Tittle: Spin Off
Cast: YunJae, OC
Genre: Yaoi, Romance
Warning: Yaoi, OOC, Typo and maybe Shouta
Disclaimer : all casts are belong to their self and God
Inspirated: Spin Off by Haruko Kurumatani sensei ^^
a/n: ff ini adaptasi kari komiknya Haruko sensei, bisa dibilang kalo ini YunJae vers nya.
happy read ^^
Spin Off
by
JustYJ
Prev:
Jaejoong nyaris menahan napasnya ketika diperlakukan seperti itu oleh Yunho. Semburat pink menghiasai kedua pipi chubbynya. Aish, ia merasa senang sekali saat ini. Bagaimana tidak? Saat ini Yunho memeluknya. Perasaan nyaman menghampiri Jaejoong. Segera saja namja kecil itu memejamkan matanya, mencoba merasakan hangatnya tubuh Yunho. Hingga akhirnya ia ikut terlelap bersama Yunho.
.
.
Keesokan paginya Yunho terbangun lebih dulu karena ponselnya yang terus berdering sejak tadi. Diliriknya jam weker yang menunjukkan pukul enam. Padahal sekarang hari minggu dan hari ini Yunho sangat malas melakukan apapun –kecuali tidur-. Ck, mengganggu.
Yunho segera mengambil ponselnya yang tersimpan di meja nakas. 45 missed call dan 32 pesan singkat. Dan semua itu dari ummanya dan juga umma Jaejoong. Jaejoong? Aish, Yunho hampir saja lupa dengan keberadaan namja kecil itu. Dilihatnya ranjang disebelahnya. Kosong. 'Aish, kemana bocah kecil itu?' pikir Yunho.
"Jaejoongie? Kau dimana?" kata Yunho setengah berteriak.
"Jaejoongie?"
Kriett...
Suara tersebut mengalihkan perhatian Yunho. Dilihatnya sebuah benda menggelinding melewati pintu kamar mandi berukiran klasik tersebut. Bebek karet. Yunho menyerngit bingung. 'Bebek karet?' pikir Yunho. Diambilnya bebek karet berwarna kuning itu dan hendak membuangnya ke tempat sampah, yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Ya! Yunnie! Apa yang kau lakukan dengan bebekku?"
Yunho yang tadinya hendak membuang bebek karet yang 'tersesat' itu, sontak menoleh kearah namja kecil yang kini tengah berdiri di depan kamar mandi sambil berkacak pinggang. Jaejoong mengerucutkan bibir plumnya kesal. Dengan langkah kesal, Jaejoong berjalan menghampiri Yunho dan merebut bebek tersebut dari tangan Yunho.
Yunho hanya melongo melihat Jaejoong. Bagaimana tidak? Namja cantik itu hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi daerah pribadinya, juga rambut almond-nya yang masih basah. Ah, sepertinya namja kecil itu baru saja melakukan ritual paginya. Mandi.
Yunho mengacak rambutnya kasar. Baru saja namja tampan itu berpikir, betapa indahnya tubuh namja kecil ini. Bibir kissable juga kedua mata besar nan indah milik Jaejoong. 'Aish, Jung Yunho? Apa yang kau pikirkan, eoh? Jaejoong itu hanya anak kecil. Jangan sampai kau menyukainya Yunho ya' batin Yunho. Haha pasti jika Jaejoong sudah besar nanti dia akan menjadi namja paling cantik di dunia, ne, Yunho?!
"Ada apa denganmu, Yunnie ya? Kau juga mau mandi bersamaku?" kata Jaejoong.
Yunho yang nyawanya belum kembali sepenuhnya, hanya diam tak menghindahkan perkataaan Jaejoong. Sedetik kemudian Yunho membulatkan matanya. Mwo?! Apa ia tak salah dengar? Namja kecil ini baru saja mengajaknya mandi bersama. Kalau saja Jaejoong seumuran dengan Yunho tentu saja namja tampan itu tak akan menolak. Lagipula siapa yang akan menolak jika mandi bersama namja cantik seperti Jaejoong.
"Yunnie ya, kau mau tidak?" tanya Jaejoong lagi. Yunho sama sekali belum menampakkan reaksi apapun, ia masih sibuk dengan pikiran konyolnya. Merasa diabaikan, segera saja tangan kecil Jaejoong mengamit tangan Yunho dan menariknya menuju kamar mandi.
"Ya! Joongie! Apa yang kau lakukan, eoh?" kata Yunho menghentikan gerakan tangan Jaejoong yang hendak membuka kancing kemejanya. Berhubung tubuh Jaejoong yang masih pendek, ia sedikit berjinjit untuk melakukan pekerjaannya itu.
"Ng? Bukannya kita mau mandi? Kata Umma Joongie, kalau mandi itu nggak pakai baju"
Yunho menghela napas sebal. 'Aish, bisa mati muda aku mengahadapi bocah kecil ini' batin Yunho sakartis. "Aish, aku bisa melakukannya sendiri" ujarnya lalu menepis kasar tangan Jaejoong. Hal tersebut membuat namja kecil itu terpeleset.
Brukk...
Tubuh Jaejoong terhempas ke lantai. Namja kecil itu meringis kecil ketika merasakan sakit di bagian butt-nya. "Yu-yunnie..." kata Jaejoong pelan. Kemudian mendongakkan kepalanya menatap Yunho. Mata bulat indahnya berkaca-kaca.
Yunho segera membawa Jaejoong kedalam dekapannya. Yunho menggendong namja kecil itu seraya mengusap punggung Jaejoong pelan. "Yunnie~~ hiks.. butt-ku sakit~~ hiks..." isak Jaejoong seraya menggosok-gosokkan wajahnya ke leher Yunho. Yunho mencoba melihat wajah Jaejoong, namun namja itu makin mengeratkan pelukannya ditubuh Yunho. 'Aigo, apa aku terlalu kasar' batin Yunho.
"Joongie ya, maafkan Yunnie, ne?" ucap Yunho sambil mengecup puncak kepala Jaejoong. Jejoong hanya mengangguk dan makin menyurukkan kepalanya ke leher Yunho.
"Hiks.. Yu-yunnie, jadi tidak kita mandinya? Joongie masih mau main sama bebek" ujar Jaejoong, namja itu masih menangis sesegukan. Yunho menenangkan dirinya sejenak. Well, tampaknya dia harus mengalah kali ini.
"Kajja, kita mandi"
-Spin Off-
Minggu adalah harinya anak-anak. Kebanyakan dari mereka pasti akan menghabiskan waktu dengan menonton TV dan bermain. Begitu pula dengan Jaejoong. Setelah acara 'mandi bersama' dengan Yunho selesai, namja kecil nan cantik memutuskan untuk menonton acara kesukaannya –molla- dengan sebungkus snack dihadapannya. Sesekali Jaejoong tertawa melihat tingkah konyol tokoh animasi tersebut. Yunho yang sejak tadi menemani Jaejoong, hanya sibuk dengan ponselnya.
"Yunnie ya, Joongie lapar~" rengek Jaejoong sambil menatap ke arah Yunho. Namja tampan itu hanya menatap Jaejoong sekilas lalu kembali menatap ponselnya. Jaejoong mengerucutkan bibirnya pertanda kesal. Namja kecil itu mengambil napas sejenak, lalu membuangnya perlahan. "Yunnie, Yunnie, Yunnie, Yunnie, Joongie lapar" rengeknya lagi. Kini jaejoong bertingkah aegyo di depan Yunho. Yup, dan itu berhasil. Namja tampan itu menahan napasnya ketika jaejoong bertingkah imut seperti itu.
"Ne,ne. Kau tunggu disini. Aku akan membuatkan sarapan untukmu" kata Yunho.
"Yeay, Yunnie baik" Jaejoong bersorak sambil tetap bertingkah aegyo. Yunho yang melihat itu hanya menggeleng pelan, lalu segera beranjak kedapur.
Sementara Yunho membuat sarapan di dapur, Jaejoong kembali duduk manis di depan TV sambil memeluk boneka beruang yang tadi dibawanya dari kamar Yunho.
Tak sampai 30 menit Yunho kembali dengan 2 piring nasi goreng di tangannya. Berhubung Yunho tak begitu pandai dalam hal masak-memasak, jadi hanya nasi goreng ini saja yang bisa dibuatnya. Dan lagi, Yunho masih agak sedikit ragu dengan rasa masakannya itu.
"Ini" Yunho menyerahkan nasi goreng itu pada Jaejoong. Segera saja Jaejoong menyantap masakan Yunho tersebut. Melihat Jaejoong yang mulai menyantap makanannya, Yunho pun segera ikut menikmati makanannya.
"Mashita!" celetuk Jaejoong. Yunho tersenyum simpul melihat tingkah jaejoong. Namja kecil itu menyantap makanannya dengan semangat. Haha, sepetinya nasi goreng buatan Yunnie-mu sangat enak, ne, Jaejoongie?
"Yunnie ya, ajari Joongie memasak ya? Biar nanti kalau sudah jadi istri Yunnie, Joongie bisa buat masakan yang enak buat Yunnie" kata Jaejoong lagi. Namja kecil itu telah menghabiskan makanannya.
Yunho kembali melongo untuk kesekian kalinya. Sejak bertemu dengan Jaejoong, tidak pernah sekalipun namja kecil itu mengatakan hal yang tidak membuat Yunho cengo. 'Aigo, apa aku sebegitu tampannya, sampai namja kecil ini berniat menjadi istriku?' batin Yunho. Tunggu, dia bilang apa tadi? Istri? Hell no!
"Aish, kau tak akan menjadi istriku, Jaejoongie?" gumamnya pelan, namun masih dapat didengar oleh Jaejoong. Namja kecil itu hanya menunduk sedih. Ia cukup paham dengan apa yang dikatakan Yunho. Dan itu semua membuat nafsu makan Jaejoong hilang seketika.
Keduanya terdiams. Tak ada lagi celotehan yang keluar dari bibir mungil Jaejoong. Namja kecil itu terlihat lesu. Yunho menyerngit bingung. "Jaejoongie, kau ke-" ucapan Yunho terpotong ketika mendengar suara bel, segera saja namja tampan itu melesat menuju pintu depan
Pandangannya langsung tertuju pada yeoja yang tengah berdiri membelakanginya. Ia tahu betul siapa yeoja itu. Yeoja yang sudah dua tahun membuatnya merasakan arti cinta yang indah dan juga rasa sakit ditinggalkan. Kyuhyun.
Kyuhyun segera berbalik ketika merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya. "Annyeong Yunho ya" sapanya ramah. Yunho hanya tersenyum tipis, ia tak tahu harus bersikap seperti apa. Tanpa permisi, yeoja itu melangkah memasuki rumah Yunho. Yunho menghela napas berat. 'Aish, mau apa lagi dia datang kemari?' batin Yunho. Ah, sepertinya yeoja itu lupa dengan apa yang telah dilakukannya pada namja tampan ini. Dengan malas Yunho mengikuti Kyuhyun.
"Aigo, Yunho ya aku kangen sekali padamu" ujar Kyuhyun smbil mendudukkan dirinya disofa di ruang tamu. Kemudian yeoja berambut sebahu itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah benda kecil yang terbungkus rapi. Lalu Kyuhyun menyerahkan benda tersebut pada Yunho. "selamat ulang tahun, Yunho ya. Sekarang usiamu sudah 18 tahun. Tak ku sangka kau yang dulunya juniorku di sekolah, sekarang satu angkatan denganku di kampus" katanya lagi. Yeoja berusia 19 tahun itu kemudian memeluk Yunho. Yunho membulatkan matanya. 'Ulang tahun?' pikirnya bingung. Oh my, sepertinya kehadiran namja kecil itu membuat Yunho lupa dengan hari jadinya.
Jaejoong yang mendengar suara orang dari arah ruang tamu, memutuskan untuk melihat orang tersebut. Pandangannya terhenti ketika melihat Yunho-nya tengah dipeluk oleh seseorang yang tak dikenal.
"Yunnie ya! Siapa yeoja itu?!" kata Jaejoong setengah berteriak. Membuat kedua orang dewasa itu melepaskan pelukannya. Yunho mengacak rambutnya frustasi, sedangkan Kyuhyun segera menghampiri Jaejoong yang tampaknya tengah marah itu.
"Aigo, yeppeo. Kau adiknya Yunho?" tanya Kyuhyun ramah. Yeoja itu menyamakan tinggi tubuhnya dengan Jaejoong.
"Joongie bukan adiknya!"
Yunho menutup matanya. 'Aish, jangan sampai Jaejoong mengatakan itu lagi' batinnya gusar.
"Oh. Aku tahu, kau pasti sepupunya" kata Kyuhyun lagi sambil mengacak pelan rambut Jaejoong. Jaejoong menggeleng kuat, ia menggigit bibir cherry-nya pelan.
"J-joongie... Joongie istrinya Yunnie" ujarnya sambil berlari memeluk pinggang Yunho erat.
Kyuhyun terkekeh pelan, menegakkan tubuhnya dan berjalan menghampiri Yunho."Aigo, Yunho ya, tak ku sangka kau menjadi pedofil setelah aku menikah. Hehe"
'Aish, seseorang tolong bawa aku pergi dari sini!' batin Yunho.
.
.
TBC
gomawo buat yg baca :** mian ga bisa sebutin satu" hehe /poppo/ xD
