Master's Sun KyuMin Version
.
KyuMin versionnya Master's Sun Drama Korea.
.
DISCLAIMER
-Mater's Sun ditulis oleh Hong Sister-
-KyuMin milik JoYers-
WARNING
-GS Sungmin dan uke-
-ngga semua alurnya sama persis, ada beberapa tambahan dan pengurangan-
-MAIN PAIR KYUMIN-
-TYPO EVERYWHERE-
-DLDR/RnR/no BASH-
.
.
.
Happy reading
.
.
Master's Sun KyuMin Version
.
KyuMin versionnya Master's Sun Drama Korea.
.
DISCLAIMER
-Mater's Sun ditulis oleh Hong Sister-
-KyuMin milik JoYers-
WARNING
-GS Sungmin dan uke-
-ngga semua alurnya sama persis, ada beberapa tambahan dan pengurangan-
-OOC Parah-
-MAIN PAIR KYUMIN-
-TYPO EVERYWHERE-
-DLDR/RnR/no BASH-
.
.
.
Happy reading
.
.
Entah nasib baik apa yang didapatkan Sungmin hari ini. Ia merasa ini adalah kali pertama dia bisa bernafas dengan lega dalam tiga tahun hidupnya setelah mendapat kekuatan aneh itu.
Langkah kakinya yang terasa ringan ini membawa tubuhnya ke sebuah kamar di atas atap bangunan ini, kamarnya yang paling aman.
Dalam perjalanan menuju kamarnya, Sungmin melewati kamar nomer 303.
"Semoga kau hidup dengan bahagia di sana Woo San ah" sambil tersenyum tulus, Sungmin melanjutkan langkahnya.
Sampai di kamarnya yang dipenuhi dengan bawang dan berbagai alat kerohanian mulai dari salib dan patung budha Sungmin segera membersihkan diri.
Malam ini hujan, gerimis yang turun sejak tadi kini menjadi hujan lebat yang dibubuhi petir. Sungmin benci malam, Sungmin benci hujan, apalagi hujan dengan petir. Sungmin sangat membenci semua hal itu.
Saat malam tiba hantu-hantu itu selalu mengganggunya. Menakuti Sungmin hingga pagi hari menjelang. Malam-malam penuh ketakutan, itulah yang membuatnya memiliki lingkar hitam di sekeliling matanya.
"Semoga pagi cepat datang"gumam Sungmin sambil memejamkan matanya rapat-rapat.
oOo
Pagi hari, Sungmin menyukai metahari terbit di pagi hari melebihi apapun. Namun matahari tidak menjamin makhluk-makhluk itu tidak akan menganggunya. Itulah sebabnya Lee Sungmin tidak pernah bisa berjalan dengan tegak.
Ia bahkan tidak tau kapan makhluk-makhluk itu akan muncul, itulah yang membuatnya selalu ketakutan.
Tapi mungkin masih ada harapan, namja presdir Shappire. Ya benar, makhluk-makhluk itu hilang saat Sungmin menyentuh namja itu. Sungmin harus mendapatkan namja itu, ya harus.
oOo
Kyuhyun sedang mengelilingi Shappire mall untuk mengontrol para pencetak uangnya. Dia terlihat tampan menggunakan setelan berwarna coklat.
"Kau melihat berita pagi ini? ada berita tentang pertunangan Lee Hyukjae akan diadakan di sini" kata Hangeng, wakil Presdir Shappire mall yang saat ini sedang berjalan di samping Kyuhyun.
"Mereka hanya menyebutkan mall kita selama lima belas detik hyung" Kyuhyun berujar acuh.
"Tapi semoga saja pertunangannya bisa menjadi promosi bagi kita"
"Akan kupastikan uri Shappire akan mendapatkan keuntungan dari acara ini hyung" Kyuhyun menjawab sambil mengerlingkan matanya, lalu berlalu begitu saja. Sedangkan Hanggeng hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
oOo
Hyukjae menolehkan kepala kesana-kemari dengan bosan. Kacamata hitam yang dipakainya bahkan tidak menghalangi aura bintangnya sama sekali. Amerikano di depannya sudah hampir ludes, namun orang yang membuat janji dengannya belum juga datang.
Berkali-kali mencoba menghubungi orang itu, namun panggilanya tidak dihiraukan. Kesabarannya sudah hampir habis, ia sudah berdiri berniat meninggalkan coffee shop ini, saat seorang pemuda dengan badan atletis menghampirinya.
"Kau membuang dua puluh menitku yang berharga Minho-ah" Hyukjae berujar sinis.
Meski pria di depannya memakai kacamata hitam dan topi untuk menyamarkan wajahnya, dia tetap mengenali namja ini dengan baik. Dia adalah Choi Minho, seorang atlet lompat tinggi yang terkenal, sekaligus tunangannya.
oOo
Seperti biasa, lingkar hitam bagai menjadi cirri khas Sungmin, namun meski begitu kesan imut masih saja terlihat meski dia memiliki mata panda.
Rambut panjangnya tergerai menutupi sebagian wajahnya karena dia selalu berjalan menunduk, bahkan saat menuruni tangga seperti saat ini.
"Sungmin-ssi tolong bersihkan kamar 303 karena sebentar lagia aka nada orang yang datang untuk melihat kamar itu," kata Kim ahjumma, pemilik apartemen ini saat ia tak sengaja berpapasan dengan Sungmin.
"Nde ahjumma" setelah itu Sungmin langsung menuju kamar 303 untuk melaksanakan tugasnya.
Kim ahjumma mneggelengkan kepalanya. Dia sangat heran melihat wanita muda secantik Sungmin dengan penampilan seaneh itu. Apalagi mau-maunya Sungmin bekerja di apartemen ini membantunya. Sungguh aneh, pikirnya.
Sungmin sedang membuka jendela di kamar 303 agar udara yang masuk, karena sejujurnya di sini sangat pengap meski hanya kosong kurang dari seminggu. Dari jendela, Sungmin bisa melihat bangunan Shappire mall yang berdiri dengan megah.
'Orang itu di sana' batin Sungmin, entah kenapa hatinya berbunga-bunga. Tentu saja, karena Sungmin yakin orang itu bisa membebaskannya dari mimpi buruk ini.
Asik dengan lamunannya, membuat Sungmin tidak menyadari jika seseorang masuk ke dalam kamar ini.
Orang itu heran saat melihat Sungmin tersenyum seperti orang aneh, apalagi penampilannya yang memang aneh.
"Apa yang kau lihat nona?" orang itu berkata tepat di belakan Sungmin, yang tentu membuatnya sangat kaget.
"Omoo!" tanpa di duga namja tadi, Sungmin berjongkok sambil menutup telinga dan matanya rapat-rapat.
Terkejut tentu saja, namja tadi merasa bersalah karena Sungmin terlihat benar-benar ketakutan. Niatnya membantu Sungmin bangun, namun Sungmin malah mendorongnya.
"Awwww!" namja tadi mengaduh saat badannya tersungkur di atas lantai.
"Eh kau manusia?" Sungmin baru menyadari kalau namja tadi bukan hantu, setelah mendengar jeritan namja tadi.
"Tentu saja aku manusia, apa kau kira aku hantu huh?" namja tadi mendengus kesal. "A ah" dia mengaduh saat merasakan sakit di sekitar pinggangnya.
Sedang Sungmin hanya berdiri kikuk tanpa tahu apa yang harus di lakukannya.
oOo
Sungmin keluar dari rumahnya sambil membawa sekaleng bir dan sekaleng jus. Dirinya masih canggung saat ada orang asing di luar rumahnya.
Namja tadi duduk di sebuah bangku di depan rumah Sungmin.
'Semoga orang itu tidak marah' batin Sungmin.
Sungmin meletakkan sekaleng bir di dekat namja tadi. Tanpa babibu, bir tadi langsung disambar oleh namja asing tersebut, membuka lalu meminumnya.
"Jadi apakah anda baik-baik saja?" Sungmin bertanya dengan takut-takut.
Bukannya menjawab, namja tadi malah tersenyum.
"Gwenchana nona, aku Lee Donghae,, " namja bernama Donghae tadi mengulurkan tangannya.
Sungmin diam, bingung harus berbuat apa. Dia tidak pernah mengobrol selama ini dengan orang asing.
Malu-malu Sungmin menerima uluran tangan Donghae,
"Lee Sungmin imnida" kata Sungmin pelan.
"Nama yang yang bagus,,cocok denganmu manis,," kata Donghae ringan sambil meminum birnya.
'blush' Sungmin merona. Apa Donghae bilang kalau dirinya manis? Oh Tuhan, sudah lama Sungmin tidak mendengar kata-kata itu.
Donghae tersenyum geli melihat reaksi Sungmin. Dilihatnnya Sungmin salah tingkah saat membuka tutup botol jusnya.
"Kenapa kau tidak minum bir?" tanya Donghae penasaran.
"Ah itu, hanya sajaa,," Sungmin diam sejenak, "A aku tidak kuat minum" jawabnya terbata.
"Ah begitu,, kau tinggal di sini?" tanya Donghae yang lagi-lagi sepertinya penasaran.
"Ne,, aku adalah penjaga apartemen ini, kalau ada perlu kau bisa memanggilku" jawab Sungmin sambil tersenyum manis.
oOo
Hyukjae sedang melakukan perawatan tubuh rutin, saat Mimi managernya sedang melihat-lihat buku tahunannya.
"Eoh ini Hyukjae unnie,," kata Mimi.
"Hm,," Hyukjae hanya bergumam karena wajahnya masih dilapiri masker.
"Eh Lee Sungmin,, aku tidak pernah mendengarmu membicarakan orang ini, omooo kyeopta,," celetuk Mimi saat melihat foto teman sekelasnya, Lee Sungmin.
Hyukjae diam, tidak merespon. Karena sudah terbiasa dengan sikap Hyukjae, Mimi hanya mendengus saja.
"Haruskah aku mengundangnya di acara pertunanganmu?"
"Terserah kau saja" jawab Hyukjae samar, karena masker yang dipakainya.
oOo
Sungmin baru selesai dengan tugasnya, membuang sampah. Saat hendak membuka knop pintunya, dia menemukan sebuah amplop.
Dibukanya amplop yang ternyata undangan tersebut.
"Lee Hyukjae,, ahh Hyukkie,," lalu Sungmin masuk dan membawa undangan tersebut.
"Eh,, pertanya di hall Shappire" Senyum Sungmin terlukis cerah.
Tak lama Sungmin keluar dari rumahnya. Sepertinya Sungmin memiliki banyak sekali baju dengan model dress berwarna putih. Ah biarlah.
Rambutnya yang biasa terurai begitu saja, sekarang terlihat rapi karena diikat tinggi oleh pemiliknya.
Sungmin melangkahkan kakinya dengan ringan. Seharian ini dia tidak bertemu dengan satupun makhluk-makhluk mengerikan itu. Mungkin saja itulah yang membuat senyum terus terpatri di paras cantiknya.
oOo
Sungmin berdiri di depan pintu ruangan Kyuhyun di Shappire mall, entah bagaimana caranya yang jelas dia di sini sekarang.
Dia mengintip dari celah kecil pintu yang terbuka. Dilihatnya Kyuhyun yang sedang duduk di meja kerjanya, ah sepertinya sedang ada tamu.
"Itu kan atlet lompat tinggi yang terkenal itu,," Sungmin bergumam saat dia mengenali tamu Kyuhyun.
Dilihatnya di ruangan itu ada lima orang, termasuk Kyuhyun. Ada sekertaris Kyuhyun, atlet itu kalau tidak salah namanya Choi Minho, lalu seorang pria lagi yang sepertinya manager Minho. Lalu ada seorang yeoja yang sedikit aneh menurutnya. Wajahnya tidak jelas karena yeoja tadi duduk membelakanginya.
Sungmin hampir saja berteriak karena terkejut saat tiba-tiba yeoja tadi sudah berada di hadapan Sungmin. Wajah yeoja tadi benar-benar mengerikan, karena ternyata dia bukan manusia.
oOo
"A apa yang kau mau dariku? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Sungmin hampir menangis saat hantu yeoja tadi terus menatapnya.
Sungmin melirik yeoja tadi takut-takut, perlahan wajah menyeramkan yeoja tadi berubah menjadi wajah yeoja biasa. Raut wajahnya melukiskan kelelahan yang amat sangat.
Sungmin terenyuh, lalu dengan sabar dia mendengarkan keluhan hantu yeoja tersebut.
.
.
.
TBC
Yahooooo
Saya kembali membawa chap 2 :)
Semoga tulisan saya ngga mengecewakan :)
Special thanks buat
/JeongHyun137/dewi. /SEungyo/kyumin joyer ChoLee/Cho Hyun Ah SparKins 137/TifyTiffanyLee/GaemXian/Anggunyu/Guest/
Maaf ngga bisa balas review nya satu-satu, tapi percayalah review kalianlah yang mendorong saya saat semangat saya hilang entah kemana :)
Dan semoga buat yang belum mereview pintu hatinya terketuk (?) untuk mereview
Nah saya minta do'anya karena saya sekarang lagi UAS T.T
Akhirkata
Keep Calm and Love KyuMin 3
With love
Kang Je Woo
