Chapter 1

Seperti hari-hari biasanya setelah pulang sekolah laki-laki bersurai merah itu selalu menyempatkan waktunya untuk bersantai di sebuah café yang merangkap sebagai toko buku. Tapi kali ini laki-laki bersurai merah itu tak sendiri. Seorang laki-laki yang memiliki tato segitiga berjalan murung di sebelahnya.

"ingin minum apa kiba?" Tanya sasori laki-laki yang di Tanya tersebut hanya membalas dengan mengangkat ke-2 bahunya acuh. Seolah mengatakan terserah. Seperti biasa sasori akan memesan secangkir teh chamomile dan sepiring cheese cake. Sasori memandang kiba yang masih asyik dengan lamunannya sambil menatap jalan yang seperti tak ada sepinya di luar café.

Kiba memandang sasori dengan menampilkan wajah murungnya.

"apa yang harus aku lakukan sasori?" ucapnya sambil mengacak surai coklatnya yang sudah berantakan. Sebelum menjawab Sasori tersenyum menenangkan lalu menyerahkan sebuah lembar kertas yang bertuliskan alamat seseorang.

" datanglah ke alamat itu, dokter kabuto adalah dokter hewan terbaik yang ada di distrik uzushio, sepupuku yang mempunyai anjing yang sejenis dengan akamaru sering mengunjungi dokter kabuto jika anjing kesayangannya sakit" wajah kiba yang sejak dari kemarin murung pun kembali bersemangat. Kiba tersenyum lebar ke arah sasori

" arigatou sasori-kun kau memang teman terbaikku, aku benar-benar takut, hari-hari ini akamaru terlihat sangat lemas dan tidak mau makan apalagi orochimaru sensei sedang bertugas ke luar kota sehingga aku tidak bisa memeriksakan akamaru" sasori hanya mengangguk

"sama-sama kiba" kiba berdiri dari tempat duduknya mengambil tasnya

"kau tidak menghabiskan minummu dulu kiba?" kiba menggeleng

" aku langsung pulang saja sasori-kun aku tidak tega bila harus meninggalkan akamaru yang sedang sakit di rumah" sasori mengangguk kiba melambaikan tangannya kea rah sasori memberikan salam perpisahan

"jaa ne" teriaknya lalu menghilang di ujung tangga. Laki-laki bersurai merah yang bernama sasori itu kembali memandang keadaan luar café sambil sesekali menyesap the chamomile nya. Sasori dapat melihat kiba yang baru saja keluar dari toko buku yang berada di lantai dasar. Langkahnya begitu bersemangat untuk pulang. wajah yang tadinya murung telah hilang di gantikan dengan senyum kelegaan yang terpancar dari wajahnya. Sasori bergumam pelan

"bahagia ya?" sebuah pertanyaan yang tak butuh jawab.

" pasien mu sudah pergi sasori-kun?" Tanya seorang perempuan yang sedari tadi duduk santai di balik meja kasir.

" dia temanku rin-san anjingnya sakit dan dia tidak tau dokter hewan selain orocimaru-sensei dan aku haya memberikan informasi tentang dokter hewan terbaik yang berada di distrik uzushio" perempuan yang di panggil rin itu hanya mengangguk lalu tersenyum.

"ya dia salah satu pasien yang butuh jalan keluarmu, kau benar-benar cocok jadi seorang psikiater sasori-kun" sasori menanggapi dengan angkat bahu

"menjadi seorang psikiater tidak semudah memberikan alamat dokter hewan rin-san dan aku tidak tetarik" rin hanya tertawa suara tawanya terdengar renyah

"terserah kau sajalah sasori-kun" ponsel rin berdering saat rin mengambil ponsel yang berada di balik saku celananya senyumnya kembali terukir di wajahnya mukanya bersemu merah saat menjawab panggilan telfon dari ponselnya.

"kakashi sensei ya?" sasori bergumam pelan dan kembali melihat wajah rin yang tersenyum bahagia saat berbicara melalui ponselnya.

"di cintai dan mencintai apakah sebahagia itu?" pikirnya

Pandangannya kembali mengarah pada pemandangan di balik kaca yang memperlihatkan suasana depan café. Di depan café terdapat beberapa pot bunga yang tersusun rapi dengan bunga berwarna-warni terkadang beberapa ekor kupu-kupu singgah di atas kuncup bunga yang hendak mekar itu. Sasori kembali memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di depan café ada segerombolan anak kecil yang berlari sambil memegang laying-layang yang sepertinya akan di bawa ke taman yang berada di sekitar café. Ibu-ibu yang membawa beberapa kresek belanjaan dan terkadang para remaja yang mengenakan seragam yang sama dengannya yang melintasi depan café sambil tertawa bersama dengan teman yang lainya.

Di antara orang-orang yang berjalan dengan santainya tiba-tiba seorang gadis bersurai merah muda yang menaiki skate boardnya melaju dengan cepat membuat para pejalan kaki menyingkir dengan sendirinya memberinya jalan. Banyak para pejalan kaki yang mengumpat menoleh sebal pada perempuan bersurai merah muda yang sedikit mengganggu dengan teriakannya

" awas! Minggir-minggir, semuanya minggir calon artis konoha lewat!" teriaknya bersemangat. Sambil terus memajukan skate boardnya dengan cepat.

Kening sasori berkerut tak suka melihat tingkah gadis bersurai merah muda yang bar-bar tersebut. Sambil mendengus sebal sasori kembali menyesap the chamomilenya yang tinggal setengah. Dapat terdengar lirihan komentar dari mulut sasori akan aksi gadis tadi.

Merasa sedikit tenang dan rileks, sasori memilih untuk kembali kerumah dan mengerjakan beberapa tugas yang diberikan oleh Asuma sensei tadi. Berjalan pelan munuju kasir, Sasori segera mengeluarkan beberapa uang untuk membayar pesanannya dan juga Kiba yang tadi langsung melesat pulang tampa membayar.

"are? Kau sudah selesai sasori-kun?" mendengar komentar pemilik café, sasori hanya tersenyum

"Ada beberapa tugas yang harus segera aku selesaikan rin-san, ini aku juga membayar pesanan temanku tadi"

Selesai dengan pembayaran, Sasori segera melangkahkan kakinya menuju stasiun yang berada tak jauh dari café Rin berada. Beberapa kali ia bertemu pandang dengan siswi dari Suna Art School yang juga baru saja pulang. Beberapa dari mereka langsung memerah mukanya ketika sadar bahwa ia dilirik oleh Sasori.

Seperti biasa ia menyapa Kobayashi-san yang setiap harinya menjaga keamanan stasiun bawah tanah tersebut. Sambil menunuggu, ia keluarkan buku yang sempat ia pinjam di Rin's café. Tak lama berselang kereta yang ditunggu datang. Entah mengapa hari ini keadaan kereta terlihat penuh sesak.

Mata Sasori tak dapat tinggal diam. Ia memperhatikan beberapa penumpang yang asik dengan dunia mereka sendiri. Tak lama sejumput rambut merah muda menarik perhatian pemuda akasuna tersebut. Sasori memperhatikan gadis yang ia lihat tadi di café sedang duduk santai dengan telinga yang terpasang earphone. Ia terlihat santai sambil sesekali mencoret-coret kertas.

Sasori mengernyitkan alisnya, ia melihat seorang kakek tua yang terlihat kelelahan berdiri didepan gadis tersebut. Ia hanya dapat berkata dalam hati bahwa gadis tersebut selain bar-bar juga tak peduli dengan sekitar. Terbukti dengan dia membiarkan kakek tersebut berdiri kelelahan didepannya.

Seperti mendengar keluhan Sasori, tiba-tiba gadis tersebut mendongakkan kepalanya dan memperhatian kakek yang kelelahan tersebut. Dengan segera gadis tersebut melepas earphone-nya dan berdiri mempersilahkan kakek tersebut untuk duduk. Tak seperti saat pertama kali Sasori mendengar suaranya, kali ini suara gadis tersebut terdengar sangat lembur sarat akan kasih sayang.

"ah ojisan pasti capek, duduk disini saja"

Melihat sang kakek dan gadis tersebut bertukar senyum, membuat Sasori berpikir keras. Ia tadi melihat gadis tersebut adalah gadis yang urakan seakan tak kenal sopan santun, kini menjadi gadis yang lembut dan memberikan tempat duduknya pada kakek yang kelelahan tersebut.

Mata Sasori mencoba menilai penampilan dari gadis aneh tersebut. Rok pendek berwarna coklat dan kemeja putih kas anak sekolah. Blazer yang seharusnya terpasang rapi setelah kemeja putih, kini terlihat terikat dipinggang ramping gadis tersebut. Tas ransel yang ia gendong terlihat penuh sesak dengan skateboard yang mencuat tak muat didalam tas. Membuat Sasori berfikir gadis seperti apa yang ia lihat sekarang. Biasanya ia mampu menilai orang dari penampilannya, tetapi kini ia sama sekali tak dapat menggunakan kemampuannya.

Sebenarnya siapa gadis itu?

TBC

terimakasih telah membaca. Ini adalah fanfic kolaborasi dengan Ichigo Fumio-san, kami adalah penulis baru di FFN ini. jadi kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. terimakasih :)