BLACK GRIMOIRE
Naruto © Masashi Kishimoto
This Is My Story
Disclaimer
Naruto dan karakter milik penciptanya.
Warn : Gaje, Typo, OOC, Ecchi, Rated T,
.
.
.
Sebelumnya di Black Grimoire :
Melihat kesungguhan Naruto membuat Minato ingin membantu anaknya. Hal itu juga membuat Kushina berpikir sama seperti Minato. Mereka berdua akan mencoba memberikan sesuatu untuk Naruto kali ini. Dengan pengalaman dan keahlian yang mereka dapatkan mereka yakin bisa memberikan sesuatu untuk Naruto.
"Naruto...?! Aku akan mengajarimu Taijutsu dan Kenjutsu. Akan kupastikan kau menjadi Ksatria Sihir. Tidak..?! Kau akan menjadi Magic King yang terkuat disejarah negeri ini..."
Chapter 2 – Taijutsu & Kenjutsu
.
.
.
Pagi hari yang cerah dikediaman Namikaze. Ayah dan anak itu terlihat sedang berlatih dihalaman belakang rumah mereka. Minato terlihat menjelaskan sesuatu kepada anaknya. Dengan otak yang pas-pasan Naruto mencoba mengerti penjelasan sang ayah.
"Taijutsu adalah bentuk dasar yang mengacu pada teknik yang melibatkan seni bela diri atau optimalisasi kemampuan alami manusia. Pada dasarnya teknik ini hanya bergantung pada stamina dan kekuatan yang diperoleh melalui pelatihan. Jadi, teknik ini tidak memerlukan mana dalam penggunaannya..." Jelas Minato
Sontak dengan mulut menganga Naruto tertegun mendengar penjelasan panjang Minato. Oh ayolah, apa ayahnya tidak bisa membuat ini menjadi lebih sederhana.
"Neh, Tou-chan. Bisakah kau menjelaskan dengan kata-kata yang bisa kumengerti. Anakmu ini tidak sepintar dirimu..." Rajuk Naruto mengerucutkan mulutnya.
Minato sweatdrop melihat tingkah laku anaknya ini. Lama-lama sifatnya hampir menyerupai Kushina. Merajuk, tidak suka hal yang rumit, dan keras kepala. Tetapi, ia juga memiliki sifat pantang menyerah sang istri. Ia sangat bersyukur dengan hal itu.
"Baiklah. Sederhananya Taijutsu itu adalah seni bela diri.." Tukas Minato singkat
Seni bela diri..?! Maksudmu memukul dan menendang. Aku selalu melakukan itu tiap harinya. Bersama ribuan pohon dan sebuah batu besar yang ada ditepi sungai. Apa bedanya Taijutsu dengan hal yang kulakukan itu...
"Tou-chan bukannya hal seperti itu sudah sering kulakukan sejak kecil. Apa bedanya sekarang. Kau hanya menamakan itu dengan Taijutsu dan sedikit memberikan penjelasan panjang agar sedikit keren..." Terang Naruto tidak semangat.
Minato yang melihat itu kemudian memasang kuda-kuda dan menatap Naruto penuh arti. Melihat gelagat Ayahnya Naruto memasang pose memiringkan kepala tanda tak mengerti.
"Tou-chan apa yang ka..~"
"Coba kau lawan aku nak. Kita lihat sehebat apa latihanmu selama ini..?!" Ucap Minato tersenyum.
Senyuman ayahnya terlihat seakan sedang meremehkannya. Naruto yang merasakan itu sontak sedikit kesal. Remaja pirang itu dengan cepat mencoba memukul sang ayah dengan tangan kanannya.
GREBB...
"Pukulan selemah ini tidak akan bisa..~"
Minato tak meneruskan ucapannya. Serangan tiba-tiba diluncurkan Naruto. Sesaat tangan kanan Remaja pirang itu ditangkap sang ayah. Ia dengan cepat memutar badannya kekiri dan melesatkan tendangan kearah kepala Minato.
Melihat tendangan kiri yang akan mendarat kekepalanya. Minato dengan singgap menundukkan tubuhnya. Sejurus kemudian dengan gerakan yang sangat cepat dan terlihat mustahil dilihat Naruto. Sang ayah sudah membuat dirinya terjatuh dengan ekspresi yang terkejut.
"T-Tou-chan, B-Bagaimana kau melakukannya..?!" Ucap Naruto terpukau. Selama ini yang dilakukannya hanyalah memukul dan menendang dengan serampangan tanpa keakuratan yang jelas. Ia sepertinya mulai tertarik dengan Taijutsu sekarang.
"Heh..?! Sepertinya kau mulai tertarik dengan Taijutsu yah..." Sahut Minato kepada Naruto.
"Hehehe...?! Begitulah Tou-chan. Nah sekarang ajarkan aku semuanya tentang Taijutsu..." Tegas Naruto dengan semangat yang membara. Minato menyeringai puas melihat anaknya tertarik dengan seni bela diri yang ia ciptakan ini.
"Tentu saja Naruto. Tapi sebelum itu kau harus memperkuat fisikmu terlebih dahulu. Dengan melakukan 100 kali push-up, 100 kali sit-up, 100 squat jump dan lari sejauh 10 kilometer setiap harinya. Ini adalah latihan pertamamu untuk menguasai Taijutsu. Lakukanlah selama seminggu penuh ini dari pagi, siang, sore, dan malam hari. Apa kau sanggup nak...?!" Tantang Minato
Mendengar hal itu tidak membuat semangat Naruto pudar. Justru, itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Ini adalah langkah awal untuknya menjadi ksatria sihir. Lihat saja, suatu hari nanti dia akan menjadi sesuatu yang dapat membanggakan kedua orangtua angkatnya itu.
"Yosha...! Perjalananku menjadi ksatria sihir dimulai..."
.
.
.
Hari Pertama...
Setelah mendapatkan pelajaran dari sang ayah. Naruto memulai latihannya dengan melakukan 100 kali push-up terlebih dahulu. Remaja itu mulai mengambil Posisi awal tidur tengkurap dengan tangan di sisi kanan kiri badan. Kemudian badan didorong ke atas dengan kekuatan tangan. Posisi kaki dan badan tetap lurus atau tegap. Setelah itu, badan diturunkan dengan tetap menjaga kondisi badan dan kaki tetap lurus. Badan turun tanpa menyentuh lantai atau tanah. Naik lagi dan dilakukan secara berulang.
"1, 2, 3, 4, ... , 20..." Hitung Naruto dengan semangat. Bulir-bulir keringat mengalir deras disetiap inci tubuhnya. Remaja pirang itu terlihat tidak memakai atasan dengan celana pendek putih sebatas lutut. Jika saja para perempuan yang ada didesa ini melihat tubuh Naruto sekarang. Sudah dapat dipastikan mereka akan tergiur dengan liur yang menetes.
"Minato...?! Apa kau tidak berpikir latihan yang kau berikan ini sangat keras. Dia itu anak kita dan aku tidak ingin dia kenapa-kenapa..." Ucap Kushina khawatir menatap anaknya dari kaca jendela rumah.
"Kau tidak perlu cemas Istriku. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mempercayai Naruto dan membantunya sekuat tenaga. Sebagai orang tua seharusnya kita mendukung cita-cita anak kita bukan..." Sahut Minato menatap lembut istrinya.
Kushina termenung. Yang dikatakan Minato ada benarnya juga. Sebagai orang tua yang mereka lakukan hanyalah harus percaya dengan anaknya. Hanya karna berbeda dengan orang lain bukan berarti ia harus menyerah dengan takdirnya. Minato, kau selalu saja dapat membuatku seperti ini.
"Hei Tsuma. Selagi Naruto sibuk dengan latihannya. Bagaimana kalau kita membuatkan satu adik untuknya...?!" Ucap Minato menyeringai penuh arti kepada istrinya itu. Kushina yang mendengar itu langsung memerah padam. Mereka memang sering melakukan hal itu setiap malam. Tapi Minato tidak pernah mengeluarkannya didalam karna mereka masih berfokus pada kehidupan Naruto.
"T-Tapi..?! M-Melakukannya di pagi hari itu bukanlah tindakan yang baik. B-Bagaimana kalau malam hari sa..~"
"KYAA...?! M-Minato turunkan aku sekarang juga.." Perintah Kushina dengan malu-malu. Namun, sang suami sepertinya tidak mau menuruti kemauan sang istri tersebut. Minato dengan cepat membawa perempuan bersurai merah itu kekamarnya.
"Aku tidak menerima penolakan, Sayang...~"
.
.
.
Hari Ketiga...
Naruto terlihat bermandikan peluh. Saat ini ia tengah melakukan gerakan Sit-up dihalaman belakang rumahnya. Sama seperti kemarin-kemarin. Ia terlihat sangat bersemangat dengan otot-otot tangannya yang mulai berkembang.
"96.., 97.., 98.., 99.., 100..! Yosha. Selanjutnya adalah gerakan Squat jump sebanyak 100 kali. Aku tidak akan menyerah!" teriak Naruto kemudian dengan cepat berdiri tegap lalu kemudian membungkuk dan mengambil posisi jongkok hingga pahanya rata dengan tanah.
Remaja pirang itu nampak menarik nafas sesekali kemudian menghembuskan dengan pelan. Setelah itu, ia melompat setinggi mungkin dan kembali lagi pada posisi semula dan mengulanginya terus menerus sampai sebanyak seratus kali lompatan.
Tidak sampai disitu saja. Setelah melakukan gerakan squat jump selama 100 kali. Ia mulai berlari mengelilingi desanya sampai dengan jarak 10 km. Beberapa dari mereka yang melihat kelakuan Naruto ada yang terkesan mengejek dan ada juga yang merasa kasihan. Sementara itu, beberapa dari perempuan terlihat terpukau dengan bentuk tubuh Naruto dan mereka baru sadar bahwa remaja pirang yang sering mereka remehkan itu mempunyai wajah yang lumayan tampan.
SKIP TIME
Setelah melakukan push-up, sit-up, dan squat jump sebanyak 100 kali sekaligus ditambah dengan lari sejauh 10 km dari pagi, siang, sore, dan malam hari. Naruto akhirnya beristirahat sebentar. Remaja pirang itu nampak tengah berbaring dihalaman rumahnya bersandarkan dengan kedua tangannya yang ia silangkan dibelakang kepalanya.
Anak angkat dari pasangan namikaze dan uzumaki itu terlihat menatap sang dewi malam dengan lekat. Saat ini keadaan sangat sepi. Lantunan suara serangga dan beberapa hewan malam menjadi sesuatu yang memecah sunyi.
"Kalau dipikir-pikir. Mata dan rambutku sangat mirip sekali dengan Tou-chan. Tapi, aku hanyalah seorang anak angkat. Sepertinya itu hanya kebetulan saja.." Ucap Naruto.
"Aku ingin tahu siapa sebenarnya kedua orangtuaku..?! Kalau saja aku dapat tahu itu. T-Tunggu dulu..! Ada baiknya aku bertanya dengan monster yang waktu itu. Tetapi, bagaimana aku dapat bertemu dengannya..?!" Tanya Naruto pada dirinya sendiri. Saat itu, dirinya tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan Jirobo. Lalu, tanpa diduga-duga ia dapat bertemu dengan monster yang setinggi 5 meter itu.
"Arggh! Aku tidak bisa memikirkan sesuatu. Sebaiknya aku cepat tidur dan fokus dengan latihanku saja saat ini. Yosh..! Tidak perlu memikirkan hal lain dulu..." Teriak Naruto kemudian melenggang masuk kerumahnya. Tanpa disangka-sangka. Sebuah aura hitam nampak muncul dari tubuh remaja pirang itu lalu kemudian dengan cepat menghilang lagi.
.
.
.
Satu Minggu Terlewati...
[Pagi yang cerah, Kediaman Namikaze]
Setelah satu minggu perubahan pun terlihat jelas ditubuh Naruto. Remaja pirang itu terlihat berisi namun dalam takaran yang wajar. Maksudnya ototnya tidak terlalu besar dan tidak juga kecil. Kini, Naruto sekarang sudah berada dihalaman belakang rumahnya dengan ditemani oleh sang ayah.
"Heh..?! Sepertinya tubuh dan fisikmu telah terbentuk sempurna Naruto. Baiklah untuk tahap selanjutnya akan kuajarkan dasar-dasar Taijutsu terlebih dahulu..." Ucap Minato
Pria yang menjadi Suami Kushina itu sedikit terkesan dengan kemajuan Naruto. Ia tidak menyangka anaknya dapat melewati latihan yang ia berikan. Kalau tau seperti ini ia akan mengajarkan Naruto sejak kecil. Sepertinya ia terlalu meremehkan anaknya sendiri.
"Baiklah Tou-chan! Aku tidak sabar dengan latihan selanjutnya.." Girang Naruto dengan semangatnya. Remaja pirang itu terlihat serius sekali mendengar pembicaraan ayahnya. Ia mencoba mengingat semua gerakan yang ayahnya lakukan saat ini.
"Pertama adalah Tusukan. Gerakan ini adalah serangan yang menitikberatkan kearah daerah vital lawan. Seperti leher, ulu hati, dan daerah vital lainnya. Yang harus kau lakukan adalah membuka telapak tanganmu dan rapatkan setiap jarimu membentuk layaknya sebuah tusukan. Seperti ini..." Terang Minato mencontohkan gerakan kearah anaknya.
"Selanjutnya Tangkisan. Gerakan ini digunakan untuk menahan pukulan lawan dan dapat juga menyerangnya dengan menggunakan kekuatan lawan itu sendiri. Ini sangat efektif digunakan ketika lawanmu mempunyai tubuh yang lebih besar darimu Naruto..." Naruto mengangguk mengerti. Semua penjelasan ayahnya ia simak baik-baik.
"Terakhir adalah Tendangan dan Pukulan. Dengan mengombinasikan kedua gerakan ini kau dapat menciptakan sesuatu yang mengerikan. Tou-chan pernah menggunakannya kelawan Tou-chan hingga lehernya mengalami cedera yang sangat parah. Gerakan ini lebih efektif saat kau bertarung dengan pengguna sihir yang mempunyai serangan sihir jarak dekat.."
"Baiklah...! Ayo mulai praktek sekarang..." Ucap Minato
.
.
.
JDUAKK...
Naruto terlempar akibat tendangan yang memutar dari ayahnya. Remaja pirang itu mulai sedikit mengerti tentang Taijutsu sekarang. Ia mencoba bangkit lalu memasang kuda-kuda seperti yang diajarkan ayahnya.
"Lumayan nak. Pertahankan kuda-kudamu itu.." Ucap Minato kemudian melesat kearah anaknya tersebut. Naruto yang melihat sang ayah berlari kearahnya memfokuskan mata dan juga refleknya.
SYATT...
Sebuah tusukan dilancarkan Minato kearah leher Naruto. Remaja pirang itu mencoba menangkis serangan sang ayah dengan cara menangkap pergelangan tangan kanan Minato dengan tangan kirinya.
Tidak sampai disitu saja. Naruto mencoba memberikan tusukan juga kearah dada ayahnya. Ia melipat tangan kanannya dan melancarkan sikutnya dengan cepat.
GREPP...
"Usaha yang hebat nak. Tapi but..~"
"Jangan lengah, Tou-chan!" teriak Naruto
Sejurus kemudian lipatan tangan Naruto dibuka memberikan akses yang luas kearah kepala Minato. Beberapa centi saat tangan itu ingin menyentuhnya. Sebuah hal yang tak terduga pun terjadi...
SRINGG...
Minato berpindah tempat menjauhi anaknya. Naruto yang melihat itu merengut kesal. Ayahnya menggunakan sihir. Bukannya mereka sepakat untuk tidak menggunakan sihir sebelum pertarungan dimulai.
"Tou-chan curang...!" Teriak Naruto
"Ehh...?! Maafkan Tou-chan, Naruto. Jika tidak melakukan itu sudah dipastikan Tou-chan akan tumbang menerima pukulanmu tadi. Kau tidak mau kehilangan ayah dalam waktu dekat ini kan...?!" Ucap Minato tersenyum kikuk.
Naruto mendengus tidak puas. Tetapi, beberapa detik kemudian ia tersenyum dan berjalan kearah ayahnya. Minato menatap heran saat anaknya memberikan kode untuknya agar merentangkan tangan.
Tanpa pikir panjang ia menuruti perintah anaknya itu. Kemudian, tepat saat jarak mereka kian menipis. Sesuatu yang tidak terduga dilakukan Naruto membuat Minato terkejut bukan main.
GREPP...
"H-Hontou ni arigatou Tou-chan. Terima kasih untuk semua kerja kerasmu selama ini. Berkatmu aku bisa menjadi seperti sekarang..." Ucap Naruto lirih.
Remaja pirang itu memeluk ayahnya. Minato tersentak, kemudian perlahan membalas pelukan anaknya. Sebagai ayah ia sangat beruntung memiliki anak seperti Naruto. Ia tidak peduli meskipun Naruto hanya anak angkatnya. Inilah kebahagian terbesar yang belum pernah ia miliki.
"Naruto, Minato, apa latihannya su..~"
Kushina tidak melanjutkan perkataannya. Nampan yang berisi beberapa onigiri dan tiga teh hangat ia taruh dengan cepat di lantai pekarangan belakang rumahnya itu. Perempuan bersurai merah itu berlari mendekati anak dan juga suaminya.
"Aku juga ingin ikut. Tega sekali kalian tidak mengajak Kaa-c..~"
GREPP...
Kushina tersenyum melihat Naruto dan Minato memeluknya. Anaknya dikiri dan suaminya diarah yang sebaliknya. Perlahan, kedua tangannya mengelus kedua pucuk pirang milik anak dan suaminya tersebut.
"Tou-chan, Kaa-chan...?! Aku harap kebersamaan ini akan bertahan selamanya.." Ucap Naruto seakan sangat takut jika kedua orang tuanya akan pergi meninggalkannya.
"Tenanglah Naruto. Kami akan selalu ada disampingmu..." Ucap Kushina mengeratkan pelukan seakan ia juga takut kehilangan sosok kedua mentarinya tersebut.
"Yosh..! Sebaiknya kita makan dulu dattebane. Kaa-chan sudah menyiapkan onigiri dan segelas teh hangat untuk kalian.." Ucap Kushina
Mereka bertiga pun makan dengan nikmatnya. Diselingi canda tawa karna kelucuan Naruto. Semoga saja kebahagiaan mereka dapat bertahan lama. Itu karena, sesuatu yang tidak terduga akan muncul dalam waktu dekat ini.
.
.
.
SKIP TIME
Setelah sarapan pagi. Kini, Naruto melanjutkan latihan dengan Ibunya kali ini. Kushina akan mengajari anaknya tentang Kenjutsu. Berbeda dengan taijutsu, kenjutsu adalah seni bela diri menggunakan pedang.
"Neh Kaa-chan. Kau akan mengajariku seni berpedang. Tetapi, disini tidak ada pedang sama sekali...?!" Pikir Naruto sweatdrop. Apa ibunya ini lupa membeli sebuah pedang. Atau jangan-jangan, ibunya ingin mengajariku seni berpedang tanpa menggunakan sebuah pedang. Heh itu tidak keren...
BLETAKK...
"I-Ittai...! Kaa-chan berhentilah memukul kepalaku. Otakku yang cerdas bisa saja menjadi bodoh karna terus-terusan kau pukuli.." Pekik Naruto
"Alasan yang tidak masuk akal tebane..! Lagipula, otakmu itu dari dulu sudah bodoh nak..." Ucap Kushina sedikit tertawa. Naruto yang mendengar penjelasan dari Ibunya mendadak murung. Remaja pirang itu berjongkok sambil membuat sebuah bulatan tidak jelas ditanah.
"Oke Naruto. Sekarang saatnya serius..." Sahut Kushina. Kemudian ia memunculkan grimoire berwarna merah miliknya. Dalam sejarah dunia sihir. Hanya ada empat warna buku grimoire yaitu gold, putih, grey, dan merah. Setiap warna memiliki artinya masing-masing.
Gold..
Warna emas melambangkan kesuksesan, kemakmuran, kekayaan, pemborosan, keajaiban, dan kebijaksanaan. Ini adalah warna grimoire yang paling langkah. Menurut sejarah, hanya ada beberapa orang yang dapat memilikinya dan itupun berasal dari keluarga bangsawan. Tidak menuntut kemungkinan juga orang biasa dapat memilikinya.
Putih..
Warna ini melambangkan kebersihan, ketiadaan, kepolosan, kerendahan hati, dan juga kebaikan. Mereka yang memiliki grimoire dengan warna putih mempunyai kebaikan hati yang besar.
Grey..
Pencampuran antara warna putih dan hitam menghasilkan sebuah warna yang disebut abu-abu. Grey dapat melambangkan kecerdasan, kepiawaian, keselamatan, dan kedewasaan. Lalu yang terakhir..
Merah..
Grimoire dengan warna merah sangat sering dijumpai. Grimoire ini dapat berarti tekad, ambisi, kekuatan, dan juga cinta. Salah satu yang terlihat memiliki grimoire ini adalah Kushina. Suami dari Minato..
Sampai saat ini hanya warna itulah yang diketahui. Dari semua penjuru dunia yang ada, tidak ada lagi grimoire dengan warna selain gold, putih, grey, dan merah. Oke sepertinya penjelasan cukup sampai disini. Balik lagi ketempat Naruto dan Kushina..
.
.
.
Secret Magic : Magic Creation
Dari ketiadaan munculah sebuah pedang dikedua tangan Kushina. Ditangan kanannya menyerupai sebuah katana. Yaitu pedang tipis namun memiliki bagian yang sangat tajam dikedua sisinya. Ujung pedang berbentuk meruncing seperti bentuk segitiga siku-siku.
Lalu ditangan kirinya ia memegang pedang yang ukurannya lebih pendek dari pedang sebelumnya. Pedang itu biasa disebut tanto. Tidak berbeda dengan yang sebelumnya. Ujung pedang itu memiliki bentuk yang sama seperti katana.
Naruto yang melihat ibunya barusan menciptakan sesuatu dari ketiadaan sontak terpukau. Sebenarnya remaja pirang itu sudah sering melihat Ibunya menciptakan sebuah benda dengan sihirnya itu. Hanya saja kali ini sedikit berbeda. Biasanya Ibunya selalu memunculkan rantai sebagai senjata andalan. Tapi kali ini sebuah pedang sekarang.
"Sugoi...! Seandainya aku bisa menggunakan sihir.." Batin Naruto sedih dalam hatinya. Munafik kalau ia tidak menginginkan hal itu. Tetapi, ia tidak boleh berputus asa sekarang.
"Yosha. Cepat ajari aku kenjutsu, Kaa-chan..." Ucap Naruto tidak sabaran. Melihat sifat energik anak angkatnya itu entah kenapa mengingatkan Kushina saat dirinya waktu kecil.
"Kau ini tidak sabaran sekali dattebane..! Baiklah. Kita mulai dari dasarnya terlebih dahulu. Karna kaa-chan orangnya tidak suka hal yang rumit jadi Kaa-chan jelaskan dengan mudahnya saja yah.." Terang Kushina
Inilah yang disuka dari Ibunya. Simpel dan tidak harus bertele-tele seperti ayahnya. Kadang ia pernah berpikir bagaimana kedua orangtuanya itu dapat akur dengan perbedaan sifat mereka. Hah...?! Hubungan itu memang rumit.
"Pertama adalah Men. Yang harus kau lakukan adalah syatt. Kemudian lanjutkan dengan syutt dan terakhir kau tutup dengan crass. Simpel kan Naruto..." Ucap Kushina
Remaja pirang itu melebarkan matanya. Penjelasan ibunya itu tadi sangat simpel sekali sampai-sampai ia tidak mengerti apa yang ibunya itu ucapkan. Sepertinya ia menarik lagi kata-katanya tadi.
"A-Ano Kaa-chan bisakah kau ulangi lagi. Aku tidak mengerti apa yang dimaksud syat, syutt, dan crass apalah itu pokoknya.." Sahut Naruto
"Penjelasan gampang seperti itu masa kau tidak mengerti tebane...?!" Ucap Kushina dan membuat Naruto sontak terpeleset dengan tidak elitenya. Apa yang barusan ibunya bilang itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
"Ya sudah. Kali ini cobalah untuk mengerti yah. Ayunkan pedang kanan kedepan dengan kepala sebagai titik serangnya. Kemudian, ayunkan pedang kiri kesamping dengan perut sebagai sasarannya. Lalu terakhir, tutup dengan menusukan pedang kanan kedepan.." Jelas Kushina mencoba memberikan penjelasan yang sedikit detail sekarang.
"Sepertinya aku mengerti Kaa-chan. Biarkan aku mencobanya..." Ucap Naruto manggut-manggut sembari mengelus dagunya.
Kushina kemudian menyerahkan kedua pedang itu kepada anaknya. Remaja pirang itu kemudian mencoba mempraktekkan gerakan yang sama persis seperti ibunya tadi. Alhasil...
SYATT... SYUTT... CRASH...
"Wow kau berhasil dattebane..! Sepertinya kau belajar dengan cepat Naruto.." Ucap Kushina membuat sang empu yang dipuji tadi mendadak sombong sesaat. Terlihat dari bahasa tubuh remaja pirang tersebut.
Melihat anaknya sedang bertolak pinggang yaitu posisi dimana kedua belah tangan diletakkan dipinggang. Sukses membuat Kushina memberikan jitakan kasih sayang terhadap anaknya itu.
BLETAKK...
"Jangan sombong dulu tebane..! Selanjutnya adalah Kote.." Ucap Kushina.
"K-Kote...?! Maksud Kaa-chan pewarna kuku yah.." Sahut Naruto dan langsung ditatap Kushina dengan tajamnya.
"Apa kau mau kujitak lagi hahh.." Balas Kushina yang langsung membuat nyali Naruto ciut bukan main. Oh ayolah, ia kan hanya bercanda tadi. Ibunya itu sepertinya tidak memiliki rasa humor yang tinggi..
"T-Tidak Kaa-chan..."
"Huhh...?! Ya sudah kita lanjutkan lagi. Kote itu serangan yang tujuan sasarannya adalah pergelangan tangan lawan. Biar kutunjukkan..." Jelas Kushina kemudian mengambil kedua pedang ditangan Naruto. Sebenarnya kalau tidak mau repot kenapa ibunya tidak membuat saja lagi pedang menggunakan sihirnya. Tapi remaja pirang itu lebih memilih menutup mulut karna takut kena imbas lagi.
.
.
.
SKIP TIME...
Setelah penjelasan sekaligus praktek yang telah diberikan ibunya tadi. Naruto mulai berlatih kenjutsu sendiri. Ia mulai mencoba berimprovisasi dengan mengkombinasikan taijutsu milik ayahnya dan kemampuan kenjutsu yang diajarkan ibunya. Hasilnya sangat mengejutkan..
Ia menciptakan teknik mematikan dan menamainya dengan Shi no Dansu. Gerakan dimana dirinya mengayunkan kedua pedangnya seakan melakukan tarian yang terkesan halus namun tetap akurat.
Tidak sampai disitu saja. Gerakan Taijutsu serampangan yang tidak sengaja Naruto lakukan membuat dirinya menemukan sebuah inovasi baru. Gaya bertarung yang tidak bisa diprediksi lawannya dapat menghajar lawan secara bertubi-tubi dari berbagai sudut namun tiap serangan juga dilakukan dengan tepat dan tidak asal-asalan. Ia menamai teknik ini dengan sebutan Kakuran Taijutsu.
Dua minggu kini telah berlalu dan kedua teknik Naruto sudah dalam tahap yang sempurna. Remaja pirang itu berniat untuk mengajak ayahnya berduel sekaligus menguji kemampuan yang didapatkan selama latihan kali ini.
Saat ini, Naruto telah berada dihalaman belakang bersama ayahnya. Remaja pirang itu terlihat keren dengan penampilannya sekarang. Naruto memakai baju kaos hitam panjang menutupi sikut yang tidak terlalu ketat dan sangat pas dengan bentuk tubuhnya. Sedangkan untuk bawahan, ia terlihat memakai celana panjang diatas mata kaki senada dengan warna baju miliknya. Kedua kakinya pun dibalut dengan sendal hitam khas yang dibuat oleh Kushina menggunakan sihirnya. Dan jangan lupakan juga dua pedang yang terpasang dibelakang punggungnya.
Beberapa hari yang lalu juga Naruto memintanya untuk membuatkan sebuah pemberat tangan dan juga kaki. Agar tidak mencolok, Kushina pun membuatkan sebuah gelang hitam berlambangkan pusaran air. Walaupun benda itu terlihat kecil gelang itu mempunyai berat 10 kg.
Terlihat jelas keempat gelang itu berada dikedua kaki dan tangannya. Selama menyempurnakan kedua tekniknya ia selalu memakai pemberat itu. Pada awalnya terasa sulit. Tetapi lama kelamaan semuanya terlihat lebih mudah dan ia mulai terbiasa. Dan sekarang saatnya melepaskan pemberat tersebut.
DUAKK...
Satu demi satu Naruto mulai melucuti gelang yang ada ditubuhnya. Gelang itu nampak membuat lubang kecil karna bertabrakan dengan tanah. Sekarang, kita tahu kalau gelang yang dibuatkan Kushina itu memang sangatlah berat.
"Apa kau sudah siap nak...?!" Tanya Minato dari sisi yang berbeda dari tempat Naruto berdiri sekarang. Ayah dari Naruto itu nampak tersenyum melihat perkembangan anaknya saat ini.
"Lebih dari siap Tou-chan. Aku harap kau tidak menahan dirimu. Kau boleh menggunakan sihirmu, Tou-chan..." Jawab Naruto dengan manik yang bersungguh-sunguh.
Perasaan khawatir pun dirasakan tak kala Kushina mendengar penuturan itu keluar dari mulut sang anak. Tetapi, ia membuang jauh-jauh pemikirannya itu. Anak itu bukan lagi Naruto yang ia kenal dulu. Saat ini remaja pirang itu sudah jauh lebih kuat setelah kejadian pengeroyokan oleh tiga preman tempo lalu.
.
.
.
[Battle : Naruto vs Minato]
Minato dengan cepat melesatkan sebuah pisau kearah Naruto. Melihat serangan dari sang ayah, remaja pirang itu sedikit memiringkan kepalanya. Pisau itu nampak melewati sang anak. Namun, beberapa detik kemudian Minato dengan cepat berpindah kearah belakang Naruto dan menangkap pisau yang ia lemparkan tadi.
"Sepertinya aku menang lebih awal yah na..~"
TRANKK...
Belum sempat Minato menyelesaikan ucapannya. Ia dikejutkan saat anaknya dengan reflek yang cepat mencabut katana yang ada dipunggungnya. Tanpa berbalik kebelakang, Naruto dengan hebatnya menangkis pisau Minato dengan katananya.
"Dalam mimpimu, Tou-chan..."
Remaja pirang itu kemudian mengayunkan katananya kedepan membuat pisau Minato terpental akibat daya ayunan yang dihasilkan Naruto. Tidak sampai disitu saja, remaja itu dengan cepat berbalik kekanan diiringi ayunan katananya kearah belakang.
Tidak mau mati sia-sia. Minato mau tidak mau harus menggunakan sihirnya lagi dan kembali ketempat semula ia berdiri sebelum pertarungan dimulai. Naruto yang melihat sang ayah berpindah tempat tersenyum puas. Sepertinya ia telah berhasil memancing ayahnya itu untuk serius sekarang.
"Akhirnya kau mulai serius, Tou-chan. Baiklah, kuharap kau tidak menahan dirimu lagi. Karena, aku akan mulai serius juga sekarang..." Sahut Naruto menyeringai.
Remaja pirang itu kemudian menarik nafas sebanyak-banyaknya lalu dengan pelan ia menghembuskannya. Sejurus kemudian, ia menaruh perlahan katana miliknya disarung pedang yang ada dipunggungnya tersebut. Tepat setelah Naruto menyarungkan katananya. Minato dibuat terkejut oleh anaknya...
SRINGG...
DEG...
"N-Nani...?!"
"Kau melihat kemana, Tou-chan..." Tukas Naruto
BUAGGHH...
Satu pukulan dengan cepat mendarat dipelipis Minato. Membuat sang empu tersebut terpental sedikit jauh dari tempatnya berdiri tadi. Sebenarnya apa yang terjadi. Bagaimana bisa Naruto memiliki sihir yang sama seperti dirinya. Ia sangat yakin remaja pirang itu berpindah tempat dibelakangnya.
"U-Ughh...?! B-Bagaimana kau bisa berpindah tempat Naruto. Bukannya kau tidak bisa menggunakan sihir sama sekali.." Lenguh Minato tak percaya.
Mendengar perkataan dari sang ayah membuat Naruto ingin tertawa. Apakah ayahnya itu sudah lupa kalau ia memang tidak bisa menggunakan sihir. Hal yang dilakukannya tadi hanyalah berlari cepat dan langsung berpindah kearah belakang tubuh ayahnya.
"Aku memang tidak bisa menggunakan sihir sejak kecil, Tou-chan. Seharusnya kau sudah tau akan hal itu. Hal yang kulakukan tadi hanyalah berlari kearah belakangmu lalu memukulmu dengan kekuatan penuhku..." Terang Naruto menatap sang ayah yang masih dalam keadaan terkejut.
Apa yang dikatakan remaja pirang itu memang benar adanya. Ia hanya melakukan gerakan berlari dan wuss. Seketika ia sudah berada dibelakang Minato. Mungkinkah ini efek yang dihasilkan karna ia selalu memakai pemberat yang dibuat oleh ibunya tersebut. Kalau iya itu akan menjadi senjata yang mengerikan.
Kushina yang melihat aksi Naruto dari pekarangan rumahnya sontak ikut terkejut. Ia tidak percaya remaja pirang yang berstatus sebagai anak angkatnya itu dapat berkembang sampai sejauh ini. Apa yang ditakutkan Kushina selama ini ternyata salah. Naruto memang pantas untuk menjadi seorang ksatria sihir.
Kembali ke pertarungan. Minato mencoba bangkit dari pukulan anaknya tadi. Ia kemudian mengambil dua pisau yang terpasang dibenda menyerupai ikat pinggang tersebut. Secara teori, sihir miliknya adalah sihir ruang yang membuat dirinya mampu berpindah tempat secara cepat. Ia dapat berpindah menggunakan media semacam pisau yang telah ia tandai dengan sihirnya itu. Atau ia juga bisa berpindah tempat dengan radius 5 meter tanpa harus menggunakan media. Hanya saja, ia perlu berkonsentrasi lebih untuk berteleportasi.
SYUTT...
Satu pisau telah Minato lemparkan kearah Naruto. Sedangkan satu pisau lagi ia pegang dengan tangan kanannya. Melihat pisau yang datang menuju Tubuhnya. Naruto dengan cepat mencabut kedua pedangnya secara bersamaan. Katana ditangan kanan dan tanto ditangan yang sebaliknya.
TRANKK...
Dua benda tajam itu bertabrakan. Menghasilkan percikan api antara Katana dengan pisau tersebut. Alhasil, pisau Minato kini tertancap tidak jauh dari tempat Naruto berdiri. Tidak ingin menyianyiakan waktu, Minato dengan cepat berpindah tempat dan mengambil pisau tersebut dengan tangan kirinya.
Tidak sampai disitu saja. Minato melesat cepat kearah Naruto dengan posisi tangan menyilang. Bermaksud untuk menebasnya, Naruto tidak diam begitu saja. Remaja pirang itu menggunakan katananya untuk menangkis kedua pisau tajam Minato.
Melihat serangannya tidak berhasil. Tidak membuat Minato kehabisan akal. Seakan sudah direncanakan dengan matang. Ia langsung berteleportasi kebelakang anaknya tersebut. Naruto yang melihat sang ayah sudah tidak berada lagi didepannya dengan cepat mengayunkan pedang yang lebih kecil dari katana miliknya. Bersama dengan reflek badannya yang cepat ia mencoba berputar berlawanan jarum jam.
Minato sedikit terkesan dengan reflek yang dipunyai anak angkatnya itu. Seakan ia mempunyai satu mata dibelakang lehernya dan dapat mendeteksi dirinya yang telah berteleportasi. Tetapi, itu semua tidak cukup karna pengalaman dirinya lebih banyak dibandingkan anaknya.
Terlihat pisau yang berada ditangan kiri Minato tidak ada digenggamannya. Naruto yang menyadari akan hal itu mengumpat sial dalam hatinya. Benar dugaannya, ayahnya kembali berteleportasi dan berpindah tempat yang ia yakini kearah belakang tubuhnya lagi.
"Damn it..! Aku harus menggunakan itu..." Pikir Naruto terdesak..
Shi no Dansu..
Naruto melempar tanto miliknya keatas dan dengan gerakan cepat ia memukul pegangan tanto tersebut menggunakan sisi pipih katana miliknya kearah belakang.
Melihat serangan Naruto yang tak terduga. Minato dengan cepat menangkis reflek tanto milik anaknya tersebut. Tidak sampai disitu saja. Keterkejutan Minato kembali muncul tak kala anaknya melakukan sebuah gerakan aneh dengan katana miliknya.
Layaknya seorang penari. Naruto dengan lembut mengayunkan katana miliknya kearah sang ayah. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Semua dibuat dengan lembut dan keakuratan yang sangat hebat.
TRANK... TRANK...
Bersamaan dengan terjatuhnya dua pisau yang dipegang Minato. Membuat pertarungan antara anak dan ayah pun telah berakhir dimana sang anak memenangkan pertarungan tersebut.
Katana yang awalnya diacungkan Naruto kearah wajah sang ayah kemudian ia tarik lagi dan tak lupa menyarungkannya kembali. Melihat sang anak dapat mengalahkan dirinya membuat Minato memberikan pujian sekaligus tepuk tangan dari Kushina yang berada dipekarang rumah mereka.
"Kau hebat nak..! Tou-chan bangga dengan semua kerja kerasmu selama ini.." Ucap Minato sembari mengambil tanto milik anaknya yang terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri. Lalu kemudian menyerahkannya..
Naruto dengan senyum puas menerima tanto tersebut. Dibandingkan dengan ribuan tepuk tangan dan pujian oleh orang lain. Ia malah sangat bersyukur mendapatkan itu dari kedua orang tua angkatnya ini. Baginya, inilah salah satu hal dari sekian banyak keinginan yang sangat ia inginkan sejak kecil.
"A-Arigatou Tou-chan.."
Satu kata yang diluncurkan Naruto membuat Minato selaku ayah angkatnya tak kuasa untuk tidak memeluk tubuh anaknya tersebut. Ia mengelus surai pirang yang sama sepertinya. Anaknya kini tumbuh menjadi pemuda yang sangat hebat sekarang dan ia yakin dalam waktu dekat ini Naruto mampu melampui dirinya dan juga istrinya.
"Naruto. Sebagai seorang ayah baru kali ini aku merasa bahagia memiliki anak sepertimu. Aku percaya kau akan menjadi seorang yang sangat hebat kelak.."
Mendengar penuturan ayah angkatnya membuat Naruto lagi lagi tak bisa untuk tidak tersenyum. Kushina yang melihat suami dan anak angkatnya itu terlihat meneteskan air mata dari manik kiri miliknya. Mereka puas karna setidaknya telah memberikan sesuatu yang berharga untuk sang anak. Dan suatu hari nanti, mereka akan melihat...
"Dimana sang anak akan menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan untuk mereka berdua.."
.
.
.
To Be Continued
BALASAN REVIEW
Note : Saya hanya akan membalas review yang dianggap penting dan untuk review yang jawabannya mengandung spoiler saya hanya bisa menjawabnya dengan ala kadarnya saja. So, biarlah itu menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk para readers sekalian.
Virgo980 : Terinspirasi Dari Black Clover Kah.?
= Ya. Fict ini memang terinspirasi dari Black Clover..
darkast : Thorr Kenapa Mata Kushina Warnanya Biru Seharus Nya Hijau Kan Tapi Nggak Papa Lanjut Aja Thorr...!
= Soal itu saya benar-benar mohon maaf. Saya kira mata Kushina itu berwarna biru hanya saja tidak terlalu terang seperti Minato. Untuk typo ini mohon dimaafkan dan saya tidak berniat mengubah mata Kushina dichapter-chapter selanjutnya. Karna udah terlanjur..
Suijin No Ma'ruf : Lanjut,Thor Ajarin Cara Membuat Fanfic Lewat Hp Thor Tolong Ya
= Untuk cara membuat fanfic lewat hp bisa menggunakan aplikasi Ms. Word yang dapat diunduh jika hp nya berbasis android. Untuk hape selain android saya kurang tahu..
Fahzi Luchifer : Ficnya Bagus Juga... Tapi Kapan Naruto Mendapatkan Gremorienya? Yang Clover 5 Itu Kan?
= Kapan Naruto mendapatkan Grimoirenya mungkin diantara chapter 3 dan 4. So, ditunggu aja yah. Soal Clover berdaun 5 sepertinya gak akan ada di fict ini. Author sedikit membuat beda Grimoire yang ada di cerita. Karna kalau sama terkesan copas dan tidak menarik..
Itulah beberapa review yang bisa saja jawab. Untuk para readers yang reviewnya tidak saja jawab itu mungkin dikarenakan beberapa pertanyaan reader yang sudah sama dengan reader lainnya. Atau pertanyaan reader hanya berupa bait. So, untuk selanjutnya dimohon review yang berbobot dan berisi yah...
.
.
.
See You The Next Chapter..
