KHR ada di Sekolahku?!

Disclaimer: KHR miliknya Amano Akira SELAMANYA. TT^TT

Warning : Aneh, Gaje, OOC, OC,Typo suka bertebaran, Rada Gila *Siap- siap masuk RSJ*, sedikit adengan Brutal DAN GAK ADA YAOI. *Aku bukan Fujoshi, tau!*.

Balas Review : "dikit-dikit... belom kebayang tapi ketebak..." dari Hikage-san. Maklum, aja critanya gampang ditebak. Tapi, ini crita bakalan lebih seru daripada Lotus-san *Ditabok Lotus* :P. Alasan kenapa saya buat Ff ini, karna hidup saya penuh dengan keajaiban *Anzha: "Maksudmu, penuh dengan kesialan."* Makasih udah mau review ff yang super gaje ini. Wikikiki…..

Bab 1: Awal Sekolah dan Perkenalan

Awal Sekolah telah dimulai, pagi yang amat cerah yang tak terkira. Hari ini langit sangat cerah di temani awan putih. Tapi, tetap aja hari apes selalu menemani kita saat sekolah. Tak disangka, hal ini terjadi juga sama Devi (Me). Pagi-pagi udah upacara bendera, untung aja Devi gak telat. (Curhat dikit :P). Devi adalah murid biasa, hanya satu ia banggakan yaitu menggambar dan Nama sekolahnya Namimori Jatim. *emangnya ada nama sekolah Namimori Jatim?*

"Huh~ hampir aja telat aku" Ucap Devi ke temannya yang sudah mulai berbaris.

"Lho? Tumben Dev datang telat" Ucap Dyah teman Devi yang sama – sama Otaku, Tapi beda Fansnya, DIA OTAKU DORAEMON?!.

"Kan sesekali boleh dong, kan masih mending daripada Mala" Devi lirik liat Mala lagi markirin sepeda gowesnya. Anaknya memang sering datang kesiangan.

Lalu Upacara Bendera di mulai, *Lagu Mengheningkan Cipta dimulai* Sampai akhirnya Upacara Bendera selesai. *Singkat amet?!*

"Baiklah semuanya tetap di lapangan. Ada pengumuman penting untuk semuanya" Ucap salah satu guru menggunakan mic plus Speaker besar.

"Mulai sekarang Bu **** yang selakunya Kepala Sekolah kita, tak bisa lagi menjadi Kepala Sekolah untuk selama setahun. Tapi, Bu**** telah merekomandasikan pengantinya, maka kami akan memperkenalkan"

Seorang pria bertopi Fedora dengan ada kadal hijau di topinya, memakai Baju berjas layaknya orang kaya. Berjalan melangkah menuju mic yang didepan lapangan.

"Namaku Reborn. Salam Kenal" Ucap Reborn singkat dan padat.

Semua murid di lapangan pada ribut membicarakan tentang Reborn. Lebih tepatnya, melakukan analisis tentang Reborn.

"Ke…kenapa ada….Reborn disini?!" Histeri Devi melihat Reborn sebagai Kepsek.

"Kau kenal dia Devi?" Tanya Mala.

"Terlalu kenal sampai ketakutan, melihat dirinya disini." Devi lirik liat Reborn dan Alhasil sebuah suara tembak mengkaget seluruh sekolah.

"Diam. Sekarang, kalian semua masuk kelas" ancam Reborn sambil menodongkan sebuah pistol. Langsung semuanya pada kabur ke kelas masing – masing. Saling menyelamatkan nyawa mereka sebelum terlambat.

Devi langsung mikir tujuh keliling melihat Reborn disekolahnya (Disekolahnya Author, hanya Author yang kenal karakter KHR m-_-'''m)

"Gile, masak Kepsek kita orang yang kayak gitu" Ucap Mala.

"Katanya sih Si Devi tau tentang Reborn tuh" Semua pada melirik Devi yang lagi asyik gambar di kertas.

"Eh? Napa pada liatin aku sih" celutuk Devi karena gak biasa dilihatin sama teman sekelas.

"Sebenarnya siapa Reborn? Kenapa dia bawa pistol segala?" Tanya Arum

"Oh itu. Dia seorang pembunuh nomor satu di Italia tapi juga paling pintar" Tetap menjawab tanpa menatap mata teman- teman *Devi emang malas noleh :P*

Hening sejenak….

"WHAT?!" Teriak seluruh siswa di Kelas 9C.

Tiba – Tiba pintu kelas dibuka lebar- lebar….

Semua murid langsung diam tanpa bicara *Biasanya suka banyak bicara* dan Ternyata ada murid baru dikelas Devi. Devi yang duduk didepan langsung kaget dan berusaha tetap sok gak tau tentang mereka, Padahal aslinya tau banget tentang mereka.

"Perkenalkan namaku Hibari Kyouya" ucap Hibari yang udah miskin dalam kata – kata. *"Pletak" suaranya Tonfa Hibari*

"NAMAKU SASAGAWA RYOHEI, MOTTOKU EXTREME" Teriak Ryohei dan sebuah penghapus pensil melayang di bawa kaki mereka.

"Ryohei, jangan teriak dong. Aku jadi kaget tau sampai penghapusku melayang" Ucap Devi yang lagi mengambil kembali penghapusnya * Asyik menggambar lagi*

"Maaf"

"Kufufufu, Namaku Roku-" belum selesai ngomongnya sebuah Tipe-X melayang ke dahinya.

"Aduh~ aku kan gak teriak" Keluh Mukuro.

"Iya, tapi jangan pakai ketawa segala. Cepat perkenalkan diri sana" Devi udah kesel liat wajah orang yang paling ia benci di anime KHR. Tuh, ROKUDO MUKURO.

"Cih… kenapa harus sekelas dengan orang ini" Maki- maki Devi dalam hati

"Namaku Rokudo Mukuro, kami bertiga dari jepang" Ucap Mukuro yang membuat semua orang melirik Devi. *Lagi?!*

"Apa lagi? Hah?!"

"Lah, Dev kok kayak gitu sih?, mereka kan dari tempat yang kita sukai tuh" Ucap Dyah.

"Kufufufu, aku tak menyangka kalian menyukai Negara kami"

"Sudah, jangan dibahas lagi. Sekarang kalian bertiga bisa memilih bangku kalian masing – masing. Oh iya, ini khusus untuk Mukuro. Duduknya sama Ryohei saja"

"Kufufu, kenapa aku harus bersamanya? Kan lebih baik sama temanmu. Nanti aku kasih sesuatu yang mereka ingin dengark-" Belum selesai bicara, sebuah penggaris besi sepanjang 30 cm tepat didepan mata Mukuro. Devi sudah siap membawa senjatanya.

"Aku tak akan membiarkan kau mengatakan hal yang aneh kepada yang lain, Bisa- bisa otak mereka bakalan tercuci sempurna dengan otakmu" Ancam Devi yang masih ingin menyelamatkan otak teman- temannya sebelum terlambat.

"Ba….baiklah, asalkan kau mau menurunkan senjatamu dari wajahku"

"Oke" Devi beranjak pergi menuju mejanya yang tak ada teman sebangku aliasnya sendirian :P.

"Hah~ Sudahlah. Aku ke tempatnya Tsunayoshi dulu. Dah" ucap Mukuro diambang pintu kelas dan sebuah Kamus bahasa inggris kecil berukuran Panjang 9cm Lebar 5cm dan Tinggi 7cm melayang menuju kepalanya dan GOOOLLL! Mukuro dalam keadaan terkapar dilantai.

"Siapa bilang boleh keluar kelas?!" Teriak Devi yang udah nggak peduli dengan nasib Mukuro.

"Huwa~ Muku-chan pingsan" Teriak Yoru (Oc Lotus), soulmatenya Mukuro.

"Alhamdulilah" Ucap syukur Devi.

"Devi jahat sama Mukuro" Ucap Yoru.

Akhirnya semua teman sekelas yakin kalau Devi sangat mengenal mereka, Mukuro akhirnya di bawa ke UKS sama Yoru dan dimulailah acara pemilihan Ketua kelas, Wakil Ketua kelas dan system lainnya.

*BERSAMBUNG*

Mukuro : "Kufufu…, dirimu sungguh kejam sekali padaku"

Devi : "Sekali lagi ketawa, Aku akan memotong mahkotamu yang berharga"

Mukuro : "Beraninya sekali kau, mau memotong mahkotaku yang berharga ini" Tunjuk Mukuro ke kepala nanasnya Dan Pertengkaran antara Author dan karakter KHR dimulai.

Anzha : "Baiklah, jangan hiraukan pasangan tikus dan kucing ini. Makasih udah mau membaca cerita buatan Devi, jika kalian suka tolong tinggalkan jejak kalian di Review. Ciao, Ciao" -_-/