menatap kepergian Ryeowook dalam diam. Ada raut sendu di wajahnya.
"Siwon-ah, kejar Ryeowook."
::
::
::
Ryeowook menghentikan larinya. Dia menjatuhkan tubuh lelahnya di jalanan beraspal. Napasnya tersengal. Sembari menetralkan deru napasnya, gadis itu teringat akan ekpresi Yesung yang dilihatnya tadi. seperti ada gurat kesedihan di dalamnya. Mata sipit itu seperti hendak menangis.
Ryeowook meruntuki dirinya sendiri yang lagi-lagi lari dari masalah tanpa tahu kejelasan. Rasa takutnya membuatnya menjadi irrasional. Ia merasa ia harus kembali. Namun gadis itu terkejut mendapati sebuah bayangan hitam besar di hadapannya. Ryeowook menatap bayangan hitam itu dalam diam. Ia tak beranjak semili pun dari tempatnya terduduk. Gadis itu memejamkan matanya saat bayangan hitam itu mendekatinya. Di saat yang bersamaan, Ryeowook merasa tubuhnya ditarik dan ia terkejut menemukan Siwon.
"Ke-kenapa kau menolongku?"
"Yang ku tahu ini hanya perintah Yesung."
Ryeowook memandang takut Siwon, "kenapa… kau menghisap darah Yesung-ssi?"
"Dia makananku. Aku dipelihara olehnya jadi Cuma darhnya saj yang bisa ku minum."
Ryeowook tersadar akan satu hal, Yesung itu kuat dan menakutkan. Gadis itu tiba-tiba berdiri di depan Siwon. Ia merentangkan tangannya dan bersikap seolah melindungi Siwon.
"Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa mengusir hantu itu."
"Aku akan jadi perisaimu. Aku tidak bisa terus lari. Sebaiknya kau pergi sekarang."
Siwon menatap datar gadis di depannya, "memang kau bisa mengusirnya?"
"Bisa.. aku yang akan membantunya."
Ryeowook terkejut mendapati Yesung dengan pakaian lolitanya tersenyum manis. Dia memang kuat, hebat dan menakutkan, tapi Yesung itu baik hati. Ryeowook terpana melihat Yesung membuka kipasnya dan mengucapkan sesuatu yang terdengar seperti mantra.
"Lembut dan lamban menjadi terbebas," Yesung mengayunkan kipas, "lepas dari segala sakit dan derita. Pergilah ke alam sana."
Begitu mantra selesai terucap, bayangan hitam tersebut memudar dan menampakkan sesosok roh yang membuat Ryeowook terkejut.
"Ka-kau kan…?"
::
::
::
"Jadi roh itu stalker mu? Nggak nyangka ada roh yang jadi stalker. Kamu sama sekali tidak sadar ya? Polos banget, sih."
Aku hanya bisa meminta maaf mendengar pernyataan Yesung-ssi.
"Terus, gimana?"
Aku terdiam sejenak, mengingat tentang roh stalker tadi sebelum menjawab pertanyaan Yesung-ssi.
"Setelah itu, dia menyatakan perasaannya padaku. lalu ku jawab "maaf". Sejak awal dia sudah merasa akan ku tolak, jadi dia pun pergi sambil tersenyum," jawabku seraya mengulas senyum kecil.
"Yap. Masalah ini selesai. Mari kita selesaikan masalah kita, Ryeowookie."
Aku menatap bingung Yesung-ssi yang sekarang berdiri di depanku dan raut wajahku tak bisa untuk tak berubah menjadi terkejut saat pertanyaan itu meluncur dari wanita jadi-jadian ini.
"Kau masih takut padaku?"
""Sebetulnya sih, masih takut. Tapi rasa sukaku lebih besar lagi. Maaf sudah menyakitimu. Apa yang harus ku lakukan? Apa kita masih bisa berteman?"
Aku menatap Yesung-ssi yakin. Aku memang masih takut padanya. Dia kuat dan menakutkan tapi selain itu, ia sangat baik padaku.
"Apa kau mau melakukan apapun?"
"Ya!"
Ku lihat Yesung-ssi menyeringai. Perasaanku jadi tidak enak.
"Bagaimana kalau "kau" yang jadi bayarannya?"
"A-apa..?
Aku terkejut saat Yesung-ssi mendudukan dirinya di sofa.
"Padahal aku ingin dapat banyak uang. Tapi selalu gagal karena hantu-hantu sudah kabur sebelum aku mendekat. Jadi tidak bisa kerja."
Aku hanya bisa menatap takjub pada pria ini. Mungkin karena sering menipu dimana-mana sampai hantu pun tahu tabiatnya. Aku tiba-tiba tersentak kaget ketika Yesung-ssi menatapku lewat ujung matanya yang berkilat aneh. Perasaanku semakin tidak enak saja.
"Tapi… karena Ryeowookie seorang 'kenki' dan sering dihampiri setan. Jadi, kau harus kerja sama denganku."
Aku terkejut saat Yesung-ssi sudah berdiri di hadapanku dengan seringai yang membuatnya jadi terlihat ehm.. tampan.
Clap
"Baiklah. Sudah diputuskan. Aku akan jadi bosnya dan Ryeowookie jadi anak buah sekaligus umpan. Karena Cuma aku yang bisa melindunginya dari setan. Betul kan Ryeowookie?"
Apa dia bilang?
Aku jadi umpan?
Tapi.. Yesung-ssi akan melindungiku. Aku tidak perlu takut lagi. Aku harus jadi kuat sepertinya.
"Baiklah. Bos mau kubuatkan cake?"
"mau dong."
"Terus aku bagaimana?" tanya Siwon-ssi yang sedari tadi hanya diam saja. Aku sampai lupa dengan keberadaannya.
"Kamu jadi sekretaris bos. Tugasnya mendampingi bos sekalian jadi anjing penjaga."
"Aku bukan anjing! Aku serigala!"
"Ya.. ya… habis kamu imut sih."
"grrrrhh"
Aku tersenyum melihat Yesung-ssi dan Siwon-ssi. Meski masih takut tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang kehebatan yang dimiliki Yesung-ssi. Meski harus jadi umpan, aku akan membuka semua pintu rahasianya.
END of Paradise Where You Belong
