Disclaimer: Kuroko No Basuke by Fujimaki Tadatoshi

Rate: M

Pairing : Akashi Seijuuro x Kuroko Tetsuya

Warning: AU, Yaoi, Hard Lemon, Incest, BDSM, Pedofilia dll.

Bagi yang ga suka hard Yaoi, silahkan keluar dari cerita, apalagi yang masih di bawah umur. Dilarang meng copy paste tanpa ijin, tidak terima flame karena sudah saya ingatkan

~Selamat Membaca~


Langit biru bersih dengan gumpalan awan membentuk permen kapas. Angin pagi, menggoyang daun untuk menari dan mengajak rumput-rumput untuk saling menyapa. Hembusan segarnya menerbangkan beberapa kelopak bunga sakura dan menggugurkan beberapa daun kering. Burung saling berlomba untuk menunjukkan siapa yang paling indah suaranya di pagi hari ini. Sinar kuning keemasan mulai merambat ke arah bangunan-bangunan pencakar langit. Bahkan menembus korden biru muda yang menutupi jendela di salah satu kamar di sebuah apartemen.

Mari kita lihat apa yang ada di dalam kamar berkorden biru muda itu, atau sering disebut baby blue.

Seorang anak gadis? bukan,seorang anak adam tengah tidur dengan nyenyak di kasur empuknya. Sepertinya ia tak ingin bangun dari singgasananya itu. Walaupun sedikit cahaya matahari menembus kamarnya ditambah bunyi jam alarm digital yang tak berhasil mengusik tidurnya. Sungguh nyenyak sekali. Uh-Oh... Sepertinya ia mulai terusik. Di lihat dari kedua matanya yang sedikit mengerjab dan terlihat kerutan kesal di dahi putihnya.

Titititiit... Titititiit... Tititiiittt... Titi-

BRAKKK...! Jam alarm itu dihancurkan dengan indah dalam satu pukulan.

"Ck, berisik! Hmm... jam berapa sekarang..? "Ia mengambil jam alarmnya yang telah menjadi almarhum dan mendengus pelan. 'Apa-apaan. Di pukul sedikit sudah renyek begini. Sudah 10 kali aku harus membeli jam digital dalam 1 bulan ini.' Lalu ia mendongak ke arah jam dinding yang tertempel di atas meja belajarnya.

'Jam 6 pagi. Tumben nenek sialan itu belum berteriak? Apa mulutnya sariawan? Atau kebas karena terlalu sering mengulum kejantanan orang? ' Pikiranmu jauh sekali nak.

"TETSUYA...! SAMPAI KAPAN KAU AKAN TIDUR HA...!? JANGAN BUAT CITRAMU BURUK DI SEKOLAH BARUMU. JANGAN BUAT AKU SEMAKIN REPOT MENGURUSIMU ANAK SIALAANNN...! " Suara itu terdengar menggelegar dari lantai bawah. Bahkan menggetarkan pintu kamarnya.

'Baru saja di bilang. Itu nenek sialan sudah konser. ' Anak yang dipanggil Tetsuya itu hanya menengok malas ke arah pintu kamarnya. Sesekali tangannya menutupi mulut mungilnya yang menguap. Entahlah, ia seperti menunggu sesuatu.

Tap tap tap, suara kaki yang berjalan tergesa-gesa terdengar di telinganya. Dan itu semakin mendekat ke arah pintu kamarnya.

BRAK BRAK BRAK...

"TETSUYA..! CEPAT BANGUN, ATAU AKU AKAN MENGHANCURKAN PINTU KAMARMU! TETSUYA KAU DENGAR...! TETSUYAA... CEPAT BANGUN BOCAH SIALAN...! " Ia semakin gencar menghancurkan pintu itu ketika anaknya tak kunjung menjawab panggilannya.

"TETSUYAAAA.. .!"

"Ck, AKU SUDAH BANGUN KAA-SAN...! " 'Dia benar-benar berniat menghancurkan pintu kamarku.'

"Kalau begitu cepat bersiap...! Jangan mempermalukan Kaa-san mu lagi, itu pun kalau kau masih menganggap aku ibumu. Aku sudah menyiapkan sarapanmu dimeja. Uangmu akan aku transfer saat di jalan nanti. Aku akan ke salon. Mungkin aku juga tak akan pulang malam ini,dan kau-

Tetsuya tak mendengarkan celoteh panjang ibunya. Baginya itu hanya angin yang sedang berhembus, ia malah lebih tetarik dengan atap kamarnya yang entah kenapa jauh terasa lebih indah dibanding omelan ibunya.

"Aku akan bertemu dengan calon Tou-san mu."

Deg...!

Ia membelalakan matanya mendengar perkataan ibunya . 'Calon? Tou-san? '

"Aku harap kali ini kau bisa jaga sifatmu, kau bukan anak SD lagi. Kau sudah anak SMP, jadi berfikirlah lebih dewasa. Dan lupakan Tou-san mu yang kau bangga-banggakan itu. Dia sudah mati! Kau mengerti..?! "

Suara ibunya lenyap diikuti langkah kaki yang menjauh,ia menghela nafas dan turun dari ranjangnya. Tubuh mungil dengan postur yang jauh dikatakan laki-laki, terbungkus kemeja bewarna biru gelap yang nampak kebesaran. Kemeja itu menutupi setengah pahaya sehingga menampakkan kaki putih pucat milikknya. Lengan kemeja itu juga menutupi hampir keseluruhan telapak tangannya. Kancing kemeja yang tak dikancingkan seutuhnya, memamerkan leher jenjang nanmulus yang menggoda siapa saja untuk menggigit dan meninggalkan tanda kepemilikan. Ia berjalan pelan membuka korden kamarnya. Dan berdiri di beranda kamar.

Ia membiarkan angin pagi yang sejuk dan sinar mentari yang hangat menerpa kulit wajahnya yang kelewat cantik untuk ukuran seorang anak laki-laki. Dikaruniai sepasan bola mata mata besar dengan permata sebening kristal biru milik Aurora, dihiasi dengan bulumata yang lentik. Kulit wajah mulus dan kenyal bak perawatan mahal. Pipi gembil membuat siapapun ingin mencubitnya. Hidung mancung dan bibir mungir merah merekah. Mengundang siapapun untuk mencium, menggigit, dan menghisapnya hingga membengkak. Ia menatap kosong ke arah langit. Pikirannya melayang tentang perkataan ibunya yang akan menemui ayah barunya. Ia menghela nafas pelan, dan menyisir surai lembut baby blue nya dengan jemari lentiknya.

'Ia memungut anjing manalagi..? '

Lalu kedua matanya berubah sendu,'Lelahnya... '

Sementara itu...

Seijuuro sedang mengemasi pakaiannya dan memasukkannya ke koper. Yah, atas titah dari Akashi Masaomi yang notabene ayahnya,mau tidak mau ia harus menurutinya. Ia dipaksa untuk tinggal di Tokyo beberapa hari dengan dalih mengenal calon istri dan anaknya. Saat pulang subuh tadi, dia sedikit terkejut karena ayahnya mau repot-repot mencegatnya di pintu masuk. Lalu di paksa mengikutinya ke ruang keluarga dengan berakhir titah mutlaknya. Yah, dan sedikit dibumbui argumen kedua belah pihak yang sama - sama tidak mau mengalah. Walaupun, Akashi Masaomi lah yang menang dengan jurus andalannya. Apa ayahnya itu tidak tau, tubuhnya perlu istirahat setelah bermain dengan 3 anjing nya kemarin malam sampai beberapa ronde. Itu juga salah siapa yang membuat moodnya memburuk.

"Seijuuro - sama, mobil anda sudah siap. .." Seorang butler membungkuk hormat.

"Hn, kau boleh pergi. Aku akan segera turun. " Ia hanya melirik butlernya yang menunduk hormat dan mohon undur diri dari hadapannya. 'Ck, merepotkan. '

Seijuuro mengangkat kopernya lalu membawanya keluar kamar. Di luar kamar ada bodyguard yang menawarkan untuk membawakan koper majikannya itu. Seijuuro menyerahkannya begitu saja dan melenggang menuju teras. Di sepanjang rumah sampai pintu ada beberapa maid dan butler yang berbaris dan menunduk memberi salam pada majikannya. Pintu dibukakan oleh dua orang bodyguard. Ia tetap berjalan santai menuju mobil super mewah Lamborghini Centenario hitam metalik mengkilat yang harganya lebih dari 300 triliun dan hanya dimiliki 20 orang di dunia. Ia menaiki mobil tersebut, dan mulai menjalankannya keluar dari manshion megah itu. Di belakangnya diikuti 2 buah mobil putih dan hitam yang di tugaskan mengawal Seijuuro sampai tujuan. Dan makin lama mobil - mobil itu hilang dari pandangan mata.

Di kota Tokyo

Teiko Gakuen, salah satu SMP terkenal di kota Tokyo. Banyak sekali murid-murid baru yang berdatangan. Ada yang di antar, naik sepeda, naik kendaraan umum bahkan berjalan kaki. Di gerbang sekolah, terdapat spanduk besar bertuliskan SELAMAT DATANG MURID BARU SMP TEIKO".

Tetsuya POV

Aku melihat banyak sekali murid baru tahun ini,atau mungkin memang selalu seperti ini. Sekolah ini merupakan sekolah terfavorit dan menjadi favorit ku juga, dimana tahun lalu klub basket sekolah ini menjuarai Winter Cup. Yah, aku berencana masuk klub basket walaupun fisikku entah cukup memadai atau tidak. Beberapa dari mereka tidak menyadari keberadaanku, karena hawa keberadaanku yang sangat tipis dan nyaris tak ada. Pernah kejadian ,waktu aku pulang dari konbini, aku melewati taman yang konon katanya angker. Dan memang benar, aku melihat ada wanita berambut panjang memakai dress putih berlumur darah sedang duduk di bangku taman. Saat aku lewat didepannya bukannya aku di takutin malah tetap diam saja, akhirnya aku berinisiatif untuk menyapa. Dan kalian tebak? Dia malah menjerit ketakutan lalu terbang menghilang. Apa - apaan? Hantu masa takut dengan manusia. Kalian boleh tertawa, sampai usus-usus kalian keluar, terserah aku tidak peduli. Ma... Aku masih kepikiran,nenek lampir itu mau menikah. Huh, yang benar saja? Anjing mana lagi yang dia ambil? Mulut nya itu suka sekali mengulum kejantanan anjing-anjingnya itu. Dan lagi, kenapa tidak melakukannya di hotel atau dimana gitu? Harus ya,dibawa pulang? Sedangkan ada anaknya yang masih dalam pertumbuhan harus mendengar desahan, derit ranjang, bunyi becek, dan tamparan kulit ke kulit. Sudah lah, bukannya terangsang aku malah jijik. Yahh... Jika memang dia mau menikah lagi, aku tinggal lihat seberapa lama mereka akan bermain sampai ibuku menendang bokong mereka keluar. Heh... Menyenangkan juga.

END TETSUYA POV

Kelas 1-3 SMP Teiko, cukup ramai dokarenakan para guru sedang di kantor untuk pembagian mata pelajaran setelah upacara penerimaan usai. Kuroko Tetsuya, pemuda mungil nan imut duduk di bangku paling belakang kelas itu. Sepertinya ia tidak merasa terganggu dengan kebisingan kelas, karena ia fokus dengan novel yang berada di tangannya dan ditelinganya tersemat manis headsheet bewarna hitam yang disambungkan dengan perangkat mp3 di saku jas sekolahnya. Lagi pula hawa keberadaannya yang amat sangat tipis, semakin membutnya tak disadari oleh penghuni kelas. Dan Tetsuya tidak jago dan tidak berniat tersenyum sok kenal demi mendapat teman baru.

Sreeeggg...

Seorang guru wanita, berambut coklat sebahu memasuki kelas 1-3,sontak saja semua siswa siswi langsung duduk sopan di bangku masing-masing. Guru tersebut menuliskan sesuatu di papan tulis hijau di depan kelas.

"Perkenalkan, nama Kagetora Aida. Kalian bisa memanggilku Aida-sensei karena di sekolah ini ada 2 Kagetora. Di sini aku akan mengajar mata pelajaran bahasa inggris dan merangkap sebagai wali kelas kalian selama satu tahun kedepan. Dan...aku berharap kelas ini menjadi kelas yang terkenal akan prestasinya. Dan aku minta, kalian berteman baiklah dengan semua, belajar sungguh-sungguh, taati peraturan, dan sopan terhadap para guru dan staff. Oke... "Aida-sensei tersenyum sangat manis hingga melelehkan hati para siswa di kelas itu, ya kecuali Kuroko Tetsuya, yang hanya menatap datar senseinya. Dan.. Hei, bahkan dia tidak melepas benda yang bertengger dikedua telinganya.

'Manisnya... '

'Cantik sekali... '

'Betah nih, di kelas kalau walinya kaya Aida-sensei'

'Aida-sensei... I love you~~'

Yah, seperti itulah kiranya jeritan para siswa, kecuali penunggu bangku belakang. Yahh, itu hanya sementara saja.

"Tapi... Aku tidak mentolerir sedikitpun kalau ada pelanggaran, pembuat onar, nilai dibawah rata-rata, tidak mengerjakan PR atau lainnya yang bertentangan dengan nilai estetika anak berprestasi. Maka aku tak akan segan menghukum siapapun tanpa maaf. Jadi... sebaiknya kalian benar-benar jaga kelakuan. Neee... " Hwaa... ekspresinya benar-benar berubah. Dan lihat reaksi para penggemar barunya, ah tidak. Reaksi siswa siswi kelas itu, bahkan nyawa mereka seakan terbang keluar dari mulut.

'Oniii... '

'K-kowaii... '

Yah seperti itulah, jeritan hati mereka. Sedangkan sang sensei masih memasang senyum berjuta makna. Dan sepertinya, Tetsuya juga agak takut. Terbukti headsheetnya telah dilepas, walaupun raut mukanya tetap datar.

To be Continue...


Udah update...

Maaf yg udah nunggu luamaa T^T