disclamer:mashasi kishimoto
rate: T semi M (mungkin)
sumary: naruto bertemu seseorang yang menginginkan dirinya menjadi pemimpin komplotan mysterius
warning :mungkin banyak kekurang dalam cerita ini jadi maaf jika gak sesuai keinginan anda.
chapter 2: penjelasan.
''ugh''
naruto mengaduh sambil memegangi pipinya yang sekarang agak memar, bukan hanya itu dari cara jalan naruto sekarang yang agak gontai juga menunjukkan sesuatu telah terjadi dengan pria berambut pirang itu.
yah itu wajar saja setelah insiden yang terjadi di kamar pasien dengan gadis berambut indigo yang sekarang dikenal naruto dengan nama hinata itu, menamparnya dengan kencang di pipi hingga menimbulkan bekas memar dan jika seandainya naruto tidak mengelak sedikit dari serangan itu mungkin bibirnya akan sobek karena tamparan hinata barusan mengeluarkan aura biru yang dianggap naruto berbahaya.
meski berhasil menghindari ssedikit serangan dibagian muka, naruto mengalami sesuatu yang tidak diduga.
hinata tanpa sepengetahuan naruto berhasil menendang secara langsung betisnya dengan aura biru yang teraliri di kakinya.
meski naruto sudah tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya jika terkena serangan hinata yang dialiri aura itu, naruto tetap tak bisa menghindari serangan itu karena betisnya entah kenapa tidak bisa digerakan.
dan pada akhirnya narutopun bisa tahu rasa sakit dari kulit robek, meski robeknya tidak kelihatan dari luar melainkan dari dalam.
jadi, setelah mereka selesai berpakaian sepenuhnya kembali, naruto dan hinatapun pergi (ralat hanya hinata yang sebenarnya mau pergi tapi, kalau naruto dia cuma dipaksa untuk ikut oleh hinata)
''anu, hinata. apa benda yang besar itu namanya?''
''diamlah''
naruto langsung terdiam karena perkataan hinata barusan, bagi naruto yang tak teralalu memahami yang berurusan dengan wanita, hal ini tentu saja sebuah masalah baginya, apalagi wanita yang sekarang berjalan didepannya itu bisa saja melakukan hal-hal yang merepotkan bagi naruto ,jika dia salah bicara sedikit saja.
''lagi pula ini adalah hukuman kedua untukmu yang sudah membuat aku masuk dalam sebuah masalah yang sulit'' tanpa memalingkan mukanya, hinata berkata kepada naruto yang mengikutinya dari belakang.
000000
setelah beberapa menit naruto dan hinata berjalan melewati beberapa area yang bisa di katakan berkelas dengan orang-orang yang berpakian mahal berlalu lalang sibuk dengan urusannya sendiri, naruto dan hinatapun akhirnya sampai di tujuan sebenarnya.
sekarang hinata dan naruto berada di sebuah lorong gelap yang berhiaskan lilin remang-remang sebagai penerangan di setiap sisi dinding.
berbeda dengan beberapa area yang dilewati oleh naruto dan hinata tadi, yang bisa dikatakan berekelas tinggi.(temasuk ruang kesehatan)yang sekarang dimasuki oleh naruto dan hinata ini tidak bisa disamakan dengan area yang barusan.
sebuah lorong yang cukup gelap meski sudah memiliki lilin sebagai penerangannya tapi, naruto masih kesulitan dalam melihat ditambah dengan lantainya yang dipenuhi dengan air semakin menambah kesulitan bagi naruto untuk berjalan. berbeda dengan naruto, hinata yang memimpin jalan dengan santainya melewati jalan yang ada tanpa kesulitan sedikitpun, bahkan jika seandainya naruto tidak memanggil hinata untuk mengingatkan bahwa dia tidak tahu seluk beluk tempat yang sekarang mereka lewati mungkin naruto sudah tersesat sejak tadi.
000000000000
setelah beberapa menit yang penuh dengan kesulitan tersindiri bagi naruto namun tidak bagi hinata. akhirnya, naruto dan hinatapun sampai juga di ujung lorong dari area ini.
hal yang menyambut mereka berdua pertama kali adalah sebuah pintu baja yang cukup besar dengan ornamen-ornamen dinding yang aneh, menurut naruto.
''baiklah, naruto sekarang aku akan menjelaskan apa maksud dari semua ini''naruto yang masih fokus dengan pintu besar didepannya dikejutkan dengan uacapan hinata barusan, naruto langsung memandang kearah gadis indigo didepannya, yang masih membelakanginya tubuhnya itu dengan pandangan bingung.
hinata hanya tersenyum ketika melirik dari sudut matanya akan reaksi naruto, baginya meski laki-laki berambut pirang itu hanya terlihat seperti remaja biasa, tapi hinata entah kenapa dia merasakan kenyamanan tersendiri di dalam hatinya ketika bersama dengan remaja itu, entah kenapa.
''tapi, sebelum itu entah engkau mau percaya atau tidak yang aku katakan nanti itu terserah pada dirimu'' naruto memasang pose berfikir dengan mata yang beberapa detik kemudian akhirnya naruto kembali membuka matanya dan kemudian menjawab.
''baiklah, aku mengerti'' balas naruto menjawab sambil tersenyum
hinata kembali tersenyum dengan senang mendengar jawaban naruto barusan.
''baiklah, pertama. aku akan menjelaskan siapa diriku ini''hinatapun membalikan tubuhnya menghadap kearah naruto.
''aku adalah seorang penyihir yang diutus dari sebuah serikat sihir yang bernama cahaya bulan, untuk menjadikanmu pemimpin berikutnya dari serikat itu, naruto uzumaki '' dengan bersedikap dada hinata menjawab pertanyaan naruto.
''kedua, sebagai orang yang diutus, aku akan mengajarimu tentang semua hal yang ada diserikat termasuk sihir, naruto'' kali ini hinata tersenyum senang.
''ketiga, dan yang terpenting aku akan menjadi orang yang akan selalu berada di sampingmu, apapun yang terjadi. ingat itu ya''
kali ini hinata dengan lantang menunjuk kearah wajah naruto mengunakan jari telunjuk tangan kananya. dan tanpa bisa menjawab narutopun hanya memasang wajah bingungnya yang terkesan bodoh.
TBC
nah, segitu aja dulu maaf ceritanya kurang panjang, kurang bagus, dan keterlambatan saya dalam update story ini, karena masalah yang terjadi dengan dunia ffn dan rasa malas. saya jadi kesulitan sendiri deh buat update story ini, tapi sekarang sudah bisa lagi, jadi untuk waktu kedepannya saya usahakan secepat mungkin deh. (itupun jika ada kuota internet dan gak malas)
untuk chapter dua ini, saya punya pertanyaan bagi para reader yang ngebaca cerita ini, apa kalian para reader sekalian nemuin sesuatu yang dilupakan oleh naruto dari chapter satu sampai dua ini? jika bisa jawab saya bolehin deh masukin ocnya ke story ini tapi, jangan lupa kasih biodatanya juga ya, hehehe.
masih adakah yang mau ngeriview nih cerita. saya sih sebagai outhor amatir gak akan terlalu berharap banyak dari para reader sekalian , tapi jika mau rievewe terimakasih atas riviewenya, termasuk riviewan sebelumnya dan orang yang favorite tin nih, sekali lagi terimakis banyak.
yah, segitu aja dari saya. BMS out.
