.

Player Challenge

.

6th FF by : SooLASy Do

.

Cast :

Kim Jongin, Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Huang Zi Tao, Oh Se Hun

Genre :

Drama, Romance, Family, Friendship, Hurt & Comfort, Angst

Rated : T+

Warning! Boyslove. AU! Slash. OOC. Typo. BadStory. Mainstream Story.

Disclaimer :

A chara in this story is not mine, i just borrow their name for developed my imagination. But, idea of the story or this fanfiction 100 percent belong to me.

.

Please Don't Bash Character or Pair in this Story.

Keep Calm

And

Don't Be Warm

.

.

Let's Play Begin~

.

Kai terlihat menganga dihadapan seorang mahasiswa berwajah manis dan bertubuh jauh lebih kecil darinya. Wajahnya menampilkan mimik tidak percaya dengan apa yang ada didepannya kini. Berbeda jauh dengan lelaki mungil itu yang menatapnya dengan tatapan menantang namun terlihat lucu, sambil mengarahkan ibu jari sebelah kanan nya tepat pada wajah tampan Kai.

Jadi sebenarnya apa yang terjadi?

.


XO_LA


.

Mari kita kembali ke setengah jam yang lalu.

.

Kai baru saja sampai di kampus nya. Seoul Art University. Ia keluar dari Audi hitam metaliknya. Dikanan kirinya sudah terparkir dua ferrari dengan warna berbeda. Tampaklah kedua orang lelaki yang keluar secara bersamaan dari dalam sana. Dari arah kanan Ferrari berwarna merah, keluar seorang lelaki dengan badan proporsional berkulit albino yang memasang tampang datar tanpa ekspresi. Sedangkan dari arah kiri dengan Ferrari putih, keluar lelaki lain berwajah oriental khas orang China dengan lingkaran hitam yang mengitari matanya—seperti seekor panda—berjalan keluar menampilkan fashion brand ternama yang dikenakannya.

Kedatangan ketiga lelaki rupawan itu diiringi dengan tatapan penuh kekaguman para mahasiswa dan mahasiswi yang tak sengaja melihat kedatangan mereka. Ketiganya hanya berlalu tanpa rasa peduli dan tersenyum seadanya.

"Haa... Suasana kampus semakin membosankan saja." lelaki bermata panda berkebangsaan China, Huang Zi Tao memulai percakapan.

Mereka berjalan beriringan menuju basecamp mereka. Dance Room.

"Itu karena kau jomblo panda China." Cetus Sehun, pemuda albino dengan tampang datarnya.

"Ya! Kau mengejek ku, eoh?! Sepertinya Rusa mu itu kelilipan saat menerima cinta dari makhluk dingin sepertimu!" Balas Tao tak mau kalah.

"YAK!"

"Hei! Bisakah kalian berhenti berdebat? Memalukan!" Keduanya mengatup cepat bibirnya. Mereka tahu sahabat mereka yang satu ini sedang dalam keadaan yang buruk.

"Oh iya, Kai. Apa kau tak merasa bosan? Sepertinya aku sudah lama tak melihatmu bermain seperti biasa, semenjak target mu yang terakhir. Emm.. Siapa,, emm.. Ah. Ya. Baekhyun. Benar tidak?" Tao bertanya pada Kai yang dibalas gumaman oleh namja itu. "Hmm."

"Kenapa?"

"Aku hanya sedang tak ingin melakukannya." Jawab Kai malas.

"Kau tak merasa bersalah dengan nya, Kai?" Sehun ikut masuk kedalam pembicaraan, membuat Kai menoleh cepat padanya.

"Untuk?" terdengar nada keberatan dari pemuda tan itu ketika mendengar pertanyaan dari Sehun.

"Setelah apa yang kau lakukan padanya, ia tak pernah terlihat lagi di kampus. Ku rasa kau menyakitinya terlalu dalam. Ini bahkan sudah lewat satu bulan. Kekasihku yang mengatakannya padaku." Ucap Sehun panjang lebar.

"Aku tak perduli. Itu bukan urusanku." Ketus Kai mengangkat bahu.

Tao menatap Sehun yang menggeleng melihat respon Kai. "Kau akan menyesal, Kai." Pemuda tan itu menyibukkan diri dengan Ponsel nya, pura-pura tak mendengar perkataan sahabat albino nya itu.

.


.

"Iya. Aku tahu..."

"..."

"Aku baru saja sampai."

"..."

"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Ku pastikan tak kan ada hal buruk yang terjadi padaku selama berada disini."

"..."

"Aku tak kan pernah menarik ucapanku kembali. Aku yakin bisa melakukannya. Kau tenang, Ok."

"..."

"Aku butuh kepercayaanmu, Berry hyung..."

"..."

"Nado..."

Seorang pemuda berparas manis terlihat melangkah melewati koridor kampus dengan kepala tertunduk menatap layar ponsel dalam genggamannya. Ia baru saja memutuskan panggilan telepon yang diterima nya semenit yang lalu. Wajahnya kini menampakkan keseriusan ketika membaca sebuah artikel yang dilampiri foto seseorang dalam Ponsel miliknya. "Kim Jong In?"

.


.

Kai masih saja berkutat dengan Ponsel nya. Ia sedang sibuk membalas pesan dari gadis cantik bernama Krystal yang masih di kencani nya sampai sekarang. Ia sampai tak menyadari seseorang yang juga melangkah dari arah yang berlawanan.

"Kai, A—"

"Aduh!"

"Was." Terlambat. Terjadi tubrukan diantara keduanya. Seseorang yang Kai tubruk bahkan terlihat tersungkur di lantai.

"Ya! Kalau jalan itu lihat yang benar!" Bentak Kai pada pemuda dibawahnya. Pemuda berperawakan mungil itu membalas tatapan Kai. "Kau juga salah tuan pemarah. Lebih baik kau bantu aku berdiri. Appo.." Omel pemuda manis itu sambil mengusap-usap bawah punggungnya yang terbentur.

"Ck. Menyusahkan sekali! Kau merusak Ponselku." Kai mengulurkan tangannya yang di sambut oleh pemuda itu. Setelahnya ia mengambil Ponsel nya yang terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Ah, Iya. Ponsel ku?" Pemuda bermata bulat itu menatap sekelilingnya hingga ia menemukan Ponsel miliknya yang juga terjatuh ketika mereka bertubrukan.

"Well, terima kasih telah menolongku. Tubuhmu besar sekali sih, sampai aku terjatuh seperti tadi."

"Kau seharusnya minta maaf. Bukan berterima kasih. Lagi pula, bukan aku yang salah. Tubuhmu itu yang kecil dan lemah. Seperti gadis saja." Ketus pemuda tan itu.

"Ish. Kau menyebalkan." Pemuda manis itu mencibir imut. Kai memutar bola matanya kesal. Kai baru saja akan melangkah meninggalkan pemuda itu, tapi pergerakan nya terhenti ketika tangan kecil pemuda itu mencegat nya."Tunggu!" Kai berbalik, menatap malas pada pemuda manis itu yang kini melihatnya dengan doe-eyes indahnya.

"Kim Jongin?" Sebut pemuda itu ragu-ragu, namun sukses membuat Kai termangu. Sudah lama ia tak mendengar orang menyebutkan nama aslinya seperti itu. "Nugu?"

"Apa kau Kim Jongin?" Pemuda itu kembali mengulang pertanyaannya.

"Panggil aku Kai." Jawab Kai penuh penegasan. Pemuda itu terdiam sejenak, dan tersenyum setelahnya.

"Ah. Ya. Kau lebih dikenal dengan nama Kai. Aku mengingatnya." Ucap nya polos.

"Siapa kau?"

"Aku? Oh. Perkenalkan aku Kyungsoo. Do Kyungsoo. Salam kenal." Pemuda manis itu memperkenalkan diri dengan ceria. Kai menatapnya tak percaya. Menurutnya pemuda yang mengaku sebagai Do Kyungsoo ini sangat aneh. Ya. Aneh.

"Lalu?"

"Ku dengar, kau seorang Player. Kalau begitu, ayo kita lakukan sebuah permainan." Ucapan polos itu berhasil membuat Kai dan kedua sahabat tampan nya menganga.

.


XO_LA


.

"In one Week,

Let's sweet talk.

Let's play fight.

Let's tell each other good morning and good night every day.

Let's take walks together.

Let's give each other nicknames.

Let's hang out with each others' friends.

Let's go on dates.

Let's teasing each other.

Let's talk on the phone all night long.

Let's hold each other.

Let's kiss and hug.

And whoever falls in love first?

LOSES."

.


XO_LA


.

"Jadi, kau mau tidak? Kau telah membuatku menunggu lama tahu." pemuda manis bernama Kyungsoo itu merenggut sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Kau serius?" Kai tampak meyakinkan.

"Apa wajahku tak menampakkan keseriusan? Lihat wajahku baik-baik. Lihat. Lihat." Kyungsoo menunjukan wajahnya tepat di hadapan Kai. Ia menampilkan mimik seriusnya yang malah terlihat sangat imut.

"Yak! Jangan dekatkan wajahmu seperti itu!" Kai yang melihatnya—entah kenapa—segera memalingkan mukanya. Malu—mungkin?

"Pfft. Wajahmu memerah." Kyungsoo menutup mulutnya menahan tawa.

"Haish. Diamlah. Kau yakin hanya seminggu?" Kai kembali memusatkan percakapan.

"Hn. Hn. Kenapa? Kau takut?"

"Tidak! Dalam kamusku tak mengenal kata itu, tahu!"

"Lalu? Apa masalahnya?"

"..." Kai nampak berpikir.

" Aku yakin bisa membuatmu jatuh cinta padaku dalam waktu seminggu. Bahkan lebih cepat dari itu." Ungkap Kyungsoo membanggakan diri.

"Kau percaya diri sekali." Kai menantapnya sinis.

"Hehe. Aku—harus. Lagi pula,, aku tak punya waktu lebih setelahnya." Jawab pemuda manis itu terdengar ambigu.

"Maksudmu?"

"Ah. Sudahlah. Jadi kau mau kan?"

"Ish. Baiklah." Kai mengangguk terpaksa.

"Yeay! Gomawo..." Sontak Kyungsoo memeluknya cepat. Hanya beberapa detik setelah itu melepasnya kembali.

"Apa taruhannya?"

"Terserah padamu. Aku tak butuh apapun, yang aku mau hanya menang darimu. Itu saja. Kau tak perlu terburu-buru memikirkannya. Pikirkanlah baik-baik apa yang kau ingin kan dariku."

Lagi-lagi hal ini membuat Kai merasa aneh. Apa lagi ini? Pemuda manis yang ada dihadapannya ini yang mengajak bertaruh, tapi sama sekali tak memikirkan hasil taruhannya.

"Aku harus pergi sekarang. Kita mulai nya besok saja, ya... Sampai jumpa nanti, Jongina. Pay~ Pay~"

Kai terpaku di tempatnya, ia seakan terhipnotis pada makhluk manis yang baru saja menampilkan Heart Shape lips mempesona miliknya.

"Kai..." Terdengar suara Tao yang memanggilnya ragu-ragu.

"ya..." Sahut Kai lirih.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Sepertinya tidak. Haish! Siapa sebenarnya dia itu?!" Pemuda tan itu tiba-tiba saja mengacak kasar rambutnya.

'Sial! Dia mencuri start! Ada apa denganku?' ucapnya dalam hati sambil menyentuh dadanya yang tak beres.

.


.

(EXO – Moonlight)

Kai meliuk-liukan tubuh lenturnya mengikuti hentakan musik yang mengalun dari tape recorder di pinggir ruangan. Hari sudah mulai gelap dan ia masih saja memaksakan menari seorang diri di Dance Room. Ya. Sendirian. Dan itu memang merupakan kebiasaannya. Peluh menetes di wajahnya. Tubuhnya pun sudah bermandikan oleh keringat yang nampak seksi di kulit Tan nya.

(EXO-Thunder)

Ia tersentak ketika mendengar musik lain yang berbunyi di tempat itu. Ia sempat melirik kesana kemari mencari arah suara. Ia mengernyit ketika Ponsel nya lah yang mengeluarkan bunyi musik itu. Seingatnya dia tak memakai lagu itu sebagai ringtone Ponsel nya. Ia membuka Ponsel nya dan semakin terkejut ketika disana menampilkan nomor ponselnya. Dengan segera ia mengangkat telepon tersebut.

"Yeoboseyo..." Terdengar lebih dulu suara dari seberang sana. Suara yang baru saja didengarnya hari ini. Do Kyungsoo.

"..."

"Jongina, kau disana kan?" Kembali Kyungsoo bersuara ketika tak mendengar balasan apapun dari Kai.

"Ne."

"Jongina, Ponsel kita tertukar. Bagaimana ini?" Kai nampak memperhatikan Ponsel nya, meneliti. Mungkin memang benar tertukar, karena tubrukan mereka pagi tadi.

"Aku tahu."

"Lalu kenapa kau diam saja. Kau dimana sekarang?"

"Untuk apa?"

"Tentu saja menukarkan Ponsel kita kembali. Kau bagaimana sih!" Kyungsoo terdengar kesal mendengar jawaban Kai yang malah balik bertanya padanya.

"Aku masih di kampus. Tepatnya di Dance Room ujung koridor."

"Oh.. Kebetulan aku juga masih didaerah kampus. Aku akan kesana. Kau tunggu aku, OK. Jangan kemana-mana. Dan jangan lakukan apapun dengan Ponsel ku apapun yang terjadi. Arrachi?"

"Hmm."

Sambungan terputus.

Jongin menghela nafas berat. Ia mengambil handuk kecil dalam tas nya. Mengelap keringat di wajahnya sambil memandang Ponsel di tangannya. Bentuknya sama persis dengan miliknya. Tak dapat di tepis bahwa ia juga penasaran dengan apa yang ada didalamnya. Hanya saja, ia tampak ragu untuk membuka nya atau tidak, mengingat pemuda manis itu melarangnya untuk melakukan apapun dengan Ponselnya.

Setelah perang batin dalam dirinya selesai, ia memutuskan untuk menyalakan layar Ponsel tersebut. Dapat dilihatnya lockscreen perpaduan merah dan hijau bergambar buah Srawberry.

"Ck. Benar-benar seperti gadis. Seleranya buruk." Komentarnya sinis. Ia baru saja akan men-slide buah strawberry itu jika tidak mendengar dobrakan pintu dan langkah kaki terburu-buru. Kai mendongak dan menemukan Kyungsoo yang segera merampas Ponsel dalam genggamannya.

"Ya! Apa yang kau lakukan dengan Ponsel milikku?!"

"Aku tak melakukan apapun." Jawab Kai datar.

"Kau akan, jika saja aku terlambat datang kemari." Kyungsoo merenggut membuat pemuda tan dihadapannya kini terengah menatapnya.

"Kau berlebihan. Mana Ponsel ku?" Pemuda manis itu segera mengeluarkan Ponsel disakunya pada Kai. "Ini."

Kyungsoo menduduki dirinya di sebelah Kai, ia mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan. Hanya ada dirinya dan Kai sekarang. "Eh, Kau sendirian? Apa kau tak kesepian?"

"Tidak. Aku sudah biasa dan aku senang."

"Eii, hidupmu suram sekali. Sama seperti wajahmu, haha." Ungkap Kyungsoo penuh canda. Kai tak menghiraukannya, pemuda tan itu meneguk air dalam botolnya setelah ia kekurangan cairan cukup banyak akibat menari tadi.

"Kau pandai menari?" Celetuk Kyungsoo. Matanya memandang lekat pada Jongin.

"Y-Ya,, begitulah. Aku hanya menyukainya." Ia tak tahu kenapa bisa ia sesulit itu untuk menjawab pertanyaan pemuda manis itu. Bukankah itu hanya pertanyaan biasa?

"Benarkah? Waa... Kalau begitu, tunjukan padaku." Pemuda manis itu bertepuk tangan heboh. Kai yang semula memandanginya, refleks memalingkan mukanya kedepan. "Shireo. Lain kali saja."

"Cih. Pelit sekali." Cebik Kyungsoo dengan bibir bawah yang dimajukan. Kai yang tak sengaja melihatnya tersenyum tanpa sadar.

Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Apa dia kalah sebelum bertanding?

'Tidak mungkin!'

Lebih baik kita lihat saja apa saja yang akan terjadi pada Kai dalam seminggu kedepan. Pastikan Kai akan mendapatkan perbedaan dalam hidupnya.

.


.

.

Loha Yeorobun~

SooLA is Back~

Makasih semua yang udah setia menunggu. Aku comeback setelah lama hiatus. Kemarin-kemarin aku sibuk mencari Universitas. Dan yaah itu membuatku pecah konsentrasi sampai malas untuk menulis. Maaf ya. Karena aku nggak bisa publish benar-benar 'Soon' seperti yang aku ucapkan kemarin. Padahal sebenarnya udah lama chapter ini selesai. Pendek lagi. Tapi chapter depan akan lebih panjang karena akan aku buat kisah mereka per-day full selama seminggu mereka menjadi kekasih. -_-v

Kyungsoo nya innocent banget disini, well. Dia aktor berbakat. *smirk Tapi mungkin aku akan lebih banyak mengambil Kai side dalam penggambaran cerita. Biar nggak terlalu tertebak jalan ceritanya. Hehe. Kalian tak keberatankan?

Tentang pair, ekspektasi kalian macem-macem yah.. Daebak! Aku seneng, itu artinya aku berhasil bikin kalian kepo. :D Well, aku nggak akan komentar. Lets see, kedepannya akan seperti apa. Yang jelas, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan. Tapi kalian masih bisa merubah pemikiranku kok dengan keinginan kalian. Just tell me. :)

Untuk selanjutnya aku akan banyak memiliki waktu luang. Aku berharap bisa melanjutkan cerita ini dengan cepat.

Big Thanks To :

Guest, opikyung0113, EarthDO, R.H, Lu, bapexo, parklili, ChangChang, Ayuexokyungsoo, Hany Kwan, KyungiNoru, yoosushipper729, rachel suliss, Desta Soo, Guest, Kim Leera, dyofanz and all readers.

Terima kasih untuk partisipasi kalian semua. Review kalian bikin semangat meski kadang bikin galau. Haha. Selalu ingatkan aku untuk melanjutkan cerita ini ya (jika kalian masih ingin membacanya). Maaf jika ada salah penulisan Uname, itu bukan keinginanku. Terima kasih juga untuk yang men-favorite dan Follow ceritaku. Asli, meski nggak di sebutin satu-satu, kalian termasuk orang-orang penting yang bikin aku semangat ngelanjutin FF ini.

XoXo Saranghanda~ :*

Pay~Pay~ C U Next Time.