Double Trouble
.
.
Kim Yesung
Cho Kyuhyun
ChoiSiwon
Dll
.
Annyeonghaseyooooooo... aisshh...! stres karena pairnya! Padahal udah niat mau bikin Kisung vs Minsung alias Minho Yesung, hasil konsultasi sama Nin Nina saengie n I'm Dhie Cloud's saengie. Tapi banyak banget yang minta KyuSung-WonSung. Lagian saya juga bingung mau pilih siapa sebagai saingan Yeppa, jadi, ya sudahlah, saya nurut aja ma mayoritas suara dan juga mengubah GS jadi BL. Jadi kalo cerita tak sesuai ma prolognya jangan protes ne...!
Happy reading.
.
"Ya! Kim Yesung! Selesaikan dulu sarapanmu!"
"Mianhae, hyung! Aku hampir terlambat!"
"Tapi kau tetap harus sarapan!"
Pagi yang ramai di rumah Kim. Keluarga kecil yang hidup di sebuah rumah mungil namun indah di belakang sebuah istana mewah.
Biar aku jabarkan. Sebuah rumah yang lebih pantas disebut istana, dengan beberapa ruang terpisah dari rumah utama, berdiri kokoh di jantung kota Seoul. Rumah itu memiliki halaman dan taman yang luas. Arsitekturnya pun begitu mengundang decak kagum.
Di belakang rumah itu, ada sebuah paviliun kecil yang terpisah lumayan jauh dari rumah utama. Paviliun kecil itu akhirnya disulap menjadi rumah untuk keluarga Kim, asisten dari tuan besar pemilik istana di depan tempat tinggal mereka.
Kim Yesung menatap mobil yang baru saja melewatinya. Tuan muda pemilik rumah besar itu. Cho Kyuhyun.
Ckiiit...! Sebuah mobil di belakang mobil pabrikan Italia yang tadi melewatinya, berhenti mendadak di samping Yesung.
"Kau berangkat sendiri, Kim Yesung?" tanya sang pemilik mobil.
Yesung membungkuk hormat. "Ne, sajangnim. Cullie hyung masuk siang jadi saya berangkat sendiri."
Tuan Cho menggangguk-angguk. "Naiklah, aku akan mengantarmu."
Yesung menoleh pada appanya yang menyetir mobil itu. Meminta ijin darinya. Sementara sang appa tak berucap, hanya membuka pintu belakang mobil yang ia kemudikan.
"Bagaimana sekolahmu, Yesung'ah?"
"Ne, sajangnim. Ujian kemarin, saya rangking dua, dibawah tuan muda Cho," jawab Yesung sopan. Atau lebih tepatnya terpaksa sopan. Itu karena appanya akan marah jika dia bersikap tidak sopan pada majikan appanya. Padahal tuan besar Cho selalu memintanya untuk memanggilnya paman. Tapi bagi appa, antara atasan dan bawahan selalu ada batas tak terlihat yang tak boleh dilanggar.
"Kau memang namja yang pintar. Bagaimana kalau lulus SMA nanti kau kuliah di Amerika? Setelah lulus kau bisa bergabung di perusahaan kami?"
"Aniyo! Saya akan pergi ke Perancis untuk kuliah di sekolah design!"tolak Yesung tanpa berpikir.
"Ehem!" appa berdehem.
"Jeosonghamnida," ucap Yesung meralat kalimatnya yang tak sopan.
"Kau suka mendesain?" tanya tuan besar Cho.
"Ah, nde. Saya menyukainya."
"Apapun pilihanmu, yang terpenting kau harus berusaha menjadi yang terbaik. Buatlah kami bangga padamu. Kau mengerti?"
"Nde, sajangnim," jawab Yesung sumringah. Bahkan appanya saja tak pernah memberikan kata-kata dukungan untuknya.
"Oh, ya, pak Kim, hari ini si sulung akan datang. Tolong jemput dia ke bandara," ucap tuan besar Cho yang membuat Yesung penasaran.
Si Sulung? Bukankah putra tuan Cho hanya Cho Kyuhyun saja? Lalu siapa si sulung itu? Apa tuan besarnya mempunyai anak di luar pernikahannya dengan nyonya Cho? Makhlum, Yesung belum lama tinggal di rumah mereka. Karena sebelumnya dia tinggal di luar kota bersama umma dan kakaknya. Tapi sejak sang umma meninggal, merek akhirnya tinggal bersama sang appa. Jadi dia tak tahu pasti soal silsilah keluarga Cho. Yang ia ingat, saat kecil dulu, memang ada anak laki-laki lain selain Kyuhyun. Tapi Yesung tidak ingat apa hubungan anak itu dengan keluarga Cho.
"Kita sudah sampai, Yesung'ah," ucap sang appa.
"Ah, ne appa. Gamsahamnida, sajangnim," ucapnya sebelum keluar dari mobil itu.
Puluhan pasang mata menatap Kim Yesung yang turun dari mobil mewah tepat di depan gerbang sekolah. Semua orang juga tahu, jika mobil itu adalah milik penyumbang dana terbesar di sekolah mereka. Lalu apa alasan Kim Yesung sampai bisa menumpang di mobil itu?
Sementara yang menjadi pusat perhatian sama sekali tak ambil pusing. Namja itu melanjutkan langkah ringannya menuju kelasnya.
"Yesung'ah, kau berangkat dengan Cho Sajangnim? Bagaimana bisa? Jangan-jangan kau..."
"Pluk!" Yesung menepuk jidat Ryeowook. "Apa yang kau pikirkan?"
"Habis..., kalian sudah seperti appa dan anaknya saja."
"Ck! Kalau sampai Cho Kyuhyun mendengarmu, kau bisa habis!" ucap Yesung menakut-nakuti.
"M-mwo...!"
Yesung tertawa melihat reaksi teman semejanya. Lalu mendahuluinya masuk ke kelas mereka.
"Hei, Kim Yesung, kau berangkat dengan tuan besar lagi?"
"Cho Kyuhyun, kenapa namja itu bisa berangkat dengan Daddymu?"
Dua pertanyaan itu terlontar bersamaan saat Yesung duduk di bangkunya di tengah ruangan, dan Kyuhyun yang sedang asyik dengan smartphone-nya di pojok belakang.
"Appaku bekerja pada keluarga mereka."
"Appanya, asisten dari Dadyku."
Pun jawaban mereka terdengar bersamaan.
Yesung menoleh mendengar jawaban Kyuhyun. Tak berpikir kalau namja itu akan menjawab pertanyaan sepele itu.
Cho Kyuhyun, namja arogan itu, entah nasib baik atau buruk, sejak kecil Yesung selalu satu sekolah dengannya. Bahkan dengan statusnya yang hanya putra dari asisten sekaligus sopir tuan Cho, dia bisa belajar di sekolah favorit, dengan biaya yang sangat tinggi, karena kebaikan hati tuan besarnya. Beliau yang selalu meminta appa Yesung untuk mendaftarkan kedua anaknya di sekolah yang berkualitas. Tentu saja dengan beliau yang mengurus biayanya.
Tapi meski sejak kecil selalu bersama, keduanya sama sekali tak saling mengenal. Yesung ingat, pertemuan pertamanya dengan Cho Kyuhyun adalah saat ia masih TK. Saat itu, hampir saja appa memindahkan sekolahnya karena beliau di PHK dari tempat kerjanya. Lalu mereka bertemu tuan Cho yang sedang menjemput putranya di sekolah yang sama.
Tuan besar Cho adalah teman SMP dan SMA appa yesung, sebelum sesukses sekarang ini. Dan beliau ternyata masih mengingat appanya. Tuan Cho kemudian menawarkan pekerjaan sebagai sopirnya. Karena saat itu sopirnya mengundurkan diri. Dan tuan besar itu, selalu memperlakukan keluarga mereka dengan sangat baik. Terutama pada Yesung yang seumuran dengan Kyuhyun.
...
"Ahjusshi!" teriak seseorang dan langsung melompat memeluk appa Yesung yang berdiri di samping mobil majikannya.
"Aigo..., tuan muda?"
"Kim Ahjusshi, mana Yesung?"
"Tentu saja dia belajar di sekolahnya. Lagi pula, anda masih mengingat Yesung setelah belasan tahun?"
"Tentu saja. Dia satu-satunya temanku di sini. Heechul hyung tidak pernah mau berteman denganku. Apalagi Cho Kyuhyun. Dia melihatku sebagai musuhnya!"
"Mana mungkin Tuan muda Kyuhyun begitu. Dia hanya tidak mudah bergaul saja."
"Ne..., dia memang seperti itu!" gerutu namja tampan itu.
"Jadi, apakah tuan muda akan berada di Korea dalam waktu yang lama, atau hanya untuk syuting iklan saja?"
Choi Siwon, namja muda itu menoleh. "Ahjusshi tahu jadwalku? Waah! Ahjusshi memang hebat!"
"Saya tahu dari televisi, tuan muda. Lalu, apa anda akan langsung pulang, atau mengunjungi namja manis itu?"
"Ahjusshi...!" protes Siwon.
Choi Siwon adalah aktor terkenal di China. Dia datang ke Korea untuk kontrak iklannya dengan perusahaan sang ayah di Korea. Lalu apa hubungan namja itu dengan keluarga Cho? Tentu saja karena dia kakak dari Cho Kyuhyun. Lalu mengapa marga mereka berbeda? Itu karena orangtua mereka bercerai saat usia Siwon baru 1 tahun.
Umma Siwon adalah istri pertama dari Daddy Cho Kyuhyun. Mereka menikah bukan karena cinta. Tapi umma Siwon yang merupakan sekretaris tuan Cho hamil setelah keduanya melakukan hubungan terlarang saat keduanya mabuk. Mereka menikah karena tidak ingin membuat Siwon dipandang sebagai anak haram. Dan pada akhirnya mereka memilih bercerai saat Siwon baru berusia 1 tahun. Dan beberapa tahun kemudian umma Siwon menikah dengan pengusaha kaya dan menetap di China. Meski begitu hubungan kedua keluarga masih terjalin dengan baik. Kecuali Kyuhyun yang sejak kecil tak menyukai Siwon karena menganggapnya saingan dalam memperebutkan perhatian orangtua mereka.
"Ahjusshi, antar aku ke kantor Daddy saja ne?" pinta Siwon.
"Ne," jawab pak Kim.
...
Kim Yesung menatap sekilas Kyuhyun yang tengah bercakap-cakap dengan Lee Sungmin, namja cantik idola sekolah mereka. Ah, ani. Tapi seorang model papan atas. Gosipnya mereka pacaran. Tapi Lee Sungmin selalu membantah kabar itu.
"Hei, Kim Yesung!" panggil Sungmin seraya berlari kecil meninggalkan Kyuhyun.
"Ne, sunbaenim?" jawab Yesung. Lee Sungmin memang kakak kelasnya.
"Hari ini aku ada pertemuan penting. Dan asistenku sedang cuti. Jadi..."
Yesung tersenyum. "Arraseo. Nanti aku akan memilihkan pakaian yang cocok untukmu."
"Jeongmalyo? Aku tidak merepotkanmu kan?"
"Aniyo. Karena sunbaenim sangat cantik. Dan pantas memakai baju apapun, jadi sangat mudah memilih baju yang sesuai. Lagi pula koleksi baju sunbaenim juga berkelas."
"Kau ini! Gomawo."
"Ne, tapi sebagai gantinya, kelak kalau aku berhasil jadi designer, Sunbaenim harus mau memakai bajuku. Bagaimana?"
"Bukan tawaran yang buruk! Tentu saja aku mau!" seru Sungmin ceria.
Namja itu memang baik hati. Dia juga sangat manis. Pantas saja namja sedingin dan searogan Cho Kyuhyun menyukainya. Ya..., meskipun dia tak pernah menyatakannya secara langsung.
Kyuhyun menatap Sungmin yang sedang bicara dengan Yesung. Namja tampan itu tersenyum. Lee Sungmin memang namja yang sempurna. Cantik, baik, dan pujaan semua orang. Hanya saja sayangnya, namja manis itu menyukai oranglain. Dan bukan dirinya.
.
-Double trouble-
.
Kim Yesung menatap Lee Sungmin yang baru selesai dirias. Namja manis itu benar-benar mengaguminya. Lee Sungmin itu cantik. Baik saat berpakaian biasa ataupun saat berdandan.
"Kau yakin tidak mau menungguku?" tanya Sungmin.
"Ne. Aku harus kembali ke sekolah untuk mengambil sesuatu," jawab Yesung.
"Baiklah. Ah, padahal aku ingin memperkenalkanmu pada teman-temanku. Kau bisa menemukan koneksi agar kau bisa mengembangkan bakatmu, Kim Yesung."
Yesung tersenyum. "Lain kali saja. Terimakasih atas kebaikan sunbaenim. Aku pergi dulu, ne! Annyeong..."
Sungmin melambaikan tangannya pada Yesung yang keluar dari ruang gantinya.
"Dia anak yang hebat kan, nona Ma?" tanya Sungmin pada wanita yang meriasnya.
"Ne, dia berbakat. Dan sebenarnya dia cukup manis. Aku penasaran seperti apa perubahannya jika aku meriasnya, ya? Mungkin dia bisa jadi sainganmu," canda wanita itu.
Lee Sungmin tertawa. "Benarkah? Beruntung sekali aku, karena dia tak berminat untuk jadi seorang model," ucapnya.
Sementara itu...
Yesung yang berniat keluar dari salah satu gedung milik Cho Group, melihat namja yang sering mengantar dokumen milik tuan besar Cho sedang berjalan ke arahnya dengan seorang namja lain yang familiar.
"Hangeng Hyung?" panggil Yesung.
"Ah, annyeong, Yesung'ah? Sedang apa kau di sini?"
"Lee Sungmin Sunbae memintaku melakukan sesuatu. Jadi aku membantunya. Kalau begitu aku permisi, hyung."
"Baiklah, sampai jumpa."
"Neee...!" jawab Yesung sembari melambaikan tangannya dan berbalik pergi.
"Kalau begitu mari kita pergi, Choi Siwon'sshi."
Siwon tak menyahut. Tatapannya masih tertuju pada Yesung yang semakin menjauh.
"Choi Siwon'sshi?"
"Ah, ne. Emm, mianhae, apa namja tadi itu Kim Yesung putra Kim Ahjusshi?" tanya Siwon penasaran.
Namja bernama Tan Hangeng itu mengangguk. "Nde. Namanya Kim Yesung. Anda mengenalnya?"
Siwon tersenyum. "Ne, beberapa tahun yang lalu."
Namja tampan itu segera melangkah mengikuti salah satu pegawai kepercayaan ayahnya itu.
Sesekali senyuman di bibirnya terkembang mengingat wajah manis namja yang baru saja ia temui. Sepertinya namja manis itu telah melupakannya. Tapi itu justru akan menarik kan? Batinnya.
..
"Silahkan masuk," seorang pegawai pada Sungmin sambil membuka pintu ruang jumpa pers.
"Gamsahamnida," ucapnya sambil menoleh. "Choi Siwon?" ucapnya kaget saat mendapati seorang namja tampan berada dalam ruangan itu.
"Annyeong, Sungmin'ah?" sapa Siwon sambil melambaikan tangannya.
Namja manis itu tak menyahut. Ia terlalu kaget melihat namja yang sampai saat ini masih tetap menjadi pemilik hatinya, meski telah bertahun-tahun mereka berpisah. Apa yang harus dia lakukan?
..
Kyuhyun menghentikan langkahnya yang menaiki anak tangga menuju kamarnya saat ibunya memanggilnya. Namja itu menoleh. Matanya sedikit melebar saat melihat seorang pemuda tampan yang sedang memeluk manja Mommynya.
"Kau tidak mau menyapa kakakmu, Kyu?" tanya sang Mommy.
"Annyeong, Kyuhyun'ah?" sapa Siwon sambil melepas pelukannya pada ibu tirinya.
"Hmm. Selamat datang kembali. Apa hyung akan menginap?" tanyanya dingin.
"Sebenarnya aku memesan kamar hotel. Tapi, sepertinya itu tawaran untukku. Mommy, masih ada kamar kosong untukku kan?"
"Tentu saja. Kau mau memilih yang mana, hmm?"
"Aku mau kamarku saat kecil dulu, bolehkah?"
"Di ujung timur? Menghadap ke belakang? Bukankah kau tidak menyukainya?"
"Ani. Aku merindukan tempat itu," ucap Siwon sambil kembali merangkul pundak sang Mommy dari belakang.
Kyuhyun berdecak kesal. Lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Sebenarnya dia tak pernah membenci kakaknya itu. Hanya dia tak ingin untuk lebih dekat dengannya. Toh seburuk apapun hubungan mereka, mereka tetap bersaudara. Jadi tak akan mempengaruhi apapun.
...
Siwon menggeliat, terbangun dari tidurnya. Perlahan namja tampan itu turun dari ranjangnya dan langsung menuju kamar mandi. Ada pemotretan siang ini. Dilanjutkan syuting iklannya bersama Lee Sungmin.
"Haaah...! Hari ini pasti melelahkan!" ucapnya sambil membuka jendela kamarnya.
"Kim Yesung, kau melupakan sarapanmu lagi!" teriakan seseorang terdengar dari bawah kamar Siwon.
Namja tampan yang sedang mengeringkan rambutnya itu melongok keluar jendela kamarnya dan mendapati Yesung yang berlari keluar dari rumahnya.
"Kim Yesung! Setidaknya minum susunya!" teriak seorang namja tampan sekaligus cantik yang berlari keluar mengejar Kim Yesung.
Si manis terpaksa kembali untuk meminum susu yang dibawakan oleh kakaknya, sebelum kembali berlari.
Siwon tertawa melihatnya. "Dia belum berubah."
"Siwon'ah, kau masih tidur?"
Siwon menoleh. "Aniyo, mom. Sebentar lagi aku turun!" jawab namja tampan itu lalu memakai pakaiannya.
..
Yesung merengut sebal. Padahal dia udah bela-belain bolos sekolah, agar bisa melihat syuting iklan yang dibintangi Lee Sungmin dan seorang aktor dari China yang tak ia kenal, tapi ternyata ia terlambat datang ke tempat itu.
Sebenarnya bukan syutingnya yang ingin dia lihat. Apalagi bintang iklannya. Tapi Yesung penasaran sama pakaian yang mereka gunakan. Menurut cerita Sungmin kemarin, hari ini dia akan memakai baju rancangan desainer dunia dan itu bukan hanya satu, melainkan 4 baju sekaligus, dalam satu iklan. Yesung penasaran seperti apa baju-baju itu.
Dengan helaan nafas putus asa, namja manis itu memilih untuk pulang. Sebelum ketahuan appa atau hyungnya bahwa ia keluyuran di jam pelajaran, dan mendapat omelan seharian.
Tap!
Namja manis itu tak melanjutkan langkahnya saat melihat mobil yang sangat ia kenal berada tak jauh darinya. Si pengemudi sepertinya juga sedang memperhatikan lokasi syuting itu.
Ia sedikit menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat Yesung yang juga melihat ke arahnya. Sepertinya dia datang diam-diam ke tempat itu. Sementara si manis tak terlalu ambil pusing dan memilih untuk berbalik pergi. Meninggalkan namja yang masih menatapnya itu.
Tak seberapa lama setelah kepergian Yesung, Lee Sungmin tampak keluar dari tempat itu.
"Hyung!" panggil pengemudi yang Yesung perhatikan tadi.
"Kyuhyun'ah? Kau membolos?" sahut Sungmin seraya menghampiri hoobaenya itu.
"Ani. Aku ijin untuk keluar sebentar," bantah namja tampan itu.
Sungmin berdecak kesal. "Ck! Dasar! Kau minta ijin untuk membolos maksudmu? Mentang-mentang ayahmu berpengaruh di sana!"
Kyuhyun mendengus mendengarnya. "Hyungie, aku lapar, kita makan bersama, ya?" ucapnya kemudian.
"Em..., itu..."
"Minnie'ah, kenapa meninggalkanku, eoh?" panggil seseorang yang membuat keduanya menoleh. "Oh, Kyuhyun'ah? Kau disini?" tanya Siwon.
"Kalian mau pergi?"
"Ne, kami mau makan siang bersama. Kau mau bergabung?" tawar Siwon.
"Aniyo, kalian saja. Aku ada janji."
"Benarkah?" tanya Sungmin penasaran.
Kyuhyun tersenyum. "Hmm. Sampai besok, Sungmin hyung," ucap Kyu sambil kembali masuk ke mobilnya dan melaju pergi.
"Sepertinya, Kyuhyun menyukaimu?" ucap Siwon.
Sungmin menoleh menatap Siwon. "Mwo?"
"Jangan pura-pura. Kau tahu dia menyukaimu. Jangan memberinya harapan jika kau tak menyukainya. Arra?!" ucap Siwon sambil mengacak rambut Sungmin lalu mendahuluinya masuk ke mobil namja manis itu.
"Cih! Apa maksudnya? Bukankah dia sendiri juga begitu?" gerutu Sungmin lirih seraya menyusul Siwon masuk ke mobilnya.
Tanpa mereka sadari seseorang mengabadikan kebersamaan mereka.
Kembali pada Yesung yang masih menunggu bus, di halte, tak jauh TKP. Namja manis itu sedang mencoba menghubungi Ryeowook, untuk menanyakan apakah ia ketahuan membolos atau tidak, saat sebuah mobil berhenti di depannya. Yesung mengerutkan dahinya heran.
"Cho Kyuhyun'sshi?"
"Bukankah seharusnya kau memanggilku lebih sopan lagi, Kim Yesung?"
"Wae? Kita teman sekelas," jawab Yesung asal.
Kyuhyun mendengus kesal. Meski tak pernah bertegur sapa, tapi selama belasan tahun selalu berada di kelas yang sama cukup membuat Kyuhyun hafal bagaimana sifat namja manis itu. Kim Yesung itu tidak menganggap perbedaan itu ada karena status sosial, selama mereka berada di sekolah yang sama. Dia hanya bersikap hormat pada orang yang lebih tua darinya.
"Naiklah!" ucap Kyuhyun akhirnya.
Dahi Yesung berkerut menandakan ia tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun. Namja manis itu justru membungkuk, melihat ke dalam mobil Kyuhyun. Mencari sosok lain di dalam sana.
"Apa yang kau cari, eoh?" bentak Kyuhyun.
"Aniyo. Hanya saja aku pikir kau tadi sedang menunggu Sungmin sunbae," jawab Yesung jujur.
"Mwo? Sudahlah, jangan banyak bicara! Mau masuk tidak?"
"Benar aku boleh masuk? Ada angin apa? Kita bahkan tak pernah bicara selama ini. Kenapa tiba-tiba menawariku naik mobilmu?" tanya Yesung penasaran.
"Kau ini! ya sudah kalau tidak mau!" ucap Kyuhyun kesal seraya menginjak gas mobilnya meninggalkan Yesung.
Namja manis itu mengangkat bahu tanda tak peduli. "Aneh! Ada apa dengannya?" gumamnya lalu kembali fokus pada Hpnya.
"Bukankah itu mobil Kyuhyun?" ucap Sungmin. "Ah, itu Kim Yesung! Apa mereka janjian?"
Siwon memperlambat laju mobil Sungmin yang ia kendarai. "Itu tidak terlihat seperti kencan," komentarnya.
"Cih!" Sungmin berdecih mendengar komentar mantan kekasihnya itu. "Hei, boleh mengajaknya makan bersama?" tanyanya kemudian.
Si tampan tersenyum. "Kenapa tidak?" ucapnya seraya menepikan mobil yang ia kendarai.
"Annyeong, Yesung'ah!" panggil Sungmin dari dalam mobil.
"Sunbae?" ucap Yesung kaget.
"Kau dari mana?"
"Aku? Tadinya mau melihatmu syuting. Tapi ternyata aku salah jadwal. Syutingnya telah selesai saat aku datang."
Sungmin tertawa kecil. "Benarkah? Kalau begitu sebagai gantinya, bagaimana kalau kita makan bersama?" tawar Sungmin.
"Ne? Tapi...," Yesung melirik pada namja di samping Sungmin.
"Aku tidak keberatan," sahut Siwon cepat. Bahkan ia hampir meminta Sungmin mengajak Yesung pergi bersama mereka, andai namja manis itu tak menawarkan terlebih dahulu.
"Masuklah!" perintah Sungmin yang hanya dijawab anggukan Yesung, lalu masuk ke bagian belakang mobil itu.
...
Mata Yesung mengerjab saat Siwon ikut turun bersamanya di depan gerbang kediaman keluarga Cho, saat Sungmin mengantarnya pulang setelah mengajaknya makan siang.
"Wae? Kenapa menatapnya seperti itu?" tanya Siwon.
"A-aniyo..., hanya saja, kenapa anda juga turun di sini? Apa anda kerabat tuan Cho?"
Siwon tertawa kecil mendengarnya. "Kerabat? Ya, bisa dibilang begitu," ucapnya.
Yesung mengangguk-angguk mengerti. "Kalau begitu aku permisi," ucapnya kemudian seraya berbalik meninggalkan Siwon.
"Hei, tunggu!" panggil si tampan sambil menarik tangan Yesung, memaksanya berbalik kembali menghadapnya.
"Ne?"
"Kau melupakan sesuatu," ucap Siwon seraya mencium pipi Yesung. "Upah makan siang tadi. Sampai besok, Yesungie!" lanjutnya lalu meninggalkan Yesung.
Namja manis itu terpaku memegangi pipinya yang baru saja mendapat sebuah kecupan dari seorang namja yang tak ia kenal (menurutnya).
"A-apa..., apa yang dia lakukan?!" teriaknya kemudian sambil mengusap-usap pipinya.
Sementara Siwon yang masih sempat mendengar teriakannya, justru tertawa tergelak.
"Aku akan mendapatkanmu kali ini," ucapnya dengan senyum yang masih mengembang.
Choi Siwon. Dia bertemu dengan Yesung saat berusia tujuh tahun. Waktu itu ia sedang menghabiskan liburan sekolahnya di rumah Daddynya, untuk pertama kalinya setelah pernikahan ummanya dengan appanya yang sekarang. Dan Kyuhyun tak menerima kehadirannya. Saat itu dia mengenal Yesung. Namja manis itu satu-satunya teman bermainnya. Dan kedekatan mereka membuat Kim Heechul, kakak Yesung tak menyukainya karena menganggap Siwon telah merebut dongsaeng kesayangannya.
Sejak itu Siwon menyukai Yesung. Sayangnya Siwon harus kembali ke China setelah liburan usai. Dan mereka tak pernah bertemu lagi, karena namja tampan itu terlalu sibuk dengan kehidupan sekolah dan karirnya.
.
-Double Trouble-
.
Minggu pagi yang cerah. Rasanya Yesung masih ingin bergelung dalam dunia mimpinya, andai saja, hyung tercintanya tak membangunkannya dengan membasuh mukanya dengan air lalu memaksanya mandi.
"Cepat ganti baju dan antarkan berkas ini ke rumah besar. Hyung ada urusan penting. Jadi harus pergi sekarang."
"Hyung kan bisa sekalian mampir?"
"Kim Yesung...!" geram Heechul.
"Arraseoyo! Aku akan mengantarnya!" jawab Yesung.
"Bagus, cepat ganti bajumu dan antar berkas itu. Appa menunggu!"
"Ne..., Heenim!" jawab Yesung seraya masuk ke kamarnya.
Tak perlu waktu lama untuknya berganti baju dan merapikan diri, lalu segera mengantar berkas milik appanya yang tertinggal.
.
Namja manis itu membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangan tuan besar Cho. Pria itu memintanya ke lantai atas untuk bertemu seseorang.
"Permisi," ucap Yesung sembari mengetuk pintu kamar yang dimaksud tuan Cho.
"Masuk!" perintah seseorang.
"Ne," jawab Yesung sembari membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalamnya. "Sajangnim meminta saya untuk..., kau?" ucapan sopan Yesung terhenti dan berganti menjadi sedikit bernada tinggi saat melihat Choi Siwon berada di kamar itu.
"Selamat pagi!" sapa si tampan pada Yesung.
"Ke-kenapa?"
"Duduklah!" perintah Siwon.
"Apa?"
"Apa appamu tidak bilang? Aku ingin meminta bantuanmu."
"Bantuan?" ulang Yesung.
"Ne. Boleh aku melukismu, Kim Yesung?" pinta Siwon.
"Kenapa aku harus melakukannya? Aku tidak mau!" tolak Yesung.
"Ya! Kau tega menolak permintaan teman lamamu ini? Kau jahat sekali, Yesungie?"
"Mwo? Teman lama?"
"Ne, apa kau lupa, namaku Choi Siwon. Atau kau lebih suka memanggilku Wonnie hyung saat kecil dulu," jawab Siwon.
Dahi Yesung berkerut. Dia sama sekali tak mengingatnya. Apa benar dia punya teman dengan nama itu?
"Pikirkan itu nanti. Sekarang aku akan melukismu!" ucap Siwon seraya membimbing Yesung duduk di bibir jendela kamarnya. "Tetap seperti ini, ne!" perintahnya, sementara Yesung tak menyahut dan justru memejamkan matanya.
Namja manis itu masih sibuk mengingat-ingat masa lalunya. Mencari sosok Choi Siwon dalam kenangan masa kecilnya dulu. Dan samar-samar ia mengingatnya. Seorang namja kecil yang datang saat liburan sekolah. Appanya bilang namja itu adalah hyung dari Cho Kyuhyun. Tapi si namja Cho itu justru tak pernah mau bermain dengannya. Makanya appanya mengajak namja kecil itu ke rumah mereka.
Wonnie hyung. Yesung ingat, namja kecil yang sangat baik. Dia juga punya dua dimple di pipinya. Namja yang sangat Heechul benci karena menganggapnya telah merebut dongsaeng kecil manisnya. Choi Siwon.
"Aku ingat! Wonnie hyu-" kalimat Yesung terhenti saat mendapati wajah Siwon yang terlalu dekat dengannya.
Namja tampan itu memang tak jadi melukisnya dan justru menikmati pemandangan di depannya. Ekspresi wajah Yesung yang berubah-ubah saat berpikir, sangat sayang untuk ia lewatkan. Dan saat Yesung membuka mata secara tiba-tiba, bukannya menjauh, Siwon justru mencium bibir namja manis itu.
"Bruk!"
Dan itulah suara yang terdengar selanjutnya saat Yesung yang terlalu kaget langsung mendorong tubuh Siwon hingga terjatuh di lantai dan langsung berlari keluar dari kamar namja tampan itu dengan hati berdebar hebat.
.
.
Tbc
.
Tbcnya gak enak banget ya?
Karena plot yang udah jadi, harus diubah dari GS jadi BL, dari Minho yang lebih muda jadi Siwon yang lebih tua, jadinya kurang feel. Tapi next chap akan aku perbaiki deh. Mianhae kalau kurang puas sama chap pertamanya, ne.
Awalnya saya mau bikin HoMinSung, tapi pas scene melukis, aku jadi keinget salah satu episode Running Man dimana di sana uri Yunho menggambar dengan sangat indahnya, sampe nggak bisa dibedain antara lobak sama ginseng, hehehe, jadi batal deh. Padahal aku pengen banget bikin cerita HoMin ngerebutin Yeppa. Mana judul Ffnya juga nyoong dari judul lagu mereka kan? Tapi berhubung semua minta WonYeKyu, ya..., kali ini authornya nurut deh.
Jadi yang minta pair itu, review plisssss!
Gomawo review yang kemarin. Mian kalo ada yang nggak suka chap ini. sampai jumpa di chap depan.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Annyeong...!
