'3 orang itu.' batin Naruto.
'Aku bisa mengerti sekarang, apa tujuan semua ini dan juga turnamen yang akan diadakan, jadi semua ini hanya, akal akalan ras iblis itu untuk mencari seseorang untuk dijadikan sebagai budak iblis mereka. Untuk menambah kekuatan tempur mereka. Bajiangann' batin Naruto geram.
"Aku muak disini." ucap Naruto, lalu mendapat respon yang cukup sengit.
"Hoy, apa kau bilang tadi, sialan." bentak salah seorang yang berbadan cukup kekar dengan wajah agak pucat.
'vampir rupanya.'
"Apa maumu.?" tanya seorang lagi yang memiliki badan biasa.
'dia sepertinya memiliki scret gear."
Dan yang membuat Naruto tertarik adalah pemuda yang tampak tak acuh, dan lebih memilih mengelus pedangnya.
"Kalian berisik sekali. Apakah aku harus mendiamkan kalian semua.?" ucapnya kalem tanpa mengalihkan pandangannya dari pedangnya.
Sementara dua orang yang tadi hanya menatap horor kearah pemuda tadi.
"Kau...
Chapter 2..
"Apa semua persiapan sudah beres.? tanya sona.
"Ha'i kaichou, kurasa besok lusa pertandingan sudah bisa di mulai." ucap tsubaki shinra selaku wakil Osis.
"Bagus, Tsubaki. tolong berikan aku data tentang semua murid yang melakukan pertukaran pelajar!" ucap Sona sambil menaikkan kacamatanya.
"Ha'i Kaichou." jawab Tsubaki lalu mengambil sebuah map yang berada dimejanya dan memberikannya pada Sona. Lalu Sona mengambilnya dan membukanya.
"Banyak juga ya, lebih banyak dari tahun kemarin." Ucap Sona.
~~~~~Asrama Siswa~~~~~
"Kau... Si Utusan dari Selatan... Ortiz pendragon." ucap seorang pemuda pucat yang berasal dari ras vampir dengan wajah mengeras.
"Jadi seperti itukah dia." ucap seorang lagi pengguna scret gear.
Lalu orang yang dipanggil Ortiz tadi pun berdiri.
"jadi, siapa yang akan menjadi mangsa pertama dari pedangku.?" tanya Ortiz kalem, Namun penuh dengan ancaman.
"Simpan saja sampai turnamen diadakan." Ucap Naruto yang tak acuh. Tidak seperti kedua orang lainnya yang tampak bercucuran keringat karena tahu seberapa berbahayanya orang didepannya.
Sementara Ortiz yang mendengar itu tampak menyeringai,
"turnamen sudah dimulai saat kau menginjakkan kaki ditempat ini." ucap Ortiz.
Dan semua yang ada disana kaget.
"apa maksudmu.?" tanya vampir.
"Jadi, kalian tidak diberi tahu, disini kalian bebas bertarung. Mereka yang dipandang memiliki potensi akan direkrut menjadi iblis."
Mendengar itu Naruto berhenti menata tempatnya dan menatap Ortiz tajam.
"Jadi tidak ada turnamen.?" tanya Naruto dingin.
"Tentu saja ada, sebentar lagi pasti akan diumumkan kapan. Itu adalah turnamen resminya, tapi diluar itupun kalian bisa bertarung. Bahkan saling membunuh." ucap Ortiz kalem dan membalas tatapan Naruto.
"Apa apaan itu.? Kenapa aku tidak diberi tahu tentang ini, kau jangam mengada ada." ucap george si pengguna secret gear diasrama itu.
"Tidak heran kau mengetahui semua itu. Karena, kau sudah mengikuti turnamen ini 2 kali." ucap si vampir yang bernama valdi.
"Terlebih, Kau adalah juara bertahan dalam turnamen ini." tambahnya.
"Jadi kalian tahu tentangku rupanya." ucap Ortiz.
"Cih.. Terserah saja. Selama aku tidak diusik, aku tidak akan menggangu sampai waktunya tiba nanti." ucap Naruto lalu kembali menata tempat tidurnya.
"Hey, sepertinya kau orang yang menarik. Bagaimana kalau aku memotong sedikit jari jarimu.?" ucap Ortiz kalem dengam senyuman diwajahnya.
Merasa diajak bicara Naruto pun menoleh.
"Coba saja kalu kau bisa." tantang Naruto.
Ctang
Suara pedang yang diangkat dan dalam sekejap Ortiz sudah ada di depan Naruto dan sudah siap memenggal kepalanya.
"Dia sudah kalah." ucap Valdi.
"Kau salah, lihatlah tangan orang itu." ucap georg.
Dan Vampir itupun terbelalak.
"Baru kali ini, ada yang bisa menahan seranganku dengan tangan kosong." ucap Ortiz senyum mengembang diwajahnya.
Jika dilihat lagi tangan Naruto berada di ketiak Pendragon tersebut. Dengan kata lain Pendragon itu tidak bisa menggerakkan tangannya.
"Aku tidak punya urusan denganmu, tapi jika kau mengusikku...kupastikan kau akan menyesal." Ucap Naruto tajam.
"Menarik sekali. Aku akan menunggumu saat turnamen, kita buktikan siapa yang lebih unggul." ucap Ortiz.
Sementara Naruto tidak menjawab dan melepaskan tanganya dari Ortiz pendragon, lalu menata bantalnya kembali yang tadi sempat tertunda.
"Ortiz pendragon." ucapnya sambil mengulurkan tanganya.
Dan setelah selesai menata tempatnya, Naruto lalu berbalik dan menghadap Ortiz. Naruto menatap tangannya lalu menatap Ortiz lagi. Perlahan Naruto membalas jabatan tangan itu.
"Naruto." ucapnya.
"Salam kenal sobat." ucap Ortiz lalu kembali ketempatnya.
Sementara Naruto hanya biasa saja dan mulai melangkah keluar.
"Sulit dipercaya, orang itu... Hebat." ucap Valdi.
"Kurasa disini akan sangat menarik, aku georg." ucap georg pada valdi sengan tersenyum.
"Valdi." ucap vampir itu lalu membalas senyumannya.
"Sobat." ucap Georg lalu menuju ketempatnya.
Sementara Naruto, dia berjalan menyusuri sekolah iblis itu. Dan yang membuat Naruto semakin geram adalah tidak ada satupun manusia Normal disekolah ini. Semuanya berasal dari makhluk supranatural dan pengguna secret gear yang telah menjadi iblis. Dan sesaat emosi Naruto membuncah, dan segera Naruto pergi ke taman Sekolah yang agak sepi yang kebetulan dia lewati. Naruto lalu duduk disalah satu bangku yang kosong, disana Naruto mencoba menenangkan emosinya.
'tahan Naruto, masih belum saatnya.' batin Naruto lalu mengambil Nafas panjang.
"Haaah, aku mengantuk." ucapnya kalem lalu mulai merebahkan tubuhnya dibangku tadi. dan tak butuh waktu lama Narutopun sudah tertidur.
~~~~~~SKIP TIME~~~~~~
Keesokan harinya.
Pagi hari di kuoh.
Naruto sudah siap dengan seragamnya. dan mulai melangkah keluar.
"Naruto, tunggu." ucap Ortiz dengan wajah kalemnya.
Naruto lalu menoleh dan berhenti.
"Ada apa lagi.?" tanya Naruto malas.
"aku hanya ingin jalan bersama." ucap Ortiz yang sudah berada disebelah Naruto.
"Jangan bilang kalau kau takut dengan mereka.?" ucap Naruto malas.
"Kheheheh tentu saja, mereka itu orang orang kuat." jawabnya.
"Haah sudahlah tak usah sok akrab, apa maumu.?" tanya Naruto yang masih dengan nada malas khasnya.
"Kheheheh kau sungguh tidak bisa diajak basa basi ya... Kau adalah satu satunya orang yang pernah kulawan yang membuatku sampai tak bisa tidur nyenyak, Naruto." ucap Ortiz.
Sementara Naruto hanya bersikap biasa dengan tangan dimasukkan kedalam saku celana terlebih dengan tampang malasnya.
"Ayo kita pemanasan sebentar. Bagaimana.?" ajak Ortiz.
"Diamlah dasar cerewet. Kepalaku pusing mendengar ocehanmu itu." ucap Naruto.
"Jadi bagaimana.?"
"Aku tidak suka melakukan hal yang merepotkan." jawabnya enteng.
"hahaha selalu saja seperti itu. pantas saja kau tak punya teman." ucap Ortiz.
"Bukan urusanmu." jawab Naruto enteng.
"Apa kau sudah melihat papan pengumuman tentang turnamennya besok.? kau pasti akan terkejut." ucap Ortiz santai.
Sementara Naruto yang mendengar itu pun menoleh.
"dimana tempatnya.?" tanya Naruto.
Sementara Ortiz hanya menunjuk kearah papan besar didepan mereka yang dikerumuni banyak murid.
Setelah itu Naruto menuju kesana, dan mulai ikut berdesakan untuk melihat pengumuman itu. Setelah cukup akhirnya Naruto dapat melihat papan pengumuman itu yang berisi. bahwa Turnamen akan dimulai besok.
Dan beberapa info,
1. Turnamen diikuti oleh seluruh murid program pertukaran pelajar, dan perwakilan dari kelompok murid kuoh.
tidak hanya berbasis pedang lagi, tetapi bertarung dengan segenap kemampuan yang dimiliki.
tidak diperkenankan untuk menyerah, bertarung sampai salah satu ada yang tidak sadarkan diri.
membawa senjata apapun.
dimulai pada jam 09:00 pagi.
Sekian.
Dan setelah melihat itu, tanpa berkata apapun Naruto lalu keluar dari kerumunan dan mulai kembali berjalan menyusuri lorong sekolah, sampai didepan sebuah ruangan yang bertuliskan Perpustakaan. Naruto yang agak tertarik mulai melangkah masuk, dan setelah didalam ruangan yang terkesan sepi hanya ada beberapa orang saja yang sedang membaca buku, Naruto dibuat kagum dengan luas ruangan yang cukup lebar dan ratusan ribu buku yang tertata rapi dan juga ruangan yang bersih dan terlebih ruangannya sangat tenang.
"Sepertinya, tempat ini cocok untuk ku." gumam Naruto.
Naruto mulai menyusuri setiap rak buku yang ada disana dengan santai, sampai ada sebuah buku yang membuat Naruto tertarik, buku itu berjudul "Death Book". Naruto pun mulai mengambil buku tersebut. Namun, secara bersamaan ada juga yang ingin mengambilnya. Dan keduanya berhenti.
"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu ingin mengambil buku itu juga." Ucap orang tadi yang ternyata adalah seorang perempuan berambut coklat pony tail.
"Tidak masalah, ini tempat umum. Jadi wajar saja. kalau kau memang ingin mengambilnya, ambil saja. aku hanya tertarik dengan judulnya." Ucap Naruto.
"Tidak usah. aku bisa mencari yang lain." jawabnya.
"Baiklah." jawab Naruto singkat.
"Permisi." ucap perempuan tadi yang hendak melewati Naruto. Sementara Naruto lalu memberi jalan pada perempuan tadi.
'aku bisa merasakan aura scret gear pada perempuan ini. Aura kuat yang gelap dan kental.' batin Naruto dengan memperhatikan perempuan tadi sampai menghilang karena terhalang rak buku. Setelah itu, Naruto kembali mengambil buku tadi dan berjalan kearah meja yang cukup panjang. Naruto mulai duduk dan membuka sampul buku tua tersebut. dihalaman pertama hanya lembaran kosong. lalu, Naruto membuka halaman selanjutnya. Dan disana tertulis "JANGAN PERNAH BERMAIN MAIN DENGAN TAKDIR KEMATIAN"
"Buku macam apa ini." gumam Naruto.
Naruto membalik lembar ke-2 dan disana tertulis sebuah tulisan yang tidak dapat dibaca.
"Aksara apa ini.?" gumam Naruto.
Namun, seketika Naruto tersentak kala Sharingan miliknya aktif dengan sendirinya.
"ap. . pa yang ter. . jadi." kaget Naruto.
Dan seketika mata Naruto melebar,
"Aku bisa membacanya dengan Sharingan, mataku seperti terhubung dengan buku ini. Buku apa ini. aku harus membacanya." gumam Naruto.
Naruto kembali membaca buku tua tersebut. Disana tertulis 'Dahulu kala Para pengguna chakra melakukan serangkaian percobaan dalam peperangan yang tiada henti melawan para iblis. Dari sana terciptalah banyak jutsu yang mampu membuat para iblis gemetar ketakutan, dari sekian banyaknya jutsu yang ada, ada 3 jutsu yang tercatat mampu mempermainkan takdir...bla bla...yang pertama adalah 'MELAWAN TAKDIR' EDO TENSEI. jutsu yang mampu memanggil seseorang yang telah mati, dan mengizinkanmu untuk mengendalikannya. jutsu yang melawan kehendak takdir ini sangat mengerikan. Para Orang yang dibangkitkan dari EDO TENSEI akan abadi dan tidak bisa mati...bla bla bla.'
'aku sangat yakin, kalau buku ini adalah buku dari kaum shinobi.' batin Naruto.
Naruto terus membaca kelanjutannya sampai selesai. Naruto lalu membalik buku tua tersebut dan harus kembali terkejut karena lagi lagi Dia tidak bisa untuk membaca kelanjutannya.
Tiba tiba aliran chakra Naruto semakin deras kearah matanya.
'Gawat, kalau sampai ada yang melihatku.' batin Naruto lalu memandang sekitar yang sepi, lalu memutar tubuh Naruto menghadap tembok. Berjaga jaga kalau ada yang lewat.
Dengan keringat yang perlahan turun dari wajah putihnya. Naruto dipaksa mengaktifkan mangekyou miliknya.
Perlahan ke 3 tomoe Naruto berputar dan membentuk garis bulat. dan perlahan mulai membentuk seperti sebuah shuriken Namun bagian yang runcing berada di titik tengah. ( polanya kebalikan dari mangekyou itachi, baian yang runcing berada ditengah/titik pusatnya.)
Dan secara ajaib, Naruto mulai bisa memahami kata yang tertulis dibuku tersebut.
'jadi semakin ke dalam, dibutuhkan kekuatan mata yang semakin tinggi.' batin Naruto lalu kembali membaca buku tersebut.
'MENGUBAH TAKDIR 'IZANAGI' jutsu mata Uchiha yang mampu mengubah hasil yang tidak sesuai dengan kehendak penggunanya. Namun semua itu setimpal dengan harga yang dibayar, yaitu hilangnya cahaya...bla...bla.'
Naruto terus membacanya sampai selesai.
'Resikonya sangat besar. Aku lebih tertarik dengan Edo Tensei. Tapi tidak ada cara menggunakan jutsu tersebut.' batin Naruto.
"Masih ada satu lagi." gumam Naruto lalu membuka lembaran baru dan sama seperti sebelumnya,
'a..apa bahkan dengan mangekyou, ini masih tidak terbaca. Apa masih ada bentuk lain dari mata ini yang lebih kuat dari mangekyou.?' batin Naruto bertanya tanya.
Naruto membuka lembaran terakhir dan menemukan gambar yang membuatnya agak bingung.
"Sebuah Simbol Pola lingkaran bertumpuk dengan garis mendatar ditengah. Diapit oleh Simbol Matahari dan Bulan sabit. Apa maksudnya itu.?" gumam Naruto bertanya tanya.
Naruto memejamkan matanya dan menarik nafasnya panjang.
"Buku ini cukup membingungkan. Judul dan isinya benar benar tidak nyambung." gersah Naruto.
"Dan membuatku benar benar mengantuk, mungkin tidur sebentar akan membuatku agak baikan." tambah Naruto lalu membalikkan tubuhnya dan menelungkupkan wajahnya ke meja di depannya.
Tak butuh waktu lama, untuk Naruto tertidur. terbukti dengan terdengarnya suara dengkuran halus.
Namun tanpa Naruto duga, ada seorang perempuan berambut coklat yang tak sengaja Naruto temui tadi.
'Siapa sebenarnya dia.? Tubuhku bergetar waktu merasakan aura tadi. Auranya lebih gelap dari yang ada didalam tubuhku.' batin perempuan tadi, masih dengan tubuh yang gemetar.
~~~~~Skip Time~~~~~~~
04:00 Sore
Hoaaams
"aku tidak percaya kalau aku telah tidur selama itu." gumam Naruto sambil menguap lebar. Naruto berjalan ogah ogahan melewati koridor sekolah yang sudah sepi.
Trank
Trank
Trank
Suara dentingan pedang membuyarkan rasa kantuk Naruto.
"apa ada pertarungan." gumam Naruto lalu bergegas keluar ke sumber suara yang ada di halaman sekolah.
Tap Tap
Tap Tap
Tap Tap
Trank
Trank
Dan terlihat lapangannya sudah ramai dengan orang yang sedang berlatih untuk persiapan besok pagi.
"Haaaah" Naruto mendesah malas. "Sekumpulan Omnivora." ucap Naruto lalu berjalan menuju keasrama dengan wajah malasnya yang entah sejak kapan sudah kembali lagi. Naruto berjalan dengan kalem memasuki asrama dan membuka lokernya. Naruto mengambil celana levis hitam pendek dan juga kaos singlet hitam miliknya. Setelah memakainya Naruto berjalan keluar dengan langkah kalem. Naruto menuju taman belakang yang menurut Naruto cukup tenang dan sepi. Namun, Naruto melihat Ortiz pendragon sudah disana memainkan pedangnya. Melihat itu Naruto tidak jadi kesana dan lebih memilih tempat lain. Naruto melihat sekeliling yang digunakan untuk tempat berlatih.
"apa tidak ada tempat yang tenang disini." ucap Naruto kesal.
Tap tap tap
Naruto berjalan cukup kalem melewati koridor sekolah, dan Naruto berpapasan dengan seorang Perempuan berambut hitam sebahu dengan kaca mata, yang Naruto yakini sebagai seorang iblis.
"Maaf, aku boleh bertanya. . . err.?" ucap Naruto.
"Sona, ketua Osis di Kuoh ini." ucap Sona dengan wajah datarnya.
"Aku Naruto, Boleh aku bertanya, Sona-san.?" ucap Naruto.
"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan.?" ucap Orang bernama Sona tadi masih dengan wajah datar.
"Jalan untuk ke atap, lewat sebelah mana ya.?" tanya Naruto kalem.
Sona menaikkan kaca matanya,
"Lurus saja, nanti juga ada tangga." ucap Sona.
"Sankyu." ucap Naruto, lalu berjalan luruh.
"Naruto-san, kau murid pertukaran pelajar kan.?." tanya Sona memastikan.
"Dari Tokyo High school," jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.
Sementara Sona menatap punggung Naruto intens,
"jadi Dia yah." lalu berjalan berlawanan dengan Naruto.
Cklek
Naruto membuka pintu dan seketika cahaya mentari sore langsung menyambut.
"Ini.. seperti yang kuharapkan. Tempat yang tenang untukku." gumam Naruto lalu berjalan kalem ke arah pinggir. dari sini Naruto dapat melihat siswa lain yang sedang berlatih di lapangan.
"Melihat mereka bermain pedang, membuatku ingin berlatih...
...kurasa sedikit ayunan pedang akan membuatku lebih baik." guman Naruto lalu membuat segel satu tangan.
Boft
Lalu munculah sebuah pedang yang terbungkus sarung. Itu adalah pedang Totsuka. Naruto lalu membuka kaos singletnya hingga sekarang Naruto hanya mengenakan celana levis pendek hitam dan memperlihatkan tubuh atletis nya.
Sring
Naruto menarik pedang totsuka dari sarung nya.
Ctek
Tap
slash
Slash
slash
Naruto dengan lihai memainkan pedangnya.
Tap
Sreek
Naruto membuat gerakan menebas lalu memutar dan menghunuskan pedangnya. Naruto menarik tusukannya dan membalik genggaman pedangnya. Lalu mengangkat tannya ke depan wajah.
Perlahan pedang Naruto diselimuti aura biru. Naruto mengalirkan chakra angin kepedangnya. Naruto kembali menari nari dengan pedangnya hingga matahari hampir terbenam.
Jrash
Gerakan terakhir Naruto, menebaskan pedangnya yang diselimuti chakra angin kearah matahari terbenam.
Nafas Naruto terpacu cepat, dengan tubuh yang dipenuhi keringat. Perlahan Naruto mengambil sarung pedangnya dan memasukannya kembali.
Boft dan dalam sekejap pedang itupun menghilang dalam kepulan asap.
"Keluarlah aku tahu kau disana sejak tadi." ucap Naruto tenang sambil memandang matahari yang terbenam.
.
.
And TBC ( Tolong Beri Cibiran) :v
ehem ane udah lanjutin nih, walaupun agak kecewa Sih, karena gak ada yang mau ngasih flame.. . . :v
kamvret, waktu ngeliat ada 16 reviuw aku cukup seneng juga, menandakan kalo ada 16 orang yang ngebaca fic ane. biar kalian pada semangat ngasih flamenya nih aku jawab riviuw kalian agan agan dan mbak sis :v muehehe
Balasan riviuw. . . .
Mashasi566 thor satu kata untukmu jika gak diterusin "sensor"(karna bulan puasa ) :v
: ngapain ada sensornya :v , jangan di sensor. . . inget besok lagi jangan disensor pamali njerr :v
Dwi-san Pertukaran pelajar? Mantap! :p Wkwk... flame? Ini puasa entar ngurangin pahala anjir xd. Lagipula juga gk tau mau flame apaan.
Keep writing!
: wkwkwk wokeh. . . entah entar kalo riviuw waktu malem biar verkah. . . . hehe :v keep reading!
agiswisnu91 Lanjut!
:udah. kurang flame! :v
fikriy920 Lajut thorrr
:udah. masih kurang flame :v
nursfingky sadewa Type your review here...ditunggu pak. ini flame lho, wkwkwkwk
: wkwkwk ngeri ente gan, ditunggu flamenya yang lebih greget. . . . :v.
Irna Putri Asuna420 klau bsa next thor
: nih udah, klau bsa flame sis :v. . . hehe
Guest Lanjut
: udah.
zero0magic Naruto jadi sosok misterius baru kerennn,
jangan buat naruto di sini jadi budak...
:tenang gan, :v
gabriel chan Please updatenya jangan lama2, saya tertarik dengan fic. Saya akan terus pantau fanfic ini...
: wih, gabriel-chan maaf yah lama up nya. . . . otak kecil ane sering konslet jadi ya nyendat. hehe
LintingGanja thor ada romancenya gak ? kalo ada mending hilangin biar naruto kek anti-hero atau apalah itu bukan antagonia ataupun protagonis wkwkwkwkwkwk lanjutkan
: wokokokok, romance tetep ada, tenang aja naruto bkal aku buat guling2. . . .wkwkwk.
adiputra02 ikut dulu thod
: ane suka reviuw mu gan, , , kemvangkan :v
maulanyusuf42 lanjut author san fic ya bagus
: sankyu gan, , kali ini ama dikasih flame ya. . .
KidsNo TERROR13 Lanjut yor
: woke bang.
Arief Karate Shotokan lanjut thor..
:woke.
Uzumaki Arashi41 lanjut
: woke, udah.
Aldi544 lanjutkan ~ kalo bikin dark jangan nanggung" thor.
sankyuuu Semoga author sehat selalu
: woke siap. . . . gan. wuih amiin gan. . . ente juga ya. . .
~~~~~~~~~tamat~~~~~~~~~
udah , pegel mata ane ngetik pake hp njeer. :v
maaf kalo update lama, karena Otak author yang kecil dan udah karatan jadi sering konslet konslet. mohon dimaklumi.
'DAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, BAGI YANG MENJALANKAN. SEMOGA KAGAK BATAL SETELAH BACA FIC INI.' :v
akhir kata. . .
See you. . . .
wasalamu'alaikum. . . .
