Realize

.

.

Main Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Family, Friendship, Hurt, Sad

Disclaimer : Ini hanya fanfic, semua tokoh di sini milik Tuhan. I just own the story.

Warning : Typo(s), alur yang sulit dimengerti atau mungkin membosankan(?), gaje, masih author baru. Jangan bosan membaca dan review after read. Thanks.

Summary : "Kyuhyun-ah! Kemana saja kau kemarin?" / ''Kyuhyun-ah. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan hal ini'' / "Aku? Pecundang? Kau pecundang yang sebenarnya Hyukjae" / "APA KATAMU? KELUAR KAU CHO KYUHYUN!"

.

.

Chapter 2

.

.

"Kyuhyun-ah! Kemana saja kau kemarin? Tidak masuk sekolah dan ponselmu tidak aktif." Setelah 1 hari tidak masuk sekolah karena yahh kondisi tubuhnya yang masih kurang baik disertai dengan beban fikiran yang tiba-tiba muncul berkat perkataan dari Yesung uisa-nim.

"Kalian ini seperti baru mengenalku beberapa hari saja. Aku malas sekolah kemarin. Kalian tahu? Aku bertemu monyet bodoh itu kemarin. Hahh.. disaat aku ingin bersantai kenapa ia selalu muncul." Lee Hyukjae yang sering disebut monyet bodoh oleh Kyuhyun merupakan rival sejatinya. Tak pernah ada kata damai yang keluar dari mulut mereka berdua. Entah apa yang membuat permusuhan itu terjadi tak ada yang tahu. Itu semua terjadi begitu saja.

.

.

.

'Kyuhyun-ah. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan hal ini mengingat kondisimu yang sedang tidak baik, tapi hyung tidak ingin menyimpan ini lebih lama. Dengar sampai hyung selesai bercerita eoh. Saat itu, ayahmu sedang berduka berat atas kematian eommoni. Dan setelahnya, kau yang paling tahu bagaimana hubungan diantara kalian. Sampai saat ini hyung belum menceritakan apapun kepada keluarga kalian.'

'Apa maksudmu Yesung Hyung?'

'Mengenai kematian ibumu. Hyung merasa ada yang janggal dari kematian eomma mu.'

Percakapan Kyuhyun dengan Yesung pada hari itu terus menerus terngiang-ngiang dalam benaknya. Semuanya terasa janggal dalam otaknya. Ia benar-benar terkejut mengetahui kenyataan itu. Eomma nya adalah orang yang baik. Sangat baik malah. Namun, mengapa? Apa yang dimaksud Yesung saat itu?

Bukk dukk dukk

Sebuah bola basket mendarat di kepala Kyuhyun. "Ukhh… Yakk! Kenapa kau melempar kepala ku dengan bola basket?" Kyuhyun yang mood nya sedang buruk hampir saja akan memukul Sungmin yang tentu saja tanpa sengaja ingin melempar bola itu ke kepalanya.

"Aishh Kyuhyun-ah. Kau yang dari tadi melamun eoh? Ini masih dalam permainan Kyuhyun-ah. Fokus! Fokus! Minggu depan adalah pertandingan final dengan SMU Shinhwa. Kamu mau kita kalah dengan mereka?" Yang benar saja. Kalah dengan SMU Shinhwa merupakan hal yang sangat memalukan untuk mereka terutama Kyuhyun.

Final? Bahkan semi final pun belum mereka lalui. Tapi satu keyakinan mereka adalah lawan yang dapat bersanding dengan mereka hanyalah SMU Shinhwa. Shin duel. Itulah julukan yang diberikan kepada kedua sekolah itu setiap bertanding. Sudah beberapa tahun belakangan ini kedua sekolah ini lah yang menjuarai Seoul Basket Cup.

Hyukjae di tahun pertama langsung mendapat jabatan sebagai ketua tim setelah membuat seisi sekolah nya terkesan dengan permainannya. Selain itu, ketua tim yang sebelumnya mengalami cedera pada anterior cruciatum ligament sehingga harus menjalani rangkaian rehabilitasi dan tentunya menghambat keberlangsungan tim sekolah tersebut.

"Ahh mian, hyung. Yang benar saja. Jangan bicara macam-macam."

.

.

.

Sorakan para supporter dari kedua sekolah atau bahkan ada yang dari sekolah lain memenuhi gedung olahraga tersebut. Hari ini adalah pertandingan final Seoul Basket Cup. SMU Shinhwa melawan SMU Shinchung. Seperti perkiraan sebelumnya bahwa memang kedua sekolah inilah yang lagi-lagi akan masuk ke babak final.

Huaaa! Kyaaa!

Siwon oppa!

Hyukjae oppa!

Sungmin oppa!

Hwaitingg!

SMU Shinhwa!

SMU Shinchung!

Sungguh, arena pertandingan saat ini dipenuhi sorak sorai para yeoja yang mengidolakan masing-masing anggota. Bisa dikatakan mereka semua sangat popular.

.

.

.

"Ah sial!" Dua babak pertama telah selesai dan kedudukan skor adalah 45 untuk SMA Shinhwa dan 31 skor untuk SMA Shinchung.

"Sepertinya permainanmu hari ini sedang kacau Kyuhyun-ah? Kemampuanmu menurun rupanya. Haah!" Tak sengaja Hyukjae dan Kyuhyun berhadapan. Kesempatan ini tentu tidak disia-siakannya untuk menjatuhkan tim lawan. Hyukjae tau bahwa Kyuhyun tidak dalam kondisi prima. Entah sedang tidak fit atau ada pikiran yang membebaninya. Ia tak mau tahu. Yang penting adalah ia dapat memenangkan pertandingan.

"Kurang ajar kau!" Seperti biasa, Kyuhyun langsung mengangkat tangannya hendak memukul orang itu. Tapi Siwon langsung mencegahnya dan membawanya pergi menjauh dari Hyukjae.

"Dasar pecundang. Cih!" Gumam Hyukjae namun masih terdengar oleh Kyuhyun. Kalau saja Siwon saat itu sedang tidak merangkulnya, dapat dipastikan wajah anak itu sudah babak belur sekarang dan akan menjadi masalah untuk tim SMU Shinchung.

Sesampainya di dekat anggota timnya, Kyuhyun langsung dihujani berbagai macam pertanyaan dan teguran dari teman-temannya karena sikapnya yang bisa menyebabkan Kyuhyun dikeluarkan dari pertandingan. Kyuhyun yang masih mengejar kemenangan itu tentu tidak ingin sikapnya menjatuhkan namanya sendiri. Bukan karena ia peduli dengan teman satu timnya atau sekolahnya, melainkan ia hanya tidak ingin harga dirinya jatuh karena dikeluarkan dari pertandingan. Jangankan hal itu, kalah dari SMU Shinchung saja akan benar-benar membuatnya kesal dan malu.

Pertandingan pun dilanjutkan dan permainan kini berbalik. Kyuhyun sudah kembali kapada dirinya dan dapat berkonsentrasi dengan baik. Suasana arena tersebut semakin panas karena posisi yang terus menerus saling menyusul. Kini, posisi skor seri dan waktu pertandingan hanya tinggal sedikit lagi.

"Aku? Pecundang? Kau pecundang yang sebenarnya Hyukjae. Hah!" Kyuhyun pun dengan angkuh langsung melewati Hyukjae yang tercengang tidak terima atas perkataan Kyuhyun barusan. "Minho! Ini!" Minho pun menerima bola dari Kyuhyun yang kini berlari mendekati ring basket. Minho langsung memberikan bola itu kepada Kyuhyun kembali dan bamm! Bola pun masuk disertai dengan tanda berakhirnya pertandingan. Kemenangan pun diterima oleh SMU Shinchung. Dan sorakan penonton seakan dapat menggetarkan gedung olahraga yang dijadikan arena pertandingan kali ini.

"Permainan yang bagus, all" Siwon langsung memberikan tepukan di pundak anggota timnya. Kyuhyun? Seperti biasa, ia langsung meninggalkan lapangan.

'Pecundang katanya? Hah!' Gumam Kyuhyun dalam hati.

.

.

.

November 2014

'Ada apa lagi dengan anak itu?' gumam minho dalam hati melihat Kyuhyun yang hanya melamun di kelas.

"Cho Kyuhyun! Yakk Cho Kyuhyun!" Jung seonsaengnim yang adalah wali kelas 1-2 kini sedang mengajar pelajaran matematika.

"Hmmm.. ada apa saem?" Kyuhyun hanya menjawab malas.

"Bisa kau kerjakan soal ini? Daritadi kerjaanmu melamun saja."

"hmmm.." Kyuhyun pun langsung maju dan mengerjakan soal itu dengan mudah. Sudah bukan rahasia bahwa Kyuhyun termasuk anak yang bisa dibilang jenius. Lihat saja kelakuannya, datang terlambat, di sekolah hanya mencari masalah, tapi nilai-nilainya selalu baik. Yaa walaupun tidak sempurna.

"Huh, mudah sekali. Membosankan Hoam.." Kata-kata Kyuhyun barusan cukup membuat Jung seonsaengnim semakin kesal dengan ulahnya.

"APA KATAMU? KELUAR KAU CHO KYUHYUN!" Dan Kyuhyunpun langsung membungkuk dan melengos keluar. "Terimakasih banyak saem." Katanya sambil mengeluarkan evil smirknya.

"Aishh.. anak itu. Sungguh membuatku pusing. Sudah, sekarang kalian kerjakan halaman 59."

.

.

.

Semilir angin musim gugur menemani Kyuhyun yang duduk termenung di bangku taman belakang sekolah. Tempat ini adalah tempat favoritnya karena tidak banyak orang yang datang ke sini kecuali anak-anak nakal yang membolos pelajaran sekolah untuk merokok atau untuk berkelahi dengan orang lain. Ingatan akan eommanya mengisi penuh pikirannya sejak kemarin. Ya, hari kematian eommanya.

'eo-m-ma.. ukhh.. sa-ki-t..' Kyuhyun kecil berusia 9 tahun itu tiba-tiba merasakan nafasnya sesak disertai gatal seluruh tubuh. Entah apa yang terjadi pada tubuh anak ini setelah memakan makan malam yang disediakan oleh pelayan yang baru saja bekerja selama 1 bulan itu. Tanpa berpikir panjang ia segera membawa Kyuhyun ke dalam mobil. Ditengah kepanikannya, Yesung yang adalah dokter keluarga mereka datang berkunjung secara kebetulan.

'Oh.. apa yang terjadi?' Yesung yang baru saja sampai langsung dihadapkan pada kondisi Kyuhyun yang jauh dari kata baik. Ia pun mencoba memeriksa denyut nadi dan kondisi sementara Kyuhyun yang bisa ia periksa.

'Eommoni, Kyuhyun harus segera mendapatkan penangan di rumah sakit. Ini bukan asma yang biasa dia alami. Kita bertemu di rumah sakit.' Yesung pun segera memasuki mobilnya dan dia baru menyadari betapa bodohnya ia yang tidak meminta mereka untuk satu mobil dengannya saja. Kim Hanna pasti dalam kondisi yang panik sekarang.

'Bertahan ya sayang, eomma di sini.' Ucap Kim Hanna seraya mengelus kepala anak itu untuk memberikan rasa nyaman. Sebisa mungkin ia menjaga kesadaran anaknya selagi ia menyetir. Ayahnya? Oh jangan tanyakan. Ia merupakan seseorang yang gila kerja. Sangat jarang kita melihatnya duduk diam di rumah.

Mobil sedan hitam itupun melaju dengan kecepatan melebihi batas ditengah jalanan Seoul. Jalanan masih cukup ramai mengingat waktu masih menunjukan pukul 20.30 KST.

Belum jauh dari rumah, di suatu perempatan dari arah yang lain, secara tiba-tiba melaju kencang sebuah truk dan BRAKKK CITTTT…. Truk itu menghantam sedan hitam tersebut. Secara reflex, Kim Hanna meraih tubuh Kyuhyun dan memeluknya untuk melindunginya dari benturan. Tentu anak itu akhirnya tidak terluka parah. Hanya serpihan kaca mobil saja yang memberikan beberapa luka goresan. Namun, sebagai konsekuensi kini kondisi Kim Hanna jauh dari kata baik. Entah berapa tulang yang patah. Atau apakah ia dapat bertahan?

Kyuhyun yang sebelumnya masih setengah sadar sempat merasakan bagaimana ibunya memeluknya dan rasa sakit akibat serpihan kaca mobil yang menggores kulit pucatnya itu.

'Ugh.. eo-m-ma' Perlahan, manik indah itupun menutup sempurna ditengah suara ricuh di luar mobil itu dan semuanya terasa gelap dan hening.

Kyuhyun masih mengingat semuanya dengan jelas. Dan setiap tahunnya ia selalu seperti ini. Merasa bersalah dan merutuki dirinya yang begitu lemah. Mungkin itulah sebabnya ia sekarang menjadi anak cukup unik. Ya unik. Seperti yang terjadi hari ini. tentu bukan hal baru untuk guru-guru di sekolah ini menghadapi sikap Kyuhyun itu.

"Sedang membolos?" Seorang senior kelas 2 tiba-tiba duduk di samping Kyuhyun.

"Hmm" Jawab Kyuhyun seadanya.

"Mau rokok?" Heii dengan penyakit yang dimiliki anak itu tentu ia akan menolak. Mencari mati namanya jika ia menerimanya. Walaupun mungkin tidak berakibat secara langsung, namun itu buruk untuk pernapasannya. Bukankah ia sudah berjanji untuk tidak terlihat lemah kepada orang lain?

"Tidak. Kau saja."

"Hei sopan sekali kau memanggilku seperti itu. Aku ini seniormu."

"Hmm baiklah Heechul hyung. Aku pergi." Kyuhyun pergi meninggalkan Heechul yang dibuatnya bingung akan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba manis. Tentu hal ini disebut manis bukan? Biasanya, ketika mereka bertemu dan berbeda argument, mereka akan berakhir dengan berantem dan pada akhirnya dibawa oleh Park Leeteuk seonsaengnim ke ruang kedisiplinan.

"Ada apa dengannya?" Gumam Heechul dalam hati. Lalu kembali kepada aktivitasnya itu.

.

,

TBC

.

.

Atik1125 : wah semoga ga bosen yaa..

Ekha sparkyu : Terimakasih atas sarannya. Untuk flash back yang ada di fikiran tokoh memang akan di bold dan italic, tapi ada juga flash back yang memang saya sengaja buat untuk membuka suatu peristiwa di masa lalu.

Lydiasimatupang2301 : iya emang sengaja dibikin begitu chap 1 nya. maaf ya kalau membingungkan. tapi itu ada keterangan waktunya kok. kalo flash back yang bukan ada di fikiran tokoh dikasih keterangan waktunya kok.

Cinya : di chap ini sudah terjawab kan isi pembicaraan yang tidak direncanakan itu?

kyukyu : doakan saya ya untuk bisa selalu update cepat.

Retnoelf : ada ga yaa? kita tunggu saja kelanjutannya ya. Kyuhyun disini emang bisa main basket. jago malah. Setau saya, asma kalau kita rajin olah raga dan menghindari pemicunya, baik untuk kesehatannya. Jadi tidak ada masalah untuk hal ini. Maaf kalau seandainya salah. hihi..

Mohon maaf jika chapternya pendek dan bahasanya juga sulit dimengert dan kurang menarik. Saya belum bisa membuat chapter yang panjang seperti author lain lakukan. Karena saya masih baru di sini dan butuh dorongan untuk tetap melanjutkan ff ini. Untuk Chapter ini saya mohon reviewnya ya.

Buat yang udah review saya ucapkan terimakasih. Dan untuk kalian semua, jangan bosan membaca ya dan jangan lupa tinggalkan jejak demi kebaikan kita semua (?)

.

.

Saranghae