Title: Crazy Idea
Main Cast: SEVENTEEN's Hong Jisoo (Joshua)
SEVENTEEN's Choi Seungcheol (S. Coups)
Genre: Romance
Rated: T
Warning: slightly OOC, typos, yaoi, sequel? Idk, fluff too much fluff, you've been warned, dont like dont read pls
Disclaimer: SEVENTEEN Pledis Entertainment
Crazy Idea © Eirlys Rin
Happy Reading
SEVENTEEN baru saja menyelesaikan siaran langsung mereka untuk countdown comeback mereka yang kedua tahun ini, seharusnya semua member sudah pergi jauh terlelap dalam mimpi mereka karena jam sudah menunjukkan tepat jam 1 malam, tapi tidak dengan Jisoo, laki-laki ini lagi-lagi menatap fokus ke smartphonenya sendirian diruang tamu, tetapi berbeda dengan kemarin ketika ia terlihat geli melihat komentar para fans sekarang ia terlihat kaget dan syok, ia hampir saja bersuara kalau tak mengingat ini sudah jam tengah malam.
"Yak Seungcheol! Kemari!" bisiknya pelan kepada Seungcheol yang sedang lewat didepannya.
"Soo? Kau belum tidur?" Seungcheol terlihat kaget ketika mendengar suara kekasihnya di tengah kesunyian, seingatnya semua member tadi sudah pergi ke kamar mereka masing-masing.
"Aku tak bisa tidur jadi- Hei kau sendiri kenapa belum tidur?" Jisoo merasakan wangi yang menguar dari tubuh Seungcheol ketika lelaki tersebut sudah mendekat kepadanya. "Jangan bilang kau habis mandi."
"Yah permainan tadi membuatku sedikit gerah jadi aku-" Seungcheol belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Jisoo sudah memotong duluan.
"Astaga Cheol sudah kubilang jangan terlalu sering mandi malam, kau tau sendirikan kalau itu tak baik untuk tubuhmu, aku yakin kau tak mau ikut-ikutan dirawat seperti Wonwoo sehingga kita harus berpromosi sebagai-"
"Baik Jisoo, jadi apa yang ingin kau katakan?" Kali ini Seungcheol yang memotong kalimat Jisoo, ia tak tahan kalau Jisoo sudah menceramahinya panjang lebar, ia tak tahu sejak kapan kekasihnya berubah menjadi cerewet seperti Seungkwan.
"Benar, kau lihatlah ini." Jisoo memperlihatkan smartphonenya kepada Seungcheol, ia mendudukkan dirinya disebelah Jisoo agar lebih kelihatan, Seungcheol mengernyitkan dahinya, tak ada yang salah dengan foto yang diperlihatkan Jisoo.
"Ini hanya update-an pledis_boss, kenapa dengan ini?" Seungcheol mengembalikan smartphone tersebut kepada pemiliknya.
"Kau memelukku disini Seungcheol!" Seungcheol memutar bola matanya malas mendengar ucapan Jisoo, yang benar saja. "Kau juga memelukku sayang."
"Tapi-tapi aku tak percaya dari 10 foto yang diambil, mereka harus mengupload yang ini. Bagaimana dengan tanggapan fans nantinya?" Jisoo mengurut-urut kepalanya pelan, merasa pusing.
"Aku yakin tak ada yang begitu memperhatikan Jisoo-ya." ucap Seungcheol menenangkan Jisoo.
"Uhh.. tapi."
"Kalau kau begitu khawatir, kenapa tak kau cek saja komentar mereka." Jisoo lalu membaca satu-satu komentar yang tertera, memang tak ada yang begitu memperhatikan skinship mereka.
"Mereka tak mengomentari apapun tentang kita." Seungcheol mengelus kepala Jisoo. "Bagus kan? Tak ada yang perlu dikhawatirkan Soo." Ughh memang sih, tapi Jisoo yakin banyak sekali komentar tentang mereka di twitter.
Maka dari itu Jisoo langsung saja membuka twitternya, mencari tentang mereka dengan kata kunci seperti "cheolsoo." Atau "Seungcheol dan Jisoo". Dan benar saja dugaannya, banyak sekali kicauan-kicauan tentang mereka. Jisoo kembali fokus kepada layar smartphonenya, mengabaikan Seungcheol yang berada disebelahnya.
Seungcheol yang kesal karena Jisoo kembali mengabaikannya melingkarkan lengan kekarnya diperut Jisoo, mencoba mengintip apa yang sedang Jisoo baca melalui bahunya, ah sial kenapa Jisoo suka sekali membaca komentar fans dalam bahasa Inggris sih?!
"Terjemahkan Soo." perintah Seungcheol seenaknya.
"Eumm mereka bilang 'Lupakan Jihan dan Jeongcheol, hanya ada CheolSoo sekarang ㅋㅋㅋ' ada juga yang berakata 'Sudah kubilang ada sesuatu di antara Seungcheol dan Jisoo.' 'Ughh Jisoo kenapa kau terlihat manis sekali dipelukan Seungcheol.''Ah aku yakin ini era-nya CheolSoo.'" Serius, Jisoo jadi malu sendiri.
"Kau lihat sendirikan Soo, mereka meresponnya dengan positif, jadi jangan terlalu khawatir."
"Tapi Cheol, tak sedikit dari mereka yang meresponnya dengan negatif." Jisoo menundukkan kepalanya.
Seungcheol mempererat lengannya di perut Jisoo, kali ini menggunakan kedua tangannya. "Kau tahu sayang, bahkan walaupun tak ada seorangpun yang menyukai hubungan kita di dunia ini, aku akan masih tetap mencintaimu dan akan aku pastikan juga kau akan terus mencintaiku."Seungcheol memulai kata-kata gombalnya, mengharap respon dari Jisoo yang biasanya selalu akan mencubitnya atau akan memukul kepalanya, tapi kekasihnya hanya diam tak melakukan apa-apa.
"Hei." Seungcheol mendekatkan bibirnya ke pipi Jisoo, mengecupnya pelan. "Aku ulangi tawaranku yang kemarin, mau berfoto seperti ini supaya mereka tau kalau kita memang bersama?"
"Sudah kubilang hentikan ide gilamu Seungcheol." Jisoo sudah merespon ucapan Seungcheol kali ini.
"Tapi mereka menyukai ide gilaku bukan?" Seungcheol mengeluarkan senyuman andalannya yang membuat Jisoo mau tak mau ikut tersenyum juga.
"Kau tau Seungcheol.." Jisoo melepaskan lengan Seungcheol dari perutnya, lalu merubah posisinya jadi menghadap Seungcheol. "Jika kau mau merelesasikan ide gilamu, setidaknya kau harus melakukannya seperti ini." Jisoo meraih leher Seungcheol lalu menempelkan bibirnya diatas bibir Seungcheol yang membuatnya terkejut tak percaya.
"Ya sejak kapan Jisoo-ku menjadi agresif seperti ini, eoh?" tanya Seungcheol menggoda Jisoo setelah melepeskan pagutan bibir mereka. Jisoo mengeluarkan cengirannya, "Kau lupa Cheol? Aku ini top di Jihan."
"Benar, aku lupa, omong-omong aku juga lupa rasa ciumanmu tadi, bisa kau ulangi lagi?"
"Tsk kau memang mesum Seungcheol."
"Oh ayolah aku tau kau juga Jisoo."
Jisoo meraih leher Seungcheol sekali lagi, mencoba menciumnya kembali sebelum sebuah suara menginterupsi mereka.
"Tidak bisakah kalian pindah ke kamar? Kau tahu ini menjijikan melihat kalian mencoba berbuat mesum di ruang tamu dorm kita, bagaimana kalau nanti yang bangun bukan aku melainkan Chan?"
Yoon Jeonghan.
Maka mereka mau tak mau harus pindah ke kamar, awalnya Seungcheol kecewa karena jarang-jarang sekali Jisoo yang memulainya duluan, tapi setidaknya ia bisa berbuat lebih dari sekedar ciuman karena mereka sudah diruang tertutup sekarang.
THE END.
A/N: Tolong maafkan aku dan tulisan ku diatas sumpah, aku rela kok dibunuh serius, fanfiction ini dibuat dalam waktu kurang lebih dua setengah jam jadi pasti banyak yang acak-acakan, ANYWAY AKU GANYANGKA MOMENT CHEOLSOO YANG AKU TULIS KEMAREN BENERAN KEJADIAN, HELL AKU BENCI KALIAN HONG JISOO CHOI SEUNGCHEOL, KENAPA GA JADIAN BENERAN AJA .g omong2 review?
